SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
    859 research outputs found

    BERLAKUNYA HAM DALAM MASYARAKAT INDONESIA

    No full text
    Abstrak   Manusia hidup di dunia memiliki hak. Manusia lebih dominan dalam kepemilikan hak daripada makhluk lain, meskipun sama-sama ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Di Indonesia HAM berlaku untuk seluruh masyarakatnya, sehingga oleh masyarakat banyak terdapat pandangan-pandangan tentang keberlakuan HAM. Keberlakuan HAM tak luput dari adanya pelanggaran. Meski banyak peraturan-peraturan yang telah dibuat oleh para lembaga pemerintahan. Namun, tetap tidak dapat menghilangkan atau mencegah adanya pelanggaran. Harus ada solusi yang tepat untuk meminimalisir pelanggaran terhadap HAM

    Model Pembelajaran Laboratorium Training

    No full text
    ABSTRAK   Belajar adalah sebuah proses yang dilakukan oleh individu dengan tujuan memperoleh suatu perubahan meliputi tingkah laku baik dalam bentuk pengetahuan, ketrampilan maupun sikap dan nilai positif. Dalam belajar terdapat beberapa model pembelajaran. Salah satunya laboratorium training. Tujuan utama laboratorium training adalah untuk meningkatkan efektifitas dalam proses pembelajaran. Dalam mencapai keefektifan proses pembelajaran, perlu adanya langkah-langkah dalam penerapan model pembelajaran ini. Model pembelajaran laboratorium training memiliki beberapa keunggulan

    PENEGASAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA SEBAGAI NEGARA PANCASILA

    No full text
    ABSTRAK Indonesia merupakan negara yang sejak awal berdirinya dilandaskan atau didasarkan pada Pancasila. Pancasila merupakan hasil dari nilai-nilai luhur yang digali dari kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu. Keberagaman yang ada di Indonesia baik berupa budaya, suku, agama, dan perbedaan lainnya menjadikan Indonesia sebagai negara kesatuan yang kaya akan keberagaman. Sejak dirumuskannya proklamasi kemerdekaan Negara Indonesia, para tokoh yang mempunyai andil dalam berdirinya negara Indonesia telah melakukan berbagai pertimbangan dalam menentukan Pancasila sebagai ideologi bangsa sekaligus dasar negara Indonesia. Pancasila sebagai hal yang melekat dalam diri setiap bangsa Indonesia, memiliki peran atau fungsi yang sangat penting bagi kelangsungan kehidupan bangsa. Indonesia dikatakan sebagai negara Pancasila karena Pancasila merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari negara atau bangsa Indonesia. Pancasila mempunyai banyak fungsi dan peranan penting bagi kehidupan negara maupun bangsa Indonesia, fungsi tersebut adalah sebagai ideologi negara, sumber dari segala sumber hukum nasional, paradigma pembangunan nasional, alat pemersatu bangsa, dan sebagai pedoman dalam kepemimpinan. Pancasila merupakan bagian dari diri bangsa Indonesia yang sudah melekat dalam setiap kepribadiannya. Pancasila sendiri merupakan benteng bagi Indonesia pada saat seringnya pertentangan ideologi suatu bangsa dengan bangsa lain yang akhir-akhir ini sering terjadi. Penjelasan bahwa Pancasila merupakan bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari setiap warga Indonesia diharapkan mampu menumbuhkan rasa sadar terhadap bangsa Indonesia untuk turut serta mempertahankan Pancasila agar posisinya tidak akan bisa diganti oleh pemikiran ataupun ideologi yang berasal dari luar karena tidak cocok atau tidak sesuai dengan pandangan maupun kepribadianbangsa Indonesia.Kata Kunci : Pancasila, negara Pancasila, ideolog

