SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
    859 research outputs found

    PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN KAMPUNG BUDAYA POLOWIJEN DI KECAMATAN BLIMBING KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui latar belakang berdirinya Kampung Budaya Polowijen di Kecamatan Blimbing Kota Malang; (2) rencana program pengembangan Kampung Budaya Polowijen di Kecamatan Blimbing Kota Malang; (3) pelaksanaan program pengembangan Kampung Budaya Polowijen di Kecamatan Blimbing Kota Malang; (4) bentuk partisipasi masyarakat dalam pengembangan Kampung Budaya Polowijen di Kecamatan Blimbing Kota Malang; (5) faktor yang menjadi pendukung dan penghambat partisipasi masyarakat dalam pengembangan Kampung Budaya Polowijen di Kecamatan Blimbing Kota Malang; dan (6) upaya penyelesaian terhadap penghambat partisipasi masyarakat dalam pengembangan Kampung Budaya Polowijen di Kecamatan Blimbing Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Prosedur pengumpulan data berasal dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan oleh model Miles and Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh dari hasil penelitian, peneliti menggunakan trianggulasi sumber

    Nilai-Nilai Karakter Nasionalis dalam Trilogi Novel Negeri 5 Menara Karya A. Fuadi

    No full text
    RINGKASAN Karakter nasionalis merupakan karakter yang memerlukan penguatan, pasalnya karakter nasionalis mampu menjadi semangat, serta memberikan dorongan dan menjadi kekuatan untuk mewujudkan tujuan dan cita-cita negara. Namun, yang menjadi problematika, adalah mulai lunturnya karakter nasionalis dalam kehidupan masyarkat Indonesia, hal ini dapat kita amati dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Salah satu bukti yang menandakan mulai lunturnya karakter nasionalis adalah terjadinya konflik dalam masyarakat. Upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi mulai memudarnya nilai karakter nasionalis adalah dengan pendidikan, karena pendidikan merupakan suatu proses mengubah tabiat. Pembelajaran dalam dunia pendidikan karakter, paling efektif dilakukan dengan metode keteladanan. Penelitian ini menganalisi mengenai nilai-nilai karakter nasionalis yang bisa dijadikan teladan atau contoh serta diambil manfaatnya dalam dunia pendidikan, serta dalam kehidupan masyarakat. Pendekatan yang di gunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan jenis penelitian semiotika,yakni  sebuah jenis penelitian yang memahami makna karya sastra melalui  sebuah tanda. Untuk teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik dokumentasi, yakni penelitian terhadap teks dalam trilogi novel Negeri 5 Menara. Sedangkan, untuk analisis datanya menggunakan analisis isi atau content analisys, yakni sebuah metode analisis data yang menganalisis isi atau makna suatu teks atau bacaan. Hasil dari penelitian ini adalah, bahwa trilogi Negeri 5 Menara merupakan novel yang diangkat dari kisah nyata, yang terdiri dari tiga rangkaian novel. Trilogi Negeri 5 Menara merupakan novel yang kaya akan nilai-nilai karakter, khusunya nilai karakter nasionalis, sehingga bisa di jadikan referensi dalam dunai pendidikan. Nilai-nilai karkter nasionalis dalam trilogi novel Negeri 5 Menara, adalah; (a) menjaga kekayaan budaya bangsa, (b) rela berkorban, (c) unggul dan berprestasi, (d) cinta tanah air, (e) menghormati keragaman budaya, suku, dan agama. Sedangkan, wujud nilai-nilai karakter nasionalis dalam trilogi novel Negeri 5 Menara, adalah; (a) wujud nilai menjaga kekayaan budaya bangsa, yang meliputi: menyanyikan lagu lokal Indonesia,  serta mengadakan pagelaran budaya dan makanan tradisional Indonesia, (b) wujud nilai rela berkorban, berkorban waktu, pikiran dan tenaga untuk Indonesia, (c) wujud nilai unggul dan berprestasi, menjadi salah satu duta muda yang berprestasi, (d) wujud nilai cinta tanah air, yang meliputi; selalu membawa bendera Indonesia,  setia kepada Indonesia, memperbaiki Indonesia, dan memperingati hari pahlawan, (e) wujud nilai menjaga lingkungan, menjaga lingkungan agar tetap aman dan damai. Kata kunci: Nilai, Karakter, Nasionali

