SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
859 research outputs found
Sort by
PEMBENTUKAN KARAKTER CINTA TANAH AIR SISWA MELALUI KEGIATAN UPACAR BENDERA
AbstrakGlobalisasi membawa pengaruh positif dan negatif yang menjadi penyebab infiltrasi budaya tidak terbendung. Budaya-budaya sedemikian cepat dan mudah saling bertukar tempat dan saling memengaruhi satu sama lain, salah satunya budaya hidup kebarat-baratan yang liberal dan bebas. Perkembangan Budaya Asing yang sangat pesat tersebut, mengakibatkan lunturnya karakter cinta tanah air generasi bangsa. Pendidikan karakter merupakan pembentukan moralitas pada siswa, yang diberikan oleh pihak sekolah. Pendidikan yang diterapkan di sekolah-sekolah juga menuntut untuk memaksimalkan kecakapan dan kemampuan kognitif. Pendidikan karakter penting sebagai penyeimbang kecakapan kognitif. Rasa cinta tanah air harus ditanamkan sejak dini. Seharusnya cinta tanah air tidak hanya diucapkan lewat mulut saja, tetapi harus direalisasikan dengan perbuatan yang mencerminkan sikap cinta tanah air, misalkan mengikuti kegiatan upacara bendera dengan sepenuh hati dan penghayatan, tidak hanya ikut-ikut saja.Kata kunci: karakter, cinta tanah air, upacara benderaBangsa Indonesia sedang menghadapi permasalahan fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Permasalahan itu berupa perilaku masyarakat yang belum sejalan
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK
AbstrakTujuan artikel ini untuk mengetahui tentang (1) konsep dasar, (2) langkah-langkah penyusunan, dan (3) kelebihan dan kekurangan media pembelajaran. Media pembelajaran audio visual adalah media elektronik yang digunakan sebagai bahan ajar yang memanfaatkan sinyal audio dikombinasikan dengan gambar bergerak. Penyusunan media pembelajaran audio visual yaitu (1) fase perencanaan, (2) fase produksi, (3) fase kegiatan tindak lanjut, dan (4) fase penilaian dan kesimpulan. Media pembelajaran audio visual memiliki kelebihan yaitu (1) penampilan peserta didik dapat dievaluasi, (2) memperkokoh proses belajar, (3) informasi dapat disajikan secara serentak. Biaya produksi yang mahal mengakibatkan seorang guru tidak banyak yang menggunakan media pembelajaran audio visual.Kata kunci: media pembelajaran, peserta didik
PROGRAM PONDOK PESANTREN NGALAH DALAM MENGEMBANGKAN SIKAP NASIONALISSANTRI DIDUSUN KEMBANG KUNING DESA SENGONAGUNG KECAMATAN PURWOSARI KABUPATEN PASURUAN
ABSTRAKMiftachul, Atiq. 2018 Program Pondok Pesantren Ngalah Dalam Mengembangkan Sikap Nasionalis Santri Di Dusun Kembang Kuning Desa Sengonagung Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan, Skripsi, Prodi S1 PPKn, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas IlmuSosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. H. A. Rosyid Al AtokM.Pd., M.H (II) Dr. Nur Wahyu Rochmadi, M.Pd., M.SiKata Kunci :Nasionalis, Santri, PondokPesantren, ProgramIndonesia merupakan negara yang terkenal dengan sifat warga negaranya yang nasionalis, patriotis. Hal ini dapat kita lihat dari perjuangan rakyat Indonesia dalam memperjuangkan tanah air dan mempertahankannya agar tidak lepas dari tangan penjajah. Sudah banyak korban berjatuhan hanya demi membela sebuah negara, dari situlah dapat disimpulkan bahwa warga negara Indonesia pada hakikatnya memiliki jiwa nasionalis yang sangat tinggi. Akan tetapi dapat kita lihat fenomena atau peristiwa yang sekarang terjadi seakan-akan apa yang telah diperjuangkan para pahlawan dahulu kala hanya dijadikan simbol kemerdekaan dan pada hakikatnya masih belum merasakan apa yang dinamakan dengan merdeka. Dari sini timbul masalah dalam mengembangkan sikap nasionalis yang dulu pernah menjadi sebuah