    . Hubungan Gaya Kepemimpinan Ketua Organisasi dengan Komitmen Pengurus Organisasi Mahasiswa di HMJ Hukum dan Kewarganegaraan Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Sholikah, Zulfatus. 2018. Hubungan Gaya Kepemimpinan Ketua Organisasi dengan Komitmen Pengurus Organisasi Mahasiswa di HMJ Hukum dan Kewarganegaraan Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Edi Suhartono, SH., M.Pd., (2) Dr. Didik Sukriono, SH., M.Hum. Kata Kunci:   Gaya Kepemimpinan, Komitmen Organisasi, Organisasi Mahasiswa Organisasi mahasiswa merupakan suatu bentuk aktivitas ekstrakurikuler dengan maksud untuk mengembangkan potensi dari mahasiswa ke arah peningkatan wawasan, rasa keagamaan, nilai sosial dan kesetiakawanan kemanusiaan, pemupukan minat bagi mahasiswa. Fungsi dari organisasi kemahasiswaan adalah sebagai manifestasi penyiapan diri untuk menjadi seorang yang lebih dewasa dan mandiri setelah menyelesaikan studi dan kembali ke masyarakat. Dalam pencapaian tujuan organisasi terutama mahasiswa banyak elemen yang menjadi hal penting dalam pemenuhannya, diantaranya adalah unsur kepemimpinan atau pemimpinSetiap pemimpin memiliki gaya kepemimpinan masing-masing, diantaranya adalah transfromasional, otokratis, demokratis, dan Laissez faire. Selain gaya kepemimpinan, sebuah komitmen yang dimiiliki pengurus yang ada di organisasi tersebut juga menjadi kebutuhan dalam keberlangsungan sebuah organisasi. Komitmen adalah kemampuan dan kemauan untuk menyelaraskan perilaku pribadi dengan kebutuhan, prioritas dan tujuan organisasi. Komitmen bukan hanya sekedar berbentuk kesediaan seseorang anggota untuk menetap dalam organisasi saja. Melainkan dengan adanya komitmen inilah yang membuat anggota dapat berupaya untuk memberikan yang terbaik untuk organisasinya guna mencapai tujuan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Gaya kepemimpinan yang dimiliki ketua HMJ HKn Periode 2017; (2) Tingkatan komitmen yang dimiliki pengurus organisasi mahasiswa di HMJ HKn Periode 2017; (3) Ada atau tidaknya hubungan antara gaya kepemimpinan ketua organisasi dengan komitmen pengurus organisasi mahasiswa. Sampel dalam Penelitian ini diambil dari 40 pengurus HMJ Hukum dan Kewarganegaraan Periode 2017. Sumber data diperoleh dari kuisioner, wawancara, dokumentasi.Jenis penelitian ini menggunakan Kuantitatif. Dengan rancangan deskriptif. Penelitian dengan rancangan deskriptif akan mengungkap variabel menggunakan angka kemudian menjabarkan keadaan organisasi mahasiswa di HMJ Hukum dan Kewarganegaraan Universitas Negeri Malang. Selain itu juga menggunakan rancangan korelasional spearman rank yang digunakan peneliti untuk mencari hubungan antar dua variabel yakni antar gaya kepemimpinan dengan komitmen anggota organisasi mahasiswa sehingga dapat diambil kesimpulan. Untuk menjamin kevalidan instrumen pernyataan dalam kuisioner, peneliti meminta validasi oleh pihak yang ahli dalam statistika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, Gaya kepemimpinan yang dimiliki ketua HMJ Hukum dan Kewarganegaraan Periode 2017 tersebut adalah gaya kepemimpinan transformasional. Hal tersebut dapat diketahui berdasarkan beberapa pernyataan yang peneliti ajukan dan dijawab oleh responden yang merupakan pengurus HMJ HKn periode 2017. peneliti telah membuat 9 butir pernyataan yang berupa tindakan nyata yang diprediksi bisa menjadi tolak ukur kecenderungan gaya kepemimpinan yang dimiliki. Kedua, berdasarkan jawaban dari 40 responden terhadap 11 butir pernyataan yang diajukan, pengurus HMJ Hukum dan Kewarganegaraan periode 2017 dapat dikategorikan memiliki komitmen yang tinggi yaitu sebesar 71%. Hal tersebut dapat diukur dengan beberapa instrumen pertanyaan yang memiliki indikator berdasarkan teori yang ada. Ketiga, setelah peneliti mendapatkan beberapa data dari variabel gaya kepemimpinan dan komitmen organisasi, peneliti menggunakan teknik korelasional spearman rank untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara kedua variabel tersebut. Berdasarkan hasil perhitungan untuk membuktikan hipotesis digunakan perhitungan koefesien korelasi derajat hubungan antaravariabel X dan variabel Y. Pada rumus koefesien korelasi rank spearman, dimana, r = koefesien korelasi, N jumlah sampel, = beda peringkat variabel X dan variabel Y. Dalam penelitian ini telah ditemukan r hitung sebesar 0,58 dan r tabel sebesar 0.25, dengan nilai signifikasi sebesar (0.05) Hal ini menunjukkan hubungan yang cukup berarti dan memiliki taraf kepercayaan sebesar 95%. Dengan demikian terdapat korelasi yang positif antara gaya kepemimpinan ketua organisasi dengan komitmen pengurus organisasi mahasiswa.Dengan koefesien determinasi KD = r 2x 100 % =(0,58)2 x 100%= 30 %, maka faktor lain 70 % merupakan faktor yang perlu menjadi bahan kajian penelitian selanjutnya. Dari koefesien determinasi 30 % jelas menunjukkan gaya kepemimpinan dengan tingginya komitmen pengurus itu terdapat hubungan yang cukup berarti dengan taraf kepercayaan sebesar 95%. Berdasarkan hipotesis H1:ρ≠0 terdapat pengaruhyang signifikan antara kedua variabel tersebut. Berdasarkan penelitian ini, peneliti memberikan saran diantaranya: (1) Bagi pihak organisasi mahasiswa, mengingat akan pentingnya keberlangsungan organisasi mahasiswa yang mana memiliki tujuan dan dasar dibentuknya sebuah organisasi, tentu perlu adanya refleksi serta penerapan suatu tindakan yang tepat dalam memutuskan untuk terlibat pada organisasi tersebut. Dengan adanya gambaran bahwa dengan diberlakukannya  gaya kepemimpinan oleh ketua HMJ HKn periode 2017 yaitu gaya kepemimpinan transformasional yang mana dapat menunjukkan tumbuhnya komitmen yang tinggi bagi pengurusnya, tentu gaya kepemimpinan ini layak untuk dijadikan referensi bagi ketua organisasi yang lainnya; (2) Bagi peneliti selanjutnya yaitu perlunya indikator yang jelas dalam penyusunan instrumen pertanyaan, sehingga dapat memudahkan ketika menganalisis data yang telah diperoleh. Selain itu peneliti selanjutnya dapat menunjang data yang telah diperoleh dengan wawancara dan sumber yang kompeten dalam kajian tentang kepribadian

