SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
859 research outputs found
Sort by
PENERAPAN HUKUM ISLAM MENGENAI HAK WARIS DI DESA GADOR KECAMATAN DURENAN KABUPATEN TRENGGALEK JAWA TIMUR
ABSTRAK Kata kunci : penerapan hukum islam, hak waris. : Gador adalah salah satu desa yang terpencil yang berada di Kabupaten Trenggalek. Dimana mayoritas penduduknya berkecimpung dalam bidang pertanian, yaitu petani ketela dan kacang tanah. Kisah ini bersumber dari suatu cerita rakyat yang tidak dituliskan, dan jarang orang yang mengetahuinya, ini bersifat turun temurun serta dianggap pernah terjadi. Unsur-unsur pewarisan dari tiga kata kunci yang menjadi unsur-unsur pewarisan, yaitu: pewaris, harta warisan, dan ahli waris. Dalam aspek-aspek inilah akan dilihat asas-asas hukum adat waris yang berlaku bagi semua orang. Penelitian yang berjudul Penerapan hukum islam mengenai hak waris di desa gador kecamatan durenan kabupaten trenggalek jawa timur bertujuan mendeskripsikan (1) penerapan hukum islam mengenai hak waris di desa Gador, (2) pola pembagian hukum islam mengenai hak waris. Brdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh empat hasil penelitian sebagai berikut. (1) penerapan hukum islam mengenai hak waris di desa Gador Setelah mempelajari definisi Hukum Kewarisan Islam, untuk lebih mendalaminya, perlu mempelajari prinsip-prinsipnya. Beberapa prinsip dalam Hukum Kewarisan Islam, (2) pola pembagian hukum islam mengenai hak waris Hukum Kewarisan Islam menetapkan, bahwa peralihan harta seseorang kepada orang lain dengan sebutan kewarisan berlaku setelah yang mempunyai harta tersebut meninggal dunia. Dengan demikian, tidak ada pembagian warisan sepanjang pewaris masih hidup. Segala bentuk peralihan harta seseorang yang masih hidup, baik secara langsung maupun tidak langsung, tidak termasuk ke dalam persoalan kewarisan menurut Hukum Kewarisan Islam.Hukum Kewarisan Islam hanya mengenal satu bentuk kewarisan, yaitukewarisan akibat kematian yang dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata disebut kewarisan ab intestato dan tidak mengenal kewarisan atas dasar wasiat yang dibuat pada saat pewaris masih hidup. Saran yang iberikan penulis yaitu (1) seharusnya penerapan hukum adat mengenai hak waris di desa gador menganut sistem hukum yang ada, (2) seharusnya pola pembagian hukum di desa Gador menganut sistem hukum islam yang sudah di tetapkan
PERAN KOMUNITAS 1000 GURU MALANG DALAM MEMAJUKAN PENDIDIKAN PEDALAMAN MELALUI PROGRAM TRAVELING AND TEACHING DI KABUPATEN MALANG
ABSTRAK: Pendidikan merupakan sarana memperbaiki sumber daya manusia dengan memberikan pendidikan kepada peserta didik secara sistematis. Faktor yang mendukung pendidikan yaitu faktor dari dalam (intern) meliputi kondisi fisik, jasmani maupun rokhani dan faktor dari luar (ekstern) yaitu keadaan lingkungan keluarga, sekolah dan masyrakat. Kedua faktor tersebut harus berjalan seimbang karena mempunyai peranan yang penting untuk menciptakan pendidikan yang dapat mencapai cita-cita nasional. Komunitas 1000 Guru malang merupakan bentuk partisipasi generasi bangsa yang peduli terhadap pendidikan pedalaman di Kabupaten Malang melalui program komunitas yaitu traveling and teaching. Tujuan dilakukan penelitian ini meliputi: (1) latar historis berdirinya komunitas 1000 Guru Malang, (2) program traveling and teaching, (3) peran komunitas 1000 Guru Malang melalui program traveling and teaching, (4) kendala yang dihadapi oleh komunitas 1000 Guru Malang dalam kegiatan traveling and teaching di Kabupaten Malang, dan (5) upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala yang dihadapi oleh komunitas 1000 Guru Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data informan terdiri anggota komunitas, pihak sekolah, dan relawan. Pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mengumpulkan data dan mengeceknya ulang yang diperoleh dilapangan. Hasil penelitian dijabarkan sebagai berikut. Pertama, latar