keharusan yang dimiliki oleh setiap warga negara Indonesia. Penulis membahas tentang Program Pondok Pesantren Ngalah Dalam Mengembangkan Sikap Nasionalis Santri Di Dusun Kembang Kuning Desa Sengonagung Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan.Tujuan penelitian ini adalah (1) Menjelaskan program Pondok Pesantren Ngalah dalam mengembangkan sikap nasionalis santri, (2) Menjelaskan pelaksanaan Pondok Pesantren Ngalah dalam mengembangkan sikap nasionalis santri, (3) Menjelaskan hambatan Pondok Pesantren Ngalah dalam mengembangkan sikap nasionalis santri, (4) Menjelaskan upaya Pondok Pesantren Ngalah dalam mengatasi hambatan dan mengembangkan sikap nasionalis santri.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, dalam mencari data dari informan yang terdiri atas Kepala Pondok Pesantren Ngalah, Wakil Kepala Pondok Pesantren Ngalah, staf kepengurusan Pondok Pesantren Ngalah beserta Asatidz Pondok Pesantren Ngalah. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan wawancara, studi dokumentasi dan observasi. Analisis data yang dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (verifikasi).Hasil penelitian adalah: (1) Program Pondok Pesantren Ngalah dalam mengembangkan sikap nasionalis diperlukan sebagai sarana para santri untuk menumbuhkan jiwa nasionalis terhadap bangsa, dengan harapan para santri memiliki ilmu agama yang baik serta memiliki jiwa nasionalis yang besar dengan baik dan benar,(2) Pelaksanaan Program Dalam Mengembangkan Sikap Nasionalis meliputi empat macam program yaitu pembagian buku pedoman santri, pelestarian budaya local, pengajian Tafsir Jalalain dan maklumat Romo Kyai(3) , Hambatan dalam mengembangkan sikap nasionalis santri yaitu adanya faktor penghambat dari dua sisi yaitu objek (santri) dan subjek (pengurus) (4) Upaya mengatasi hambatan dalam mengembangkan sikap nasionalis santri adalah diperlukannya semangat diri serta memahami rasa tanggung jawab terhadap apa yang diembannya,evaluasi dan komunikasi antara pengurus satu dengan yang lainnya, diperlukannya sosialisasi terhadap santri agar dari dua sisi ini dapat menjalankan sebuah program dengan baik.Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, peneliti menyampaikan beberapa saran yaitu: (1) Bagi seluruh elemen kepengurusan Pondok Pesantren Ngalah, Agar pelaksanaan kegiatan pengajian rutin dapat berjalan dengan lebih baik lagi, sebaiknya pengurus Pondok Pesantren Ngalah lebih disiplin dan rutin dalam menjalankan amanah dan melaksanakan tugas serta memberi contoh dengan tindakan, tidak hanya menyuruh para santri untuk mengikuti kegiatan yang ada. Seperti jika sedang diadakan kegiatan apa saja maka para pengurus wajib menyuruh para santri untuk ikut dengan catatan para pengurus juga ikut serta dalam kegiatan tersebut, sebagai contoh untuk para santri. Sehingga melalui hal tersebut para santri dapat ikut kegiatan dengan rasa suka cita tanpa ada rasa iri atau berburuk sangka terhadap pengurus dan kegiatanpun dapat berjalan dengan lancar dan nyaman,(2) Bagi para santri Pondok Pesantren Ngalah, Para santri diharuskan patuh terhadap atura-aturan yang ada dan para santri seharusnya lebih berpartisipasi dalam kegiatan yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Ngalah, karena mereka merupakan objek utama dalam menjalankan sebuah pr
IDENTITAS NASIONAL SEBAGAI SALAH SATU DETERMINAN PEMBANGUNAN DAN KARAKTER BANGSA
