SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
859 research outputs found
Sort by
PENGELOLAAN TANAH BENGKOK DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN KEPALA DESA DAN PERANGKAT DESA DI DESA KROWE KECAMATAN LEMBEYAN KABUPATEN MAGETAN
ABSTRAK: Tanah bengkok dalam sistem agraria di Pulau Jawa adalah lahan garapan milik desa. Tanah bengkok tidak dapat diperjual belikan tanpa persetujuan seluruh warga desa namun boleh disewakan oleh mereka yang diberi hak mengelolanya. Menurut penggunaannya, tanah bengkok dibagi menjadi tiga kelompok yaitu tanah lungguh, menjadi hak pamong desa untuk menggarapnya sebagai kompensasi gaji yang tidak mereka terima. Tanah kas desa, dikelola oleh pamong desa aktif untuk mendanai pembangunan infrastruktur atau keperluan desa. Tanah pengarem-arem, menjadi hak pamong desa yang pensiun untuk digarap sebagai jaminan hari tua. Apabila ia meninggal tanah ini dikembalikan pengelolaanya kepada pihak desa. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskripsi, jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulam data tersebut dilakukan dengan metode yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan dan mengecek data yang diperoleh dari lapangan, reduksi data, analisis data dan penyimpulan. Untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh, peneliti melakukan pengecekan data dengan cara pengamatan, peningkatan ketekunan, dan triangulasi. Adapun hasil penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut. Pertama sejarah tanah bengkok di desa Krowe adalah hak asal-usul yang melekat pada kepala desa dan perangkat desa. Kedua pengelolaan tanah bengkok di desa Krowe dilakukan dengan dua cara yaitu dikelola sendiri dan disewakan. Jika tanah bengkok dikelola sendiri maka hasilnya miliknya sendiri, sedangkan tanah bengkok disewakan, maka hasil dari tanah bengkok dibagi dua dengan si penyewa. Ketiga dampak dari pengelolaan tanah bengkok bagi kepala desan dan perangkat desa adalah dengan adanyan gaji pokok, tunjangan setiap bulan, dan pengehsilan dari tanah bengkok, kebutuhan kepala desa dan perangakat desa dapat terpenuhi. Saran yang diberikan oleh peneliti setelah melakukan penelitian ini antara lain. Dalam mengelola tanah bengkok sebaiknya dikelola sendiri agar menghasilkan hasil yang maksimal. Menurut Undang-undang No. 6 tahun 2014 tentang Desa mengatakan bahwa tanah tanah bengkok yang selama ini digunakan untuk kompensasi/gaji Kepala Desa dan Perangkat Desa harus dikembalikan kepada desa sebagai aset desa, sebaiknya tanah bengkok dikembalikan ke desa sebagai tanah kas desa. Jika kepala desa dan perangkat desa ingin mempunyai gaji tambahan bisa menyewa tanah bengkok tersebut dengan sistem bagi hasil. Hasil dari sewa tersebut di masukkan ke dalam kas desa. Kata kunci: Penggelolaan, Tanah Bengkok, Kesejahteraan, Kepala Desa, Perangkat Desa, Desa Krow
NILAI-NILAI PANCASILA YANG TERDAPAT PADA TRADISI TAHLILAN DI DESA BENDOSARI KECAMATAN KRAS KABUPATEN KEDIRI
ABSTRAK: Pancasila merupakan suatu ideologi bangsa yang secara nyata harus di realisasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai yang ada dalam Pancasila merupakan suatu nilai yang luhur dan dapat diterapkan di masyarakat dari nilai Ketuhanan hingga nilai keadilan. Salah satunya penerapan nilai Pancasila yakni dalam tradisi tahlilan. Tradisi tahlilan merupakan sebuah tradisi keagamaan yang dilaksanakan secara rutin di masyarakat. Sumber data diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah model analisis Miles dan Huberman yakni dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan terakhir yakni penarikan kesimpulan. Guna memastikan keabsahan temuan maka peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: Pertama, Pelaksanaan tradisi Tahlilan di Desa Bendosari meliputi beberapa tahapan yakni sebagai berikut: bersalaman dengan semua jamaah yang hadir; musyawarah menentukan petugas tahlil; pembukaan tahlil; pembacaan tahlil dipimpin oleh imam tahlil dan diikuti oleh seluruh jamaah yang hadir; pembacaan doa tahlil; ramah tamah. Proses pelaksanaan tahlilan dilaksanakan secara sistematis dan berurutan. Keseluruhan pelaksanaan tahlilan dilaksanakan dengan hikmat dan diliputi suasana kekeluargaan. Nilai-nilai Pancasila yang terdapat pada tradisi tahlilan adalah sebagai berikut: nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, nilai kemanusiaan yang adil dan beradab, nilai persatuan Indonesia, nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kelima nilai tersebut terdapat dalam tahlilan secara sistematis hierarkis dalam suatu kesatuan yang bulat dan utuh. Manfaat tradisi tahlilan dalam kehidupan bermasyarakat di Desa Bendosari. Manfaat dirasakan oleh masyarakat yang melaksanakan tahlilan dari beberapa aspek kehidupan. Manfaat dapat dilihat dari berbagai aspek yakni aspek agama, aspek budaya, dan aspek pendidikan.
PERAN PANCASILA DALAM UPAYA MENJAGA KETAHANAN NASIONAL
ABSTRAK setiap warga Negara wajib untuk berusaha dalam menjaga ketahanan bangsanya. Kita harus menggunakan landasan dalam berperilaku yaitu dengan pancasila. Karena pancasila telah dinobatkan sebagai pegangan bangsa Indonesia dalam mengapai tujuan Negara. Untuk mencapai keadaan bangsa yang lebih baik tentulah banyak hambatan dan ancaman yang dapat menggangu tujuan dari suatu Negara, yang dapat mengangu integritas dan identitas bangsa. Perlu diingat adalah setiap warga Negara berperan dalam upaya menjaga ketahanan nasional. Karena itu meruoakan tanggung jawab bersam
AKTUALISASI HAK ASASI MANUSIA DALAM NEGARA HUKUM YANG BERDASARKAN PANCASILA
ABSTRAK Kata Kunci: hak asasi manusia, negara hukum, Pancasila. : Negara hukum adalah negara yang menjadikan hukum sebagai landasan dalam mengatur masyarakat. Hak asasi manusia merupakan hak yang melekat pada setiap jiwa manusia yang merupakan anugerah dari Tuhan Yang Mahakuasa. Negara hukum memiliki andil dalam penegakkan hak asasi manusia. Adapun tugas negara hukum yakni memberikan perlindungan, pengakuan serta penegakkan terhadap terlaksananya hak-hak asasi bagi setiap masyarakatnya. Hukum harus dijadikan sebagai pedoman yang tegas dalam menegakkan hak asasi manusia yang tetap disesuaikan dengan nilai-nilai dalam Pancasila
PENGUATAN SEMANGAT NASIONALISME GENERASI MUDA MELALUI PENDIDIKAN SENI BUDAYA BERBASIS SENI TARI TRADISIONAL INDONESIA DI KELAS XI SMAN 1 KEPANJEN
ABSTRAK Kata kunci: Nasionalisme, Seni Budaya, Seni Tari : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan mata pelajaran Seni Budaya berbasis seni tari tradisional Indonesia di kelas XI SMAN 1 Kepanjen, dan persepsi siswa terhadap mata pelajaran Seni Budaya melalui edukasi seni tari tradisional Indonesia dalam menguatkan semangat nasionalisme siswa kelas XI di SMAN 1 Kepanjen. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan yang mana data dari penelitian ini diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. ABSTRACT: This research is used to find out the implementation of Culture Art subjects based on traditional Indonesian dance arts in grade XI SMAN 1 Kepanjen, and students' perceptions of the subjects of Cultural Art through education of traditional Indonesian dance in strengthening the spirit of nationalism of class XI students in SMAN 1 Kepanjen. This type of research is field research where the data from this research is obtained from observation, interview, and documentation. The method used in this research is descriptive qualitative research method. Keywords: Nasionalism, Art Culture, Dance Ar