historis berdiri komunitas 1000 Guru Malang merupakan gabungan dari komunitas 1000 Guru di regional Malang, tujuan komunitas yaitu peduli terhadap pendidikan pedalaman. Kedua, program traveling and teaching merupakan kegiatan mengunjungi sekolah pedalaman dan mengunjungi wisata lokal. Ketiga, peran komunitas 1000 Guru Malang melalui program traveling and teaching yaitu: mengajar, pemberian motivasi, penyuluhan gizi, pengobatan gratis, kegiatan pentas seni, dan traveling. Keempat, kendala yang dihadapi oleh komunitas sebagai berikut, miskomunikasi antar anggota tim, relawan, dan sponsorship, relawan yang kurang bertanggungjawab, perizinan, dan kesibukan para anggota. Dan kelima, upaya mengatasi kendala dengan meningkatkan kerjasama yang baik diantara anggota tim, relawan, dan sponshorship. Kata kunci: peran, komunitas 1000 Guru Malang, pendidikan pedalaman
Pengembangan Civic Disposition pada Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka di SMAN 1 Purwosari
Bangsa Indonesia dewasa ini menyadari pentingnya pendidikan untuk mengembangkan potensi sumber daya manusia secara optimal untuk menjadikan insan pembangunan yang berkualitas dan berkarakter. Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam menyiapkan sumber daya manusia yang dapat diandalkan oleh pembangunan suatu bangsa. Oleh karena itu, keberadaan sekolah sebagai lingkungan pendidikan diharapkan dapat memberi kontribusi nyata dalam pengembangan pengetahuan, sikap dan keterampilan siswa sesuai dengan tujuan dari pendidikan nasional. Salah satu pengembangan karakter yang menjadi aspek Pendidikan Kewarganegraan adalah pengembangan civic disposition yang dapat dikembangkan pula pada kegiatan ekstrakurikuler Pramuka.Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan: (1) Civic disposition yang dikembangkan dalam kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SMAN 1 Purwosari, (2) Proses pengembangan civic disposition pada kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SMAN 1 Purwosari, dan (3) Hambatan dalam mengembangkan civic disposition pada kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SMAN 1 Purwosari.Pendekatan dan jenis penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan metode yaitu: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah model model Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan lalu diverifikasi. Untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh dari hasil penelitian, peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber maupun triangulasi teknik.Adapun hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) Civic disposition yang dikembangkan dalam kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SMAN 1 Purwosari terdiri dari karakter publik maupun karakter privat. Karakter publik yang dikembangkan dalam kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SMAN 1 Purwosari terdiri dari kepedulian sebagai warga negara, patuh terhadap aturan yang berlaku, berpikir kritis, kemauan untuk mendengar, bernegosiasi, dan berkompromi, serta melakukan tugas kepemimpinan sesuai dengan bakat dan kemauan. Sedangakan karakter privat yang dikembangkan dalam kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SMAN 1 Purwosari adalah bertanggung jawab, disiplin diri, menghargai, mandiri dan jujur. (2) Proses pengembangan civic disposition pada kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SMAN 1 Purwosari dilakukan melalui kegiatan penempuhan SKU Bantara dan laksana, kemah hijau, pengabdian, kegiatan rutin pra-latihan, diskusi, rapat rutinan, konseling, jota-joti, dam latihan gabungan. (3) Hambatan dalam mengembangkan civic disposition pada kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SMAN 1 Purwosari disebabkan oleh masalah kurangnya dukungan dari sekolah, kesibukan anggota Pramuka yang mengikuti lebih dari satu ekstrakurikuler, sehingga peserta didik tersebut sering meninggalkan waktu latihan Pramuka, minat