ABSTRAKPada artikel ilmiah ini disajikan informasi mengenai identitas nasional sebagai salah satu determinan pembangunan bangsa dan karakter bangsa. Dari pembahasan dapat disimpulkan bahwa identitas nasional adalah ciri, tanda atau jati diri yang melekat pada suatu negara sehingga membedakan dengan negara lain. Dapat dikatakan bahwa hakikat identitas nasional kita sebagai bangsa di dalam hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara adalah Pancasila. teori tentang munculnya identitas nasional suatu bangsa sebagai hasil interaksi historis antara empat fakto penting yaitu (1) mencakup etnisitas, teritorial, bahasa, agama , dan sejenisnya. keberanekaragaman, dan dalam hal ini dinamakan Bhineka Tunggal Ika. (2)pembangunan komunikasi dan teknologi, bagi suatu bangsa adanya kemajuan teknologi serta pembangunan (2) modifikasi bahasa dan gramatika yang resmi, tumbuhnya birokrasi dan pemantapan sistem pendidikan nasional. .(4) meliputi penindasa, dominasi, dan pencarian identitas alternative melalui memori kolektif rakyat. Identitas nasional yang menunjukkan jati diri Indonesia diantaranya adalah bahasa nasional atau bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia, bendera negara yaitu Sang Merah Putih, lagu kebangsaan yaitu Indonesia Raya, lambang negara yaitu Pancasila, semboyan negara yaitu Bhinneka Tunggal Ika, dasar falsafah negara yaitu Pancasila, konstitusi (hukum dasar) negara yaitu UUD 1945, konsepsi wawasan nusantara, kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai kebudayaan nasional. Bangsa Indonesia sebagai salah satu bangsa dari masyarakat internasional dan memiliki sejarah serta prinsip yang berbeda dengan negara-negara lainnya.Kata Kunci : Identitas Nasional, Pancasila, Karakte
PENGUATAN NILAI-NILAI KARAKTER PADA KEGIATAN UKM TEATER HAMPA INDONESIA UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRAKChristy, Ayu Rahmadhani Eka. 2019. Penguatan Nilai-Nilai Karakter Pada Kegiatan UKM Teater Hampa Indonesia Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Nur Wahyu Rohmadi, M.Pd., M.Si. (II) Rusdianto Umar, S.H, M.Hum.Kata Kunci: nilai karakter, teater, UKM Teater Hampa IndonesiaIndonesia sebagai bangsa yang berkebudayaan merupakan negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur, akhlak yang mulia, serta budi pekerti yang baik. Dalam rangka mewujudkan karakter bangsa yang unggul maka harus diimbangi dengan adanya pendidikan karakter, pendidikan karakter merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, pendidikan, dan lingkungan masyarakat. Penguatan nilai-nilai karakter pada dasarnya juga dapat diperoleh melalui interaksi dengan keluarga, sekolah, teman, maupun lingkungan sekitar individu, selain itu nilai-nilai karakter juga diperoleh dari pembelajaran secara langsung atau pengamatan terhadap orang lain. Dalam hal ini, salah satu cara untuk menanamkan dan menguatkan nilai-nilai karakter pada seseorang dapat diberikan juga melalui kegiatan bermain peran (teater) agar proses penguatan karakter dapat berjalan menyenangkan.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan 4 hal, yaitu: menjelaskan nilai-nilai karakter yang terdapat pada kegiatan UKM Teater Hampa Indonesia Universitas Negeri Malang; menjelaskan bentuk penerapan penguatan nilai-nilai karakter yang terkandung dalam pelaksanaan kegiatan UKM Teater Hampa Indonesia Universitas Negeri Malang; menjelaskan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan yang terkandung penguatan nilai-nilai karakter pada kegiatan UKM Teater Hampa Indonesia Universitas Negeri Malang; menjelaskan upaya yang dilakukan dalam mengatasi kendala pelaksanaan kegiatan yang mengandung penguatan nilai-nilai karakter pada kegiatan UKM Teater Hampa Indonesia Universitas Negeri Malang.