SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
    859 research outputs found

    PANCASILA SEBAGAI PERWUJUDAN NILAI KARAKTER KEHIDUPAN BANGSA INDONESIA

    No full text
     Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia ini lahir tidak terlepas dari karakter dan kultur dari masyarakat Indonesia itu sendiri. Sebagai perwujudannya adalah sila-sila yang terdapat di dalam Pancasila yang itu semua menjadi cerminan dari karakter bangsa Indonesia. Istilah Pancasila sendiri pertama kali di cetuskan oleh Ir. Soekarno pada sidang BPUPKI pada tanggal 1 Juli 1945. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila adalah nilai yang yang hidup dan tumbuh didalam pribadi bangsa Indonesia yang merupakan karekter asli bangsa Indonesia yang di jadikan ideologi dan pandangan hidup bersama bangsa Indonesia. Dalam menentukan semua hal kebijakan negara yang terkait dengan  hukum, politik, sosial dan budaya harus berdasarkan atas nilai dan norma yang ada pada Pancasila sebagai tolak ukur. Tanpa adanya tolak ukur yang jelas maka kehidupan bangsa ini akan kehilangan arah dan tujuan yang telah di sepakati bersama sebagai cita-cita bangsa yaitu yang termuat dalam Pancasila yang secara umum termuat dalam pembukaan dan pasal-pasal yang termuat dalam UUD 1945

