SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
    859 research outputs found

    Penerapan Pendidikan Politik dalam Kegiatan Organisasi Siswa Intra Sekolah di SMA Negeri 1 Tumpang

    No full text
    ABSTRAK Yulianti. 2018. Penerapan Pendidikan Politik dalam Kegiatan Organisasi Siswa Intra Sekolah di SMA Negeri 1 Tumpang. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suparlan Al Hakim, M.Si, (II) Dr. Siti Awaliyah S.Pd., SH., M.Hum.Kata Kunci: Pendidikan politik, Kegiatan organisasi siswa intra sekolah, SMA Negeri 1 TumpangWarga negara dalam suatu negara memiliki hak yang sama dalam kegiatan politik negaranya. Namun beberapa warga negara kurang memiliki pemahaman dan informasi yang cukup dalam melaksanakan kegiatan politik tersebut. Kondisi tersebut dapat dilihat dari jumlah golongan putih dalam suatu negara dalam pemilihan pemimpin. Pendidikan politik merupakan suatu upaya untuk memberi pemahaman kepada warga negara mengenai hak dan kewajibannya sebagai warga negara di suatu negara. Pendidikan politik dapat dilaksanakan kepada orang dewasa maupun kepada remaja mengingat remaja menjadi salah satu tokoh dalam pelaksanaan kegiatan politik di Indonesia. Pendidikan politik di lingkungan sekolah juga merupakan salah satu solusi akan kenakalan remaja yang cukup tinggi di Indonesia, pendidikan politik ini akan menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam kegiatan politik di lingkungan sekolah. Pendidikan politik untuk remaja dapat diterapkan melalui instansi pendidikan yang diinternalisasikan melalui mata pelajaran maupun organisasi siswa. Organisasi siswa yang dapat menerapkan pendidikan pendidikan politik salah satunya adalah organisasi siswa intra sekolah (OSIS). Organisasi siswa intra sekolah sebagai salah satu organisasi di dalam sekolah memiliki program kerja sebagai penerapan dari pendidikan politik. Penerapan pendidikan politik di dalam intansi pendidikan khususnya di dalam organisasi siswa intra sekolah memerlukan suatu pengkajian untuk memastikan bagaimana pelaksanaan program kerja organisasi siswa intra sekolah sebagai pendidikan politik.Tujuan dari penilitian ini: (1) Mengetahui pandangan warga sekolah SMA Negeri 1 Tumpang terhadap pendidikan politik, (2) Mengetahui rancangan program Organisasi Siswa Intra Sekolah sebagai pendidikan politik di SMA Negeri 1 Tumpang, (3) Mengetahui pelaksanaan rancangan program Organisasi Siswa Intra Sekolah sebagai pendidikan politik di SMA Negeri 1 Tumpang, (4) Mengetahui kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program Organisasi Siswa Intra Sekolah sebagai pendidikan politik di SMA Negeri 1 Tumpang, (5) Mengetahui upaya yang dilaksanakan dalam pelaksanaan program Organisasi Siswa Intra Sekolah sebagai pendidikan politik di SMA Negeri 1 Tumpang.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang berjenis penelitian naturalistik dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Pencarian data oleh peneliti dilaksanakan wawancara dengan beberapa informan, diantaranya Drs Prianggono selaku wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, Bapak Suratno S.Pd selaku wakil kepala sekolah bidang kurikulum, Ibu Loka Widiastuti selaku pembina OSIS, Syafi’atul Maulidiya selaku ketua umum OSIS SMA Negeri 1 Tumpang serta Riko Doni Setiawan selaku ketua seksi bidang V OSIS SMA Negeri 1 Tumpang. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan wawancara, studi dokumentasi, dan observasi. Analisis data yang dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (verifikasi).Hasil penelitian adalah: (1) Pandangan warga sekolah SMA Negeri 1 Tumpang terhadap pendidikan politik yaitu pendidikan politik dapat meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai hak dan kewajibannya sebagai warga sekolah dan pendidikan politik dapat mendorong peserta didik untuk aktif dalam kegiatan politik di lingkungan sekolah; (2) Rancangan program organisasi siswa intra sekolah sebagai pendidikan politik di SMA Negeri 1 Tumpang terdapat 6 program kerja yang digolongkan sebagai pendidikan politik, rancangan tersebut memuat nama program kerja, sasaran dan tujuan program kerja, tempat dan waktu pelaksanaan program kerja serta penanggungjawab program kerja, (3) Pelaksanaan rancangan program Organisasi Siswa Intra Sekolah sebagai pendidikan politik di SMA Negeri 1 Tumpang terlaksana dalam kurun waktu satu tahun; (4) Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program Organisasi Siswa Intra Sekolah sebagai pendidikan politik di SMA Negeri 1 Tumpang yaitu kendala yang dihadapi yaitu kendala dana, cuaca, tempat serta partisipasi peserta kegiatan, (5) Upaya yang dilaksanakan dalam menghadapi kendala dalam pelaksanaan program Organisasi Siswa Intra Sekolah sebagai pendidikan politik di SMA Negeri 1 Tumpang yaitu iuran rutin oleh pengurus OSIS, merancang opsi apabila cuaca tidak mendukung serta peningkatan kreativitas dalam sosialisasi mengenai kegiatan kepada peserta. Saran yang berhubungan dengan penerapan pendidikan politik dalam kegiatan organisasi siswa intra sekolah di SMA Negeri 1 Tumpang, yaitu (1) Pelaksana program kerja pengurus OSIS SMA Negeri 1 Tumpang tetap konsisten dalam melaksanakan program kerja sebagai pendidikan politik sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan, (2) pelaksana program kerja pengurus OSIS SMA Negeri 1 Tumpang meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam mengkonsep program kerja sehingga dapat meningkatkan partisipasi peserta kegiatan, (3) Terkait dengan data sarana dan prasarana sekolah seharusnya pihak sekolah juga mendata jumlah serta kondisi sarana dan prasarana tersebut agar permasalahan kekurangan perlengkapan dalam pelaksanaan kegiatan dapat diminimalkan, (4) Diperlukan dukungan dari bapak/ibu guru dalam mengkonsep program OSIS sebagai pendidikan politik agar esensi dari pendidikan politik tetap pada jalur dan sesuai dnegan tujuan yang telah direncanakan

