SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
859 research outputs found
Sort by
PERLINDUNGAN HAK MENGEMBANGKAN DIRI SEBAGAI CIRI DEMOKRASI DI INDONESIA
ABSTRAK Perlindungan HAM menjadi titik fokus utama demokrasi, karena dalam konteks hak asasi manusia setiap warga negara wajib melindungi dan menghormati hak-hak yang dimiliki orang lain termasuk hak dalam mengembangkan diri. Penulisan ini dibuat atas dasar keprihatinan penulis terhadap beberapa pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia walaupun ada beberapa dasar hukum yang telah berlaku. Hal ini dapat dikatakan bahwa Indonesia belum sepenuhnya berhasil dalam mewujudkan demokrasi
PANCASILA SEBAGAI PERWUJUDAN NILAI KARAKTER KEHIDUPAN BANGSA INDONESIA
ABSTRAK Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia ini lahir tidak terlepas dari karakter dan kultur dari masyarakat Indonesia itu sendiri. Sebagai perwujudannya adalah sila-sila yang terdapat di dalam Pancasila yang itu semua menjadi cerminan dari karakter bangsa Indonesia. Istilah Pancasila sendiri pertama kali di cetuskan oleh Ir. Soekarno pada sidang BPUPKI pada tanggal 1 Juli 1945. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila adalah nilai yang yang hidup dan tumbuh didalam pribadi bangsa Indonesia yang merupakan karekter asli bangsa Indonesia yang di jadikan ideologi dan pandangan hidup bersama bangsa Indonesia. Dalam menentukan semua hal kebijakan negara yang terkait dengan hukum, politik, sosial dan budaya harus berdasarkan atas nilai dan norma yang ada pada Pancasila sebagai tolak ukur. Tanpa adanya tolak ukur yang jelas maka kehidupan bangsa ini akan kehilangan arah dan tujuan yang telah di sepakati bersama sebagai cita-cita bangsa yaitu yang termuat dalam Pancasila yang secara umum termuat dalam pembukaan dan pasal-pasal yang termuat dalam UUD 1945
Program Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Mulyorejo dalam Memberdayakan Masyarakat di Kelurahan Mulyorejo Kecamatan Sukun Kota Malang
ABSTRAK Siswanto, Edi. 2018. Program Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Mulyorejo (LPMK) dalam Memberdayakan Mayarakat di Kelurahan Mulyorejo Kecamatan Sukun Kota Malang. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Edi Suhartono, SH., M.Pd (II) Dr. A. Rosyid Al Atok, M.Pd., MHKata Kunci: Program Pemberdayaan, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang.Kelurahan merupakan wilayah kerja lurah sebagai perangkat daerah kota dalam wilayah kerja kecamatan. Dalam kelurahan terdapat Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) yang bertugas untuk melakukan pemberdayaan terhadap masyarakat. Pemberdayaan merupakan suatu upaya untuk mewujudkan kemampuan dan kemandirian masyarakat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendiskripsikan program LPMK Mulyorejo dalam memberdayakan masyarakat, mendiskripsikan proses pelaksanaan program LPMK Mulyorejo, mendiskripsikan faktor pendukung program LPMK Mulyorejo, mendeskripsikan faktor penghambat program LPMK Mulyorejo dan mendiskripsikan upaya yang dilakukan LPMK Mulyorejo dalam menghadapi hambatan yang ditemukan dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber datanya diperoleh melalui informan dan dokumen-dokumen.Informan pada penelitian ini yaitu Lurah Mulyorejo, Sekretaris Lurah, perangkat Kelurahan Mulyorejo, Ketua LPMK Mulyorejo dan masyarakat setempat. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles dan Huberman. Caranya yaitu dengan mengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan diakhiri penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan cara triangulasi.Berdasarkan data yang telah dikumpulkan diperoleh temuan penelitian sebagai berikut. Pertama, program Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Mulyorejo ada dua macam program, yaitu program pavingisasi dan program pembuatan batik tulis. Kedua, proses berjalannya program pavingisasi ini secara keseluruhan berjalan dengan lancar karena Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Mulyorejo membentuk tim khusus untuk membantu merencanakan dan mengerjakan proses pavingisasi dari tahap awal hingga tahap akhir. Sedangkan proses berjalannya program pembuatan batik tulis sangat sederhana sekali, proses pembuatannya hanya tiga