    PARTISIPASI WAJIB PAJAK DALAM MEMBAYAR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI DESA SUMBERAGUNG KECAMATAN REJOTANGAN KABUPATEN TULUNGAGUNG

    No full text
    RINGKASAN Hidayanti, Lusi. 2018. Partisipasi Wajib Pajak dalam Membayar Pajak Bumi dan Bangunan di Desa Sumberagung Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Suparman Adi Winoto, S.H., M.Hum., (2) Drs. Suparlan Al Hakim, M.Si.   Kata kunci: Partisipasi, Wajib Pajak, Pajak Bumi dan Bangunan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan pajak yang dikenakan atas tanah dan bangunan. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dikenakan terhadap wajib pajak karena kepemilikan, penguasaan, dan pemanfaatan atas bumi dan bangunan yang ada, sehingga sifatnya wajib untuk dipenuhi bagi wajib pajak. Namun pada kenyataannya partisipasi masyarakat sebagai wajib pajak masih kurang, seperti masih adanya wajib pajak yang mengabaikan kewajibannya untuk membayar pajak dan tidak membayar tepat pada waktunya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Pandangan wajib pajak dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan di Desa Sumberagung; (2) Proses pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan oleh wajib pajak di Desa Sumberagung; (3) Masalah yang terjadi dalam pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan di Desa Sumberagung; (4) Solusi penyelesaian masalah dalam pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan di Desa Sumberagung, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dari penelitian ini yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder serta pengumpulan datanya dengan cara melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan merujuk pada model Miles and Huberman, dimana aktivitas dalam analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data yang diperoleh dari hasil penelitian, peneliti menggunakan: (1) Meningkatkan ketekunan dan (2) Triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, pandangan wajib pajak dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan di Desa Sumberagung, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung adalah wajib pajak sudah mengetahui bahwa membayar Pajak Bumi dan Bangunan merupakan suatu kewajiban bagi masyarakat sebagai wajib pajak dan bagi wajib pajak membayar pajak juga menjadi sebuah beban. Kemudian masyarakat sebagai wajib pajak acuh tak acuh dan juga kurang aktif dalam membayar pajak. Kedua, proses pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan oleh Wajib Pajak di Desa Sumberagung, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung dilakukan melalui 2 (dua) tahap, yaitu (1) proses penyampaikan Surat Pembayaran Pajak Terutang (SPPT) kepada wajib pajak yang dilakukan oleh petugas Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan (2) proses pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) oleh wajib pajak berdasarkan Surat Pembayaran Pajak Terutang (SPPT) yang telah diterima. Wajib pajak di Desa Sumbergaung melakukan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan di bank, kantor balai desa, dan kepada petugas pemungut pajak. Namun tempat yang paling banyak digunakan yaitu wajib pajak membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) kepada petugas pemungut pajak. Proses pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan oleh wajib pajak kepada petugas pemungut pajak menggunakan 2 (dua) cara, antara lain: (1) wajib pajak mendatangi dan membayar langsung kepada petugas pemungut Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan (2) petugas pemungut Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) mendatangi langsung rumah wajib pajak atau dengan cara “door to door”. Ketiga, masalah yang terjadi dalam Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan di Desa Sumberagung, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung adalah sebagai berikut: (1) adanya wajib pajak yang menunda pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan, (2) kurangnya pengetahuan masyarakat sebagai wajib pajak tentang Pajak Bumi dan Bangunan, (3) waktu yang dibutuhkan dalam penagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terlalu singkat, (4) adanya kesalahan teknis yakni pada STTP terdapat beberapa kesalahan yang sangat menyulitkan petugas dan menghambat jalannya penyaluran SPPT ke tangan wajib pajak. Keempat, Solusi Penyelesaian Masalah dalam Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan di Desa Sumberagung, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung adalah sebagai berikut: (a) Solusi dalam menyelesaikan masalah terkait adanya wajib pajak yang menunda pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan, antara lain: memaksimalkan penagihan Pajak Bumi dan Bangunan secara langsung atau dengan cara “door to door”, dan sosialisasi pentingnya membayar Pajak Bumi dan Bangunan, (b) Solusi dalam menyelesaian masalah terkait kurangnya pengetahuan masyarakat sebagai wajib pajak tentang Pajak Bumi dan Bangunan, yaitu: dengan meningkatkan komunikasi antara petugas pajak dan wajib pajak, (c) Solusi dalam menyelesaian masalah terkait waktu yang dibutuhkan dalam penagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang terlalu singkat, yaitu penagihan pajak dilakukan dengan keliling desa oleh aparatur desa menggunakan mobil desa, (d) Solusi dalam menyelesaikan masalah terkait adanya kesalahan teknis pada SPPT, yaitu petugas pajak melakukan pembenaran terhadap kesalahan yang terdapat pada SPPT. Berdasarkan penelitian ini, peneliti memberikan saran di antaranya: (1) bagi wajib pajak, perlu meningkatkan kesadaran dari wajib pajak dan tanggung jawabnya agar dapat membayar Pajak Bumi dan Bangunan tepat pada waktunya dan meningkatkan pemahaman atau pengetahuan wajib pajak dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan; (2) bagi petugas pemungut pajak, supaya meningkatkan komunikasinya dengan masyarakat sebagai wajib pajak tentang pentingnya membayar Pajak Bumi dan Bangunan, bisa mengatasi masalah-masalah yang mereka hadapi serta dapat meningkatkan upaya-upaya untuk menggingatkan wajib pajak untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan; (3) bagi pemerintah desa, supaya lebih sering melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang Pajak Bumi  dan Bangunan