    NEGARA HUKUM DENGAN BERDASARKAN PANCASILA

    No full text
    ABSTRAK   Negara hukum didalamnya terdapat aturan-aturan yang mengatur, Indonesia merupakan negara hukum yang berdasarkan pancasila, hal ini sudah jelas tercantum dalam pembukaan UUD 1945. Istilah negara hukum dan pancasila merupakan identitas yang mendasar serta kedudukam pancasila di Indonesia sebagai pedoman pokok bagi bangsa Indonesia.. Bentuk pemerintahan di Indonesia adalah demokratis, yang mengutamakan kedaulatan rakyat dan pemerintahan berdasarkan undang-undang. Lahirnya hukum di Indonesia bersamaan dengan lahirnya NKRI. Hukum yang berlaku di Indonesia adalah hukum masa lalu, masa kini, dan masa akan datang. Jadi, identitas Indonesia sebagai negara hukum berdasarakan pancasila berawal dari perjuangan bangsa Indonesia sendiri

    PERAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER BANGSA

    No full text
    ABSTRAK Melihat pada era globalisasi saat ini yang identik dengan gaya hidup yang bebas yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia, maka  dibutuhkan pendidikan untuk membina perilaku atau kepribadian generasi bangsa agar tidak terjerumus dalam hal-hal yang bertentangan dengan ideologi Pancasila. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan merupakan upaya perwujudan dari misi pendidikan bangsa Indonesia untuk menjadikan generasi bangsa yang cerdas intelektual dan juga berkarakter jiwa Pancasila dan UUD 1945 serta tidak lupa dengan nilai dan norma-norma agama. Dan juga mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia yang telah tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 alinea ke-4. Dalam membentuk karakter bangsa Indonesia yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan merupakan salah satu wujud dari usaha dalam dunia pendidikan untuk membangun atau membentuk karakter generasi penerus bangsa dan juga masyarakat Indonesia. Karakter bangsa Indonesia adalah karakter yang berdasarkan pada nilai-nilai Pancasila, sehingga kepribadian orang Indonesia harus berdasarkan pada nilai-nilai Pancasila dan dilaksanakan melalui cerminan sikap, tingkah laku dan pengamalannya pada kehidupan sehari-hari. Tujuan utama dari Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan ialah menjadikan generasi bangsa yang berfikir kritis, kreatif dan beriman, membentuk pribadi yang berkarakter, berjiwa nasionalisme dan turut serta terhadap upaya bela negara, menghasilkan warga negara yang cakap dalam partisipasi berpolitik di Indonesia dengan menjunjung tinggi nilai Pancasila dan mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia dengan rasa persatuan, kesatuan dan gotong royong serta keadilan sosial.Kata kunci: peran PPKn dalam membangun karakter bangsa, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Pancasila, karakter bangsa Indonesia.

