SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
    859 research outputs found

    KEDUDUKAN GARUDA PANCASILA DALAM INTEGRASI DAN IDENTITAS NASIONAL

    No full text
    Abstrak   Kata kunci: Garuda Pancasila, integrasi nasional, identitas nasional   Setiap negara memiliki simbol atau lambang negara yang menggambarkan seluruh aspek kehidupan dalam suatu negara begitu juga dengan Negara Indonesia yaitu Burung Garuda Pancasila. Lambang Negara Indonesia merupakan penggambaran diri bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa, bahasa, adat istiadat, kebudayaan, serta agama yang dianut oleh jutaan masyarakat di ribuan pulaunya, namun hadirnya perbedaan-perbedaan tersebut tidak membuat timbulnya pertentangan melainkan untuk dijadikan tantangan dalam mempersatukan keberagaman. Hal tersebut juga berkaitan erat dengan integrasi nasional.   ABSTRACT: The position of Garuda Pancasila in the integration and national identity. Each country has a symbol of the country that describes all aspects of life within a country as well as the Indonesian State of Garuda Pancasila. The symbol of the State of Indonesia is a self-portrayal of the Indonesian nation consisting of various ethnic, linguistic, customs, cultures, and religions embraced by millions of people in thousands of islands, but the presence of these differences makes no opposition possible but to be a challenge in unifying diversity. It is also closely linked to national integration. Key Words: Garuda Pancasila. national integration, national identit

    The Future of Pancasila

    No full text
    Banyak pengaruh era globalisasi pada saat ini termasuk adanya koruptor yang mengambil uang rakyat dengan disengaja demi memuaskan hasrat pribadinya, apakah ini merupakan bentuk dari keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia? Apakah pantas Pancasila masih disebut sebagai dasar negara jika orang-orang yang seharusnya memajukan dan menjadi teladan untuk masyarakatnya malah memberikan contoh yang buruk untuk kemajuan bangsa kita? Hal tersebut membuktikan bahwa nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila sudah semakin pudar atau bahkan sudah tidak ada. Sebagian besar masyarakat modern memang pada umumnya tahu akan Pancasila tapi tidak semua masyarakat dapat memahami dan mampu melaksanakan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Walaupun peran Pancasila sekarang ini telah memudar, Pancasila masih berperan dalam kehidupan kita seperti negara RI masih menggunakan Pancasila sebagai landasan umum yang membentuk hukum dalam tatanan negara kita. Sayangnya tidak hanya masyarakatnya, tapi pemerintahnya juga masih banyak yang tidak menggunakan Pancasila sebagai. Jadi, Pancasila pada zaman/era modern sekarang ini hanya berperan sebagai wacana yang terdapat dalam tatanan negara RI saja, Bagaimana masa depan pancasila di Indonesia

    PENDIDIKAN KARAKTER ANAK EKS LAPAS DI SHELTER RUMAH HATI DESA JELAK OMBO KECAMATAN JOMBANG KABUPATEN JOMBANG

    No full text
    ABSTRACT: Character education in period  now become the primary needs in all aspects of community life. No exception for ex-prison child (Lapas). The purpose of writing is to describe the program and implementation as well as obstacles in the education of children's character ex prison (Lapas) in Shelter Rumah Hati. The method used qualitative research with descriptive approach. Data obtained from the board Shelter Rumah Hati. The purpose of character education in Shelter Rumah Hati is to change the pattern of life and morals of ex-prisoners. There are two programs in the character education of ex prison children in Shelter Rumah Hati, that is: psychological rehabilitation programs and educational rehabilitation programs. In the implementation of the program the child is directly involved in the process. Obstacles to be faced, among others: from the internal (family), external (association), and lack of human resources management.   Keywords:Character education, Children ex prison (Lapas), Shelter Rumah Hati     ABSTRAK: Pendidikan karakter di zaman sekarang menjadi kebutuhan primer dalam semua aspek kehidupan masyarakat, Tak terkecuali untuk anak eks lembaga pemasyarakatan (Lapas). Tujuan dari penulisan adalah mendeskripsikan program dan pelaksanaan serta hambatan dalampenanaman pendidikan karakter anak eks lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Shelter Rumah Hati. Metode menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh dari pengurus Shelter Rumah Hati. Tujuan pendidikan karakter di Shelter Hati adalah untuk merubah pola hidup dan moral anak eks Lapas. Terdapat dua program dalam pendidikan karakter anak eks lapas di Shelter Rumah hati, yaitu: program rehabilitasi psikologi dan program rehabilitasi pendidikan. Dalam pelaksanaan program tersebut anak dilibat secara langsung dalam prosesnya. Hambatan yang harus dihadapi, antara lain: dari pihak internal (keluarga), eksternal (pergaulan), dan kurangnya SDM pengurus.   Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Anak eks Lapas, Shelter Rumah Hat

