SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
    859 research outputs found

    IMPLEMENTASI GOOD GOVERNANCE MELALUI PENGADAAN JASA KONSULTANSI DENGAN SISTEM ELEKTRONIK DI PEMERINTAHAN KOTA MALANG

    No full text
      ABSTRAK Aryansyah, Achyarizki. 2018.Implementasi Good Governence Melalui Pengadaan Jasa Konsultansi Dengan Sistem Elektronik Di Pemerintahan Kota Malang.Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Sri Untari, M.Si. (II) Drs. Suparlan Al Hakim M.Si.Kata Kunci: Good Governance, Jasa Konsultansi, PemerintahanImplementasi Good Governence Melalui Pengadaan Jasa Konsultansi Dengan Sistem Elektronik Di Pemerintahan Kota Malangyaitu dalam penanganannya terhadap permasalahan yang timbul pada saat proses perwujudan good govenance melalui pengadaan jasa konsultansi di pemerintahan kota malang seperti (1) Sulitnya memiliki sertifikat pengadaan barang dan jasa, serta syarat harus minimal pejabat eselon empat atau setingkat dengan pejabat struktural untuk menjadi anggota ULP (2) Dalam hal jumlah personil, untuk sementara jumlah Anggota ULP untuk setiap paket pekerjaan berjumlah empat orang yang terdiri dari tiga anggota ULP dan satu orang admin, namun jika paket kegiatan berjumlah banyak dan maka jumlah anggota yang ada dirasa masih kurang, apalagi ada beberapa jabatan yang dirangkap yang dapat menimbulkan conflik of interest(3)Pengalaman dalam bidang pengadaan barang dan jasa yang masih kurang ataupun kompetensi personil / Anggota ULP yang tidak merata karena sering melakukan pergantian Anggota setiap tahunnya dipicu oleh tingginya resiko pekerjaan.Metode penelitian yang digunakan peneliti yaitu menggunakan jenis pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif, sumber data yang diambil oleh peneliti yaitu melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Malang menggunakan tehnik pengumpulan data dengan melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan oleh peneliti yaitu dengan melakukan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk (1) Implementasi good governance melalui pengadaan jasa konsultansi dengan sistem elektronik di pemerintahan kota Malang(2) Hambatan implementasi good governance melalui pengadaan jasa konsultansi dengan sistem elektronik di pemerintahan kota Malang (3) Upaya mengatasi implementasi hambatan good governance melalui pengadaan jasa konsultansi dengan sistem elektronik di pemerintahan kota Malang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) beberapa prinsip good governance  yang sudah berjalan di Pemerintahan Kota Malang yaitu keterbukaan atau transparansi, akuntabilitas, dan menjunjung tinggi hukum yang berlaku;(2) hambatan yang dihadapi dalam Implementasi good governance melalui pengadaan jasa konsultansi dengan system elektronik di Pemerintahan Kota Malang yaitu kurangnya profesionalitas aparatur pemerintah desa karena minimnya Sumber Daya Manusia, adanya pro dan kontra dalam masyarakat yang menghambat terwujudnya good governance, kurangnya pendanaan dalam pembangunan; (3) upaya yang dilakukan pemerintah Kota Malang untuk mewujudkan good governance dalam pengadaan jasa konsultansi dengan system elektronik yaitu menyeleksi apa saja yang diperlukan pemerintah kota malang untuk membangun kota malang menjadi lebih baik.Merujuk pada hasil penelitian ini maka dapat disampaikan sarat sebagai berikut: (1) kepada Unit Layanan Pengadaan Kota Malang hendaknya Kepala ULP sebaiknya terus meningkatkan kualitas kerjanya agar pengadaan jasa konsultansi di Kota malang semakin baik dan memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Malang; (2)kepada Kepada Kepala ULP hendaknya merespon cepat apa yang diperlukan Kota Malang agar masyarakat terprnuhi kebutuhannya.; (3) kepada Kepala Kepala ULP hendaknya melakukan sosialisasi-sosialisasi supaya tercipta prinsip good governance dengan baik. 

