SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
    859 research outputs found

    nilai-nilai kearifan lokal batik sendang pada motif nam kathil di desa sendangagung kecamatan paciran kabupaten lamongan

    No full text
    ABSTRAK  Dewi, Eva Erviana. 2018. Nilai-nilai Kearifan Lokal Batik Sendang pada Motif Nam Kathil di Desa Sendangagung Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Margono, M.Pd., M.Si, (II) Rusdianto Umar, S.H., M.Hum

    UPAYA PEMBENTUKAN KARAKTER POSITIF SISWA MELALUI PROGRAM MORNING ACTIVITY DI SMPIT AL USWAH KECAMATAN BANGIL KABUPATEN PASURUAN

    No full text
    ABSTRAK Pendidikan karakter merupakan istilah yang semakin hari semakin mendapat pengakuan dari masyarakat Indonesia saat ini. Istilah pendidikan karakter masih jarang didefinisikan oleh banyak kalangan. Pendidikan adalah suatu usaha untuk mempengaruhi manusia agar ia bersedia dan mampu mewujudkan apa yang ia pandang sebagai makna eksistensi manusia di dunia ini.Pendidikan karakter kini memang menjadi perbincangan utama dalam dunia pendidikan. Selain menjadi bagian dari proses pembentukan akhlak anak bangsa, pendidikan karakter ini pun diharapkan mampu menjadi pondasi utama dalam meningkatkan derajat dan martabat bangsa Indonesia.Sekolah merupakan salah satu penyalur dalam pembentukan nilai karakter seorang peserta didik. Sekolah merupakan salah satu tempat penyalur karakter para peserta didik.Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui program morning activity, (2)mengetahuipelaksanaan pembentukkan karakter positif melalui program morning activity (3) mengetahui nilai-nilai karakter positif yang ada pada  program morning activity (4) mengetahui kendaladan solusi yang dihadapi oleh pihak sekolah dalam pembentukkan karakter positif melalui program morning activity. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) program morning activity terdiri dari sholat dhuha, jurnal permainan, reading time, Al-Matsurot. 2) pelaksanaan sholat dhuha setiap hari senin-jumat jam 06.30, jurnal permainan pelaksanaannya setelah sholat dhuha setiap hari senin-rabu, reading time setiap hari kamis setelah melaksanakan sholat dhuha, al-matsurot setiap hari jumat setelah melaksanakan sholat dhuha. 3) Nilai-nilai karakter positif  yang terkandung dalam Program morning activity di SMPIT Al-Uswah Bangil yaitu religius, jujur, displin, gemar membaca, dan tanggung jawab. 4) Kendala yang dihadapi oleh pihak sekolah yaitu (a) komitmen guru, (b) komitmen petugas OSIS, (c) Para Siswa yang tidak Datang Tepat Waktu. Solusi untuk mengatasi kendala yang dihadapi oleh pihak sekolah yaitu: (a) memotivasi dan memberikan pendekatan kepada guru, (b) upgrading (Perbaikan) kepada petugas OSIS SMPIT Al-Uswah Bangil setiap 1 kali dalam  1Bulan, dan, (c) menulis surat cinta kepada sekolah.Kata Kunci: Upaya Pembentukan, Karakter Positif, Siswa, Program, Morning Activity

    Pelaksanaan Undang-Undang No.23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah Terkait Persyaratan Dana Hibah Bagi Masjid Dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah di Kabupaten Sidoarjo

