SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
    859 research outputs found

    Penerapan Model Pembelajaran Example non-example berbasis Nilai Pancasila untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PPKn Kelas X MIPA 1 di SMA Laboratorium UM

    No full text
    AbstrakBerdasarkan Observasi yang dilaksanakan pada Hari Jum’at, tanggal 11 Januari 2019 di kelas X MIPA 1 SMA Laboratorium UM dengan materi Ancaman terhadap negara dan upaya penyelesaiannya di bidang  ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika Penerapan model pembelajaran example non-example berbasis nilai Pancasila untuk meningkatan hasil belajar siswa kelas X MIPA 1 di SMA Laboratorium UM  untuk mengetahui : (1) deskripsikan penerapan model pembelajaran example non-example kelas X MIPA 1 di SMA Laboratorium UM; (2) Untuk menganalisis penerapan model example non-example dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas X MIPA 1 di SMA Laboratorium UM; (3) Untuk menganalisisi penerapan model example non-example dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas X MIPA 1 di SMA Laboratorium UM. Hasil yang menunjukkan tingkat  keaktifan siswa di kelas tersebut masih tergolong rendah. Hal itu ditunjukkan dengan respon siswa ketika diberi pertanyaan oleh guru. Respon jawaban yang diberikan siswa cenderung lambat dan tidak menyeluruh. Sedangkan secara matematis dapat dihitung jumlah siswa yang menjawab pertanyaan dengan berani mengacungkan tangan selama 2 jam pelajaran hanya satu orang saja. Siswa harus ditunjuk terlebih dahulu agar mau menjawab. Siswa cenderung menanyakan materi yang belum paham kepada teman satu bangkunya bukan kepada guru. Selama pelajaran di hari tersebut tidak ada satupun siswa yang mengajukan pertanyaan. Kesimpulannya, pembelajaran PPKn Kelas X MIPA 1 di SMA Laboratorium UM masih berlangsung secara pasif. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dalam dua siklus tindakan, setiap siklus terdiri dari dua pertemuan selama 22x40 menit dan dilakukan evaluasi disetiap akhir siklus. Subjek penelitian ini siswa kelas X MIPA 1 di SMA Laboratorium UM semester genap tahun ajaran 2018/2019. Data yang diperoleh dari penelitian ini yaitu keaktifan dan hasil belajar siswa yang disapat dari hasil observasi selama pembelajaran dan pada saat evaluasi. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan siswa di kelas X MIPA 1 mengalami banyak peningkatan. Hasil observasi dalam hal keaktifan siswa aspek disiplin mencapai 63% termasuk kriteria baik, spek toleransi mencapai 40% termasuk kriteria cukup, aspek tanggungjawab 48% termasuk kriteria kurang dan aspek kerjasama 65% termasuk kriteria baik. Sedangkan hasil belajar siswa 13,8% atau 5 siswa termasuk dalam kriteria sangat baik, 22,2% atau 8 siswa termasuk ke dalam kriteria baik, 36,1% atau 13 siswa termasuk ke dalam kriteria cukup dan 27,7% atau 10 siswa termasuk ke dalam kriteria kurang. Ketuntasan belajar siswa 10 siswa tuntas dan 26 tidak tuntas.Hasil tindakan siklus I diketahui sebagai berikut: dalam hal keaktifan siswa aspek disiplin dengan presentase 71% termasuk kriteria baik, aspek