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian adalah pendamping, ketua umum, dan anggota UKM Teater Hampa Indonesia Universitas Negeri Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan analisis data dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data sampai kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik meningkatkan ketekunan dan triangulasi sumber.Hasil analisis dalam penelitian ini menghasilkan empat simpulan, pertama Nilai-nilai karakter yang terdapat pada kegiatan UKM Teater Hampa Indonesia yaitu nilai religius, nilai cinta tanah air, nilai solidaritas, nilai peduli sosial, nilai percaya diri, nilai tanggung jawab, nilai kerja sama, nilai rasa ingin tahu, nilai kreatif, nilai disiplin, nilai kerja keras, nilai kejujuran; kedua penguatan nilai-nilai karakter yang terkandung dalam pelaksanaan kegiatan UKM Teater Hampa Indonesia termuat secara implisit ke dalam kegiatan Raker, Larut, Diklat, produksi, dan Perang. Bentuk penguatan nilai-nilai karakter pada anggota dilakukan dengan cara pembiasaan secara intens dan berkelanjutan pada setiap kegiatan melalui komentar, gerak tubuh, pendekatan antaranggota, dan pemberian hukuman sehingga harapannya anggota terbiasa dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari; ketiga kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan yang terkandung penguatan nilai-nilai karakter pada kegiatan UKM Teater Hampa Indonesia yaitu anggota kurang konsisten dalam mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada di UKM Teater Hampa Indonesia, adanya anggota yang memiliki tugas ganda, anggota merasa jenuh dan bosan dengan sistem latihan yang lama; keempat upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala pelaksanaan kegiatan yang mengandung penguatan nilai-nilai karakter pada kegiatan UKM Teater Hampa Indonesia yaitu menyamakan komitmen para anggota terhadap organisasi, adanya pembagian tugas yang jelas pada anggota, dan bersikap profesional.Saran dari penulis pertama bagi pihak Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, hasil penelitian ini sebaiknya dapat dijadikan sebagai bahan pustaka bagi pengembangan pengetahuan nilai-nilai karakter dalam Pendidikan moral dan karakter; kedua bagi pihak UKM Teater Hampa Indonesia, hasil penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan dalam menentukan kebijakan untuk mengembangkan UKM Teater Hampa Indonesia yang lebih baik dan dapat dijadikan sebagai salah satu sarana evaluasi dalam seluruh kegiatan sehingga kelangsungan kegiatan tersebut mampu membuat seluruh anggota berkarakter dengan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari; ketiga bagi peneliti dengan hasil penelitian ini diharapkan peneliti dapat lebih cermat dan berinovasi dalam pembuatan karya atau penelitian berikutnya sehingga penelitian selanjutnya dapat lebih bervariasi dari sudut teori maupun dalam penyusunannya; keempat bagi mahasiswa lain, hendaknya perlu diadakan penelitian lanjutan mengenai penguatan nilai-nilai karakter yang terkandung dalam kegiatan berteater sehingga penanaman dan penguatan karakter dapat dilakukan dengan cara yang lebih bervariasi lagi
KERJASAMA KEMITRAAN ANTARA PERHUTANI, LMDH DAN SWASTA DALAM MENGEMBANGKAN OBYEK WISATA MOJOSEMI FOREST PARK DI DESA SARANGAN KECAMATAN PLAOSAN KABUPATEN MAGETAN
