SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
    859 research outputs found

    KURIKULUM WAJIB PENDIDIKAN KARAKTER SEBAGAI ALAT KONTROL BULLYING

    No full text
    RINGKASAN Pada artikel ini disajikan informasi mengenai solusi permasalahan bullying di kalangan generasi muda Indonesia. Solusi tersebut adalah kurikulum wajib pendidikan karakter sebagai alat kontrol bullying. Kurikulum ini merupakan pedoman pembelajaran nilai-nilai karakter. Hasil akhir dari pemanfaatan kurikulum ini adalah peserta didik dapat berpikir dan bertindak secara bermoral yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari

    PELESTARIAN NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL MELALUI KESENIAN REOG KENDANG DI SANGGAR TARI “DHODOG SADJIWO DJATI” KABUPATEN TULUNGAGUNG

    No full text
    ABSTRAK RifqiSuchaiya. 2017.    Pelestarian nilai-nilai kearifan lokal melalui kesenian Reog Kendang di Sanggar Tari Dhodog Sadjiwo Djati Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Program StudiPendidikanpancasiladanKewarganegaraanJurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. A. Rosyid Al Atok, M.Pd, M.H, (II) Dr. Sri Untari, M.Si.   Kata Kunci: nilai-nilai kearifan lokal,  kesenian, Reog Kendang    Nilai kearifan lokal tersebut hampir dimiliki oleh seluruh daerah di Indonesia, hanya saja dalam realitasnya sangat jarang mendapati kearifan lokal yang diberdayakan dalam keseharian sebagai akibat langsung dari era globalisasi.  Adanya kaitan yang begitu besar antara kebudayaan dan masyarakat menjadikan kebudayaan sebagai suatu hal yang sangat penting bagi manusia dimana masyarakat tidak dapat meninggalkan budaya yang sudah dimilikinya. Nilai  kearifan  lokal  hampir dimiliki oleh seluruh daerah, hanya saja dalam realitasnya sangat  jarang mendapati kearifan lokal yang diberdayakan dalam keseharian sebagai akibat langsung dari era globalisasi. Ragam kearifan LOKAL salah satunya adalah kesenian reog kendang.          Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui (1)  perkembangan kesenian Reog Kendang di Sanggar Tari Dhodog Sadjiwo Djati Kabupaten Tulungagung, (2) pelestarian nilai-nilai kearifan lokal melalui kesenian Reog Kendang di Sanggar Tari Dhodog Sadjiwo Djati Kabupaten Tulungagung, (3)  faktor pendukung pelestarian nilai-nilai kearifan lokal melalui kesenian Reog Kendang di Sanggar Tari Dhodog Sadjiwo Djati Kabupaten Tulungagung, (4) faktor penghambat pelestarian nilai-nilai kearifan lokal melalui kesenian Reog Kendang di Sanggar Tari Dhodog Sadjiwo Djati Kabupaten Tulungagung, (5) upaya mengatasi hambatan pelestarian nilai-nilai kearifan lokal melalui kesenian Reog Kendang di Sanggar Tari Dhodog Sadjiwo Djati Kabupaten Tulungagung.          Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Peneliti berusaha untuk mendeskripsikanpelestarian nilai-nilai kearifan lokal melalui kesenian Reog Kendang di Sanggar Tari Dhodog Sadjiwo Djati Kabupaten Tulungagung. Data yang sudah terkumpul hasil  penelitian  baik berupa kata-kata, gambar, wawancara atau dokumentasi akan disusun secara terstruktur, seksama dan objektif. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan penjelasan secara terperinci dan sesuai dengan keadaan nyata tanpa direkayasa.         Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, Perkembangan kesenian Reog Kendang di Sanggar Tari Dhodog Sadjiwo Djati Kabupaten Tulungagung adalah sejarah berdirinya Sanggar Tari Dhodog Sadjiwo pada tahun 2009. Budaya reog yang ada sejak nenek moyang yang dilestarikan secara turun temurun yang dalam pertunjukannya, reog Kendang ini ditampilkan secara berkelompok oleh 6 orang penari yang masing-masing dari mereka membawa kendang atau dhodhog. Visi Sanggar Tari Dhodog Sadjiwo adalah: melestarikan budaya nenek moyang yang turun-temurun; melestarikan Reog Kendang. Kedua, Pelestarian nilai-nilai kearifan lokal melalui kesenian Reog Kendang di Sanggar Tari Dhodog Sadjiwo Djati Kabupaten Tulungagung adalah: (a) Cara menjaga nilai tradisi untuk menyelaraskan kehidupan manusia melalui kesenian Reog Kendang dilakukan dengan pengadaan  pementasan kebudayaan seni Reog Kendang, sehingga generasi muda lebih semangat untuk memupuk keinginan untuk mendalami suatu kebudayaan yang harus dilestarikan dan mengajarkan nilai-nilai kebudayaan tidak hanya kepada generasi muda tetapi lebih menekankan penerapan kebudayaan asli yaitu seni Reog Kendang kepada anak-anak  serta menanamkan rasa bangga atas budaya yang dimiliki. (b) Pendekatan yang dilakukan untuk pelestarian nilai-nilai kearifan lokal melalui kesenian Reog Kendang,  dengan jalan: (1) Guru tari menggugah perasaan dan emosi siswa dalam meyakini, memahami dan menghayati kebudayaan yang perlu dilestarikan sehingga siswa terbiasa melakukan tiap struktur tiap gerakan tari dengan tanpa kesulitan,  (2) para siswa diharuskan untuk  mengikuti pelatihan sesuai dengan yang dijadwalkan oleh sanggar  Reog Kendang.Ketiga, Faktor pendukung pelestarian nilai-nilai kearifan lokal melalui kesenian Reog Kendang di Sanggar Tari Dhodog Sadjiwo Djati Kabupaten Tulungagung adalah: (a)  Mengadakan kerjasama dengan sekolah di lingkungan sekitar untuk melatih tari sebagai faktor pendukung pelestarian nilai-nilai kearifan lokal. Dengan demikian, adanya pelatihan di sekolah-sekolah banyak siswa-siswa yang bisa menari Reog Kendang dari jenjang pendidikan SD dan SMP.  