    Partisipasi Politik Pemilih Pemula Dalam Pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2015 di Desa Sutojayan Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRAK   RINGKASAN Pradana, Reddy . 2018. Partisipasi Politik Pemilih Pemula Dalam Pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2015 di Desa Sutojayan Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Edi Suhartono, SH., M. Pd (2) Dr. H. A. Rosyid Al Atok, M. Pd., M.H Kata-Kata Kunci: Partisipasi Politik, Pemilih Pemula, Pilkada Serentak Partisipasi politik merupakan keikutsertaan warga dalam kegiatan politik untuk menentukan kebijakan kedepan mengenai pemerintahan. Partisipasi politik merupakan aspek penting dalam sebuah tatanan negara demokrasi, sekaligus merupakan ciri khas adanya moderinisasi politik, salah satunya partisipasi politik pada pilkada serentak. Pilkada serentak ini bertujuan untuk memilih Kepala daerah dan wakil kepala daerah yang antara lain Gubernur dan Wakil Gubernur untuk provinsi, Bupati dan Wakil Bupati untuk kabupaten, serta Walikota dan Wakil Walikota untuk kota. Partisipasi politik dalam pemilihan kepala daerah merupakan hak semua warga negara termasuk bagi para pemilih pemula, yaitu warga negara yang berumur 17 tahun yang baru saja memperoleh hak memilih dalam kegiatan pemilu. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui bagaimana partisipasi politik pemilih pemula di Desa Sutojayan Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Secara khusus penelitian ini ingin meneliti mengenai bentuk partisipasi politik pemilih pemula, faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi pemilih pemula dan bagaimana tingkat partisipasi pemula dalam pelaksanaan pilkada serentak tahun 2015. Dalam penelitian tentang partisipasi pemilih pemula dalam pelaksanaan pilkada Kabupaten Malang tahun 2015 menggunakan tipe penelitian deskriptif kualitatif. Pada pendekatan ini, peneliti membuat suatu gambaran yang kompleks, meneliti kata-kata, laporan terinci dari pandangan informan, dan melakukan studi pada situasi sosial yang alami. Berdasarkan hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa, (1) Bentuk partisipasi politik pemilih pemula yaitu ikut serta partisipasi dalam sosialisasi pilkada, ikut partisipasi dalam pencarian informasi pilkada, berpartisipasi dalam diskusi politik, berpartisipasi dalam pemberian hak suara dan penerimaan calon yang terpilih. (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi adalah rasa ingin tahu, kesadaran akan hak politiknya dan kainginan untuk mendukung salah satu calon. (3) Tingkat partisipasi pemilih pemula tergolong tinggi, sebagian besar pemilih pemula menggunakan hak suaranya untuk memilih dan hanya sebagian kecil saja yang tidak memilih atau golput. Peneliti merekomendasikan untuk pihak KPU atau pihak PPS Desa Sutojayan untuk meningkatkan lagi sosialisasinya dengan mengadakan sosialisasi yang khusus untuk para pemilih pemula. Sosialisasi tersebut sekiranya harus terus menerus di lakukan secara berkelanjutan mengingat pendidikan politik dikalangan pemilih pemula sangatlah minim

    Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Game Edukasi Role Playing Game pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Pokok Bahasan Bela Negara pada Kelas IX SMP Sriwedari Malang

    No full text
    ABSTRAK   Kemampuan smartphone dan notebook untuk menampilkan berbagai jenis data baik berupa gambar, suara dan videomerupakan sebuah potensi besar yang dapat dimanfaatkan. Berdasarkan hal tersebut, peneneliti menemukan sebuah ide untuk memanfaatkan perangkat smartphone dan notebook menjadi media pembelajaran interaktif. Berdasarkan observasi awal di SMP Sriwedari malang ditemukan data bahwa siswa menyukai penggunaan permainan dan metode tanya jawab dalam pembelajaran. Berdasarkan data hasil observasi tersebut, peneliti melakukan pengembangan untuk menciptakan media pembelajaran dengan bentuk game yang dapat digunakan pada perangkat komputer smartphone dan notebook. Pengembangan media pembelajaran menggunakan metode penelitian Borg dan Gill yang telah dimodifikasi menjadi beberapa tahapan yakni pengumpulan data, perancangan, penyusunan draft produk, validasi ahli, revisi, uji coba kelompok dan produksi masal. Pengembangan difokuskan untuk menciptakan game digital dengan kemampuan menyampaikan materi dan pertanyaan. Tahapan yang peneliti lakukan adalah melakukan observasi di SMP Sriwedari malang, menyusun storyboard, membuat game untuk sistem operasi Windows, melakukan penyesuain pada game agar dapat berjalan pada sistem operasi Android, melakukan uji ahli, melakukan uji kelompok kecil dan membuat desain dvd box beserta buku petunjuk penggunaan. Peneliti tidak melakukan tahap revisi karena menurut ahli, produk yang dikembangkan sudah sangat valid dan tidak memerlukan revisi. Uji coba dilakukan di SMP Sriwedari malang untuk mengetahui tingkat ketertarikan siswa terhadap produk. Penelitian dilakukan dengan memberikan angket ketertarikan siswa terhadap penggunaan media game edukasi dan media ceramah-lks dalam pembelajaran. Dengan hasil penelitian menyatakan bahwa, presentasi rata-rata ketertarikan siswa terhadap media game edukasi sebesar 87,5% dari yang diharapkan dan rata-rata ketertarikan siswa terhadap media ceramah-lks sebesar 45,8 % dari yang diharapkan. Berdasarkan data tersebut peneliti menyimpulkan bahwa siswa kelas IX SMP Sriwedari lebih tertarik untuk menggunakan media pembelajaran game edukasi dalam pembelajaran. Dengan menggunakan game edukasi sebagai media pembelajaran, menyebabkan siswa tidak merasa sedang belajar namun sedang bermain permainan, sehingga penggunaan game edukasi perlu di kombinasikan dengan metode pembelajaran yang mampu mengontrol kondisi kelas agar tetap terfokus pada materi. Kombinasi media game edukasi dengan metode pembelajaran yang tepat mampu menciptakan proses pembelajaran dengan proporsi bermain dan belajar yang seimbang