    Perpspketif Masyarakat Terhadap Minuman Tuak (Studi Masyarakat di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban

    No full text
    ABSTRAK PERSPEKTIF MASYARAKAT TERHADAP MINUMAN TUAK(Studi Masyarakat di Desa Gedongombo Kecamatan SemandingKabupaten Tuban)Oleh: Ilham LazuardyMahasiswa Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu SosialUniversitas Negeri MalangEmail:[email protected] : Kebiasaan yang tidak bisa di tinggal oleh masyarakat Tuban yakni mengkonsumsi minuman tuak dimana minuman tuak inni sudah ada sejak nenek moyang dan menjadi sejarah turun-temurun. Kabupaten Tuban terkenal dengan sebutan kota tuak, jadi tak heran bila di jumpai banyak warung-warung kecil yang berjualan minuman legen dan tuak. Masyarakat tuban sudah menganggap ini sebuah tradisi/budaya dari turun-temurun mengkonsumsi minuman tuak. Kata Kunci : Perpektif Masyarakat. Budaya Minum Tuak.PENDAHULUANPada umunya peminum “Tuak” dari kalangan pekerja keras yang merasa badannya lemas atau kurang bertenaga saat tidak minum tuak sebelum bekerja.Hampir setiap hari mereka menyisihkan uang sebesar Rp 3000, untuk membeli segelas tuak. Selain untuk penghangat dan minuman oleh para pekeja keras. “Tuak”  juga bisa digunakan pada acara adat dan pernikahan di desa-desa atau tempat minum tertentu. Gelas yang di pakai untuk mewadahi “Tuak” bukan dibuat dari kaca plastic, namun gelas yang terbuiat dari batang  pohon bamboo   yang di potong hingga menjadi sebuah wadah kecil yang di namakan “centhak”Menurut Ikegemi (1997: 32), mengatakan dalam  arti lain tuak memilik arti suatu jenis cairan    yang di hasilkan dari nira kelapa atau jenis pohon penghasil nira lainnya seperti siwalan, tersebut didiamkan selama beberapa hari. Nira rasanya manis, tidak berwarna serta harum jika masih keadaan segar. Sedangkan menurut Muchtadi TR Sugiono: (1992:35), mengatakan minuman  tuak itu sebagai budaya masyarakat tuban. Seperti halnya yang ada pada kota Tuban-Jawa Timur Di daerah yang berjulukkan sebagai kota Ronggolawe bahkan tuak sudah menjadi minuman wajib bagi masyarakat di tuban dan tak heran banyak bila di tuban dijumpai minum tuak dengan orang lain dengan begitu bebasnya dan lebih lengkapnya di daerah tuban sendiri jika seseorang berkunjung terdapat warung warung kecil yang berjualan seperti minuman tuak itu sendiri.A.Rumusan MasalahBerdasarkan uraian objek masalah diatas maka penulis dapat merumuskan permasalahan sebagai berikut:1.Bagaimana Sejarah Minuman Tuak di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban?2.Bagaimana cara Pembuatan Minuman Tuak di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban?3.Apa dampak positif dan negatif yang timbul sejak adanya Minuman Tuak di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban?4.Bagaimana Perspektif Masyarakat Terhadap Budaya Minuman Tuak di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban?B.Tujuan PenelitianBerdasarkan rumusan masalah di atas, maka yang dijadikan tujuan dari penulisan artikel ini adalah sebagai berikut:1.Untuk mendeskripsikan Sejarah minuman (tuak) di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban.2.Untuk mengetahui cara Pembuatan Tuak di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban.3.Untuk mengetahui dampak positif dan negatif Minuman Tuak di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban.4.Untuk mengetahui Perspektif Masyarakat Terhadap Minuman Tuak di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban.METODE PENELITIANA.Jenis PenelitianJenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Artinya pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya termasuk dalam jenis penelitian deskriptif.B.Lokasi PenelitianPenelitian ini dilakukan di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban.C.Sumber DataPada penelitian ini, peneliti mencari data dari berbagai sumber. Sumber yang digunakan peneliti antara lain adalah Kepala desa, masyarakat Desa Gedongombo. Selain itu peneliti juga memanfaatkan dokumen-dokumen yang berisi tentang Desa Gedongombo.D.Teknik Pengumpulan DataPengumpulan data dalam penelitian ini menggunakantiga cara, yaitu:1.WawancaraWawancara merupakan tanya jawab lisan antara dua orang atau lebih secara langsung. Teknik ini merupakan teknik yang sering digunakan dalam penelitian.2.ObservasiObservasi merupakan teknik penelitian dengan cara mengamati kejadian yang terjadi di lapangan secara langsung.3.DokumentasiDokumentasi merupakan suatu teknik penelitian dengan memanfaatkan suatu dokumen, baik dokumen yang berisi tuisan, gambar atau karya-karya monumental dari seseorang.PEMBAHASANA.Sejarah Minuman Tuak di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten TubanBerdasarkan temuan penelitian yang ditemukan peneliti pada saat penelitian Sejarah di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban minuman uak sendiri itu sudah ada pada zaman nenek moyang, jadi menurut masyarakat Tuban sendiri sudah biasa menjadi tradisi minum-minuman tuak di Kabupaten Tuban karena masyarakat Tuban sendiri sudah menganggap hal biasa untuk mengadakan perkumpulan seperti pesta kecil-kecilan.Tuban merupakan sebuah Kabupaten yang mendapatkan julukan Tuban Kota Tuak. Dengan ini masyarakat Tuban melestarikan minuman tradisonal. Hal ini sesuai dengan pernyataan Betrand (1987:92) yaitu masyarakat merupakan hasil suatu periode perubahan budaya akumulasi budaya. Masyarakat buka merupakan sekedar jumlah penduduk saja melainkan sebagai suatu sistem yang dibentuk dari hubungan antar mereka, sehingga menampilkan suatu realita tertentu yang mempunyai ciri-ciri sendiriB.Cara Pembuatan Minuman Tuak di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten TubanDalam pembuatan minuman tuak ini dari hasil fermentasi dari bahan minuman buah yang mengandung gula. Minuman tuak dibuat dari bahan baku beras atau cairan yang di ambil dari tanaman seperti nira kelapa, atau aren, legen dari pohon siwalan atau entalC.Dampak positif dan negatif yang timbul sejak adanya Minuman Tuak  Berdasarkan apa yang di sampaikan oleh informan di atas, dapat di simpulkan bahwa dampak mengkonsumsi minuman tuak tersebut  mengenai minum tuak yakni yang pertama dapat mengatasi sebagai obat tradisional untuk di abetes. Dengan meminum secara teratur, tetapi dengan dosis yang rendah akan dapat mengurahi kadar gula darah. Selanjutnya minuman tuak ini dapat menghilangkan stress. Minuman tuak ini dapat di konsumsi untuk menenangkan hati, dan menghilangkan stress.D.Perspektif Masyarakat Terhadap Budaya Minum Tuak di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten TubanMinuman tuak ini yang telah menjadi ciri khas masyarakat Tuban, ada kaitannya dengan status sosial ekonomi masyarakat Tuban meskipun rata-rata perkerjaannya yaitu nelayan dan petani sebagaian besar masyarakat memiliki inisiatif dengan berjualan minuman tuak  dengan di home produksinya masing-masing agar mendapatkan biaya sampingan , tetapi jika dilihat dari segi kebiasaan mengkonsumsi minuman tuak, setiap orang bebas untuk mengkonsumsi tanpa dipengaruhi oleh status sosial ekonomi masyarakat, serta tidak ada larangan untuk meminum tuak bagi siapapun yang mengkonsumsinya, pada umumnya minuman