SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
    859 research outputs found

    KETERLIBATAN LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (LPM) DALAM PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DI DESA KEDUNGWARU KECAMATAN KEDUNGWARU KABUPATEN TULUNGAGUNG

    No full text
    ABSTRAK   Pembangunan dalam arti luas merupakan suatu upaya yang dilakukan secara sadar dan melembaga dalam rangka membangun masyarakat. Dalam hal ini bermakna bahwa pembangunan merupakan sebuah usaha untuk memperbaiki kondisi sebelumnya menuju ke arah yang lebih baik lagi bagi suatu masyarakat serta tindakan yang dilakukan secara terus menerus oleh pihak yang membangun yaitu pemerintah, lembaga masyarakat, dan masyarakat, tentunya tujuannya untuk kesejahteraan bersama. Kesejahteraan suatu masyarakat dapat dilhat dari keberhasilan suatu pembangunan, jadi dapat disimpulakan bahwa pembangunan dapat mempengaruhi kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks penyelenggaraan pemerintah, pembangunan menggambarkan adanya perilaku pemerintah dengan segenap unit dan bagiannya, menjalankan tugas pemerintah, tugas pembangunan dan tugas pelayanan kepada masyarakat. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskripsi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan metode yaitu: observasi, wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan dengan cara mengumpulkan dan mengecek data yang diperoleh dari lapangan, reduksi data dan menyimpulkan. Untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh, peneliti melakukan pengecekan data dengan cara perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan, dan triagulasi.Adapun hasil penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut. Lembaga Pemberdayaan Masyarakat sebagai mitra kerja dari pemerintah desa turut serta berperan dalam rapat musyawarah pembangunan desa. LPM turut hadir pada rapat yang diselenggarakan oleh pemerintahan desa yaitu rapat musrenbangdes, pada saat rapat musrenbangdes dipimpin langsung oleh ketua LPM untuk membahas daftar prioritas usulan kegiatan desa pada tahun berikutnya. Ketua, sekertaris, bendahara, beserta anggota LPM lainnya juga turut dalam rapat tersebut. Dalam musrenbangdes diatas pihak pemerintah desa meminta aspirasi dari seluruh kalangan masyarakat, yang turut serta mengundang ketua RT, Ketua RW dan Kepala Dusun. Setelah memperoleh data usulan masyarakat maka tahap selanjutnya kepala desa membentuk tim penyusun RKP Desa yang bertugas untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) yang akan menentukan prioritas program yang akan dijadikan program kerja pada tahun 2017. Tim yang dibentuk oleh kepala Desa Kedungwaru terdiri dari kepala desa, sekretaris desa, LPM, dan perangkat desa, beserta unsur perempuan. LPM berperan penting dalam pembagunan fisik desa, hingga pada pelaksanaannya di lapangan. Meskipun dalam hal pengawasan adalah tugas dari BPD. Berdasarkan hasil penelitian, LPM membantu pemerintah dalam mengendalikan pembangunan di desa yaitu mengikuti jalannya pembangunan di desa dan membahasnya dalam rapat anggota LPM serta ditulis dalam bentuk laporan tertulis. Selain terlibat dalam pembangunan fisik di Desa Kedungwaru, LPM juga berperan dalam pelaksanaan pembangunan non-fisik di desa Kedungwaru, LPM membantu pemerintahan desa dalam memberdayakan masyarakat, LPM juga membantu masyarakat dengan mendukung usulan masyarakat dalam pembinaan dan pemberdayaan masyarakat Berdasarkan hasil penelitian, Berikut ini saran yang diberikan oleh peneliti. (1) Lembaga Pemberdayaan Masyarakat seyogyanya lebih banyak melaksanakan kajian agar dapat memprioritaskan program pembangunan yang efisien dan tepat sasaran. (2) Pemerintah Desa Kedungwaru diharapkan lebih melakukan pendekatan kepada masyarakat secara personal agar tidak ada masyarakat peduli terhadap pembangunan desa dan nantinya seluruh masyarakat bisa berperan aktif dalam hal pengembangan desa. (3) Dengan adanya berbagai permasalahan dalam hal pembangunan pemerintah Desa Kedungwaru, hendaknya pemerintah sudah memiliki solusi yang tepat agar proses pembangunan desa bisa berlangsung dengan baik

    peran pemuda dalam melestarikan nilai-nilai moral seni budaya jaranan jawa di desa sekoto kecamatan badas kabupaten kediri

