SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
    859 research outputs found

    Sikap Sosial dalam Permainan Tradisional Bentengan pada Anak di Lingkungan Desa Patihan Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan

    No full text
    ABSTRAK Prahesti, Eka, Ayu. 2017. Sikap Sosial dalam Permainan Tradisional Bentengan Pada Anak di Lingkungan Desa Patihan Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan.Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. A. Rosyid Al Atok, M.Pd., MH, (II) Dr. Sri Untari, M.Si,.   Kata Kunci: Sikap Sosial, Permainan Tradisional, Bentengan                             Permainan tradisional adalah permainan asli yang dimiliki Bangsa Indonesia dan sudah ada sejak jaman dahulu. Permainan tradisional mempunyai perananpenting dalam menumbuhkan sikap sosial yang ada pada diri anak, salah satu contoh permainan tradisional yang mengandung sikap sosial di dalamnya adalah permainan tradisional bentengan. Tujuan dari penelitian iniadalah untuk mengetahui, (1) pelaksanaanpermainan tradisional Bentengan pada anak di lingkungan Desa Patihan KecamatanBabatKabupatenLamongan (2) sikap sosial yang ada dalam permainan tradisional Bentengan yang dimainkan oleh anak di lingkungan Desa Patihan Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan.             Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskripsi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuaitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah manusia, dokumen, danperistiwa. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan metode yaitu: observasi, wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan dengan cara mengumpulkan dan mengecek data yang diperoleh dari lapangan, reduksi data dan menyimpulkan. Untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh, peneliti melakukan pengecekan data dengan cara perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan, dan triagulasi.             Adapun hasil penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut.Pertama anak-anak dilingkungan Desa Patihan melakukan permainan tradisional bentengan hampir setiap hari, anak-anak biasanya bermain di halaman rumah atau di lapangan,  yang dibutuhkan dalam permainan hanya kelompok sebagai anggota tim, dan tiang atau pohon sebagi benteng. Permainan bentengan tidak menggunakan fasilitas apapun dalam proses permainannya oleh sebab itu anak kapan saja dapat melakukan permainan. KeduaDalam permainan tradisional bentengan mengadung aspek keterampilan sosial yaitu: keterampilan dalam bekerja sama, keterampilan dalam penyesuaikan diri, keterampilan anak dalam berinteraksi, keterampilan dalam mengontrol diri, keterampilan dalam berempati, keterampilan dalam menaati peraturan (disiplin), dan keterampilan dalam menghargai orang lain. Saran yang diberikan oleh peneliti setelah melakukan penelitian ini antara lain: Bagi perangkat Desa Patihan dan Orang tua, hendaknya memberikan fasilitas semaksimal mungkin untuk dapat digunakan anak sebagai media bermain, selain itu mereka harus memberikan arahan kepada anak untuk mau menjaga dan melestarikan permainan tradisional. Bagi Lembaga Pendidikan dan Akademisi, Bagi lembaga pendidikan dan akademisi penelitian lanjutan tentang kebudayaan nasional terutama permainan tradisional sangat diperlukan. Alasan hal tersebut dilakukan adalah karena untu menambah wawasan dan kepedulian masyarakat dan anak-anak tentang pentingnya menjaga permainan tradisional yang dimiliki oleh Indonesia. Bagi anak-anak dan Generasi Muda, Anak-anak dan generasi muda merupakan generasi penerus bangsa. Hal ini berkaitan dengan semakin mengalirnya kebudayaan dari luar, dengan ini generasi penerus bangsa sangatlah berperan penting. Sebagai pemuda yang akan meneruskan perjuangan bangsa harus menanamkan sikap cinta akan kebudayaan bangsa terutama kecintaan terhadap permainan tradisional

    Pengembangan Modul Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Bermuatan Ayat Al Quran pada Materi Hak Asasi Manusia (HAM) untuk Kelas X Madrasah Aliyah

