SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
859 research outputs found
Sort by
BAKTI SOSIAL DI BULAN RAMADHAN BERSAMA MASYARAKAT KELURAHAN SURODINAWAN
Abstraktujuan dari program ini adalah : (1) Untuk meningkatkan kepedulian dan rasa social terhadap kondisi masyarakat pedesaan yang makin hari makin memprihatinkan, baik dari segi kebutuhan ekonomi maupun dari segi lapangan pekerjaan.(2) Terciptanya masyarakat yang peduli terhadap sesama. (3) Melaksanakan diskusi lintas budaya antaran masyarakat terdidik dan masyarakat awam, hususnya dalam pros transformasi pendidikan melalui program-program baksos.Kata Kunci : bakti sosial, Mojokerto, Ramadha
IMPLENTASI PROGRAM PENDIDIKAN GRATIS DI SMK NEGERI 1 BATU
Pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan sumber daya manusia. Biaya pendidikan yang semakin mahal ditandai dengan semakin meningkatnya biaya yang harus dikeluarkan oleh orang tua/wali siswa. Pemerintah Kota Batu memiliki strategi tersendiri dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Batu yaitu dengan mengeluarkan program pendidikan gratis bagi sekolah negeri maupun swasta yang ada di Kota Batu. Jenjang pendidikan PAUD, pendidikan dasar dan pendidikan menengah menjadi sasaran utama pelaksanaan program ini. Melalui Peraturan Walikota Batu Nomor 3 Tahun 2017 menjadi dasar hukum diberlakukannya program pendidikan gratis di Kota Batu. Program pendidikan gratis ini bersumber dari dana APBD Kota Batu bidang pendidikan. Hal yang menarik dari adanya program pendidikan gratis ini yaitu tidak ada persyaratan khusus untuk mendapatkan pendidikan gratis ini, baik siswa yang berdomisili di Kota Batu maupun luar Kota Batu selama menempuh pendidikan di Kota Batu akan mendapatkan hak yang sama. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk, (1) mengetahui implementasi program pendidikan gratis di SMK Negeri 1 Batu; (2) mengetahui dampak implementasi program pendidikan gratis di SMK Negeri 1 Batu; (3) mengetahui kendala yang dialamu dalam implementasi program pendidikan gratis di SMK Negeri 1 Batu;dan (4) mengetahui upaya untuk mengatasai kendala dalam implementasi program pendidikan gratis di SMK Negeri 1 Batu.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang berjenis deskriptif. Lokasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah Dinas Pendidikan Kota Batu dan SMK Negeri 1 Batu. Prosedur yang digunakan untuk pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan penelitian yaitu berupa instrumen manusia, dalam artian peneliti sendiri. Kegiatan analisis data dimulai dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verivikasi atau penarikan kesimpulan. Dalam menjaga kabsahan data dilakukan uji kredibilitas dengan meningkatkan ketekunan penelitian dan triangulasi.Adapun hasil temuan penelitian sebagai berikut: Pertama, implementasi program pendidikan gratis di SMK Negeri 1 Batu sasarannya adalah seluruh siswa yang bersekolah di SMK Negeri 1 Batu, baik yang berdomisili di Kota Batu maupun dari luar Kota Batu. Wujud pemberian dana BOSDA ke sekolah berupa uang yang kemudian dikelola sekolah untuk kegiatan pembelajaran. Pelaksana program pendidikan gratis adalah Tim Manajemen Kota Batu dan Tim Manajemen SMK Negeri 1 Batu . Prosedur penyaluran dana BOSDA langsung di transfer ke rekening sekolah masing-masing sesuai dengan Peraturan Walikota Batu Nomor 3 Tahun 2017. Kedua, dampak implementasi program pendidikan gratis bagi Pemerintah Kota Batu yaitu tugas dan urusan Dinas Pendidikan Kota Batu semakin bertambah dan dengan adanya program pendidikan gratis di Kota Batu dapat meningkatkan angka partisipasi sekolah. Dampak bagi SMK Negeri 1 Batu yaitu memberikan kemudahan dalam pendanaan pengadaan buku pelajaran, sekolah tidak akan menarik pungutan biaya kepada siswa dan pembenahan sarana serta prasarana yang sedikit terhambat. Bagi siswa SMK Negeri 1 Batu berdampak dalam meringankan sebagian biaya orang tua/wali siswa dan penurunan semangat belajar siswa. Ketiga, kendala dalam proses implementasi pendidikan gratis di SMK Negeri 1 Batu yaitu adanya keterlambatan pencairan dana BOSDA, peraturan pelaksana BOSDA yang perlu dilakukan pembaharuan, kegiatan pembelajaran produktif yang harus direncanakan dengan matang dan semangat belajar siswa yang menurun. Keempat, upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala dalam implementasi pendidikan gratis di SMK Negeri 1 Batu adalah dengan mencari dana talangan, memberikan masukan serta evaluasi kepada Dinas Pendidikan Kota Batu, bekerjasama dengan suplier dan menerapkan secara disiplin tata tertib sekolah.Saran yang dapat peneliti sampaikan kepada Pemerintah Kota Batu yaitu lebih teliti dan cermat dalam mengevaluasi jalannya program dan perlu dipertimbangkan lagi apakah juklak dan juknis BOSDA selama ini yang berlaku perlu untuk dilakukan pembaharuan sesuai dengan kebutuhan sekolah. Dan diharapkan agar pemerintah daerah Kota Batu dapat terus menjalankan kebijakan pendidikan gratis ini. Bagi Dinas Pendidikan dalam pelaksanaanya lebih teliti untuk monitoring dan evaluasi program di masing-masing jenjang pendidikan agar kendala yang terjadi dapat diselesaikan dan tidak akan terjadi dikemudian hari. Kualitas pelayanan dari Dinas Pendidikan diharapkan lebih adil dan merata. Bagi pihak SMK Negeri 1 Batu diharpkan lebih tegas dalam mensisiplinkan siswanya dan merapkan tata tertib sekolah dengan baik agar siswa yang mengalami kemunduran dalam motivasi belajar dapat bersemangat lagi. Sedangkan bagi siswa SMK Negeri 1 Batu yaitu sebaiknya lebih menumbuhkan semangat belajarnya meskipun menikmati program pendidikan gratis yang diterapkan di Kota Batu agar esensi pendidikan nasional tidak terabaikan
