SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
    859 research outputs found

    PERAN KEPALA DESA DALAM PEMBANGUNAN DESA DI DESA SUCI KECAMATAN MANYAR KABUPATEN GRESIK

    No full text
    ABSTRAK   Pada tahun 2014, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla membuat program Nawa Cita yang berisi upaya-upaya dalam pembangunan nasional. Pembangunan nasional itu mencakup seluruh daerah di Indonesia termasuk Kabupaten Gresik. Untuk mewujudkan salah satu dari Nawa Cita tersebut, pemerintah mengadakan pembangunan Desa yang dapat meningkatkan kualitas dari berbagai Desa termasuk Desa Suci. Dalam pembangunan Desa, tidak lepas dari peran Kepala Desa. Oleh karena itu diperlukan penelitian mengenai Kepala Desa sebagai aktor penting dari proses pembangunan Desa di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan perencanaan pembangunan Desa Suci, (2) mendeskripsikan pelaksanaan pembangunan Desa Suci, (3) mengetahui peran Kepala Desa dalam pembangunan Desa Suci, dan (4) mengetahui hambatan-hambatan dan upaya-upaya mengatasi hambatan dalam pembangunan Desa Suci. Penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Sumber data yang diambil oleh peneliti adalah informan, dokumen, dan peristiwa. Prosedur pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan untuk penelitian adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi

    Implementasi Pendidikan Karakter dalam Kegiatan Sinau Sosial SMAN 9 Malang di Desa Karanganyar Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRAK Salah satu tantangan besar yang dihadapi oleh bangsa Indonesia dalam mengembangkan kualitas sumberdaya manusia adalah upaya penanaman karakter bangsa. Salah satu upaya penanaman karakter yang efektif adalah melalui kegiatan di sekolah. Dalam penanaman karakter di sekolah terdapat berbagai kegiatan positif yang dapat dilakukan anak. Kegiatan tersebut antara lain adalah; kegiatan sholat berjama’ah di masjid sekolah, kegiatan upacara bendera rutin setiap senin, kegiatan ekstrakulikuler dam lain-lain. Peningkatan sumberdaya manusia sejak dini merupakan hal penting yang harus direncanakan sungguh-sungguh. Karakter bangsa merupakan aspek penting dari kualitas sumberdaya manusia karena kualitas karakter bangsa menentukan kemajuan suatu bangsa. Adapun salah satu peran strategis untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia adalah dengan menerapkan pendidikan karakter pada sekolah-sekolah. Penanaman pendidikan karakter di satuan pendidikan dapat diwujudkan dalam kegiatan pembelajaran, pengembangan budaya sekolah melalui pengembangan diri, kegiatan ekstrakurikuler, kegiatan keseharian di rumah dan masyarakat. Penerapan pendidikan karakter yang dilakukan SMAN 9 Malang dalam kegiatan Sinau Sosial adalah suatu kegiatan yang unik dan berskala besar sehingga menarik untuk diteliti.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan Sinau Sosial dalam mengimplementasikan pendidikan karakter. Serta mendeskripsikan nilai-nilai apa saja yang terkandung dalam kegiatan, bentuk-bentuk kegiatan yang dilakukan, hambatan dalam pelaksanaan dan solusi yang diberikan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data yang dipakai yaitu informan, peristiwa, dan dokumen. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan diakhiri penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan cara triangulasi sumber dan triangulasi teknik pengujian data dengan membandingkan antara wawancara, observasi, dan dokumentasi.Berdasarkan data yang telah dikumpulkan, diperoleh temuan penelitian sebagai berikut. Dalam kegiatan Sinau Sosial terdapat muatan Nilai-nilai karakter antara lain: (1) Nilai Peduli Sosial, Nilai Mandiri, Nilai komunikatif, Nilai religius, Nilai kedisiplinan, Nilai tanggung jawab, Nilai Kepolosan, Nilai Kreatif. (2) Bentuk-bentuk implementasi pendidikan karakter dalam  kegiatan Sinau Sosial  adalah Siswa melakukan pekerjaan rumah tangga di masing-masing rumah induk semang yang ditempati, Siswa ikut membantu dalam pekerjaan induk semang, Kegiatan pasar murah untuk warga Desa Karanganya, Kegiatan khotmil qur’an di musholla-musholla sekitar Desa Karanganyar, Pemberian tugas penelitian dan laporan kegiatan harian, Kegiatan pentas seni di lapangan Desa Karanganyar. (3) Hambatan implementasi pendidikan karakter dalam kegiatan Sinau Sosial Adalah rundown acara yang bertabrakan, sulitnya komunikasi antara siswa dengan warga, Kurangnya fasilitas yang digunakan untuk menunjang kegiatan. (4) Solusi atas hambatan yang ada dalam implementasi pendidikan karakter dalam kegiatan Sinau Sosial adalah Dalam mengatasi rundown acara yang bertabrakan adalah dengan mengatur rundown dengan lebih memperhatikan alokasi waktu, Memberikan sosialisasi dan motivasi kepada siswa agar lebih berani dalam memulai komunikas dengan warga, Dengan menambah jumlah alat transportasi yang digunakan siswa.Saran yang diberikan peneliti setelah melakukan penelitian ini adalah sebagai berikut. Bagi Dinas Pendidikan Kota Malang, agar lebih mendukung pelaksanaan pendidikan karakter yang dilakukan di sekolah-sekolah. Bagi SMA Negeri 9 Malang, agar terus mengevaluasi dan memaksimalkan pelaksanaan pendidikan karakter yang telah berjalan di sekolah. Bagi Panitia Sinau Sosial, agar terus meningkatkan ketekunan. Bagi Siswa-siswi SMA Negeri 9 Malang, agar dapat bekerja sama sesuai dengan tujuan kegiatan yang diintruksikan oleh panitia Sinau Sosial

