SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
859 research outputs found
Sort by
Model Pembelajaran Laboratorium Training
ABSTRAK Belajar adalah sebuah proses yang dilakukan oleh individu dengan tujuan memperoleh suatu perubahan meliputi tingkah laku baik dalam bentuk pengetahuan, ketrampilan maupun sikap dan nilai positif. Dalam belajar terdapat beberapa model pembelajaran. Salah satunya laboratorium training. Tujuan utama laboratorium training adalah untuk meningkatkan efektifitas dalam proses pembelajaran. Dalam mencapai keefektifan proses pembelajaran, perlu adanya langkah-langkah dalam penerapan model pembelajaran ini. Model pembelajaran laboratorium training memiliki beberapa keunggulan
Implementasi Program Pendidikan Gratis di SMP Negeri 3 Kota Blitar
ABSTRAK Lisiana, Tri. 2018. Implementasi Program Pendidikan Gratis di SMP Negeri 3 Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan,Program Studi PPKn, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Nuruddin Hady, S.H., M.H., (2) Rusdianto Umar, S.H., M.Hum.Kata kunci: implementasi program, program pendidikan gratisPendidikan memiliki peranan penting dalam meningkatkan sumber daya manusia. Kesan bahwa pendidikan semakin mahal ditandai oleh semakin meningkatnya biaya pendidikan yang harus dikeluarkan orang tua. Pemerintah Kota Blitar memiliki strategi tersendiri dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerahnya, yakni dengan cara mengeluarkan program pendidikan gratis bagi warga kota Blitar. Alasan dikeluarkannya program ini adalah dana BOS tidak mencukupi pemenuhan kebutuhan warga kota Blitar untuk sekolah, sehingga masih adanya siswa yang tidak sekolah dikarenakan permasalahan ekonomi. Peraturan Walikota Blitar No. 8 Tahun 2015 merupakan dasar hukum diberlakukannya program pendidikan gratis di Kota Blitar. Adapun perbedaan dan keunikan dari program pendidikan gratis yang dibuat oleh Pemerintah Kota Blitar dengan daerah lain adalah adanya program pemberian fasilitas sekolah hanya bagi siswa Kota Blitar, mulai dari seragam sekolah, buku, tas, dan, sepatu, yang semuanya diberikan secara gratis. Hal tersebut nampaknya memicu adanya kecemburuan pada siswa yang berdomisili di luar Kota Blitar. Bahkan program pendidikan gratis ini juga membatasi jumlah siswa luar kota yang ingin bersekolah di Kota Blitar termasuk di SMP Negeri 3 Kota Blitar. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk (1) mengetahui implementasi program pendidikan gratis di SMP Negeri 3 Kota Blitar, (2) dampak implementasi program pendidikan gratis di SMP Negeri 3 Kota Blitar, (3) kendala dalam implementasi program pendidikan gratis di SMP Negeri 3 Kota Blitar, dan (4) upaya untuk mengatasi kendala dalam implementasi program pendidikan gratis di SMP Negeri 3 Kota Blitar.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Lokasi yang dipilih sebagai tempat penelitian adalah SMP Negeri 3 Kota Blitar. Prosedur yang dilakukan untuk mengumpulkan data adalah dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri. Kegiatan analisis data dimulai dari melakukan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan uji kredibilitas dengan meningkatkan perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, dan triangulasi.Adapun hasil temuan penelitian adalah sebagai berikut: Pertama, implementasi program pendidikan gratis di SMP Negeri 3 Kota Blitar sasarannya adalah siswa yang berdomisili kota dan wujudnya dalam bentuk pemberian dana pendamping BOS yang berupa kebutuhan sekolah siswa meliputi buku tulis, LKS, seragam sekolah beserta atributnya, tas, dan sepatu. Pelaksana program tersebut adalah Tim Manajemen Kota Blitar dan Tim Manajemen SMP Negeri 3 Kota Blitar. Berkaitan dengan prosedur penyaluran bantuan subsidi pendidikan gratis telah diatur dalam Peraturan Walikota Blitar No. 8 Tahun 2015. Kedua, dampak