SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
859 research outputs found
Sort by
Pola Asuh Orang Tua Petani dalam Menerapkan Nilai-Nilai Pancasila pada Anak di Desa Pojok Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung
RINGKASAN Desa Pojok terletak di Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung. Kondisi geografis wilayah tersebut berbatasan langsung dengan Kabupaten Kediri. Sebagian besar wilayah Desa Pojok adalah berupa daratan. Secara agraris tanah sawah yang ada di Desa Pojok juga relative luas yang digunakan sebagai lahan pertanian. Pertanian yang ada di Desa Pojok didominasi oleh tanaman tebu, meskipun masih ada tanaman-tanaman lain seperti padi, jagung dan kacang panjang. Wilayah daratan yang mayoritas digunakan sebagai lahan pertanian tersebut secara tidak langsung dimanfaatkan oleh sebagian besar masyarakat di Desa Pojok untuk mencari penghasilan melalui kegiatan bertani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola asuh orang tua yang bekerja sebagai petani, faktor-faktor yang menghambat sekaligus cara mengatasi hambatan dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila pada anak di Desa Pojok Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung. Pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus digunakan peneliti dalam melaksanakan penelitian ini. Data penelitian digali secara mendalam melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi tentang pola asuh yang diterapkan oleh orang tua yang bekerja sebagai petani dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila pada anak di Desa Pojok Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung. Sumber data penelitian dipilih dengan menggunakan snowball sampling. Teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi digunakan peneliti sebagai prosedur pengumpulan data. Wawancara yang dilakukan oleh peneliti adalah wawancara terbuka dan tidak terstruktur, diaman dalam proses penelitian tersebut peneliti mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berfariasi guna mendapatkan informasi yang sedetail-detailnya. Observasi yang dilakukan oleh peneliti adalah observasi pastisipatif dimana peneliti mengamati segala sesuatu yang dikerjakan oleh informan penelitian dalam proses mengasuh anak di dalam keluarga. Dokumentasi dilakukan peneliti untuk menggali informasi pendukung temuan penelitian yang dilakukan melalui wawancara dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah model analisis data interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang diterapkan oleh orang tua yang bekerja sebagai petani pada dasarnya sudah mampu mengajarkan penerapan nilai-nilai Pancasila pada anak. Pengajaran terhadap pola asuh tersebut dilakukan dengan cara memberikan arahan dan contoh kepada anak tentang bagaimana hidup berdampingan di masyarakat yang sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila. Namun, penerapan tersebut tidak secara langsung disadari oleh para orang tua bahwa yang dilakukan adalah tindakan atau perilaku yang sesuai dengan Pancasila. Namun hal tersebut juga tidak terlepas dari hambatan dalam pelaksanaan pola asuh yang diterapkan oleh orang tua. Hambatan tersebut adalah anak lebih dekat dengan salah satu orang tua (ibu), kesibukan orang tua dan kepadatan jadwal kegiatan anak. Hambatan yang ditemui oleh orang tua dalam penerapan pola asuh dapat diatasi dengan beberapa solusi diantaranya adalah komunikasi antara kedua orang tua, meluangkan waktu bersama keluarga, dan memanfaatkan waktu luang anak untuk memberi nasehat dan perhatian
HUBUNGAN AKTIVITAS OSIS TERHADAP PRESTASI BELAJAR PENGURUS OSIS KELAS XI DALAM MATA PELAJARAN PPKN SMA NEGERI 1 PURWOSARI KABUPATEN PASURUAN