tahap yaitu tahap menggambar, tahap menyanting dan tahap pewarnaan.Ketiga,Faktor yang penunjang keberhasilan program pavingisasi ini adalah dana yang dianggarkan untuk pavingisasi ini ada dan sudah dianggarkan oleh pemerintah kota, selain itu kerjasama yang baik antaraLPMKmulyorejo dengan Kelurahan Mulyorejo dan dengan masyarakat setempat. Faktor penunjang program pembuatan batik tulis yaitu adanya bantuan pemasaran dari Wali Kota Malang serta adanya pameran untuk menambah pemasaran.Keempat,Faktor penghambat keberhasilan program pavingisasi yaitu dana yang turun dari Pemerintah Kota itu tidak turun secara langsung, artinya dana tersebut turun secara bertahap sehingga dapat memperlambat program pavingisasi, selain itu adanya segelintir masyarakat yang merasa acuh dan terlalu individualisme juga menjadi penghambat dari keberhasilan program pavingisasi. Faktor penghambat program pembuatan batik yang paling utama yaitu pemasaran yang belum lancar karena selain banyaknya batik di pasaran, harga batik tulis yang bisa dikatakan sedikit lebih mahal dari batik cap atauprinting.Kelima,Upaya yang dilakukan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Mulyorejo dalam menghadapi hambatan yang ada dalam program pavingisasi yaitu bekerjasama dengan toko bangunan dan melakukan pendekatan kepada masyarakat. Sedangkan upaya dalam menghadapi dalam program pembuatan batik tulis yaitu dilakukan dengan pembuatan brosur untuk dibagikan kepada masyarakat atau instansi agar batik tulis tersebut bisa dikenal oleh masyarakat luas.Saran yang diberikan peneliti setelah melakukan penelitian ini sebagai berikut. Bagi Kelurahan Mulyorejo, sebaiknya berperan secara aktif dalam program pemberdayaan. Bagi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Mulyorejo, sebaiknya memberikan kesempatan yang lebih kepada masyarakat. Bagi Masyarakat, sebaiknya masyarakat ikut berpartisipasi secara aktif agar proses pelaksanaan program pemberdayaan bisa berjalan dengan baik
IMPLEMENTASI POLITIK DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT INDONESIA YANG BERBANGSA DAN BERNEGARA
ABSTRAK Pada perkembangan negara Indonesia yang mengatasnamakan demokrasi ini, istilah politik bukan merupakan hal yang asing lagi bagi masyarakat Indonesia, seiring dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya politik membawa pengaruh yang baik bagi partisipasi politik di Indonesia. Praktik politik di Indonesia berkembang mengikuti mobilitas yang ada di masyarakat, dalam pelaksanaannya terdapat beberapa hambatan yang pada umumnya yaitu kurangnya kesadaran berpartisipasi politik pada setiap individu, kurangnya sosialisasi politik, kurangnya pengetahuan tentang dunia politik, dan anggapan yang negatif pada dunia politik yang ada di Indonesia. Dalam hal ini peran sistem politik sangat penting yaitu mempunyai kegunaan untuk masyarakat Indonesia yaitu membuat suatu kebijakan guna kemajuan kehidupan berbangsa dan bernegara yang berkaitan dengan upaya pemerintah dalam menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengetahuan akan politik serta sosialisasi politik yang tentunya akan berpengaruh pada keaktifan dalam berpartisipasi politik pada setiap individu. Politik memberi jalan untuk bagi para calon pemimpin untuk menyalurkan profesionalismenya di bidang kepemimpinan yang nantinya akan diseleksi melalui partai politik dan dipilih secara langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum secara langsung
Upaya Pemerintah Desa dalam Pembentukan Kampung Anggrek di Desa Sempu Kabupaten Kediri
ABSTRAK Camelia, Irabella. 2017. upaya pemerintah desa dalam pembentukan kampung anggrek di Desa Sempu Kabupaten Kediri. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Didik Sukriono, SH., M.Hum (II) Dr. Edi Suhartono, SH., M.Pd,. Kata Kunci: Pemerintah Desa, Pembentukan, Kampung anggrek Pemerintahan desa adalah penyelenggara urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemerintahan Desa terdiri dari Kepala desa dan perangkat desa. Perangkat desa ini adalah semua golongan yang ikut dalam pemerintah desa seperti halnya Sekertaris Desa (Sekdes) dan perangkat lainya. Perangkat Desa bertugas membantu kinerja Kepala Desa dalam melaksanakan tugas-tugas dan fungsi-fungsi pemerintah desa. Sedangkan Kepala desa disini memiliki peranan yang cukup besar dalam masyarakat, utamanya pada peningkatan pemberdayaan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, (1) dasar pemikiran pemerintah desa terhadap pembentukan kampung anggrek di Desa Sempu Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri, (2) perencanaan dalam pembentukan kampung anggrek di Desa Sempu Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri, (3) faktor-faktor yang yang menjadi pendukung terbentuknya kampung anggrek di Desa Sempu Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskripsi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan metode yaitu: observasi, wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan dengan cara mengumpulkan dan mengecek data yang diperoleh dari lapangan, reduksi data dan menyimpulkan. Untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh, peneliti melakukan pengecekan data dengan cara perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan, dan triagulasi. Adapun hasil penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut, (1) dasar berdirinya kampung anggrek di Desa Sempu ini bertujuan untuk meredam konflik antar pengelola kampung anggrek dan masyarakat sekiar dengan cara melakukan kerjasama dengan pemerintah desa dan untuk membantu perekonomian masyarakat sekitar dengan adanya pengujung yang banyak maka masyarakat sekitar juga bisa menjual produk mereka, (2) perencanaan pembentukan kampung anggrek ini dari pihak pemerintah desa perencanaan kampung anggrek ini masuk kedalam RPJMDes dan juga untuk memajukan desa wisata untuk memaksimalkan potensi desa yang ada. Sedangkan dari pengelola rencananya yaitu untuk mengembangkan anggrek dengan meluaskan pembibitan, penyebaran dan perkembangbiakan tanaman anggrek sehingga Kampung Anggrek diharapkan akan menjadi sektor produsen anggrek terbesar di Indonesia, (3) faktor-faktor pendukung terbentuknya kampung anggrek di Desa Sempu ada beberapa faktor yaitu faktor dari dalam dan faktor dari luar. Pihak yang mendukung terbentuknya kampung anggrek di Desa Sempu merupakan pihak yang berasal dari pengelola kampung anggrek itu sendiri selanjutnya dari pihak pemerintah desa yang bersangkutan dan juga dari warga sekitar. Saran yang diberikan oleh peneliti setelah melakukan penelitian ini antara lain: saran bagi pemerintah desa Sempu, hendaknya pemerintah desa melakukan beberapa kajian lebih lanjut serta melakukan kerjasama-kerjasama dengan pihak-pihak yang menunjang meningkatkan terciptanya progam nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) mandiri pariwisata melalui desa wisata dengan memanfaatkan potensi alam yang menunjang untuk menciptakan objek wisata lain di Desa Sempu. Saran bagi pengelola kampung anggrek, hendaknya pengelola kampung anggrek lebih intens melakukan kerjasama dengan pihak pemerintah desa dalam segi pembangunan ataupun yang lainnya. Saran bagi masyarakat sekitar, hendaknya masyarakat lebih bisa memanfaatkan berbagai peluang dengan adanya Kampung Anggrek tersebut sehingga dapat membantu perekonomian masyarakat sekitar
PERAN KOMUNITAS BEKYAD SEBAGAI GERAKAN KREATIF PENERAPAN NILAI PANCASILA DI DUSUN PREMBAN DESA SUMBERKRADENAN KECAMATAN PAKIS KABUPATEN MALANG
ABSTRAK Dewasa ini globalisasi telah menjangkiti seluruh dunia tidak terkecuali Indonesia. Globalisasi merupakan suatu proses tatanan di dalam masyarakat yang global tanpa mengenal batasan wilayah, letak geografis, serta waktu. Globalisasi mempunyai hubungan dengan peningkatan ketergantungan antar manusia dan bangsa di seluruh belahan dunia melalui berbagai aspek, yaitu perdagangan, pendidikan, investasi, perjalanan, politik, sosial budaya, dan pertahanan keamanan, serta teknologi informasi. Sudah bukan waktunya untuk menyalahkan globalisasi atas kekurangan dan permasalahan bangsa. Sebagai generasi muda haruslah bisa bersatu di dalam suatu organisasi atau komunitas untuk memanfaatkan globalisasi supaya menciptakan kondisi yang adil dan makmur bagi masyarakat Indonesia. Salah satunya seperti yang telah dilakukan oleh anak-anak muda yang tergabung dalam Komunitas Bekyad ini
PERAN RELAWAN DALAM PENERAPAN NILAI PANCASILA PADA KOMUNITAS BEKYAD SERTA MASYARAKAT DUSUN PREMBAN DESA SUMBERKRADENAN KECAMATAN PAKIS KABUPATEN MALANG