    Program Peningkatan Nasionalisme di SMA Negeri 1 Nganjuk

    No full text
    RINGKASAN Septiani, Ayu Putri Dyah. 2018. Program Peningkatan Nasionalisme di SMA Negeri 1 Nganjuk. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Rosyid Al Atok, M.Pd, M.H , (2) Drs. Suparlan Al Hakim, M.Si.   Kata Kunci: program, peningkatan, nasionalisme Program dalam sistem pendidikan merupakan persiapan untuk mempersiapkan sejumlah kerangka pembelajaran atau mata pelajaran yang diatur sedemikian rupa sehingga dapat dilaksanakan oleh anak didik dengan waktu yang telah ditentukan sekolah untuk menunjukan bakat dan minat peserta didik. Peningkatan merupakan upaya untuk menambah derajat, tingkat, dan kualitas maupun kuantitas. Peningkatan juga dapat berarti penambahan keterampilan dan kemampuan agar menjadi lebih baik. Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara  dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia yang mempunyai tujuan atau cita-cita yang sama dalam mewujudkan kepentingan nasional, dan nasionalisme juga rasa ingin mempertahankan negaranya, baik dari internal maupun eksternal. Selain itu, peningkatan juga berarti pencapaian dalam proses, ukuran, sifat, hubungan dan sebagainya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan program peningkatan nasionalisme pada siswa melalui progam-progam yang ada di sekolah meliputi (1) wujud program peningkatan nasionalisme pada siswa; (2) bentuk pelaksanaan program peningkatan nasionalisme dalam progam-progam yang ada di sekolah; (3) bentuk kendala dalam program peningkatan nasionalisme di sekolah; (4)  wujud upaya untuk mengatasi kendala peningkatan nasionalisme di sekolah. Untuk mencapai tujuan tersebut peneliti menggunakan pendekatan kualitatif yang dan jenis penelitian deskriptif, dalam mencari data informan yang terdiri dari Kepala sekolah, Guru, dan siswa-siswi SMA Negeri 1 Nganjuk. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan tiga tahapan yaitu: Observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan dengan cara reduksi data, pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menjamin keabsahan data dengan cara sebagai berikut: perpanjangan pengamatan, meningkatkan kecermatan dalam penelitian, dan triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh 4 simpulan hasil penelitian sebagai berikut, yang pertama program peningkatan nasionalisme di SMA Negeri 1 Nganjuk dibagi melaui beberapa program, yaitu melalui program akademik dan progam non akademik. Progam akademik difokuskan pada pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Pendidikan Sejarah dan Pendidikan Bahasa Indonesia. Program non akademik difokuskan pada progam ekstrakulikuler, progam peduli sesama dan progam jumat beriman. Kedua pelaksanaan dari program peningkatan nasionalisme di SMA Negeri 1 Nganjuk pada bidang akademik dilaksanakan dalam pembelajaran di dalam kelas melalui mata pelajaran yang ditentukan, disetiap pembelajaran memiliki cara yang hampir sama yaitu evaluasi yang diberikan guru sebelum dan sesudah pembelajaran, diskusi untuk mengevaluasi suatu kasus yang berhubungan dengan nasionalisme yang akan mendorong siswa untuk mengajukan pendapat setiap masing-masing individu. Pelaksanaan program peningkatan nasionalisme pada bidang non akademik ekstrakulikuler dilaksanakan di luar jam pembelajaran, pada sore hari pulang sekolah dimulai pukul 15.00 sampai 17.00, untuk pelaksanaan program peduli sesama dan Jumat beriman juga dilaksanakan diluar jam