    No full text
    ABSTRAK   Dana belanja hibah adalah dana pemberian dari pemerintah daerah kepada masyarakat atau lembaga yang peruntukannya ditentukan di dalam APBD. Masjid adalah salah satu penerima dana hibah. Tetapi sejak berlaku Undang-Undang No.23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah pada pasal 298 ayat 5 yang mengharuskan penerima dana hibah harus berbadan hukum, jumlah masjid penerima dana hibah berkurang. Portal resmi Pemkab Sidoarjo menunjukan data bahwa di tahun anggaran 2015 jumlah masjid penerima hibah ada 200 masjid, Sedangkan di tahun anggaran 2016 jumlah masjid penerima hibah hanya 12 masjid. Tentu hal ini menjadi sebuah pertanyaan, apakah tamir masjid belum mengetahu regulasi tersebut atau justru mengalami kendala dalam kepengurusan badan hukum.Berdasarkan hasil penelitian menjelaskan bahwa, diperoleh 3 (tiga) kesimpulan. Pertama, kendala yang timbul dalam mengurus badan hukum untuk masjid yaitu, data-data tentang tanah masjid yang hilang atau memang tidak ada, pemerintah hanya melakukan sosialisasi tidak disertai pendampingan, dan tidak adanya pilihan badan hukum lain. Kedua, alur dan proses pengajuan hibah untuk masjid sudah ada format nya di PERBUP No.36 Tahun 2017. Semua masjid yang mengajukan permintaan dana hibah wajib menyandang status badan hukum karena merupakan persyaratan utama. Setelah masjid menerima dana hibah, pihak masjid wajib melakukan pelaporan penggunaan dana. Laporan tersebut wajib diserahkan tanggal 10 januari tahun berikutnya kepada KESRA. Ketiga, upaya yang dilakukan pemerintah sampai saat ini hanya sosialisasi saja dan memang sudah banyak tamir masjid yang mengetahui tentang regulasi tersebut. Tetapi tamir masjid meminta pemerintah untuk melakukan pendampingan bukan hanya sosilisasi. Sedangkan solusi yang ditawarkan pemerintah dan organisasi keagamaan adalah memasukan masjid ke dalam badan hukum organisasi keagamaan. Cara memasukan masjid ke badan hukum organisasi keagamaan NU, Muhammadiyah, LDII, ataupun yang lainnya adalah dengan mewakafkan tanah dan bangunan masjid ke nadzir organisasi berbadan hukum

    Peran Pemerintah dalam Memberdayakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) melalui "Aplikasi Banyuwangi Mall" di Kabupaten Banyuwangi