    No full text
    ABSTRAK Saputro, Febby . 2018. Peran Pemuda dalam Melestarikan Nilai-nilai Moral Seni Budaya Jaranan Jawa di Desa Sekoto Kecamatan Badas Kabupaten Kediri. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suparlan Al Hakim, M,Si (II) Dr. Yuniastuti, SH., M,PdKata Kunci: Pemuda, Nilai-nilai Moral, Jaranan.Pemuda merupakan generasi penerus bangsa yang seharusnya banyak berpikir dan bergerak untuk menghidupkan serta mengembangkan kebudayaan yang sudah ada untuk memajukan kebudayaan agar tidak termakan oleh masuknya budaya asing yang masuk karena dampak globalisasi. Dalam budaya tertentu selalu ada pesan nilai-nilai moral yang disampaikan. Dalam penelitian ini peneliti memfokuskan kepada penerapan nilai-nilai moral pada budaya jaranan. Jaranan memiliki arti tersendiri yaitu “belajaro seng tenanan” (belajarlah yang sungguh-sungguh). Memang begitu banyak daerah dikabupaten Kediri yang melestarikan budaya ini misalnya di Desa Sekoto Kecamatan Badas Kabupaten Kediri ada beberapa klub seni tari jaranan yang ada yang melestarikan seni budaya  jaranan.Fokus penelitian yang diambil adalah (1) Sejarah seni budaya Jaranan Jawa di Desa Sekoto Kecamatan Bads kabupaten Kediri; (2) Nilai-nilai moral yang terkandung dalam seni budaya Jaranan Jawa; (3) Peran pemuda dalam melsetarikan seni budaya Jaranan Jawa di Desa Sekoto Kecamatan Badas Kabupaten Kediri; (4) Kedala dalam melestarikan seni budaya Jaranan Jawa di Desa Sekoto Kecamatan badas Kabuoeten Kediri; (5) Usaha mengatasi kendala dalam melestarikan seni budaya Jaranan Jawa di Desa Sekoto Kecamatan Badas Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif serta pengecekan keabsahan temuan menggunakan teknik triangulasi.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, pada paparan data dan temuan data, serta pembahasan, maka dapat dijelaskan bahwa (1) Sejarah seni budaya Jaranan Jawa di Desa Sekoto adalah pada tahun 1998 ketika ada gerakan peduli seni budaya Jaranan tetapi hanya sekilas kemudian bubar lagi dan resmi berdiri serta memliki nomor induk resmi pada tahun 2000; (2) Nilai-nilai moral yang terkandung dalam seni budaya Jaranan Jawa disetiap babak memiliki nilai moral yang terkandung didalamnya yaitu (a) babak pertama, ketika bapa melakukan sesuguh nilai moral yang dapat diambil adalah nilai religius dan sikap menghargai, pada tariannya yaitu babak pertama adalah Jaranan yang ditampilkan dengan menampilkan berbagai macam gerak yaitu ada gerak lenggang kangkung, gedrik belakang, gerak tunjang, gedhuk-gedhuk, engklek kebelakang, maju mundur, dan tari payung, nilai-nilai moralnya yaitu, berhati-hati dalam hidup, religius, sikap menghargai, bersyukur, memiliki sikap sosial, memiliki tata krama atau sopan santun, rendah diri, sadar diri, bertaqwa, (b) Babak kedua, yang ditampilkan adalah tarian Jaranan dan Celengan, nilai-nilai moralnya yaitu, kerja keras, tidak ceroboh dalam kehidupan dan memiliki sikap ulet, (c) Babak ketiga, yang ditampilkan adalah tarian Jaranan dan Pentulan, nilai-nilai moralnya yaitu, memiliki sifat menghargai, (d) babak keempat dan penutup biasa disebut dengan rampokan, nilai-nilai moralnya adalah harus mengalahkan sifat angkara murka, dan harus menerapkan kebaikan atau nahi munkar( mencegah angkara murka); (3) Peran pemuda dalam melestarikan seni budaya Jaranan Jawa di Desa Sekoto  sangat aktif dan antusias bahkan sangat viral karena sangat sedikit kalangan tua dan lebih banya kalangan pemuda yang aktif; (4) Kendala dalam melestarikan seni budaya Jaranan Jawa adalah masalah niat, keuangan dan kepemimpinan; dan (5) Usaha mengatasi kendala dalam melestarikan seni budaya Jaranan Jawa yaitu dengan cara memberikan masukan dan penguatan, serta dengan memusyawarahkan. Saran yang dapat diberikan adalah (1) Bagi pemuda Desa Sekoto kecamatan Badas Kabupaten Kediri, sebaiknya seni budaya Jaranan Jawa di Desa Sekoto tetap dijaga kelestariannya agar tetap menjadi icon Kabupaten Kediri dan terus meningkatkan kesadaran niat untuk berbudaya; (2) Bagi sesepuh/tokoh dan pemimpin Jaranan di Desa Sekoto, tidak perlu sungkan untuk membangkitkan semangat pemuda dalam melestarikan seni budaya Jaranan Jawa agar tidak punah, dan terus meyakinkan pemuda bahwa seni budaya Jaranan bukanlah tarian pengabdi setan; (3) bagi Masyarakat Desa Sekoto, tetap mendukung agar pemuda di Desa sekoto terus melestarikan seni budaya Jaranan, harus menghilangkan persepsi bahwa Jaranan adalah pengabdi setan; (4) Bagi perangkat Desa Sekoto, memberikan dukungan kepada paguyuban dan pemuda untuk melestarikan seni budaya Jaranan agar tidak dikenal di Kabupeten Kediri saja