toleransi 48% termasuk kriteria kurang, aspek tanggungjawab 56,25% termasuk kriteria cukup dan aspek kerjasama 71,52% termasuk kriteria baik. Sedangkan hasil belajar siswanya mencapai 36,1% atau 13 siswa termasuk sangat baik, 22,2% atau 8 siswa termasuk baik, 33,1% atau 12 siswa termasuk cukup dan 8,3% atau 3 siswa termasuk kurang. Ketuntasan hasil belajar siswa 25 siswa tuntas dan 11 siswa tidak tuntas.Hasil tindakan siklus II diketahui sebagai berikut: dalam hal keaktifan siswa aspek disiplin 92,3% termasuk kriteria sangat baik, aspek toleransi 95,1% termasuk kriteria sangat baik, aspek tanggungjawab termasuk kriteria 88,8% dan aspek kerjasama 100% termasuk kriteria sangat baik. Sedangkan hasil belajar siswa mencapai 72,2% atau 26 siswa termasuk sangat baik, 27,7% atau 10 siswa termasuk baik untuk kriteria cukup dan kurang tidak ada. Berdasarkan hasil penelitian, adapun kesimpulan yang diperoleh adalah (1) Penerapan model pembelajaran example non-example di Kelas X MIPA 1 dilaksanakan dengan tahapan-tahapan yaitu: Pembukaan, Kegiatan Inti Pembelajaran, Refleksi dan Evaluasi; (2) Penelitian yang dilakukan di kelas X MIPA 1 di SMA Laboratorium UM dengan menggunakan model pembelajaran example non-example dapat meningkatkan keaktifan siswa pada Standart Kompetensi ancaman terhadap negara dan upanya penyelesaiannya di bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan; (3) Penelitian yang dilakukan di kelas X MIPA 1 di SMA Laboratorium UM dengan menggunakan model pembelajaran example non-example dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada Standart Kompetensi ancaman terhadap negara dan upanya penyelesaiannya di bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan. (1) Untuk Guru, dapat menggunakan model pembelajaran example non-example agar pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan; dan harus melakukan dialog dalam pembelajaran agar siswa aktif terutama saat menggunakan model pembelajaran example non-example; (2) Untuk Siswa, sebaiknya datang ke sekolah dengan persiapan materi yang akan dipelajari di sekolah  dari rumah sehingga akan mempermudah proses pembelajaran dan harus jujur dan saling memberi yang terbaik yaitu bertanya apabila tidak mengerti dengan materi yang dijelaskan oleh guru.; (3)Untuk peneliti selanjutnya, pembelajaran model example non-example dapat menjadi pilihan yang baik untuk mengatasi masalah rendahnya keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.dan penggunaan model pembelajaran example non-example hendaknya diterapkan untuk materi yang menuntut siswa aktif, tidak hanya sekedar teori tetapi implementasinya sehingga akan mendorong siswa untuk berpikir lebih aktif; (4) Untuk Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, agar menindaklanjuti penelitian ini sehingga model pembelajaran example non-example ini bisa terus berkembang dan diterapkan untuk siswa. Penelitian ini dapat dikembangkan dengan bentuk yang berbeda,misalnya: penelitian pengembangan ataupun eksperimen agar rujukan untuk model pembelajaran yang serupa bisa lebih banyak.Kata Kunci: keaktifan, hasil belajar, example non-exampl

    PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN INDONESIA UNTUK MEMBERIKAN WAWASAN KEBANGSAAN BAGI WARGA NEGARA DI DAERAH PERBATASAN NEGARA

    No full text
    AbstrakMasyarakat daerah perbatasan wilayah Indonesia dengan Negara lain memiliki pemahaman yang minim mengenai bangsa Indonesia. Program Pendidikan Kewarganegaraan Indonesia di daerah perbatasan bertujuan untuk mendidik masyarakat menjadi warga Negara yang baik. Bentuk penerapannya yaitu berupa pendidikan formal melalui lembaga-lembaga pendidikan yang ada di wilayah perbatasan. Pengiriman tenaga pendidik profesional dan perbaikan akses ke wilayah sasaran dapat menjadi langkah awal bagi pemerintah untuk membangun wilayah perbatasan. Langkah ini juga bermanfaat untuk kemajuan bagi wilayah perbatasan.Kata Kunci: Pendidikan Kewarganegaraan, masyarakat perbatasan, pendidikan formal

    PROGRAM UNIT KEGIATAN MAHASISWA TEATER HAMPA INDONESIA UNIVERSITAS NEGERI MALANG DALAM MENANAMKAN NILAI NASIONALISME

    No full text
    ABSTRAKHidayatullah, Muhammad Syarif Rizka. 2019. Program Unit Kegiatan Mahasiswa Teater Hampa Indonesia Universitas Negeri Malang dalam Menanamkan Nilai Nasionalisme. Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Siti Awaliyah, S.Pd, M.Hum. (II) Dr. A. Rosyid Al Atok, M.Pd, M.H.Kata kunci: nilai-nlai nasionalisme, Teater Hampa Indonesia.Teater mencerminkan nilai-nilai sosial masyarakat sekaligus berpengaruh terhadap masyarakat. Didalamnya terkandung unsur komitmen, kerjasama, kepekaan, kerja keras, pengembangan karakter, kreativitas, pengembangan diri, serta tanggung jawab. Nasionalisme adalah paham kesadaran untuk hidup bersama sebagai suatu bangsa karena adanya rasa kebangsaan, kebersamaan kepentingan, kesamaan pandangan, harapan dan tujuan dalam merumuskan cita-cita masa depan bangsa. Untuk mewujudkan kesadaran dibutuhkan semangat patriot dan nasionalisme yang tinggi, serta demokratisasi dan kebebaan berfikir untuk menumbuhkan semangat persatuan dalam masyarakat yang pluralis.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) latar belakang pendirian UKM Teater Hampa Indonesia di Universitas Negeri malang, (2) program kegiatan UKM Teater Hampa Indonesia, (3) pelaksanaan kegiatan UKM Teater Hampa Indonesia, (4) kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan UKM Teater Hampa Indonesia, dan (5) Upaya mengatasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan UKM Teater Hampa Indonesia.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu hasil wawancara dengan Pembina, Pengurus, dan Anggota serta dokumentasi kegiatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Dari hasil penelitian menyimpulkan, (1) pendirian UKM Teater Hampa Indonesia untuk mewadahi aktivitas serta kreativitas mahasiswa dalam bidang kesenian teater, (2) program kegiatan untuk menanamkan nilai nasionalisme yaitu pementasan serta pendidikan dan pelatihan, (3) program kegiatan pementasan dapat mengangkat isu permasalahan untuk dijadikan sebuah tontonan serta program pendidikan dan pelatihan dapat mengembangkan minat, bakat dan jiwa kepemimpinan, (4) kendala yang dihadapi yaitu kurangnya fasilitas, sulit menentukan jadwal berkegiatan dan mempromosikan kegiatan, dan (5) upaya mengatasi yaitu penambahan fasilitas, bersikap profesional memanajemen waktu, dan meningkatkan promosi kegiatan.

    PERAN GURU PPKn DALAM PENGUATAN KARAKTER INTEGRITAS SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN BULLYING DI SMAN 1 LAWANG KABUPATEN MALANG