    ANALISIS SEMIOTIKA CHRISTIAN METZ NILAI-NILAI MORAL FILM SERIAL DRAMA KOREA

    No full text
    ABSTRAK   Moral merupakan dasar pemikiran seseorang untuk bertindak . Di mana kedudukan moral sebagai self-control dapat berfungsi dalam merealisasikan apa yang ada pada diri manusia dalam bentuk perbuatan, sikap,  dan lain-lain. Dengan moral segala tindakan akan mudah terkontrol serta terarah, yang kemudian berpotensi untuk menumbuhkan sikap toleransi  antara individu satu dengan yang lainnya. Moral merupakan dasar pemikiran seseorang untuk bertindak . Di mana kedudukan moral sebagai self-control dapat berfungsi dalam merealisasikan apa yang ada pada diri manusia dalam bentuk perbuatan, sikap,  dan lain-lain. Dengan moral segala tindakan akan mudah terkontrol serta terarah, yang kemudian berpotensi untuk menumbuhkan sikap toleransi  antara individu satu dengan yang lainnya. Dengan demikian untuk mengatasi masalah tersebut salah satuny adalah dengan menggunkan pendekatan model pembelajaran Masyarakat Belajar (Learning Community), yaitu pendekatan yang menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh dari kerjasma engan orang lain. Penggunaan pendekatan masyarakat belajar ini siswa tidak terpaku hanya harus bertanya pada guru, namun juga bias bertanya pada teman sekelas. Siswa mampu menimbulkan kemauan dan keleluasaan dalam menanyakan materi ajar yang belum dipahaminya. Pada era globalisasi seperti sekarang ini, bangsa Indonesia sedang mengalami degradasi moral. Hal ini dapat dilihat dengan kasus-kasus degradasi moral dikalangan generasi muda seperti, maraknya kasus tawuran remaja, kasus narkoba dan minuman keras, hingga kasus-kasus yang terjadi dilingkungan sekolah seperti bullying dan deskriminasi yang dilakukan pihak sekolah ataupun siswa . Degradasi moral terjadi karena adanya pengaruh negatif dari globalisasi. Masalah dan topik pembahasan dalam adalah (1) Inti cerita film Korea School 2017 (2) Menjelaskan alur cerita menggunakan teori semiotika Christian Metz dan (3) Menggali perwujudan nilai-nilai moral film menggunakan teori analisis semiotika Christian. Metz (1) Mengetahui Inti cerita film Korea School 2017, (2) Mengetahui Menjelaskan alur cerita menggunakan teori semiotika Christianz Metz dan (3) Menggali perwujudan nilai-nilai moral film menggunakan teori analisis semiotika Christianz Metz

    PROSES UPACARA TEING HANG KEPADA NENEK MOYANG DITINJAU DARI NILAI-NILAI PANCASILA PADA MASYARAKAT DESA BANGKA LELAK KECAMATAN LELAK KABUPATEN MANGGARAI