    PELESTARIAN WARISAN BUDAYA MAJAPAHIT di KECAMATAN TROWULAN KABUPATEN MOJOKERTO

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya pelestarian warisan budaya Majapahit di Trowulan yang meliputi (1) ragam warisan budaya Majapahit yang berada di Trowulan; (2) upaya yang dilakukan dalam pelestarian warisan budaya Majapahit di Trowulan; (3) kendala yang terjadi dalam upaya pelestarian warisan budaya Majapahit di Trowulan; (4) dampak yang terjadi dalam upaya pelestarian warisan budaya Majapahit di Trowulan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode hermeneutika. Dalam mencari data dari informan yang terdiri dari budayawan lokal yang berada di Trowulan, masyarakat Trowulan, serta pihak Museum Trowulan. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan metode yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan dan mengecek data yang diperoleh dari lapangan, reduksi data, analisis data dan penyimpulan. Untuk menjamin kebasahan data yang diperoleh, peneliti melakukan pengecekan data dengan cara sebagai berikut perpanjangan keikutsertaan, ketekunan, dan triangulasi. Hasil penelitian ini dijabarkan sebagai berikut, pertama pemahaman masyarakat tentang warisan budaya Majapahit yang berada di Trowulan. Kedua upaya-upaya nyata yang dilakukan dalam pelestarian warisan budaya Majapahit (1) membentuk sebuah komunitas peduli warisan budaya Majapahit; (2) mengadakan kegiatan kirab budaya Majapahit; (3) menjaga dan merawata candi; (4) melestarikan kerajinan cor kuningan,terracotta dan pahat patung melalui kegiatan industri kecil menengah; (5) membangun rumah majapahitan. Ketiga kendala yang terdapat dalam upaya pelestarian warisan budaya Majapahit (1) kendala berupa dana; (2) kesadaran masyarakat; (3) kurangnya kerja sama antara pemerintah dan budayawan lokal . Keempat dampak yang terjadi dalam upaya pelestarian warisan budaya Majapahit yaitu (1) dampak ekonomi; (2) dampak sosial budaya. Saran yang diberikan peneliti bahwa masayarakat perlu diberikan sosialisasi mengenai apa saja warisan budaya Majapahit. Kedua dalam upaya melestarikan warisan budaya Majapahit pemerintah lebih banyak melibatkan masyarakat khususnya masyarakat Trowulan. Ketiga kerja sama antara budayawan lokal dan pemerintah harus lebih baik lagi dalam upaya pelestarian warisan budaya Majapahit.   Kata Kunci: warisan, pelestarian, budaya, Majapahit, Trowulan. The purpose of this research is to described preserving cultural heritage of majapahit in trowulan that covers (1) variety of majapahit cultural heritage that is in trowulan; (2) the efforts made in the preservation of cultural heritage of majapahit in trowulan, (3) the obstacles in preserving cultural heritage of majapahit in trowulan, (4) the impact of that occurs in preserving cultural heritage in trowulan majapahit. This study adopted qualitative approaches descriptive of with the methods hermeneutika. In search of the data from an informant who consisting of cultural observers of foreign currency bank deposits that they are located in trowulan , the community trowulan , as well as the museum trowulan. The collection of data will be paid out starting with the methods pt pgn promised to supply: observation , the objective of the interview , and documentation of .Of the data analysis done by means of gather heads of local governments and to check the data obtained from the the field , the reduction of the data , data analysis and summary.In order to ensure the bridge data obtained the fire victims , researchers conducted of checking the data with as follows an extension of the participation of the , of steadfast patience and endurance , and triangulation of. The result of this research described as follows , first the understanding of the community about cultural heritage that is in trowulan majapahit. Second real efforts that are undertaken in the preservation of cultural heritage of majapahit (1) form a community care cultural heritage of majapahit; (2) conducting activities sugarcanes culture majapahit, (3) maintain and temple; (4) preserve the craft cast brass , terracotta and chisel the statue through the activities of small medium; (5) majapahitan building a house. Of the three constraints that was found in preserving cultural heritage of majapahit (1) obstacles in the form of funds; (2) public awareness, (3) the lack of cooperation between the government and local cultural .Fourth the impact of that occurs in preserving cultural heritage of majapahit which are (1) economic impact; (2) the impact of social and cultural. Advice provided group of researchers from that communities need to be given socialization regarding what comes to you of the heritage of culture of majapahit to. Second in an effort to preserve their own cultures of majapahit to the government involves the community especially among the trowulan. Third cooperation between cultural observers local and reason the government should also get better and better in an effort to the preservation of the heritage of culture of majapahit to.   Keywords: Preservation, Inheritance, Culture, Majapahit, Trowulan