pembelajaran, pelaksanaanya dilaksanakan setiap hari Jumat mulai pukul 07.00 sampai 14.30 di lingkungan SMA Negeri 1 Nganjuk tanpa mengganggu pembelajaran di dalam kelas. Ketiga penghambat dalam pelaksanaan program peningkatan nasionalime di SMA negeri 1 Nganjuk tidak begitu signifikan, untuk penghambat pada program akademik di dalam kelas ada beberapa siswa yang telat dan tidak tertib dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, ada beberapa siswa yang kurang fokus saat kegiatan pembelajaran maupun pelaksanaan yang dianggap meningkatkan nasinalisme pada siswa. Penghambat pada bidang progam non akademik hampir sama, yaitu ketidak tertiban siswa dalam mengikuti kegiatan. Untuk sarana dan prasarana untuk kegiatan non akademik memiliki kendala pada base camp ekstrakulikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR) yang membuat pelaksanaan kegiatan ekstrakulikuler tersebut tidak berjalan sesuai yang diharapkan. Keempat upaya dalam mengatasi program peningkatan nasionalisme di SMA Negeri 1 Nganjuk guru dan sekolah sudah memiliki aturan untuk ketidak tertiban siswa pada ketepatan waktu saat pelaksanaan progam akademik  maupun progam non akademik , pada masing-masing guru memiliki aturan masing-masing yang dianggap baik dalam memberi efek jera pada siswa. Kekurangan sarana dan prasanara base camp pada salah satu ekstrakulikuler tersebut sekolah akan memberikan dana untuk memberikan sarana dan sara yang nyaman terhadap semua kegiatan pelaksanana program peningkatan ansionalisme di SMA Negeri 1 Nganjuk.  Saran peneliti setelah melakukan penelitian ini antara lain sebagai berikut: (1) Bagi pihak sekolah SMA Negeri 1 Nganjuk, agar sekolah memiliki program yang maksimal untuk melaksanakan progam peningkatan nasionalisme . Seharusnya sekolah lebih meningkatkan upaya dalam meningkatkan nasionalisme pada siswa yaitu dengan memaksimalkan pelaksanaan kegiatan akademik maupun non akademik pada ketertib an siswa yang tidak tertib, juga memaksimalkan fasilitas sarana dan prasana pada setiap kegiatan sekolah yang dianggap penting untuk siswa itu sendiri seperti sarana pada progam peningkatan nasionalisme agar sisa lebih nyaman dan maksimal dalam pelaksanaan yang dilaksanakan di sekolah; (2) Bagi peneliti yanga kan meneliti di SMA Negeri 1 Nganjuk, hasil penelitian ini bisa digunakan sebagai salah satu bahan referensi bagi rekan-rekan mahasiswa yang ingin mengkaji dan melakukan penelitian lebih lanjut terkait tema yang sama dengan penelitian yang akan dilakukan peneliti dikemudian hari

    KESADARAN TOLERANSI KEBERAGAMAN AGAMA DAN ANTARGOLONGAN DITINJAU DARI KEADAAN SOSIAL, EKONOMI DAN PENDIDIKAN SISWA SMAN 1 PACET KABUPATEN MOJOKERTO

    No full text
    RINGKASAN ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesadaran toleransi keberagaman agama dan antargolongan ditinjau dari keadaan sosial, ekonomi dan pendidikan siswa SMAN 1 Pacet Kabupaten Mojokerto. Jenis penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif, dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kesadaran dan bentuk toleransi keberagaman agama dan antargolongan yang ditinjau dari keadaan sosial, ekonomi dan pendidikan dapat dilihat dalam setiap aktivitas atau tindakan dari siswa siswi SMAN 1 Pacet dalam menjalankan kehidupan sehari hari di lingkungan sekolah. Kata kunci: Kesadaran, Keberagaman, Toleransi, Agama dan Antargolonga

    Pelaksanaan Pelayanan Program Raskin (Beras Miskin) Di Pemerintah Desa Ngali Kecamatan Belo Kabupaten Bima