ABSTRAK Kata Kunci: Aktivitas, OSIS, Prestasi Belajar : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan adanya pengaruh antara aktifitas dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan kedisiplinan terhadap prestasi belajar pengurus OSIS dalam mata pelajaran PPKn di SMA NEGERI 1 Purwosari Kabupaten Pasuruan, dan hubungan yang positif antara aktifitas dalam OSIS terhadap prestasi belajar pengurus OSIS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat adanya pengaruh antara aktifitas dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan kedisiplinan terhadap prestasi belajar pengurus OSIS dalam mata pelajaran PPKn di SMA NEGERI 1 Purwosari Kabupaten Pasuruan, dan hubungan yang positif antara aktifitas dalam OSIS terhadap prestasi belajar pengurus OSIS. ABSTRACT : This research is used to describe the influence of activities in the Intra School Student Organization (OSIS) and the discipline of learning achievement of OSIS management in the subject of PPKn in SMA NEGERI 1 Purwosari Pasuruan Regency, and a positive relationship between the activities in the OSIS on the achievement of OSIS management. This research uses descriptive qualitative approach by using interview, observation, and documentation. Data analysis used is data reduction, data presentation, and draw conclusion. The result of the research shows that there is an influence between the activities of the Intra School Student Organization (OSIS) and the discipline to the student's learning achievement in the subject of PPKn in SMA NEGERI 1 Purwosari Pasuruan Regency, and a positive relationship between the activities in OSIS to the student's achievement of OSIS management. Key Words: Activity, OSIS, Learning Achievemen
PENDEKATAN MODEL PEMBELAJARAN MASYARAKAT BELAJAR
ABSTRAK. Model pembelajaran Masyarakat Belajar merupakan proses pembelajaran antara individu satu dengan yang lainnya yang saling melakukan komunikasi dua arah . Model pembelajaran Masyarakat Belajar merupakan salah satu komponen CTL (Contextual Teaching Learning, karna dalam konsep CTL menyarankan agar pembelajaran dengan membentuk kelompok. Implementasi masyarakat belajar yaitu dengan membentuk kelompok yang terdiri dari 1 sampai 6 siswa kemudian diberikan sebuah topik bahasan. Kata kunci: pendekatan, model pembelajaran, masyarakat belaja
SISTEM POLITIK INDONESIA
Abstrak Abstrak: sistem politik Indonesia merupakan rangkaian satu kesatuan yang utuh yang saling mempengaruhi satu sama lain yang tidak bisa dipisahkan. sistem politik Indonesia telah mengalami beberapa kali perubahan mulai dari masa kerajaan, masa kolonialisme, masa orde lama, masa orde baru, dan masa setelah reformasi. dan kesemuanya dipengaruhi oleh faktor pemerintahan yang beralaku. sistem politik Indonesia terdiri dari beberapa embaga tinggi negara, partai politik dan pemilu, hukum serta pemerintahan daerah
PERAN KOMUNITAS 1000 GURU MALANG DALAM MEMAJUKAN PENDIDIKAN PEDALAMAN MELALUI PROGRAM TRAVELING AND TEACHING DI KABUPATEN MALANG
ABSTRAK: Pendidikan merupakan sarana memperbaiki sumber daya manusia dengan memberikan pendidikan kepada peserta didik secara sistematis. Faktor yang mendukung pendidikan yaitu faktor dari dalam (intern) meliputi kondisi fisik, jasmani maupun rokhani dan faktor dari luar (ekstern) yaitu keadaan lingkungan keluarga, sekolah dan masyrakat. Kedua faktor tersebut harus berjalan seimbang karena mempunyai peranan yang penting untuk menciptakan pendidikan yang dapat mencapai cita-cita nasional. Komunitas 1000 Guru malang merupakan bentuk partisipasi generasi bangsa yang peduli terhadap pendidikan pedalaman di Kabupaten Malang melalui program komunitas yaitu traveling and teaching. Tujuan dilakukan penelitian ini meliputi: (1) latar historis berdirinya komunitas 1000 Guru Malang, (2) program traveling and teaching, (3) peran komunitas 1000 Guru Malang melalui program traveling and teaching, (4) kendala yang dihadapi oleh komunitas 1000 Guru Malang dalam kegiatan traveling and teaching di Kabupaten Malang, dan (5) upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala yang dihadapi oleh komunitas 1000 Guru Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data informan terdiri anggota komunitas, pihak sekolah, dan relawan. Pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mengumpulkan data dan mengeceknya ulang yang diperoleh dilapangan. Hasil penelitian dijabarkan sebagai berikut. Pertama, latar historis berdiri komunitas 1000 Guru Malang merupakan gabungan dari komunitas 1000 Guru di regional Malang, tujuan komunitas yaitu peduli terhadap pendidikan pedalaman. Kedua, program traveling and teaching merupakan kegiatan mengunjungi sekolah pedalaman dan mengunjungi wisata lokal. Ketiga, peran komunitas 1000 Guru Malang melalui program traveling and teaching yaitu: mengajar, pemberian motivasi, penyuluhan gizi, pengobatan gratis, kegiatan pentas seni, dan traveling. Keempat, kendala yang dihadapi oleh komunitas sebagai berikut, miskomunikasi antar anggota tim, relawan, dan sponsorship, relawan yang kurang bertanggungjawab, perizinan, dan kesibukan para anggota. Dan kelima, upaya mengatasi kendala dengan meningkatkan kerjasama yang baik diantara anggota tim, relawan, dan sponshorship. Kata kunci: peran, komunitas 1000 Guru Malang, pendidikan pedalama