    PROGRAM KEGIATAN KOMUNITAS GARUDA (GERAKAN GUSDURIAN MUDA) MALANG DALAM MEMELIHARA KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA DI KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK Astuti, Ratna. 2018. Program Kegiatan Komunitas Garuda (Gerakan Gusdurian Muda) Malang Dalam Memelihara Kerukunan Antar Umat Beragama Di Kota Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Nur Wahyu Rochmadi, M.Pd., M.Si (2) Dr. H. A. Rosyid Al Atok, M. Pd, MH. Kata Kunci : Komunitas, Gusdurian, Kerukunan Antar Umat Beragama Indonesia merupakan negara yang majemuk, perbedaan yang dimiliki menjadi keunikan tersendiri. Kemajemukan Indonesia tersebut meliputi suku bangsa, bahasa daerah, budaya, adat istiadat, hingga perbedaan agama. Ibarat dua sisi mata uang, kemajemukan yang dimiliki Indonesia memiliki sisi positif dan sisi negatif. Sisi positif tersebut adalah Indonesia menjadi negara yang memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan untuk menunjang pembangunan baik masyarakatnya maupun negaranya, namun sisi negatifnya ialah rentannya Indonesia terhadap konflik yang dipicu oleh adanya perbedaan-perbedaan tersebut. Konflik yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan) kerap terjadi di Indonesia karena kurangnya rasa toleransi untuk menerima perbedaan, tak terkecuali konflik antar umat beragama. NKRI yang telah berdiri selama lebih dari 72 tahun harus dijaga keutuhannya, dan tugas untuk menjaga keutuhan NKRI dan menghindarkannya dari segala bentuk upaya yang dapat menimbulkan perpecahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, namun juga menjadi tanggung jawab seluruh warga negara Indonesia. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk merawat keberagaman Indonesia adalah dengan menyebarkan kesadaran bertoleransi. Komunitas Gerakan Gusdurian Muda (GARUDA) merupakan sebuah komunitas yang turut memiliki andil dalam menyebarkan kesadaran toleransi beragama khususnya di Kota Malang. Penelitian yang berjudul “Program Kegiatan Komunitas Garuda (Gerakan Gusdurian Muda) Malang Dalam Memelihara Kerukunan Antar Umat Beragama Di Kota Malang” bertujuan untuk mendeskripsikan (1) latar belakang lahirnya komunitas Gerakan Gusdurian Muda (GARUDA) Malang; (2) program kegiatan yang dilaksanakan oleh Gerakan Gusdurian Muda (GARUDA) Malang dalam memelihara kerukunan antar umat beragam di Kota Malang; (3) faktor pendukung dan kendala pelaksanaan program kegiatan Gerakan Gusdurian Muda (GARUDA) Malang dalam memelihara kerukunan antar umat beragama di Kota Malang; serta (4) solusi dalam mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dari penelitian ini yaitu peristiwa, orang, dan dokumentasi serta metode pengumpulan datanya dengan cara melakukan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data yang digunakan merujuk pada model Miles dan Huberman, dimana aktivitas dalam analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi. Temuan penelitian ini antara lain (1) latar belakang lahirnya komunitas Gerakan Gusdurian Muda (GARUDA) Malang ialah adanya keinginan dari pemuda-pemuda pengagum pemikiran Gus Dur untuk merawat toleransi terhadap kebhinnekaan Indonesia setelah wafatnya sosok Gus Dur; (2) program kegiatan komunitas GARUDA Malang dalam memelihara kerukunan antar umat beragama di Kota Malang yaitu Safari Ramadhan yang merupakan kegiatan kunjungan dan dialog yang dilaksanakan setiap bulan Ramadhan, serta Safari Damai Lintas Iman yang merupakan kegiatan berkunjung ke rumah-rumah ibadah umat lintas agama yang dilaksanakan setiap ada momen perayaan hari-hari besar keagamaan; (3) faktor pendukung pelaksanaan program kegiatan komunitas GARUDA Malang dalam memelihara kerukunan antar umat beragama adalah adanya gotong royong dan kerjasama internal anggota, adanya kerjasama dengan berbagai partner, srta adanya dukungan dari masyarakat, serta kendalanya adalah masalah keuangan untuk pendanaan kegiatan, adanya pihak-pihak yang kontra dengan komunitas GARUDA Malang, serta keanggotaan komunitas yang belum dijangkau oleh semua unsur agama, khususnya Hindu; serta (4) cara yang dilakukan oleh komunitas Gerakan Gusdurian Muda (GARUDA) Malang dalam mengatasi kendala yang dihadapi adalah dengan melakukan fundraising, berwirausaha, dan melakukan pendekatan untuk open recruitmen anggota baru dari agama Hindu. Saran yang diberikan oleh penulis yaitu (1) bagi Pemerintah hendaknya menjadikan hasil penelitian ini sebagai salah satu bahan kajian untuk meningkatkan upaya merawat kebhinnekaan Indonesia; (2) bagi komunitas GARUDA Malang hendaknya melakukan publikasi program kegiatan dalam memelihara kerukunan antar umat beragama secara lebih efektif dan gencar lagi agar semakin banyak masyarakat yang mengetahui, kemudian memperkuat branding image yang baik terhadap komunitas sehingga atensi dan minat masyarakat meningkat sehingga dapat memudahkan saat melakukan open recruitment calon penggerak komunitas GARUDA Malang; dan yang ketiga meningkatkan upaya-upaya mandiri seperti berwirausaha yang lebih beragam lagi untuk mencukupi kebutuhan terkait dana penyelenggaraan kegiatan; serta (3) bagi Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Negeri Malang hendaknya menjadikan hasil penelitian ini sebagai salah satu literatur atau bahan kajian sosial mengenai upaya memelihara kerukunan antar umat beragama

    SOLIDARITAS SOSIAL ANGGOTA KOMUNITAS MOTOR KAWASAKI NINJA 15O BLITAR “SERIKAT NINJA INDEPENDENT”