    No full text
    RINGKASAN Dalam rangka mewujudkan cita-cita bangsa dan melaksanakan kewajiban negara, seperti yang telah tercantum dalam alinea ke IV,bahwa negara berkewajiban untuk memberikan kesejahteraan dan ketertiban umum. Dengan demikian, pemerintah berupaya untuk memberikan bantuan barupa beras untuk kebutuhan masyarakat miskin sebagai respon terhadap tumbuh suburnya rakyak miskin di perdesaan. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Koodinator Bidang Kesejahteraan Rakyat No. 54 Tahun 2014 tentang Pedoman Umum Raskin 2015. Bahwa pemerintah melalui kebijakan program raskin tersebut, melakukan pengalokasian bantuan raskin, sebagai bentuk respon serta antisipasi terhadap meningkatnya rakyat miskin di perdesaan, terutama di Desa Ngali Kecamatan Belo Kabupaten Bima tersebut. Mengingat rakyat miskin di desa ngali mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal yang mencakup, pelaksanakan pelayanan program raskin di Pemerintah Desa Ngali Kecamatan Belo Kabupaten Bima, faktor penghambat atau pendukung yang dihadapi didalam pelaksanaan pelayanan program raskin di Pemerintah Desa Ngali dan untuk mengetahui dampak pelayanan program raskin di Pemerintah Desa Ngali Kecamatan Belo Kabupaten Bima.   Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis deskriptif. Dalam mencari data, diperoleh melalui informan yang terdiri dari Kepala Desa Ngali. Aparatur Kelurahan Desa Ngali pelaksanaan pelayanan program raskin, masyarakat Desa Ngali. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan metode yaitu : observasi, wawancara dan dokumentasi-dokumentasi yang berada di lapangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan cara mengumpulkan dan mengecek data yang diperoleh dari lapangan, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh peneliti melakukan pengecekan data dengan cara sebagai berikut keikutsertaan peningkatan ketekunan dan triangulasi dan menggunakan bahan referensi.   Hasil penelitian ini dapat di tarik kesimpulannya sebagai berikut. Pertama, pelaksanaan pelayanan program raskin di Pemerintah Desa Ngali sebagai langkah yang strategis maupun operasional atau kebijaksanaan menjadi kenyataan guna mencapai sasaran dari program yang ditetapkan meliputi: a) Pelaksanaan pelayanan program beras miskin (raskin), b) prosedur pembayaran raskin, c) pelaksanaan pelayanan raskin, d) pemantauan dan pengaduan program raskin. kedua, hambatan dan pendukung yang dihadapi dalam pelaksanaan pelayanan program raskin di Pemerintah Desa Ngali dalam proses pelaksanaan pembagian bantuan beras tersebut tidak sesuai seperti yang di kehendaki bahwa masih terdapat masalah yang dapatmenghambat proses pelaksanaanpembagian program raskinyaitu, kendala pengambilan beras dan penebusan uang beras, ketidak disiplin, ketidak tepatan sasaran, manipulasi data. sedangkan faktor  pendukung pelaksaan pelayanan program raskin yaitu kerjasama aparatur kelurahan dan masyarakat, adanya SOP (Standar Operasional Prosedur). Ketiga, dampak pelayanan program raskin di Pemerintah Desa Ngali, Ada sebagian masyarakat Desa Ngali Kecamatan Belo Kabupaten Bima (NTB) yang mengeluh bahwa pembagian beras raskin tidak menentu atau tidak rata, hal itu dikarenakan bahwa beras raskin yang turun terbatas sehingga pembagian beras raskin tidak rata,  ketidak mampu menbayar raskin, ketidak adilan dalam menyalurkan sebagian masyarakat Desa Ngali Kecamatan Belo Kabupaten Bima (NTB) yang mengeluh bahwa pembagian beras raskin tidak menentu atau tidak rata, rasin. Meski dengan demikian masihterdapatcitrapositifnyayaitubantuan kebijakan program Raskin dari pemerintah sudah jelas dapat membantu dan mengurangi beban pengeluaran pendapatan rumah tangga sasaran untuk kebutuhan pangan pokok mereka. Sehingga sedikit demi sedikit bisa meningkatkan  kesejahteraan dikalangan masyarakat penerima manfaat agar menjadi lebih baik di kehidupan ekonominya. Saran yang diberikan peneliti setelah melakukan penelitian yaitu: Untuk Pemerintah Desa Ngali, dalam menjalankan suatu program khususya raskin, sebaiknya dipahami secara mendalam buku tentang Pedoman Umum Raskin, karena pada kenyataan terjadi banyak penyimpangan. Maka dari itu pemerintah desa harus lebih baik lagi dalam melayani masyarakat tidak hanya berbicara saja tapi harus bertidak sehingga masyarakat merasa puas dengan apa yang di kerjakan