dan antusias dari peserta didik dalam mengikuti kegiatan ekstraklurikuler Pramuka, hal itu terbukti dari ratusan peserta didik di SMAN 1 Purwosari hanya ada 50-80 orang yang mengikuti ekstrakurikuler Pramuka. Hambatan yang terakhir, dikarenakan perspektif peserta didik terhadap ekstrakurikuler Pramuka yang menganggap bahwa kegiatan ekstrakurikuler Pramuka itu menyusahkan karena banyaknya kegiatan penempuhan ataupun kegiatan Pramuka yang hanya bernyanyi dan bermain.Saran yang diberikan oleh peneliti setelah melakukan penelitian ini antara lain: Kegiatan latihan kepramukaan yang dilaksanakan di SMAN 1 Purwosari harus lebih bervariasi lagi, agar kegiatan kepramukaan yang telah dilaksanakan tersebut tidak terkesan monoton; Perlu adanya sosialisi ekstrakurikuler Pramuka kepada peserta didik sehingga dapat menarik minat dan mengubah perspektif peserta didik mengenai ekstrakurikuler Pramuka; Sekolah seharusnya lebih mendukung ekstrakurikuler Pramuka dalam mengembangkan karakter pada peserta didik dengan cara memasukkan pendidikan kepramukaan menjadi ekstrakurikuler wajib sesuai yang dicanangkan dalam Kurikulum 2013
Permainan Tradisional dan Spirit Pendidikan Karakter
Tujuan dari penulisan artikel ini yaitu menelaah karakter yang terdapat pada permainan tradisional gobag sodor, cublak-cublak suweng, dan engklek serta solusi untuk melestarikan permainan tradisional. Dari permasalahan yang ada dapat disimpulkan bahwa terdapat pendidikan karakter pada permainan tradisional gobag sodor, cublak-cublak suweng, dan engklek. Karakter yang terkandung dalam permainan tradisional gobag sodor antara lain jujur, tanggung jawab, disiplin, kerja keras, dan berpikir kreatif serta inovatif. Karakter yang terkandung dalam permainan tradisional cublak-cublak suweng antara lain anti serakah, kebersamaan, dan kepercayaan. Karakter yang terkandung dalam permainan tradisional engklek antara lain sabar, pantang menyerah, dan fokus. Di samping itu, peran serta pemerintah juga diperlukan dalam upaya melestarikan permainan tradisional. Pertama, membuat undang-undang tentang permainan tradisional. Kedua, membatasi akses game online masuk ke Indonesia. Ketiga, memasukkan permainan tradisional sebagai wahana permainan di setiap sekolah di Indonesia. Harapannya, semakin anak menikmati permainan tradisional dari hari ke hari, maka akan muncul kecintaan mereka terhadap permainan tradisional dan juga terbentuk karakter-karakter positif dalam diri anak untuk masa depan yang lebih baik. Kata kunci: permainan tradisional dan pendidikan karakte
kinerja aparatur desa dalam memberikan pelayanan publik di bidang administrasi desa jangkar kecamatan jangkar kabupaten situbondo
ABSTRAK Farizal Faris. 2017.Kinerja Aparatur Desa dalam Memberikan Pelayanan Publik di Bidang Administrasi, Desa Jangkar, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo. Skripsi, Jurusan Pendidika Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sri Untari, M.Si. Pembimbing: (II) Dr. Didik Sukriono, SH, M.Hum.Kata kunci: Kinerja, Aparatur, Pelayanan Publik.Pelayanan publik menjadi suatu tolak ukur kinerja pemerintah yang paling kasat mata. Masyarakat dapat langsung menilai kinerja pemerintah berdasarkan kualitas layanan publik yang diterima, karena kualitas layanan publik menjadi kepentingan banyak orang dan dampaknya langsung dirasakan masyarakat dari semua kalangan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Bentuk-bentuk pelayanan publik. 2) Kinerja aparatur Pemerintah Desa dalam memberikan pelayanan publik. 