EKSISTENSI KESENIAN TAYUB DI DUSUN NGRAJEK DESA SAMBIREJO KECAMATAN TANJUNGANOM KABUPATEN NGANJUK
ABSTRACTTayub is a social dance but in its realization it can be romantic and can be erotic. Usually danced by female dancers called tledhek and always involves male viewers to dance together (pengibing). Tayub held to celebrate weddings and various celebrations. otherThe objectives of the study were to:(1) Explain the origin of the existence of tayub art in the Ngrajek Hamlet, Sambirejo Village, Tanjunganom Subdistrict, Nganjuk Regency. (2) Explain the existence of tayub art at this time in the Ngrajek Hamlet, Sambirejo Village, Tanjunganom Subdistrict, Nganjuk Regency. (3) Explaining the efforts of the village government to preserve tayub art in the Ngrajek Hamlet, Sambirejo Village, Tanjunganom Subdistrict, Nganjuk Regency. (4) Explain what values are contained in the art of tayub in the Ngrajek Hamlet, Village Sambirejo, Tanjunganom District, Nganjuk Regency.Keywords :The Origin of Tayub Art, Existence of Tayub Art, Government EffortstoPreserve Tayub Art, Values in Tayub Art.ABSTRAKTayub adalah tari pergaulan tetapi dalan perwujudannya bisa bersifat romantis dan bisa pula erotis. Biasa ditarikan oleh penari wanita yang disebut dengan tledhek dan selalu melibatkan penonton pria untuk menari bersama (pengibing). Tayub dilaksanakan untuk merayakan pesta pernikahan dan berbagai macam hajatan lainnya.Tujuan dari penelitian yaitu untuk: (1) Menjelaskan asal mula adanya kesenian tayub di Dusun Ngrajek Desa Sambirejo Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk. (2) Menjelaskan keberadaan kesenian tayub saat ini di Dusun Ngrajek Desa Sambirejo Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk. (3) Menjelaskan upaya dari pemerintah desa melestarikan kesenian tayub di Dusun Ngrajek Desa Sambirejo Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk. (4) Menjelaskan nilai-nilai apa saja yang yang terkandung dalam kesenian tayub di Dusun NgrajekDesa Sambirejo Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk.KataKunci:AsalMulaKesenianTayub,KeberadaanKesenianTayub, UpayaPemerintahmelestarikanKesenianTayub, Nilai-Nilai dalamKesenianTayub
ACTIVE LEARNING SEBAGAI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI
Abstrak Kata Kunci: Active Learning, Pendidikan, Korupsi Pada artikel ilmiah ini disajikan informasi mengenai solusi praktis dalam menanggulangi kasus korupsi sejak dini. Solusi tersebut adalah metode pembelajaran active learning. Metode ini merupakan salah satu metode yang membuat siswa menjadi lebih aktif dalam pembelajaran. Hasil akhir dari pemanfaatan metode ini adalah peserta didik lebih memahami dan peka terhadap masalah yang terjadi dalam masyarakat Dalam negara berkembang seperti Indonesia, korupsi merupakan salah satu masalah yang sulit diatasi. Korupsi seolah-olah telah menjadi sebuah penyakit yang sudah mewabah dan menular kebagian tubuh-tubuh lainnya. Menurud Arsyad (2013) korupsi merupakan sebuah penyakit yang menjangkiti Negara. Pada umumnya pelaku korupsi merupakan orang yang berpendidikan tinggi dan merupakan orang yang terpandang dalam masyarakat. Permasalahan korupsi pada umumnya tumbuh dalam Negara-negara yang sedang berkembang. Praktek korupsi pada ummnya dilakukan oleh lebih dari satu orang dan mereka yang terlibat dalam kasus korupsi biasanya berusaha untuk menyelubungi perbuatannya dengan berlindung dibalik hukum. Adapun penyebab timbulnya korupsi yang tumbuh dengan pesat ini adalah ditengarai oleh beberapa factor diataranya adalah faktor politik, faktor ekonomi, factor hokum, dan factor birokrasi atau kekuasaan. Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin modern korupsi juga mengalami perkembangan yang pesat pula. Dngan perkembangan yang sangat pesat maka dampak yang ditimbulkan juga semkin besar, semua pihak merasa dirugikan dengan timbulnya kasus koupsi ini. Bukan hanya Negara saja, namun juga seluruh lapisan masyarakat terutama masyarakat miskin. Adapun diantara dampak yang ditimbulkan akibat korupsi ini adalah sebagai berikut : (1) meningkatnya angka kemiskinan, (2) pelanggaran hak-hak asasi manusia, (3) dan rakyat harus membayar mahal jasa pelayanan public yang diberikan oleh pemerintah. Dalam hasil survey yang dilakukan oleh political and economic risk consultacy (PERC) yang melibatkan 2.147 eksekutif ekportiat di 16 negara menempatkan Negara Indonesia sebagai Negara terkorup dengan nilai 9,27. Daya saing Indonesia merosot drastic akibat dari pelaku tercela aparatur Negara yang seharusnya bekerja untukkepentingan rakyat. TII dalam survey sebagai mana diungkap dalam barometer korupsi global 2007 menempatkan aparat kepolisian, kejaksaan dan peradilan sebagai lembaga terkorup, sedangkan pada tahun 2009 kepolisian menempati urutan pertama sebagai lembaga terkorup (herman : 2012). Dengan fakta ini keadaan Indonesia semakin memprihatinkan mengingat keadaan masyarakat Indonesia yang terkenal mempunyai sifat ramah dan jujur harus tercoreng akibat ulah oknum pejabat yang tida