Abdurrohman, Eric. 2019. Kerja sama Kemitraan Antara Perhutani, LMDH, Dan Swasta Dalam Mengembangkan Obyek Wisata Mojosemi Forest Park Di Desa Sarangan Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan. Skripsi, Jurusan Hukum Dan Kewarganegaraan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Suparman Adi Winoto, S.H, M.Hum, (2) Dr. Siti Awaliyah, S.Pd, M.Hum.Kata Kunci :Kerjasama, Pariwisata, WisataAlam, Pengembangan, Swasta,Indonesia merupakan negara yang yang memiliki ribuan pulau-pulau tentu saja potensi pariwisata di Indonesia sangat beragam salah satunya wisata alam. Setiap daerah mempunyai berbagai potensi wisata yang dapat digali, diolah, dimunculkan, dikelola serta dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap sarana hiburan atau sarana rekreasi. Di Kabupaten Magetan masih banyak sekali terhadap lahan hijau yang berada tepat di kaki Gunung Lawu yang memiliki potensi di sektor hutan dan memiliki kemampuan untuk dikembangkan dengan optimal agar menjadi daerah wisata yang lebih diminati karena masih terdapat aset wisata yang memerlukan pembenahan dan pengelolaan lebih baik lagi dengan cara dilakukan kerja sama dengan pihak swasta atau investor untuk pengembangan obyek wisata baru dengan tema wisata alam salah satunya adalah Mojosemi Forest Park yang terletak di Desa Sarangan.Kerja sama Kemitraanan tara Perhutani, LMDH, dan Swasta dalam mengembangkan obyek wisata Mojosemi Forest Park di Desa Sarangan Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan, tujuan penelitian ini untuk mengetahui : (1) Latar belakang kerja sama antara Perhutani, LMDH, dan Swasta dalam mengembangkan obyek wisata Mojosemi Forest Park (2) Proses Kerja sama antara Perhutani, LMDH, dan Swasta dalam mengembangkan obyek wisata Mojosemi Forest Park (3) Isi kerja sama antara Perhutani, LMDH, dan Swasta dalam mengembangkan obyek wisata Mojosemi Forest Park (4) Pelaksanaan Kerja sama antara Perhutani, LMDH, dan Swasta dalam mengembangkan obyek wisata Mojosemi Forest Park.Penelitian ini dilaksanakan menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan penelitian kualitatif. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah Asisten Perhutani Lawu Selatan, Ketua LMDH Lawu Permai dan Pengelola Mojosemi Forest Park dengan sumber data sekunder adalah berupa Dokumentasi foto, gambar dan surat perjanjian kerja sama. Data dan informasi yang di dapatkan oleh peneliti menggunakan: observasi, dokumentasi, dan wawancara. Analisis data yang dilakukan dengan cara hasil penelitian diterapkan suatu pola yang lebih sederhana. Untuk pengecekan keabsahan data dilakukan trianggulasi data di mana membandingkan hasil temuan dengan sumber, metode dan teori yang ada. Berikut adalah tahap penelitian di mana terdapat tahap pralapangan, tahap pekerjaan lapangan dan analisis data.Hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan kemudian dijabarkan sebagai berikut. Pertama, Latar belakang kerja sama Kemitraanan tara Perhutani, LMDH, dan Swasta dalam mengembangkan obyek wisata Mojosemi Forest Park dalam mengembangkan obyek wisata Mojosemi Forest Park adalah Pihak swasta yang melihat potensi wisata di Kabupaten Magetan banyak sekali tetapi vakum tidak ada pergerakan ataupun pengembangan wisata kemudian pihak swasta PT. Bumilawu Amarta Sentosa melihat di Hutan Mojosemi memiliki keunggulan yaitu mempunyai Landscape yang berbeda, Flora atau tumbuhan endemik yaitu pohon eucalyptus yang dilain tempat bahkan di pulau jawa sudah sangat jarang sekali ditemui, oleh karena itu PT. Bumilawu Amarta Sentosa tertarik untuk mengembangkan Obyek Wisata Alam di Hutan Mojosemi. Kedua, Proses kerja sama Kemitraan antara Perhutani, LMDH, dan Swasta dalam mengembangkan obyek wisata Mojosemi Forest Park dalam mengembangkan obyek wisata Mojosemi Forest Park adalah pihak swasta PT. Bumilawu Amarta Sentosa membuat setplan-setplan, rencana, konsep, dan anggaran yang kemudian diajukan ke Dirut Perhutani di Jakarta dengan hasil bahwa kerja sama cukup setingkat KPH di wilayah hutan Mojosemi tersebut dan tidak lupa menggandeng masyarakat sekitar, Kemudian pihak swasta mendatangi masyarakat sekitar yaitu LMDH Lawu Permai dan KPH Lawu Ds, dengan hasil disepakatilah untuk dilakukan