SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
859 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN SENI DAMAR KURUNG SEBAGAI INDUSTRI SENI KREATIF DI KABUPATEN GRESIK
Abstrak: Kesenian merupakan suatu keterampilan yang menghasilkan karya yang bagus serta memiliki nilai jual yang tinggi. Indonesia sebagai negara multikultural memiliki lebih dari 5.756 kesenian salah satunya adalah damar kurung. Damar Kurung merupakan lentera atau pelita yang dikurung dalam bentuk segi empat. Setiap sisi damar kurung memiliki berbagai makna dan motif yang menggambarkan keadaan dan aktivitas masyarakat di Kabupaten Gresik. Namun pengembangan damar kurung menglami penurunan sehingga perkembangan damar kurung menjadi terhambat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, (1) Program pengembangan seni damar kurung sebagai industri seni kreatif di Kabupaten Gresik. (2) Pelaksanaan program pengembangan seni damar kurung sebagai industri seni kreatif di Kabupaten Gresik (3) Kendala pengembangan seni damar kurung sebagai industri seni kreatif di Kabupaten Gresik. (4) Upaya mengatasi Kendala pengembangan seni damar kurung sebagai industroi seni kreatif di Kabupaten Gresik. (5) Strategi pengembangan seni damar kurung sebagai industri seni kreatif di Kabupaten Gresik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitaatif dengan metode deskriptif. Sumber data yang diperoleh melalui data primer dan data sekunder. Data primer di peroleh dari pengrajin damar kurung, Dinas Pariwista dan Kebudayaan, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdangangan. Sedangkan data sekunder melalui fakta di lapangan dan dokumen pendukung. Prosedur pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah miles and hubermen, dengan langkah awal pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan diakhiri penarikan kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan temuan dilakukan dengan cara triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahawa (1) Program pengembangan seni damar kurung sebagai industri seni kreatif melalui promosi online dan offline serta dengan mengadakan event-event penunjang. (2) Pelaksanaan program pengembangan yang akan di rencanakan oleh pemerintah Kabupaten Gresik adalah pelatihan (3) kendala pengembangan seni damar kurung sebagai industri seni kreatif salah satunya adalah dana dan sumber daya masyarakat (4) upaya mengatasi kendala pengembangan seni damar kurung sebagai industri seni kreatif salah satunya yakni memberikan pinjaman modal kepada para pengrajin dan mengedukasi pengrajin (5) Stategi pengembangan seni damar kurung sebagai industri kreatif melalui inovasi dan kreasi dan poduk baru. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan ada peran serta antara pengrajin, budayawan, masyarakat Kabupaten Gresik, dan pemerintah guna mengembangkan seni damar kurung sebagai industri seni kreatif di Kabupaten Gresik
PARTISIPASI WAJIB PAJAK DALAM MEMBAYAR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI DESA SUMBERAGUNG KECAMATAN REJOTANGAN KABUPATEN TULUNGAGUNG
RINGKASAN ABSTRAK: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) Pandangan wajib pajak dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan di Desa Sumberagung, (2) Proses pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan oleh wajib pajak di Desa Sumberagung, (3) Masalah yang terjadi dalam pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan di Desa Sumberagung, (4) Solusi penyelesaian masalah dalam pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan di Desa Sumberagung, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung. Hasil penelitian adalah: (1) pandangan wajib pajak dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan di Desa Sumberagung adalah wajib pajak sudah mengetahui bahwa membayar Pajak Bumi dan Bangunan merupakan suatu