    No full text
    Dunia otomotif di negara Indonesia semakin berkembang dan bertambah maju seiring dengan berkembangnya zaman, hal ini dapat terlihat dari banyaknya komunitas-komunitas yang ada, contohnya dalam bidang otomotif, komunitas motor. Komunitas motor semakin banyak bermunculan dan berkembang di kota-kota besar maupun kota kecil. Di daerah Blitar terdapat banyak komunitas motor, salah satunya adalah komunitas motor kawasaki ninja 150 Blitar (BNC 150). Komunitas ini terdiri dari pemilik motor ninja 150 cc dan 250 cc yang ada di daerah kota Blitar maupun kabupaten Blitar. Dalam sebuah kelompok masyarakat rasa solidaritas sosial antar anggota itu sangat penting sekali karena dengan solidaritas sosial yang tinggi maka anggota di dalam kelompok tersebut secara tidak langsung memiliki hubungan yang sangat erat sekali seperti hubungan kekeluargaan.Solidaritas dalam komunitas ini meliputi solidaritas mekanis, solidaritas organik, solidaritas internal dan solidaritas eksternal.   Kata kunci: Komunitas, Solidaritas, Solidaritas Sosial

    Nilai Nilai Budaya Sabung Ayam di Desa Nglegok, Kec. Nglegok, Kab. Blitar

    No full text
    Permainan sabung ayam merupakan salah satu permainan yang di sukai oleh sebagian masyarakat desa nglegok. Permainan sabung ayam di lakukan untuk menghilangkan rasa penat sebagian warga desan glegok dari segala aktifitas kesehariannya. Permainan ini juga di gunakan sebagai arena untuk meningkatkan harga jual ayam. Permainan sabung ayam ini masih dilakukan untuk sarana hiburan sebagian masyarakat desa nglegok. Penelitian ini bertujuan (1) Menganalisis asal mula terjadinya budaya sabung ayam (2) menganalisis bentuk dan tata cara permainan sabunga yam (3) menganalisis nilai-nilai dan tujuan yang terkandung dalam permainan sabung ayam (4) menganalisis prospek ke depan dan persepsi masyarakat dari permainan sabung ayam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni: observasi, wawancara, dokumentasi. Jadi data yang digunakan berasal dari para informan, hasil observasi proses permainan sabung ayam tertulis berupa dokumentasi desa. Hasil penelitian ini perolehan kesimpulan bahwa permainan sabung ayam dilakukan sejak tahun 1818 dari zaman cerita rakyat cindelaras dan seorang kamandaka sejak itu permainan sabung ayam disukai oleh banyak pihak dan di teruskan oleh orang-orang yang menyukai permainan ini dan diteruskan sampai sekarang. Di dalam permainan sabung ayam memiliki bentuk dan tata cara sendiri dalam mengatur berlangsungnya permainan sabung ayam. Dalam permainan sabung ayam juga terkandung nilai-nilai dan tujuan antar lain nilai sosial, nilai psikologis, nilai seni, nilai religi, nilai ekonomis. Tujuan dari permainan sabung ayam adalah tujuan sosial, tujuan psikologis, tujuan seni, tujuan ekonomis. Permainan sabung ayam juga menuai pro dan kontra karena dalam masyarakat ada yang menyukai permainan sabung ayam dan tidak. Unsur yang menyebabkan pro dan kontra itu terjadi adalah adanya unsur judi, tetapi semuanya itu adalah sebagian dari sifat rekretif masyarakat yang bertujuan untuk menghibur diri dari kepenatan keseharianya dalam bekerja. Pada dasarnya permainan sabung ayam adalah sebuah budaya yang tetap harus di lestarikan agar generasi yang akan dating dapat melihat dan menikmati budaya sabung ayam.Kata Kunci: Nilai - nilai, Budaya, Sabung Aya