    PERWUJUDAN NILAI-NILAI KEMANUSIAAN OLEH KOMUNITAS PEDULI PENDERITA KANKER PADA ANAK DI MALANG

    No full text
    ABSTRAK. Pancasila merupakan kristalisasi dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang dijadikan falsafah dan pandangan hidup masyarakat Indonesia. Perwujudan terhadap sila Pancasila terjadi di lingkungan masyarakat yang diwujudkan dalam bentuk perilaku dan aktivitas manusia. Perwujudan nilai-nilai kemanusiaan dilakukan oleh berbagai aktor, baik individu atau kelompok. Komunitas Sahabat Anak Kanker Malang merupakan salah satu aktor yang bersifat kelompok yang melakukan berbagai kegiatan sebagai bentuk kepedulian terhadap pasien kanker anak. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan perwujudan nilai-nilai kemanusiaan dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh komunitas peduli penderita kanker pada anak di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrument manusia, yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data dan perpanjangan pengamatan. Kegiatan analisis data dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Temuan penelitian sebagai berikut: (1) bentuk-bentuk kegiatan yang dilakukan oleh komunitas Sahabat Anak Kanker Malang, berupa kelas membaca, kelas mendongeng, kelas mewarnai, kelas hasta karya, jenguk jagoan, event bulanan, fallen warriors, mobil jagoan, dan birthday planner; (2) nilai-nilai kemanusiaan yang terdapat dalam berbagai kegiatan, yaitu kepedulian, rasa berbagi, menjunjung persamaan HAM, saling mencintai, saling menghargai dan menghormati, tidak semena-mena pada orang lain, dan tenggang rasa; (3) hambatan yang dihadapi yaitu komunikasi yang susah antara relawan dengan orang tua pasien, pasien yang rewel serta munculnya suasana haru; dan (4) solusi yang dilakukan yaitu memberi pengertian kepada orang tua pasien, relawan bersikap cepat tanggap dan menahan emosi untuk tidak menangis serta membuat suasana menjadi happy.   Kata kunci: perwujudan, nilai, kemanusiaan, komunita

    Interaksi Sosial Pedagang di Sekitar Kawasan Wisata Religi Makam Gus Dur di Dusun Tebuireng Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang

    No full text
    ABSTRAK Maya’ba, Najmuddin. 2018. Interaksi Sosial Pedagang di Sekitar Kawasan Wisata Religi Makam Gus Dur di Dusun Tebuireng Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sri Untari, M. Si (II) Dr. Nuruddin Hady, SH., MH. Kata Kunci: Pedagang, WisataReligi, InteraksiSosial, Tebuireng Wisata religi belakangan menjadi tren pariwisata sebagai sarana untuk mempertebal keimanan. Salah satu wisata religi yang sangat digemari para wisatawan atau peziarah di Indonesia adalah di Jombang karena adanya makam seorang ulama besar, pendiri dari Ormas Islam Nahdlatul Ulama dan juga seorang pahlawan nasional yaitu KH. Hasyim Asy’ari kemudian yang kedua adalah makam dari mantan presiden RI ke-4 serta cucu dari KH. Hasyim Asy’ari adalah KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Keberadaan makam pahlawan nasional dan mantan presiden RI ke-4 ini menarik banyak minat peziarah dari seluruh Indonesia, dengan banyaknya peziarah yang datang, semakin banyak juga para pedagang dari luar kota yang dating untuk mencoba berdagang dan mencoba keuntungan mereka di sekitar kawasan wisata religi makam Gus Dur tersebut. Dengan banyaknya pedagang-pedagang yang baru dan berbaur menjadi satu dalam satu lingkungan yang baru, jelas menimbulkan sebuah interaksi social maupun komunikasi-komunikasi yang terjalin antar pedagang tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan karakteristik, interaksi sosial, dan hambatan yang terjadi antar pedagang di sekitar kawasan wisata religi makam Gus Dur. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian studi kasus menurut Robert K. Yin. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Pengumpulan datanya menggunakan teknik oberservasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan dengan kegiatan triangulasi sumber dan teknik, kegiatan analisis data ini dimulai dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap pelaporan. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh 3 (tiga) kesimpulan. Pertama, karakteristik pedagang dapat dilihat berdasarkan jenis kegiatan usaha mereka yang mayoritas penjual pakaian,aksesoris, makanan ringan, warung nasi dan jasa toilet umum.Tidak adanya jasa parker ini karena pihak pondok pesantren sudah menyediakan lahan parker dan penjaganya. Kedua, interaksi social yang tampak adalah asosiatif. Interaksi ini terlihat dengan adanya kerjasama antar pedagang dalam pengadaan barang dagangan dan penentuan harga jual untuk barang dagangan yang sama. Bentuk asosiatif ini juga ditandai dengan adanya akomodasi yaitu sebuah penyelesaian masalah yang didasarkan atas  kompromi, jasa penengah, jasa perantara, konsiliasi dan toleransi yang terjadi sekitar lingkungan pedagang. Bentuk asosiatif juga tampak adanya akulturasi atau asimilasi yang merupakan peleburan dari satu budaya dengan budaya lain, seperti banyaknya pedagang pendatang dari luar daerah Jombang yang akhirnya menetap dan mencoba peruntungan di lingkungan tersebut.Selain adanya interaksi yang asosiatif sebagai interaksi positif ada juga interaksi disasosiatif atau interaksi negatif. Bentuk ini ditandai dengan adanya persaingan antar pedagang yang memiliki dagangan sama, berdasarkan kualitas barangbaik pedagang pakaian maupun pedagang makanan. Kemudian setelah adanya persaingan, dalam hambatan ini juga ada konflik antar pedagang, konflik ini terjadi karena adanya seorang pedagang yang menjual dengan harga dibawah kesepakatan sesame pedagang. Konflik tersebut tidak terjadi sampai berkepanjangan dan menimbulkan sebuah konflik yang berujung kontak fisik ataupu nterjadi sebuah kontravensi, yaitu  menjatuhkan pedagang lain untuk mencapai tujuanya sendiri. Ketiga, hambatan yang terjadi dalam interaksi social antar pedagang yang terjadi dalam ligkungan pedagang di makam Gus Dur ini hanya ada hambatan dalam penyandian atau simbol, hambatan dari penerima pesan, dan hambatan media. Hambatan tersebut terjadi ketika situasi sedang hujan deras maka mereka harus saling memberikan kode kepada sesame pedagang yang kiosnya saling berjauhan, adanya tingkat emosi yang tidak stabil dalam individu pedagang dan adanya gangguan dalam menggunakan media sosial maupun media elektronik. Saran yang diberikan oleh penulis yaitu (1) Pedagang untuk kedepanya sebaiknya mulai mencari alternatif lain dengan membuat produk sendiri atau lebih melengkapi kiosnya dengan lebih bervariasi terutama pedagang pakaian, karena pedagang pakaian merupakan yang paling banyak sehingga persaingan lebihketat.(2) Bagi Kopontren sebaiknya dalam organisasi yang ada di dalamnya lebih dibenahi sehingga lebih jelas organisasinya mengingat terbentuknya sudah cukup lama dan bukan organisasi baru lagi (3) Pemerintah Desa Cukir perlu menjalin kerjasama dengan pedagang melalui organisasi pedagang agar kedua belah pihak saling memberikan kontribusi masing-masing untuk kepentingan para pedagang sehingga lebih sejahtera. (4) Bagi peneliti selanjutnya disarankan mengkaji mengenai pedagang di sekitar kawasan wisata religi makam Gus Dur dalam perspektif interaksionisme simbolik atau dapat meneliti hubungan antara Kopontren dengan Pemerintah Desa Cukir terkait pengelolaan kios-kios pedagang kawasan wisata religi makam Gus Dur

