SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
859 research outputs found
Sort by
PERAN KEPALA DESA DALAM PEMBANGUNAN DESA DI DESA SUCI KECAMATAN MANYAR KABUPATEN GRESIK
ABSTRAK Pada tahun 2014, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla membuat program Nawa Cita yang berisi upaya-upaya dalam pembangunan nasional. Pembangunan nasional itu mencakup seluruh daerah di Indonesia termasuk Kabupaten Gresik. Untuk mewujudkan salah satu dari Nawa Cita tersebut, pemerintah mengadakan pembangunan Desa yang dapat meningkatkan kualitas dari berbagai Desa termasuk Desa Suci. Dalam pembangunan Desa, tidak lepas dari peran Kepala Desa. Oleh karena itu diperlukan penelitian mengenai Kepala Desa sebagai aktor penting dari proses pembangunan Desa di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan perencanaan pembangunan Desa Suci, (2) mendeskripsikan pelaksanaan pembangunan Desa Suci, (3) mengetahui peran Kepala Desa dalam pembangunan Desa Suci, dan (4) mengetahui hambatan-hambatan dan upaya-upaya mengatasi hambatan dalam pembangunan Desa Suci. Penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Sumber data yang diambil oleh peneliti adalah informan, dokumen, dan peristiwa. Prosedur pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan untuk penelitian adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi
PERAN PENYULUH KELUARGA BERENCANA (KB) DALAM MEMBERIKAN PENYULUHAN TENTANG PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN (PUP) DI KELURAHAN SEKARPUTIH KECAMATAN TEGALAMPEL KABUPATEN BONDOWOSO
ABSTRAK Tujuan Pembangunan Nasional dalam Pengamalan Pancasila salah satunya adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia, untuk mewujudkan pembangunan keluarga sejahtera, pemerintah menetapkan kebijaksanaan yaitu ketentuan dalam Peraturan Pemerintah No. 62 Tahun 2010 dan UU No.52 Tahun 2009. Salah satu program pembangunan yang berkaitan dengan kependudukan adalah program KB yan bertujuan untuk mengendalikan penduduk diantaranya melalui program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP). Pada saat ini masih banyak dijumpai terjadinya pernikah dini, dimana mempelai wanita menikah sebelum usia 20 tahun. Seperti di Kelurahan Sekarputih Kecamatan Tegalampel Kabupaten Bondowoso masih dijumpai wanita yang menikah dibawah umur, hal ini bertolak belakang dengan visi yang diusung oleh pemerintah. Peran dari Penyuluh Keluarga Berencana (KB) berperan penting dalam pelaksanaan program KB dilapangan dalam menentukan sukses atau tidaknya program KB. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui: (1) latar historis dan yuridis terbentuknya Penyuluh KB, (2) rancangan program Penyuluh KB tentang Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) di Kelurahan Sekarputih Kecamatan Tegalampel Kabupaten Bondowoso, (3) pelaksanaan program Penyuluh KB dalam memberikan penyuluhan tentang Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) di Kelurahan Sekarputih Kecamatan Tegalampel Kabupaten Bondowoso, (4) kendala-kendala yang dihadapi Penyuluh KB dalam memberikan penyuluhan tentang Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) di Kelurahan Sekarputih Kecamatan Tegalampel Kabupaten Bondowoso.Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Menguji keabsahan data dilakukan dengan uji perpanjangan pengamatan, ketekunan pengamatan, dan triangulasi.Hasil temuan penelitian adalah sebagai berikut: Pertamalandasan sejarah dan yuridis Penyuluh KB pada tahun 1970-an dan 1990-an, Penyuluh KB melaksanakan, mengelola, dan menggerakkan masyarakat dalam menjalankan Program KB di tingkat desa/kelurahan.Pada era otonomi daerah tahun 2000, terjadi perubahan sehingga berimbas pada perubahan pengelolaan Program KB di tingkat Desa/Kelurahan karena PLKB/Penyuluh KB sejak berlakunya otonomi daerah diserahkan kepada Pemda Kabupaten/Kota dan menjadi Pegawai Kabupaten/Kota. Dasar hukum keberadaan Penyuluh KB yaitu: (a) Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional PNS dan Perpres 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional PNS, (b) Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (MENEG PAN) Nomor: KEP/120/M.PAN/9/2004 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Keluarga Berencana dan Angka Kredit. Kedua rancangan Program Penyuluh KB tentang