SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
859 research outputs found
Sort by
PENDEKATAN MODEL PEMBELAJARAN MASYARAKAT BELAJAR
ABSTRAK. Model pembelajaran Masyarakat Belajar merupakan proses pembelajaran antara individu satu dengan yang lainnya yang saling melakukan komunikasi dua arah . Model pembelajaran Masyarakat Belajar merupakan salah satu komponen CTL (Contextual Teaching Learning, karna dalam konsep CTL menyarankan agar pembelajaran dengan membentuk kelompok. Implementasi masyarakat belajar yaitu dengan membentuk kelompok yang terdiri dari 1 sampai 6 siswa kemudian diberikan sebuah topik bahasan. Kata kunci: pendekatan, model pembelajaran, masyarakat belaja
SISTEM POLITIK INDONESIA
Abstrak: sistem politik Indonesia merupakan rangkaian satu kesatuan yang utuh yang saling mempengaruhi satu sama lain yang tidak bisa dipisahkan. sistem politik Indonesia telah mengalami beberapa kali perubahan mulai dari masa kerajaan, masa kolonialisme, masa orde lama, masa orde baru, dan masa setelah reformasi. dan kesemuanya dipengaruhi oleh faktor pemerintahan yang beralaku. sistem politik Indonesia terdiri dari beberapa embaga tinggi negara, partai politik dan pemilu, hukum serta pemerintahan daerah
PENDIDIKAN KARAKTER ANAK EKS LAPAS DI SHELTER RUMAH HATI DESA JELAK OMBO KECAMATAN JOMBANG KABUPATEN JOMBANG
ABSTRACT: Character education in period now become the primary needs in all aspects of community life. No exception for ex-prison child (Lapas). The purpose of writing is to describe the program and implementation as well as obstacles in the education of children's character ex prison (Lapas) in Shelter Rumah Hati. The method used qualitative research with descriptive approach. Data obtained from the board Shelter Rumah Hati. The purpose of character education in Shelter Rumah Hati is to change the pattern of life and morals of ex-prisoners. There are two programs in the character education of ex prison children in Shelter Rumah Hati, that is: psychological rehabilitation programs and educational rehabilitation programs. In the implementation of the program the child is directly involved in the process. Obstacles to be faced, among others: from the internal (family), external (association), and lack of human resources management. Keywords:Character education, Children ex prison (Lapas), Shelter Rumah Hati ABSTRAK: Pendidikan karakter di zaman sekarang menjadi kebutuhan primer dalam semua aspek kehidupan masyarakat, Tak terkecuali untuk anak eks lembaga pemasyarakatan (Lapas). Tujuan dari penulisan adalah mendeskripsikan program dan pelaksanaan serta hambatan dalampenanaman pendidikan karakter anak eks lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Shelter Rumah Hati. Metode menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh dari pengurus Shelter Rumah Hati. Tujuan pendidikan karakter di Shelter Hati adalah untuk merubah pola hidup dan moral anak eks Lapas. Terdapat dua program dalam pendidikan karakter anak eks lapas di Shelter Rumah hati, yaitu: program rehabilitasi psikologi dan program rehabilitasi pendidikan. Dalam pelaksanaan program tersebut anak dilibat secara langsung dalam prosesnya. Hambatan yang harus dihadapi, antara lain: dari pihak internal (keluarga), eksternal (pergaulan), dan kurangnya SDM pengurus. Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Anak eks Lapas, Shelter Rumah Hat
PERWUJUDAN NILAI-NILAI KEMANUSIAAN OLEH KOMUNITAS PEDULI PENDERITA KANKER PADA ANAK DI MALANG
Abstrak Kata kunci: perwujudan, nilai, kemanusiaan, komunitas Pancasila merupakan kristalisasi dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang dijadikan falsafah dan pandangan hidup masyarakat Indonesia. Perwujudan terhadap sila Pancasila terjadi di lingkungan masyarakat yang diwujudkan dalam bentuk perilaku dan aktivitas manusia. Perwujudan nilai-nilai kemanusiaan dilakukan oleh berbagai aktor, baik individu atau kelompok. Komunitas Sahabat Anak Kanker Malang merupakan salah satu aktor yang bersifat kelompok yang melakukan berbagai kegiatan sebagai bentuk kepedulian terhadap pasien kanker anak. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan perwujudan nilai-nilai kemanusiaan dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh komunitas peduli penderita kanker pada anak di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrument manusia, yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data dan perpanjangan pengamatan. Kegiatan analisis data dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Temuan penelitian sebagai berikut: (1) bentuk-bentuk kegiatan yang dilakukan oleh komunitas Sahabat Anak Kanker Malang, berupa kelas membaca, kelas mendongeng, kelas mewarnai, kelas hasta karya, jenguk jagoan, event bulanan, fallen warriors, mobil jagoan, dan birthday planner; (2) nilai-nilai kemanusiaan yang terdapat dalam berbagai kegiatan, yaitu kepedulian, rasa berbagi, menjunjung persamaan HAM, saling mencintai, saling menghargai dan menghormati, tidak semena-mena pada orang lain, dan tenggang rasa; (3) hambatan yang dihadapi yaitu komunikasi yang susah antara relawan dengan orang tua pasien, pasien yang rewel serta munculnya suasana haru; dan (4) solusi yang dilakukan yaitu memberi pengertian kepada orang tua pasien, relawan bersikap cepat tanggap dan menahan emosi untuk tidak menangis serta membuat suasana menjadi happy
Persepsi Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Publik Di Kantor Imigrasi Kelas I Malang
ABSTRAK RINGKASANDianti, Amalia. 2017. Persepsi Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Publik Di Kantor Imigrasi Kelas I Malang. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan. Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sri Untari, M.Si. (II) Dr. H. Edi Suhartono, SH., M.Pd.Kata Kunci: Persepsi, Kepuasan Masyarakat, Pelayanan PublikPemerintah berkewajiban memberikan pelayanan publik kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, baik kebutuhan barang maupun jasa. Pemerintah dalam memberikan pelayanan publik senantiasa perlu melakukan evaluasi dan benah diri. Maka dari itu perlu disusun indeks kepuasan masyarakat sebagai tolok ukur melakukan evaluasi dan benah diri. Dengan disusunnya indeks kepuasan masyarakat dapat diketahui persepsi kepuasan masyarakat dan unsur pelayanan publik yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan kualitas pelayanannya.Kantor Imigrasi Kelas I Malang memberikan pelayanan publik di bidang keimigrasian berupa penerbitan paspor dan visa. Tidak terkecuali bagi Kantor Imigrasi Kelas I Malang untuk menyusun indeks kepuasan masyarakat sebagai tolok ukur melakukan evaluasi dan benah diri. Maka dari itu perlu disusun penelitian untuk mengetahui persepsi kepuasan masyarakat terhadap proses pelayanan publik di Kantor Imigrasi Kelas I Malang.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data penelitian berupa angka dari hasil kuesioner yang dijelaskan dalam bentuk kalimat, sehingga diperoleh deskripsi hasil penelitian.Teknik analisis penelitian ini menggunakan analisis indeks kepuasan masyarakat yang berpedoman pada Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 25 Tahun 2004 tentang Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah.Sampel penelitian berjumlah 150 responden yang merupakan pengguna layanan di Kantor Imigrasi Kelas I Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, dokumentasi, dan lembar kuesioner.Berdasarkan hasil penelitian, proses pelayanan publik di Kantor Imigrasi Kelas I Malang telah sesuai dengan visi, misi, moto, dan janji layanan. Persepsi kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik di Kantor Imigrasi Kelas I Malang mendapatkan nilai indeks kepuasan masyarakat sebesar 3,08235 dengan nilai konversi indeks kepuasan masyarakat sebesar 77,0587.Hal ini menunjukkan bahwa kantor imigrasi berada pada kategori baik dengan perolehan nilai konversi indeks kepuasan masyarakat yang termasuk dalam nilai interval konversi IKM 62,51 – 81,25 dengan mutu pelayanan B atau baik.Saran bagi Kantor Imgirasi Kelas I Malang adalah dengan meningkatkan kepastian jadwal pelayanan terutama pada tahap wawancara, perekaman sidik jari, dan foto. Meningkatkan sosialisasi pendaftaran antrean online. Penambahan informasi pengambilan paspor dimulai jam 10.00 dan bagi lansia serta balita tidak perlu mendaftar antrean online dalam penerbitan paspor. Selain itu juga menambah lahan parkir kendaraan roda empat