Pengembangan Media Pembelajaran PPKn Berbasis Videoscribe Pada Materi Hak Asasi Manusia Di SMKN 7 Kota Malang
AbstrakPendidikan merupakan hal yang penting dan dibutuhkan oleh seluruh warga negara indonesia dari jenjang sekolah dasar sampai dengan universitas. Seiring dengan perkembangan globalisasi yang pesat peningkatan pembelajaran dibutuhkan. Pendidika harus bisa membuat pembelajaran yang inovatif dan juga efektif, pembelajaran tidak harus pada buku pelajaran saja. Namun saat ini arus teknologi dan informasi sudah semakin berkembang pesat. Guru harus bisa menyesuaikan dengan pertumbuhan teknologi dan informasi ini sebagai sebuah sumber belajar yang praktis.Videoscribe sebagai salah satu bentuk media pembelajaran yang praktis dan inovatif dalam bentuk audio visual, namun pemanfaatan media pembelajaran seperti ini masihlah kurang dalam kegiatan pembelajaran. Pembelajaran berupa video juga sebagai salah satu bentuk pembelajaran inovatif dengan pertumbuhan teknologi dan informasi yang pesat saat ini. Videoscribe ini dapat digunakan sebagai sumber belajar untuk para peserta didik yang menyukai akan hal pembelajaran yang bersifat interaktif berupa animasi bergerak dan audio. Peserta didik bisa belajar kapan saja dan dimana saja. Pengembangan media pembelajaran PPKn berbasis videoscribe pada materi hak asasi manusia ini dilakukan di SMK Negeri 7 Kota Malang.Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan sebuah produk berupa videoscribe sebagai salah satu pemanfaatan teknologi saat ini dari perkembangan globalisasi yang sangat pesat. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk sumber belajar mandiri dan memotifasi gutu untuk inofatif. Penelitian menggunakan (Reseach & Development) Rnd yang menggunakan 10 langkah, antaralain: (1) potensi dan masalah; (2) pengumpulan data; (3) desain produk; (4) validasi desain;(5) uji coba pemakaian; (6) revisi Produk; (7) uji coba produk; (8) revisi desain; (9) revisi produk;(10) produk akhir.Pada penelitian ini diuji cobakan satu materi sebagai obyek uji coba produk media pembelajaran berbasis videoscribe yaitu materi hak asasi manusia. produk media pembelajaran berupa videoscribe yang dikembangkan ini memiliki beberapa bagian yang menampilkan pembelajaran PPKn dengan materi hak asasi manusia kelas X APL2 SMK Negeri 7 Kota Malang dengan isi video, yaitu: (1) kompetensi inti, kompetensi dasar dan indikator; (2) materi hak asasi manusia; (3) contoh pelanggran hak asasi manusia. Kata Kunci: Pengembangan, Media Pembelajaran, Videoscribe, Hak Asasi Manusia, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
HUBUNGAN TINGKAT LITERASI LINGKUNGAN MAHASISWA DENGAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI MALANG
AbstrakLiterasi lingkungan mahasiswa merupakan pengetahuan yang dimiliki mahasiswa dalam menangani masalah-masalah lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat literasi lingkungan mahasiswa, kondisi kebersihan lingkungan kampus, dan hubungan antara tingkat literasi lingkungan mahasiswa dengan kebersihan lingkungan di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang.Jenis Penelitian deskriptif korelasional.Hasil penelitian diperoleh bahwa sebanyak 91 orang (74%) tingkat literasi lingkungannya dikategorikan baik.Sebanyak 25 orang (21%) tingkat literasi lingkungannya dikategorikan cukup baik.Sebanyak 6 orang (5%) tingkat literasi lingkungannya dikategorikan kurang baik.kondisi kebersihan lingkungannya diperoleh hasil yaitu kondisi kebersihan lingkungan (tangga) sebanyak 95 orang (78%) menyatakan bersih. Sebanyak 27 orang (22%) menyatakan tidak bersih.Kondisi kebersihan lingkungan (toilet) sebanyak 86 orang (70%) menyatakan bersih. Sebanyak 36 orang (30%) menyatakan kurang bersih.Kondisi kebersihan lingkungan (selasar/depan ruang kelas) sebanyak 74 orang (61%) menyatakan kurang bersih. Sebanyak 48 orang (39%) menyatakan bersih.Kondisi kebersihan lingkungan (depan lift) sebanyak 70 orang (57%) menyatakan bersih. Sebanyak 52 orang (43%) menyatakan kurang bersih.Hubungan antara literasi lingkungan mahasiswa dengan kebersihan lingkungan sebesar 0,093 yang artinya terdapat hubungan namun tidak begitu bermakna.Kata Kunci:hubungan, literasi lingkungan mahasiswa, kondisi kebersihanAbstrakStudent environmental literacy is the knowledge students have in handling environmental problems. The purpose of this study was to determine the level of student environmental literacy, the cleanliness of the campus environment, and the relationship between the level of student literacy and environmental hygiene in the Faculty of Social Sciences, State University of Malang. Descriptive correlational research type. The results of the study showed that as many as 91 people (74%) the level of environmental literacy was categorized as good. As many as 25 people (21%) the level of environmental literacy is categorized quite well. As many as 6 people (5%) the level of environmental literacy is categorized as poor. Hygiene conditions for the environment were obtained, namely the condition of cleanliness of the environment (stairs) as many as 95 people (78%) stated clean. A total of 27 people (22%) stated that they were not clean. The condition of cleaning the environment (toilet) as many as 86 people (70%) stated it was clean. A total of 36 people (30%) stated that it was not clean. The condition of environmental cleanliness (lobby / front of classrooms) as many as 74 people (61%) stated that it was not clean. A total of 48 people (39%) stated that they were clean. 70 people (57%) stated that they were clean and clean. A total of 52 people (43%) stated that they were not clean. The relationship between student environmental literacy and environmental cleanliness is 0.093, which means there is a relationship but not so meaningful.Keywords:relationships, environmental literacy, hygieneconditio
Pulau Masalembu dan“Budaya Tok Tok”
Budaya adalah sebagai bentuk wujud dasar manusia yang tidak hanya berakar sebagai naluri, melainkan lahir dari hasil karya manusia yang membentuk suatu ide, nilai, norma, dan pola aktivitas manusia dalam masyarakat. Dalam hal ini secara tidak langsung membangun suatu kerarifan lokal yang menjadi karakter atau suatu ciri masyarakat yang menjadi relasi dan proses pembelajaran suatu masyarkat sehingga menjadi identitas suatu kelompok masyarakat. Terkait dengan pemaknaan budaya adakalanya saya ingin memperkenalkan keunikan budaya masyarakat kepulauan Masalembu, salah satunya budaya Tok Tok. Tok tok merupakan budaya khas kepulauan Masalembu yang mempertontonkan pertandingan sapi jantan yang di adu kekuatan tanduk yang ada di kepala sapi. Dengan tujuan untuk menghibur masyarakat petani yang ada di pulau Masalembu.
PERAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM EXPLOREPONOROGO SEBAGAI SARANA PROMOSI PARIWISATA DI KABUPATEN PONOROGO.
PERAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM EXPLOREPONOROGO SEBAGAI SARANA PROMOSI PARIWISATA DI KABUPATEN PONOROGO.Dian Surya Priambodo, Universitas Negeri Malang, Jl Semarang No. 5 [email protected] AbstractPerkembangan ilmu pengetahuan manusia yang ingin menciptakan sesuatu guna mempermudah segala sesuatu, termasuk berkomunikasi. Sekarang ini banyak bermunculan teknologi modern yang memudahkan manusia untuk berkomunikasi yakni melalui media sosial. Pemanfaatan media sosial ini juga dilakukan oleh Komunitas Exploreponorogo. Komunitas Exploreponorogo adalah komunitas pecinta fotografi, tentunya dalam pemilihan media sosialnya memanfaatkan Instagram sebagai media utama dalam bidang mereka. Komunitas tersebut berusaha mencari panorama alam yang indah di Kabupaten Ponorogo. Hal tersebut juga dimanfaatkan dengan mempromosikan pariwisata yang ada di Kabupaten Ponorogo.Kata kunci : media sosial, Instagram, komunitas. AbstrakThe development of human science that wants to create something to make things easier, including communicating. Nowadays many modern technologies have emerged that make it easy for humans to communicate, namely through social media. Utilization of social media is also carried out by the Exploreponorogo Community. Exploreponorogo community is a community of photography lovers, of course, in the selection of social media utilizing Instagram as the main media in their field. The community is trying to find a beautiful natural panorama in Ponorogo Regency. It was also utilized by promoting tourism in Ponorogo Regency.Keywords: social media, Instagram, community.Bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki banyak keragaman baik keragaman suku, budaya dan agama. Tidak hanya itu bangsa Indonesia juga memiliki sumber daya alam yang melimpah. Apabila Indonesia dapat mengelola SDA tersebut maka dapat dijadikan potensi mensejahterakan dan memakmurkan rakyat Indonesia. Salah satu SDA yang dapat dijadikan potensi mensejahterakan rakyat yaitu dari sector pariwisata. Berkembangnya sektor pariwisata dapat menarik sektor lain untuk berkembang seperti pertanian, perkebunan, peternakan, kerajinan rakyat dan peningkatan kesempatan kerja. Bagi suatu Negara yang mengembangkan industry pariwisata ternyata membawa hasil yang bukan sedikit bahkan merupakan penghasilan yang utama melebihi eksport bahan-bahan mentah yang dihasilkan dinegara tersebut (Oka A.Yoeti 21: 1979). Pada dasarnya kebanyakan Negara mengembangkan industri pariwisata adalah untuk meningkatkan devisa Negara.Pariwisata mempunyai peran dalam pembangunan nasional. Apabila pemerintah dapat mengembangkan potensi pariwisata disetiap daerah, tak menutup kemungkinan dapat mensejahterakan masyarat. Dalampengembangan pariwisata tersebut, masyarakat juga harus ikut membantu pemerintah. Pengembangan pariwisata di suatu daerah dapat disesuaikan dengan potensi dan kekhasan daerah masing-masing, maka dari itu daerah yang mempunyai ciri khas akan menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan, seperti