    No full text
    ABSTRAK Handayani, Fadliyatul Laili Vita. 2019. Peran Guru PPKn dalam Penguatan Karakter Integritas Sebagai Upaya Pencegahan Bullying di SMAN 1 Lawang. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suparman AW, S.H, M.Hum, (II) Dr. Didik Sukriono, S.H, M.Hum. Kata Kunci: Peran Guru PPKn, Penguatan Karakter Integritas, Bullying Pendidikan mempunyai peranan penting dalam membangun kecerdasan sekaligus kepribadian manusia agar menjadi lebih baik, unggul, dan bisa di harapkan. Sekolah adalah lembaga pendidikan yang merupakan wadah atau sarana dimana proses pendidikan berlangsung. Sekolah adalah tempat yang nyaman bagi anak sesuai dengan tujuan untuk menambah pengetahuan, wawasan, keterampilan serta mengajarkan peserta didik untuk berperilaku baik sesuai norma dan nilai yang ada dalam masyarakat. Namun di SMAN 1 Lawang masih ada tindakan menyimpang yang dilakukan di sekolah. Tindakan menyimpang tersebut adalah bullying. Guru mempunyai peran penting untuk membentuk karakter anak saat di sekolah. Terutama adalah guru PPKn karena PPkn memiliki muatan dalam pendidikan moral dan juga pendidikan karakter yang sangat berguna agar anak berperilaku baik serta tidak menyimpang. Dalam hal ini sangat dibutuhkan Peran Guru PPKn dalam Penguatan Karakter Integritas Sebagai Upaya Pencegahan Bullying di SMAN 1 Lawang Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) bentuk-bentuk perilaku bullying di SMAN 1 Lawang, (2) bentuk-bentuk penguatan karakter integritas yang dilakukan sekolah sebagai upaya pencegahan bullying di SMAN 1 Lawang, (3) peran guru PPKn dalam penguatan karakter integritas sebagai upaya pencegahan bullying di SMAN 1 Lawang, (4) hambatan guru PPKn dalam penguatan integritas sebagai upaya pencegahan bullying di SMAN 1 Lawang, (5) solusi guru PPKn dalam penguatan integritas sebagai upaya pencegahan bullying di SMAN 1 Lawang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di SMAN 1 Lawang. Sumber data yang dipakai yaitu informan yang terdiri dari guru PPkn, guru BK, dan siswa beberapa siswaSMAN dan juga dokumen dari sekolah serta dokumen pribadi dari hasil observasi. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini adalah: (1) bentuk-bentuk perilaku bullying di SMAN 1 Lawang adalah sebagai berikut: (a)bullying fisik, (b) bullying verbal, (c) bullying relasional, (d) cyberbullying. (2) Bentuk-bentuk penguatan karakter integritas yang dilakukan sekolah sebagai upaya pencegahan bullying di SMAN 1 Lawang adalah sebagai berikut: (a) dari sekolah: memberikan skor sanksi untuk siswa yang melanggar aturan sekolah, (b) dari guru: memberikan penguatan karakter berupa bimbingan dari guru di sekolah dan memberikan peringatan atau teguran saat siswa melakukan kesalahan. (3) peran guru PPKn dalam penguatan karakter integritas sebagai upaya pencegahan bullying di SMAN 1 Lawang adalah sebagai berikut: (a) memberikan pemahaman dan nasihat di setiap pertemuan saat pelajaran PPKn minimal 5 menit sebelum pelajaran dimulai, (b) membimbing dan menilai tingkah laku anak didik sehari-hari di sekolah, (c) mengetahui dan membantu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi siswa dalam kelasnya. (4) Hambatan yang dialami guru PPKn dalam penguatan integritas sebagai upaya pencegahan bullying di SMAN 1 Lawang adalah kontrol terhadap para siswa di luar sekolah yang sulit dan juga latar belakang siswa yang berbeda-beda juga kadang menyulitkan guru untuk memberi nasehat pada siswa. (5) Solusi untuk mengatasi hambatan guru PPKn dalam penguatan integritas sebagai upaya pencegahan bullying di SMAN 1 Lawang adalah dengan menumbuhkan keimanan, memperhatikan mengenai hubungan pertemanan siswa juga memberi tauladan yang baik kepada siswa. Sejalan dengan hasil penelitian diatas peneliti memberi saran sebagai berikut: Pertama bagi sekolah agar meningkatkan pembinaan terhadap siswa SMAN 1 Lawang. Selain memberi penguatan karakter, peringatan saat siswa melakukan kesalahan dan point pelanggaran sebaiknya sekolah menggalakkan kegiatan yang bisa membuat siswa lebih disiplin seperti pramuka dan sebagainya. Kedua bagi guru, dalam memberi penguatan karakter kepada siswa hendaknya terus ditingkatkan. Guru harus lebih memantau tingkah laku dan perbuatan siswa ketika berada di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat agar tidak ada siswa yang melanggar peraturan yang telah ditetapkan oleh pihak sekolah termasuk bullying. Guru perlu melibatkan orang tua siswa untuk menciptakan karakter yang baik pada siswa sehingga siswa dapat menjadi pribadi yang baik dan bisa menerapkannya bukan hanya di sekolah tetapi juga pada lingkungan keluarga dan masyarakat. Ketiga bagi siswa SMAN 1 Lawang agar tidak melakukan lagi bullying  dengan cara apapun baik bullying fisik dengan menyakiti teman atau merusakkan barang milik teman maupun bullying verbal dengan mengolok, mengejek, dan menghina teman. Siswa hendaknya bersikap dan bertindak yang baik sesuai peraturan yang telah ditetapkan oleh sekolah agar proses pembelajaran di sekolah berjalan dengan baik