Hubungan Gaya Kepemimpinan Ketua Organisasi dengan Komitmen Pengurus Organisasi Mahasiswa di HMJ Hukum dan Kewarganegaraan Universitas Negeri Malang
ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Gaya kepemimpinan yang dimiliki ketua HMJ HKn Periode 2017; (2) Tingkatan komitmen yang dimiliki pengurus organisasi mahasiswa di HMJ HKn Periode 2017; (3) Ada atau tidaknya hubungan antara gaya kepemimpinan ketua organisasi dengan komitmen pengurus organisasi mahasiswa.Sampel dalam Penelitian ini diambil dari 40 pengurus HMJ Hukum dan Kewarganegaraan Periode 2017. Sumber data diperoleh dari kuisioner, wawancara, dokumentasi. Jenis penelitian ini menggunakan Kuantitatif. Dengan rancangan deskriptif. Penelitian dengan rancangan deskriptif akan mengungkap variabel menggunakan angka kemudian menjabarkan keadaan organisasi mahasiswa di HMJ Hukum dan Kewarganegaraan Universitas Negeri Malang. Selain itu juga menggunakan rancangan korelasional spearman rank yang digunakan peneliti untuk mencari hubungan antar dua variabel yakni antar gaya kepemimpinan dengan komitmen anggota organisasi mahasiswa sehingga dapat diambil kesimpulan. Untuk menjamin kevalidan instrumen pernyataan dalam kuisioner, peneliti meminta validasi oleh pihak yang ahli dalam statistika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, Gaya kepemimpinan yang dimiliki ketua HMJ Hukum dan Kewarganegaraan Periode 2017 tersebut adalah gaya kepemimpinan transformasional. Hal tersebut dapat diketahui berdasarkan beberapa pernyataan yang peneliti ajukan dan dijawab oleh responden yang merupakan pengurus HMJ HKn periode 2017. peneliti telah membuat 9 butir pernyataan yang berupa tindakan nyata yang diprediksi bisa menjadi tolak ukur kecenderungan gaya kepemimpinan yang dimiliki.Kedua, berdasarkan jawaban dari 40 responden terhadap 11 butir pernyataan yang diajukan, pengurus HMJ Hukum dan Kewarganegaraan periode 2017 dapat dikategorikan memiliki komitmen yang tinggi yaitu sebesar 71%. Hal tersebut dapat diukur dengan beberapa instrumen pertanyaan yang memiliki indikator berdasarkan teori yang ada.Ketiga, setelah peneliti mendapatkan beberapa data dari variabel gaya kepemimpinan dan komitmen organisasi, peneliti menggunakan teknik korelasional spearman rank untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara kedua variabel tersebut.Berdasarkan hasil perhitungan untuk membuktikan hipotesis digunakanperhitungan koefesien korelasi derajat hubungan antaravariabel X dan variabel Y. Pada rumus koefesien korelasi rank spearman, dimana, r = koefesien korelasi, N jumlah sampel, = beda peringkat variabel X dan variabel Y. Dalam penelitian ini telah ditemukan r hitung sebesar 0,58 dan r tabel sebesar 0.25, dengan nilai signifikasi sebesar (0.05) Hal ini menunjukkan hubungan yang cukup berarti dan memiliki taraf kepercayaan sebesar 95%. Dengan demikian terdapat korelasi yang positif antara gaya kepemimpinan ketua organisasi dengan komitmen pengurus organisasi mahasiswa. Dengan koefesien determinasiKD = r 2 x 100 % =(0,58)2 x 100%= 30 %, maka faktor lain 70 % merupakan faktor yang perlu menjadi bahan kajian penelitian selanjutnya. Dari koefesien determinasi 30 % jelas menunjukkan gaya kepemimpinan dengan tingginya komitmen pengurus itu terdapat hubungan yang cukup berarti dengan taraf kepercayaan sebesar 95%.Berdasarkan hipotesis H1:ρ≠0 terdapat pengaruh yang signifikan antara kedua variabel tersebut. Berdasarkan penelitian ini, peneliti memberikan saran diantaranya: (1) Bagi pihak organisasi mahasiswa, mengingat akan pentingnya keberlangsungan organisasi mahasiswa yang mana memiliki tujuan dan dasar dibentuknya sebuah organisasi, tentu perlu adanya refleksi serta penerapan suatu tindakan yang tepat dalam memutuskan untuk terlibat pada organisasi tersebut. Dengan adanya gambaran bahwa dengan diberlakukannya gaya kepemimpinan oleh ketua HMJ HKn periode 2017 yaitu gaya kepemimpinan transformasional yang mana dapat menunjukkan tumbuhnya komitmen yang tinggi bagi pengurusnya, tentu gaya kepemimpinan ini layak untuk dijadikan referensi bagi ketua organisasi yang lainnya; (2) Bagi peneliti selanjutnya yaitu perlunya indikator yang jelas dalam penyusunan instrumen pertanyaan, sehingga dapat memudahkan ketika menganalisis data yang telah diperoleh. Selain itu peneliti selanjutnya dapat menunjang data yang telah diperoleh dengan wawancara dan sumber yang kompeten dalam kajian tentang kepribadian.Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan, Komitmen Organisasi, Organisasi Mahasisw
