SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
859 research outputs found
Sort by
Pesan Moral dalam Anime ShigatsuWaKimi no Uso
ABSTRAK Sholehuddin, Mochammad. 2018.Pesan Moral dalam Anime ShigatsuWaKimi no Uso. Skripsi,Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan,Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1)Dr. Nur Wahyu Rochmadi, M.Pd, M.Si, (2) Dr. Didik Sukriono, S.H, M.Hum, Kata kunci: Moral, Anime, ShigatsuWaKimi no Uso Moral sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat.Untuk menciptakan masyarakat yang memiliki moral yang baik dapat dilakukan dari berbagai aspek kehidupan.Melalui pembelajaran yang diberikanoleh guru, pembelajaran yang diberikan oleh orangtua, kehidupan masyarakat yang baik dan melalui media teknologi.Film memiliki keistimewaan tersendiri sebagai media pembelajaran salahsatunya adalah pendidikan moral,yang dikemas sedemikian rupadandimasukkandidalam film dandiharapkan memilikikandungan nilai moral yang baik.Shigatsuwakimi no uso salah satu jenis film animasi menurut data berdasarkan situs myanimelist.com memiliki rating film dengannilai 8,93dari total nilai 10 poin, dengannilai rating yang cukup tinggi anime shigatsu wakimi no uso harus memiliki cerita yang bagus serta memiliki pesan-pesan moral yang baik pada filmnya. Tujuan penelitian ini adalah : (1) menjelaskanalurceritadari film animasi (anime) shigatsuwakimi no uso.(2)menjelaskanapamuatannilai moral dalam film animasi (anime) shigatsuwakimi no uso.(3)menjelaskancarapenyampaianpesan moral dalam film animasi (anime) shigatsuwakimi no uso. Penelitianinimenggunakanrancanganpenelitiankualitatifdeskriptifdenganmenggunakaknanalisis data Christian Metz danPasaribu.Sumber data penelitianiniialah file film Shigatsuwakimi no uso. Prosedurpengumpulan data meliputi (1) penelitimenonton filmshigatsuwakimi no usodenganseksama, (2) mengumpulkan data menggunakaknteori Christian Metz danPasaribu, (3) mengambilbuktidengan Screenshot, (4) meneliti data secaraseksama, (5) penarikankesimpulan.Proseduranalisis data meliputi, (1) mengumpulkan data dari film, (2) pengklasifikasian data menggunakkanteori Christian Metz danPasaribu, (3)menyederhakan temuan yang sudah ditetapkan berdasarkan permasalahan yang sudah dirumusan.Untukmenjaminkeabsahan data yang diperolehdarihasilpenelitian, penelitimenggunakan bahanreferensi. Berdasarkanhasilanalisis data tersebutdiperolehtigakesimpulanhasilpenelitiansebagaiberikut : (1)AlurceritaberkisardariArimaKousei yang berjuanguntukmenjadipemain piano yang berprestasidanMiyazono Kaori yang berjuanguntukmenjadipemainbiolaberbakat. (2) Muatannilai moral yang terkandungadalahkerjakeras, peduli sosial, komunikatif/bersahabat, pedulilingkungan dan kasih sayang. (3) Cara penyampaianpesan moral melalui dialog yang dilakukan oleh tokoh dan adegan yang dilakukan oleh tokoh. Saran yang diberikan oleh peneliti setelah melakukan penelitian ini antara lain : (1)bagipembaca hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan bacaan tentang nilai moral yang terkandung dalam anime shigatsu wa kimi no uso, (2) bagi jurusan Hukum dan Kewarganegaraan hasil penelitian dapat digunakakn sebagai bahan masukan dalam kegiatan belajar mengajar tentang nilai moral, (3) bagi peneliti selanjutnya penelitian ini diharapkan menjadi landasan serta dapat disempurnakan oleh peneliti selanjutnya yang meneliti tentangnilai moral film anime shigatsu wakimi no uso.