tuak adalah minuman yang berawal dari budaya asli orang Toraja bukan daerah lain, namun seiringnya dengan perkembangan zaman dan perkembangan ilmu pengetahuan, budaya mengkonsumsi minuman beralkohol di perayaan pesta adat orang Toraja telah dipengaruhi oleh kebudayaan lain.PENUTUPA.Kesimpulan1.Sejarah Minuman Tuak di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten TubanSejarah minuman tuak ini sudah ada sejak zaman nenek moyang sudah menjadi turun-temurun dari zaman dahulu hingga sekarang menjadin sebuah tradis dan budaya mengkonsumsi minuman tuak.2.Cara Pembuatan Minuman Tuak di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten TubanDalam pembuatan minuman tuak ini dari hasil fermentasi dari bahan minuman buah yang mengandung gula. Minuman tuak dibuat dari bahan baku beras atau cairan yang di ambil dari tanaman seperti nira kelapa, atau aren, legen dari pohon siwalan atau ental.3.Dampak positif dan negatif yang timbul sejak adanya Minuman TuakDampak minum minuman tuak yaitu dengan meminum secara teratur, tetapi dengan dosis yang rendah akan dapat mengurahi kadar gula darah. Selanjutnya minuman tuak ini dapat menghilangkan stress. Minuman tuak ini dapat di konsumsi untuk menenangkan hati, dan menghilangkan stress.4.Perspektif Masyarakat Terhadap Budaya Minum Tuak di Desa Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten TubanBerdasarkan hasil wawancara yang telah di lakukan oleh peneliti dalam penelitian ini, dapat di ketahui bawah perspektif  masyarakat terhadap budaya minum tuak di masyarakat Tuban. Masyarakat Tuban sendiri sudah menganggap minuman tuak ini sudah hal yang biasa, jadi tak heran jika di Kota Tuban di jumpai banyak warung warung kecil yang berjualan minuman legen dan minuman tuak sudah menjadi tradisi masyarakat Tuban.5.SaranA.Bagi Pemerintah Desa GedongomboDalam upaya bagi pemerintah desa Gedongombo seharunya melarang adanya minuman tuak yang masih tetap beredar di pinggir-pinggir jalan, dan menegur para peminum tuak terutama anak-anak yang masih di bawah umurB.Bagi Masyarakat penikmat minuman tuak di TubanAgar masyarakat memilik kerukunan dengan adanya mengadakan perkumpulan-perkumpulan atau pesta kecil-kecilan, tetap terjaga kerukunan antar masyarakat yang satu dengan yang lain.C.Bagi Remaja masyarakat TubanAgara remaja bisa mengerti dan memahami dampak bahaya minuman beralkohol tersebut (minuman tuak) bagi kesehatan diri sendiri dan tidak seacara terus menerus untuk mengkonsumsi minuman tuak tersebut.DAFTAR RUJUKANMoleong, Lexy J 2005.Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung:PT RemajaRosdakarya.Sugiono.2008. Metode Penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif,kualitatif, dan   R&D.Bandung:ALFABETA.Sugiono.2016. Metode Penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif,kualitatif, dan   R&D.Bandung:ALFABETA.Thoha, Miftah.1988. Perspektif perilaku Birokrasi (Dimensi-Dimensi Prima Ilmu Administrasi Negara). Jakarta:CV Rajawali.Local Wisdom.2011.Tradisi Nitik di Tuban.Media Indonesia.P-Nus.2016. Mengkonsumsi Legend dan Tuak.http://PNus-Legen-dan-Tuak-Tuban, di akses tanggal 9 april .(http://www.kumpulan pengertian masyarakat.html diakses pada tanggal 06 November 2015).Ratnaningsih,Sita.2008. Pengertian Perspektif,(Online).(http://www.infoskripsi.com/Artikel/pengertian-Perspektif.html diakses tanggal 6 November 2015)Saifuddin  Azwar,2005. Metodologi Penelitian.Jenis-Jenis Penelitian. Jakarta:Rineka Cipta Ketentuan.Peraturan Daerah Kabupaten Tuban Nomor 5 Tahun 2004 tentang Pengawasan dan Pengendalian minuman Beralkohol.Tuban Jawa Timur