implementasi program pendidikan gratis tersebut bagi Pemerintah Kota Blitar, yaitu tugas dan urusan yang ditangani Dinas Pendidikan Kota Blitar selaku induk pelaksana program semakin banyak, dan adanya implementasi program ini dapat meningkatkan Angka Partisipasi Sekolah di Kota Blitar. Bagi SMP Negeri 3 Kota Blitar, dapat mengurangi urusan sekolah dalam hal pengadaan LKS dan pakaian seragam sekolah siswa, kemudian pihak sekolah tidak bebas menggali dana dari orang tua/wali siswa untuk membiayai kegiatan sekolah yang bukan menjadi tanggungan dana BOS, serta adanya pembatasan jumlah kuota siswa yang berdomisili luar kota Blitar sebesar sepuluh persen. Bagi siswa dan orang tua/wali siswa, yaitu dapat membantu meringankan beban biaya orang tua dalam memenuhi kebutuhan sekolah anaknya, dan adanya kecemburuan pada siswa domisili luar kota terhadap pemberlakuan program pendidikan gratis yang hanya bagi siswa kota. Bagi masyarakat Kota Blitar yakni bisa mendapatkan pelayanan pendidikan yang murah dan merata, sedangkan bagi masyarakat luar Kota Blitar dapat memicu kecemburuan sosial. Ketiga, kendala dalam proses implementasi program pendidikan gratis di SMP Negeri 3 Kota Blitar yaitu adanya keterlambatan pembagian LKS dan seragam olah raga, serta sepatu dan tas pemberian Pemerintah Kota Blitar belum dimanfaatkan dengan baik oleh siswa. Keempat, upaya untuk mengatasi kendala tersebut dengan cara substitusi sementara kebutuhan sekolah siswa seperti LKS dan pakaian seragam olah raga, serta evaluasi dan monitoring yang lebih cermat dalam pemanfaatan fasilitas pendidikan gratis pada siswa.Saran yang dapat peneliti berikan dalam penelitian ini adalah pihak Pemerintah Kota Blitar dan Dinas Pendidikan harus lebih cermat dalam mengevaluasi jalannya program pendidikan gratis ini. Masih terdapat permasalahan seperti kemanfaatan fasilitas yang diberikan kepada siswa misalnya tas dan sepatu. Perlu untuk dipertimbangkan lagi apakah program pemberian sepatu tersebut tetap dilanjutkan atau tidak, mengingat bahwa para siswa jarang yang menggunakannya. APBD Kota Blitar dapat digunakan untuk hal-hal lain yang lebih bermanfaat bagi siswa, kemudian masih ditemui kendala lain yang terjadi di lapangan seperti keterlambatan pembagian bantuan kepada siswa. Semoga hal tersebut dapat menjadi masukan agar Dinas Pendidikan dan Pemerintah Kota Blitar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada siswa Kota Blitar. Bagi SMP Negeri 3 Kota Blitar, seharusnya lebih tegas lagi dalam menghimbau siswa untuk menggunakan fasilitas pendidikan gratis pemberian Pemerintah Kota Blitar. Bagi siswa dan orang tua/wali siswa beserta masyarakat Kota Blitar dan sekitarnya juga harus ikut mendukung dan mengevaluasi jalannya program pendidikan gratis tersebut
PERAN OTONOMI DAERAH DALAM MENCIPTAKAN GOOD GOVERNANCE DI INDONESIA
ABSTRAK Otonomi daerah sejatinya merupakan salah satu formulasi yang dilakukan pemerintah untuk mengoreksi kebijakan lama yang lebih bersifat sentralistik yang mengakibatkan terjadinya kesenjangan sosial. Pelaksanaan otonomi daerah secara legalitas dilakukan sesuai UU Pasal No. 22 Tahun 1999 yang selanjutnya direvisi dengan UU Pasal No. 32 Tahun 2004. Dengan adanya otonomi daerah yang lebih memberikan kekuasaan kepada daerah ini, diharapkan dapat menciptakan pemerintahan yang lebih sesuai sengan keinginan rakyat. Memang dalam pelaksanaannya sekarang ini masih banyak hambatan yang harus dilalui, namun tidak menutup kemungkinan pada masa depan dengan adanya kebijakan otonomi daerah ini akan terciptanya suatu pemerintahan yang baik atau good governance
Badan Hukum Hukum Masjid Ikut Yayasan atau Melalui Wakaf Ke Organisasi Keagamaan
ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendiskripsikan pilihan badan hukum yang cocok untuk masjid. Baik dengan cara mewakafkan ke yayasan ataupun mewakafkan ke organisasi keagamaan yang ada seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, LDII, dan lain sebagainya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif menurut Miles and Huberman. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi.Berdasarkan hasil penelitian dengan melewati proses pengolahan data didapat dua (2) kesimpulan. Pertama, masjid bisa ikut badan hukum manapun, baik dengan SHM atas nama yayasan, wakaf atas nama yayasan, ataupun wakaf atas nama organisasi keagamaan. Semua bisa menjadikan masjid sebagai badan hukum. Kedua, proses kepengurusan badan hukum melalaui wakaf jauh lebih mudah dan tidak memerlukan biaya. Berbeda dengan jika membuat SHM atas nama badan hukum yayasan sendiri. Karena memerlukan biaya dan waktu untuk membuat yayasan
NEGARA HUKUM DENGAN BERDASARKAN PANCASILA
ABSTRAK Negara hukum didalamnya terdapat aturan-aturan yang mengatur, Indonesia merupakan negara hukum yang berdasarkan pancasila, hal ini sudah jelas tercantum dalam pembukaan UUD 1945. Istilah negara hukum dan pancasila merupakan identitas yang mendasar serta kedudukam pancasila di Indonesia sebagai pedoman pokok bagi bangsa Indonesia.. Bentuk pemerintahan di Indonesia adalah demokratis, yang mengutamakan kedaulatan rakyat dan pemerintahan berdasarkan undang-undang. Lahirnya hukum di Indonesia bersamaan dengan lahirnya NKRI. Hukum yang berlaku di Indonesia adalah hukum masa lalu, masa kini, dan masa akan datang. Jadi, identitas Indonesia sebagai negara hukum berdasarakan pancasila berawal dari perjuangan bangsa Indonesia sendiri
PENANAMAN NILAI KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN MELALUI MATA PELAJARAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP PADA KELAS XII SMAN 1 MEJAYAN KABUPATEN MADIUN
ABSTRAK Wulandari , Tya. 2018. Penanaman Nilai Karakter Peduli Lingkungan Melalui Mata Pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup Pada Kelas XII SMAN 1 Mejayan Kabupaten Madiun. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suparman A.W, S.H., M.Hum, (II) Dr. Edi Suhartono, S.H, M.Pd. Kata Kunci: Nilai Karakter, Peduli Lingkungan, Pendidikan Lingkungan Hidup Karakter merupakan perilaku manusia baik dalam bentuk sikap maupun ucapan. Sedangkan, nilai karakter peduli lingkungan merupakan sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi. Nilai karakter peduli lingkungan dapat ditanamkan melalui mata pelajaran pendidikan lingkungan hidup, termasuk di SMAN 1 Mejayan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui nilai karakter peduli lingkungan yang terdapat dalam mata pelajaran pendidikan lingkungan hidup kelas XII SMAN 1 Mejayan, (2) mengetahui cara penanaman nilai karakter peduli lingkungan melalui mata pelajaran pendidikan lingkungan hidup pada kelas XII SMAN 1 Mejayan, (3) mengetahui hambatan pendidik dalam menanamkan nilai karakter peduli lingkungan kepada peserta didik, dan (4) solusi agar peserta didik mampu memahami nilai karakter peduli lingkungan yang terdapat pada mata pelajaran pendidikan lingkungan hidup. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah data terkumpul dilaksanakan pengecekan keabsahan data dengan tiga teknik, yaitu teknik ketekunan pengamatan, teknik triangulasi (triangulasi observasi, triangulasi sumber dan triangulasi dokumentasi) serta teknik pemeriksaan sejawat melalui diskusi. Sedangkan analisis data dilakukan dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Berdasarkan analisis data tersebut, diperoleh empat hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, nilai karakter peduli lingkungan yang terdapat pada mata pelajran pendidikan lingkungan hidup adalah nilai menghargai keberagaman, menghargai karya orang lain, nasionalis, peduli, kebersihan, ketertiban dan keindahan. Kedua, penanaman nilai karakter peduli lingkungan dilakukan melalui kegiatan intra dan ekstra. Kegiatan