latar belakang Full Day School
RINGKASAN Ilmu pengetahuan dan teknologi di era moderenisasi saat ini telah mengalami banyak perkembangan yang cukup pesat. Hal tersebut dapat dilihat dari perkembangan teknologi yang saat ini mulai menjadi sebuah kebutuhan primer bagi manusia. Perkembangan pengetahuan dan teknologi yang modern saat ini harus didukung dan di iringi dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki mutu dan kualitas yang baik, agar dalam kehidupannya manusia tidak mengalami ketertinggalan baik dalam pengetahuan atau dalam penggunaan teknologi. Peningkatan mutu dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dapat ditingkatkan dan diasah melalui pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan penting bagi manusia saat ini, karena dengan pendidikan manusia dapat belajar mengenai ilmu pengetahuan dan ilmu teknologi yang saat ini telah menjadi kebutuhan utama bagi manusia, sehingga manusia tidak mengalami ketertinggalan baik ilmu pengetahuan maupun ilmu teknologi. Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi setiap manusia, karena dalam pendidikan selain mendapatkan ilmu pengetahuan, ilmu teknologi, pengajaran dan keahlian khusus, manusia juga mendapatkan pertimbangan dan kebijaksanaan yang membuat manusia menjadi lebih berkualitas dan memiliki mutu yang baik dalam keberlangsunga kehidupan di masyarakat. Pendidikan memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap perkembangan dan kemajuan negara, oleh karena itu pemerintah menghimbau agar manusia atau masyarakatnya mampu menempuh pendidikan untuk meningkatkan kualitas dan mutu Sumber Daya Manusianya. Terciptanya pendidikan yang bermutu dan berkualitas tentu memerlukan perhatian dari beberapa aspek seperti mengikuti program yang dikeluarkan oleh pemerintah, khusus di dunia pendidikan begitu banyak program-program khusus diantaranya Bantuan Oprasional Sekolah (BOS), Bantuan Siswa Miskin (BSM), program bina Lingkungan
MENANAMKAN NILAI-NILAI PANCASILA DENGAN MEMPERKENALKAN BUDAYA BANGSA
RINGKASAN Pada artikel ilmiah ini disajikan informasi mengenai solusi praktis dalam penanganan tidak kepedulian masyarakat terhadap jati diri bangsa. Solusi yang dapat diberikan dengan menanamkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan kepedulian masyarakat indonesia terhadap budaya bangsa indonesia. Dalam menanamkan nilai-nilai pancasila merupakan salah satu bentuk perwujudan pancasila dalam tindakan dan kegiatan praktis dalam kehidupan manusia untuk memperkenalkan budaya indonesia. Dalam penanaman nilai-nilai pancasila yaitu untuk membuat individu memiliki kemampuan untuk mengambil sikap sikap yang sesuai dengan Pancasila
MENANGGULANGI KRISIS IDENTITAS NASIONAL DENGAN CARA MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA DENGAN MEMBUAT PERATURAN PEMBERDAYAAN
RINGKASAN Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional. Secara konstitusional, pengembangan kebudayaan untuk membina dan mengembangkan identitas nasional telah diberi dasar dan arahnya, terlepas dari apa dan bagaimana kebudayaan dipahami. Di dunia masih ada bangsa yang belum bernegara. Demikian pula orang-orang yang telah bernegara yang pada mulanya berasal dari banyak bangsa dapat menyatakan dirinya sebagai suatu bangsa. Baik bangsa maupun negara memiliki ciri khas yang membedakan bangsa atau negara tersebut dengan bangsa atau negara lain di dunia. Ciri khas sebuah bangsa merupakan identitas dari bangsa yang bersangkutan. Identitas-identitas yang disepakati dan diterima oleh bangsa menjadi identitas nasional bangsa. Kata Kunci: Bangsa, Identitas Nasiona
PROGRAM PENINGKATAN NASIONALISME DI SMA NEGERI 1 NGANJUK