    MEMBIDIK PUBLIK MELALUI CYBER PR

    No full text
    ABSTRAK   Keyword : Public Relations, Cyber PR dan Komunikasi Persuasive   Perkembangan teknologi yang kian sulit dibendung telah mengubah pola dan arah komunikasi manusia dewasa ini,hal tersebut dapat terlihat dari munculnya berbagai fitur yang semakin mempengaruhi publik baik yang mencari informasi ,yang  berbisnis, dan sampai kepada pelayanan yang berbasis teknologi.Keberadaan E-PR yang dijadikan sebuah relasi penting bahkan menjadi titik sentral dari pergerakan sebuah isntansi dan organaisasi.Aktivitas E-PR dalam mencapai targetnya untuk merangkul publik dan meneropong kebutuhan publik adalah sebagai bentuk persuasive yang erbasis online.Kedudukan E-PR pun sebagai bentuk transparansi/keterbukaan informasi dari perusahaan terhadap publik yang sangat jauh perbedaannya dengan PR yang tidak berbasis internet,feedback yang dikantongi oleh pihak perusahaanpun sangat cepat dibandingkan dengan pemanfaatan media konvensional.

    Sikap Sosial dalam Permainan Tradisional Bentengan pada Anak di Lingkungan Desa Patihan Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan

    No full text
    ABSTRAK Prahesti, Eka, Ayu. 2017. Sikap Sosial dalam Permainan Tradisional Bentengan Pada Anak di Lingkungan Desa Patihan Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan.Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. A. Rosyid Al Atok, M.Pd., MH, (II) Dr. Sri Untari, M.Si,.   Kata Kunci: Sikap Sosial, Permainan Tradisional, Bentengan                             Permainantradisionaladalahpermainanasli yang dimilikiBangsaIndonesia dansudahadasejakjamandahulu. Permainantradisionalmempunyaiperananpentingdalammenumbuhkansikapsosial yang adapadadirianak, salahsatucontohpermainantradisional yang mengandungsikapsosial di dalamnyaadalahpermainantradisionalbentengan. Tujuandaripenelitianiniadalahuntukmengetahui, (1) pelaksanaanpermainan tradisional Bentengan pada anak di lingkungan Desa Patihan KecamatanBabatKabupatenLamongan (2) sikap sosial yang ada dalam permainan tradisional Bentengan yang dimainkan oleh anak di lingkungan Desa Patihan Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan.             Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskripsi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuaitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah manusia, dokumen, danperistiwa. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan metode yaitu: observasi, wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan dengan cara mengumpulkan dan mengecek data yang diperoleh dari lapangan, reduksi data dan menyimpulkan. Untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh, peneliti melakukan pengecekan data dengan cara perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan, dan triagulasi.             Adapun hasil penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut.Pertama anak-anak dilingkungan Desa Patihan melakukan permainan tradisional bentengan hampir setiap hari, anak-anak biasanya bermain di halaman rumah atau di lapangan,  yang dibutuhkan dalam permainan hanya kelompok sebagai anggota tim, dan tiang atau pohon sebagi benteng. Permainan bentengan tidak menggunakan fasilitas apapun dalam proses permainannya oleh sebab itu anak kapan saja dapat melakukan permainan. KeduaDalam permainan tradisional bentengan mengadung aspek keterampilan sosial yaitu: keterampilan dalam bekerja sama, keterampilan dalam penyesuaikan diri, keterampilan anak dalam berinteraksi, keterampilan dalam mengontrol diri, keterampilan dalam berempati, keterampilan dalam menaati peraturan (disiplin), dan keterampilan dalam menghargai orang lain. Saran yang diberikan oleh peneliti setelah melakukan penelitian ini antara lain: Bagi perangkat Desa Patihan dan Orang tua, hendaknya memberikan fasilitas semaksimal mungkin untuk dapat digunakan anak sebagai media bermain, selain itu mereka harus memberikan arahan kepada anak untuk mau menjaga dan melestarikan permainan tradisional. Bagi Lembaga Pendidikan dan Akademisi, Bagi lembaga pendidikan dan akademisi penelitian lanjutan tentang kebudayaan nasional terutama permainan tradisional sangat diperlukan. Alasan hal tersebut dilakukan adalah karena untu menambah wawasan dan kepedulian masyarakat dan anak-anak tentang pentingnya menjaga permainan tradisional yang dimiliki oleh Indonesia. Bagi anak-anak dan Generasi Muda, Anak-anak dan generasi muda merupakan generasi penerus bangsa. Hal ini berkaitan dengan semakin mengalirnya kebudayaan dari luar, dengan ini generasi penerus bangsa sangatlah berperan penting. Sebagai pemuda yang akan meneruskan perjuangan bangsa harus menanamkan sikap cinta akan kebudayaan bangsa terutama kecintaan terhadap permainan tradisional