    Nilai Nilai Budaya Sabung Ayam di Desa Nglegok, Kec. Nglegok, Kab. Blitar

    No full text
    Permainan sabung ayam merupakan salah satu permainan yang di sukai oleh sebagian masyarakat desa nglegok. Permainan sabung ayam di lakukan untuk menghilangkan rasa penat sebagian warga desan glegok dari segala aktifitas kesehariannya. Permainan ini juga di gunakan sebagai arena untuk meningkatkan harga jual ayam. Permainan sabung ayam ini masih dilakukan untuk sarana hiburan sebagian masyarakat desa nglegok. Penelitian ini bertujuan (1) Menganalisis asal mula terjadinya budaya sabung ayam (2) menganalisis bentuk dan tata cara permainan sabunga yam (3) menganalisis nilai-nilai dan tujuan yang terkandung dalam permainan sabung ayam (4) menganalisis prospek ke depan dan persepsi masyarakat dari permainan sabung ayam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni: observasi, wawancara, dokumentasi. Jadi data yang digunakan berasal dari para informan, hasil observasi proses permainan sabung ayam tertulis berupa dokumentasi desa. Hasil penelitian ini perolehan kesimpulan bahwa permainan sabung ayam dilakukan sejak tahun 1818 dari zaman cerita rakyat cindelaras dan seorang kamandaka sejak itu permainan sabung ayam disukai oleh banyak pihak dan di teruskan oleh orang-orang yang menyukai permainan ini dan diteruskan sampai sekarang. Di dalam permainan sabung ayam memiliki bentuk dan tata cara sendiri dalam mengatur berlangsungnya permainan sabung ayam. Dalam permainan sabung ayam juga terkandung nilai-nilai dan tujuan antar lain nilai sosial, nilai psikologis, nilai seni, nilai religi, nilai ekonomis. Tujuan dari permainan sabung ayam adalah tujuan sosial, tujuan psikologis, tujuan seni, tujuan ekonomis.  Permainan sabung ayam juga menuai pro dan kontra karena dalam masyarakat ada yang menyukai permainan sabung ayam dan tidak. Unsur yang menyebabkan pro dan kontra itu terjadi adalah adanya unsur judi, tetapi semuanya itu adalah sebagian dari sifat rekretif masyarakat yang bertujuan untuk menghibur diri dari kepenatan keseharianya dalam bekerja. Pada dasarnya permainan sabung ayam adalah sebuah budaya yang tetap harus di lestarikan agar generasi yang akan dating dapat melihat dan menikmati budaya sabung ayam.Kata Kunci: Nilai - nilai, Budaya, Sabung Aya

    Pesan Moral Anime Shigatsu Wa Kimi no Uso

    No full text
    ABSTRAK   Anime adalah film animasi dari Jepang, anime cukup terkenal di Indonesia karena beberapa film animasi dari Jepang sempat tayang di televisi Indonesia. Film animasi jepang memliki banyak genre yang beragam yang dibedakan berdasarkan ditujukan untuk umur penonton. nilai (value) yang berlaku dalam suatu lingkungan sosial dan mengatur tingkah laku seseorang. Maria Assumpta menambahkan bahwa pengertian moral adalah aturan aturan (rule) mengenai sikap (attitude) dan perilaku manusia (human behavior) sebagai manusia. Shigatsu Wa Kimi no Uso merupakan salah satu film animasi dari Jepang yang menceritakan tentang kehidupan siswa SMP yang memiliki trauma bermain piano. Film tersebut tayang di stasiun TV Jepang, meskipun tidak tayang di Indonesia tapi film tersebut dapat diakses melalui internet.Kata Kunci: Anime, Moral, Shigatsu Wa Kimi no Us

    PERSPEKTIF MASYARAKAT TERHADAP MINUMAN TUAK (Studi Masyarakat di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban)

    No full text
    ABSTRAK Kebiasaan yang tidak bisa di tinggal oleh masyarakat Tuban yakni mengkonsumsi minuman tuak dimana minuman tuak inni sudah ada sejak nenek moyang dan menjadi sejarah turun-temurun. Kabupaten Tuban terkenal dengan sebutan kota tuak, jadi tak heran bila di jumpai banyak warung-warung kecil yang berjualan minuman legen dan tuak. Masyarakat tuban sudah menganggap ini sebuah tradisi/budaya dari turun-temurun mengkonsumsi minuman tuak.Kata Kunci : Perpektif Masyarakat. Budaya Minum Tuak