    PARTISIPASI MAHASISWA DALAM MENGIKUTI PEMILU RAYA BERBASIS E-VOTE DI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    RINGKASAN   Septikurniawan, Ardhana.. 2018. Partisipasi Mahasiswa dalam Mengikuti Pemilu Raya Berbasis Evote di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang..Skripsi, JurusanHukum Dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ketut Diara Astawa.S.H., M.Si., (II) Dr. SitiAwaliyah, S.Pd., SH., M.Hum.,.   Kata Kunci: Pelaksanaan Pemilu Raya dan Evote   Pemilu raya merupakan pesta demokrasi yang ada di setiap daerah bahkan Negara. Dalam pemilihan umum raya Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang menjadi ajang yang sangat dinanti oleh para mahasiswa karena antusias dalam menyelenggarakan pemilu raya ini sangatlah besar sehingga dapat membangun partisipasi dalam diri mahasiswa untuk perubahan yang lebih baik kedepannya. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dalam hal ini juga ikut andil dalam penyelenggaran Pemilu. Pelaksanaan pemilu raya pada tahun 2017menggunakan sistem yang berbeda dengan Fakultas-Fakultas yang ada di Universitas Negeri Malang yakni menggunakan sistem berbasis Evote, namun hal ini tidak didukung dengan partisipasi mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial dibuktikan dengan Daftar Pepilih Tetap yang didapat dari Fakultas terutama Fakultas Ilmu Sosial terdapat 6.689 daftar pemilih aktif, namun yang terjadi dilapangan hanya sebanyak 2.873 Pemilih (Data diperolehdari Tim KPF 2016). Maka dari itu peneliti ingin mengetahui tentang Partisipasi Mahasiswa Dalam Mengikuti Pemilu Raya Berbasis Evote di Fakultas Ilmu Sosial Universitas negeri Malang.   Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk (1) mengetahui Prosedur Pelaksanaan Pemilu Raya di Fakultas Ilmu Sosial menggunakan sistem E-Vote,(2) mengetahui berbagai alas an Mahasiswa berpartisipasi dalam mengikuti pemilu raya di FakultasI lmuS osial Universitas Negeri Malang, (3) mengetahui berbagai alasan Mahasiswa berpartisipasi dalam mengikuti pemiluraya di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang.   Penelitian ini  menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data penelitian yang berupapaparan data dilakukan dengan teknik wawancara, obervasi dan dokumentasi. Instrumen yang digunakanu ntuk mengumpulkan data berupa insrumen manusia, yaitu peneliti sendiri, dan untuk mengumpulkan data peneliti mewawancarai Ketua Komisi Pemilihan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang dan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang.   Berdasarkan hasil penelitian diperoleh tujuh simpulan hasil penelitian sebagai berikut, (1) Prosedur pelaksanaan pemilihan umum raya di Fakultas lmu Sosial Universitas Negeri Malang dengan menggunakan system E-vote. (2) Alasanma hasiswa berpartisipasi dalam pemilihan umum raya di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang ini adalah  (a) ingin menerapkan asas demokrasi, (b) percaya pada calon yang mendaftar, (c) bentuk penyampaian aspirasi, (d) sebagai teman dekat. (4)Dalam berpartisipasi pasti ada juga yang namanya tidak berpartisipasi, alasan – alas an mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial tidak berpartisipasi pada saat pemilihan umum raya di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang dikarenakan beberapa faktor, diantaranya adalah ebagai berikut, yakni (a) focus untuk kuliah, (b) Kartu Tanda Mahasiswa hilang, (c) Faktor lingkungan, (d) pulang kampung, (e) tidakm engenal calon, (f) adanya calon tunggal.  