    MEMBIDIK PUBLIK MELALUI CYBER PR

    No full text
    ABSTRAK   Keyword : Public Relations, Cyber PR dan Komunikasi Persuasive   Perkembangan teknologi yang kian sulit dibendung telah mengubah pola dan arah komunikasi manusia dewasa ini,hal tersebut dapat terlihat dari munculnya berbagai fitur yang semakin mempengaruhi publik baik yang mencari informasi ,yang  berbisnis, dan sampai kepada pelayanan yang berbasis teknologi.Keberadaan E-PR yang dijadikan sebuah relasi penting bahkan menjadi titik sentral dari pergerakan sebuah isntansi dan organaisasi.Aktivitas E-PR dalam mencapai targetnya untuk merangkul publik dan meneropong kebutuhan publik adalah sebagai bentuk persuasive yang erbasis online.Kedudukan E-PR pun sebagai bentuk transparansi/keterbukaan informasi dari perusahaan terhadap publik yang sangat jauh perbedaannya dengan PR yang tidak berbasis internet,feedback yang dikantongi oleh pihak perusahaanpun sangat cepat dibandingkan dengan pemanfaatan media konvensional.

    PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MENGATASI MASALAH SOSIAL EKONOMI PADA MASYARAKAT TUNAGRAHITA DI DESA KARANGPATIHAN KABUPATEN PONOROGO

    No full text
    ABSTRAK   Kata Kunci : peran pemerintah daerah, sosial ekonomi, tunagrahita   Peran pemerintah daerah dalam tugasnya melayani masyarakat merupakan tanggungjawab yang sangat penting ditambah lagi permasalahan yang timbul dalam masyarakat bersifat komplek, salah satunya adalah sosial ekonomi. Sosial ekonomi merupakan kondisi yang terkait dengan pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan. Tingkat sosial ekonomi dalam sebuah masyarakat juga berpengaruh dalam kondisi masyarakatnya salah satunya Masyarakat Tunagrahita di Desa Karangpatihan Kabupaten Ponorogo. Tunagrahita merupakan tingkat kemampuan individual yang tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan normal dan membutuhkan perawatan dan dukungan dari pihak lain karena dalam kategori perkembangan mentalnya tidak sempurna. Justru masyarakat yang memiliki kekurangan tersebut harus mendapatkan peran khusus dari Pemerintah Daerah Kabupaten Ponorogo melalui lembaga pemerintahan yang terkait yakni Dinas Sosial P3A Kabupaten Ponorogo. Penelitian yang berjudul Peran pemerintah daerah dalam mengatasi masalah Sosial Ekonomi pada masyarakat Tunagrahita di Desa Karangpatihan Kabupaten Ponorogo bertujuan mendeskripsikan (1) peran pemerintah daerah dalam mengatasi sosial ekonomi pada masyarakat Tunagrahita, (2) partisipasi pihak lain dalam mengatasi masalah Sosial Ekonomi pada masyarakat Tunagrahita. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh empat hasil penelitian sebagai berikut. (1) Peran pemerintah daerah dalam mengatasi sosial ekonomi pada Masyarakat Tunagrahita di Desa Karangpatihan Kabupaten Ponorogo ialah melalui program yang dilaksanakan oleh Dinas terkait yakni Dinas Sosial P3A Kabupaten Ponorogo ialah Pelatihan pembuatan keset dari kain perca dan batik ciprat melalui kerjasama dengan Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita (BBRSBG) “Kartini” Temanggung Jawa Tengah. Masalah sosial ekonomi pada penelitian ialah mengenai pekerjaan, pendidikan, dan pendapatan. Pendidikan yang diperoleh ialah berupa ilmu dan pendidikan keterampilan dengan tujuan melatih pola pikir masyarakat Tunagrahita agar dapat berkembang menjadi lebih baik selain itu pemerintah kabupaten ponorogo mengirim klien (masyarakat Tunagrahita) ke Unit Pelaksana Teknis ialah BBRSBG “Kartini” Temanggung Jawa Tengah untuk dilakukan rehabilitasi, untuk pekerjaan ialah membuat keset yang sudah mandiri dikerjakan oleh masyarakat Tunagrahita di rumah masing-masing dan batik ciprat yang dilaksanakan di Rumah Harapan Karangpatihan sebagai Balai Latihan Kerja bagi masyarakat Tunagrahita dapat dijadikan pekerjaan bagi masyarakat Tunagrahita, dan hasil pembuatan dan pemasaran dari keset dan batik ciprat dapat dijadikan sebagai pendapatan bagi masyarakat Tunagrahita, (2) Partisipasi pihak lain dalam mengatasi sosial ekonomi pada masyarakat Tunagrahita di Desa Karangpatihan Kabupaten Ponorogo ialah dalam bentuk pemberian bantuan dari pihak pemerintah dan non pemerintah ialah berupa sembako, uang, barang, dan baju. Saran yang diberikan oleh penulis yaitu (1) Pemerintah Kabupaten Ponorogo hendaknya membuat program baru agar sosial ekonomi pada Masyarakat Tunagrahita di Desa Karangpatihan lebih meningkat serta lebih meningkatkan promosi bukan hanya bekerjasama dengan Dinas Perdagangan dan Industri Kabupaten Ponorogo melainkan bisa melalui pameran-pameran atau penyaluran ke toko maupun pasar atau membuat gallery yang khusus menjual produk atau hasil karya dari Masyarakat Tunagrahita, (2) Pemerintah Desa Karangpatihan hendaknya lebih meningkatkan pada keikutsertaan Masyarakat Tunagrahita dalam pembangunan desa agar mereka bisa berpartisipasi walaupun dalam lingkup kecil, (3) Bagi pihak lain hendaknya memberikan partisipasi tidak hanya dalam bentuk bantuan barang, uang saja melainkan bisa dalam bentuk fisik