    PRESEPSI SISWA SD TERHADAP PROSES PEMEBELAJARAN PKN

    No full text
    ABSTRAK   Presepsi  siswa terhadap mata pembelajaran PKn dalam kehidupan realita sekarang disebabkan beberapa kendala antara lain : (1) guru mata pelajaran PKn masih mengalami kesulitan dalam mengaktifkan siswa untuk terlibat langsung dalam proses penggalian dan penelaahan bahan pelajaran, (2) sebagian siswa memandang mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan sebgai mata pelajaran yang besifat konseptual dan teoritis, (3) parktik kehidupan di masyarakat baik dalam bidang politik, ekonomi, social budaya, hukumn, agama seringkali berbeda dengan wacana yang dikembangkan dalam proses pembelajaran dikelas. Pembelajaran PKn sering dikatakan belum mampu merangsang siswa terlibat aktif dalam proses belajar mengajar. Hal ini memberikan dampak siswa merasa kesulitan dalam pelajaran dikarenakan metode pembelajaranyang dipilih dan digunakan dirasakan kurang tepat

    AKTUALISASI HAK ASASI MANUSIA DALAM NEGARA HUKUM YANG BERDASARKAN PANCASILA

    No full text
    ABSTRAK Negara hukum adalah negara yang menjadikan hukum sebagai landasan dalam mengatur masyarakat. Hak asasi manusia merupakan hak yang melekat pada setiap jiwa manusia yang merupakan anugerah dari Tuhan Yang Mahakuasa. Negara hukum memiliki andil dalam penegakkan hak asasi manusia. Adapun tugas negara hukum yakni memberikan perlindungan, pengakuan serta penegakkan terhadap terlaksananya hak-hak asasi bagi setiap masyarakatnya. Hukum harus dijadikan sebagai pedoman yang tegas dalam menegakkan hak asasi manusia yang tetap disesuaikan dengan nilai-nilai dalam Pancasila.Kata Kunci: hak asasi manusia, negara hukum, Pancasila

    Nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam Tradisi Jimpitan di RT 02 RW 05 Lingkungan Tanggung Kelurahan Wlingi Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar

    No full text
    ABSTRAK Ningtyas, Chandra. 2018. Nilai-Nilai Pancasila yang Terkandung dalam Tradisi Jimpitan di RT 02 RW 05 Lingkungan Tanggung Kelurahan Wingi Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sri Untari, M. Si, (II) Drs, Ketut Diara Astawa S.H, M.Si.Kata Kunci : nilai, Pancasila, tradisi, jimpitanPancasila merupakan pandangan hidup bangsa yang terdiri dari nilai-nilai yang dipandang baik yang kemudian dipraktikkan dalam perilaku kehidupan sehari-hari. Jimpitan merupakan praktik perilaku yang ditunjukan oleh Lingkungan Tanggung sebagai alternatif dalam mengembangkan pembangunan wilayahnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, (1) pelaksanaan tradisi jimpitan di RT 02 RW 05 Lingkungan Tanggung, (2) penggunaan dari hasil jimpitan di RT 02 RW 05 Lingkungan Tanggung, (3) nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam tradisi jimpitan di RT 02 RW 05 Lingkungan Tanggung.Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Sumber data yang diperoleh berasal dari kata-kata atau tindakan dari informan dalam hal ini adalah  Lurah Wlingi,Ketua RT 02, Petugas jimpitan, dan masyarakat desa; sumber tertulis; dan dokumen. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan metode yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara menggunakan analisis taksonomi. Untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh, peneliti melakukan pengecekan data dengan cara triangulasi sumber.Adapun hasil penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut. Pertama, pelaksanaan tradisi jimpitan dilaksanakan melalui beberapa tahapan yaitu pemilihan petugas, pengumpulan jimpitan, pelelangan jimpitan, dan pelaporan. Kedua, penggunaan hasil jimpitan digunakan untuk berbagai kegiatan perayaan Agustusan yang terdiri atas lomba baris berbaris dan karnaval di kecamatan, malam syukuran, pesta resepsi, lomba-lomba. Ketiga, nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam tradisi jimpitan yaitu nilai Ketuhanan Yang Maha Esa tercermin dalam perilaku jujur, ikhlas, memberi, berdoa dan kerukunan antar umat beragama; nilai kemanusiaan yang adil dan beradab tercermin dalam perilaku toleransi, budaya mengucap salam; nilai persatuan Indonesia tercermin dalam perilaku cinta tanah air dan persatuan; nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan tercermin dalam perilaku mengutamakan kepentingan bangsa, musyawarah; dan nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia tercermin dalam sikap adil dan gotong royong. Saran yang diberikan oleh peneliti setelah melakukan penelitian ini antara lain: pemerintah dapat memberikan dukungan dengan adanya tradisi jimpitan, petugas jimpitan dapat meningkatkan loyalitas kinerjanya serta mempublikasikan pelaksanaan jimpitan di RT 02 RW 05 Lingkungan Tanggung dapat menjadi rujukan wilayah-wilayah lain serta masyarakat terus berperan aktif dalam pelestarian jimpitan