    Penanaman Nilai-Nilai Kearifan Lokal Melalui Pementasan Drama Tradisional Besutan di Kabupaten Jombang

    No full text
    ABSTRAK   Kesenian Besutan merupakan kesenian khas dari Kabupaten Jombang yang merupakan cikal bakal dari Ludruk sekaligus pengembangan dari kesenian Lerok. Kesenian Besutan identik dengan tokohnya yaitu Besut, Rusmini, Man Gondo, dan Sumo Gambar. Di dalam pertunjukan Besutan ditengarai banyak mengandung nilai-nilai kearifan lokal yang ada di dalam masyarakat, karena cerita yang dibawakan juga dekat dengan kehidupan sosial masyarakat. Proses penanaman nilai-nilai kearifan lokal melalui kesenian Besutan terjadi sepanjang pertunjukan itu berlangsung yaitu melalui, bahasa verbal dan simbol-simbol yang digunakan seperti simbol dalam kostum, tata rias, maupun adegan pertunjukan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk (1) menjelaskan karakteristik drama tradisional Besutan (2) menjelaskan pementasan drama tradisional Besutan di Kabupaten Jombang, (3) menjelaskan nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam kesenian Besutan, dan (4) menjelaskan proses penanaman nilai-nilai kearifan lokal melalui kesenian Besutan di Kabupaten Jombang, dan (5) kendala dan upaya dalam proses penanaman nilai-nilai kearifan local melalui pementasan drama tradisional Besutan di Kabupaten Jombang. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Lokasi yang dipilih sebagai tempat penilitian adalah Komunitas Tombo Ati dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Prosedur yang dilakukan untuk mengumpulkan data adalah dengan teknik observasi, teknik wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri. Kegiatan analisis data dimulai dari melakukan reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan uji kredibilitas dengan peningkatan perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, dan triangulasi. Temuan penelitian dalam penelitian ini menghasilkan lima pembahasan, yaitu (1) karakteristik drama tradisional Besutan merupakan kesenian yang berkembang dari kesenian Lerok yang kemudian menjadi cikal bakal Ludruk (2) pementasan drama tradisional Besutan di Kabupaten Jombang terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup, (3) nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam kesenian Besutan yaitu nilai sosial, nilai etika, nilai religi, kerja keras, jujur, cinta tanah air, dan cinta lingkungan, (4) proses penanaman nilai-nilai kearifan lokal melalui kesenian Besutan di Kabupaten Jombang terjadi sepanjang pementasan Besutan itu sendiri, yaitu melalui bahasa verbal dalam kesenian Besutan dan simbol-simbol yang ditampilkan dalam Besutan, dan (5) kendala dalam penanaman nilai-nilai kearifan local melalui pementasan drama tradisional Besutan di Kabupaten Jombang adalah tidak banyaknya event atau kegiatan yang bisa digunakan sebagai ajang untuk mementaskan Besutan, peminat Besutan juga tidak terlalu besar hanya berasal dari kalangan tertentu, serta penggunaan dialek khas Jombangan yang kental dalam dialog Besutan. Sedangkan upaya yang dapat dilakukan dalam mengatasi kendala penanaman nilai-nilai kearifan lokal melalui pementasan drama tradisional Besutan di Kabupaten Jombang adalah pemerintah bekerjasama dengan kelompok teater yang ada di Jombang, pemerintah juga memfasilitasi kelompok teater yang akan mementaskan Besutan, dan memanfaatkan waktu riding untuk melatih penggunaan dialek khas Jombangan terlebih dahulu. Saran yang dapat peneliti berikan dalam penelitian ini adalah pihak pemerintah harus terus mendukung kesenian Besutan dan kesenian lain di Kabupaten Jombang, agar kesenian tersebut masih bisa bertahan dan lebih akrab dengan masyarakat Kabupaten Jombang. Dan pihak pelaku kesenian juga harus selalu melakukan inovasi agar pertunjukan kesenian tersebut tetap menarik minat masyarakat. Sedangkan masyarakat juga harus ikut selalu melestarikan dan ikut memeriahkan apabila ada acara pertunjukan tersebut

    Upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Bojonegoro Sebagai Kabupaten Ramah Hak Asasi Manusia (Human Rights Cities) Bagi Masyarakat Bojonegoro