Ponorogo yang mempunyai Reog. Pemerintah Ponorogo menyelenggarakan festival Reog tahunan setiap awal bulan hijriah atau orang sering menyebutnya dengan Grebeg Suro. Setiap awal bulan Hijriah pemerintah juga mengadakan perlombaan yang mencangkup seluruh dunia. Reog telah ditetapkan oleh UNESCO (United Nation Education Scientific and Cultural Organization) sebagai salah satu seni pertunjukan asli. Perkembangan kesenian Reog hingga saat ini telah memperlihatkan perkembangan yang signifikan, karena Reog tidak hanya berkembang di Indonesia tetapi juga keseluruh dunia. Tidak hanya wisata budaya yang terkenal di Ponorogo, tetapi Ponorogo juga memiliki wisata alam yang tak kalah terkenal dengan wisata budayanya. Ponorogo memliki wisata alam berupa danau, air terjun, gunung dll. Misalnya Telaga Ngebel yang cukup terkenal dikalangan masyarakat. Setiap satu tahun sekali di Telaga Ngebel mengadakan acara yang disebut Larungan. Ritual Larungan diadakan untuk membersihkan desa disekitar telaga Ngebel. Ritual tersebut dimaknai sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan YME dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Prosesi Larungan melibatkan puluhan warga yang berpakaian adat yang mengarak dua tumpeng bucengan mengelilingi telaga Ngebel sepanjang lima kilometer. Selain telaga ngebel masih ada wisata alam air terjun yaitu air terjun pletuk. Wisata alam ini terdapat di Desa Curug, Kecamatan Sooko, jarak yang ditempuhdari pusat kota menuju air terjun Pletuk membutuhkan waktu sekitar satu jam. Dalam menuju ke Air Terjun Pletuk dibutuhkan kehati-hatian karena akses jalan rusak parah. Masih banyak lagi wisata alam yang belum terekspose misalnya air terjun koko, gunung bedhes, gunung kenthus dll. Sarana Promosi merupakan upaya untuk memberitahukan atau menawarkan barang atau jasa guna menarik peminat atau pembeli. Tujuan dari promosi yaitu menyebarluaskan informasi baik barang maupun jasa. Maka dari itu promosi harus dibuat dengan sebaik-baiknya untuk mendapatkan minat konsumen. Dengan adanya promosi diharapkan barang atau jasa dapat mneyebar luas dengan manarik minat konsumen. Dengan menarik minat konsumen diharapkan barang atau jasa tersebut dapat bersaing di pasar Untuk menyampaikan atau menyebarluaskan informasi menegenai wisata yang ada di Ponorogo dibutuhkan media yang dapat menyampaikan informasi tentang wisata alam lainnya khususnya di Ponorogo.Permasalahan yang muncul dapat dijadikan rumusan masalah sebagai berikut, yaitu: (1) Bagaimana potensi pariwisata di Kabupaten Ponorogo? (2) Bagaimanaperan media sosial Instagram Exploreponororgo terhadap pariwisata di Ponorogo? (3) Bagaimana bentuk keberhasilan media sosial Instagram Exploreponorogo? (4) Apa kendala dan dampak media sosial Instagram Exploreponorogo terhadap pariwisata di Ponorogo? MetodePenelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Adapun tahapan dalam penelitian kualitatif dalam penelian ini antara lain: 1. Pendekatan dan jenis penelitian Pendekatan yang digunakan yang digunakan peneliti adalah pendekatakan kualitatif. Menurut Moleong yang dikutip oleh Kuntjojo , penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tetntang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dll. Secara holistic dan cara deskriptif dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmial (kuntjojo14-15:2009). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif karena dalam penelitian ini penjabaran dan pembahasannya berupa deskripsi yaitu menjelaskan serta menjabarkan variable pokok permasalahan yang bentuknya berupa huruf bukan angka. Adapun pembahasan dalam penelitian ini antara lain Strategi Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Ponorogo, Peran Media Sosial Instagram Sebagai Sarana Promosi Pariwisata di Kabupaten Ponorogo, Bentuk Keberhasilan yang Telah Dicapai dalam mendayagunakan Media Sosial Instagram, serta Kendala dan Tantangan dalam mendayagunakan Media Sosial Instagram.Penelitian ini dilaksanakan selama 4 minggu atau satu bulan untuk proses pengambilan data yang ada dilapangan. Peneliti melakukan pengamatan secara langsung dengan langsung hadir di lokasi penelitian. Dengan kehadiran langsung di lokasi penelitian, peneliti dapat memperoleh data langsung dan kemudian data tersebut dianalisis dan diuraikan. Untuk memperoleh data langsung, peneliti menemui pihak-pihak yang bersangkutan dalam hal ini, peneliti langsung menemui Pengelola Media Sosial Instagram Exploreponorogo (Komunitas Pecinta Fotografi).Lokasi yang dijadikan penelitian adalah tempat wisata yang ada di Kabupaten Ponorogo (yang terkait dengan penelitian ini) serta basecamp komunitas Exploreponorogo yang terletak di jalan Menur Kabupaten Ponorogo. Lokasi penelitian dipilih dengan pertimbangan bahwa strategi promosi pariwisata berbasis internet. Hal itulah yang mendorong peneliti untuk melakukan penelitian terhadap komunitas Pecinta Fotografi dan Pengelola Instagram Exploreponorogo 2. Prosedur Pengumpulan DataAdapun metode pengumpulan data penelitian kualitatif antara lain yakni: A. Observasi Dalam penelitian ini peneliti melakukan observasi di berbagai