NILAI-NILAI PANCASILA YANG TERDAPAT PADA TRADISI TAHLILAN DI DESA BENDOSARI KECAMATAN KRAS KABUPATEN KEDIRI
Kata kunci: Nilai-nilai, Pancasila, Tradisi, Tahlilan Pancasila merupakan dasar Negara Indonesia yang menjiwai seluruh aspek kehidupan bernegara. Pancasila merupakan suatu ideologi bangsa yang secara nyata harus di realisasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai yang ada dalam Pancasila merupakan suatu nilai yang luhur dan dapat diterapkan di masyarakat dari nilai Ketuhanan hingga nilai keadilan. Salah satu penerapan nilai Pancasila yakni dalam tradisi tahlilan. Tradisi tahlilan merupakan sebuah tradisi keagamaan yang dilaksanakan secara rutin di masyarakat. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu: (1) Pelaksanaan tradisi tahlilan di Desa Bendosari Kecamatan Kras Kabupaten Kediri; (2) Nilai-nilai Pancasila yang terdapat pada tradisi tahlilan di Desa Bendosari Kecamatan Kras Kabupaten Kediri; (3) Manfaat tradisi tahlilan bagi kehidupan bermasyarakat di Desa Bendosari Kecamatan Kras Kabupaten Kediri. Pendekatan dan jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Peneliti bertindak sebagai instrumen penelitian. Sumber data diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap pengumpulan data, tahap reduksi data, tahap penyajian data, dan tahap penarikan kesimpulan. Guna memastikan keabsahan temuan maka peneliti menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) Pelaksanaan tradisi Tahlilan di Desa Bendosari meliputi beberapa tahapan yakni: pembukaan tahlil, pembacaan tahlil dipimpin oleh imam tahlil, pembacaan doa tahlil; (2) Nilai-nilai Pancasila yang terdapat pada tradisi tahlilan yaitu: (a) nilai Ketuhanan Yang Maha Esa; (b) nilai kemanusiaan yang adil dan beradab; (c) nilai persatuan Indonesia; (d) nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan; (e) nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Nilai-nilai Pancasila diterapkan dalam tradisi tahlilan sehingga terdapat harmonisasi antara agama dan negara sesuai dengan konsep Negara Indonesia; (3) Manfaat tradisi tahlilan dalam kehidupan bermasyarakat di Desa Bendosari yakni: aspek agama meningkatkan ketaqwaan; aspek sosial yakni mempererat hubungan dalam masyarakat; aspek budaya yakni melestarikan budaya Indonesia; aspek pendidikan yakni mendidik masyarakat termasuk generasi muda untuk lebih mengenal agama serta menjadi lebih baik dan santun. Saran yang diberikan peneliti kepada beberapa pihak dalam penelitian kali ini antara lain; bagi Tokoh Agama dapat menambahkan nasehat keagamaan dan pemahaman tentang kenegaraan sehingga tercipta keharmonisan antara agama dan negara yang sesuai dengan ideologi Pancasila; bagi pengurus ranting Nahdlatul Ulama supaya menciptakan kegiatan-kegiatan antar desa sehingga terjadi persatuan yang lebih kuat antar jamaah; bagi pengurus jamaah tahlil supaya lebih meningkatkan kegiatan sosial yang dilakukan dalam masyarakat dan regenerasi pada pemuda; bagi masyarakat supaya tetap melestarikan tradisi keagamaan tahlilan juga tetap rutin dalam menghadiri tahlilan serta menularkan nilai-nilai positif pada generasi penerus serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa
NILAI-NILAI MORAL YANG TERKANDUNG DALAM WAYANG BENING LAKON SEMAR MBANGUN KAYANGAN MELALUI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DI SMAN 1 PILANGKENCENG KABUPATEN MADIUN