Pendewasaan Usia Perkawinan di Kelurahan Sekarputih Kecamatan Tegalampel Kabupaten Bondowoso yaitu Penyuluh KB menyusun rancangan atau rencana kerja dengan langkah-langkah seperti berikut yaitu: (a) pengumpulan data, (b) pengolahan data, (c) analisis data, (d) menentukan prioritas sasaran, (e) menyusun rencana kerja dan membuat jadwal kegiatan. Ketiga pelaksanaan program Penyuluh KB dalam memberikan penyuluhan tentang Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) di Kelurahan Sekarputih dilaksanakanmelalui kegiatan Komunikasi Edukasi Informasi (KIE) dengan menggunakan metode penyuluhan pada kelompok sasaran yaitu kelompok remaja. Keempat kendala-kendala yang dihadapi Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dalam memberikan Penyuluhan tentang Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) di Kelurahan Sekarputih Kecamatan Tegalampel Kabupaten Bondowoso yaitu: (a) tingkat kehadiran (b) faktor budaya.Saran yang peneliti berikan pada penelitian ini adalah pemerintah Kabupaten Bondowoso supaya lebih mendukung program-program yang berkaitan dengan pembangunan keluarga yang diusung oleh Program KB khususnya melalui program Pendewasaan Usia Perkawinan sehingga dapat mensejahterakan masyarakat. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana tetap memberikan pelayanan yang baik untuk masyarakat melalui Penyuluh KB yang berada di Kecamatan dan memberikan fasilitas untuk mendukung Program KB dilapangan. Penyuluh KB agar tetap memberikan pelayanan program KB yang baik kepada masyarakat supaya terciptanya tujuan dari program KBdan Penyuluh KB selain memberikan penyuluhan kepada remaja, alangkah baiknya juga memberikan penyuluhan Pendewasaan Usia Perkawinan kepada orang tua sekaligus karena orang tua juga sangat berperan dalam proses Pendewasaan Usia Perkawinan.Masyarakat Kelurahan Sekarputih supaya tetap mendukungprogram-program pembangunan yang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso
Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter Siswa Melalui Full Day School di SMP Negeri 3 Malang
Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan program-program kegiatan penguatan pendidikan karakter siswa melalui full day school di SMP Negeri 3 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data yang digunakan dengan melakukan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh bahwa program penguatan pendidikan karakter bertujuan untuk menumbuhkan karakter yang lebih baik lagi pada diri siswa. Kata Kunci: Implementasi, penguatan pendidikan karakter, full day school ABSTRACT: This research aims to describe the activities of Program Strengthening Character Education Students Through Full day school in SMP Negeri 3 Malang. This research uses qualitative approach with descriptive method, data collection technique, interview, and documentation study. Analyze the data by doing data reduction, data presentation, and deduction of conclusions. The results obtained that there are programs of strengthening character education which aims to cultivate a better character in students. Keywords: Implementation, strengthening character education, full day schoo
Perpspketif Masyarakat Terhadap Minuman Tuak (Studi Masyarakat di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban
ABSTRAK Kata Kunci: Perspektif Masyarakat Terhadap Budaya, Minuman Tuak.Perspektif masyarakat tuban sendiri menangapi terhadap minuman tuak ini sangatlah hal yang biasa, akan tetapi jika mengkonsumsi nya terlalu berlebihan akan berakibatkan berdampak efek buruk bagi si peminum tuak tersebut. Memang tak seluruh warung di Tuban menyediakan minuman tuak. Sifat minuman tuak ini yang tak bisa bertahan lama, seacara tak langsung menghambat distribusinya. Hanya warung di sekitar Kecamatan Tuban, Semanding Palang dan Plumpang yang kerap di jumpai banyak warung yang berjulan minuman Tuak. Perspektif masyarakat budaya minum tuak sebagai minuman yang diharamkan oleh agama juga ikut membentuk terbatasnya peredaran minuman tuak di masyarakat Tuban. Minuman tuak ini yang telah menjadi ciri khas masyarakat Tuban, ada kaitannya dengan status sosial ekonomi seseorang yang melaksanakan acara perkumpulan kecil-kecilan, tetapi jika dilihat dari segi kebiasaan mengkonsumsi minuman tuak, setiap orang bebas untuk