PERAN KEGIATAN KEPRAMUKAAN DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI NASIONALISME PADA SISWA SEKOLAH DASAR
ABSTRAK Degradasi moral dan karakter bangsa mulai terlihat di Indonesia pada saat ini. Banyak daerah mengalami konflik sosial yang tidak sesuai norma yang berlaku di negara ini. Oleh karenanya, pemerintah menggandeng beberapa organisasi yang bergerak dalam hal tersebut untuk bersama-sama mengembalikan lagi tatanan karakter serta jiwa nasionalisme mereka yang mulai roboh oleh globalisasi. Pramuka merupakan salah satu organisasi yang konsen terhadap pembinaan di usia muda. Kegiatan kepramukaan sudah sepatutnya didukung pelaksanaannya oleh semua pihak, terutama orang tua
PANCASILA SEBAGAI PERWUJUDAN NILAI KARAKTER KEHIDUPAN BANGSA INDONESIA
ABSTRAK Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia ini lahir tidak terlepas dari karakter dan kultur dari masyarakat indonesia itu sendiri. Sebagai perwujudannya adalah sila-sila yang terdapat di dalam Pancasila yang itu semua menjadi cerminan dari karakter bangsa Indonesia. Istilah pancasila sendiri pertama kali di cetuskan oleh Ir. Soekarno pada sidang BPUPKI pada tanggal 1 Juli 1945. Nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila adalah nilai yang yang hidup dan tumbuh didalam pribadi bangsa Indonesia yang merupakan karekter asli bangsa Indonesia yang di jadikan ideologi dan pandangan hidup bersama bangsa Indonesia. Dalam menentukan semua hal kebijakan negara yang terkait dengan hukum, politik, sosial dan budaya harus berdasarkan atas nilai dan norma yang ada pada Pancasila sebagai tolak ukur. Tanpa adanya tolak ukur yang jelas maka kehidupan bangsa ini akan kehilangan arah dan tujuan yang telah di sepakati bersama sebagai cita-cita bangsa yaitu yang termuat dalam pancasila yang secara umum termuat dalam Pembukaan dan pasal-pasal yang termuat dalam UUD 1945
PRESEPSI MASYARAKAT TERHADAP EFEKTIVITAS PELAYANAN PROGRAM RASKIN
ABSTRAK Program raskin diluncurkan dalam rangka mengamankan kondisi rawan pangan yang di akibatkan oleh krisis yang berkempanjangan dan menurunnya daya beli masyarakat, dengan tujuan untuk meningkat kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu bahwa masyarakat pada saat ini jauh dari kondisi sejahtera, maka perlu indikator-indikator masyarakat yang telah mencapai kesejahteraan. Usaha-usaha kesejahteraan sosial merupakan suatu organisasi yang formal. Pemberian bantuan dan amal perorangan, walaupun mereka mengadakan usaha kesejahteraan namun demikian tidak terorganisasi secara formal. Juga pelayanan-pelayanan dan bantuan dalam hubungan saling menolong seperti keluarga, sahabat-sahabat, tetangga, kelompok-kelompok kekerabatan dan semacamnya tidak termaksud dalam pengertian struktur kesejahteraan sosial (sebagai sistem sosial untuk memenuhi kebutuhan manusia).Kata Kunci: Presepsi, Masyarakat, Efetivitas, Pelayanan, Program, Raski
PANCASILA SEBAGAI PEDOMAN HUKUM DALAM KEHIDUPAN MASYARAT
ABSTRAK Pancasila merupakan pedoman dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Di samping menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia, Pancasila juga merupakan pedoman hukum yang berlaku di Indonesia. Semua hukum yang dibuat harus sesuai dengan sila-sila Pancasila. Tetapi, pada masa sekarang, kadang-kadang hukum yang dibuat oleh pihak yang berwenang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila. Peraturan perundang-undangan yang dibuat oleh pihak yang berwenang lebih mementingkan kaum golongannya daripada masyarakat. Ini tidak sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam Pancasila