RINGKASAN Program peningkatan nasionalisme adalah upaya yang digunakan untuk meningkatkan nasionalisme pada generasi muda, agar lebih mencintai bangsa Indonesia dan menjadi penerus bangsa yang akan membangun bangsa Indonesia menjadi lebih baik. Progam yang digunakan untuk meningkatkan nasionalisme pada generasi muda salah satunya ada di sekolah yaitu di SMA Negeri 1 Nganjuk, dari progam yang ada di sekolah progam tersebut digunakan acuan dalam meningkatkan nasionalisme pada generasi muda. Pelaksananaya dilaksanakan oleh seluruh siswa yang ada di SMA Negeri 1 Nganjuk. Pelaksanaan program tersebut berlangsung di lingkungan sekolah dan dimasukan dalam program akademik dan progam non akademik. Siswa melaksanakan program tersebut dengan fasilitas yang ada di sekolah untuk kebutuhan, bakat minat dan kreativitas yang dimiliki siswa untuk dikembangkan dalam sikap nasionalisme yang dimiliki setiap individu
POLA KAMPANYE TIM SUKSES PARTAI KEBANGKITAN BANGSA PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH KOTA MALANG TAHUN 2018
RINGKASAN Rosadi, Siti Aisyah. 2018. Pola Kampanye Tim Sukses Partai Kebangkitan Bangsa Pada Pemilihan Kepala Daerah Kota Malang Tahun 2018. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Sri Untari, M.Si. (2) Dr. Yuniastuti, S.H, M.Pd. Kata Kunci: Pola Kampanye, Partai Kebangkitan Bangsa, Pemilihan Kepala Daerah Partai Kebangkitan Bangsa merupakan partai yang lahir pada era reformasi, khas yang melekat pada partai ini adalah terkesan dekat dengan kalangan nahdliyin, karena partai politik tersebut didirikan oleh kyai-kyai Nahdlatul Ulama yang merupakan organisasi islam terbesar di Indonesia. Partai Kebangkitan Bangsa yang ada di Kota Malang turut serta mengusung calonnya pada pemilihan kepala daerah Kota Malang untuk periode 2018-2023. Salah satu syarat dalam proses pemilihan kepala daerah yaitu adanya kegiatan kampanye yang harus diikuti oleh seluruh partai yang turut serta mengusung calon kandidatnya, dengan tujuan akhir yang ingin dicapai adalah pasangan calon yang diusungnya dikenal secara luas, dan memperoleh kemenangan pada pemilihan kepala daerah Kota Malang,sehingga menarik peneliti utuk membahas pola kampanye tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pola kampanye tim sukses Partai Kebangkitan Bangsa pada pemilihan kepala daerah Kota Malang tahun 2018, yang meliputi (1) pola kampanye yang dilaksanakan oleh tim sukses Partai Kebangkitan Bangsa pada pemilihan kepala daerah Kota Malang tahun 2018; (2) kendala yang dihadapi oleh tim sukses Partai Kebangkitan Bangsa Kota Malang dalam kegiatan kampanye; (3) upaya yang dilakukan oleh tim sukses Partai Kebangkitan Bangsa dalam mengatasi kendala kegiatan kampanye. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengambilan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan adalah dengan cara penjodohan pola, peneliti melakukan penelitian terlebih dahulu, kemudian membandingkan hasil wawancara, dan menyusunnya secara sistematis. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan kegiatan triangulasi sumber dan triangulasi waktu. Tahap-tahap penelitian dimulai dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap penulisan laporan. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama pola kampanye yang dilaksanakan oleh tim sukses Partai Kebangkitan Bangsa pada pemilihan kepala daerah Kota Malang tahun 2018 meliputi (1) konsolidasi partai; (2) konservatif yang terdiri dari blusukan, door to door, dan pengumpulan massa; (3) media kampanye yang terdiri dari media sosial, bahan kampanye, dan alat peraga kampanye. Kedua, kendala yang dihadapi oleh tim sukses Partai Kebangkitan Bangsa Kota Malang dalam kegiatan kampanye meliputi (1) adanya personal-personal yang secara pribadi dalam internal partai tidak mendukung pasangan yang diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa; (2) ditetapkannya kandidat calon wali kota Malang dari Partai Kebangkitan Bangsa sebagai tersangka suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada tanggal 27 Maret 2018; (3) latar belakang dari kandidat calon wakil wali kota yang secara organisasi belum banyak memahami, dan belum dikenal oleh masyarakat luas; (4) tim sukses gabungan yang masih mempunyai ego untuk membesarkan partainya masing-masing; (5) kurangnya pendanaan. Ketiga, upaya yang dilakukan oleh tim sukses Partai Kebangkitan Bangsa dalam mengatasi kendala kegiatan kampanye meliputi (1) pendekatan, menghargai setiap pilihan individu, tidak memaksakan kehendak serta menjalin komunikasi; (2) tetap melaksanakan kegiatan kampanye seperti biasanya walaupun tanpa pasangan kandidat calon wali kota; (3) menyesuaikan kemampuan kandidat calon wakil wali Kota Malang dalam berkampanye; (4) menjalin komunikasi, koordinasi, mengedepankan kebersamaan dan menahan ego dari masing-masing partai; (5) tetap melaksanakan kampanye sesuai kemampuan, inisiatif-inisiatif, kreatifitas dari tim sukses ketika di lapangan, dan berusaha tidak untuk melaksanakan kegiatan yang tidak banyak mengeluakan uang. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan peneliti, maka saran yang diberikan adalah (1) kandidat calon wakil wali kota sebagai orang baru yang terjun dalam dunia politik, seharusnya lebih banyak mempelajari tentang politik dan organisasi supaya dapat menyesuaikan dengan jadwal yang telah ditentukan oleh partai dalam berkampanye ataupun saat menghadapi lingkungan baru; (2) seharusnya sebelum mengusungkan pasangan calon kandidat di pemilihan kepala daerah (pilkada), partai menyeleksi lebih detail mengenai rekam jejak calon yang akan diusung, agar tidak terjadi permasalahan seperti di pilkada tahun 2018; (3) sebagai partai politik gabungan dalam pemilihan kepala daerah (pilkada), seharusnya dari masing-masing partai baik dari PKB, PKS, dan Gerindra sebelum memutuskan untuk bergabung menjadi satu tim dalam mengusung nama pasangan calon kandidat, harus memiliki komitmen untuk selalu bersama-sama menjaga kekompakan dalam memenangkan pasangan kandidat calon yang diusung.
Pengembangan Civic Disposition pada Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka di SMAN 1 Purwosari
Bangsa Indonesia dewasa ini menyadari pentingnya pendidikan untuk mengembangkan potensi sumber daya manusia secara optimal untuk menjadikan insan pembangunan yang berkualitas dan berkarakter. Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam menyiapkan sumber daya manusia yang dapat diandalkan oleh pembangunan suatu bangsa. Oleh karena itu, keberadaan sekolah sebagai lingkungan pendidikan diharapkan dapat memberi kontribusi nyata dalam pengembangan pengetahuan, sikap dan keterampilan siswa sesuai dengan tujuan dari pendidikan nasional. Salah satu pengembangan karakter yang menjadi aspek Pendidikan Kewarganegraan adalah pengembangan civic disposition yang dapat dikembangkan pula pada kegiatan ekstrakurikuler Pramuka. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan: (1) Civic disposition yang dikembangkan dalam kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SMAN 1 Purwosari, (2) Proses pengembangan civic disposition pada kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SMAN 1 Purwosari, dan (3) Hambatan dalam mengembangkan civic disposition pada kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SMAN 1 Purwosari. Pendekatan dan jenis penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan metode yaitu: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah model model Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan lalu diverifikasi. Untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh dari hasil penelitian, peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber maupun triangulasi teknik. Adapun hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) Civic disposition yang dikembangkan dalam kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SMAN 1 Purwosari terdiri dari karakter publik maupun karakter privat. Karakter publik yang dikembangkan dalam kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SMAN 1 Purwosari terdiri dari kepedulian sebagai warga negara, patuh terhadap aturan yang berlaku, berpikir kritis, kemauan untuk mendengar, bernegosiasi, dan berkompromi, serta melakukan tugas kepemimpinan sesuai dengan bakat dan kemauan. Sedangakan karakter privat yang dikembangkan dalam kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SMAN 1 Purwosari adalah bertanggung jawab, disiplin diri, menghargai, mandiri dan jujur. (2) Proses pengembangan civic disposition pada kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SMAN 1 Purwosari dilakukan melalui kegiatan penempuhan SKU Bantara dan laksana, kemah hijau, pengabdian, kegiatan rutin pra-latihan, diskusi, rapat rutinan, konseling, jota-joti, dam latihan gabungan. (3) Hambatan dalam mengembangkan civic disposition pada kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SMAN 1 Purwosari disebabkan oleh masalah kurangnya dukungan dari sekolah, kesibukan anggota Pramuka yang mengikuti lebih dari satu ekstrakurikuler, sehingga peserta didik tersebut sering meninggalkan waktu latihan Pramuka, minat dan antusias dari peserta didik dalam mengikuti kegiatan ekstraklurikuler Pramuka, hal itu terbukti dari ratusan peserta didik di SMAN 1 Purwosari hanya ada 50-80 orang yang mengikuti ekstrakurikuler Pramuka. Hambatan yang terakhir, dikarenakan perspektif peserta didik terhadap ekstrakurikuler Pramuka yang menganggap bahwa kegiatan ekstrakurikuler Pramuka itu menyusahkan karena banyaknya kegiatan penempuhan ataupun kegiatan Pramuka yang hanya bernyanyi dan bermain. Saran yang diberikan oleh peneliti setelah melakukan penelitian ini antara lain: Kegiatan latihan kepramukaan yang dilaksanakan di SMAN 1 Purwosari harus lebih bervariasi lagi, agar kegiatan kepramukaan yang telah dilaksanakan tersebut tidak terkesan monoton; Perlu adanya sosialisi ekstrakurikuler Pramuka kepada peserta didik sehingga dapat menarik minat dan mengubah perspektif peserta didik mengenai ekstrakurikuler Pramuka; Sekolah seharusnya lebih mendukung ekstrakurikuler Pramuka dalam mengembangkan karakter pada peserta didik dengan cara memasukkan pendidikan kepramukaan menjadi ekstrakurikuler wajib sesuai yang dicanangkan dalam Kurikulum 2013
Batik Tulis Mulyorejo Collection (BTMC)
Abstrak Kata Kunci: Batik, Tulis, Mulyorejo, Collection Batik Tulis Mulyorejo Collection merupakan salah satu batik yang berasal dari Kota Malang. Batik Tulis Mulyorejo Collection ini dibuat di Kelurahan Mulyorejo Kecamatan Sukun Kota Malang. Batik Tulis Mulyorejo Collection belum banyak dikenali oleh masyarakat Malang, apalagi masyarakat di luar wilayah Malang Raya. Namun tidak menutup kemungkinan Batik Tulis Mulyorejo Collection ini lambat laun akan dikenali oleh masyarakat Malang sendiri dan masyarakat di luar Malang Raya, dan tidak menutup kemungkinan Batik Tulis Mulyorejo Collection ini akan dikenal sampai ke mancanegara. Agar Batik Tulis Mulyorejo Collection bisa dikenal oleh masyarakat luas, maka dibuatlah suatu pengenalan terhadap Batik Tulis Mulyorejo Collection, salah satunya yaitu dengan pembuatan brosur yang berkaitan dengan Batik Tulis Mulyorejo Collection. Selain itu, brosur ini dibuat untuk mendongkrak pemasaran Batik Tulis Mulyorejo Collection agar bisa bersaing dengan batik-batik lainnya