    No full text
    ABSTRAK   Hilda Papu. 2017.Proses Upacara Teing Hang kepada Nenek Moyang di Tinjau dari Nilai-Nilai Pancasila Pada Masyarakat di Desa Bangka Lelak Kecamatan Lelak Kabupaten Manggarai. Skripsi, Program studi Pendikan Pancasila dan kewarganegaraan Hukum dan Kewarganegaraan, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Dr. Sri Untari, M.Si, (II) Drs. Suparlan Al Hakim, M.Si   Kata Kunci: Upacara, Teing Hang, Manggarai, Nilai, Pancasila Setiap kebudayaan pasti memiliki nilai-nilai tersendiri mulai dari nilai kearifan lokal sampai dengan nilai-nilai Pancasila yang terkandung di dalam suatu kebudayaan di suatu daerah yang pastinya juga memiliki tujuan tersendiri dari kebudayaan tersebut.Nilai-nilaiPancasila yang terkandung di dalam kebudayaan Manggarai adalah pada upacara Teing Hang.Teing Hang merupakan salah satu budaya yang berkembang di daerah dataran Flores Nusa Tenggara Timur (NTT).Budaya dan adat upacara Teing Hang yang sering dilakukan oleh masyarakat Manggarai adalah suatu kebudayaan yang bersifat sakral. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk (1) mendeskripsikan sejarah upacara Teing Hang, (2) proses upacara Teing Hang dan (3) penerapan nilai-nilai Pancasila dalam upacara Teing hang pada masyarakat desa Bangka Lelak kecamatan Lelak kabupaten Manggarai. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian studi kasus. Data penelitian merupakan data primer yaitu para tua adat dan tokoh masyarakat dan data sekunder berupa dokumen yang berkaitan dengan upacara teing hang.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi.Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri.Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan triangulasi data.Tahapan alisis data dimulai dari tahap ekspected autcomes as a pattern, rival explanations as pattern, dan simpler patterns. Berdasarkan analisis data tersebut, diperoleh(4) simpulan hasil penelitian sebagai berikut.(1), sejarah upacara teing hang berawal dari penduduk di desa Bangka Lelak terjadi bencana kelaparan yang sangat hebat dan tanaman-tanaman yang ditanam warga desa Bangka Lelak ini tidak membawakan hasil yang memuaskan karena masyarakat setempat tidak pernah memberi makan kepada leluhur/nenek moyang saat hasil panen dan penutupan tahun. (2), proses upacara teing hang terdapat empat tahap yaitu, (1) menyiapkan siri pinang (cepa), (2) memberi minuman adat (teing tuak), (3) mencabut bulu dari ayam jantan putih (wulu manuk lalong), dan (4) menyiapkan mangkuk berwarna putih dan Ketiga,nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam upacara teing hang yaitu (1) nilai Ketuhanan terlihat dari cara masyarakat Bangka Lelak memberi makan kepada leluhur, (2) nilai kemanusiaan terlihat dari cara mereka berbicara mengenai adat upacaraTeing Hang dan menggunakan songke (tenunan khas orang manggarai), (3) nilai Persatuan terlihat dari adanya hidup rukun antara agama Khatolik dan Islam pada masyarakat desa Bangka Lelak, (4) nilai Kerakyatan terlihat dari masyarakat Bangka Lelak duduk bersama-sama dengan tua adat (kepala adat) dalam rumah adat untuk merembuk, (5) nilai Keadilan terlihat dari adanya perlakuan yang sama antara masyarakat dan tua adat dalam ritual Teing Hang. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti memberikan saran-saran kepada, (1) pemerintah Kabupaten Manggarai disarankan agar mampu menggali kembali tentang tradisi upacara ini untuk nantinya dapat dijadikan sebagai bagian dari kelestarian budaya yang ada, (2) masyarakat Bangka Lelak disarankan untuk tetap menjaga bagian dari budaya yang dimiliki sehingga kedepanya dapat diwariskan atau diturunkan kepada generasi berikut, (3) lembaga-lembaga adat seperti tua adat disarankan agar perlu disosialisasika kepada generasi masak ini tentang upacara Teing Hang, dan (4) lembaga-lembaga formal disarankan untuk tetap menjaga keutuhan lembag