intra dilakukan didalam kelas menggunakan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) dan silabus, sedangkan kegiatan ekstra dilakukan diluar kelas dengan melakukan penanaman nilai karakter peduli lingkungan melalui pembiasaan, keteladanan dan kerjasama. Ketiga, hambatan yang ditemui pendidik dalam menanamkan nilai karakter peduli lingkungan adalah kurangnya tempat untuk melaksanakan kegiatan praktik budidaya tanaman produktif maupun tanaman hias. Keempat, solusi agar peserta didik melaksanakan kegiatan praktik budidaya tanaman adalah dengan melaksanakan kegiatan tersebut dirumah masing- masing kelompok
PRESPEKTIF PANCASILA DALAM MENYINGKAPI HAK ASASI MANUSIA DI ERA MODERN
ABSTRAK Dalam era modern seperti sekarang ini peran hak asasi manusia sangat diagung-agungkan, karena manusia modern sudah berpikir secara kritis terhadap hak-hak individu setiap orang yang tidak boleh dilanggar, sehingga hak asasi manusia menjadi dasar penegakan hak-hak yang lain, yang pada hakekatnya hak asasi manusia merupakan hak kodrati bagi setiap Individu. Tetapi banyak orang yang menyalahgunakan panji-panji hak asasi manusia sebagi pembelaan atas keinginan egois individu semata, maka dalam hal ini perlu adanya suatu penyeimbang diantara hak dan individu, serta perlu adanya filter bagi asas hak asasi manusia yang berasal dari luar negeri yang disebut juga sebagai hak asasi manusia universal, dengan adanya Pancasila sebagai dasar negara serta pandangan hidup dalam bernbangsa dan bernegara dapat membendung arus globlalisasi dan juga pengaruh dogma individualistik yang berasal dari luar negeri, seharusnya faham hak asasi manusia perlu disesuaikan dengan adat istiadat yang ada di Negara Indonesia yang mengutamakan asas gotong royong dan kekeluargaan. Sehingga muncullah asas hak asasi manusia menurut pancasila merupakan penyeimbangan konsep perlindungan hak asasi dan pelaksanaan kewajiban, serta menghargai hak individu setiap manusia tanpa mengesampingkan asas gotong dan kekeluargaan
ABSTRAK: Negara hukum adalah negara yang menjadikan hukum sebagai landasan dalam mengatur masyarakat. Hak asasi manusia merupakan hak yang melekat pada setiap jiwa manusia yang merupakan anugerah dari Tuhan Yang Mahakuasa. Negara hukum memiliki andil dala
ABSTRAK Negara hukum adalah negara yang menjadikan hukum sebagai landasan dalam mengatur masyarakat. Hak asasi manusia merupakan hak yang melekat pada setiap jiwa manusia yang merupakan anugerah dari Tuhan Yang Mahakuasa. Negara hukum memiliki andil dalam penegakkan hak asasi manusia. Adapun tugas negara hukum yakni memberikan perlindungan, pengakuan serta penegakkan terhadap terlaksananya hak-hak asasi bagi setiap masyarakatnya. Hukum harus dijadikan sebagai pedoman yang tegas dalam menegakkan hak asasi manusia yang tetap disesuaikan dengan nilai-nilai dalam Pancasila.Kata Kunci: hak asasi manusia, negara hukum, Pancasila
Moralitas Remaja Desa Keyongan Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan yang pergi merantau dengan berjualan pecel lele
ABSTRAK Kebiasaan hidup merantau di Desa Keyongan yang sudah menjadi kebiasaan yang sudah berlangsung turun temurun yang dimulai tahun 1970 secara tidak langsung mengubah cara berfikir masyarakat masyarakat yang pada awalnya merantau hanya untuk meningkatkan taraf hidup menjadi profesi atau pekerjaan yang harus oleh masyarakat untuk mencapai kesuksesan, dibuktikan dengan peneliti temui adanya pelarangan sekolah oleh orang tua agar anaknya bisa merantau untuk mencari pengalaman berdagang, ada pula anak yang berhenti sekolah untuk merantau karena ingin mendapatkan penghasilan sendiri dan mencari pengalaman berdagang, yang lebih memperhatikan lagi dari cara pikir masyarakat di Desa Keyongan adalah cara pikir orang tua dimana orang tua menganggap anaknya sudah dewasa apabila anaknya sudah bekerja tidak peduli berapapun usianya jika sudah bekerja berarti dianggap sebagai orang dewasa, padahal anak pada usia remaja adalah masa dimana anak membutuhkan orang tua untuk membimbing dan memberikan pengawasan. Hal tersebut berpengaruh kepada perkembangan pendidikan bagi remaja di Desa Keyongan. Mereka secara otomatis tergiur dengan teman-temannya yang telah berhasil bekerja di luar kota, sehingga banyak remaja Desa Keyongan yang lebih memilih untuk bekerja setelah lulus dari sekolah menegah pertama dan menegah atas daripada menempuh pendidikan yang lebih tinggi
NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL YANG TERKANDUNG DALAM KESENIAN REOG BULKIYO DI DESA KEMLOKO KECAMATAN NGLEGOK KABUPATEN BLITAR
ABSTRAK Kutikasari, Pita. 2018. Nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam kesenian Reog Bulkiyo di Desa Kemloko Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Margono, M. Pd, M.Si, (II) Drs. Nur Wahyu Rochmadi, M. Pd, M.Si. Kata Kunci : nilai-nilai kearifan lokal, kesenian, Reog Bulkiyo Masyarakat pada dasarnya tidak dapat dilepaskan dari nilai-nilai tradisi dan budaya yang turun temurun dari generasi satu ke generasi yang lain. Nilai kearifan lokal dapat menentukan harkat dan martabat manusia. Nilai-nilai budaya lokal yang unggul harus dipandang sebagai warisan sosial yang memiliki nilai berharga bagi kebanggaan masyarakat dan kebesaran martabat bangsa. Kebudayaan merupakan keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakan dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil budi dan karyanya. Indonesia memiliki keanegaragaman budaya warisan dari nenek moyang salah satunya yaitu kesenian Reog Bulkiyo yang berada di Desa Kemloko Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui (1) asal-usul kesenian Reog Bulkiyo di Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, (2) pertunjukan kesenian Reog Bulkiyo di Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, (3) nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam kesenian Reog Bulkiyo di Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode pendekatan kualitatif; jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian diskriptif; kehadiran peneliti; lokasi penelitian; sumber data; prosedur pengumpulan data; analisis data; pengecekan keabsahan data; tahap penelitian. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) asal usul kesenian Reog Bulkiyo di Desa Kemloko Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar yaitu kesenian Reog Bulkiyo didirikan oleh Prajurit Diponegoro, Reog Bulkiyo sebagai ekspresi perjuangan melalui kesenian, dan generasi penerus kesenian Reog Bulkiyo; (2) pertunjukan kesenian Reog Bulkiyo di Desa Kemloko Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar terdiri dari bagian pembukaan, yaitu diawali dengan hormat kepada penonton dan paling depan adalah pembawa bendera dibelakangnya dua orang pembawa pedang, bagian inti yaitu terjadinya gerakan tangan dan kaki serta terjadinya peperangan, bagian penutup yaitu pemain yang beperang dilerai; (3) nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam kesenian Reog Bulkiyo di Desa Kemloko Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar yaitu mengandung nilai religius, nilai hiburan, nilai ekonomis, nilai gotong-royong, nilai sopan santun, nilai kebersamaan, nilai kerukunan, nilai persatuan, nilai pendidikan, nilai keberanian.Saran yang dapat diajukan dalam kesenian Reog Bulkiyo yaitu agar kesenian Reog Bulkiyo tetap ada dan dilestarikan di Desa Kemloko Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar, pemerintah harus mendukung kesenian Reog Bulkiyo, seniman dapat membuat karya yang berkualitas, masyarakat mampu menjaga dan melestarikan kesenian Reog Bulkiyo, peserta didik harus mencintai kebudayaan sendiri, dan mahasiswa harus memperdalam kesenian yang ada di daerah masing-masing