daerah wisata di Kabupaten Ponorogo. Misalkan wisata alam, peneliti melakukan observasi diberbagai yang terkait dengan penelitian ini seperti di Air Terjun Pletuk, Telaga Ngebel dan Tanah Goyang. Sedangkan untuk wisata religi peneliti melakukannya di Masjid Tegalsari dan makam Bathoro Katong. Untuk wisata Kuliner peneliti melakukan observasi diberbagai warung sate dan dawet jabung terbesar di Ponorogo yakni Sate ayam Ngepos yang terletak di Jalan Jendral Sudirman dan untuk dawet Jabung peneliti Melakukan Observasi di warung-warung daerah Jabung, Jetis, Ponorogo. Selain mengamati daerah wisata secara langsung, peneliti juga melakukan pengamatan terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Komunitas Pecinta Fotografi Exploreponorogo. B. Wawancara Selain melakukan observasi didaerah wisata di Kabupaten Ponorogo, peneliti juga melakukan wawancara. Wawancara didalam penelitian ini ditujukan kepada wisatawan yang berkunjung, warga masyarakat setempat dan tidak lupa mewawancarai pengurus komunitas yang mengelola Instagram Exploreponorogo. Tentunya Wawancara ini bertujuan untuk mendapatkan data yang relevan dengan penelitian. C. Dokumentasi Didalam penelitian ini adapun dokumentasi yang berhasi dikumpulkan antara lain, dokumentasi pribadi, dokumentasi wawancara dengan wisatawan, dokumentasi dari komunitas pecinta fotografi Exploreponorogo. Selain berbentuk foto adapun poster, dokumen pribadi (susunan pengurus) dan catatan harian yang diperoleh dari Komunitas Fotografi Exploreponorogo. 3. Tahap-Tahap Penelitian Menurut Moleong (dalam Zahro, 2016:32) Tahap-tahap penelitian memberikan gambaran tentang keseluruhan perencanaan, pelaksanaan pengumpulan data, analisis data, sampai penulisan laporan. Tahap-tahap penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut; 1. Tahap PerencanaanTahap perencanaan dilakukan sebelum penelitian dilakukan. Pada tahap ini perencanaan yang digunakan mencakup:a. Melakukan penelitian pendahuluanPada tahap ini, peneliti melakukan kunjungan atau survei terhadap objek yang dijadikan sebagai lokasi penelitian. Penelitian pendahuluan digunakan untuk mengetahui problem yang ada dan hal-hal yang berkaitan dengan objek penelitian.b. Menyusun proposal penelitianPenyusunan proposal penelitian digunakan untuk membuat rancangan penelitian yang terdiri atas latar belakang masalah, landasan teori yang mendukung dan metode penelitian yang digunakan.c. Menyusun instrumen penelitianUntuk memudahkan perolehan informasi dari lokasi penelitian, sebelum melakukan penelitian, peneliti mengurus surat ijin penelitian kepada Birokrasi yang bersangkutan dalam hal ini mengurus surat iji kepada Fakultas dan Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo 2. Pelaksanaan Pengumpulan Data Pada tahap ini peneliti menyumpulkan data yang sesuai dengan penelitian. Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan penelitian antara lain:A. Pembatasan latar dan penelitiPeneliti hendaknya menegenal adanya latar terbuka dan tertutup. Selain itu peneliti harus bisa menempatkan diri.B. Penampilan Dalam hal ini peneliti menyusuaikan penampilan dengan latar penelitian seperti pakaian dan tingkah lakuC. Penegenalan hubungan peneliti di lapangan Hubungan akrab anatara subjek dan peneliti harus dibina. Hal ini sangat berguna bagi peneliti dala menggali dan mengumpulkan informasi.D. Jumlah waktu studiSeorang peneliti hendaknya perlu menentukan pembagian waktu agar waktu yang digunakan dilapangan dapat dimanfaatkan seefektif dan seefisien mungkin. 2. Tahap Analisis DataSetelah peneliti melakukan pengumpulan data selanjutnya peneliti melakukan analisis data. Pada tahap ini data-data tersebut direduksi, diolah dan dilakukan analisis yang sselanjutnya untuk ditarik simpulannya. 3. Penulisan Laporan Pada tahap ini peneliti menulis hasil laporan yang ada dilapangan serta mengkonsultasikan kepada dosen pembingan yang tentunya format penulisan laporan sesuai dengan Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Universitas Negeri Malang. Hasil dan Pembahasan1. Potensi pariwisata di Kabbupaten PonorogoPotensi Pariwisata di Kabupaten Ponorogo ada banyak. Selain wisata Budaya yang terkenal Ponorogo juga memiliki Wisata Alam yang Indah, Wisata Buatan, Wisata Religi dan Wisata Kuliner yang terkenal. Selanjutnya pernyataan dari Informan didukung oleh hasil obvervasi yang dilakukan oleh peneliti dengan mengunjungi ke beberapa tempat wisata yang ada di Kabupetn Ponorogo sebagai berikut (1) Wisata alam di Kabupaten Ponorogo terdiri dari air Terjun, Telaga dan Gunung. (2) Wisata Buatan di Kabupaten Ponrogo terdiri taman bermain dan kolam renang (3) Wisata Religi di Kabupaten Ponorogo terdiri dari makam dan peninggalan bersejarah (4) Wisata Kuluner di Kabupten Ponorogo adalah Sate ayam dan Dawet Jabung 2. Peran Media sosial sebagai sarana promosi pariwisata di Kabupaten PonorogoA. Sejarah ExploreponorogoKomunitas Exploreponorogo terbentuk atas hobi yang sama, minat yang sama. Komunitas tersebut juga memanfaatkan media sosial, terutama media sosial Instragram. Didalam Instagram tersebut komunitas itu memperkenalkan keindaham alam di Kabupaten Ponorogo. Exploreponorogo