PERAN KOMUNITAS 1000 GURU MALANG DALAM MEMAJUKAN PENDIDIKAN PEDALAMAN MELALUI PROGRAM TRAVELING AND TEACHING DI KABUPATEN MALANG
Abstrak ABSTRAK: Pendidikan merupakan sarana memperbaiki sumber daya manusia dengan memberikan pendidikan kepada peserta didik secara sistematis. Faktor yang mendukung pendidikan yaitu faktor dari dalam (intern) meliputi kondisi fisik, jasmani maupun rokhani dan faktor dari luar (ekstern) yaitu keadaan lingkungan keluarga, sekolah dan masyrakat. Kedua faktor tersebut harus berjalan seimbang karena mempunyai peranan yang penting untuk menciptakan pendidikan yang dapat mencapai cita-cita nasional. Komunitas 1000 Guru malang merupakan bentuk partisipasi generasi bangsa yang peduli terhadap pendidikan pedalaman di Kabupaten Malang melalui program komunitas yaitu traveling and teaching. Tujuan dilakukan penelitian ini meliputi: (1) latar historis berdirinya komunitas 1000 Guru Malang, (2) program traveling and teaching, (3) peran komunitas 1000 Guru Malang melalui program traveling and teaching, (4) kendala yang dihadapi oleh komunitas 1000 Guru Malang dalam kegiatan traveling and teaching di Kabupaten Malang, dan (5) upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala yang dihadapi oleh komunitas 1000 Guru Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data informan terdiri anggota komunitas, pihak sekolah, dan relawan. Pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mengumpulkan data dan mengeceknya ulang yang diperoleh dilapangan. Hasil penelitian dijabarkan sebagai berikut. Pertama, latar historis berdiri komunitas 1000 Guru Malang merupakan gabungan dari komunitas 1000 Guru di regional Malang, tujuan komunitas yaitu peduli terhadap pendidikan pedalaman. Kedua, program traveling and teaching merupakan kegiatan mengunjungi sekolah pedalaman dan mengunjungi wisata lokal. Ketiga, peran komunitas 1000 Guru Malang melalui program traveling and teaching yaitu: mengajar, pemberian motivasi, penyuluhan gizi, pengobatan gratis, kegiatan pentas seni, dan traveling. Keempat, kendala yang dihadapi oleh komunitas sebagai berikut, miskomunikasi antar anggota tim, relawan, dan sponsorship, relawan yang kurang bertanggungjawab, perizinan, dan kesibukan para anggota. Dan kelima, upaya mengatasi kendala dengan meningkatkan kerjasama yang baik diantara anggota tim, relawan, dan sponshorship. Kata kunci: peran, komunitas 1000 Guru Malang, pendidikan pedalamankegiatan perekonomian nasional maupun internasional seperti hubungan dagang antar negara yang tersandung kebijakan Smooth-Hawley Tariff sehingga kerugian melanda produksi dalam negeri karena tidak lagi memiliki pasar internasional. Hal ini disebabkan adanya dendam dari pedagang luar Amerika Serikat yang dikenai pajak terlalu tinggi ketika produk mereka memasuki pasar Amerika Serikat. Turut sertanya Hoover dalam kegiatan perekonomian yang berlebih semakin membuat kondisi perekonomian Amerika Serikat lebih kacau, hingga akhirnya rakyat yang tidak memiliki rumah karena disita oleh bank mendirikan rumah nomaden terbuat dari kardus dan terpasang di pinggiran kota dijuluki dengan “Hooverville” atau perkampungan Hoover. Dari sini saja sudah cukup menggambarkan bahwa