    Upaya Penanggulangan Kegiatan Pesta Miras diAcara Perkawinan di Desa Tulungrejo Kecamatan Gandusari Kabupaten Blita

    No full text
    Abstrak Salah satu fenomena yang terjadi di Desa Tulungrejo Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar yang dimana masyarakat justru mengadakan kegiatan minum Minuman Keras di beberapa acara perkawinandan kegiatan ini justru di anggap kegiatan yang wajar oleh masyarakat tersebut dan tuan rumah selaku penyelenggara acara perkawinan pun tidak merasa keberatan justru menyediakan minuman tersebut. Kegiatan minum Minuman Keras di pesta perkawinan ini biasanya di lakukan oleh para tamu undangan laki-laki, terkadang ada juga tamu perempuan yang ikut bergabung tetapi biasa nya tamu perempuan tersebut merupakan kerabat atau sodara dari pihak penyelenggara acara perkawinan. Kata Kunci : Upaya, Perkawinan, Pesta Minuman Keras Penelitian ini betujuan untuk mengetahui: 1) Upaya apa saja yang di lakukan pihak pemerintah Desa Tulungrejo dalam menanggulangi kegiatan pesta Minuman Keras di acaraperkawinan di Desa Tulungrejo Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar, 2) Hambatan yang di hadapi pihak pemerintah Desa tulungrejo dalam menanggulangi kegiatan pesta Minuman Keras di acaraperkawinan di Desa Tulungrejo Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar, 3) Bagaimana upaya pihak lain dalam menanggulangi kegiatan pesta Minuman Keras di acaraperkawinan di Desa Tulungrejo Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar, 4) Solusi dari  pihak pemerintah Desa Tulungrejo dan pihak lainya dalam menanggulangi kegiatan pesta Minuman Keras di acaraperkawinan di Desa Tulungrejo Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar Penelitian ini dilaksanakan menggunakan jenis pendekatan penelitian diskriptif kualitatif dengan metode penelitian diskriptif. Sumber data primer penelitian ini adalah: 1) Bapak Suwadi selaku Kepala Desa Tulungrejo; 2) Bapak Ahmad selaku ketua BPD Desa Tulungrejo; 3) Mbak Wulan selaku Sekretari Desa Tulungrejo; 4) Bapak kamit selaku kepala Dusun Sumbergondo Desa Tulungrejo Pemuka Agama Desa Tulungrejo; 5) AKP Misdi selakuKapolsek Gandusari; 6) IPDA Joko Pitoyo selaku Kanit Reskrim Polsek Gandusari; 7) Mbah Giyem selaku sesepuh Desa Tulungrejo; 8) Bapak Basori,Mas Suratin, Mas Wawan, Mas Siswanto selaku Masyarakat Desa Tulungrejo. Kemudian untuk sumber data sekunder penelitian ini adalah arsip Desa Tulungrejo dan arsip data Polsek Gandusari. Data  dan informasi yang didapatkan oleh peneliti menggunakan :observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis data yang dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk pengecekan keabsahan data dengan meningkatkan ketekunan dan triangulasi

    Peran Masyarakat Dalam Pengelolaan Objek Wisata Religi Pura Agung Blambangan di Kabupaten Banyuwangi