    Peran Sukarelawan Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) Dalam Pendidikan Karakter Bagi Anak Usia Dini di Rumah Belajar Muharto Kelurahan Kotalama Kecamatan Kedung Kandang Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendidikan karakter anak usia dini di rumah belajar Muharto. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian: (1) rancangan program pendidikan karakter anak usia dini dirancang untuk membentuk pola pikir anak; (2) pelaksanaan dilakukan melalui pembiasaan; (3) kendala yang dihadapi adalah kurangnya tenaga pengajar, kurangnya peran orang tua dalam membimbing anaknya, serta fasilitas pembelajaran belum memadai; (4) cara untuk mengatasi kendala adalah giat mensosialisasikan kegiatan ke jejaring sosial, memberikan penguatan kepada anak binaan, merenovasi tenda belajar dan penyediaan fasilitas pembelajaran

    PENGUATAN NILAI – NILAI NASIONALISME MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER SENI TARI REOG DI SMP NEGERI 1 BUNGKAL KECAMATAN BUNGKAL KABUPATEN PONOROGO

    No full text
    Bangsa Indonesia adalah bangsa yang meraih kemerdekaannya dengan cara berjuang bersama-sama untuk melawan penjajah yaitu Belanda dan juga Jepang. Setelah kemerdekaan bangsa Indonesia terwujud semakin lama rasa nasionalisme pada Bangsa Indonesia dirasakan semakin memudar. Nasionalisme dapat diartikan sebagai suatu sikap untuk mempertahankan harga diri, kedaulatan dan kehormatan bangsa, sehingga dari sikap tersebut akan muncul perasaan untuk bersatu didalam suatu bangsa, satu dengan seluruh lapisan warga dalam suatu masyarakat. Nilai yang terkandung dalam nasionalisme Indonesia seperti persatuan dan kesatuan, perasaan senasib, toleransi, kekeluargaan, tanggung jawab, sopan santun, gotong royong, dan rokhani. Nilai kerokhanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani. Nilai kerokhanian dapat dibedakan atas tiga macam. a) Nilai kebenaran, b) Nilai keindahan, dan c) Nilai religious, Nilai religious bersumber kepada kepercayaan atau keyakinan manusia. Adapun tujuan penelitian adalah (1) Untuk mengetahui program ekstrakurikuler seni tari Reog di SMP Negeri 1 Bungkal, (2) Untuk mengetahui pelaksanaan ekstrakurikuler seni tari Reog di SMP Negeri 1 Bungkal, (3) Untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam penguatan nilai – nilai Nasionalisme siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler seni tari Reog di SMP Negeri 1 Bungkal, (4) Untuk mengetahui upaya mengatasi kendala dalam penguatan nilai – nilai Nasionalisme siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler seni tari Reog di SMP Negeri 1 Bungkal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Prosedur yang dilakukan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Sedangkan pengecekan keabsahan temuan data dilakukan dengan triangulasi sumber, triangulasi metode, triangulasi waktu, dan menggunakan bahan referensi. Pemilihan lokasi SMP Negeri 1 Bungkal Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo sebagai tempat penelitian adalah berdasarkan SMP Negeri 1 Bungkal sudah menerapkan seni tari reog sebagai ekstrakurikuler yang harus diikuti oleh siswa SMP Negeri 1 Bungkal, sedangkan di sekolah yang lain tidak menerapkan ekstrakurikuler melainkan sanggar tari reog untuk umum.                                                                                                                               a Hasil penelitian ini menunjukkan (1) penguatan nilai-nilai nasionalisme dalam kegiatan ekstrakurikuler seni tari Reog di SMP Negeri 1 Bungkal terdapat (a) nilai kebersamaan, (b) nilai persatuan, (c) nilai kedisiplinan, (d) nilai kesantunan, (e) nilai kerokhanian, (2) pelaksanaan ekstrakurikuler seni tari Reog di SMP Negeri 1 Bungkal melalui proses (a) pendaftaran atau pemilihan, (b) kelengkapan fasilitas, (c) pelaksanaan kegiatan, (d) evaluasi, (e) prestasi, (3) kendala yang dihadapi dalam penguatan nilai – nilai Nasionalisme siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler seni tari Reog di SMP Negeri 1 Bungkal (a)kurangnya dukungan orang tua, (b) berkurangnya waktu jam belajar, (c) terdapat siswa malas, (d) siswa datang terlambat, (4) upaya mengatasi kendala dalam penguatan nilai – nilai Nasionalisme siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler seni tari Reog di SMP Negeri 1 Bungkal yaitu (a) mengadakan pertemuan dengan orang tua siswa agar pihak sekolah dan keluarga siswa dapat saling berkoordinasi, (b) mengadakan jadwal latihan satu kali dalam satu minggu, (c) berkoordinasi dengan pihak Bimbingan Konseling dalam mengatasi siswa yang malas mengikuti kegiatan ekstrakurikuler seni tari reog, dan (d) menerapkan hukuman lari mengelilingi lapangan dan push up bagi siswa yang datang terlambat saat latihan. Saran yang dapat peneliti berikan dalam penelitian ini adalah (1) pihak sekolah dapat melaksanakan kegiatan yang menunjang pelaksanaan penguatan nilai nasionalisme kepada siswa, (2) memberikan apresiasi yang lebih terhadap siswa yang mendapat capaian dalam kegiatan yang menunjang pelaksanaan nilai nasionalisme untuk memotivasi siswa, (3) pihak sekolah membuat kebijakan bagi guru yang meningkatkan kemampuan dalam menyusun RPP yang mengintegrasikan nilai nasionalisme, (4) pihak sekolah dan keluarga dapat berkoordinasi secara baik dalam pelaksanaan penguatan nilai nasionalisme baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga tersebut