berharap dari hasil fotografi dapat menunjang pariwisata di Kabupaten Ponorogo. Untuk memperpanyak pengikutnya komunitas tersebut memnfaatkan media sosial, media sosial yang dimanfatkan adalah Instagram. Ciri khas Media sosial Instagram adalah Foto dan Video. Hal tersebutlah yang membuat komunitas tersebut memilih Instagram sebagai penunjang Exploreponorogo dalam menyalurkan hobbinya sebagai komunitas Fotografi, terutama fotografi alam.Anggota inti dari Komunitas tersebut adalah Ketua yang bertanggung jawab atas segala tindakan anggotanya, Wakil ketua sekaligus Pelaksana bertugas menjalankan dan membuat agenda kegiatan, Publikasi bertugas menyebarkan informasi terkait agenda kegiatan baik melalui media sosial maupun media cetak, Desain foto bertugas mengedit foto yang telah diperoleh, Humas bertugas menghubungi instansi atau hal apapun yang bekerja sama dengan Exploreponorogo. 2. Peran Media Sosial Exploreponorogo dalam Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Ponorogo1. Memperkenalkan destinasi wisata baru yang belum terekspose dalam media sosial Instagram.Pengenalan destinasi wisata yang ada di Kabupaten ponorogo tidak hanya menggunakan media massa. Penggunaan media sosial merupakan langkah yang efektif dan efisien, selain itu media sosial lebih cepat menyebarkan informasi dibanding dengan media cetak dan media massa. Masyarakat Ponorogo dan pengikut/followers dapat mentag atau menandai Exploreponorogo apabila foto tersebut ingin diperkenalkan di akun Exploreponorogo.2. Mempromosikan pariwisataExploreponorogo melakukan promosi secara offline yaitu dengan mengagendakan acara-acara. Baik acara yang bersifat umum seperti mengikuti acara-acara yang diadakan pemerintah dan acara yang bersifat pribadi seperti instameet. Didalam instameet diadakan di daerah-daerah khusus yang memiliki panorama yang indah dan dilakukan di alam bebas agar dalam acara tersebut dapat melakukan penghijauan. Selanjutnya cara untuk melakukan promosi adalah dengan menyajikan konten didalam akun Exploreponorogo. Konten tersebut berupa foto, poster dan pamphlet. konten tersebut dibuat semenarik mungkin agar masyarakat/follower tertarik. Cara memperkenalkan pun hampir sama antara melalui media sosial maupun secara langsung.Bentuk kegiatan promosi yang dilakukan oleh Exploreponorogo selain melalui media sosial juga melalui media cetak. Misalnya Kegiatan sales promotion yang terdapat dalam akun instagram Exploreponorogo dapat dilihat dari berbagai poster dan foto yang diunggah dengan menawarkan berbagai event agar followers mau berkunjung ke wilayah tersebut untuk berwisata dan mengambil moment langka tersebut. Dalam hal ini follower instagram Exploreponorogo biasanya menghubungi admin lewat DM (direct message) untuk mengadakan kerjasama seperti pengiklanan, mengadakan kegiatan di tempat pariwisata, atau juga bisa penawaran jasa ke pariwisata.3. Strategi Promosi yang Dilakukan oleh Media Sosial Exploreponorogo1. Menciptakan konten yang menarikCara exploreponorogo mendapatkan foto yaitu melalui stok foto yang dimiliki oleh Exploreponorogo. Selain itu Repost/regram foto yang didapatkan dari follower yang telah menandai akun Exploreponorogo. Repost/regram ini akan dipilih dan diedit lagi oleh pihak pengelola akun Exploreponorogo yang kemudian di upload ulang dengan menandai follower yang membuat foto tersebut. 2. Pola UpdatePola Update Instagram Exploreponorogo dengan menyesuaikan Timeline. Timeline tersebut berisi tanggal update konten, foto-foto dan video. Jumlah foto yang di upload di Exploreponorogo setidaknya satu bulan satu kali. Admin bisa menguploadnya dengan merepost foto dari para follower. Untuk waktu update biasanya menyesuaikan dengan jam dan hari.3. Penulisan hastag dan Caption (Keterangan Foto)Penulisan keterangan pada foto dengan bahasa yang mudah dimengerti. Tidak berbelit-belit dan jelas, adapun kata khusus pada penulisan caption di Instagram exploreponorogo yaitu dengan menggunakan hastag (#exploreponorogo). Dengan menggunakan hastag tersebut para follower dapat mencari hastag tersebut pada pencarian. Hastag tersebut digunakan secara umum jadi para follower juga dapat menggunakannya4. Interaksi dengan followerInteraksi dengan follower di Instagram Exploreponorogo terjadi apabila admin mengupload foto, sehingga para pengguna lain berinteraksi melalui kolom komentar. Biasanya pengguna lain juga men-mention teman-temannya didalam komentar tersebut. Tidak hanya itu interaksi juga dapat bersifat tertutup dan langsung ke Privat Message melalui DM (direct Message). Pengguna Instagram juga dapat menghubungi nomor telepon yang telah disediakan di Informasi akun Instagram Explre Ponorogo.5. Monitoring dan EvaluasiMonitoring pada Instagram Exploreponorogo dilakukan pada kolom komentar serta DM yang masuk. Sedangkan evaluasi tersendiri dilakukan setelah adanya masukan atau kritikan terhadap postingan Exploreponorogo. Tidak hanya itu Evaluasi dilakukan sesering mungkin agar dapat memajukan Instagram Exploreponorogo. 