    Kinerja Perangkat Desa dalam Melaksanakan Pelayanan Publik di Desa Bakalanrayung, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang

    No full text
    RINGKASAN Pada artikel ini disajikan informasi mengenai kinerja perangkat desa dalam melaksanakan pelayanan publik di desa Bakalanrayung, kecamatan Kudu, kabupaten Jombang. Dalam artikel ini membahas tentang kinerja yang dilakukan perangkat desa sebagai pelayan masyarakat dalam memenuhi tugasnya untuk melayani masyarakat. Selain itu, persepsi masyarakat juga menjadi tolak ukur  keberhasilan perangkat desa dalam melaksanakan pelayanan publik, disamping itu juga disajikan hambatan apa saja yang terjadi serta upaya apa saja yang dilakukan perangkat desa dalam mengatasi hambatan tersebut.     Kata Kunci: Kinerja, Pelayanan Publik, Perangkat Des

    Peningkatan Kualitas Pendidikan melalui Pembangunan Masyarakat Berbasis Program Kecakapan Hidup (Life Skill)

    No full text
    RINGKASAN Peningkatan pendidikan melalui pembangunan berbasiskan kepada program life skill memberikan pengalaman serta keterampilan kepada warga belajar terutama kepada masyarakat untuk memiliki keterampilan yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan perekonomiannya. Beberapa jenis kecakapan hidup yang salah satunya adalah kecakapan vokasional, yaitu suatu kecakapan yang dikaitkan dengan bidang pekerjaan tertentu yang terdapat di masyarakat atau lingkungan warga belajar. Melalui kegiatan vokasional atau keterampilan tertentu, akan menambahkan keterampilan kepada masyarakat dalam penguasaan bidang tertentu yang berguna untuk meningkatkan taraf hidupnya. Kata kunci: pembangunan masyarakat, program kecakapan hidup (life skill

    Advokasi Pelayanan Publik Sektor Pendidikan Oleh Malang Corruption Watch di Kota Malang

    No full text
    RINGKASAN Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui masalah pelayanan publik sektor pendidikan yang menyangkut pelayanan berdasarkan pengaduan publik dan kebijakan pendidikan yang ditangani oleh Malang Corruption Watch (2) mengetahui strategi  advokasi pelayanan publik sektor pendidikan yang dilakukan oleh Malang Corruption Watch (3) kendala dan solusi yang dihadapi oleh Malang Corruption Watch. Sumber data yang diperoleh berasal dari wawancara, dokumentasi,dan observasi, dari 4 informan dan dianalisis dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian: Pertama, masalah sektor pendidikan yang diadvokasi MCW terdiri dari bidang pelayanan berbasis pengaduan publik dan bidang kebijakan. Pada bidang pelayanan berbasis pengaduan publik terdapat aduan mengenai pungutan liar disekolah dan pemberhentian komite sekolah di SDN 3 Mojolangu Kota Malang. Sementara pada bidang kebijakan MCW membuat Rancangan Perda Pendidikan versi masyarakat, kebijakan zonasi, pemantauan PPDB, dan revitalisasi peran komite sekolah. Kedua. Strategi advokasi yang digunakan MCW terkait dengan kasus pungli dan pemberhentian komite sekolah secara sepihak di SDN 03 Mojolangu 3 antara lain mengumpulkan isu, mengumpulkan data dan analisis data, melapor ke FMPP, menyusun strategi, aksi, serta evaluasi dan monitoring. Sementara pada masalah kebijakan pendidikan adalah MCW membuat Rancangan Perda Pendidikan tandingan versi masyarakat, ikut meriview Rancangan Perwali PPDB, melakukan pemantauan PPDB, dan melakukan FGD terkait revitalisasi peran komite sekolah dengan para stakeholder terkait

    PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA MASYARAKAT OSING DI DESA KEMIREN KECAMATAN GLAGAH KABUPATEN BANYUWANGI