    No full text
    ABSTRAK RINGKASANFazriyah, Indana. 2018. Peran Pemerintah Daerah Dalam Memberdayakan UMKM Melalui “Aplikasi Banyuwangi Mall” di Kabupaten Banyuwangi. Skripsi. Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sri Untari, M.Si, (II) Drs. Petir Pudjantoro, M.Si.Kata Kunci:Aplikasi Banyuwangi Mall, Pemerintah Daerah, UMKMAplikasi Banyuwangi Mall merupakan hasil kerjasama antara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Kerjasama tersebut berawal dari inovasi yang diberikan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Banyuwangi kepada Bapak Azwar Anas sebagai Bupati Banyuwangi yang kemudian PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memberikan tawaran untuk melakukan kerjasama hingga diresmikan aplikasi ini. Aplikasi Banyuwangi Mall merupakan aplikasi jual beli online seperti aplikasi jual beli online lainnya, namun dalam aplikasi ini seluruh penjualnya merupakan UMKM asli Banyuwangi. Aplikasi ini dikelola oleh Tim Pengelola Rumah Kreatif Banyuwangi yang diberi wewenang untuk menangani aplikasi secara keseluruhan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui (1) bagaimana prosedur pemasaran produk oleh UMKM melalui “Aplikasi Banyuwangi Mall” di Kabupaten Banyuwangi, (2) bagaimana peran pihak-pihak terkait pengelolaan “Aplikasi Banyuwangi Mall” di Kabupaten Banyuwangi, (3) bagaimana kendala dan solusi yang dihadapi dalam pengelolaan “Aplikasi Banyuwangi Mall” di Kabupaten Banyuwangi, (4) bagaimana persepsi dari pelaku usaha terkait adanya “Aplikasi Banyuwangi Mall” di Kabupaten Banyuwangi.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan dalam penelitian ini (1) Staf Pemdapingan UKM di Klinik UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Banyuwangi, (2) Kasie Perdagangan Dalam Daerah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banyuwangi, (3) Admin Rumah Kreatif Banyuwangi, dan (4) Pemilik UMKM di Banyuwangi. Teknik pengambilan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan open coding, axial coding dan selective coding. Kemudian pengecekan keabsahan temuan dalam penelitian dilakukan dengan ketekunan pengamatan, triangulasi sumber dan triangulasi teknik.Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa (1) prosedur pemasaran produk oleh UMKM melalui “Aplikasi Banyuwangi Mall” di Kabupaten Banyuwangi melalui tiga tahapan yaitu (a) mekanisme pendaftaran seller di Banyuwangi Mall, (b) bisnis proses Banyuwangi Mall, dan (c) proses pembayaran Banyuwangi Mall ke penjual; (2) peran pihak-pihak terkait pengelolaan “Aplikasi Banyuwangi Mall” di Kabupaten Banyuwangi terdapat tiga pihak yang berperan yaitu (a) Dinas Koperasi dan UMKM Banyuwangi yang bertugas sebagai fasilitator dengan memberikan pelatihan kepada UMKKM, (b) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banyuwangi yang bertugas memberikan izin usaha, merk dan label pada produk UMKM, dan (c) Tim Pengelola Rumah Kreatif Banyuwangi yang bertugas sebagai fasilitator dengan memberikan pelatihan dan melakukan kunjungan kepada UMKM; (3) kendala yang dihadapi dalam pengelolan “Aplikasi Banyuwangi Mall” di Kabupaten Banyuwangi berasal dari sumberdaya manusia yaitu UMKM yang kurang memahami tentang IT dan pentingnya inovasi kemasan produk dan dari aplikasi yang masih berbentuk website hingga kurangnya promosi sehingga solusi yang telah diberikan yaitu pelatihan kepada UMKM dan pemberian konten-konten pada aplikasi hingga promosi melalui media sosial; (4) persepsi dari pelaku usaha terkait “Aplikasi Banyuwangi Mall” di Kabupaten Banyuwangi sesuai dengan hasil penjualan produk UMKM, beberapa pelaku usaha seperti pemilik usaha batik dan kopi Banyuwangi merasakan dampak positif sedangkan untuk beberapa pelaku usaha lainnya seperti pemilik usaha makanan ringan, kaos, kerajinan dan tas kurang merasakan dampak positif.Saran yang diberikan oleh peneliti yaitu upaya promosi yang dilakukan oleh seluruh pihak. Promosi dilakukan melalui website resmi Dinas Koperasi dan UMKM Banyuwangi dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banyuwangi. Selain itu Tim Rumah Kreatif Banyuwangi dapat mengaktifkan konten sposor pada media sosial Aplikasi Banyuwangi Mall dan melakukan evaluasi setiap bulan untuk meningkatkan penjualan pada bulan berikutnya