    No full text
    ABSTRAK   Rachmad Jaya, Edy. 2017. Pengembangan Modul Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Bermuatan Ayat Al Quran pada Materi Hak Asasi Manusia (HAM) untuk Kelas X Madrasah Aliyah . Skripsi. Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial. Dosen Pembimbing: (I) Dr.Nur Wahyu Rochmadi, M.Pd., M.Si (II) Dr.Siti Awaliyah, S.Pd., M.Hum   Kata Kunci: Pengembangan, Modul bermuatan ayat Al Qur’an.   Berdasarkan Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 1 angka 1, pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana berlajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Pada pasal 2 juga diamanatkan bahwa pendidikan nasional berakar pada nilai-nilai agama. Modul bermuatan Ayat Al Qur’an adalah modul pembelajaran yang berisi materi PPKn yang dipadukan dengan kajian dari Al Quran dan Sunnah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan modul Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) bermuatan ayat Al Quran pada materi Hak Asasi Manusia (HAM) untuk kelas X Madrasah Aliyah. Penelitian ini menggunakan model 4D Thiagarajan yang terdiri dari 4 tahap, yaitu define, design, develope, dan dissaminate. Namun, penelitian ini sampai tahap develope untuk menjaga efektifitas waktu. Validasi perangkat dilakukan oleh validator ahli media, dosen ahli materi, dan uji keterbacaan oleh siswa. Validasi oleh ahli dan uji keterbacaan oleh siswa ditujukan untuk mengukur kevalidan perangkat pembelajaran. Data kualitatif diperoleh melalui pengisisan kritik dan saran dari ahli. Hasil validasi modul oleh dosen ahli media menunjukkan kriteria valid dengan skor79%, hasil validasi modul oleh dosen ahli materi mrenunjukkan kriteria sangat valid dengan skor 93% dan uji keerbacaan siswa dengan kriteria sangat valid dengan skor 94%. Produk akhir dari pengembangan ini berupa modul dengan muatan Ayat Al Qur’an dan Hadits yang disesuaikan dengan Materi Hak Asasi Manusia.

    Nilai-nilai kearifan lokal batik sendang pada motif nam kathil di desa sendangagung kecamatan paciran kabupaten lamongan

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai kearifan lokal batik Sendang pada motif nam kathil di Desa Sendangagung Kecamatan Paciran Kabupaten Lamonagn. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian: (1) asal usul batik Sendang (2) perkembangan batik Sendang (3) peran pemerintah dalam mengembangkan batik Sendang (4) nilai-nilai kearifan lokal batik Sendang motif Nam Kathil

    Kerjasama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Perhutani Dalam Membangun Objek Wisata Alam Banyu Anjog Desa Cepoko Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo

    No full text
    ABSTRAK   RINGKASAN Mulyono, Eko. 2017. Kerjasama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Perhutani dalam Membangun Objek Wisata Alam Banyu Anjog Desa Cepoko Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo. Skripsi. Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Sri Untari, M.Si, (2) Rusdianto Umar, S.H, M.Hum. Kata kunci: Kerjasama, Pokdarwis, Perhutani, Kepariwisataan, Pembangunan. Indonesia dengan keanekaragaman hayati dan budaya yang di miliki menjadi salah satu anugerah yang luar biasa. Optimalisasi lingkungan sebagai objek wisata merupakan perlindungan terhadap lingkungan dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pengembangan wisata di Indonesia tentunya akan sangat bermanfaat. Pembangunan Wisata Alam Banyu Anjog adalah bentuk dari kesadaran masyarakat yang ingin mengembangkan potensi wilayah desanya. Potensi yang tersimpan di daerah Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo khususnya Desa Cepoko merupakan kawasan lingkungan Perhutani. Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) sebagai kelembagaan dari masyarakat yang terdiri dari para pelaku kepariwisataan memiliki kepedulian dan tanggungjawab serta berperan sebagai penggerak. Munculnya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) oleh Masyarakat Desa Cepoko disekitar wilayah Banyu Anjog untuk mengembangkan potensi di Desa Cepoko yang khususnya mengangkat potensi Banyu Anjog. Selain pihak Pokdarwis pembangunan Objek Wisata Alam Banyu Anjog terdapat pihak perhutani dibawah naungan Resort Pemangku Hutan (RPH) sebagai pemiliki lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam Membangun Objek Wisata Alam Banyu Anjog Desa Cepoko Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo, (2) Peran RPH Cepoko (Perhutani) dalam Membangun Objek Wisata Alam Banyu Anjog Desa Cepoko Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo, (3) Kerjasama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan RPH Cepoko (Perhutani) dalam Membangun Objek Wisata Alam Banyu Anjog Desa Cepoko Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo, (4) Dampak Kerjasama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan RPH Cepoko (Perhutani) dalam Membangun Objek Wisata Alam Banyu Anjog Desa Cepoko Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo. Pendekatan dan jenis penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode: observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisi data menggunakan model Yin Robert K yaitu Expected outcomes as a pattern, Rival explanations as patterns dan simpler pattern. Pengecekan keabsahan data dari hasil penelitian, peneliti menggunakan perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan dan triangulasi (triagulasi sumber dan triagulasi teknik). Adapun hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam Membangun Objek Wisata Alam Banyu Anjog Desa Cepoko Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo adalah sebagai pengelola, koordinator masyarakat dan pembangun. (2) Peran RPH Cepoko (Perhutani) dalam Membangun Objek Wisata Alam Banyu Anjog Desa Cepoko Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo adalah sebagai fasilitator dan regulator. (3) Kerjasama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan RPH Cepoko (Perhutani) dalam membangun Objek Wisata Alam Banyu Anjog Desa Cepoko Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo belum ada kerjasama tertulis, bentuk kerjasama terbangun dari syarat-syarat dari perhutani yaitu, (a) menjaga lingkungan, (b) memelihara tanaman pinus, (c) tidak boleh menebang hutan untuk pembangunan, (d) dilarang membuang sampah sembarangan di lokasi, (e) jaga keselamatan dan (f) pengelolaan yang baik. Kegiatan kerjasama belum ada surat kerjasama atau sejenisnya dan strategi kerjasama pola inti plasma, terbukti dengan adanya penyerahan kewenangan untuk mengelola dan mengembangkan Banyu Anjog oleh RPH Cepoko kepada Pokdarwis. (4) Dampak Kerjasama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan RPH Cepoko (Perhutani) dalam Membangun Objek Wisata Alam Banyu Anjog Desa Cepoko Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo dapat dirasakan oleh (1) Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), (2) RPH Cepoko (Perhutani), dan (3) Masyarakat.Saran yang diberikan oleh peneliti setelah melakukan penelitian ini yaitu: peran Pokdarwis dalam membangun Objek Wisata Alam banyu anjog perlu adanya pendampingan dari pihak yang berkompeten dalam pengelolaan Pariwisata, membuat kerjasama antara kedua belah pihak dengan adanya nota kesepakatan, nota kerjasama untuk menjamin kinerja masing-masing pihak