kewajiban bagi masyarakat sebagai wajib pajak dan bagi wajib pajak membayar pajak juga menjadi sebuah beban. Kemudian masyarakat sebagai wajib pajak acuh tak acuh dan juga kurang aktif dalam membayar pajak; (2) proses pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan oleh Wajib Pajak di Desa Sumberagung dilakukan melalui 2 (dua) tahap, yaitu proses penyampaikan Surat Pembayaran Pajak Terutang (SPPT) kepada wajib pajak yang dilakukan oleh petugas Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan proses pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) oleh wajib pajak berdasarkan Surat Pembayaran Pajak Terutang (SPPT) yang telah diterima; (3) pada proses pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan terdapat masalah-masalah yang menghambat proses pembayarannya dan dibutuhkan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut
INTERNALISASI KARAKTER KERJA KERAS PADA MASYARAKAT SUKU MADURA DI DESA MOJOSARI KABUPATEN JEMBER
RINGKASAN Finanti, Elinna Dyah. 2018.Internalisasi Karakter Kerja Keras Pada Masyarakat Suku Madura di Desa Mojosari Kabupaten Jember.Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Nur Wahyu Rochmadi, M.Pd, M.Si (II) Dr. Didik Sukriono, S.H, M.Hum. Kata Kunci : Internalisasi Karakter, Kerja Keras, Etos Kerja, Suku Madura Pendidikan karakter perlu dilakukan karena karakter seseorang menentukan kepribadian dan akhlak orang tersebut, sehingga untuk membentuk karakter yang baik tidak cukup dari lingkungan keluarga saja melainkan juga dibutuhkan pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Salah satu karakter yang harus diperkuat adalah karakter kerja keras, karena Indonesia perlu bangkit dan bekerja lebih keras lagi untuk menjadi negara yang maju dan dapat bersaing dengan negara-negara maju lainnya. Indonesia merupakan negara yang terdiri dari berbagai suku, antara lain suku Madura. Suku Madura mempunyai berbagai macam karakter, salah satunya adalah karakter kerja keras. Karaker kerja keras dikembangkan dalam upaya untuk mencapai tujuan negara yang termuat dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 alenia keempat, terutama memajukan kesejahteraan umum, sehingga diperlukan penelitian mengenai strategi proses internalisasi karakter kerja keras pada masyarakat Suku Madura. Desa Mojosari, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember merupakan daerah yang mayoritas masyarakatnya adalah suku Madura sehingga penelitian ini dilakukan di daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan (1) karakter kerja keras pada masyarakat suku Madura di Desa Mojosari Kabupaten Jember (2) latarbelakang masyarakat suku Madura mempunyai karakter kerja keras (3) proses internalisasi karakter kerja keras pada masyarakat suku Madura di Desa Mojosari Kabupaten Jember (4) faktor-faktor yang menunjang dan menghambat proses internalisasi karakter kerja keras pada masyarakat suku Madura di Desa Mojosari Kabupaten Jember (5) solusi mengatasi hambatan proses internalisasi karakter kerja keras pada masyarakat suku Madura di Desa Mojosari Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dari penelitian ini adalah Bapak Khosni, Bapak Sujai, Bapak Rika, Ibu Marbieh, dan Ibu Mariani selaku masyarakat suku Madura, peristiwa masyarakat suku Madura dalam bekerja dan dokumentasi profil desa. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan merujuk pada model Miles dan Huberman, yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan cara Triangulasi dan ketekunan pengamat. Temuan penelitian ini antara lain (1) karakter kerja keras masyarakat Suku Madura diDesa Mojosari Kabupaten Jember, ditandai oleh: waktu yang digunakan untuk bekerja lebih lama, jenis pekerjaan yang beragam, orang yang bersungguh-sungguh mencapai tujuan, orang yang bekerja dengan ulet, tekun, dan tidak mempunyai rasa malas, dan karakter kerja keras diturunkan kepada anaknya. (2) latar belakang masyarakat Suku Madura mempunyai karakter kerja keras, ditandai oleh: memenuhi kebutuhan keluarga, memenuhi kebutuhan anak, dan keyakinan agama (3) proses internalisasi karakter kerja keras pada masyarakat Suku Madura di Desa Mojosari Kabupaten Jember, ditandai oleh:menjadi contoh atau teladan untuk anak, pelibatan anak dalam membantu pekerjaan orang tua, menasehati anak, dan memberi hukuman (4) faktor-faktor penunjang dan penghambat proses internalisasi karakter kerja keras pada masyarakat Suku Madura diDesa Mojosari Kabupaten Jember, menemukan bahwa faktor-faktor penunjang karakter kerja keras pada masyarakat Suku Madura ditandai oleh: anak penurut, orang tua tidak bosan dalam menasehati anak, sedangkan faktor-faktor penghambat ditandai oleh:anak tidak menuruti perintah orang tua, anak sulit dinasehati (5) solusi dari faktor penghambat proses internalisasi karakter kerja keras pada masyarakat Suku Madura di Desa Mojosari Kabupaten Jember, ditandai oleh:meminta bantuan dari kyai atau ustadz untuk didoakan, menasehati anak, dan memberi hukuman. Saran yang diberikan oleh penulis yaitu (1)bagi peneliti selanjutnya, perlu dilakukan penelitian yang lebih mendalam mengenai karakter-karakter Suku Madura, mengingat masih banyak karakter-karakter Suku Madura yang unik dan menarik untuk dibahas (2) bagi masyarakat Suku Madura, untuk mendidik anak, lebih baik orang tua jangan sering memukul anak, memberi hukuman boleh tetapi hukuman yang mendidik. Dikhawatirkan apabila anak sering menerima pukulan dari orang tua akan berpengaruh dengan psikologi anak (3) bagi masyarakat selain masyarakat SukuMadura, bahwa strategi masyarakat Suku Madura untuk membentuk karakter kerja keras pada anak dapat ditiru, dicontoh, atau diterapkan dalam mendidik anak. Sebelum menerapkan strategi dari proses internalisasi karakter kerja keras pada masyarakat Suku Madura, orang tua harus berkonsisten dan tegas pada proses mendidik yang dipilih sehingga internalisasi karakter dapat terbentuk dengan baik, orang tua juga harus berdiskusi terlebih dahulu mengenai proses mendidik yang terbaik untuk anak sebelum memberikan strategi mendidik khas masyarakat Suku Madura tersebut (4) bagi mahasiswa Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberi tambahan pengetahuan, informasi, dan referensi tentang penelitian dibidang pendidikan karakter kepada mahasiswa jurusan Hukum dan Kewarganegaraan
KESADARAN TOLERANSI KEBERAGAMAN AGAMA DAN ANTARGOLONGAN DITINJAU DARI KEADAAN SOSIAL, EKONOMI DAN PENDIDIKAN SISWA SMAN 1 PACET KABUPATEN MOJOKERTO
RINGKASAN Wahyuningtiyas, Arum. 2018. Kesadaran Toleransi Keberagaman Agama dan Antargolongan Ditinjau dari Keadaan Sosial, Ekonomi dan Pendidikan Siswa SMAN 1 Pacet Kabupaten Mojokerto. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Nur Wahyu Rochmadi, M.Pd, M.Si (2) Drs. Margono, M.Pd, M.Si. Kata kunci: Kesadaran, Keberagaman, Toleransi, Agama dan Antargolongan Indonesia merupakan negara multikultural yang memiliki banyak keragaman, baik keadaan wilayah, kondisi sosial dan budaya serta masyarakat yang plural. Keberagaman yang ada bisa menjadi potensi tersendiri bagi Indonesia yang dapat menunjang kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi lebih baik. Namun, keberagaman yang ada juga rentan menimbulkan konflik jika masyarakat kurang memiliki kesadaran toleransi keberagaman (intoleransi). Oleh karena itu perlu upaya yang dilakukan untuk tetap mempertahankan segala keberagaman yang ada. Salah satu upaya yang paling berpengaruh dalam mempertahankan keberagaman yang ada adalah tindakan dari para generasi muda. SMAN 1 Pacet Kabupaten Mojokerto yang memiliki latar belakang keberagaman yang tinggi seperti keberagaman agama, antargolongan, keadaan sosial, ekonomi maupun pendidikan, dimana siswa-siswinya mampu menjalankan kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman yang ada tanpa ada permasalahan atau konflik yang muncul. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1). kesadaran toleransi keberagaman agama ditinjau dari keadaan sosial, ekonomi dan pendidikan siswa SMAN 1 Pacet Kabupaten Mojokerto; (2) kesadaran toleransi keberagaman antargolongan ditinjau dari keadaan sosial, ekonomi dan pendidikan siswa SMAN 1 Pacet Kabupaten Mojokerto; (3) bentuk kesadaran toleransi keberagaman agama ditinjau dari keadaan sosial, ekonomi dan pendidikan siswa SMAN 1 Pacet Kabupaten Mojokerto; (4) bentuk kesadaran toleransi keberagaman antargolongan ditinjau dari keadaan sosial, ekonomi dan pendidikan siswa SMAN 1 Pacet Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dari penelitian ini yaitu manusia, fenomena dan dokumen serta pengumpulan datanya dengan cara melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan merujuk pada model Miles and Huberman, dimana aktivitas dalam analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan cara Triangulasi. Temuan penelitian ini antara lain (1). kesadaran toleransi keberagaman agama ditinjau dari keadaan sosial, ekonomi dan pendidikan siswa SMAN 1 Pacet Kabupaten Mojokerto yakni siswa siswi berteman dan bergaul dengan teman yang berbeda agama, merasa senang ketika berbagai makanan dengan teman, dan merasa senang ketika teman membantu mengerjakan tugas sekolah; (2) kesadaran toleransi keberagaman antargolongan ditinjau dari keadaan sosial, ekonomi dan pendidikan siswa SMAN 1 Pacet Kabupaten Mojokerto yakni siswa siswi lapang dada ketika teman berkata sedikit kasar, memiliki kepekaan dan kepedulian yang tinggi antar tingkatan, merasa senang ketika mendapat bantuan mengerjakan tugas dan merasa senang ketika diskusi bersama; (3) bentuk kesadaran toleransi keberagaman agama ditinjau dari keadaan sosial, ekonomi dan pendidikan siswa SMAN 1 Pacet Kabupaten Mojokerto yakni siswa siswi membantu korban yang terkena bencana alam, berbagi makanan yang dimiliki seperti memberikan sebagian lauk pauk dan sayurnya, dan membantu teman mengerjakan tugas sekolah seperti mengerjakan PR matematika; (4) bentuk kesadaran toleransi keberagaman antargolongan ditinjau dari keadaan sosial, ekonomi dan pendidikan siswa SMAN 1 Pacet Kabupaten Mojokerto yakni siswa-siswi melakukan kegiatan amal bersama, ikut dalam kegiatan berbuka puasa bersama dan membagikan ta’jil pada saat bulan puasa dan membaur menjadi satu dengan kakak tingkat. Berdasarkan temuan penelitian diatas, maka diperoleh saran sebagai berikut: (1). bagi Sekolah hendaknya menjadikan penelitian ini sebagai salah satu bahan kajian untuk untuk melihat dan membentuk kesadaran toleransi keberagaman agama dan antargolongan ditinjau dari keadaan sosial, ekonomi dan pendidikan siswa dalam mempererat hubungan kebhinnekaan yang dimiliki siswa-siswi SMAN 1 Pacet Kabupaten Mojokerto sehingga kehidupan di sekolah dapat menjadi lebih baik dan nyaman bagi siswa dalam belajar ditengah keberagaman; (2). bagi Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Negeri Malang hendaknya menjadikan hasil penelitian ini sebagai salah satu literatur atau bahan kajian sosial mengenai upaya untuk melihat dan membentuk kesadaran toleransi keberagaman agama dan antargolongan ditinjau dari keadaan sosial, ekonomi dan pendidikan siswa; (3). Mahasiswa Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai penambah pengetahuan, informasi, dan referensi untuk pembelajaran mengenai kesadaran toleransi keberagaman agama dan antargolongan yang ditinjau dari keadaan sosial, ekonomi dan pendidikan siswa, (4). Mahasiswa Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, penelitian ini diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada para calon peneliti lain untuk melakukan penelitian yang sama di bidang pendidikan.
NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM TRADISI SEDEKAH BUMI MANGANAN TUNGGON DI PUNDEN MBAH BUYUT TUNGGON DUSUN TREMBUL, DESA MULYOREJO, KECAMATAN SINGGAHAN, KABUPATEN TUBAN
RINGKASAN ABSTRAK: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) Bagaimana asal-usul tradisi sedekah bumi manganan Tunggon, (2) Bagaimana prosesi pelaksanaan tradisi sedekah bumi manganan Tunggon, (3) Nilai-nilai kearifan lokal apa yang terkandung dalam tradisi sedekah bumi manganan Tunggon, (4) Bagaimana komitmen dan rekomendasi masyarakat terhadap tradisi sedekah bumi manganan Tunggon. Data dikumpul dengan analisis dokumen, pengamatan dan wawancara serta dianalisis dengan teknik studi kasus oleh Robert K. Yin. Hasil penelitian adalah: (1) tradisi sedekah bumi manganan Tunggon tidak bisa terlepas dari peran Mbah Sumo dan Mbah Raminah selaku orang pertama kali yang babat alas di Dusun Trembul dan tradisi sedekah bumi manganan Tunggon merupakan acara tahunan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan dan sebagai wujud penghormatan masyarakat Dusun Trembul kepada Mbah Sumo dan Mbah Raminah atau Mbah Buyut Tunggon; (2) Prosesi pelaksanaan tradisi sedekah bumi manganan Tunggon dibagi menjadi dua tahap yaitu persiapan dan pelaksanaan.; (3) Nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi sedekah bumi manganan Tunggon yaitu (a) Nilai Religius atau Nilai Agama; (b) Nilai Moral; (c) Nilai Persatuan dan Toleransi; (d) Nilai Gotong Royong; (e) Nilai Ekonomi; (f) Nilai Seni; (g) Nilai Budaya dan (h) Nilai Ilmu Pengetahuan; (4) Komitmen masyarakat yaitu masyarakat sepakat untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi sedekah bumi manganan tunggon karena tradisi tersebut merupakan peninggalan nenek moyang mereka. Sementara rekomendasi masyarakat untuk tradisi sedekah bumi manganan Tunggon yaitu: (1) Minum-minuman keras harus dihilangkan; (2) Dihilangkannya judi di area Punden; (3) Dalam pelaksanaan ritual, tidak perlu membakar dupa, sebagai orang muslim cukup di bacakan yasin dan di doakan saja; dan (4) Untuk orang-orang yang berkorban sebaiknya jangan di Punden atau makam lebih baik waktu idul adha saja lebih jelas perintah dan tujuannya. Kata kunci: Kebudayaan, Nilai, Kearifan Lokal, Tradisi Sedekah Bumi Manganan Tunggo
PENERAPAN PENDIDIKAN ANTI KORUPSI UNTUK MEMINIMALISIR TINDAK KORUPSI
RINGKASAN Pada artikel ilmiah ini dipaparkan informasi mengenai solusi meminimalisir tindak korupsi dikalangan pelajar dengan menerapkan pendidikan anti korupsi. Solusi tersebut ditawarkan untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan lain- lain serta kebiasaan-kebiasaan baik yang akan di praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan anti korupsi dapat memberikan pembelajaran atau pengalaman baru bagi peserta didik melalui kegiatan praktek, observasi, penyampaian materi oleh pengajar serta pemberian penyuluhan atau sosialiasi terkait dengan kerugian tindak korupsi. Dari penerapan ini peserta didik diharapkan mampu untuk bersikap kritis dan aktif terhadap perilaku-perilaku yang berpotensi terhadap tindak korupsi serta menciptakan inovasi terhadap cara pencegahan maupun penyelesaian tindak korupsi baik dalam lingkup sempit maupun yang lebih luas
PENYALAHGUNAAN NARKOBA DIKALANGAN REMAJA