    Persepsi Masyarakat Terhadap Kegiatan Jual Beli Menggunakan Teknologi Jejaring Sosial di Desa Sumbermanjing Kecamatan Sumbermanjingwetan Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRAK Mukti, Andimas. 2018. Persepsi Masyarakat Terhadap Kegiatan Jual Beli Menggunakan Teknologi Jejaring Sosial di Desa Sumbermanjing Kecamatan Sumbermanjingwetan Kabupaten Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr.Nur Wahyu Rochmadi, M.Pd, M.Si (II) Rusdianto Umar, SH, M.Hum   Kata Kunci :Persepsi Masyarakat, Kegiatan Jual Beli, Teknologi Jejaring Sosial   Persepsi masyarakat merupakan suatu cara pandang atau pendapat seseorang terhadap kegiatan yang di amati. Salah satunya adalah persepsi masyarakat terhadap kegiatan jual beli melalui teknologi jejaring sosial atau media online shop. Dengan adanya teknologi jejaring sosial, manusia bisa memanfaatkanya dengan mudah untuk mendapatkan suatu barang atau di manfaatkan sebagai pekerjaan online shop. Sehingga peneliti tertarik untuk meneliti tentang kegiatan jual  beli dengan menggunakan teknologi jejaring sosial . Adapun tujuan dari penelitan ini adalah untuk mengetahui, (1) Proses jual beli menggunakan jejaring sosial di desa Sumbermanjing(2) Persepsi masyarakat tentang jual beli menggunakan jejaring sosial di desa Sumbermanjing(3) Nilai- nilai yang terkandung dalam kegiatan jual beli menggunakan jejaring sosial (4) Permasalahan dalam kegiatan jual beli menggunakan jejaring sosial di Desa Sumbermanjing (5) Solusi untuk mengatasi permasalahan jual beli menggunakan jejaring sosial.             Peneliti menggunakan metodelogi penelitian kualitatif dengan metode deskripsi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan metode yaitu: observasi, wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan dengan cara mengumpulkan dan mengecek data yang diperoleh dari lapangan, reduksi data dan menyimpulkan. Untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh, peneliti melakukan pengecekan data dengan cara perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan, dan triagulasi.             Adapun hasil penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut. Pertamaproses jual beli menggunakan jejaring sosial di desa Sumbermanjingproses sosial jual beli menggunakan jejaring sosial. Proses jual beli yaitu melihat akun olshop, apabila cocok lalu berinteraksi dengan owner, apabila barang sudah di sepakati antara penjual dan pembeli maka, pembeli melakukan pembayaran secara transfer atau langsung atau COD (Cash On Delivery). Setelah proses pembayaran barang akan segera dikirim melalui jasa pengiriman jika jarang masih bisa di jangkau bisa melalui COD. Keduapersepsi masyarakat tentang jual beli menggunakan jejaring sosial di desa Sumbermanjing, pendapat mengenai kegiatan jualbeli menurut masyarakat, bahwa jual beli melalui jejaring sosial sangat membantu dan mempermudah karena, melakukan jual beli di jejaring sosial dapat menghemat waktu dan jarak karena tidak harus berkunjung ke toko tersebut. Selain itu pemasaran melalui internet juga sangat mudah dan murah tanpa ada batasan ruang dan waktu sehingga bisa di jangkau oleh banyak orang. Ketiga nilai- nilai yang terkandung dalam kegiatan jual beli menggunakan jejaring sosianilai-nilai yang terkandung dalam kegiatan jual beli menggunakan jejaring sosial diantaranya yaitu nilai sosial nilai yang dianut oleh masyarakat mengenai apa yang yang dianggap baik dan buruk oleh masyarakat kemudian nilai kejujuran bagi masyarakat yang menggunakan jejaring sosial untuk kegiatan jual beli harus bisa dipecaya kemudian nilai persatuan suatu proses interaksi menggunakan jejaring sosial antara penjual dan pembeli saling berkomunikasi untuk melakukan kegiatan jual beli dari kegiatan itu mereka saling dipertemukan kemudian nilai tanggung jawab yaitu pada pihak pembeli dan penjual harus mempunyai tanggung jawab atas segala yang telah dilakukan saat berinteraksi. Keempat permasalahan dalam kegiatan jual beli menggunakan jejaring sosial di Desa Sumbermanjingpermasalahan saat dalam kegiatan jual beli menggunakan jejaring sosial di antaranya ketika proses pengiriman barang biasanya terhambat seperti terjadi kesalahan seperti barang yang salah atau keterlambatan proses pengiriman. Selain itu masalah yang sering terjadi barang yang ada di foto saat penjualan itu lebih bagus daripada barang yang di terima oleh pembeli. Pembayaran melalui transfer terkadang juga banyak penipuan karena akun yang di gunakan oleh penjual biasanya adalah akun palsu sehingga membuat rugi si pembeli. Lalu biasanya pembeli menerima barang rusak atau cacat. Kelima solusi untuk mengatasi permasalahan jual beli menggunakan jejaring sosial. solusi saat berinteraksi menggunakan jejaring sosial saat jual beli, penjual atau pembeli bisa menggunakan wifi saat sinyal susah, melakukan pembelian terhadap akun yang sudah di percaya sehingga meminimalisir penipuan saat pemabayaran, melakukan layanan purna jual atau memberikan garansi kepada pihak pembeli saat terjadi kekeliruan atau kerusakan barang yang diterima. Saran yang diberikan oleh peneliti setelah melakukan penelitian ini antara lain: untuk penjual sebaiknya barang yang jual harus sesuai dengan apa yang di tampilkan di jejaring sosial, penjual harus bersikap jujur dan tidak merugikan pembeli.sedangkan untuk pembeli harus lebih berhati-hati saat akan melakukan transaksi pembelian dan bisa mengkonfrmasi lebih dahulu