    KARAKTER KARTINI DALAM FILM KARTINI KARYA HANUNG BRAMANTYO TAHUN 2017

    No full text
    ABSTRAK Kurnia Sari. 2018. Karakter Kartini dalam Film Kartini Karya Hanung Bramantyo Tahun 2017. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Nur Wahyu Rochmadi, M.Pd., M.Si., (2) Drs. Margono, M.Pd., M.Si,Kata kunci: karakter, Kartini, film Kartini dan Penguatan Pendidikan KarakterIstilah kesetaraan gender sebelum kemerdekaan pasti tak asing dengan sosok Raden Ajeng Kartini, seorang pahlawan nasional yang terkenal dengan bukunya yang berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Cita-cita Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan telah menginspirasi perempuan Indonesia hingga sekarang. Sikap dan perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan hak dapat diteladani oleh perempuan maupun laki-laki terutama dalam hal memperoleh pendidikan. Hanung Bramantyo seorang sutradara Indonesia membuat film biografi Raden Ajeng Kartini yang ditayangkan tahun 2017. Perjuangan seorang Raden Ajeng Kartini dalam film “Kartini” dapat menjadi inspirator bagi perempuan dan laki-laki untuk dapat lebih berkarya dan mengembangkan potensi diri.Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan: (1) Alur cerita Film Kartini, (2) Karakter Raden Ajeng Kartini dalam Film Kartini, dan (3) Karakter Raden Ajeng Kartini pada Film Kartini dalam perspektif Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).Penelitian menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis semiotika sinematografi. Analisis semiotika dengan teori film sinematografi oleh Cristian Metz. Sumber data dalam penelitian ini ialah dokumen berupa file Film Kartini dan pemerhati film. Prosedur pengumpulan data dengan pemilahan adegan meliputi (1) shot/gambaran, (2) tanda pada tokoh (sikap,tindakan, ucapan dan tampilan), (3) makna konotatif, dan (4) karakter tokoh oleh peneliti dan pemerhati film yang kemudian ditarik kesimpulan. Untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh dari hasil penelitian, peneliti mengulang proses pengumpulan data, melakukan observasi secara terus menerus dan pengecekan oleh pemerhati film.Adapun hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) Alur cerita film “Kartini” terdiri dari empat belas adegan dan alur cerita film merupakan alur campuran atau alur maju-mundur-maju. (2) Karakter Raden Ajeng Kartini yang terdapat dalam film “Kartini" yaitu karakter religius, jujur, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, bersahabat/ komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli sosial dan tanggung jawab. (3) Karakter Raden Ajeng Kartini pada film ‘Kartini" dalam perspektif Penguatan Pendidikan Karakter yaitu bahwa tiga belas nilai karakter Raden Ajeng Kartini yang muncul dalam film “Kartini” merupakan tigas belas dari delapan belas nilai karakter Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).Berdasarkan hasil penelitan diatas,disarankan agar perfilman Indonesia memiliki kualitas yang baik, seyogyanya penonton harus mencintai film karya anak bangsa salah satu contohnya adalah Film Kartini. Film Kartini memuat banyak nilai karakter sosok Raden Ajeng Kartini yang dapat diteladani serta dalam mendukung program pemerintah dalam memaksimalkan pendidikan karakter dengan program Penguatan Pendidikan Karakter, seyogyanya karakter sosok pahlawan nasional Raden Ajeng Kartini dalam Film Kartini dapat menjadi sumber tauladan sehingga dapat menciptakan evolusi mental dan mendukung persiapan generasi emas 2045