mengkonsumsi tanpa dipengaruhi oleh status sosial ekonomi masyarakat, serta tidak ada larangan untuk meminum tuak bagi siapapun yang mengkonsumsinya, pada umumnya minuman tuak adalah minuman yang berawal dari budaya asli orang Toraja bukan daerah lain, namun seiringnya dengan perkembangan zaman dan perkembangan ilmu pengetahuan, budaya mengkonsumsi minuman beralkohol di perayaan pesta adat orang Toraja telah dipengaruhi oleh kebudayaan lain.Rumusan masalah yang akan diteliti pada penelitian ini adalah tentang bagaimana sejarah minuman tuak di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban, bagaimana cara pembuatan minuman tuak di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban, apa dampak positif dan negatif sejak timbul adanya minuman tuak di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban, bagaimana perspektif Masyarakat Terhadap Budaya Minuman Tuak di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban. Sedangkan tujuan dari penelitian adalah untuk untuk mendeskripsikan Sejarah minuman (tuak) di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban, untuk mengetahui cara pembuatan minuman tuak di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban, untuk mengetahui dampak positif dan negatif minuman Tuak di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban, untuk mengetahui perspektif masyarakat terhadap budaya minuman tuak di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data yang diperoleh yaitu informan dan dokumen. Informan disini yaitu informan dari Desa Gedongombo, informasi dari Home Produksi Minuman Tuak Desa Gedongombo. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan data, reduksi data, penyajian data dan diakhiri penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data temuan dilakukan dengan cara triangulasi. Triangulasi teknik pengujian data ini dilakukan dengan membandingkan antara wawancara dan dokumentasi.Berdasarkan data yang telah dikumpulkan diperoleh temuan penelitian sebagai berikut. Pertama, sejarah minuman tuak di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban. Kedua cara pembuatan minuman tuak di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban Sedangkan proses pembuatan minuman tuak ini sangat sederhana sekali di ambil dari tetesan pohon nira dan pohon enau (aren) kemudian di ambil getah dan di fermentasi beberapa hari.Ketiga,dampak mengkonsumsi minuman tuak di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban pada dasarnya minuman tuak memiliki dampak positi dan dampak negatif. Dampak possitifnya yaitu baik bagi kesehatan dan bisa menjadi obat tradisional untuk mengatasi penyakit di abetes dan penyakit kencing batu, sedangkan dampak negatifnya bagi kesehtan sangat buruk yaitu bisa terkena memicunya penyakit maag, sedangkan memicu penyakit maag tersebut karena terlalu sering mengkonsumsi minuman tuak dalam keadaan perut kosong dan dapatb terkena penyakit permasalahan jantung karena bisa merusak gula darah bagi kesehatan diri sendiri.Keempat,perspektif masyarakat Tuban terhadap budaya minum tuak di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban perspektif masyarakat Tuban mengenai tradisi/budaya minum tuak yaitu bagi masyarakat tuban menjadi hal biasa dan dari dulu mulai dari zaman nenek moyang samapai sekarang sudah menjadi tradisi turun-temurun dan ada kaitannya dengan status sosial ekonomi masyarakat Tuban meskipun rata-rata perkerjaannya yaitu nelayan dan petani sebagaian besar masyarakat memiliki inisiatif dengan berjualan minuman tuak dengan di home produksinya masing-masing agar mendapatkan biaya sampingan , tetapi jika dilihat dari segi kebiasaan mengkonsumsi minuman tuak, setiap orang bebas untuk mengkonsumsi tanpa dipengaruhi oleh status sosial ekonomi masyarakat, serta tidak ada larangan untuk meminum tuak bagi siapapun yang mengkonsumsinya, pada umumnya minuman tuak adalah minuman yang berawal dari budaya asli orang Toraja bukan daerah lain, namun seiringnya dengan perkembangan zaman dan perkembangan ilmu pengetahuan, budaya mengkonsumsi minuman beralkohol di perayaan pesta adat orang Toraja telah dipengaruhi oleh kebudayaan lain.Saran yang diberikan peneliti setelah melakukan penelitian ini sebagai berikut. Bagi Kepala Desa Gedongombo, Dalam upaya bagi pemerintah desa Gedongombo