    No full text
    ABSTRAKAyu, Sely. 2017. Upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Bojonegoro sebagai Kabupaten Ramah Hak Asasi Manusia (Human Rights Cities) bagi masyarakat Bojonegoro. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Nuruddin Hady, SH, M.H (II) Dr. Didik Sukriono, SH, M.Hum.Kata Kunci : Pemerintah Daerah, Human Rights Cities, BojonegoroGagasan tentang human rights Cities, “kota hak asasi manusia”, adalah salah satu inisiatif yang dikembangkan secara global, dengan tujuan melokalkan hak asasi manusia. Gagasan ini didasarkan pada pengakuan terhadap kota sebagai pemain kunci dalam pemajuan dan perlindungan hak asasi dan umumnya mengacu pada sebuah kota yang pemerintahan dan penduduknya secara moral dan hukum diatur dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia. Dalam hukum Indonesia tanggung jawab pemenuhan hak asasi manusia tidak hanya di bebankan kepada Pemerintah Pusat saja, tetapi juga Pemerintah Daerah ikut bertanggung jawab dalam pemenuhan hak asasi manusia.Human Rights Cities salah satunya di praktikan di Kabupaten Bojonegero Jawa Timur. Pada tahun 2015 dan juga 2016 Pemerintah Daerah Kabupaten Bojonegoro mendapakan penghargaan dari Kementerian Hukum dan HAM sebagai Kabupaten ramah hak asasi manusia (Human Rights Cities). Mengenai hal itu, maka di perlukan pembahasan mengenai upaya Pemerintah Daerah Bojonegoro sebagai Kabupaten ramah hak asasi manusia (Human Rights Cities).Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yaitu upaya Pemerintah Daerah Bojonegoro sebagai Kabupaten ramah hak asasi manusia (Human Rights Cities), kendala Pemerintah Daerah Bojonegoro sebagai Kabupaten ramah hak asasi manusia (Human Rights Cities), dan upaya Pemerinah Daerah Bojonegoro mengatasi kendala sebagai Kabupaten ramah hak asasi manusia (Human Rights Cities).Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian yang berupa sumber data primer Human Rights Cities. Pengumpulan data, dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data. Tahap analisis data dimulai dari tahap penelaahan data, tahap identifikasi dan klasifikasi data, dan tahap evaluasi data.Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, Upaya Pemerintah Daerah Bojonegoro sebagai Human Rights Citiesdilaksanakan dengan 1) Peraturan Bupati (Perbup) No. 7 tahun 2015 tentang Bojonegoro Kabupaten Ramah HAM; 2) Peduli HAM Kabupaten Bojonegoro; 3) Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) di Kabupaten Bojonegoro; 4) Festival Hak Asasi Manusia 2016 di kabupaten Bojonegoro .Kedua, kendala Pemerintah Daerah Bojonegoro sebagai Human Rights Citiesadalah sebagai berikut 1) masih adanya pelanggaran HAM yang terjadi di Kabupaten Bojonegoro, seperti kasus pasung, ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), dll; 2) dalam mewujudkan program Human Rights Cities, seperti peduli HAM, RANHAM, dan juga Festival HAM masih ditemukan masalah kordinasi antar dinas dinas yang terkait. Ketiga, upaya mengatasi kendala Pemerintah Daerah Kabupaten Bojonegoro sebagai Human Rights Citiesadalah sebagai berikut kasus pelanggaran HAM diatasi dengan solusi dari pemerintah daerah, dan juga apabila ada masyarakat yang ingin melaporkan kasus HAM bisa menggungakan aplikasi LAPOR kepada Pemerintah daerah yang berbasis online dan juga di laporkan lewat SMS dan telvon Bupat

    Kesenian Reog Kendang di Kabupaten Tulungagung

    No full text
    ABSTRAK   Kata kunci: kesenian, reog kendang, Tulungagung   : Reog Kendang (reog Tulungagung) adalah salah satu kesenian di daerah Tulungagung. Hingga saat ini Reog Kendang belum banyak dikenali masyarakat di luar wilayah Tulungagung. Tidak menutup kemungkinan suatu saat kesenian ini akan berkembang maupun dikembangkan di daerah lain, dengan bentuk dan corak yang sama mungkin juga berbeda. Untuk menjaga berbagai kemungkinan tersebut, diadakan beberapa upaya kearah itu. Salah satu di antaranya berupa pembakuan nama. Karena Reog Kendang milik masyarakat Tulungagung, maka apabila ada orang menyebut Reog Kendang selalu berasiosasi dari Tulungagung. Untuk itulah kiranya sudah sewajarnya apabila nama ini dibakukan atau disempurnakan dari “REOG KENDANG” menjadi “REOG TULUNGAGUNG” agar apabila suatu saat berkembang di daerah luar Tulungagung orang selalu mengetahui bahwa Reog Kendang tersebut berasal dari Tulungagung

    0

    full texts

    859

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