    Persepsi Masyarakat terhadap Pementasan Reyog Obyog sebagai Wujud Pelestarian Kesenian Daerah Kabupaten Ponorogo

    No full text
    ABSTRAK Kabupaten Ponorogo merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang mempunyai kesenian daerah, yaitu Reog Ponorogo.Reog Ponorogo sebagai kesenian rakyat yang ditampilkan dengan beberapa versi, yaitu versi Reog Festival dan versi Reog Obyog. Atas dasar pembagian versi Reog Ponorogo tersebut, maka masing-masing individu mempunyai persepsi yang berbeda-beda dalam menanggap iversi Reog Ponorogo.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi masyarakat terhadap pementasan Reog Obyog sebagai wujud pelestarian kesenian daerah Kabupaten Ponorogo.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif.Sumber data yang diperoleh yang pertama adalah data primer, yaitu informan yang meliputi masyarakat desa, seniman Reog Obyog, kepala desa, dan DISBUDPORA serta peristiwa pementasan Reog Obyog. Kedua, data sekunder yang berasal dari sumber tertulis; dan dokumen.Prosedur pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi.Analisis data yang digunakan adalah analisis data domain model Spardley. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan cara ketekunan pengamatan, triangulasi sumber, kecukupan referensi, dan member check.Hasil penelitian ini adalah: 1) Karakteristik Reog Obyog, yaitu sebagai hiburan masyarakat yang bersifat bebas dan spontan, sorotan utama pada pementasan Reog Obyog adalah Dhadhak Merak dan Jathil Obyog dengan pakaian khasnya. Edrekan dan saweran dilakukan untuk menambah kemeriahan.2) Pementasan Reog Obyog terdiri dari:bagian awal,yaitu diawali dengan doa dan persiapan uborampen,selanjutnya bagian inti, yaitu penampilan penari Jathil, Bujangganong,dan Dhadhak Merak. Bagian akhir, yaitu edrekan atau gambyongan.3) Persepsi masyarakat terhadap Reog Obyog, pertama persepsi positif, yaitu dengan adanya Reog Obyog dapat melestarikan warisan leluhur dan Reog Obyog sampai saat ini masih menjadi suatu tontonan yang diminati masyarakat. Kedua, persep sinegatif, yaitu pementasan yang cenderung bebas tidak menutup kemungkinan untuk melakukan kebiasaan minum-minuman keras, selain itu adanya adegan edrekan dapat menimbulkan kesan yang kurang baik apabila dilihat oleh anak-anak.4) Nilai-nilai yang terkandung pada Reog Obyog, yaitu religius,estetika, ekonomi, percaya diri,solidaritas, gotong-royong, kekeluargaan, dan rasa cinta kepada kesenian daerah. 5) Cara melestarikan kesenian Reog Obyog pemerintah mengadakan parade Reog Obyog, mendukung ekstrakurikuler Reog Ponorogo, dan mendirikan sanggar Reog. Masyarakat melestarikan dengan mengikuti latihan Reog dan memproduksi alat Reog.6) Rekomendasi terhadap Reog Obyog: mengurangi gerakan tari yang erotis, mengurangi bahkan menghilangkan kebiasaan minum-minumankeras, dan lebih melengkapi format penari. Saran yang dapat diajukan,yaitu bagi pemerintah memberikan dukungan dan fasilitas yang berkaitan dengan pementasan Reog Obyog.Bagi seniman seyogyanya membuat karya-karya berkualitas yang dapat menambah nilai dari kesenian Reog Obyog dan dapat diterima oleh masyarakat.Bagi masyarakat sebaiknya ikut menjaga serta melestarikan kesenian daerah tersebut.Bagi pendidik seyogyanya mengenalkan tentang kesenian daerah yang ada di Indonesia.Bagi mahasiswa Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan untuk tetap menjaga dan melestarikan, serta memperdalam ilmu dan pengetahuan tentang kesenian daerah

    0

    full texts

    859

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