kerja sama di Hutan Mojosemi. Ketiga, isi kerja sama Kemitraan antara Perhutani, LMDH, dan Swasta dalam mengembangkan obyek wisata Mojosemi Forest Park dalam mengembangkan obyek wisata Mojosemi Forest Park adalah bentuk kerja sama yaitu PKS Tripartit, Pembagian Tugasnya Pihak pertama Perhutani sebagai penyedia lahan, pihak kedua LMDH Lawu Permai sebagai penyedia sumber daya manusia (pekerja) dan pihak ketiga PT. Bumilawu Amarta Sentosa sebagai Pengelola Mojosemi Forest Park. Keempat, Pelaksanaan kerjasama Kemitraan antara Perhutani, LMDH, dan Swasta dalam mengembangkan obyek wisata Mojosemi Forest Park dalam mengembangkan obyek wisata Mojosemi Forest Park adalah sudah sesuai dengan isi surat perjanjian kerja sama adapun pelaksanaan-pelaksanaan yang tidak sesuai masih bias dibicarakan sesuai pasal 15 tentang aturan tambahan/addendum maupun melalui musyawarah. Berdasarkan Hasil Penelitian maka diperoleh saran sebagai berikut :Bagi Perhutani KPH Lawu Ds, LMDH Lawu Permai dan PT. Bumilawu Amarta Sentosa hendaknya melibatkan desa untuk pemberdayaan masyarakat desa dan sebagai media promosi yang di tampilkan di profil desa agar lebih dikenal lagi. Bagi Perhutani KPH Lawu Ds dan LMDH Lawu Permai hendaknya menjadikan penelitian ini sebagai bahan masukan untuk memperbaiki komunikasi antar pihak dalam pelaksanaan kerja sama di Mojosemi Forest Park. Bagi pengelola PT. Bumilawu Amarta Sentosa diharapkan adanya penelitian ini sebagai bahan evaluasi agar lebih baik lagi dalam pembenahan manajemen pengelolaan obyek wisata Mojosemi Forest Park yang dirasa masih kurang oleh pihak yang terlibat kerja sama. Bagi dosen dan mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Negeri Malang hendaknya menjadikan hasil penelitian ini sebagai salah satu bahan literatur untuk mata kuliah hokum perdata tentang perjanjian atau bahan kajian sosial mengenai kerja sama antara Perhutani, LMDH, dan swasta
PENGAMALAN NILAI-NILAI PANCASILA DALAM KEGIATAN ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH (OSIS) DI SMKN 2 SINGOSARI KABUPATEN MALANG
ABSTRAK Prakoso, Galuh. 2019. PengamalanNilai-NilaiPancasilaDalamKegiatanOrganisasiSiswa Intra Sekolah (OSIS) Di SMKN 2 SingosariKabupaten Malang. Skripsi, Program StudiPendidikanPancasiladanKewarganegaraan, FakultasIlmuSosial, UniversitasNegeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. H. A. Rosyid Al Atok, M.Pd,M.H. (II) Dr. Edi Suhartono, SH, M.Pd. Kata Kunci:Pengamalan, Nilai, Pancasila,Kegitan OSIS PendidikanmemegangperanpentinguntukmempertahankaneksistensiPancasila, dalamsetiapjenjangpendidikanharusdiajarkanpentingnyaPancasilasebagaidasar Negara danjugaideologibangsa.Terjadinya dekadensi nilai-nilai Pancasila dikalangan pelajar menimbulkan banyaknya perilaku menyimpang yang dilakukan oleh siswa. Pancsilamemilikiperananpentingdalamduniapendidikankhususnyadikalanganpelajardan OSIS sebagaipenggerakdanpembinakesiswaanmelaluikegiatannya yang berlandaskannilai-nilaiPancasila. Penelitianinidilaksnakandengantujuanuntuk (1)mendeskripsikankegiatan OSIS di SMKN 2 SingosariKabupaten Malang, (2) Untukmendeskripsikanbagaimanacarapengamalannilai-nilaiPancasilapadakegiatan OSIS di SMKN 2 SingosariKabupaten Malang, (3) Untukmendiskripsikankendaladalampengamalannilai-nilaiPancasilapadakegiatan OSIS di SMKN 2 SingosariKabupaten Malang, (4) Untukmendeskripsikancaramengatasikendaladalampengamalannilai-nilaipancasiladalamkegiatan OSIS di SMKN 2 SingosariKabupaten Malang. Penelitianinimenggunakanpendekatankualitatifdenganjenispenelitiandeskriptif. Prosedurpengumpulan data yang digunakanadalahdenganwawancaramendalamkepada para narasumber, observasilangsung, dokumentasikelokasipenelitiandantinjauanliteratur. Teknikanalisis