PENERAPAN HUKUM ISLAM MENGENAI HAK WARIS DI DESA GADOR KECAMATAN DURENAN KABUPATEN TRENGGALEK JAWA TIMUR
ABSTRAK Kata kunci : penerapan hukum islam, hak waris : Gador adalah salah satu desa yang terpencil yang berada di Kabupaten Trenggalek. Dimana mayoritas penduduknya berkecimpung dalam bidang pertanian, yaitu petani ketela dan kacang tanah. Kisah ini bersumber dari suatu cerita rakyat yang tidak dituliskan, dan jarang orang yang mengetahuinya, ini bersifat turun temurun serta dianggap pernah terjadi. Unsur-unsur pewarisan dari tiga kata kunci yang menjadi unsur-unsur pewarisan, yaitu: pewaris, harta warisan, dan ahli waris. Dalam aspek-aspek inilah akan dilihat asas-asas hukum adat waris yang berlaku bagi semua orang. Peneltian yang berjudul Penerapan hukum islam mengenai hak waris di desa gador kecamatan durenan kabupaten trenggalek jawa timur bertujuan mendeskripsikan (1) penerapan hukum islam mengenai hak waris di desa Gador, (2) pola pembagian hukum islam mengenai hak waris. Berasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh empat hasil penelitian sebagai berikut. (1) penerapan hukum islam mengenai hak waris di desa Gador Setelah mempelajari definisi Hukum Kewarisan Islam, untuk lebih mendalaminya, perlu mempelajari prinsip-prinsipnya. Beberapa prinsip dalam Hukum Kewarisan Islam, (2) pola pembagian hukum islam mengenai hak waris Hukum Kewarisan Islam menetapkan, bahwa peralihan harta seseorang kepada orang lain dengan sebutan kewarisan berlaku setelah yang mempunyai harta tersebut meninggal dunia. Dengan demikian, tidak ada pembagian warisan sepanjang pewaris masih hidup. Segala bentuk peralihan harta seseorang yang masih hidup, baik secara langsung maupun tidak langsung, tidak termasuk ke dalam persoalan kewarisan menurut Hukum Kewarisan Islam.Hukum Kewarisan Islam hanya mengenal satu bentuk kewarisan, yaitukewarisan akibat kematian yang dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata disebut kewarisan ab intestato dan tidak mengenal kewarisan atas dasar wasiat yang dibuat pada saat pewaris masih hidup. Saran yang diberikan penulis yaitu (1) seharusnya penerapan hukum adat mengenai hak waris di desa gador menganut sistem hukum yang ada, (2) seharusnya pola pembagian hukum di desa Gador menganut sistem hukum islam yang sudah di tetapkan
PENDEKATAN MODEL PEMBELAJARAN MASYARAKAT BELAJAR
ABSTRAK. Model pembelajaran Masyarakat Belajar merupakan proses pembelajaran antara individu satu dengan yang lainnya yang saling melakukan komunikasi dua arah . Model pembelajaran Masyarakat Belajar merupakan salah satu komponen CTL (Contextual Teaching Learning, karna dalam konsep CTL menyarankan agar pembelajaran dengan membentuk kelompok. Implementasi masyarakat belajar yaitu dengan membentuk kelompok yang terdiri dari 1 sampai 6 siswa kemudian diberikan sebuah topik bahasan. Kata kunci: pendekatan, model pembelajaran, masyarakat belaja
Batik Tulis Mulyorejo Collection (BTMC)