Reog kendang sekarang sudah membudaya di masyarakat dan sekolah-sekolah, guru melatih di sekolahan-sekolahan karena berdasarkan kebijakan sekolah yang menganjurkan untuk tiap kelas harus ada reognya jadi kesempatan bagi kami pecinta seni untuk melestarikannya dengan melatih para siswa untuk belajar dengan sungguh-sungguh, (b) Mendesain gerak pada kesenian Reog Dhodhog menggunakan gerak sederhana  tetapi menarik, gerak tari dalam pertunjukan Reyog Tulungagung merupakan gambaran perjuangan prajurit Bugis untuk melamar Dewi Kilisuci. UtamanyapadausahamemenuhipermintaandariDewiKilisuci yang berupa 6 bebanasebagaiprasyaratandalamlamaran.BerawaldaribagaimanaetikaparaprajuritBugisdalammemasukiwilayahkraton Kediri sampaikembalikeBugismestikpuntidakberhasilmembawapulangDewiKilisuci.Gerakperilakuprajurit yang dijadikandasardalamReyogTulungagungyaitugerakbaris, ragamgeraksundangan, ragamgerakgejohbumi, ragamgerakmenthokan, ragam, gerakpethetan, ragamgeraklilingan, ragamgerakmidakkecik, ragamgerakandhulatauengklek, ragamgerakngungaksumur, ragamgerakkejang,(c) Peralatan yang lengkap,  tata rias  yang menarik dan tata busananya unik. DalampertunjukanReogKendangtersebutpenarimenaridenganenergiksambilmememainkankendangmerekaseiramadenganmusikpengiringdannyanyianlagujawa.Alat music yang digunakanolehpengiringtersebutdiantaranyaadalah kenong, gongdan terompet.Keempat, Faktor penghambat pelestarian nilai-nilai kearifan lokal melalui kesenian Reog Kendang di Sanggar Tari Dhodog Sadjiwo Djati Kabupaten Tulungagung adalah:  (a)  cuaca yang tidak menentu terutama pada musim hujan. Hujan yang menjadi faktor penghambat dikala pas ada pertunjukan tari reog kendang, pasti pengunjung berkurang, sehingga berimbas pada penarinya yang jadi kurang semangat dalam mempertunjukkan seni tariannya pada masyarakat.  (b) jumlahpenarikurangbanyak, jika pas banyakundangan yang bersamaanmasihkurangpersonil. Kurangnya penari yang bisa tampil jika ada acara undangan yang bersamaan, sehingga saya sebagai pengelola sanggar tari sangat kebingungan jika banyak undangan pagelaran seni.Kelima, Upaya mengatasi hambatan pelestarian nilai-nilai kearifan lokal melalui kesenian Reog Kendang di Sanggar Tari Dhodog Sadjiwo Djati Kabupaten Tulungagungadalah: (a)Memasrahkan ke dinas pariwisata dan kebudayaan mengenai permasalahan yang sulit pengelola sanggar pecahkan, (b) Mencarisendiritenagaahlitari yang semakintergilasolehperkembanganzaman.   