seharunya melarang adanya minuman tuak yang masih tetap beredar di pinggir-pinggir jalan, dan menegur para peminum tuak terutama anak-anak yang masih di bawah umur. Bagi masyarakat penikmat minuman tuak di Tuban, sebaiknya agar masyarakat memilik kerukunan dengan adanya mengadakan perkumpulan-perkumpulan atau pesta kecil-kecilan, tetap terjaga kerukunan antar masyarakat yang satu dengan yang lain dan tidak terjadi dengan hal-hal yang negatif seperti: Perkelahian dll. Bagi Remaja Masyarakat Tuban Agara remaja bisa mengerti dan memahami dampak bahaya minuman beralkohol tersebut (minuman tuak) bagi kesehatan diri sendiri dan tidak seacara terus menerus untuk mengkonsumsi minuman tuak tersebut
PERKEMBANGAN AJARAN AGAMA ADAM DALAM MASYARAKAT SAMIN DUSUN JEPANG, DESA MARGOMULYO, KECAMATAN MARGOMULYO, KABUPATEN BOJONEGORO
ABSTRAK Ikhwani, Bagus Galih, 2018, Perkembangan Ajaran Agama Adam di Masyarakat Samin Dusun Jepang, Desa Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Dr. Nuruddin Hady, Sh,M.H. Pembimbing (II) Dr.Siti Awaliyah S.Pd, M.Hum. Kata Kunci: Perkembangan, Nilai, Ajaran Agama Adam Kepercayaan terhadap Tuhan merupakan sifat yang mutlak yang dimiliki manusia. Agama Adam sebagai agama Adam leluhur, memiliki nilai-nilai luhur yang ada dalam ajaran tersebut. Dengan seiring perkembangan jaman menuju era globalisasi Masayarakat Indonesia sedikit demi sedikit mengalami perkembangan menjadi masyarakat terbuka, nilai-nilai yang berkembang dalam suatu lingkup kelompok kecil masyarakat seperti masyarakat Samin di Dusun Jepang, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro mengalami perkembangan. Oleh karena itu adanya upaya sesepuh masyarakat Samin untuk mempertahankan nilai-nilai ajaran sebagai nilai luhur bangsa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan: (1) menjelaskan Ajaran Agama Adam yang terdapat Masyarakat Samin di Dusun Jepang, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro; (2) Untuk menjelaskan nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Agama Adam Ajaran Agama Adam yang terdapat Masyarakat Samin di Dusun Jepang, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro; (3) Perkembangan yang terjadi terdapat di ajaran agama Adam yang terdapat Masyarakat Samin di Dusun Jepang, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro; (4) Upaya-upaya mempertahankan ajaran agama Adam yang terdapat masyarakat Samin di Dusun Jepang, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro. Metode dalam penelitian ini adalah (1) pendekatan deskriptif kualitatif yaitu data yang dikumpulkan merupaka data hasil dari wawancara, observasi, dokumentasi pribadi yang di jelaskan dengan cara pemaparan deskriptif, (2) jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, merupakan suatu analisis yang mendalam pada suatu kasus yang nantinya diambil kesimpulan dari penelitian. Kehadiran peneliti dalam penelitian sebagai instrumen sekaligus pengumpul data dari informan. Lokasi penelitian Dusun Jepang, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro. Sumber data adalah informan, peristiwa dan dokumentasi teori perkembangan ajaran agama Adam di Dusun jepang. Analisi data dengan menggunakan analisis kualitatif model iteraktif. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa Ajaran agama Adam merupakan sebuah aliran kepercayaan masyarakat Samin dijadikan agama, atau pedoman hidup, dan tujuan hidup masyarakat Samin pada khususnya dengan kitb Serat Jamus Kalimosodo, Ajaran beraliran kebatinan yang memaknai Tuhan sebagai wisesa atau penguasa alam semesta, dan manunggaling kawula gusti atau peyatuan sifat-sifat Tuhan kedalam diri setiap manusia, melalui ajaran tentang sikap kejujuran, tingkah laku, dan keiklasan di atur Angger-Angger Pangucap, Angger-Angger Partikel, dan Angger-Angger Lakonono, yang ada di dalam Kitab Serat Jamus Kalimosodo yang diyakini oleh masyarakat Samin sekaligus sebagai keutamaan dalam ajaran ajarannya tanpa ada ritual-ritual khusus atau pelaksanaan dalam penyembahan. Agama Adam juga mempelajari tentang cara pemaknaan kehidupan yang mendalam yang memunculkan nilai-nilai, kejujuran, persatuan, kesederhanaan, dan persatuan
EFEKTIVITAS KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA PASURUAN DALAM MENANGANI GELANDANGAN DAN PENGEMIS