yang digunakanadalahdenganreduksi data, penyajian data danpenarikankesimpulan. Untukmenjaminkeabsahan data, penelitimenggunakantriangulasisumber Hasilpenelitiandiketahui : (1) Program kerja OSIS SMKN 2 SingosariKabupaten Malang adalahsebagaiberikut: MasapengenalanlingkunganSekolah, LombaAntarKelas (Class Meeting), LatihanDasarKepemimpinan (LDK), diklatpengurus OSIS, lomba 17 Agutusan, baktisosial, pemilihananggota OSIS yang baru; (2)PengamalanNilai-NilaiPancasila Yang TerkandungDalamKegiatan OSIS Di SMKN 2 SingosariKabupaten Malang adalah:PengamalannilaiKetuhanan Yang MahaEsayaituberdoapadasemuakegiatan, berdoadilakukandiawalataudiakhirkegiatandanberibadahsesuaidengan agama masing-masing. PengamalannilaiKemanusiaan Yang Adil Dan Beradabyaitusikapsportif yang ditunjukansiswadalamkegiatanlombaantarkelasdanlomba 17 Agutusan; Pengamalannilaipersatuan Indonesia, yaitunilairasa cintakepadatanah air dangotongroyong; Pengamalannilaikerakyatan yang dipimpinolehhikmatkebijaksanaandalampermusywaratan/perwakilan, musywarahdanberdemokrasidilakukan agar anggota OSIS maubelajarmenyampaiakanpendapatnyamasing-masingdanmenyelesaikansutaumaslaahbersama-sama; PengamalannilaiKeadilanSosialBagiSeluruh Rakyat Indonesia, yaitusikapadil. Sikapadilmunculpadakegiatanlombaantarkelas, lomba 17Agutusandanpemilahnanggota OSIS yang baru. Sikapadilditerapkan agar terciptakerukuananantarsiswadantidakterjadipilihkasihantarsiswaataupunanggota OSIS.; (3)Kendaladalampengamalannilai – nilaipancasilapadakegiatan OSIS di SMKN 2 SingosariKabupaten Malangadalahtidakterlaksananyasalahsatu program,siswatidakmengertitentangpentingnyanilai-nilaiPancasila, sikapsiswa yang sulitdiatur; (4) Solusidalammenghadapikendalapengamalannilai-nilaiPancasilapada program kerja OSIS SMKN 2 SingosariadalahMengusulkankembali program baksosprogram kegiiatanbaksos yang tidakterlaksanaakandiusulkankembalikepadapihaksekolahuntukkepengurusan OSIS yang mendatang;Diberikanbimbingandanpengarahankepadasiswapengarahandarisekolahkepadaanak yang melanggarperaturan; Diberikansanksikepadasiswa yang sulitdiatur. Saran yang diberikanpenelitisetelahmelakukanpenelitianantara lain adalah: Kepadaanggota OSIS SMKN 2 Singosaridiharapkan agar membuatdanmengusulkan program-program yang lebihbanyaktentangpendidikankarakterbaikbagianggota OSIS sendiridanjugaseluruhsiswa yang ada di SMKN 2 SingosariKabupaten Malang. Kemudiandidalamkegiatanyanagakandibuatharuslahterdapatnilai-nilaiPancasila yang diamalkan, karenanilai-nilaiPancasilamerupakannilai-nilai yang positif.Kepadasiswa SMKN 2 SingosariKabupaten Malang; Kepadasiswa SMKN 2 SingosariKabupaten Malang disarankan agar mengikutisegalakegiatan yang diadakanoleh OSIS dansekolahdenganmenaatisegalaperaturan yang dibuat, dantidakmelakukankegiatan-kegiatan yang menimbulkankeributan; Kepada SMKN 2 SingosariKabupaten Malangagar mendukungdanmengarahkansegalakegiatan yang positif, yang diusulkanolehanggota OSIS. Kemudianjugasekolahharusmemberikanpengarahandanbimbinganbagisiswa yang seringmelanggarperaturanatausiswa yang membuatkeributan di sekolah; BagiprodiPPKndiharapkanpenelitiandenganjudulpengamalannilai-nilaiPancasilapadakegiatanOrganisasiSiswa Intra Sekolah (OSIS) di SMKN 2 Singosarikabupaten Malang inidapatmenambahreferensisekaligusmanambahbahanpustakabagipenelitilainnya; Bagipeneliti yang akanmeneliti di SMKN 2 SingosariKabupaten Malang. Semogahasilpenelitianinibisadigunakanmenjadisalahsatubahanreferensibagirekan-rekanmahasiswa yang inginmeneliti di SMKN 2 SingosariKabupaten Malang dan yang inginmengkajipenelitianinilebihlanjutterkaittema yang samadengan yang dilakukanpenelitilainnyadikemudianhari.