3) Kendala yang dihadapi pemerintah desa Jangkar, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu prosedur/cara memecahkan masalah penelitian dengan memaparkan keadaan obyek yang diselidiki sebagaimana adanya fakta faktual yang ada sekarang tanpa mengubah sedikitpun.Informan dalam penelitian ini adalah aparatur Desa Jangkar dan juga masyarakat pengguna pelayanan.Hasil penelitian mengenai kinerja aparatur desa dalam memberikan pelayanan publik di bidang administrasi Desa Jangkar, Kecamatan Jangkar, Kaupaten Situbondo menunjukkan jenis- jenis pelayanan yang ada ditempat tersebut meliputi, 1. Pelayanan dalam pembuatan Kartu Keluarga, 2. Pelayanan dalam pembuatan Kartu Tanda Penduduk, 3. Pelayanan dalam pembuatan Akte Kematian, 4. Pelayanan dalam pembuatan Akte Kelahiran, 5. Pelayanan dalam pembuatan Surat Gaji Orang Tua. Kinerja aparatur yang kurang memuaskan bagi masyarakat. Dimana efektif, efisien dan ketepatan waktu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat masih jauh dari kata baik. Hanya dalam segi kualitas barang yang dihasilkan sudah baik.Kendala yang dihadapi pemerintah Desa Jangkar dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat yaitu terletak pada keterbatasan sarana dan juga ketidaktahuan masyarakat mengenai persyaratan dan prosedur yang harus dilalui dalam mendapatkan pelayanan. Hal tersebut membuat pihak aparatur Desa menjadi kurang maksimal dalam memberikan pelayanan.Saran kepada pemerintad Desa Jangkar dalam menyelesaikan tugas harus meminimalkan biaya yang dikeluarkan oleh masyarakat dan juga dalam menyelesaikan tugas harus tepat waktu sesuai batas waktu yang sudah ditentukan. Kepada pemerintah Desa Jangkar agar menyediakan suatu Standar Prosedur Operasional (SPO) dan ditempelkan di dinding agar masyarakat bisa tahu dan mengerti apa saja persyaratan dan juga prosedur dalam mendapatkan suatu pelayanan
PENANAMAN NILAI KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN MELALUI MATA PELAJARAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP PADA KELAS XII SMAN 1 MEJAYAN KABUPATEN MADIUN
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai karakter peduli lingkungan pada SMAN 1 Mejayan, cara penanaman nilai karakter peduli lingkungan melalui mata pelajaran pendidikan lingkungan hidup, hambatan dan solusinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa nilai karakter peduli lingkungan, berbagai cara penanaman nilai karakter peduli lingkungan, hambatan dan solusinya
NEGARA HUKUM DENGAN BERDASARKAN PANCASILA
Negara hukum didalamnya terdapat aturan-aturan yang mengatur warganya, Indonesia merupakan negara hukum yang berdasarkan pancasila, hal ini tercantum dalam pembukaan UUD 1945. Istilah negara hukum dan pancasila merupakan identitas yang mendasar, karena pancasila sebagai pedoman pokok bagi bangsa Indonesia. Kedudukam pancasila di Indonesia sangatlah penting, karena pancasila merupakan sumber dari sumber segala sumber hukum di Indonesia. Bentuk pemerintahan di Indonesia adalah demokratis, yang mengutamakan kedaulatan rakyat dan penyelenggaraan pemerintahan berdasarkan undang-undang. Lahirnya hukum di Indonesia bersamaan dengan lahirnya NKRI, saat Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Hukum yang berlaku di Indonesia adalah hukum masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang. Jadi, identitas Indonesia sebagai negara hukum yang berdasarakan pancasila semua berawal dari perjuangan bangsa Indonesia sendiri
Peran Komunitas Bekyad Sebagai Gerakan Kreatif Penerapan Nilai Pancasila Di Dusun Premban Desa Sumberkradenan Kecamatan Pakis Kabupaten Malang
ABSTRAK Dewasa ini globalisasi telah menjangkiti seluruh dunia tidak terkecuali Indonesia. Globalisasi merupakan suatu proses tatanan di dalam masyarakat yang global tanpa mengenal batasan wilayah, letak geografis, serta waktu. Globalisasi mempunyai hubungan dengan peningkatan ketergantungan antar manusia dan bangsa di seluruh belahan dunia melalui berbagai aspek, yaitu perdagangan, pendidikan, investasi, perjalanan, politik, sosial budaya, dan pertahanan keamanan, serta teknologi informasi. Sudah bukan waktunya untuk menyalahkan globalisasi atas kekurangan dan permasalahan bangsa. Sebagai generasi muda haruslah bisa bersatu di dalam suatu organisasi atau komunitas untuk memanfaatkan globalisasi supaya menciptakan kondisi yang adil dan makmur bagi masyarakat Indonesia. Salah satunya seperti yang telah dilakukan oleh anak-anak muda yang tergabung dalam Komunitas Bekyad ini