    PRESEPSI SISWA SD TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN PKn

    No full text
    ABSTRAK. Presepsi siswa terhadap mata pembelajaran PKn dalam kehidupan realita sekarang disebabkan beberapa kendala antara lain : (1) guru mata pelajaran PKn masih mengalami kesulitan dalam mengaktifkan siswa untuk terlibat langsung dalam proses penggalian dan penelaahan bahan pelajaran, (2) sebagian siswa memandang mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan sebgai mata pelajaran yang besifat konseptual dan teoritis, (3) parktik kehidupan di masyarakat baik dalam bidang politik, ekonomi, social budaya, hukum, agama seringkali berbeda dengan wacana yang dikembangkan dalam proses pembelajaran dikelas. Pembelajaran PKn sering dikatakan belum mampu merangsang siswa terlibat aktif dalam proses belajar mengajar. Hal ini memberikan dampak siswa merasa kesulitan dalam pelajaran dikarenakan metode pembelajaran yang dipilih dan digunakan dirasakan kurang tepat.       KATA KUNCI. Presepsi Siwa SD Terhadap Proses  Pembelajaran PKn

    SOLIDARITAS SOSIAL ANGGOTA KOMUNITAS MOTOR KAWASAKI NINJA 15O CC BLITAR

    No full text
    ABSTRAK Hakim Wahyudi. 2018. Solidaritas Sosial Anggota Komunitas Motor Kawasaki Ninja 150 Blitar. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Nur Wahyu Rochmadi, M,Pd, M.Si(II) Dr. Yuniastuti, S.H, M.PdKata Kunci : Komunitas, Solidaritas, Solidaritas Sosial.Seiring berkembangnya zaman masyarakat terbawa oleh arus globalisasi yang semakin lama semakin condong ke barat yang cenderung individualisme. Rasa kekeluargaan yang timbul antar kelompok masyarakat semakin berkurang. Dalam sebuah kelompok masyarakat rasa solidaritas sosial antar anggota itu sangat penting sekali karena dengan solidaritas sosial yang tinggi maka anggota di dalam kelompok tersebut secara tidak langsung memiliki hubungan yang sangat erat sekali seperti hubungan kekeluargaan. Dalam kehidupan berkelompok rasa solidaritas sosial itu seperti saling bantu membantu apabila ada anggota dalam kelompok membutuhkan bantuan, gotong royong dalam mewujudkan tujuan kelompok dan tolong menolong apabila ada anggota kelompok terkena musibah. Pentingnya solidaritas sosial dalam kehidupan berkelompok itu menjadikan antar anggota dalam kelompok memiliki hubungan yang  harmonis dan merupakan pondasi bagi kelompok untuk bisa berkembang ke depanya menjadi lebih baik lagi.Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan : (1) Perwujudan solidaritas sosial di dalam Komunitas Kawasaki Ninja 150 Blitar, (2) Bentuk solidaritas sosial di dalam Komunitas Kawasaki Ninja 150 Blitar, (3) Kendala yang di hadapi dalam mewujudkan solidaritas sosial Komunitas Kawasaki Ninja 150 Blitar dan (4) Solusi atas kendala yang dihadapi dalam mewujudkan solidaritas sosial Komunitas Kawasaki Ninja 150 Blitar.Penelitian menggunakan pendekatan penelitian kualitatif  jenis deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini ialah semua anggota komunitas motor kawasaki ninja 150 Blitar, anggota komunitas lain dan masyarakat. Kopdar rutinan, kopgab dengan komunitas lain, galang dana korban bencana alam, pemberian bantuan langsung datang ke tempat bencana alam, menjenguk teman yang terkena musibah, bagi-bagi takjil di bulan ramadan. Foto-foto di setiap kegiatan komunitas motor kawasaki ninja 150 Blitar. Prosedur pengumpulan data ialah observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa peneliti sebagai instrumen, yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan tiangulasi data. Tahap analisis data dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunakan teori Miles dan Huberman.Hasil temuan penelitian adalah sebagai berikut : (1) Perwujudan solidaritas sosial di dalam komunitas kawasaki ninja 150 Blitar yang pertama solidaritas mekanis yaitu para anggota sering melakukan kopdar rutin setiap malam minggu dan mereka saling mengenal satu sama lain serta bertukar informasi mengenai segala hal. Kedua perwujudan solidaritas organik yaitu para anggota satu sama lain mempunyai tugas yang berbeda, namun tugas tersebut merupakan tujuan dari komunitas yang mereka semua harus kerjakan demi tercapainya tujuan bersama. Ketiga perwujudan solidaritas internal saat ada anggota lain yang kesusahan anggota lain ikut membantunya, saat ada satu anggota komunitas yang sakit maka anggota lain menjenguknya. Keempat perwujudan solidaritas exsternal komunitas ini dengan komunitas ninja lain adalah seringnya kopgab dengan komunitas ninja lain. (2) Bentuk solidaritas sosial di dalam komunitas motor kawasaki ninja 150 Blitar yang pertama bentuk solidaritas mekanis terbentuk karena mereka terlibat dalam aktivitas yang sama dan tanggung jawab yang sama dan memerlukan keterlibatan secara fisik. Pada umumnya solidaritas mekanis begitu beasar sehingga ikatan solidaritas ini dapat berlangsung lama. Kedua bentuk solidaritas organik terbentuk karena setiap anggota berperan sebagaimana organ yang mempunyai peran dan fungsi masing-masing yang saling bergantung. Ketiga bentuk solidaritas internal terbentuk dari dalam komunitas itu sendiri antara anggota satu dengan anggota lainya. Keempat bentuk solidaritas eksternal terbentuk dari komunitas ini dengan komunitas ninja lain maupun komunitas motor lain juga dengan masyarakat dan pengguna jalan. (3)Kendala yang dihadapi dalam mewujudkan solidaritas sosial komunitas ninja 150 Blitar yaitu pertengkaran antara anggota satu dengan yang lain tentang kesalah fahaman atau bercanda yang terlalu berlebihan antar anggota komunitas sehingga anggota yang bersangkutan menjadi diam dan tidak mau berkomunikasi dengan yang sedang terjadi konflik tersebut. Keirian anggota satu dengan yang lainya tentang kepengurusan komunitas dan juga pembagian kerja yang ada dalam komunitas. (4) Solusi atas kendala yang di hadapi dalam pembentukan solidaritas mekanis yaitu anggota komunitas wajib berperilaku baik kepada anggota lain dan juga yang terpenting adalah ketua harus memberi contoh dan bersikap yang baik kepada anggota-anggotanya. Solusi atas kendala yang di hadapi dalam pembentukan solidaritas organik yaitu dengan cara pembagian kerja di lakukan dengan bergotong royong apabila anngota satu sudah selesai menyelesaikan kerjanya di wajibkan membantu anggota lain yang belum menyelesaikan kerjanya. Berdasarkan hasil penelitan diatas, disarankan agar para anggota komunitas motor yang ada memiliki rasa solidaritas sosial yang tinggi antar sesesama anggota di dalam komunitas itu sendiri, kepada komunitas lain dan juga kepada masyarakat. Dengan begitu maka di harapkan dapat menjalin hubungan persaudaraan yang baik antar komunitas motor yang ada maupun kepada masyarakat. Dengan adanya penelitian ini di harapkan komunitas motor kawasaki ninja 150 Blitar menjadi tauladan yang baik kepada semua komunitas motor yang ada