    No full text
    Wisata religi memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan dengan nilai nilai kerohanian dan toleransi antar umat beragama yang dapat menjadi pedoman bagi kehidupan. Pariwisata sebagai suatu industri dapat diasumsikan sebagai salah satu jenis industri baru yang mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang cepat, terutama dalam penyediaan lapangan pekerjaan, peningkatan penghasilan,dan merangsang munculnya sektor informal seperti aneka makanan khas, cenderamata, kerajinanan tangan, jasa pemandu wisata dan transportasi. Pura Agung Blambangan merupakan salah satu objek wisata religi di Kabupaten Banyuwnagi mampu memberikan lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar Pura Agung Blambangan.             Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk (1) menjelaskan perkembangan objek wisata religi Pura Agung Blambangan di Kabupaten Banyuwangi, (2) menjelaskan peran masyarakat dalam pengelolaan objek wisata religi Pura Agung Blambangan di Kabupaten Banyuwangi, (3) menjelaskan kendala yang dihadapi dalam pengelolaan objek wisata religi Pura Agung Blambangan di Kabupaten Banyuwangi, (4) menjelaskan solusi dari kendala yang dihadapi dalam pengelolaan objek wisata religi Pura Agung Blambangan di Kabupaten Banyuwangi             Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang yang bersifat deskriptif. Prosedur yang dilakukan untuk mengumpulkan data adalah dengan teknik observasi, teknik wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen data manusia, yaitu peneliti sendiri. Kegiatan analisis data dimulai dari reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan uji kredibilitas dengan peningkatan ketekunan dalam penelitian dan triangulasi. Pemilihan lokasi di Pura Agung Blambangan Kabupaten Banyuwangi karna memang merupakan pura terbesar dengan banyak pengunjung 22.000 pertahunnya.             Temuan penelitian dalam penelitian ini meghasilkan empat pembahasan, yaitu (1) perkembangan objek wisata religi Pura Agung Blambangan di Kabupatn Banyuwangi diawali dengan perpindahan persembahyangan dan kegiatan keagaaman dari Situs Umpak Songo ke Pura Agung Blambangan sehingga perbaikan fasilitas yang ada dari tahun ketahun semakin membaik demi kenyamanan Umat Hindu, (2) peran masyarakat dalam pengelolaan objek wisata religi Pura Agung Blambangan di Kabupaten Banyuwangi lebih pada pemenuhan fasilitas untuk Umat yang berbentuk seperti berdagang keperluan Umat yang disediakan langsung oleh pihak Pura Agung Blambangan, mengelola parkiran juga pembukaan rumah masyarakat sekitar pura sebagai penginapan sementara, (3) kendala yang dihadapi dalam pengelolaan objek wisata religi Pura Agung Blambangan di Kabupaten Banyuwangi yakni masyarakat khususnya pedagang yang ada di dalam area Pura Agung Blambangan kurang memperhatikan ketertiban, kebersihan dan keindahan dalam berdagang, kendala selanjutnya mengenai pengelolaan dana hasil parkir, (4) solusi dari kendala yang dialami masyarakat dalam pengelolaan objek wisata religi Pura Agung Blambangan di Kabupaten Banyuwangi yakni melalui pendekatan secara kekeluargaan dan juga pembinaan yang bersifat informal dengan masyarakat yang ikut mengelola objek wisata religi Pura Agung Blambangan.             Saran yang dapat peneliti berikan dalam penelitian ini untuk (1) masyarakat sekitar objek wisata religi Pura Agung Blambangan di Kabupaten Banyuwangi lebih memperhatikan kembali ketertiban, kebersihan dan keindahan dalam berdagang demi kenyaman Umat yang berkunjung dan diharapkan dapat memberikan kesan yang baik dari Umat, (2) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi ikut mempromosikan salah satu objek wisata peminatan yakni pariwisata religi yang dimiliki Kabupaten Banyuwangi dengan menerjunkan secara langsung Jebeng-Thulik yang telah menerima pelatihan secara khusus

    Partisipasi Siswa SMKN 3 Kota Malang sebagai Pemilih Pemula dalam Pilkada Kota Malang 2018