    Pesan Moral Anime Shigatsu Wa Kimi no Uso

    No full text
    ABSTRAK   Anime adalah film animasi dari Jepang, anime cukup terkenal di Indonesia karena beberapa film animasi dari Jepang sempat tayang di televisi Indonesia. Film animasi jepang memliki banyak genre yang beragam yang dibedakan berdasarkan ditujukan untuk umur penonton. nilai (value) yang berlaku dalam suatu lingkungan sosial dan mengatur tingkah laku seseorang. Maria Assumpta menambahkan bahwa pengertian moral adalah aturan aturan (rule) mengenai sikap (attitude) dan perilaku manusia (human behavior) sebagai manusia. Shigatsu Wa Kimi no Uso merupakan salah satu film animasi dari Jepang yang menceritakan tentang kehidupan siswa SMP yang memiliki trauma bermain piano. Film tersebut tayang di stasiun TV Jepang, meskipun tidak tayang di Indonesia tapi film tersebut dapat diakses melalui internet

    ANALISIS SEMIOTIKA CHRISTIAN METZ NILAI-NILAI MORAL FILM KOREA

    No full text
    ABSTRAK   Moral merupakan dasar pemikiran seseorang untuk bertindak . Di mana kedudukan moral sebagai self-control dapat berfungsi dalam merealisasikan apa yang ada pada diri manusia dalam bentuk perbuatan, sikap,  dan lain-lain. Dengan moral segala tindakan akan mudah terkontrol serta terarah, yang kemudian berpotensi untuk menumbuhkan sikap toleransi  antara individu satu dengan yang lainnya

    Hakikat dan Jenis Pondok Pesantren

    No full text
    ABSTRAK  Dewasa ini, ada nada skeptis membahas fungsi dan sumbangsih pesantren bagi bangsa Indonesia. Ada pertanyaan yang hampir selalu muncul bersamaan pembahasan pesantren, yakni seputar fungsi, relevansi, dan jaminan masa depan alumnus pesantren. Padahal, berdasarkan sejarahnya, sejak zaman dahulu pesantren merupakan salah satu pilar penting dalam dunia pendidikan dan kebudayaan Indonesia. Pesantren termasuk lembaga edukasi tradisional yang banyak berperan dalam mewujudkan kemerdekaan dan mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia. Dari rahim pesantren lahir tokoh-tokoh yang turut menjadi deklarator dan motor kemajuan bangsa. Namun, dalam perkembangan mutakhirnya pesantren seperti kehilangan arah dan jati diri dalam mengarungi era modernisasi. Ada beberapa tradisi dalam pesantren yang hilang, yang pada zaman dahulu merupakan elemen penting dalam sistem dan kurikulum pesantren. Mestinya, ketika ada upaya revitalisasi dan optimalisasi beberapa elemen penting dalam pesantren tersebut, sumbangsih pesantren bagi bangsa Indonesia tidak akan dipertanyakan lagi

    Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Festival Kampung Cempluk Desa Kalisongo Kecamatan Dau Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRAK   Hassan, Muhammad. 2018. Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dalam Festival Kampung Cempluk Desa Kalisongo Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (l) Drs. Suparlan Al Hakim, M.Si., (II) Rusdianto Umar, S.H., M.Hum.   Kata Kunci: Nilai-nilai Kearifan Lokal, Pelaksanaan Festival Indonesia adalah negara kepulauan dengan berbagai macam kebudayaan, dengan kearifan lokal yang dimiliki oleh setiap daerah di Indonesia juga sangat beragam. kearifan lokal ini dapat menghilang seiring dengan perubahan dalam masyarakat. Semakin berubahnya masyarakat maka semakin kearifan lokal akan tertinggal. Namun saat ini festival budaya dapat dijadikan salah satu upaya dalam menjaga kelestarian kebudayaan, festival budaya sangat bermanfaat, karena bisa menguatkan identitas atau jati diri suatu daerah, akan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap budaya yang dimiliki. Di Desa Kalisongo terdapat Kampung yang dinamakan Kampung Cempluk, berada di Dusun Sumberjo RW 02 Desa Kalisongo Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Kampung ini merupakan Kampung wisata yang yang mengadakan Festival cempluk dan menjadi cikal bakal kebudayaan bagi Dusun Sumberrejo yang perlu dilestarikan. Festival Cempluk ini menjadi ruang dialog antar budaya sehingga bisa menambah wawasan terkait budaya yang ada di Malang. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui (1) Asal-usul Festival Kampung Cempluk Desa Kalisongo Kecamatan Dau Kabupaten Malang, (2) Pelaksanaan Festival Kampung Cempluk Desa Kalisongo Kecamatan Dau Kabupaten Malang, (3) Nilai-nilai apa sajakah yang terkandung dalam Festival Kampung Cempluk Desa Kalisongo Kecamatan Dau Kabupaten Malang, (4) Bagaimanakah apresiasi masyarakat terhadap Festival Kampung Cempluk Desa Kalisongo Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Tehnik pengambilan data yang digunakan yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi.  Informan dalam penelitian ini yaitu (1) Priyo selaku penggagas festival Kampung Cempluk, (2) Hanafi selaku panitia Festival Kampung Cempluk. Oleh karenanya analisis data dalam penelitian ini menggunakan tehnik pengecekan keabsahan data. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa (1) asal-usul Festival Kampung Cempluk Desa Kalisongo Kecamatan Dau Kabupaten Malang yaitu Desa Kalisongo atau yang akrab disebut Kampung Cempluk ini merupakan Desa bersejarah peninggalan purbakala yang masih bisa diamati berupa reruntuhan candi di Desa Kalisongo, tepatnya Dusun Sumberjo (RT1/1), saat ini keberadaan situs hanya menyisakan sebuah arca Nandi, sebuah pedestal dari Batu Andesit, sebuah Yoni, sepotong balok batu berkronogram, sebuah pilar batu, dan sebuah balik batu polos. Untuk mengangkat nama Kampung Cempluk sebagai Kampung Budaya yang terkenal dan tidak dipandang sebelah mata oleh daerah lain maka dibuatlah program dengan nama Festival Kampung Cempluk (2) pelaksanaan Festival Kampung Cempluk diadakan selama 7 hari yaitu dengan menampilkan kesenian yang diklasifikasikan menjadi lima jenis yaitu pawai budaya Kampung Cempluk, Cempluk berbunyi, Cempluk bersastra, Cempluk bergerak, dan Cempluk bernyanyi, dipersiapkan oleh perangkat desa dan masyarakat dengan dibantu oleh volunter dari berbagai kalangan termasuk mahasiswa (3)  Nilai-nilai yang terkandung dalam Festival Kampung Cempluk Desa Kalisongo Kecamatan Dau Kabupaten Malang yaitu nilai religius, nilai persatuan dan toleransi, nilai budaya, nilai seni serta nilai ekonomi (4) apresiasi masyarakat terhadap Festival Kampung Cempluk Desa Kalisongo Kecamatan Dau Kabupaten Malang begitu tinggi salah satunya yaitu dengan ditetapkannya Festival Kampung Cempluk sebagai salah satu Festival budaya terbaik di Kota Malang dan seluruh Indonesia, selain itu Festival Kampung Cempluk diikuti oleh banyak komunitas seni mulai dari lokal, daerah, hingga international serta pada festival ke-4 Festival Kampung Cempluk  dimeriahkan lebih dari 50 komunitas seni dari seluruh Indonesia. Saran kepada pemerintah adalah Kampung Cempluk merupakan salah satu wisata Kota Malang yang sangat menarik pengunjung lokal hingga internasional sebaiknya pemerintah bisa memberikan bantuan dan dukungan serta memfasilitasi keperluan yang memadai untuk diadakan Festival Kampung Cempluk supaya dapat menjadi ikon Kabupaten Malang yang banyak dikenal masyarakat internasional, Saran kepada penggagas Kampung Cempluk sebaiknya lebih jika dapat menerima sponsor namun catatan tidak boleh campur tangan dalam proses pelaksanaan kegiatan Festival Kampung Cempluk tetapi dapat mempromosikan produk Festival Kampung Cempluk, Mayarakat Kampung Cempluk sebaiknya berperan lebih aktif lagi agar proses pelaksanaan Festival lebih baik