    Norma-Norma Yang Berlaku Dalam Komunitas Pelanggan Kopi Hijau Di Warung Kopi Waris Desa Bolorejo Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung

    No full text
    ABSTRAK   Kaidah dalam berkehidupan bermasyarakat setiap subjek hukum, yaitu orang maupun badan hukum selalu berhadapan dengan berbagai aturan maupun norma, baik yang bersifat formal maupun nonformal. Aturan atau norma sangat diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat agar hubungan antara manusia dalam masyarakat dapat berlangsung tertib dan berjalan lebih baik. Norma merupakan aturan perilaku dalam suatu kelompok tertentu di mana setiap anggota masyarakat mengetahui hak dan kewajiban di dalam lingkungan masyarakat, sehingga memungkinkan seseorang bisa menentukan telebih dahulu bagaimana tindakan seseorang itu dinilai oleh orang lain. Norma sopan satun yang positif merupakan perilaku yang baik di tinjau dari segi tata cara berbicara atau tingkah laku yang sopan terhadap teman sebaya maupun orang yang lebih tua. Salah satu contohnya, yaitu ramah tamah, melempar senyum dengan orang lain ketika akan datang atau pergi baik yang sudah di kenal maupun belum kenal.Perilaku merupakan suatu aktivitas dari pada manusia itu sendiri, perilaku juga adalah apa yang dikerjakan oleh organisme tersebut, baik dapat diamati secara langsung atau tidak langsung. Perilaku sopan santun seseorang bukan saja tidak menganggap dirinya lebih tinggi dari pada orang lain, melainkan menganggap orang lain lebih baik daripada dirinya sendiri. Sopan-Santun tidak selalu menghasilkan kebaikan hati, keadilan, kepuasan, atau rasa syukur, tetapi ini dapat memberikan seseorang paling tidak terlihat sopan dan membuatnya tampak dari luar apa yang seharusnya menjadi benar-benar terhormat