    No full text
    ABSTRAK Wahyudi, Haikal Rehardhiva Riesa. 2019. Partisipasi Siswa SMKN 3 Kota Malang sebagai Pemilih Pemula dalam Pilkada Kota Malang 2018. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Margono, M.Pd, M.Si (II) Dr. Hj. Yuniastuti, S.H, M.Pd Kata Kunci: pemilih pemula, partisipasi, pilkada. Partispasi pemilih pemula bertujuan untuk mempengaruhi pengambilan keputusan oleh pemerintah. Partisipasi bisa bersifat individual atau kolektif, terorganisir atau spontan, mantap atau sporadis, secara damai atau dengan kekerasan, legal atau ilegal, efektif atau tidak efektif. Partispasi warga negara yang legal bertujuan untuk mempengaruhi seleksi pejabat publik. Partisipasi politik merupakan aspek penting dalam demokrasi karena keputusan politik yang diambil oleh pemerintah akan menyangkut dan mempengaruhi kehidupan warga masyarakat. Karena itu masyarakat berhak ikut serta menentukan isi keputusan politik untuk tidak dilanggarnya hak-hak sebagai warga negara dalam setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan proses pemilihan orang-orang untuk mengisi jabatan-jabatan publik tertentu. Jabatan-jabatan  tersebut beraneka ragam, mulai dari presiden, wakil rakyat atau parlemen di berbagai tingkatan pemerintahan, sampai pemilihan kepala desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) partisipasi siswa SMKN 3 Kota Malang sebagai pemilih pemula dalam pilkada kota Malang 2018, (2) faktor partisipasi siswa SMKN 3 Kota Malang dalam pilkada kota Malang 2018, (3) dan faktor siswa SMKN 3 Kota Malang tidak berpartisipasi dalam penyelenggaraan pilkada kota Malang 2018 serta (4) peran SMKN 3 Kota Malang dalam memberikan pendidikan politik kepada siswa SMKN 3 Kota Malang sebagai pemiih pemula. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Lokasi Penelitian ini berada di SMKN 3 Kota Malang. Sumber data peneliti yaitu informan, peristiwa, dan dokumen. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis domain dengan langkah memilih hubungan samatik tunggal, membuat lembar analisis domain, membuat sampel catatan lapangan, dan mengkaji istilah cakupan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan teknik ketekunan pengamatan dan menggunakan teknik triangulasi. Temuan penelitian ini adalah: (1) Partisipasi siswa SMKN 3 Kota Malang sebagai pemilih pemula dalam pilkada kota Malang 2018. (2) Faktor partisipasi siswa SMKN 3 Kota Malang dalam pilkada kota Malang 2018, yaitu siswa SMKN 3 Kota Malang telah memiliki kesadaran politik dan adanya pengaruh orang tua. (3) faktor siswa SMKN 3 Kota Malang tidak berpartisipasi dalam penyelenggaraan pilkada kota Malang 2018, yaitu tidak terdaftar dalam daftar pemilh tetap, malas, tidak adanya minatuntuk berpartisipasi atau belum memiliki kesadaran politik, dan merasa sama saja atau tidak ada perubahan yang berarti.(4) peran SMKN 3 Kota Malang dalam memberikan pendidikan politik kepada siswa SMKN 3 Kota Malang sebagai pemiih pemula yaitu diterapkannya pemilihan ketua OSIS dan pemantapan dalam pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Berdasarkan temuan penelitian, disarankan: (1) Pemilih pemula sebaiknya mampu memanfaatkan media massa dan media sosial untuk mendapatkan informasi lebih mengenai pasangan calon kandidat walikota dan wakil walikota sehingga pemilih tidak akan bingung untuk menentukan pilihannya.. (2) Peran keluarga harus menjadi salah satu media sosialisasi politik yang pertama dari para pemilih pemula karena dengan keluaga lah pemilih pemula dapat lebih memahami tentang gejolak politik yang ada di masyarakat.. (3) Peran sekolah untuk lebih memberkan sosialisasi tentang pemilu dan pendidikan poitik agar pemilih pemula yang ada di sekolah lebih mendapatkan informasi dan pengetahuan tentang pemilu

    PENANAMAN SIKAP TOLERANSI SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS KATOLIK DIPONEGORO BLITAR MELALUI EKSTRAKULIKULER PRAMUKA