    PENEGAKAN HAK ASASI MANUSIA DI INDONESIA

    No full text
    ABSTRAK Dalam Undang-Undang Hak Asasi Manusia No. 39 tahun 1999 hak asasi manusia itu dapat diartikan sebagai seperangkat hak yang melekat pada hakekatnya dan keberadaannya manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerahnya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan akhirat dan martabat manusia. Dalam perkembangan hak asasi manusia untuk pertama kali dirumuskan dalam Declaration Of Independence di Amerika Serikat pada tanggal 4 Juli 1776 disebutkan bahwa semua manusia diberikan anugerah oleh Tuhan Yang Maha Esa beberapa hak yang melekat dan tidak bisa dipisahkan. Dalam perkembangan di Indonesia hak asasi manusia mengalami pasang surut mulai upaya pemerintah dalam manangani kasus hak asasi manusia, dimulai dari undang-undang, problematika hak asasi manusia, dan tidak keberaniaan pemerintah dalam menggungkapkan masalah hak asasi manusia di Indonesia.Kata kunci : hak, manusia, di Indonesia

    PENERAPAN SISTEM DEMOKRASI PANCASILA DI INDONESIA

    No full text
    ABSTRAK   Demokrasi adalah kekuasaan pemerintah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Negara Indonesia memiliki empat periode perkembangan demokrasi diantaranya masa demokrasi parlementer, masa demokrasi terpimpin, masa demokrasi Pancasila era orde baru, dan masa demokrasi Pancasila era reformasi. Negara Indonesia menganut demokrasi Pancasila karena kekuasaan tertinggi berada ditangan rakyat. Dalam demokrasi ini berdasarkan dengan nilai-nilai terkandung dalam Pancasila. Selain itu, mempunyai prinsip pokok dan ciri-ciri demokrasi. Dalam penerapaannya demokrasi Pancasila di Indonesia mengalami pasang surut, tetapi sekarang sudah mengalami perubahan dan mulai berkembang dengan baik di Indonesia. Demokrasi Pancasila ini juga sangat penting karena untuk mewujudkan kehidupan yang baik dalam suatu bangsa. Kata kunci: demokrasi, Pancasila, Indonesia, rakyat. ABSTRACT Democracy is the power of the government of the people, by the people and for the people. Indonesia has four period of democratic development including parliamentary democracy, guided democracy period, the period of the new Order era Pancasila democracy, and a democracy Pancasila reform era. State Indonesia embraced democracy Pancasila as the highest authority in the hands of the people. In a democracy based on the values of Pancasila. In addition, having the basic principles and characteristics of democracy. In penerapaannya Pancasila democracy in Indonesia have ups and downs, but now has changed and begin to grow well in Indonesia. Pancasila democracy is also very important because to achieve the good life in a nation.Keywords: democracy, Pancasila, Indonesia, citizen

    0

    full texts

    859

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