ABSTRAK Suryana, Andika. 2018. Effectiveness of Pasuruan City Government Policy in Handling Beggars and Beggars. Essay. Department of Law Citizenship, Faculty of Social Sciences, Pancasila and Citizenship Education Programs, State University of Malang. Supervisor: Drs. Kt. Diara Astawa, S.H ,. M.Si ,. Dr. Didik Sukriono, S.H ,. M. Hum Keywords: Government policy, homeless, social service, rehabilitation. Homeless and beggars are one of the disadvantaged and disadvantaged groups because they are more often encountered in unusual circumstances, such as in front of supermarkets or shopping areas, on pedestrian bridges or in every patio store. In addition, its existence makes the local government and local society uneasy. Pasuruan city is one of the cities in the eastern Java province which holds the title as a city of trade, industry and services. Now, Pasuruan City is also growing rapidly with the establishment of offices, shopping centers, factories, entertainment facilities and so forth. This is what encourages urban people to try their fortune in Pasuruan City. For those who have enough knowledge and skill it is not impossible they can survive in this city. But on the contrary, for those who have not been lucky it is not impossible also they connect their lives to homeless or beggars. After traced most of them come from the countryside, outside the area of Pasuruan City. The presence of homeless and beggars also concerns the interests of the government especially in the streets of protocols, stations, and public places. Their existence can give a negative impression on the existence of cleanliness and the beauty of the city, and make it difficult in the security and order courts of the city. This research was conducted to find out the form of policy program, implementation of policy program, effectiveness of Pasuruan City Government program and factors influencing the effectiveness of government performance in handling homeless and beggars. Data is any information or information related to the purpose of research (Arikunto 2013: 78) while the intended data in this study include: (1) primary data, ie data obtained from the results of direct observation of informants, (2) secondary data, ie data obtained not from the results of research direct researchers. This study takes primary data from Pasuruan City Social Service using interviews and field studies. After doing research in the field, the reality of homeless and beggars in the city of Pasuruan shows that it takes a lot of parties involved to handle the problem of homeless and beggars. The existence of homeless and beggars leads to the impression that the area has not been maximally addressing social problems in the region. The need for life makes most people should be able to survive in all conditions. Everyone must work hard in order to meet the needs of his life. But not all the efforts they do will be paid with success, many are still economically difficult even though they have worked hard. The results showed that the number of homeless and beggars for 4 years the number of homeless people decreased in 2015 to 2016 by 56 people and in 2014 to 2015 beggars declined from 132 people to 110 people until the year 2016 the number of beggars declined up to number 97 However, despite the decline in 2017 the number of homeless and beggars has increased for the homeless from 2014 70 people increased to 78 people by 2015 and increased again in 2016 amounted to 22 people to 28 people in the year 2017 as well as on the number of beggars increased in 2016 97 people to 103 people in 2017
POLA KAMPANYE TIM SUKSES PARTAI KEBANGKITAN BANGSA PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH KOTA MALANG TAHUN 2018