    LARANGAN MENGENDARAI SEPEDA MOTOR KE SEKOLAH BAGI SISWA/SIWI SMP NEGERI 1 PONGGOK KABUPATEN BLITAR.

    No full text
    ABSTRAK Ratnasari, Herlina.2018. DampakPelanggaranLaranganMengendaraiSepedaMotor OlehSiswa/ SiswiSmpNegeri 1 PonggokTerhadapMasyarakatDesaPonggokKecamatanPonggokKabupatenBlitar. Skripsi,JurusanHukumdanKewarganegaraan,FakultasIlmuSosial, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (I) Drs. SuparmanAdiWinoto, SH, M.Hum, (II). Dr. DidikSukriono,SH,M.Hum. Kata Kunci :Hukum, AnakdibawahUmur, Sepeda motor, Undang-undangLaluLintas.   Dalam pasal 81 ayat 1 dan 2  Undang- undang no 22 tahun 2009 tentang Peraturan lalu lintas dan angkutan jalan sudah dinyatakan batasan umur berapa seseorang bisa memiliki surat ijin mengemudi (SIM), Hal ini merupakan upaya pemerintah untuk menciptakan masyarakat  yang tertib untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas. Tetapi pada kenyataannya banyak masyarakat  yang melanggar undang- undang lalu lintas tersebut terutama anak-anak dibawah umur khususnya para pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP). Para pelajar ini disebut anak dibawah umur karena belum memenuhi persyaratan memiliki surat ijin mengemudi. Data kecelakaan di Kabupaten Blitar menurut satlantas polres Blitar tergolong banyak dan mengalami peningkatan setiap tahunnya . Hal tersebut disebabkan oleh kurangnya kesadaran hukum berkendara yang dimiliki oleh masyarakat. Penyumbang kecelakaan terbanyak dari kasus pelanggaran hukum berlalulintas yaitu para pelajar atau anak dibawah umur,  ditahun 2017 sebanyak 119 korban kecelakaan merupakan anak dibawah umur atau pelajar. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan ; (1).  Mengetahui larangan mengendarai sepeda motor yang ada di SMP Negeri 1 Ponggok, (2).  Mengetahui faktor penyebab yang mempengaruhi siswa/siswi SMP Negeri 1 Ponggok mengendarai sepeda motor. (3). Mengetahui bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh siswa/siswi SMP Negeri 1 Ponggok. (4).  Mengetahui dampak yang ditimbulkan jika siwa/siwi SMP Negeri 1 Ponggok mengendarai sepeda motor.(5).  Mengetahu icara pencegahan yang dilakukan oleh pihak sekolah SMP Negeri 1 Ponggok. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan dalam penelitian ini yaitu;  (1). Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Ponggok,  (2)  Waka Kesiswaan SMP Negeri 1 Ponggok,  (3). Tim Tata Tertib SMP Negeri 1 Ponggok (4orang),  (4). Satpam SMP Negeri 1 Ponggok,  (5). Siswa SMP Negeri 1 Ponggok (6 orang), (6). Warga sekitar Sekolah. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara, observasi dan observasi.  Teknikanalisis data penelitian ini menggunakan triangulasi dari segisumber data dan metode pengambilan data.                         Hasil penelitian diketahui bahwa (1). Larangan yang ada disekolah untuk siswa/siswi yang mengendarai sepeda motor berupa himbauan langsung dari pihak kepolisian yang disampaikan kepada sekolah supayame larang siswa/siswinya mengendarai sepeda motor, (2). Faktor yang mempengauhi siswa SMP mengendarai sepeda motor yaitu; a.Orang tua mengijinkan dan memfasilitasi, (b). Siswanya sendiri yang menginginkan naik sepeda motor, c. Pengaruh teman sebaya dan lingkungan sekitar, d. Dianggap lebih kekinian, e. Tidak ada angkutan umum. (3). Pelanggaran yang dilakukan oleh siswa/siswi terhadap larangan mengendarai sepeda motor disekolah yaitu; a.  Mengendarai sepeda motor sebelum mempunyai SIM (Surat Ijin Mengemudi). b.  Tidak memakai helm saat berkendara . c. Motor tidak standart atau dimodifikasi. (4). Dampak yang ditimbulkan dari pelanggaran menaiki sepeda motor ada dua yaitu; a. Dampak positive, b. Dampak negative. (5). Upaya yang dilakukan untuk mencegah dan mengatasi upaya siswa/siswi SMP tidak mengendarai sepeda motor dilakukan oleh semua pihak yaitu dari pihak sekolah dan pihak kepolisian. Saran yang diberikan peneliti setelah melaksanakan penelitian ini antara lain: (1). Bagi SMP Negeri 1 Ponggok supaya larangan tentang tidak boleh mengendarai sepeda motor yang diperuntukkan bagi siswa/siswi dipertegas lagi begitu pula sanksinya, (2). Bagi Kepolisian supaya lebih tegas lagi menindak siswa/siswi yang melanggar aturan tidak boleh mengendarai sepeda motor setidaknya diberikan sanksi yang memberikan efek jera bagi pelanggarnya. (3). Bagi orang tua/wali siswa supaya lebih perhatian dan tegas kepada anak-anaknya, Disini peran orang tua sangatlah penting apabila orang tua tidak memfasilitasi anak-anaknya dengan sepeda motor mereka tidak akan mengendarai sepeda motor dan melanggar aturan lalulintas. 