PRESEPSI SISWA SD TERHADAP PROSES PEMEBELAJARAN PKN
ABSTRAK Presepsi siswa terhadap mata pembelajaran PKn dalam kehidupan realita sekarang disebabkan beberapa kendala antara lain : (1) guru mata pelajaran PKn masih mengalami kesulitan dalam mengaktifkan siswa untuk terlibat langsung dalam proses penggalian dan penelaahan bahan pelajaran, (2) sebagian siswa memandang mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan sebgai mata pelajaran yang besifat konseptual dan teoritis, (3) parktik kehidupan di masyarakat baik dalam bidang politik, ekonomi, social budaya, hukumn, agama seringkali berbeda dengan wacana yang dikembangkan dalam proses pembelajaran dikelas. Pembelajaran PKn sering dikatakan belum mampu merangsang siswa terlibat aktif dalam proses belajar mengajar. Hal ini memberikan dampak siswa merasa kesulitan dalam pelajaran dikarenakan metode pembelajaranyang dipilih dan digunakan dirasakan kurang tepat
Peran Koperasi Agro Niaga Jabung dalam Pemberdayaan Sumber Daya Manusia di Desa Kemantren Kecamatan Jabung Kabupaten Malang
ABSTRAK Tuasamu, Kartika Amelia. 2018. The Role of Agro NiagaJabungCooperation In Empowerment of Human Resources In Kemantren VillageJabungSubdistrict Malang Regency. Thesis, Departement of Law And Citizenship, Faculty of Social, State University of Malang. Adviser: (I) Drs. Suparman Adi Winoto, S.H., M.Hum. (II) Drs. Ketut Diara Astawa, S.H., M.Si. Key Words: Agro NiagaJabung Cooperation, Empowerment, Human resources Agro Niaga Jabung Cooperation is an agribusiness cooperation as well as a producer cooperation whose development has been colored with limited human resources. With various efforts to overhaul the organizational structure, the utilization of natural resources to the empowerment of human resources in Cooperative Agro Niaga Jabung is currently able to become a cooperative full of achievements, one of which is the latest award-winning as a national large-scale cooperative in 2017. From these achievements, researchers intends to conduct research on what kind of empowerment program and human resource development in Cooperative Agro Niaga Jabung. This research is conducted with the aim to know and describe the implementation of human resource empowerment program in Cooperative Agro Niaga Jabung and the role of Cooperative Agro Niaga Jabung in the implementation of human resource empowerment program. This research is a qualitative descriptive study. The data obtained in the form of exposure of resource through interview method, documentation and observation conducted by the researcher as the main instument of research. To ensure data validity, the researcher conducts member checking and triangulation of data. In the data analysis phase, the researcher performs several stages of data reduction, data presentation and conclusion. Based on the results of data analysis, obtained conclusion. First, the human resource empowerment program in Cooperative Agro Niaga Jabung is divided into two aspects: human resources of members consisting of training, counseling and mentoring for members and human resources of employees whose implementation covers the beginning of new employee entry such as recruitment and apprenticeship to the program other programs such as Focus Group Discussion, Knowlegde Worker Forum, seminars, workshops and higher education scholarships for employees. Second, the Role of Agribusiness Cooperative Jabung in empowering human resources based on the empowerment programs of members and employees are: 1) as a developer of community competence as a member in Cooperative Agro Niaga Jabung; 2) as a developer of the ability and quality of employees so as to affect its performance in work; and 3) as facilitator in the transfer of knowledge and ability for members and employees of Cooperative Agro Niaga Jabung