Wayang merupakan salah satu kesenian warisan leluhur bangsa Indonesia yang telah bertahan berabad-abad lamanya dengan mengalami perubahan dan perkembangan, sehingga bentuknya mengalami perubahan. Seperti di SMA Negeri 1 Pilangkenceng wayang kulit didesain ulang dengan tampilan yang lebih menarik dengan bahan dasar mika bening, wayang tersebut dinamakan wayang bening. Wayang tersebut pernah digunakan dalam pertunjukkan dengan lakon yang beragam, salah satunya lakon semar mbangun kayangan. Dalam lakon tersebut terdapat nilai-nilai moral yang dapat dijadikan pelajaran dalam kehidupan bermasyarakat. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui sejarah adanya wayang bening di SMA Negeri 1 Pilangkenceng, (2) mengetahui proses pembelajaran seni budaya dengan materi wayang bening, (3) mengetahui nilai moral yang terkandung dalam wayang bening di SMA Negeri 1 Pilangkenceng dalam lakon semar mbangun kayangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Alasan penulis menggunakan penelitian studi kasus, karena studi kasus digunakan untuk menggambarkan penelitian terhadap suatu kasus, keunikan dari budaya ,proses, peristiwa atau kegiatan yang subjeknya merupakan satu kesatuan. Lokasi penelitian adalah di SMA Negeri 1 Pilangkenceng, pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Nama dari sumber data tersebut yaitu pak Eko, Pak Jangkung, bu Yohana, Yudho,Sholeh,Fitri, dan Leni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) wayang bening memiliki sejarah yang hampir sama dengan wayang kulit pada umumnya yang membedakan wayang bening muncul karena rasa keprihatinan melihat generasi muda yang mulai acuh dan meninggalkan kesenian wayang. 2) proses pembelajaran seni budaya dengan materi wayang bening di awali dengan proses pengenalan terhadap tokoh pewayangan yang akan dibuat kemudian dilanjutkan dengan proses pembuatan dan di akhiri dengan mengadakan pertunjukkan wayang pada hari ulang tahun sekolah menggunakan hasil wayang bening yang di buat para siswa 3) nilai moral yang terkandung dalam wayang bening lakon semar mbangun kayangan yaitu (1) nilai moral manusia dengan diri sendiri yaitu sabar, (2) nilai moral manusia dengan manusia lain dalam kehidupan sosial yaitu tolong-menolong,peduli, dan saling menghormati, (3) nilai moral manusia dengan Tuhan yaitu beriman, (4) sikap tanggung jawab, (5) sikap demokrasi, (6) sikap bijaksana, dan (7) sikap sopan santun. Berdasarkan temuan penelitian diatas, saran yang diajukan adalah sebagai berikut, Penelitian ini dapat dijadikan bahan untuk mengembangkan materi dalam pembelajaran seni budaya, serta dapat dimanfaatkan bagi mahasiswa pemerhati seni dan masyarakat umum agar memperoleh suatu pengetahuan yang lebih mendalam tentang nilai moral dalam seni wayang terutama pada lakon Semar Mbangun Kayangan, Untuk penelitian berikutnya, diharapkan dapat meneliti moral keseluruhan tokoh dalam lakon Semar Mbangun Kayangan, dan dalam kaitannya dengan bidang PPKn, lakon ini juga dapat dijadikan acuan bagi peneliti lain untuk dapat meneliti lakon ini dengan fokus kajian yang berbeda, misalnya dilihat dari aspek kepemimpinan yang terdapat dalam lakon Semar Mbangun Kayangan
PANCASILA SEBAGAI PERWUJUDAN NILAI KARAKTER KEHIDUPAN BANGSA INDONESIA
ABSTRAK Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia ini lahir tidak terlepas dari karakter dan kultur dari masyarakat Indonesia itu sendiri. Sebagai perwujudannya adalah sila-sila yang terdapat di dalam Pancasila yang itu semua menjadi cerminan dari karakter bangsa Indonesia. Istilah Pancasila sendiri pertama kali di cetuskan oleh Ir. Soekarno pada sidang BPUPKI pada tanggal 1 Juli 1945. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila adalah nilai yang yang hidup dan tumbuh didalam pribadi bangsa Indonesia yang merupakan karekter asli bangsa Indonesia yang di jadikan ideologi dan pandangan hidup bersama bangsa Indonesia. Dalam menentukan semua hal kebijakan negara yang terkait dengan hukum, politik, sosial dan budaya harus berdasarkan atas nilai dan norma yang ada pada Pancasila sebagai tolak ukur. Tanpa adanya tolak ukur yang jelas maka kehidupan bangsa ini akan kehilangan arah dan tujuan yang telah di sepakati bersama sebagai cita-cita bangsa yaitu yang termuat dalam Pancasila yang secara umum termuat dalam pembukaan dan pasal-pasal yang termuat dalam UUD 1945
Penerapan Pendidikan Politik dalam Kegiatan Organisasi Siswa Intra Sekolah di SMA Negeri 1 Tumpang