    Evaluasi Pembelajaran Sebagai Parameter Perbaikan Sisem Pembelajaran Siswa

    No full text
    ABSTRAK   Syarat-syarat umum evaluasi dibagi 3 yakni kasahihan, keterandalan,dan kepraktisan. Kesahihan dibagi menjadi 4 macam yaitu kesahihan isi, kesahihan konstruksi, kesahihan ada sekarang dan prediksi. Faktor instrument yaitu yang didukung juga faktor administrasi, faktor dalam respon siswa. Kemudian keterandalan yang berfaktor yang mempengaruhi keterandalan adalah panjang test, sebaran skor, tingkat kesulitan test, objektifitas. Jadi, perlu adanya syarat–syarat umum evaluasi sebagai parameter kriteria evaluasi pembelajaran yang bagus demi terciptanya sebuah evaluasi pembelajaran yang baik

    Penanaman Nilai-nilai Nasionalisme dalam Keseharian Santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Nurul Huda Mergosono Malang

    No full text
    ABSTRAK   Musta’in, Ahmad. 2018. Penanaman Nilai-nilai Nasionalisme dalam Keseharian Santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Nurul Huda Mergosono Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. H. Suparman Adi W, SH, M.Hum, (2) Dr. Sri Untari, M.Si

    Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Game Edukasi Role Playing Game pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Pokok Bahasan Bela Negara pada Kelas IX SMP Sriwedari Malang

    No full text
    ABSTRAK   Kemampuan smartphone dan notebook untuk menampilkan berbagai jenis data baik berupa gambar, suara dan video merupakan sebuah potensi besar yang dapat dimanfaatkan. Berdasarkan hal tersebut, peneneliti menemukan sebuah ide untuk memanfaatkan perangkat smartphone dan notebook menjadi media pembelajaran interaktif. Berdasarkan observasi awal di SMP Sriwedari malang ditemukan data bahwa siswa menyukai penggunaan permainan dan metode tanya jawab dalam pembelajaran. Berdasarkan data hasil observasi tersebut, peneliti melakukan pengembangan untuk menciptakan media pembelajaran dengan bentuk game yang dapat digunakan pada perangkat komputer smartphone dan notebook. Pengembangan media pembelajaran menggunakan metode penelitian Borg dan Gill yang telah dimodifikasi menjadi beberapa tahapan yakni pengumpulan data, perancangan, penyusunan draft produk, validasi ahli, revisi, uji coba kelompok dan produksi masal. Pengembangan difokuskan untuk menciptakan game digital dengan kemampuan menyampaikan materi dan pertanyaan. Tahapan yang peneliti lakukan adalah melakukan observasi di SMP Sriwedari malang, menyusun storyboard, membuat game untuk sistem operasi Windows, melakukan penyesuain pada game agar dapat berjalan pada sistem operasi Android, melakukan uji ahli, melakukan uji kelompok kecil dan membuat desain dvd box beserta buku petunjuk penggunaan. Peneliti tidak melakukan tahap revisi karena menurut ahli, produk yang dikembangkan sudah sangat valid dan tidak memerlukan revisi. Uji coba dilakukan di SMP Sriwedari malang untuk mengetahui tingkat ketertarikan siswa terhadap produk. Penelitian dilakukan dengan memberikan angket ketertarikan siswa terhadap penggunaan media game edukasi dan media ceramah-lks dalam pembelajaran. Dengan hasil penelitian menyatakan bahwa, presentasi rata-rata ketertarikan siswa terhadap media game edukasi sebesar 87,5% dari yang diharapkan dan rata-rata ketertarikan siswa terhadap media ceramah-lks sebesar 45,8 % dari yang diharapkan. Berdasarkan data tersebut peneliti menyimpulkan bahwa siswa kelas IX SMP Sriwedari lebih tertarik untuk menggunakan media pembelajaran game edukasi dalam pembelajaran. Dengan menggunakan game edukasi sebagai media pembelajaran, menyebabkan siswa tidak merasa sedang belajar namun sedang bermain permainan, sehingga penggunaan game edukasi perlu di kombinasikan dengan metode pembelajaran yang mampu mengontrol kondisi kelas agar tetap terfokus pada materi. Kombinasi media game edukasi dengan metode pembelajaran yang tepat mampu menciptakan proses pembelajaran dengan proporsi bermain dan belajar yang seimbang

    0

    full texts

    859

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