    KOMUNITAS CINTA DAMAI BERSINERGI MENCEGAH TERORIS DI DUNIA MAYA

    No full text
    RINGKASAN Internet memiliki peran yang sangat signifikan bagi peningkatan gerakan kelompok teroris. Ditangan kelompok teroris saat ini media internet menjadi media efektif dalam peningkatan propaganda, pembangunan jaringan, dan sarana rekrutmen baru. terorisme membuat kehidupan sosial dan masyarakat menjadi tertekan, tidak aman, selalu dihantui oleh kekhawatiran dalam melakukan aktifitas, mengakibatkan pengembahan nilai-nilai budaya menjadi menipis, kehidupan ekonomi carut-marut, merusak sendi-sendi politik, dan kehidupan agama berada dalam bayang-bayang kekuasaan dan ketindasan. Terorisme juga berdampak pada kerusakan sarana dan prasarana umum. Selain itu yang terpenting dari dampak terorisme adalah adanya korban jiwa. Beberapa solusi tersebut meliputi membangun sinergi komunitas damai, penerapan pendidikan yang menguat kekuasaan kebangsaan, sikap cinta tanah air, dan cara menyaring, memilah, memilih secara selektif, berbagai informasi dan pengetahuan dunia maya. Sinergi komunitas cinta damai merupakan salah satu wadah untuk individu yang ingin bersosialisasi, melakukan aksi dan bersinergi dalam bentuk sekelompok komunitas kreatif untuk pencegahan terorisme di dunia maya. Komunitas Cinta Damai memiliki program untuk menanggulangi teroris dunia maya antara lain. (1) Membentuk dan mengelola website “Damai di Dunia Maya”, (2) Melakukan literasi media kepada generasi muda, (3) Melakukan kontra narasi melalui rilis media, (4)Menerbitkan publikasi cetak dan produksi audio visual