Abstrak: Batik Tulis Mulyorejo Collection merupakan salah satu batik yang berasal dari Kota Malang. Batik Tulis Mulyorejo Collection ini dibuat di Kelurahan Mulyorejo Kecamatan Sukun Kota Malang. Batik Tulis Mulyorejo Collection belum banyak dikenali oleh masyarakat Malang, apalagi masyarakat di luar wilayah Malang Raya. Namun tidak menutup kemungkinan Batik Tulis Mulyorejo Collection ini lambat laun akan dikenali oleh masyarakat Malang sendiri dan masyarakat di luar Malang Raya, dan tidak menutup kemungkinan Batik Tulis Mulyorejo Collection ini akan dikenal sampai ke mancanegara. Agar Batik Tulis Mulyorejo Collection bisa dikenal oleh masyarakat luas, maka dibuatlah suatu pengenalan terhadap Batik Tulis Mulyorejo Collection, salah satunya yaitu dengan pembuatan brosur yang berkaitan dengan Batik Tulis Mulyorejo Collection. Selain itu, brosur ini dibuat untuk mendongkrak pemasaran Batik Tulis Mulyorejo Collection agar bisa bersaing dengan batik-batik lainnya.Kata Kunci: Batik, Tulis, Mulyorejo, Collectio
PERAN SUKARELAWAN JARINGAN KEMANUSIAAN JAWA TIMUR (JKJT) DALAM PENDIDIKAN KARAKTER BAGI ANAK USIA DINI DI RUMAH BELAJAR MUHARTO KELURAHAN KOTALAMA KECAMATAN KEDUNG KANDANG KOTA MALANG
ABSTRAK Ardiansyah, Feri Choris. 2018. Peran Sukarelawan Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) Dalam Pendidikan Karakter Bagi Anak Usia Dini di Rumah Belajar Muharto Kelurahan Kotalama Kecamatan Kedung Kandang Kota Malang. Skripsi. Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): Drs. Ketut Diara Astawa, SH., M.Si, (II) Dr. A. Rosyid Al Atok, MPd., MH. Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Anak Usia Dini, Rumah Belajar Muharto, Sukarelawan JKJT Rumah belajar Muharto adalah sebuah pendidikan non formal berupa komunitas belajar yang dibentuk oleh Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) Kota Malang dimana para sukarelawan berperan sebagai tenaga pengajar. Tujuan dibentuknya rumah belajar Muharto adalah untuk dapat mengentas kemiskinan yang ada di Muharto melalui pendidikan. Sedangkan tujuan lainnya adalah untuk mewadahi minat para mahasiswa khususnya, yang tergerak untuk mendedikasikan waktu dan tenaganya untuk menjadi sukarelawan tanpa mendapatkan upah. Adapun tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui, (1) Rancangan program Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) Kota Malang dalam memberikan pendidikan karakter anak usia dini di rumah belajar Muharto, (2) Pelaksanaan pendidikan karakter yang dilakukan oleh sukarelawan (JKJT) terhadap anak usia dini rumah belajar Muharto, (3) Kendala yang dihadapi oleh sukarelawan (JKJT) dalam memberikan pendidikan karakter anak usia dini di rumah belajar Muharto, (4) Cara mengatasi kendala yang dihadapi oleh sukarelawan (JKJT) dalam memberikan pendidikan karakter anak usia dini di rumah belajar Muharto. Peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menjamin keabsahan data, peneliti melakukan pengecekan data dengan cara perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan, dan triangulasi. Adapun hasil penelitian ini dijabarkan sebagai berikut. Pertama, program pendidikan karakter anak usia dini rumah belajar Muharto disusun oleh ketua umum dengan dibantu pengurus JKJT yang lain beserta para sukarelawan. Program tersebut dirancang untuk membentuk pola pikir anak dengan cara membiasakan anak untuk berperilaku baik, serta dengan memberikan pemahaman untuk mampu memiliki sikap religius, jujur, sopan santun, disiplin, mandiri, tolong menolong, cinta lingkungan, dan rasa cinta terhadap tanah air Indonesia. Kedua, pelaksanaan pendidikan karakter di rumah belajar Muharto dilakukan melalui pembiasaan berupa kegiatan aktif yang di dalamnya mengandung beragam pendidikan karakter seperti mengerjakan anak supaya menjadi religius, memiliki sikap jujur, disiplin, gemar membaca buku, menghormati orang tua, cinta