    Model Pembelajaran Laboratorium Training

    No full text
    ABSTRAK   Belajar adalah sebuah proses yang dilakukan oleh individu dengan tujuan memperoleh suatu perubahan meliputi tingkah laku baik dalam bentuk pengetahuan, ketrampilan maupun sikap dan nilai positif. Dalam belajar terdapat beberapa model pembelajaran. Salah satunya laboratorium training. Tujuan utama laboratorium training adalah untuk meningkatkan efektifitas dalam proses pembelajaran. Dalam mencapai keefektifan proses pembelajaran, perlu adanya langkah-langkah dalam penerapan model pembelajaran ini. Model pembelajaran laboratorium training memiliki beberapa keunggulan

    Pancasila Vs Globalisasi

    No full text
    ABSTRAK   Memasuki Era Globalisasi ini banyak pengaruh dunia luar yang masuk dan berkembang di Indonesia. Budaya luar baik dari Barat yang liberal maupun dari Timur yang ekstrim seperti menginvasi negeri kita Indonesia. Indonesia sekarang ini seperti berada didalam sebuah pusaran budaya asing yang terus membelenggu generasi bangsa kita,  serta terus mengombang-ambingkan pendirian dan ideologi masyarakat kita sehingga mereka melupakan Ideologi Pancasila yang seharusnya menjadi fondasi dan pegangan bagi pembangunan Bangsa kita. Oleh karena itu kita haruslah menggali kembali nilai Pancasila, agar dapat kita jadikan sebagai benteng untuk menghadapi invasi budaya asing dan dampak negatif globalisasi

    PERAN KOMUNITAS BEKYAD SEBAGAI GERAKAN KREATIF PENERAPAN NILAI PANCASILA DI DUSUN PREMBAN DESA SUMBERKRADENAN KECAMATAN PAKIS KABUPATEN MALANG

    No full text
    ABSTRAK  Dewasa ini globalisasi telah menjangkiti seluruh dunia tidak terkecuali Indonesia. Globalisasi merupakan suatu proses tatanan di dalam masyarakat yang global tanpa mengenal batasan wilayah, letak geografis, serta waktu. Globalisasi mempunyai hubungan dengan peningkatan ketergantungan antar manusia dan bangsa di seluruh belahan dunia melalui berbagai aspek, yaitu perdagangan, pendidikan, investasi, perjalanan, politik, sosial budaya, dan pertahanan keamanan, serta teknologi informasi. Sudah bukan waktunya untuk menyalahkan globalisasi atas kekurangan dan permasalahan bangsa. Sebagai generasi muda haruslah bisa bersatu di dalam suatu organisasi atau komunitas untuk memanfaatkan globalisasi supaya menciptakan kondisi yang adil dan makmur bagi masyarakat Indonesia. Salah satunya seperti yang telah dilakukan oleh anak-anak muda yang tergabung dalam Komunitas Bekyad ini