    PENDIDIKAN MULTIKULTURALISME UNTUK MENCEGAH DISINTEGRASI BANGSA

    No full text
    RINGKASAN Pendidikan multikulturalisme merupakan suatu pendekatan untuk mendorong sekolah supaya dapat berperan dalam menanamkan kesadaran dalam masyarakat multikultur. Pendidikan multikulturalisme mengembangkan sikap tenggang rasa dan toleran untuk mewujudkan kebutuhan serta kemampuan bekerja sama dengan segala perbedaan yang ada sekaligus memberikan kesadaran kepada siswa bahwa perbedaan etnis, agama dan budaya serta lainnya tidak menjadi penghalang bagi mahasiswa untuk bersatu dan bekerja sama. Dengan bersatunya seluruh masyarakat yang berbeda etnis dan ras akan meminimalisasi terjadinya disintegrasi bangsa. Praktek pendidikan multikulturalisme di Indonesia dapat dilaksanakan secara fleksibel, tidak harus dalam bentuk mata pelajaran. Kata kunci: disintegrasi, perbedaan, pendidikan multikulturalisme, toleran, kesadara

    PROGAM PENINGKATAN NASIONALISME DI SAMA NEGERI 1 NGANJUK

    No full text
    RINGKASAN   Progam peningkatan nasionalisme adalah upaya yang digunakan untuk meningkatkan nasionalisme pada generasi muda, agar lebih mencintai bangsa Indonesia dan menjadi penerus bangsa yang akan membangun bangsa Indonesia menjadi lebih baik. Progam yang digunakan untuk meningkatkan nasionalisme pada generasi muda salah satunya ada di sekolah yaitu di SMA Negeri 1 Nganjuk, dari progam yang ada di sekolah progam tersebut digunakan acuan dalam meningkatkan nasionalisme pada generasi muda. Pelaksananaya dilaksanakan oleh seluruh siswa yang ada di SMA Negeri 1 Nganjuk. Pelaksanaan progam tersebut berlangsung di lingkungan sekolah dan dimasukan dalam progam akademik dan progam non akademik. Siswa melaksanakan progam tersebut dengan fasilitas yang ada di sekolah untuk kebutuhan, bakat minat dan kreativitas yang dimiliki siswa untuk dikembangkan dalam sikap nasionalisme yang dimiliki setiap individu. Kata Kunci: Progam, Peningkatan, Nasionalisme

    Sosialisasi Politik Solusi Pencegah Budaya Politik Parokial

    No full text
    RINGKASAN Sejak berdirinya, Indonesia adalah Negara yang menganut demokrasi. Namun dalam kenyataannya walaupun Negara demokrasi, masyarakat indonesia masih juga tergolong ke dalam budaya politik parokial, meskipun juga mengalami transisi ke budaya politik kaula dan budaya politik partisipan. Budaya politik parokial umumnya terdapat di daerah pedalaman, yang  tingkat partisipasinya cenderung rendah terhadap politik. Pada artikel ini disajikan informasi mengenai solusi untuk mencegah budaya politik parokial di Indonesia. Solusi tersebut adalah penyelenggaraan sosialisasi politik. Sosialisasi yang dilakukan adalah dengan pendidikan pilitik secara langsung melalui seminar dan tidak langsung melalui iklan di media mass

    PENDIDIKAN POLITIK GUNA MENINGKATKAN PARTISIPASI POLITIK DALAM PEMILU

    No full text
    RINGKASAN Pada artikel ilmiah ini disajikan informasi mengenai solusi praktis meningkatkan partisipasi politik dalam pemilu. Solusi tersebut adalah pendidikan politik bagi pemilih pemula dan masyarakat umum. Pendidikan politik ini dilakukan dalam bentuk sosialisasi ke sekolah-sekolah dan desa-desa di Indonesia. Hasil akhir dari pendidikan politik ini bisa diketahui dari hasil pemilu yaitu dengan meningkatnya hasil perolehan pemilu dan peserta pemilu dari proses pemilu tahun sebelumnya

    0

    full texts

    859

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