    UPAYA REKONSILIASI PEMERINTAH TERHADAP PARA PELAKU DAN KORBAN KASUS PELANGGARAN HAM

    No full text
    RINGKASAN Pelanggaran HAM berat di Indonesia sudah sangat memperhatinkan.Bangsa  Indonesia menghargai dan memberikan kebebasan yang sama kepada setiap warganya  untuk menerapkan HAM selama kebebasan itu tidak menggangu orang lain.Karna Indonesia itu terkenal dengan negara penegak hukum  yang perlahan mulai pudar,karna banyak faktor yang menyebabkan pudarnya penegakan hukum di Indonesia khususnya dalam penegakan HAM.Departemen hukum dan HAM, aparat penegak hukum, lembaga Rekonsiliasi, lembaga/ komisi HAM (KOMNASHAM) adalah semua pihak yang harus bertanggung jawab.Dilema antara pengakuan keberadan HAM saat ini menjadi permasalahan yang menjadi faktor masalah yang berlarut-larut. Kata Kunci : hak asasi manusia, penegak hukum, pengakua

    KURIKULUM HUKUM UNTUK MENGATASI LEMAHNYA PENDIDIKAN HUKUM DI INDONESIA

    No full text
    RINGKASAN Pada artikel ilmiah ini disajikan informasi mengenai solusi praktis penanganan masalah lemahnya pendidikan hukum di indonesia. Solusi tersebut adalah kurikulum hukum. Kurikulum ini merupakan sebuah program pendidikan yang berisi rancangan pelajaran hukum. Hasil akhir dari penerapan kurikulum hukum ini adalah menciptakan warga negara indonesia yang paham akan hukum dan meminimalisasi pelanggaran hukum

    PERANAN GURU PPKN DALAM MENANGGULANGI MASALAH KENAKALAN REMAJA DI SEKOLAH MELALUI PERANAN PERSEPSI

    No full text
    RINGKASAN Pada artikel ilmiah ini disajikan informasi mengenai pernanan guru PPKn dalam menanggulangi kenakalan remaja di sekolah. Upaya tersebut direalisasikan melalui peranan persepsi dalam proses belajar dan pembelajaran yang dilakukan oleh guru PPKn. persepsi sangat diperlukan dalam proses belajar dan pembelajaran, karena dari persepsi tersebut pendidik dapat mengetahui seberapa pemahaman peserta didik tentang materi yang sudah diajarkan . Penerapan proses belajar dan pembelajaran yang menitik beratkan pada peranan persepsi ini dapat dilakukan didalam maupun diluar kelas. Hasil akhir dari proses tersebut adalah pemahaman peran guru terhadap peserta   didik tentang bagaimana buruknya  kenakalan remaja yang terjadi di sekolah

    PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PERMAINAN EGRANG DI KOMUNITAS GUBUK BACA LENTERA NEGERI DESA SUKOLILO KECAMTAN JABUNG KABUPATEN MALANG