RINGKASAN Rosadi, Siti Aisyah. 2018. Pola Kampanye Tim Sukses Partai Kebangkitan Bangsa Pada Pemilihan Kepala Daerah Kota Malang Tahun 2018. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Sri Untari, M.Si. (2) Dr. Yuniastuti, S.H, M.Pd. Kata Kunci: Pola Kampanye, Partai Kebangkitan Bangsa, Pemilihan Kepala Daerah Pola kampanye adalah bentuk yang digunakan sebagai acuan dalam menyampaikan pesan politik yang dilakukan oleh seorang calon kandidat, sekelompok orang atau partai politik kepada masyarakat khalayak agar komunikan tertarik secara sadar dan sukarela untuk menerima serta menuruti komunikator dengan tujuan memperoleh dukungan politik dari rakyat pada hari pelaksanaan pemilihan umum, sehingga memperoleh kekuasaan dalam pemerintahan. Partai Kebangkitan Bangsa merupakan partai yang lahir pada era reformasi, khas yang melekat pada partai ini adalah terkesan dekat dengan kalangan nahdliyin yang merupakan organisasi islam terbesar di Indonesia. Pemilihan kepala daerah merupakan kegiatan untuk memilih kepala daerah dan wakil kepala daerah secara langsung, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten atau kota. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pola kampanye tim sukses Partai Kebangkitan Bangsa pada pemilihan kepala daerah Kota Malang tahun 2018, yang meliputi (1) pola kampanye yang dilaksanakan oleh tim sukses Partai Kebangkitan Bangsa pada pemilihan kepala daerah Kota Malang tahun 2018; (2) kendala yang dihadapi oleh tim sukses Partai Kebangkitan Bangsa Kota Malang dalam kegiatan kampanye; (3) upaya yang dilakukan oleh tim sukses Partai Kebangkitan Bangsa dalam mengatasi kendala kegiatan kampanye. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengambilan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan adalah dengan cara penjodohan pola, peneliti melakukan penelitian terlebih dahulu, kemudian membandingkan hasil wawancara, dan menyusunnya secara sistematis. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan kegiatan triangulasi sumber dan triangulasi waktu. Tahap-tahap penelitian dimulai dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap penulisan laporan. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama pola kampanye yang dilaksanakan oleh tim sukses Partai Kebangkitan Bangsa pada pemilihan kepala daerah Kota Malang tahun 2018 meliputi (1) konsolidasi partai; (2) konservatif yang terdiri dari blusukan, door to door, dan pengumpulan massa; (3) media kampanye yang terdiri dari media sosial, bahan kampanye, dan alat peraga kampanye. Kedua, kendala yang dihadapi oleh tim sukses Partai Kebangkitan Bangsa Kota Malang dalam kegiatan kampanye meliputi (1) tidak seluruh pengurus dan anggota dari Partai Kebangkitan Bangsa Kota Malang mendukung pasangan calon yang diusung; (2) ditetapkannya kandidat calon wali kota Malang dari Partai Kebangkitan Bangsa sebagai tersangka suap oleh oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada tanggal 27 Maret 2018; (3) latar belakang kandidat calon wali kota yang bukan orang organisator, bukan orang politik, dan belum banyak dikenal oleh masyarakat luas di Kota Malang; (4) tim sukses gabungan yang masih memunculkan ego untuk membesarkan partainya masing-masing. Ketiga, upaya yang dilakukan oleh tim sukses Partai Kebangkitan Bangsa dalam mengatasi kendala kegiatan kampanye meliputi (1) pendekatan dan menghargai setiap pilihan individu dengan tidak memaksakan kehendak; (2) tim sukses dan Pak Syamsul tetap melaksanakan kegiatan kampanye seperti biasanya walaupun tanpa pasangan kandidat calon wali kota; (3) lebih menyesuaikan kemampuan kandidat calon wakil wali kota yang bukan orang partai politik, organisatoris, dan belum dikenal masyarakat luas; (4) menjalin komunikasi dengan partai-partai yang tergabung dalam tim sukses, menjaga kebersamaan, dan menahan ego masing-masing partai. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan peneliti, maka saran yang diberikan adalah (1) kandidat calon wakil wali kota sebagai orang baru yang terjun dalam dunia politik, seharusnya lebih banyak mempelajari tentang politik dan organisasi supaya dapat menyesuaikan dengan jadwal yang telah ditentukan oleh partai dalam berkampanye ataupun saat menghadapi lingkungan baru; (2) seharusnya sebelum mengusungkan pasangan calon kandidat di pemilihan kepala daerah (pilkada), partai menyeleksi lebih detail mengenai rekam jejak calon yang akan diusung, agar tidak terjadi permasalahan seperti di pilkada tahun 2018; (3) sebagai partai politik gabungan dalam pemilihan kepala daerah (pilkada), seharusnya dari masing-masing partai baik dari PKB, PKS, dan Gerindra sebelum memutuskan untuk bergabung menjadi satu tim dalam mengusung nama pasangan calon kandidat, harus memiliki komitmen untuk selalu bersama-sama menjaga kekompakan dalam memenangkan pasangan kandidat calon yang diusung.
