SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
859 research outputs found
Sort by
The Future Of Pancasila
ABSTRAK Banyak pengaruh era globalisasi pada saat ini termasuk adanya koruptor yang mengambil uang rakyat dengan disengaja demi memuaskan hasrat pribadinya, apakah ini merupakan bentuk dari keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia? Apakah pantas Pancasila masih disebut sebagai dasar negara jika orang-orang yang seharusnya memajukan dan menjadi teladan untuk masyarakatnya malah memberikan contoh yang buruk untuk kemajuan bangsa kita? Hal tersebut membuktikan bahwa nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila sudah semakin pudar atau bahkan sudah tidak ada. Sebagian besar masyarakat modern memang pada umumnya tahu akan Pancasila tapi tidak semua masyarakat dapat memahami dan mampu melaksanakan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Walaupun peran Pancasila sekarang ini telah memudar, Pancasila masih berperan dalam kehidupan kita seperti negara RI masih menggunakan Pancasila sebagai landasan umum yang membentuk hukum dalam tatanan negara kita. Sayangnya tidak hanya masyarakatnya, tapi pemerintahnya juga masih banyak yang tidak menggunakan Pancasila sebagai. Jadi, Pancasila pada zaman/era modern sekarang ini hanya berperan sebagai wacana yang terdapat dalam tatanan negara RI saja, Bagaimana masa depan pancasila di Indonesia?
PENDEKATAN MODEL PEMBELAJARAN MASYARAKAT BELAJAR
ABSTRAK. Model pembelajaran Masyarakat Belajar merupakan proses pembelajaran antara individu satu dengan yang lainnya yang saling melakukan komunikasi dua arah . Model pembelajaran Masyarakat Belajar merupakan salah satu komponen CTL (Contextual Teaching Learning, karna dalam konsep CTL menyarankan agar pembelajaran dengan membentuk kelompok. Implementasi masyarakat belajar yaitu dengan membentuk kelompok yang terdiri dari 1 sampai 6 siswa kemudian diberikan sebuah topik bahasan. Kata kunci: pendekatan, model pembelajaran, masyarakat belaja
PENDEKATAN MODEL PEMBELAJARAN MASYARAKAT BELAJAR
ABSTRAK. Model pembelajaran Masyarakat Belajar merupakan proses pembelajaran antara individu satu dengan yang lainnya yang saling melakukan komunikasi dua arah . Model pembelajaran Masyarakat Belajar merupakan salah satu komponen CTL (Contextual Teaching Learning, karna dalam konsep CTL menyarankan agar pembelajaran dengan membentuk kelompok. Implementasi masyarakat belajar yaitu dengan membentuk kelompok yang terdiri dari 1 sampai 6 siswa kemudian diberikan sebuah topik bahasan.Kata kunci: pendekatan, model pembelajaran, masyarakat belaja
KEDUDUKAN GARUDA PANCASILA DALAM INTEGRASI DAN IDENTITAS NASIONAL
ABSTRACT: The position of Garuda Pancasila in the integration and national identity. Each country has a symbol of the country that describes all aspects of life within a country as well as the Indonesian State of Garuda Pancasila. The symbol of the State of Indonesia is a self-portrayal of the Indonesian nation consisting of various ethnic, linguistic, customs, cultures, and religions embraced by millions of people in thousands of islands, but the presence of these differences makes no opposition possible but to be a challenge in unifying diversity. It is also closely linked to national integration. Key Words: Garuda Pancasila. national integration, national identity ABSTRAK: Setiap negara memiliki simbol atau lambang negara yang menggambarkan seluruh aspek kehidupan dalam suatu negara begitu juga dengan Negara Indonesia yaitu Burung Garuda Pancasila. Lambang Negara Indonesia merupakan penggambaran diri bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa, bahasa, adat istiadat, kebudayaan, serta agama yang dianut oleh jutaan masyarakat di ribuan pulaunya, namun hadirnya perbedaan-perbedaan tersebut tidak membuat timbulnya pertentangan melainkan untuk dijadikan tantangan dalam mempersatukan keberagaman. Hal tersebut juga berkaitan erat dengan integrasi nasional. Kata kunci: Garuda Pancasila, integrasi nasional, identitas nasiona
BERLAKUNYA HAM DALAM MASYARAKAT INDONESIA
Manusia hidup di dunia memiliki hak. Manusia lebih dominan dalam kepemilikan hak daripada makhluk lain, meskipun sama-sama ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Di Indonesia HAM berlaku untuk seluruh masyarakatnya, sehingga oleh masyarakat banyak terdapat pandangan-pandangan tentang keberlakuan HAM. Keberlakuan HAM tak luput dari adanya pelanggaran. Meski banyak peraturan-peraturan yang telah dibuat oleh para lembaga pemerintahan. Namun, tetap tidak dapat menghilangkan atau mencegah adanya pelanggaran. Harus ada solusi yang tepat untuk meminimalisir pelanggaran terhadap HAM
Triple Helix Model Etatistik Dalam Pelestarian Tenun Ikat Bandar Kidul Kota Kediri
Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat dunia yang tidak mengenal batas wilayah. Globalisasi sendiri membawa tantangan sekaligus peluang bagi semua bangsa, begitu halnya dengan bangsa Indonesia. Indonesia merupakan negeri yang tidak hanya melimpah kekayaan alamnya, namun juga kaya akan keberagaman etnis, bahasa, tradisi, adat istiadat dan kebudayaan. Salah satu produk budaya lokal Indonesia adalah kain tenun ikat yang masih dibuat secara tradisional menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Eksistensi tenun ikat ditengah arus modernisasi membuat kain tenun ikat semakin tenggelam. Oleh karena itu, perlu upaya dari berbagai aktor untuk pelestarian tenun ikat. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan peran triple helix dalam pelestarian tenun ikat Bandar Kidul Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data dan perpanjangan pengamatan. Analisis data dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Temuan penelitian sebagai berikut: (1) proses pelestarian tenun ikat Bandar Kidul meliputi proses produksi, diversifikasi produk, proses pendistribusian, dan upaya pengrajin dalam pelestarian tenun ikat Bandar Kidul; (2) peran triple helix dalam pelestarian tenun ikat Bandar Kidul yaitu mewajibkan karyawan pada instansi pemerintah dan swasta di Kota Kediri menggunakan pakaian berbahan dasar tenun ikat, pembentukan FPUKI2K, pendanaan, pelatihan, pameran, kemudahan legalitas usaha, penguatan keorganisasian UMKM, peningkatan produksi, pendampingan teknis, studi banding, penyedia dan pelatihan internet, dan tridharma perguruan tinggi; (3) kendala triple helix dalam pelestarian tenun ikat Bandar Kidul adalah sumber daya manusia, pendaftaran hak cipta; dan (4) solusi dalam pelestarian tenun ikat Bandar Kidul yaitu mencetak generasi muda yang peduli dengan budaya lokal, bangga memakai produk dalam negeri, sosialisasi pentingnya mendaftarkan hak cipta
Permainan Tradisional dan Spirit Pendidikan Karakter
Tujuan dari penulisan artikel ini yaitu menelaah karakter yang terdapat pada permainan tradisional gobag sodor, cublak-cublak suweng, dan engklek serta solusi untuk melestarikan permainan tradisional. Dari permasalahan yang ada dapat disimpulkan bahwa terdapat pendidikan karakter pada permainan tradisional gobag sodor, cublak-cublak suweng, dan engklek. Karakter yang terkandung dalam permainan tradisional gobag sodor antara lain jujur, tanggung jawab, disiplin, kerja keras, dan berpikir kreatif serta inovatif. Karakter yang terkandung dalam permainan tradisional cublak-cublak suweng antara lain anti serakah, kebersamaan, dan kepercayaan. Karakter yang terkandung dalam permainan tradisional engklek antara lain sabar, pantang menyerah, dan fokus. Di samping itu, peran serta pemerintah juga diperlukan dalam upaya melestarikan permainan tradisional. Pertama, membuat undang-undang tentang permainan tradisional. Kedua, membatasi akses game online masuk ke Indonesia. Ketiga, memasukkan permainan tradisional sebagai wahana permainan di setiap sekolah di Indonesia. Harapannya, semakin anak menikmati permainan tradisional dari hari ke hari, maka akan muncul kecintaan mereka terhadap permainan tradisional dan juga terbentuk karakter-karakter positif dalam diri anak untuk masa depan yang lebih baik. Kata kunci: permainan tradisional dan pendidikan karakte
UPAYA GURU PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN DALAM MENANAMKAN NASIONALISME SISWA KELAS X IPS MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN DI SMA NEGERI 1 DURENAN TRENGGALEK
ABSTRAK Siswantoro, Muhammad Irwawan. 2017. Upaya Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Dalam Menanamkan Nasionalisme Siswa Kelas X IPS Melalui Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Di SMA Negeri 1 Durenan Trenggalek. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Sri Untari, M.Si, (II) Dr. Yuniastuti, SH., M.Pd. Kata Kunci: upaya guru PPKn, nasionalisme, pelajaran PPKn Nasionalisme adalah ajaran atau paham untuk mencintai bangsa dan negara sendiri. Nasionalisme dapat juga diartikan sebagi kesadaran disuatu bangsa yang secara potensial atau aktual bersama-sama mencapai, mempertahankan dan mengabadikan identitas, integritas, kemakmuran dan kekuatan bangsa itu, semangat kebangsaan. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran di sekolah yang memfokuskan pelajarannya pada pembentukan diri yang beragam dari segi agama, sosio kultural, usia dan suku bangsa untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil dan berkarakter sesuai yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD l945. Dalam hal ini, guru Pendidikan Pancasla dan Kewarganegaraan menjadi salah satu faktor yang turut menentukan berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan, yakni untuk mengembangkan potensi diri dan kepribadian anak didiknya, khususnya dalam menanamkan nasionalisme. Peran guru sangat penting karena guru juga merencanakan pembelajaran, melaksaanakan pembelajaran serta mengavaluasi proses pembelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Perencanaan penanaman nasionalisme; (2) Pelaksanaan penanaman nasionalisme; (3) Evaluasi penanaman nasionalisme; (4) Kendala menanamkan nasionalisme; (5) Upaya mengatasi kendala penanaman nasionalisme di SMA Negeri 1 Durenan. Pendekatan dan jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah model Miles & Huberman yaitu analisis pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh dari hasil penelitian, peneliti menggunakan: (1) Ketekunan pengamatan; dan (2) Triangulasi. Adapun hasil penelitian adalah sebagai berikut: Pertama, dalam melaksanakan pembelajaran di kelas guru merencanakan model pembelajaran problem based learning yang mengacu pada RPP. Kedua,dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas guru mengunakan model pembelajaran problem based learning guru juga menyisipkan nilai-nilai nasionalisme di dalam proses belajar mengajar, meskipun materi pembelajaran tidak mengenai nasionalisme, namun dapat disisipkan nilai-nilai nasionalisme di dalam pembelajaran tersebut dengan cara membawa pemahaman siswa kepada contoh-contoh yang mencerminkan nilai-nilai nasionalisme. Ketiga, dalam evaluasi mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan merupakan hal yang penting, karena melaksanakan evaluasi maka diketahui tingkat pencapaian tujuan, dimana kesesuaian antara program pengajaran yang diajarkan dengan kemampuan siswa akan terlihat. Maka dapat disimpulkan bahwa evaluasi selain untuk mengukur keberhasilan belajar siswa juga untuk mengukur tingkat keberhasilan atau kegagalan mengajar, sehingga akan terlihat apakah tujuan pendidikan yang telah ditargetkan akan tercapai atau tidak. Keempat, kendala yang dihadapi guru dalam menanamkan nasionalisme banyak siswa yang belum mengerti arti dari nasionalisme, ketika guru menerapakan model pembelajaran problem based learnig masih ada beberapa siswa yang pasif. Kelima, upaya guru dalam menanamkan nasionalisme yaitu memberi wawasan kepada siswa tentang makna nasionalisme, guru juga menyuruh siswa untuk giat belajar untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Saran yang diberikan oleh peneliti setelah melakukan penelitian ini antara lain: bagi guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan harus selalu berperan aktif dalam meningkatkan sikap nasionalisme siswa baik itu di tunjukkan di dalam kelas maupun di luar kelas. Bagi sekolah sumua pihak sekolah baik kepala sekolah, guru, maupun karyawan di sekolah harus menjunjung tinggi nasionalisme sehingga akan memberikan contoh dan teladan yang baik pada siswa sehingga akan meningkatkan sikap nasionalisme siswa.
Peran CSR(Corporate Social Responsibility) PT Petrokimia Gresik dalam Mensejahterakan Masyarakat di Kelurahan Sukorame Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik
ABSTRAK PT Petrokimia Gresik merupakan salah satu perusahaan di Kabupaten Gresik yang menerapkan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility) sebagai bentuk kepedulian dengan masyarakat utamanya masyarakat yang berada di wilayah operasional perusahaan. Keberadaan PT Petrokimia Gresik yang letaknya berdekatan dengan pemukiman penduduk, memberikan dampak bagi masyarakat utamanya masyarakat ring I di 8 desa/kelurahan termasuk Kelurahan Sukorame. Dampak yang dihasilkan oleh aktivitas operasional perusahaan harus diimbangi dengan kepedulian perusahaan melalui program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) sesuai dengan Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan juga Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia Nomor PER-02/MBU/07/2017 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-09/MBU/07/2015 tentang Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan Badan Usaha Milik Negara. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk (1) mengetahui peran CSR (Corporate Social Responsibility) PT Petrokimia Gresik dalam mensejahterakan masyarakat di Kelurahan Sukorame Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik (2) mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh adanya kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Petrokimia Gresik terhadap kesejahteraan masyarakat di Kelurahan Sukorame Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik
PERAN PENGELOLA MUSEUM GUBUG WAYANG DALAM MELESTARIKAN NILAI-NILAI BUDAYA DI MOJOKERTO
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ragam budaya yang dikelola di Museum Gubug Wayang, nilai-nilai budaya yang terdapat di Museum Gubug Wayang, peran pengelola Museum Gubug Wayang dalam Melestarikan nilai-nilai budaya di Mojokerto, hambatan dan solusinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa ragam budaya yang dikelola di Museum Gubug Wayang, nilai-nilai budaya yang terdapat di Museum Gubug Wayang, peran pengelola Museum Gubug Wayang dalam Melestarikan nilai-nilai budaya di Mojokerto, hambatan dan solusinya