ABSTRAK Dewasa ini globalisasi telah menjangkiti seluruh dunia tidakt erkecuali Indonesia. Globalisasi merupakan suatu proses tatanan di dalam masyarakat yang global tanpa mengenal batasan wilayah, letak geografis, serta waktu. Globalisasi mempunyai hubungan dengan peningkatan ketergantungan antar manusia dan bangsa di seluruh belahan dunia melalui berbagai aspek, yaitu perdagangan, pendidikan, investasi, perjalanan, politik, sosial budaya, dan pertahanan keamanan, serta teknologi informasi.Sudah bukan waktunya untuk menyalahkan globalisasi atas kekurangan dan permasalahan bangsa. Sebagai generasi muda haruslah bisa bersatu di dalam suatu organisasi atau komunitas untuk memanfaatkan globalisasi supaya menciptakan kondisi yang adil dan makmur bagi masyarakat Indonesia.Salah satunya seperti yang telah dilakukan oleh anak-anak muda yang tergabung dalam Komunitas Bekyad ini.Kata kunci: Globalisasi, Permasalahan Bangsa ,Generasi Muda, Komunitas Bekyad
Pembelajaran Non-Direktif
ABSTRAK Tujuan pembelajaran non-direktif adalah membantu siswa mencapai integrasi pribadi, produktivitas pribadi dan penghargaan terhadap dirinya. Prosedur pembelajaran yang digunakan adalah interview atau wawancara. Wawancara biasanya dilakukan oleh guru konseling yang lebih mengarah pada hal kehidupan nyata. Model pembelajaran ini juga menggunakan aplikasi model pembelajaran yang dapat berguna diberbagai situasi. Jadi, pendidik diharapkan dapat memahami prosedur serta cara untuk mengaplikasikannya agar dapat mencapai tujuannya
IMPLEMENTASI NILAI – NILAI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN MASA KINI
ABSTRAK Pancasila yang berasal dari nilai-nilai kehidupan masyarakat Indonesia digali para pejuang bangsa untuk dijadikan dasar negara Indonesia yang merdeka. Pancasila yang berarti lima asas atau prinsip dipaparkan oleh Ir. Soekarno pada saat sidang pertama BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada tanggal 29 Mei-1 Juni 1945. Tidak hanya kelima asas itu tadiyang disampaikan oleh Ir. Soekarno, pancasila juga bisa diperas menjadi tiga sila atau trisila dan apabila masih kurang setuju bisa diperas lagi menjadi eka sila. Setelah disepakati bersama bahwa yang diambil adalah kelima prinsip (sila) diatas, maka BPUPKI membentuk panitia kecil yang bertugas untuk mengumpulkan usulan–usulan pada saat sidang pertama BPUPKI dan akan dibahas pada sidang selanjutnya (10-17 Juli 1945). Pada akhir sidang panitia kecil atau panitia Sembilan, panitia ini menyelidiki usulan–usulan dari rumusan dasar Negara yang melahirkan rancangan pembukaan Undang–Undang Dasar Negara Republic Indonesia Yang diberi nama “Mukaddimah” yang disahkan pada tanggal 22 juni 1945 dalam piagam Jakarta atau “Jakarta charter”. Pancasila baru disahkan menjadi dasar negara Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945. Dari nilai-nilai yang terkandung dalam nilai-nilai pancasila haruslah dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan hal itu sebagai upaya antisipasi dari dampak kemajuan zaman yaitu arus globalisasi
Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter Siswa Melalui Full Day School di SMP Negeri 3 Malang
ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan program-program kegiatan penguatan pendidikan karakter siswa melalui full day school di SMP Negeri 3 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data yang digunakan dengan melakukan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh bahwa program penguatan pendidikan karakter bertujuan untuk menumbuhkan karakter yang lebih baik lagi pada diri siswa. Kata Kunci: Implementasi, penguatan pendidikan karakter, full day school ABSTRACT: This research aims to describe the activities of Program Strengthening Character Education Students Through Full day school in SMP Negeri 3 Malang. This research uses qualitative approach with descriptive method, data collection technique, interview, and documentation study. Analyze the data by doing data reduction, data presentation, and deduction of conclusions. The results obtained that there are programs of strengthening character education which aims to cultivate a better character in students. Keywords: Implementation, strengthening character education, full day schoo