SISTEM POLITIK DAN PEMERINTAHAN ERA KEPEMIMPINAN ABDURRAHMAN WACHID
RINGKASAN Kata Kunci: kepemimpinan , politik, pemerintahan K.H Abdurrahman Wachid (Gus Dur) adalah ketua Nahdatul ulama dan pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Abdurrahman Wachid terpilih menjadi presiden ke empat menggantikan B.J habibie. Selama kepemimpinannya, K.H Abdurrahman Wachid berusaha mendorong pluralisme dan keterbukaan. Pernyataan tersebut dibuktikan dengan adanya kebijakan yang memberikan kebebasan dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama. Namun, banyak pro dan kontra perihal masa kepemimpinan presiden K.H Abdurrahman Wachid. Pasalnya Gus Dur juga mengeluarkan berbagai kebijakan yang dinilai Kontroversial dengan MPR dan DPR, yang dianggap berjalan sendiri, tanpa mau menaati aturan ketatanegaraan, melainkan diselesaikan sendiri berdasarkan pendapat kerabat dekatnya, bukan menurut aturan konstitusi negara
Upaya Sekolah Dalam Mengembangkan Sikap Gotong Royong Siswa di SMK Negeri 3 Malang
RINGKASAN Gotong royong sebagai ciri khas Indonesia harus terus menerus dikembangkan dan diperhatikan. Dilembaga pendidikan menjadi tugas setiap warga sekolah untuk bertanggung jawab membangun karakter generasi penerus bangsa dengan tuntutan era globalisasi yang menjadi pengaruh besar. Tujuan penelitian ini, yaitu (1) mengetahui bentuk-bentuk kegiatan gotong royong, (2) mengetahui upaya sekolah dalam mengembangkan sikap gotong royong siswa, (3) mengetahui kendala-kendala yang menghambat kegiatan gotong royong siswa, (4) mengetahui solusi dalam mengatasi kendala yang menghambat kegiatan gotong royong siswa Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kualitatif deskripsif dan prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini antara lain, bentuk-bentuk kegiatan gotong royong dari kegiatan intrakulikuler yaitu pembelajaran berkelompok, kokurikuler dengan adanya program field trip dan pratikum pembelajaran produktif, kegiatan ekstrakulikuler yang terdiri dari OSIS, PASKIBRA, PRAMUKA, PMR, teater, Karawitan. Lalu adanya program kepedulian sesama, perlombaan, kebersihan sekolah, serta kerja bakti. Upaya warga sekolah terdiri dari kepala sekolah, guru, staf karyawan, siswa dalam mengembangkan sikap gotong royong. Dan kendala yang terjadi yaitu individualistik, pendidikan dari rumah serta solusi dalam mengatasi kendala tersebut ialah dari aspek pembinaan dan pencegaha
RUMAH BACA HARAPAN BANGSA: BENTUK UPAYA MENUMBUHKEMBANGKAN MINAT BACA ANAK DI DESA DALISODO, KECAMATAN WAGIR, KABUPATEN MALANG
RINGKASAN Tujuan kegiatan mendirikan rumah baca harapan bangsa yaitu sebagai wadah bagi anak-anak untuk belajar dan membaca. Karena memang rasa ingin tahu dan semangat belajar anak-anak desa Dalisodo kecamatan Wagir, kabupaten Malang bisa terbilang tinggi. Namun karena sarana dan prasarana yang kurang memadai sehingga membuat anak tidak bisa menyalurkan minatnya untuk belajar dan membaca di rumah. Melihat permasalahan tersebut maka penting adanya rumah baca di desa Dalisodo kecamatan Wagir, kabupaten Malang Kata Kunci: minat baca, sarana-prasarana, rumah bac