RINGKASAN Pada artikel ilmiah ini disajikan informasi mengenai solusi praktis penaganan masalah penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja yang ada di Indonesia. Solusi tersebut adalah adanya kesadaran dari keluarga untuk para remaja. Hasil akhir dari adanya kesadaran tersebut bisa meminimalisasi penggunaan narkoba, dengan demikian negara bisa bersih dari narkoba
PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PERMAINAN EGRANG DI KOMUNITAS GUBUK BACA LENTERA NEGERI DESA SUKOLILO KECAMTAN JABUNG KABUPATEN MALANG
RINGKASAN Sasmito, Adi. 2018. Penerapan Pendidikan Karakter Malalui Permainan Egrang di Komunitas Gubuk Baca Lentera Negeri Desa Sukolilo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Prodi PPKn, Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Siti Awaliyah S.H, M.Hum, (2) Drs. Suparlan Al Hakim M.Si. Kata Kunci: Gubuk Baca Lentera Negeri, Permainan Tradisional Egrang, Penerapan Pendidikan Karakter. Budaya dan kesenian harus tetap dilestarikan karena dengan budaya dan kesenian dapat membentuk karakter seseorang. Banyaknya kasus yang mencerminkan pembentukan karakter yang tidak baik mebuat pendidikan karakter sangat penting. Gubuk Baca Lentera Negeri merupakan komunitas yang bergeraka dalam bidang pendidikan yang mengajak anak-anak untuk gemar membaca dan mengenalkan budaya, kesenian, cinta lingkungan serta permainan tradisional egrang kepada anak-anak. Minimal dengan begitu dapat membentuk karakter anak melaui kegiatan membaca, mengenalkan budaya dan permainan tradisional egrang. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) menjelaskan asal-usul permainan tradisional egrang di Gubuk Baca Lentera Negeri Desa Sukolilo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang, (2) menjalaskan tata cara permainan egrang di komunitas Gubuk Baca Lentera Negeri Desa Sukolilo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang, (3) menjelaskan nilai-nilai karakter yang terkandung dalam permainan egrang di komunitas Gubuk Baca Lentera Negeri Desa Sukolilo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang, (4) menjelaskan penerapan pendidikan karakter melalui permainan tradisional egrang di komunitas Gubuk Baca Lentera Negeri Desa Sukolilo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang, (5) menjelaskan kendala penerapam pendidikan karakter melalui permainan egrang di Komunitas Gubuk Baca Lentera Negeri Desa Sukolilo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Pendekatan dalam penelitian ini adalah penelitian Kualitatif dengan jenis peneilitian diskriptif. Lokasi penelitian yang di pilih oleh peneliti dalam penelitian ini adalah Gubuk Baca Lentera Negeri Desa Sukolilo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang, serta gubuk baca binaan Gubuk Baca Lentera Negeri seperti Gubuk Baca Gang Tato dan Gubuk Baca Anak Alam yang masih dalam satu Kecamatan Jabung. Sumber data yang diperoleh dalam peneitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Prosedur yang dilakukan untuk mengumpulkan data adalah dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan analisis data dimulai dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Agar data yang diperoleh tidak diragukan kebenaranya maka dilakukan pengecekan keabsaahan temuan yaitu dengan meningkatan ketekunan, triangulasi, mengunakan bahan refrensi. Temuan penelitian menghasilkan empat pembahasan, yaitu (1) asal-usul permainan egrang di Gubuk Baca Lentera Negeri mulai dari awal hingga terciptanya tarian egrang, (2) tata cara memainkan permainan egrang di Gubuk Baca Lentera