    TAS LAPTOP TAMAKU (Tenun Ikat Anti Air Ramah Lingkungan) SEBAGAI PENGUAT IDENTITAS BUDAYA LOKAL KOTA KEDIRI

    No full text
    ABSTRAK   Tenun ikat merupakan salah satu produk tradisional bangsa Indonesia. Tenun ikat Bandar Kidul saat ini masih diproses secara tradisional menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) dan sudah dilakukan sejak jaman nenek moyang. Sampah plastik merupakan masalah lingkungan hidup yang belum mampu untuk diminimalisir penggunaannya. Sampah plastik dimanfaatkan, diolah, dan dikelola dengan menggunakan prinsip 3R (Reduse, Reuce, Recycle). Pemanfaatan sampah plastik dapat diubah menjadi tas laptop yang dikreasikan dengan kain tenun ikat Kota Kediri

    PENDEKATAN MODEL PEMBELAJARAN MASYARAKAT BELAJAR

    No full text
    ABSTRAK. Model pembelajaran Masyarakat Belajar merupakan proses pembelajaran antara individu satu dengan yang lainnya yang saling melakukan komunikasi dua arah . Model pembelajaran Masyarakat Belajar merupakan salah satu komponen CTL (Contextual Teaching Learning, karna dalam konsep CTL  menyarankan agar pembelajaran dengan membentuk kelompok. Implementasi masyarakat belajar yaitu dengan membentuk kelompok yang terdiri dari 1 sampai 6 siswa kemudian diberikan sebuah topik bahasan. Kata kunci: pendekatan, model pembelajaran, masyarakat belaja

    SISTEM POLITIK INDONESIA

    No full text
    Abstrak: sistem politik Indonesia merupakan rangkaian satu kesatuan yang utuh yang saling mempengaruhi satu sama lain yang tidak bisa dipisahkan. sistem politik Indonesia telah mengalami beberapa kali perubahan mulai dari masa kerajaan, masa kolonialisme, masa orde lama, masa orde baru, dan masa setelah reformasi. dan kesemuanya dipengaruhi oleh faktor pemerintahan yang beralaku. sistem politik Indonesia terdiri dari beberapa embaga tinggi negara, partai politik dan pemilu, hukum serta pemerintahan daerah

    BERLAKUNYA HAM DALAM MASYARAKAT INDONESIA

    No full text
    Abstrak   Manusia hidup di dunia memiliki hak. Manusia lebih dominan dalam kepemilikan hak daripada makhluk lain, meskipun sama-sama ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Di Indonesia HAM berlaku untuk seluruh masyarakatnya, sehingga oleh masyarakat banyak terdapat pandangan-pandangan tentang keberlakuan HAM. Keberlakuan HAM tak luput dari adanya pelanggaran. Meski banyak peraturan-peraturan yang telah dibuat oleh para lembaga pemerintahan. Namun, tetap tidak dapat menghilangkan atau mencegah adanya pelanggaran. Harus ada solusi yang tepat untuk meminimalisir pelanggaran terhadap HAM

    0

    full texts

    859

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