ABSTRAK ABSTRAK: Warga negara dalam suatu negara memiliki hak yang sama dalam kegiatan politik negaranya. Namun beberapa warga negara kurang memiliki pemahaman dan informasi yang cukup dalam melaksanakan kegiatan politik tersebut. Kondisi tersebut dapat dilihat dari jumlah golongan putih dalam suatu negara dalam pemilihan pemimpin. Pendidikan politik merupakan suatu upaya untuk memberi pemahaman kepada warga negara mengenai hak dan kewajibannya sebagai warga negara di suatu negara. Pendidikan politik dapat dilaksanakan kepada orang dewasa maupun kepada remaja mengingat remaja menjadi salah satu tokoh dalam pelaksanaan kegiatan politik di Indonesia. Pendidikan politik di lingkungan sekolah juga merupakan salah satu solusi akan kenakalan remaja yang cukup tinggi di Indonesia, pendidikan politik ini akan menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam kegiatan politik di lingkungan sekolah.Pendidikan politik untuk remaja dapat diterapkan melalui instansi pendidikan yang diinternalisasikan melalui mata pelajaran maupun organisasi siswa. Organisasi siswa yang dapat menerapkan pendidikan pendidikan politik salah satunya adalah organisasi siswa intra sekolah (OSIS). Organisasi siswa intra sekolah sebagai salah satu organisasi di dalam sekolah memiliki program kerja sebagai penerapan dari pendidikan politik. Penerapan pendidikan politik di dalam intansi pendidikan khususnya di dalam organisasi siswa intra sekolah memerlukan suatu pengkajian untuk memastikan bagaimana pelaksanaan program kerja organisasi siswa intra sekolah sebagai pendidikan politik.Kata kunci: Pendidikan politik, remaja, organisasi siswa intra sekolah.ABSTRACTCitizens in a country have equal rights in the political activities of their country. But some citizens lack sufficient understanding and information in carrying out these political activities. The condition can be seen from the number of white groups in a country in the election of leaders. Political education is an effort to provide understanding to citizens about their rights and obligations as citizens in a country. Political education can be implemented to adults as well as adolescents as teenagers become one of the leaders in the implementation of political activities in Indonesia. Political education in the school environment is also one of the solutions to juvenile delinquency is high enough in Indonesia, this political education will internalize the values of Pancasila into political activities in the school environment.Political education for adolescents can be applied through educational institutions that are internalized through subjects as well as student organizations. Student organizations that can apply political education education are one of the intra-school student organizations (OSIS). The organization of intra-school students as one of the organizations within the school has a work program as the application of political education. The application of political education in educational institutions, especially within the intra-school student organizations requires an assessment to ascertain how the implementation of the work program of intra-school student organizations as political education.Key Words: Political education, youth, intra-school student organizations
Model Pembelajaran Group Investigation
ABSTRAK Dalam makalah ini dibahas mengenai model pembelajaran Group Investigation yng akan diterapkan kepada peserta didik. Tujuan dari penerapan model pembelajaran ini adalah untuk mengetahui manfaat dan dampak yang akan terjadi pada peserta didik. Dalam proses pembelajaran siswa tidak hanya dituntut menerima apa yang diberikan oleh guru namun juga harus mampu berfikir analisis. Dalam kurikulum 2013 siswa dituntut untuk selalu aktif dalam pembelajaran di kelas hal ini selaras dengan manfaat dari model pembelajaran group investigation yang menuntut agar siswa dapat mengembangkan pola berfikir analisis. Guru hanya akan memberikan sebagian permasalahan dan akan dikembangkan oleh siswa sehingga siswa mampu menyelesaikan masalah tersebut. Dalam model pembelajaran kooperatif Group Investigation guru hanya menjadi pengarah dan penunjuk dalam proses pengembangan masalah hingga penyelesaian masalah tersebut oleh siswa. Sehingga, siswa akan mampu mengembangkan proses berfikir analisis. Selain itu, dalam model pembelajaran ini juga menekankan penyelesaian masalah dengan berkelompok sehingga selain mengasah cara berfikir analisis, siswa juga akan belajar bersosialisasi dan kerja sama antar anggota kelompok. Kata Kunci: model pembelajaran Group Investigation, berfikir analisi