Negeri yaitu mulai tahap persipan, tahap pelaksanaan, tahap penutup. (3) nilai-nilai karakter yang terkang dalam permainan egrang di Gubuk Baca Lentera Negeri mengadung delapan nilai yang baik yang dapat membentuk karakter seseorang yang memainkanya, (4) penerapan pendidikan karakter melalui permainan egrang di Gubuk Baca Lentera Negeri membuat seseorang tidak hanya bermain tetapi dapat belajar dengan apa yang dimainkan, sehingga ketika memainkanegrang dapat menerapkan pendidikan karakter dan dapat mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari selain bermain egrang. (5) Kendala dalam penerapan permainan egrang. Saran yang dapat diberikan peneliti dalam penelitian ini yaitu Permainan egrang jika diterapkan kepada anak-anak atau seseorang secara tidak sadar mereka akan belajar tentang pendidikan karakter yang terkadung didalamnya. Seseorang memang dapat belajar tentang nilai-nilai kebaikan dari sebuah buku, tetapi tidak banyak orang yang mau mempraktikan dalam kehidupan nyata. Dengan bermain egrang tersebut seseorang dapat belajar nilai-nilai kebaikan dan mempraktikanya secara langsung. Untuk itu suatu pembelajaran juga dapat dibentuk melalui kegiatan belajar sambil bermain dan tidak harus melulu dikenalkan dengan teori-teori yang belum tentu seseorang memperaktikanya. Dalam permainan egrang seseorang langsung dapat belajar dan mepraktikan nilai kebaikan tersebut secara langsung. Ketika seseorang tersebut sudah mengerti niali-nilai tersebut harapanya agar dapat mempraktikan dalam kehidupan sehari-harinya. Jadi jangan pernah malu memainkan permainan tradisonal
STRATEGI BERTAHAN HIDUP BURUH PABRIK PUPUK CV.SINAR AGUNG DI DESA GOLOKAN KECAMATAN SIDAYU KABUPATEN GRESIK
RINGKASAN Abstrak: Buruh merupakan orang yang bekerja pada orang lain yang menghasilkan barang atau jasa untuk mendapatkan uang maupun bentuk lainnya kepada pemberi kerja, majikan atau pengusaha. Di Indonesia buruh selalu diidentikan dengan pekerja rendahan, hina, kasar dan sebagainya. Seperti halnya buruh pabrik pupuk di CV. SINAR AGUNG di Desa Golokan Kecamatan Sidayu Kabupaten Gresik. Mereka merupakan buruh yang bekerja di pabrik ilegal namun mereka tetap bertahan selama 3 tahun dan meskipun pabrik tersebut telah dioperasi (dirazia) oleh pihak kepolisian berkali-kali. Banyak alasan dari buruh pabrik tersebut tetap bertahan memilih bekerja di CV. SINAR AGUNG. Demi memenuhi kelangsungan hidup atau memenuhi berbagai macam kebutuhan hidupnya. Dan juga karena ijazah buruh tersebut yang masih rendah. Karena dalam dunia kerja hal yang paling menentukan identitas maupun kualitas seseorang yang pertama dilihat adalah ijazah. Hal ini dikarenakan seberapa besar kemampuan intelektual seseorang dapat dilihat dari selembar kertas yang disebut sebagai ijazah. Pihak penyedia pekerjaan pun tentu pasti akan lebih memihak pada seseorang yang mengenyam pendidikan tertentu untuk mendapatkan suatu keahlian pada bidang yang dibutuhkan dibandingkan dengan memilih seseorang yang tidak mengenyam pendidikan yang berhubungan dengan pekerjaan yang akan di tawarkan. Lalu buruh pabrik tersebut juga tidak memilki modal yang cukup untuk mendirikan usaha ataupun pabrik sendiri. Setelah itu mereka harus memenuhi kebutuhan keluarga seperti kebutuhan makan setiap hari, kebutuhan sandang pangan, dan untuk biaya Pendidikan anak-anaknya. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menjelaskan (1) alasan yang melatarbelakangi seseorang memilih pekerjaan sebagai buruh pabrik CV. SINAR AGUNG di Desa Golokan Kecamatan Sidayu Kabupaten Gresik (2) menjelaskan kesejahteraan buruh pabrik CV. SINAR AGUNG di Desa Golokan Kecamatan Sidayu Kabupaten Gresik (3) menjelaskan strategi bertahan hidup buruh pabrik pupuk CV. SINAR AGUNG saat dioperasi (dirazia) oleh pihak kepolisian. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Sedangkan jenis penilitiannya sendiri adalah deskriptif. Dan lokasi penelitian yang dipilih adalah Desa Golokan Kecamatan Sidayu Kabupaten Gresik. Prosedur untuk pengumpulan data adalah dengan teknik observasi, teknik wawancara, teknik dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri. Analisis data dimulai dari melakukan reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Keabsahan data dilakukan uji kreadibilitas dengan peningkatan perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan dan triangulasi. Temuan penelitian dalam penelitian ini menghasilkan tiga pembahasan, yaitu (1) alasan yang melatarbelakangi seseorang memilih pekerjaan sebagai buruh pabrik CV. SINAR AGUNG di Desa Golokan Kecamatan Sidayu Kabupaten Gresik, karena ijazah mereka yang rendah, rasa nyaman untuk bekerja di pabrik itu, tidak mempunyai modal yang cukup untuk membuka usaha sendiri, dan buruh pabrik tersebut mempunyai tanggungan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, (2) tingkat kesejahteraan buruh pabrik pupuk CV. SINAR AGUNG di Desa Golokan Kecamatan Sidayu Kabupaten Gresik, mereka mendapatkan upah yang cukup besar hampir setara dengan upah buruh yang bekerja di pabrik-pabrik besar yang sifatnya legal di Kota Gresik sehingga kebutuhan hidup buruh dapat terjamin dan mereka juga mendapatkan makan sebanyak 2 kali dalam 1 hari setelah itu jika mereka meminjam uang kepada pemilik pabrik, pemilik pabrik tersebut tidak memotong gaji mereka untuk pengembaliannya, (3) strategi bertahan hidup buruh pabrik pupuk CV. SINAR AGUNG saat pabrik dioperasi (dirazia) oleh pihak kepolisian dilakukan dengan bebagai strategi yaitu strategi aktif, srategi pasif dan strategi jaringan, karena setiap orang akan berbeda kemampuannya dalam menerapkan seperangkat cara mengatasi berbagai permasalahan yang ada di kehidupannnya. Saran yang dapat peneliti berikan dalam penelitian ini bagi berbagai pihak mulai dari pemilik pabrik dan buruh pabrik di CV. SINAR AGUNG di Desa Golokan Kecamatan Sidayu Kabupaten Gresik, masyarakat sekitar pabrik, generasi muda, dan Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, menambah wawasan untuk mengetahui bagaimana strategi bertahan hidup buruh pabrik yang bekerja di CV. SINAR AGUNG. Kata Kunci : Buruh, Strategi, Bertahan Hidu
MENANAMKAN NILAI-NILAI PANCASILA DENGAN MEMPERKENALKAN BUDAYA BANGSA
RINGKASAN Pada artikel ilmiah ini disajikan informasi mengenai solusi praktis dalam penanganan tidak kepedulian masyarakat terhadap jati diri bangsa. Solusi yang dapat diberikan dengan menanamkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan kepedulian masyarakat indonesia terhadap budaya bangsa indonesia. Dalam menanamkan nilai-nilai pancasila merupakan salah satu bentuk perwujudan pancasila dalam tindakan dan kegiatan praktis dalam kehidupan manusia untuk memperkenalkan budaya indonesia. Dalam penanaman nilai-nilai pancasila yaitu untuk membuat individu memiliki kemampuan untuk mengambil sikap sikap yang sesuai dengan Pancasila