3. Keberhasilan Pengembangan Media sosial Instagram Exploreponorogo Sebagai Sarana Promosi Pariwisata di Kabupaten PonorogoA. Jumlah Like Post pada setiap konten yang dibuatKonten yang di upload pada akun Exploreponorogo mendapat apresiasi berupa like atau tanda suka pada setiap konten. Setiap konten yang dibuat oleh Exploreponogo setidaknya mendapat 1000 tanda suka. Berikut adalah contoh konten yang memperoleh apresiasi B. Jumlah followerJumlah pengikut pada akun Exploreponorogo lebih dari 52 ribu follower. Akun tersebut salah satu akun yang memiliki jumlah pengikut terbanyak khususnya pada biidang pariwisata. C. KomentarTerdapat berbagai macam komentar ada yang berupa iklan, kritik, saran, tagging dan yang lain-lain. follower Instagram Exploreponorogo berdiskusi di kolom komentar. Selain itu, fitur kolom komentar pada Instagram juga berfungsi untuk memberikan informasi mengenai destinasi wisata alam yang ada di Kabupaten Ponorogo.D. Share postJumlah share juga menjadi tolak ukur keberhasilan media sosial Instagram Exploreponorogo. Konten tersebut dibagikan melalui media sosial lainnya seperti whats apps, Facebook bahkan akun instagram itu sendiri. Apabila dibagikan di Instagram biasanya untuk dijadikan Instastories oleh pengikut.E. Jangkauan informasi mengenai pariwisata di Kabupaten Ponorogo Lebih Luas, Cepat dan EfisienJangkauan mengenai informasi pariwisata yang ada di Kabupaten Ponorogo lebih luas dan cepat. Hal ini dikarenakan apabila Akun Instagram Exploreponorogo memposting sebuah poto maka poto tersebut secara otomatis menyebar ke para follower nya. Semakin banyak followernya maka jangkauan nya semakin luas. Waktu yang dibutuhkan pun lebih efisien dibandingkan menyebarkan informasi secara oflline. 4. Kendala Pengembangan Media Sosial Instagram Sebagai Sarana Promosi Wisata di Kabupaten PonorogoA. Dana yang kurang mencukupiDana yang tidak cukup berdampak pada kegiatan yang dilakukan oleh Exploreponorogo. Sumber dari dana Exploreponorogo berasal dari dana pribadi. Selain itu biasanya ada donator-donatur yang menggelontorkan dananya ke Exploreponorogo. Dana yang didapat dari donator itupun kurang. Selanjutnya dana yang didapatkan Exploreponorogo dari iklan-iklan yang diposting di instagram Exploreponorogo. Iklan-iklan tersebut bekerja sama dengan Exploreponorogo.B. Banyaknya komentar yang negativeadamin pengelola akun Instagram Exploreponorogo, melakukan penindakan atas komentar-komentar yang ada didalam akun tersebut. Caranya yaitu dengan menghapus satu persatu dari komentar tersebut. Apabila akun-akun ini masih melakukan hal yang melanggar norma atau tidak sopan maka langkah selanjutnya adalah pemblokiran. Setelah dblokir maka akun-akun tersebut nantinya tidak dapat melihat akun Instagram Exploreporonorogo. C. Banyaknya akun palsu yang mengatasnamakan ExploreponorogoPihak instagram Exploreponroogo dirugikan dengan adanya akun palsu. Pengikut yang tidak mengerti akan dibingungkan oleh adanya Exploreponorogo palsu. Untuk mencegah tindakan ini, pihak pengelola akun mereport/melaporkan kepada pihak Instagram, nantinya apabila terbukti plagiat atau tindakan yang dilarang menurut Instagram maka akun palsu tersebut dapat diblokir, sehingga akun tersebut tidak dapat dibuka. KesimpulanPotensi Pariwisata di Kabupaten Ponorogo ada banyak. Selain wisata Budaya yang terkenal Ponorogo juga memiliki Wisata Alam yang Indah, Wisata Buatan, Wisata Religi dan Wisata Kuliner yang terkenal. Selanjutnya pernyataan dari Informan didukung oleh hasil obvervasi yang dilakukan oleh peneliti dengan mengunjungi ke beberapa tempat wisata
RAZIA TERSELUBUNG SIM PELAJAR
RINGKASAN Pada artikel ilmiah ini disajikan informasi mengenai solusi praktis penanganan masalah kepemilikan SIM di kalangan pelajar. Solusi tersebut adalah pemeriksaan atau razia yang dilakukan oleh polisi kepada para pelajar. Razia ini merupakan razia yang terselubung dah dikhususkan bagi pelajar yang sudah berumur 17 tahun dan yang telah membawa kendaraan bermotor untuk berangkat ke sekoloah. Pelajar yang sudah diperbolehkan polisi untuk membawa kendaraan bermotor diberikan stiker oleh sekolah. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan sikap disiplin para siswa dan juga untuk meminimalisasi pelanggaran tata tertib lalu lintas, khususnya di kalangan pelajar. Kata kunci : polisi, sekolah, dan siswa
SENSOR SIDIK JARI SEBAGAI UPAYA MENGATASI CYBER CRIME
RINGKASAN SENSOR SIDIK JARI SEBAGAI UPAYA MENGATASI CYBER CRIME Wiwin Dwi Jayanti Surel :[email protected] Universitas Negeri Malang Jalan Semarang Nomor 5 Pada artikel ilmiah ini dipaparkan informasi mengenai solusi cyber crime atau kejahatan dunia maya.Solusi tersebut adalah penggunaan sensor sidik jari berbasis internet.Fitur ini merupakan kombinasi antara sensor sidik jari dengan perangkat lunak berbasis internet.Alat ini memiliki fungsi mengenali identitas seseorang untuk dikaitkan dengan nomor telepon selular. Kombinasi antara sensor sidik jari dengan perangkat lunak berbasis internetakan memudahkan seseorang ketika melakukan registrasi nomor telepon selular.Alat ini menghasilkan keakuratan data pemilik nomor telepon selular, sehingga tidak memungkinkan terjadinya pemalsuan identitas. Kata kunci : sensor sidik jari, perangkat lunak, berbasis internet, identitas