    PELAKSANAAN KEGIATAN PENGAJIAN RUTIN DI MAJELIS TAKLIM MIFTAHUL JANNAH SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN MORAL MAHASISWA KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAKSubairi, Anazrul Ariji. 2017. Pelaksanaan Kegiatan Pengajian Rutin di Majelis Taklim Miftahul Jannah Sebagai Sarana pendidikan Moral Mahasiswa Kota Malang. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Siti Awaliyah S.Pd, M.Hum, (II) Dr. Nur Wahyu Rochmadi, M.Pd., M.Si.Kata Kunci: Kegiatan Pengajian Rutin, Pendidikan Moral, Mahasiswa RT 08  RW 03 Kelurahan Gading Kasri Kota Malang.            Pendidikan bertujuan bukan hanya membentuk manusia yang cerdas dan terampil, namun di harap menghasilkan manusia yang memiliki moral. Dunia pendidikan akhir-akhir ini menghadapi persoalan yang kompleks, terutama dalam hal penanaman nilai moral. Kondisi moral generasi muda saat ini mulai rusak, hal ini ditandai dengan maraknya seks bebas, peredaran narkoba, tawuran, peredaran foto dan video porno. Kegiatan keagamaan, seperti kegiatan pengajian rutin di Majelis Taklim Miftahul Jannah merupakan salah satu upaya yang tepat untuk mengatasi permasalahan moral remaja saat ini. Kegiatan pengajian merupakan sarana dakwah Islamiyah yang menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar. Keagamaan yang umumnya mengawali pembinaan dan personalisasi nilai moral. Agama membuat remaja menyajikan kerangka moral, agama bisa merupakan stabilisator tingkah laku. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan pengajian rutin di Majelis Taklim Miftahul Jannah sebagai sarana pendidikan moral mahasiswa Kota Malang.            Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data yang diperoleh yaitu informan, peristiwa, dan dokumen. Informan disini yaitu informan dari Kelurahan Gading Kasri, informan dari Majelis Taklim Miftahul Jannah dan mahasiswa. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan diakhiri penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan cara triangulasi sumber dan triangulasi teknik pengujian data dengan membandingkan antara wawancara, observasi, dan dokumentasi.            Berdasarkan data yang telah dikumpulkan diperoleh temuan penelitian sebagai berikut. Pertama, pelaksanaan kegiatan pengajian rutin diawali dengan pembacaan sholawat diiringi alat musik rebana, dibuka dengan pembacaan surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan pembacaan Asmaul Husna, acara inti berupa kegiatan ceramah, ditutup dengan pembacaan do’a dan diakhiri dengan kegiatan makan bersama. Kedua, muatan pendidikan moral dalam kegiatan pengajian rutin yaitu, melalui pembacaan sholawat sholawat dapat mencintai dan meneladani Rosulullah dengan diiringi alat musik rebana dapat meningkatkan kecintaan terhadap kesenian musik Islami, melalui pembacaan surah Al-Fatihah dapat menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah, melalui pembacaan Asmaul Husna dapat rendah hati dan tidak sombong, melalui kegiatan ceramah dapat pengetahuan khususnya mengenai agama, malalui pembacaan do’a dapat memohon ampunan meminta dan bersyukur, melalui kegiatan makan bersama dapat shodaqoh dan tidak kikir. Ketiga, Faktor yang mendorong mahasiswa dalam mengikuti kegiatan pengajian yaitu, menambah pengetahuan khususnya tentang agama, penyampaian penceramah menarik, menanti penceramah dari luar, materi ceramah sangat bermanfaat, menjadi kebutuhan dan sebagai pengingat, berkumpul bersama teman, dapat lebih akrab dengan warga sekitar dan mengisi waktu luang. Keempat, Faktor yang menghambat mahasiswa dalam mengikuti kegiatan pengajian rutin yaitu, kurang fokus dan kurang memperhatikan, mengantuk, bermain handphone, bercanda dan bergurau, materi yang disampaikan masih ada yang belum dimengerti. Kelima, Upaya yang dilakukan mahasiswa untuk mengatasi hambatan yang mereka alami dalam kegiatan pengajian rutin yaitu, berusaha tetap fokus, berusaha memdengarkan dan memperhatikan, berusaha tidak bermain handphone, bertanya materi yang belum dimengerti kepada teman, mendiskusikan materi ceramah dengan teman.            Saran yang diberikan peneliti setelah melakukan penelitian ini sebagai berikut. Bagi Majelis Taklim Miftahul Jannah, sebaiknya memberikan pemahaman yang baru dan menarik, seperti materi ceramah membahas peristiwa-peristiwa yang sedang ramai diperbincangkan masyarakat. Bagi Masyarakat RT 08 RW 03 Kelurahan Gading Kasri Kota Malang, seharusnya masyarakat lebih berpartisipasi dalam kegiatan pengajian rutin, karena mereka merupakan panutan bagi anak-anak mereka. Bagi Mahasiswa RT 08 RW 03 Kelurahan Gading Kasri Kota Malang, seharusnya mahasiswa lebih sadar akan manfaat dan pentingnya kegiatan pengajian terhadap diri dan kehidupan mereka