    No full text
    RINGKASAN   Abstrak: Penguatan pendidikan karakter adalah gerakan Presiden RI Joko Widodo dalam merevolusi mental dunia pendidikan. Penguatan pendidikan karakter merupakan upaya dari pendidikan karakter untuk terus dilaksanakan dalam jangka waktu yang panjang. Agen pendidikan yang menjadi penerapan penguatan pendidikan karakter yaitu sekolah, keluarga dan masyarakat. Masyarakat Osing di Desa Kemiren memiliki nilai-nilai karakter yang tumbuh dan berkembang melalui kegiatan adat-istiadat, tradisi dan aktivitas sehari-hari. Kegiatan tersebut menjunjung nilai karakter religius, gotong royong, integritas dan nasionalisme.namun kegiatan adat dan budaya masyarakat Osing kini menjadi program wisata Banyuwangi yang membawa wisatawan dan mayarakat luar desa banyak yang masuk di Desa Kemiren sehingga mengkhawatirkan menimbulkan dekadensi karakter pada masyarakat Osing Tujuan dari penelitian ini untuk: (1) nilai-nilai karakter pada masyarakat Osing di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi, (2) praktek penguatan pendidikan karakter pada masyarakat Osing Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi, (3) faktor penghambat dan faktor pendukung penguatan pendidikan karakter pada masyarakat Osing di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi. (4) solusi dari faktor penghambat penguatan pendidikan karakter pada masyarakat Osing di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi. Metode penelitian yang digunakan yakni metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif, dalam mencari data dari informan yang terdiri dari enam informanPengumpulan data dilakukan dengan wawancara, studi dokumentasi, dan observasi. Analisis data yang digunakan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian adalah (1) nilai-nilai karakter pada masyarakat Osing di Desa Kemiren didasari pada kepercayaan, agama, kerjasama, rasa cinta pada budaya dan etos kerja sehingga dapat ditemukan nilai karakter masyarakat Osing yakni nilai karakter religius, nilai karakter gotong royong, nilai karakter integritas, dan nilai karakter nasionalis (2) praktek penguatan pendidikan karakter pada masyarakat Osing di Desa Kemiren dengan membiasakan anak-anak Osing untuk mengikuti dan melaksanakan prosesi kegiatan tradisi selamatan, mengajarkan kesenian budaya asli Desa Kemiren kepada anak-anak Osing Desa Kemiren, dan mengajak anak untuk ikut melabot (ikut serta membantu kegiatan hajatan). (3) faktor penghambat dan faktor pendukung penguatan pendidikan karakter masyarakat Osing di Desa Kemiren yakni biaya, kepentingan, gadget, wi-fi, konsistensi anak, kesibukkan, pengaruh lingkungan dan kesadaran diri. (4) solusi dari faktor penghambat penguatan pendidikan karakter pada masyarakat osing Desa Kemiren yakni dialog dengan masyarakat dan anak-anak Osing agar tidak salah persepsi kepercayaan dan keyakinannya, batasan penggunaan gadget dan bimbingan orang tua serta menasehati anak yang malas melabot. Text Box: Saran yang dapat diberikan peneliti adalah kepada masyarakat khususnya masyarakat Osing dan masyarakat Banyuwangi agar lebih menjaga dan menjunjung tradisi budaya asli daerah yang dirasa akan pudar, lebih menumbuhkan nilai karakter yang positif dan bermanfaat untuk dicontoh kan kepada anak-anak. Kepada Pemerintah Desa Kemiren maupun Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sebaiknya membuat kebijakan atau program untuk meningkatkan karakter positif yang berbasis masyarakat dan anak-anak, serta program yang telah dibuat seharusnya dilaksanakan secara konsisten. Kepada anak-anak dan pelajar khususnya anak-anak dan pelajar Banyuwangi untuk lebih menjunjung nilai karakter Bangsa Indonesia yang sesuai dengan nilai luhur Pancasila, dan menghindari budaya negatif serta menyaring karakter yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Kata Kunci: karakter, pendidikan karakter, masyarakat Osing

    PERAN PEMERINTAH DESA DAN MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN "WISATA BUKIT KEREK INDAH" DI DESA KEREK, KECAMATAN NGAWI, KABUPATEN NGAWI