lingkungan, menghargai prestasi, toleransi, kreatif , mandiri, komunikatif, dan supaya anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Selain itu rumah belajar Muharto juga memberlakukan peraturan dengan sanksi edukatif. Ketiga, beberapa kendala dalam pelaksanaan pendidikan karakter di rumah belajar Muharto adalah kurangnya jumlah dan disiplin kehadiran para sukarelawan, kurangnya bimbingan dari para orang tua terhadap anaknya terkait pendidikan karakter anak usia dini, serta sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan pembelajaran masih kurang memadai. Keempat, cara yang dilakukan dalam mengatasi kendala dalam pelaksanaan pendidikan karakter anak usia dini di rumah belajar Muharto adalah dengan giat mensosialisasikan kegiatan ke dalam jejaring sosial agar dapat diketahui masyarakat luas serta diharapkan mampu menarik minat calon sukarelawan, dan memberikan penguatan kepada anak binaan supaya mampu memilah beberapa contoh perilaku yang patut untuk ditiru dan mana perilaku yang layak untuk tidak ditiru, serta renovasi tenda belajar dan penyediaan fasilitas lain sebagai penunjang proses pembelajaran. Saran yang diberikan peneliti setelah melakukan penelitian ini antara lain: lebih giat lagi dalam usaha menarik minat para calon sukarelawan dan kedisiplinan para sukarelawan lebih ditingkatkan lagi, metode serta model pembelajaran lebih disesuaikan lagi dengan usia maupun kecakapan anak, gencar melakukan diskusi maupun penyuluhan kepada masyarakat sekitar rumah belajar Muharto terutama para orang tua anak binaan terkait pendidikan karakter, supaya minat belajar anak tinggi dan hasil belajar mereka maksimal seyogyanya fasilitas belajar mereka juga dilengkapi, hal tersebut juga untuk mempermudah para sukarelawan dalam memberikan pendidikan karakter anak usia dini di rumah belajar Muharto
Penerapan Pendidikan Politik dalam Kegiatan Organisasi Siswa Intra Sekolah di SMA Negeri 1 Tumpang
ABSTRAK Warga negara dalam suatu negara memiliki hak yang sama dalam kegiatan politik negaranya. Namun beberapa warga negara kurang memiliki pemahaman dan informasi yang cukup dalam melaksanakan kegiatan politik tersebut. Kondisi tersebut dapat dilihat dari jumlah golongan putih dalam suatu negara dalam pemilihan pemimpin. Pendidikan politik merupakan suatu upaya untuk memberi pemahaman kepada warga negara mengenai hak dan kewajibannya sebagai warga negara di suatu negara. Pendidikan politik dapat dilaksanakan kepada orang dewasa maupun kepada remaja mengingat remaja menjadi salah satu tokoh dalam pelaksanaan kegiatan politik di Indonesia. Pendidikan politik di lingkungan sekolah juga merupakan salah satu solusi akan kenakalan remaja yang cukup tinggi di Indonesia, pendidikan politik ini akan menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam kegiatan politik di lingkungan sekolah.Pendidikan politik untuk remaja dapat diterapkan melalui instansi pendidikan yang diinternalisasikan melalui mata pelajaran maupun organisasi siswa. Organisasi siswa yang dapat menerapkan pendidikan pendidikan politik salah satunya adalah organisasi siswa intra sekolah (OSIS). Organisasi siswa intra sekolah sebagai salah satu organisasi di dalam sekolah memiliki program kerja sebagai penerapan dari pendidikan politik. Penerapan pendidikan politik di dalam intansi pendidikan khususnya di dalam organisasi siswa intra sekolah memerlukan suatu pengkajian untuk memastikan bagaimana pelaksanaan program kerja organisasi siswa intra sekolah sebagai pendidikan politik.Kata kunci: Pendidikan politik, remaja, organisasi siswa intra sekolah