    PERAN KOMUNITAS BEKYAD SEBAGAI GERAKAN KREATIF PENERAPAN NILAI PANCASILA DI DUSUN PREMBAN DESA SUMBERKRADENAN KECAMATAN PAKIS KABUPATEN MALANG

    No full text
    ABSTRAK  Dewasa ini globalisasi telah menjangkiti seluruh dunia tidak terkecuali Indonesia. Globalisasi merupakan suatu proses tatanan di dalam masyarakat yang global tanpa mengenal batasan wilayah, letak geografis, serta waktu. Globalisasi mempunyai hubungan dengan peningkatan ketergantungan antar manusia dan bangsa di seluruh belahan dunia melalui berbagai aspek, yaitu perdagangan, pendidikan, investasi, perjalanan, politik, sosial budaya, dan pertahanan keamanan, serta teknologi informasi. Sudah bukan waktunya untuk menyalahkan globalisasi atas kekurangan dan permasalahan bangsa. Sebagai generasi muda haruslah bisa bersatu di dalam suatu organisasi atau komunitas untuk memanfaatkan globalisasi supaya menciptakan kondisi yang adil dan makmur bagi masyarakat Indonesia. Salah satunya seperti yang telah dilakukan oleh anak-anak muda yang tergabung dalam Komunitas Bekyad ini

    PERAN KOMUNITAS BEKYAD SEBAGAI GERAKAN KREATIF PENERAPAN NILAI PANCASILA DI DUSUN PREMBAN DESA SUMBERKRADENAN KECAMATAN PAKIS KABUPATEN MALANG

    No full text
    ABSTRAK  Dewasa ini globalisasi telah menjangkiti seluruh dunia tidak terkecuali Indonesia. Globalisasi merupakan suatu proses tatanan di dalam masyarakat yang global tanpa mengenal batasan wilayah, letak geografis, serta waktu. Globalisasi mempunyai hubungan dengan peningkatan ketergantungan antar manusia dan bangsa di seluruh belahan dunia melalui berbagai aspek, yaitu perdagangan, pendidikan, investasi, perjalanan, politik, sosial budaya, dan pertahanan keamanan, serta teknologi informasi. Sudah bukan waktunya untuk menyalahkan globalisasi atas kekurangan dan permasalahan bangsa. Sebagai generasi muda haruslah bisa bersatu di dalam suatu organisasi atau komunitas untuk memanfaatkan globalisasi supaya menciptakan kondisi yang adil dan makmur bagi masyarakat Indonesia. Salah satunya seperti yang telah dilakukan oleh anak-anak muda yang tergabung dalam Komunitas Bekyad ini

    Peran CSR (Corporate Social Responsibility) PT Petrokimia Gresik dalam Mensejahterakan Masyarakat di Kelurahan Sukorame Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik

    No full text
    ABSTRAK  PT Petrokimia Gresik merupakan salah satu perusahaan di Kabupaten Gresik yang menerapkan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility) sebagai bentuk kepedulian dengan masyarakat utamanya masyarakat yang berada di wilayah operasional perusahaan. Keberadaan PT Petrokimia Gresik yang letaknya berdekatan dengan pemukiman penduduk, memberikan dampak bagi masyarakat utamanya masyarakat ring I di 8 desa/kelurahan termasuk Kelurahan Sukorame. Dampak yang dihasilkan oleh aktivitas operasional perusahaan harus diimbangi dengan kepedulian perusahaan melalui program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) sesuai dengan Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan juga Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia Nomor PER-02/MBU/07/2017 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-09/MBU/07/2015 tentang Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan Badan Usaha Milik Negara. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk (1) mengetahui peran CSR (Corporate Social Responsibility) PT Petrokimia Gresik dalam mensejahterakan masyarakat di Kelurahan Sukorame Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik (2) mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh adanya kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Petrokimia Gresik terhadap kesejahteraan masyarakat di Kelurahan Sukorame Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik

    0

    full texts

    859

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