    POLA PELAYANAN PUBLIK YANG DILAKUKAN OLEH SATLANTAS POLRESTA MALANG DALAM PENGURUSAN SURAT IJIN MENGEMUDI

    No full text
    Pelayanan publik merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Pelayanan publik merupakan tanggung jawab pemerintah sebagai penyelenggara negara, pelayanan tersebut dapat berupa barang maupun jasa. Sebagai organisasi publik, negara dibentuk sebagai penyelengara dalam pelayanan publik untuk masyarakat. Jadi perlu dipahami bahwa sebagai penyelenggara pelayanan publik, pemerintah perlu memberikan inovasi-inovasi pelayanan terhadap seluruh warga negara agar nantinya seluruh warga negara tidak lagi mengalami hambatan-hambatan terhadap pelayanan publik yang dilakukan oleh penyelenggara pelayanan publik. Pada pengurusan surat kendaraan bermotor di kantor Satlantas,terjadi banyak peningkatan permintaan pembuatan Surat Ijin Mengemudi (SIM) seiring dengan gencarnya pihak kepolisian dalam mengadakan operasi ketertiban kelengkapan surat mengemudi dan kendaraan di jalan

    PELAKSANAAN KEBIJAKAN PROGRAM WAJIB MADRASAH DINIYAH SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER DI KABUPATEN PASURUAN

    No full text
    ABSTRAK   : Sebagai akibat adanya otonomi daerah, Pasuruan yang di kenal  sebagai kota santri senantiasa berupaya untuk menggali potensi daerah nya. Otonomi daerah telah memberikan kesempatan bagi daerah termasuk Kabupaten Pasuruan untuk mengembangkan pendidikan di daerahnya. Kondisi masyarakat saat ini utamanya generasi mudanya yang dinilai mengalamani dekadensi moral menjadi pertimbangan Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk menetapkan kebijakan program Wajib Madrasah Diniyah melalui Peraturan Bupati Kabupaten Pasuruan Nomor 21 Tahun 2016 tentang Wajib Belajar Pendidikan di Kabupaten Pasuruan. Adanya kebijakan tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan kajian secara mendalam mengenai pelaksanaan kebijakan program wajib Madrasah Diniyah di Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendiskripsikan lima hal, yaitu: (1) mengetahui tentang model program Wajib Madrasah Diniyah di Kabupaten Pasuruan, (2) mengetahui pelaksanaan kebijakan program Wajib Madrasah Diniyah di Kabupaten Pasuruan, (3) mengetahui faktor pendukung dalam pelaksanaan program Wajib Madrasah Diniyah di Kabupaten Pasuruan, (4) mengetahui kendala dalam pelaksanaan kebijakan program Wajib Madrasah Diniyah di Kabupaten Pasuruan dan, (5) mengetahui upaya dalam pelaksanaan kebijakan program Wajib Madrasah Diniyah di Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Peneliti sebagai instrumen penelitian bertindak untuk mengumpulkan data dilapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, dokumentasi, dan observasi. Untuk menjaga keabsahan data, peneliti menggunakan teknik triangulasi dan meningkatkan ketekunan penelitian. Kegiatan analisis data dimulai dari reduksi data, penyajian data sampai kesimpulan

    Model Pembelajaran Quantum Teaching Learning

    No full text
    ABSTRAK   Kata Kunci: quantum, teaching, learning   . Model pembelajaran Quantum Teaching Learning memiliki beberapa teknik pembelajaran diantaranya adalah teknik ARIAS. ARIAS merupakan singkatan dari Assurance, Relevance, Interest, Assessement, dan Satisfaction. Dalam model pembelajaran Quantum Teaching Learning tentu memiliki kelebihan yang dapat membantu pendidik dalam mentransferkan ilmu dan pengetahuan kepada peserta didik. Dalam setiap model pembelajaran selain memiliki kelebihan dan kelemahan, begitu juga dengan Quantum Teaching Learning

    PENDEKATAN MODEL PEMBELAJARAN MASYARAKAT BELAJAR

    No full text
    Abstrak   Kata kunci: pendekatan, model pembelajaran, masyarakat belajar   Model pembelajaran Masyarakat Belajar merupakan proses pembelajaran antara individu satu dengan yang lainnya yang saling melakukan komunikasi dua arah . Model pembelajaran Masyarakat Belajar merupakan salah satu komponen CTL (Contextual Teaching Learning, karna dalam konsep CTL  menyarankan agar pembelajaran dengan membentuk kelompok. Implementasi masyarakat belajar yaitu dengan membentuk kelompok yang terdiri dari 1 sampai 6 siswa kemudian diberikan sebuah topik bahasan

    Batik Tulis Mulyorejo Collection (BTMC)