    No full text
    RINGKASAN Sasmito, Adi. 2018. Penerapan Pendidikan Karakter Malalui Permainan Egrang di Komunitas Gubuk Baca Lentera Negeri Desa Sukolilo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Prodi PPKn, Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Siti Awaliyah S.H, M.Hum, (2) Drs. Suparlan Al Hakim M.Si.   Kata Kunci: Gubuk Baca Lentera Negeri, Permainan Tradisional Egrang, Penerapan Pendidikan Karakter. Budaya dan kesenian harus tetap dilestarikan karena dengan budaya dan kesenian dapat membentuk karakter seseorang. Banyaknya kasus yang mencerminkan pembentukan karakter yang tidak baik mebuat pendidikan karakter sangat penting. Gubuk Baca Lentera Negeri merupakan komunitas yang bergeraka dalam bidang pendidikan yang mengajak anak-anak untuk gemar membaca dan mengenalkan budaya, kesenian, cinta lingkungan serta permainan tradisional egrang kepada anak-anak. Minimal dengan begitu dapat membentuk karakter anak melaui kegiatan membaca, mengenalkan budaya dan permainan tradisional egrang. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) menjelaskan asal-usul permainan tradisional egrang di Gubuk Baca Lentera Negeri Desa Sukolilo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang, (2) menjalaskan tata cara permainan egrang di komunitas Gubuk Baca Lentera Negeri Desa Sukolilo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang, (3) menjelaskan nilai-nilai karakter yang terkandung dalam permainan egrang di komunitas Gubuk Baca Lentera Negeri Desa Sukolilo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang, (4) menjelaskan penerapan pendidikan karakter melalui permainan tradisional egrang di komunitas Gubuk Baca Lentera Negeri Desa Sukolilo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang, (5) menjelaskan kendala penerapam pendidikan karakter melalui permainan egrang di Komunitas Gubuk Baca Lentera Negeri Desa Sukolilo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Pendekatan dalam penelitian ini adalah penelitian Kualitatif dengan jenis peneilitian diskriptif. Lokasi penelitian yang di pilih oleh peneliti dalam penelitian ini adalah Gubuk Baca Lentera Negeri Desa Sukolilo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang, serta gubuk baca binaan Gubuk Baca Lentera Negeri seperti Gubuk Baca Gang Tato dan Gubuk Baca Anak Alam yang masih dalam satu Kecamatan Jabung. Sumber data yang diperoleh dalam peneitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Prosedur yang dilakukan untuk mengumpulkan data adalah dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.  Kegiatan analisis data dimulai dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Agar data yang diperoleh tidak diragukan kebenaranya maka dilakukan pengecekan keabsaahan temuan yaitu dengan meningkatan ketekunan, triangulasi, mengunakan bahan refrensi. Temuan penelitian menghasilkan empat pembahasan, yaitu (1) asal-usul permainan egrang di Gubuk Baca Lentera Negeri mulai dari awal hingga terciptanya tarian egrang, (2) tata cara memainkan permainan egrang di Gubuk Baca Lentera Negeri yaitu mulai tahap persipan, tahap pelaksanaan, tahap penutup. (3) nilai-nilai karakter yang terkang dalam permainan egrang di Gubuk Baca Lentera Negeri mengadung delapan nilai yang baik yang dapat membentuk karakter seseorang yang memainkanya, (4) penerapan pendidikan karakter melalui permainan egrang di Gubuk Baca Lentera Negeri membuat seseorang tidak hanya bermain tetapi dapat belajar dengan apa yang dimainkan, sehingga ketika memainkanegrang  dapat menerapkan pendidikan karakter dan dapat mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari selain bermain egrang. (5) Kendala dalam penerapan permainan egrang. Saran yang dapat diberikan peneliti dalam penelitian ini yaitu Permainan egrang jika diterapkan kepada anak-anak atau seseorang secara tidak sadar mereka akan belajar tentang pendidikan karakter yang terkadung didalamnya. Seseorang memang dapat belajar tentang nilai-nilai kebaikan dari sebuah buku, tetapi tidak banyak orang yang mau mempraktikan dalam kehidupan nyata. Dengan bermain egrang tersebut seseorang dapat belajar nilai-nilai kebaikan dan mempraktikanya secara langsung. Untuk itu suatu pembelajaran juga dapat dibentuk melalui kegiatan belajar sambil bermain dan tidak harus melulu dikenalkan dengan teori-teori yang belum tentu seseorang memperaktikanya. Dalam permainan egrang seseorang langsung dapat belajar dan mepraktikan nilai kebaikan tersebut secara langsung. Ketika seseorang tersebut sudah mengerti niali-nilai tersebut harapanya agar dapat mempraktikan dalam kehidupan sehari-harinya. Jadi jangan pernah malu memainkan permainan tradisonal

    0

    full texts

    859

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