    PELESTARIAN WARISAN BUDAYA MAJAPAHIT di KECAMATAN TROWULAN KABUPATEN MOJOKERTO

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini  bertujuan untuk mendeskripsikan upaya pelestarian warisan budaya Majapahit di Trowulan yang meliputi (1) ragam warisan budaya Majapahit yang berada di Trowulan; (2) upaya yang dilakukan dalam pelestarian warisan budaya Majapahit di Trowulan; (3) kendala yang terjadi dalam upaya pelestarian warisan budaya Majapahit di Trowulan; (4) dampak yang terjadi dalam upaya pelestarian warisan budaya Majapahit di Trowulan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode hermeneutika. Dalam mencari data dari informan yang terdiri dari budayawan lokal yang berada di Trowulan, masyarakat Trowulan, serta pihak Museum Trowulan. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan metode yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan dan mengecek data yang diperoleh dari lapangan, reduksi data, analisis data dan penyimpulan. Untuk menjamin kebasahan data yang diperoleh, peneliti melakukan pengecekan data dengan cara sebagai berikut perpanjangan keikutsertaan, ketekunan, dan triangulasi. Hasil penelitian ini dijabarkan sebagai berikut, pertama pemahaman masyarakat tentang warisan budaya Majapahit yang berada di Trowulan. Kedua upaya-upaya nyata yang dilakukan dalam pelestarian warisan budaya Majapahit (1) membentuk sebuah komunitas peduli warisan budaya Majapahit; (2) mengadakan kegiatan kirab budaya Majapahit; (3) menjaga dan merawata candi; (4) melestarikan kerajinan cor kuningan,terracotta dan pahat patung melalui kegiatan industri kecil menengah; (5) membangun rumah majapahitan. Ketiga kendala yang terdapat dalam upaya pelestarian warisan budaya Majapahit (1) kendala berupa dana; (2) kesadaran masyarakat; (3) kurangnya kerja sama antara pemerintah dan budayawan lokal . Keempat dampak yang terjadi dalam upaya pelestarian warisan budaya Majapahit yaitu (1) dampak ekonomi; (2) dampak sosial budaya. Saran yang diberikan peneliti bahwa masayarakat perlu diberikan sosialisasi mengenai apa saja warisan budaya Majapahit. Kedua dalam upaya melestarikan warisan budaya Majapahit pemerintah lebih banyak melibatkan masyarakat khususnya masyarakat Trowulan. Ketiga kerja sama antara budayawan lokal dan pemerintah harus lebih baik lagi dalam upaya pelestarian warisan budaya Majapahit.   Kata Kunci: warisan, pelestarian, budaya, Majapahit, Trowulan. The purpose of this research is to described preserving cultural heritage of majapahit in trowulan that covers (1) variety of majapahit cultural heritage that is in trowulan; (2) the efforts made in the preservation of cultural heritage of majapahit in trowulan, (3) the obstacles in preserving cultural heritage of majapahit in trowulan, (4) the impact of that occurs in preserving cultural heritage in trowulan majapahit. This study adopted qualitative approaches descriptive of with the methods hermeneutika. In search of the data from an informant who consisting of cultural observers of foreign currency bank deposits that they are located in trowulan , the community trowulan , as well as the museum trowulan. The collection of data will be paid out starting with the methods pt pgn promised to supply: observation , the objective of the interview , and documentation of .Of the data analysis done by means of gather heads of local governments and to check the data obtained from the the field , the reduction of the data , data analysis and summary.In order to ensure the bridge data obtained the fire victims , researchers conducted of checking the data with as follows an extension of the participation of the , of steadfast patience and endurance , and triangulation of. The result of this research described as follows , first the understanding of the community about cultural heritage that is in trowulan majapahit. Second real efforts that are undertaken in the preservation of cultural heritage of majapahit (1) form a community care cultural heritage of majapahit; (2) conducting activities sugarcanes culture majapahit, (3) maintain and temple; (4) preserve the craft cast brass , terracotta and chisel the statue through the activities of small medium; (5) majapahitan building a house. Of the three constraints that was found in preserving cultural heritage of majapahit (1) obstacles in the form of funds; (2) public awareness, (3) the lack of cooperation between the government and local cultural .Fourth the impact of that occurs in preserving cultural heritage of majapahit which are (1) economic impact; (2) the impact of social and cultural. Advice provided group of researchers from that communities need to be given socialization regarding what comes to you of the heritage of culture of majapahit to. Second in an effort to preserve their own cultures of majapahit to the government involves the community especially among the trowulan. Third cooperation between cultural observers local and reason the government should also get better and better in an effort to the preservation of the heritage of culture of majapahit to.   Keywords: Preservation, Inheritance, Culture, Majapahit, Trowula

    PERLINDUNGAN HAK MENGEMBANGKAN DIRI SEBAGAI CIRI DEMOKRASI DI INDONESIA Sista Apsari Hukum dan Kewarganegaraan, Universitas Negeri Malang E-mail: [email protected] ABSTRAK: Perlindungan HAM menjadi titik fokus utama demokrasi, karena dalam konteks

    No full text
    ABSTRAK   Kata Kunci: HAM, Demokrasi, Indonesia   Perlindungan HAM menjadi titik fokus utama demokrasi, karena dalam konteks hak asasi manusia setiap warga negara wajib melindungi dan menghormati hak-hak yang dimiliki orang lain termasuk hak dalam mengembangkan diri. Penulisan ini dibuat atas dasar keprihatinan penulis terhadap beberapa pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia walaupun ada beberapa dasar hukum yang telah berlaku. Hal ini dapat dikatakan bahwa Indonesia belum sepenuhnya berhasil dalam mewujudkan demokrasi

    0

    full texts

    859

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