    No full text
    Abstrak: Batik Tulis Mulyorejo Collection merupakan salah satu batik yang berasal dari Kota Malang. Batik Tulis Mulyorejo Collection ini dibuat di Kelurahan Mulyorejo Kecamatan Sukun Kota Malang. Batik Tulis Mulyorejo Collection belum banyak dikenali oleh masyarakat Malang, apalagi masyarakat di luar wilayah Malang Raya. Namun tidak menutup kemungkinan Batik Tulis Mulyorejo Collection ini lambat laun akan dikenali oleh masyarakat Malang sendiri dan masyarakat di luar Malang Raya, dan tidak menutup kemungkinan Batik Tulis Mulyorejo Collection ini akan dikenal sampai ke mancanegara. Agar Batik Tulis Mulyorejo Collection bisa dikenal oleh masyarakat luas, maka dibuatlah suatu pengenalan terhadap Batik Tulis Mulyorejo Collection, salah satunya yaitu dengan pembuatan brosur yang berkaitan dengan Batik Tulis Mulyorejo Collection. Selain itu, brosur ini dibuat untuk mendongkrak pemasaran Batik Tulis Mulyorejo Collection agar bisa bersaing dengan batik-batik lainnya. Kata Kunci: Batik, Tulis, Mulyorejo, Collectio

    Permainan Tradisional dan Spirit Pendidikan Karakter

    No full text
    Tujuan dari penulisan artikel ini yaitu menelaah karakter yang terdapat pada permainan tradisional gobag sodor, cublak-cublak suweng, dan engklek serta solusi untuk melestarikan permainan tradisional. Dari permasalahan yang ada dapat disimpulkan bahwa terdapat pendidikan karakter pada permainan tradisional gobag sodor, cublak-cublak suweng, dan engklek. Karakter yang terkandung dalam permainan tradisional gobag sodor antara lain jujur, tanggung jawab, disiplin, kerja keras, dan berpikir kreatif serta inovatif. Karakter yang terkandung dalam permainan tradisional cublak-cublak suweng antara lain anti serakah, kebersamaan, dan kepercayaan. Karakter yang terkandung dalam permainan tradisional engklek antara lain sabar, pantang menyerah, dan fokus. Di samping itu, peran serta pemerintah juga diperlukan dalam upaya melestarikan permainan tradisional. Pertama, membuat undang-undang tentang permainan tradisional. Kedua, membatasi akses game online masuk ke Indonesia. Ketiga, memasukkan permainan tradisional sebagai wahana permainan di setiap sekolah di Indonesia. Harapannya, semakin anak menikmati permainan tradisional dari hari ke hari, maka akan muncul kecintaan mereka terhadap permainan tradisional dan juga terbentuk karakter-karakter positif dalam diri anak untuk masa depan yang lebih baik. Kata kunci: permainan tradisional dan pendidikan karakte

    SOLIDARITAS SOSIAL ANGGOTA KOMUNITAS MOTOR KAWASAKI NINJA 15O BLITAR “SERIKAT NINJA INDEPENDENT”

    No full text
    ABSTRAK   Dunia otomotif di negara Indonesia semakin berkembang dan bertambah maju seiring dengan berkembangnya zaman, hal ini dapat terlihat dari banyaknya komunitas-komunitas yang ada, contohnya dalam bidang otomotif, komunitas motor. Komunitas motor semakin banyak bermunculan dan berkembang di kota-kota besar maupun kota kecil. Di daerah Blitar terdapat banyak komunitas motor, salah satunya adalah komunitas motor kawasaki ninja 150 Blitar (BNC 150). Komunitas ini terdiri dari pemilik motor ninja 150 cc dan 250 cc yang ada di daerah kota Blitar maupun kabupaten Blitar. Dalam sebuah kelompok masyarakat rasa solidaritas sosial antar anggota itu sangat penting sekali karena dengan solidaritas sosial yang tinggi maka anggota di dalam kelompok tersebut secara tidak langsung memiliki hubungan yang sangat erat sekali seperti hubungan kekeluargaan.Solidaritas dalam komunitas ini meliputi solidaritas mekanis, solidaritas organik, solidaritas internal dan solidaritas eksternal.Kata kunci: Komunitas, Solidaritas, Solidaritas Sosial

    0

    full texts

    859

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