    No full text
    AbstrakSikap toleransi penting dalam kehidupan manusia, baik dalam berkata-kata maupun dalam bertingkah laku. Toleransi berarti menghormati, menghargai dan menerima perbedaan, sehingga terwujud keserasian dan keharmonisan hidup jauh dari konflik, ketegangan sosial, pertentangan dan permusuhan bersifat SARA dalam masyarakat. Upaya untuk menumbuhkan sikap toleransi adalah penanaman nilai karakter adalah melalui jalur pendidikan, karena pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukan pribadi manusia. Dalam pelaksanaannya di sekolah penanaman nilai karakter siswa dapat dilakukan secara terpadu melalui proses pembelajaran di kelas, maupun kegiatan ekstrakurikuler. SMA Katolik Diponegoro Blitar adalah sekolah yang berbasis Katolik, namun warga sekolahnya terdiri dari berbagai macam suku, agama dan ras yang dapat hidup rukun dan damai. Hal ini menjadikan SMA Katolik Diponegoro dikenal sebagai sekolah “Bhineka”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penanaman sikap toleransi siswa melalui ekstrakulikuler Pramuka di SMA Katolik Diponegoro Blitar, hasil penelitian adalah: (1) pelaksanaan sikap toleransi siswa yakni: (a) sikap toleransi beragama, antara lain toleransi beribadah sesuai agama dan keyakinan sesama anggota, buka bersama, (b) sikap toleransi antaranggota Pramuka dan masyarakat, antara lain: perkemahan gabungan, dan bakti social, (c) sikap toleransi terhadap lingkungan, antara lain: membersihkan sampah, pembelajaran mengolah sampah, kunjungan ke “Bank Sampah” dan pembuatan bipori; (2) evaluasi penanaman sikap toleransi siswa yakni: (a) evaluasi secara langsung (spontan) ketika anggota melakukan pelanggaran, dan (b) evaluasi melalui rapat Dewan Ambalan; (3) kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan penanaman sikap toleransi siswa, antara lain: kendala bahasa dalam penyampaian materi, kendala waktu, dan kendala sarana dan prasarana; (4) solusi mengatasi kendala dalam penanaman sikap toleransi siswa, antara lain: pemberian tauladan, pembiasaan, pemberian nasehat, dan pemberian sanksi atau hukuman. Pemberian sanksi atau hukuman terlebih dahulu diadakan musyawarah Dewan Ambakan dengan mempertimbangkan bentuk dan berat pelanggaran yang dilakukan anggota sesuai dengan Adat AmbalanKata Kunci: Sikap Toleransi, Ekstrakulikuler Pramuk

    PERILAKU KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DI MASYARAKAT DESA BALUN KECAMATAN TURI KABUPATEN LAMONGAN

    No full text
    Abstrak Dalam Artikel ini akan disajikan informasi mengenai perilaku kerukunan umat beragama di masyarakat Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan, sebagai berikut : Pertama, perilaku kerukukunan antar umat beragama di masyarakat desa Balun terbentuk dari perilaku sebagai berikut: (1) Tidak pernah membahas agama saat berinteraksi. (2) Saling membantu dalam membangun tempat ibadah. (3) Saling menggunakan atribut agama lain baik acara hajatan maupun acara kebudayaan keagamaan. (4) Perilaku Masyarakat Desa Balun yang saling toleransi dalam acara kebudayaan maupun hari besar keagamaan. (5) Perilaku kerukunan umat beragama dalam lingkup keluarga yang berbeda agama. Kedua, kendala yang ada dalam  perilaku kerukunan umat beragama di Desa Balun, yakni intoleransi dalam beribadah dan perbedaan agama dalam keluarga satu atap rumah. Ketiga, upaya mengatasi kendala yang ada dalam perilaku kerukunan umat beragama di masyarakat Desa Balun, yakni kepala Desa memanggil para pemangku agama untuk mendiskusikan penyelesaian dari permasalahan yang ada, orang tua yang berbeda agama membebaskan anaknya untuk berpindah agama sesuai keyakinan agama yang diyakini oleh anaknya. Kata Kunci : Perilaku, Kerukunan, Kerukunan Umat Beragam

    AKTUALISASI NILAI KEADILAN SOSIAL DALAM KEGIATAN JUAL-BELI DI PASAR LAWANG KABUPATEN MALANG

    No full text
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang aktualisasi nilai keadilan sosial dalam kegiatan jual-beli di pasar tradisional Lawang Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa nilai keadilan sosial dalam kegiatan jual-beli terlihat dari aktivitas antara pedagang dan pembeli yang saling berinteraksi yang kemudian memunculkan nilai-nilai keadilan sosial di pasar tradisional Lawang Kabupaten Malang. Kata Kunci: keadilan sosial, pasar tradisional, penjual, dan pembel

    0

    full texts

    859

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