Hoover bukanlah seorang libertarian dan kapitalisme tidak menyebabkan krisis menjadi lebih parah tetapi pandangan ekonomi klasik tidak mampu lagi bertahan digerus depresi ekonomi. Berbeda dari Hoover, Roosevelt mencoba memanfaatkan jabatannya dengan mengeluarkan kebijakan yang lebih sosialis dengan berfokus pada buruh dan pekerjaan umum. Memang pada 1933-1939 panji marxis tengah berkibar di Jerman, namun Roosevelt bukanlah seorang sosialis. Ia mencoba mengembalikan perekonomian dengan bermacam pekerjaan umum dan suntikan dana kepada tiap-tiap negara bagian. Fokus utama Roosevelt tidak hanya pada buruh saja tetapi juga pada pegawai kerah putih seperti dalam programnya yakni WPA atau Works Progress Adminsitartion pada tahun 1935. Meskipun banyak yang menuduh bahwa Roosevelt telah kehilangan jati diri liberalisme sebagai pemimpin Amerika Serikat, mereka lupa bahwa terdapat ekonom kenamaan asal Cambridge yakni Keynes dengan pandangan Keynessian mengemukakan bahwa “laissez-faire” adalah pemikiran yang bagus akan tetapi tidak akan bertahan lama karena sebuah negara dalam mengatur perekonomian membutuhkan sentuhan pemerintahnya. Roosevelt bukanlah sosialis, ia juga terang-terangan tidak mengikuti pandangan Keynes akan tetapi setiap kebijakan yang tetapkan merupakan contoh sempurna untuk mengetahui wujud dalam pemikiran Keynessian. Tahun 1939 perekonomian tetap tidak stabil tetapi masih lebih baik dibanding pemerintahan Hoover karena banyak buruh yang mendapat pekerjaan dan investasi infrastruktur yang masih berfungsi hinggga sekarang telah difungsikan dengan baik. Meskipun demikian, penanganan yang dilakukan oleh dua presiden Amerika Serikat tidaklah mampu mebawa perekonomian menuju arah makmur dan sejahtera. Belum habis persoalan mengenai Great Depression, Perang Dunia II terjadi dan menjadikan Amerika Serikat sebagai sekutu melawan Jepang. Selepas PD II terjadi barulah perekonomian kembali normal, maka yang demikian ini disebut sebagai ekonomi perang yang masih membutuhkan penelitian lebih untuk peneliti selanjutnya
PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MENGATASI MASALAH SOSIAL EKONOMI PADA MASYARAKAT TUNAGRAHITA DI DESA KARANGPATIHAN KABUPATEN PONOROGO
ABSTRAK Kata Kunci : peran pemerintah daerah, sosial ekonomi, tunagrahita Peran pemerintah daerah dalam tugasnya melayani masyarakat merupakan tanggungjawab yang sangat penting ditambah lagi permasalahan yang timbul dalam masyarakat bersifat komplek, salah satunya adalah sosial ekonomi. Sosial ekonomi merupakan kondisi yang terkait dengan pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan. Tingkat sosial ekonomi dalam sebuah masyarakat juga berpengaruh dalam kondisi masyarakatnya salah satunya Masyarakat Tunagrahita di Desa Karangpatihan Kabupaten Ponorogo. Tunagrahita merupakan tingkat kemampuan individual yang tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan normal dan membutuhkan perawatan dan dukungan dari pihak lain karena dalam kategori perkembangan mentalnya tidak sempurna. Justru masyarakat yang memiliki kekurangan tersebut harus mendapatkan perlakuan khusus dari Pemerintah Daerah Kabupaten Ponorogo melalui lembaga pemerintahan yang terkait yakni Dinas Sosial P3A Kabupaten Ponorogo. Penelitian yang berjudul Peran Pemerintah Daerah dalam mengatasi Sosial Ekonomi pada Masyarakat Tunagrahita di Desa Karangpatihan Kabupaten Ponorogo bertujuan mendeskripsikan (1) gambaran umum lokasi penelitian, (2) peran pemerintah daerah dalam mengatasi masalah sosial ekonomi pada masyarakat Tunagrahita, (3) partisipasi pihak lain dalam mengatasi masalah Sosial Ekonomi pada masyarakat Tunagrahita, (4) kendala yang dialami pemerintah daerah dalam mengatasi masalah Sosial Ekonomi pada masyarakat Tunagrahita, dan (5) solusi dari pemerintah daerah untuk mengatasi kendala dalam mengatasi masalah Sosial Ekonomi pada masyarakat Tunagrahita di Desa Karangpatihan Kabupten Ponorogo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan di Dinas Sosial P3A Kabupaten Ponorogo dan Desa Karangpatihan Kabupaten Ponorogo. Sumber data ialah informan, peristiwa, dan dokumen. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tahap analisis data dengan menggunakan pendapat yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman. Keabsahan data dengan perpanjangan pengamatan dan triangulasi. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh empat hasil penelitian sebagai berikut. (1) Peran pemerintah daerah dalam mengatasi masalah sosial ekonomi pada Masyarakat Tunagrahita di Desa Karangpatihan Kabupaten Ponorogo ialah melalui program yang dilaksanakan oleh Dinas terkait yakni Dinas Sosial P3A Kabupaten Ponorogo ialah Pelatihan pembuatan keset dari kain perca dan batik ciprat melalui kerjasama dengan Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita (BBRSBG) “Kartini” Temanggung Provinsi Jawa Tengah. Masalah sosial ekonomi pada penelitian ialah mengenai pekerjaan, pendidikan, dan pendapatan. Pendidikan yang diperoleh ialah berupa ilmu dan pendidikan keterampilan dengan tujuan melatih pola pikir masyarakat Tunagrahita agar dapat berkembang menjadi lebih baik selain itu pemerintah Kabupaten Ponorogo mengirim klien (masyarakat Tunagrahita) ke Unit Pelaksana Teknis ialah BBRSBG (Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita) “Kartini” Temanggung Jawa Tengah untuk dilakukan rehabilitasi, untuk pekerjaan ialah membuat keset yang sudah mandiri dikerjakan oleh masyarakat Tunagrahita di rumah masing-masing dan batik ciprat yang dilaksanakan di Rumah Harapan Karangpatihan sebagai Balai Latihan Kerja bagi masyarakat Tunagrahita dapat dijadikan pekerjaan bagi masyarakat Tunagrahita, dan hasil pembuatan dan pemasaran dari keset dan batik ciprat dapat dijadikan sebagai pendapatan bagi masyarakat Tunagrahita, (2) Partisipasi pihak lain dalam mengatasi sosial ekonomi pada masyarakat Tunagrahita di Desa Karangpatihan Kabupaten Ponorogo ialah dalam bentuk pemberian bantuan dari pihak pemerintah dan non pemerintah ialah berupa sembako, uang, barang, dan baju, (3) Kendala yang dialami pemerintah daerah dalam mengatasi masalah sosial ekonomi pada masyarakat Tunagrahita ialah keterbatasan dana dan kondisi masyarakat Tunagrahita, (4) Solusi pemerintah daerah untuk mengatasi kendala keterbatasan dana ialah melalui kerjasama dengan pihak lain dan solusi untuk mengatasi kondisi masyarakat Tunagrahita di Desa Karangpatihan ialah melalui pelatihan pembuatan keset dan batik ciprat. Saran yang diberikan oleh penulis yaitu (1) Pemerintah Kabupaten Ponorogo hendaknya membuat program baru agar sosial ekonomi pada Masyarakat Tunagrahita di Desa Karangpatihan lebih meningkat serta lebih meningkatkan promosi bukan hanya bekerjasama dengan Dinas Perdagangan dan Industri Kabupaten Ponorogo melainkan bisa melalui pameran-pameran atau penyaluran ke toko maupun pasar atau membuat gallery yang khusus menjual produk atau hasil karya dari Masyarakat Tunagrahita, (2) Pemerintah Desa Karangpatihan hendaknya lebih meningkatkan pada keikutsertaan Masyarakat Tunagrahita dalam pembangunan desa agar mereka bisa berpartisipasi walaupun dalam lingkup kecil, (3) Bagi pihak lain hendaknya memberikan partisipasi tidak hanya dalam bentuk bantuan barang, uang saja melainkan bisa dalam bentuk fisik