    No full text
    RINGKASAN Pada artikel ini disajikan informasi mengenai peran pemerintah desa dan masyarakat dalam pengembangan "Wisata Bukit Kerek Indah" Di Desa Kerek, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui (1) Latar Belakang Pembangunan Wisata Bukit Kerek Indah, (2) Rencana Program Pengembangan Wisata Bukit Kerek Indah, (3) Pelaksanaan Program Pengembangan Wisata Bukit Kerek Indah yang berisi: (a) Peran Pemerintah Desa dalam Pengembangan Wisata Bukit Kerek Indah, (b) Peran Masyarakat dalam Pengembangan Wisata Bukit Kerek Indah, (4) Faktor Pendukung dalam Pengembangan Wisata Bukit Kerek Indah, (5) Faktor Penghambat dalam Pengembangan Wisata Bukit Kerek Indah, serta (6) Upaya dalam Mengatasi Hambatan Pengembangan Wisata Bukit Kerek Indah. Diharapkan dengan adanya artikel ini kepengurusan pada pengembangan Wisata Bukit Kerek Indah dapat lebih ditingkatkan lagi baik pihak pemerintah desa maupun masyarakat. Pemerintah desa dan masyarakat diharapkan mampu bekerja sama untuk mengembangkan Wisata Bukit Kerek Indah agar dapat meningkatkan penghasilan masyarakat Desa Kerek

    PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN CROSS WORD PUZZLE DENGAN WORDSQUARE PADA HASIL BELAJAR PPKn KELAS VIII DI SMPN 3 JOMBANG

    No full text
    RINGKASAN Regina, Brenda.2018.Perbandingan Model Pembelajaran Crossword Puzzel Dengan Word Square Pada Hasil Belajar PPKn Kelas VIII Di SMPN 3 Jombang. Skripsi. ,Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Margono, M.Pd, (II) Rusdianto Umar, SH, M.Hum   Kata Kunci : Crossword, Wordsquare, Hasil Belajar. Penambahan jam pada mata pembelajaran PPKn pada kurikulum 2013 saat ini juga dapat mempengaruhi waktu yang dibutuhkan guru untuk menjadikan suasana kelas agar tidak monoton dan penggunaan model pembelajaran yang menarik yang mampu untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Pemerintah telah berusaha melakukan perbaikan-perbaikan agar mutu pendidikan meningkat.Para guru hendaknya memposisikan peserta didik sebagai insan yang harus dihargai kemampuannya dan diberi kesempatan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Oleh karena itu, dalam proses pembelajaran perlu adanya suasana yang terbuka, akrab dan saling menghargai. Sebaliknya perlu menghindari suasana belajar yang kaku, penuh dengan ketegangan dan sarat dengan perintah dan instruksi yang membuat peserta didik menjadi pasif, tidak bergairah, cepat bosan dan mengalami kebosanan. Tujuan dari penelitian perbandingan model pembelajaran Crossword (Teka-Teki Silang) dan model pembelajaran Wordsquare terhadap hasil belajar PPKn di SMPN 3 Jombang adalah untuk mengetahui adanya perbedaan dari hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaranCrossword (Teka-Teki Silang) dan model pembelajaran Wordsquare. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Eksperimen semu (Quasi experimental)dengan desain The static group Comparasion design. Subjek penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok eksperimen yaitu eksperimen 1 dan kelompok eksperimen 2. Kelompok eksperimen 1 mendapat perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran Teka-Teki Silang (Crossword). Sedangkan Kelompok eksperimen 2 mendapat perlakukan dengan menggunakan model pembelajaran Word square. Pengumpulan data hasil kemampuan akhir siswa atau post-tes setelah dilakukannya perlakuan. Analisis data menggunakan Uji-T untuk membandingkan hasil rata-rata kedua kelas. Uji hipotesis ini menggunakan SPSS 23 For Windows. Uji hipotesis ini dilakukan untuk mengetahui apakah adanya perbedaan antara hasil belajar PPKn dengan model pembelajaran Crozzword (teka-Teki Silang)dan hasil belajar PPKn dengan model pembelajaran Word Square pada kelas yang berbeda. Hasil uji hipotesis dengan menggunakan Independent Sample Test menunjukkan bahwa nilai signifikan atau probabilitas 0,302 > 0.05, maka H0 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan hasil pembelajaran PPKn antara model pembelajaran Crossword (teka-teki silang) dengan model pembelajaran Word Square. Saran yang diberikan oleh penulis yaitu: (1) Bagi guru PPKn, model Crossword Puzzle dan Model Word Square dapat diterapkan pada pembelajaran untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PPKn kepada siswa,(2) Untuk penelitian lebih lanjut disarankan pemilihan soal serta jumlah soal diperluas pada kelas sehingga dapat diketahui bila saja adanya perbedaan yang signifikan dari kedua model tersebut

    0

    full texts

    859

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