MEMUDARNYA NASIONALISME DI KALANGAN MASYARAKAT INDONESIA
ABSTRAK Kata Kunci : Nasionalisme, Globalisasi, dan Sosialisasi. Pada artikel ilmiah ini disajikan informasi mengenai solusi praktis penanganan masalah memudarnya rasa nasionalisme di kalangan masyarakat Indonesia. Nasionalisme adalah sikap mental dan tingkah laku individu atau masyarakat yang menunjukkan adanya loyalitas atau pengabdian yang tinggi terhadap bangsa dan negaranya. Rasa ini sangat berhubungan dengan rasa patriotisme atau biasa disebut dengan rela berkorban. Rasa nasionalisme yang tidak diimbangi dengan rasa patriotisme berarti di dalam diri seseorang tidak sepenuhnya memiliki rasa nasionalisme. Sekarang nasionalisme sangat menjadi polemik di masyarakat Indonesia yang mulai kahilangan atau luntur rasa nasionalismenya. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor misal arus globalisasi yang mulai merambah luas dikalangan masyrakat. Peristiwa ini harus dicegah dengan sungguh-sungguh, salah satu solusi tersebut adalah melalui sosialisasi. Sosialisasi ini merupakan suatu proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari generasi ke generasi lainnya daloam sebuah kelompok atau masyarakat. Jika tidak hal ini akan berakibat pada rasa nasionalisme atau cinta tanah air pada kalangan masyarakat Indonesia akan semakin menjadi. Ada beberapa langkah atau cara untuk mengatasi hal negatif ini, misal menyadarkan masyarakat untuk mencintai produk dalam negeri, menanamkan nilai-nilai Pancasila pada masyarakat dengan cara yang sebaik-baiknya, dan masih banyak lagi hal-hal yang dapat dilakukan. Pada karya tulis ini akan mamaparkan tentang bagaimana cara untuk mengatasi hal negatif tersebut yakni melalui media sosialisasi. Diharapkan dengan ditulisnya karya tulis ini dapat memupuk atau menanamkan rasa nasionalisme pada diri masyarakat Indonesia
MENYANYIKAN LAGU WAJIB NASIONAL SEBAGAI SARANA PENINGKATAN NASIONALISME
MENYANYIKAN LAGU WAJIB NASIONAL SEBAGAI SARANA PENINGKATAN NASIONALISME Nike Dwi Puspita Putri Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Universitas Negeri Malang Jl Semarang No. 5 Malangemail : [email protected] Abstrak : Tingkat nasionalisme pada kalangan generasi muda masa kini kian menurun. Seperti yang kita ketahui bersama, Indonesia adalah negara dengan bangsa yang besar. Ironsinya, generasi muda sebagai agent of chance, dan generasi penerus bangsa banyak yang tidak mau melestarikan budayanya sendiri, bahkan ada yang tidak mengetahuinya. Hal tersebut dikarenakan banyaknya budaya asing yang masuk di Indonesia, dan menyebabkan perubahan perilaku yang lebih mencintai produk luar negeri daripada produk dalam negerinya sendiri. Menyantikan lagu nasionalisme sebagai salah satu cara untuk meningkatkan jiwa nasionalisme penerus bangsa. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk memupuk kembali jiwa nasionalisme, mencintai produk lokal dan menghargai bangsanya sendiri. Kata Kunci : Lagu Wajib Nasional, Nasioanalisme, Generasi MudaPada era globalisasi seperti saat ini, tidak bisa dipungkiri bahwa dengan adanya teknologi yang semakin canggih, menyebabkan kebudayaan-kebudayaan asing dengan mudahnya masuk ke tanah air. Kebudayaan-kebudayaan asing tersebut, masuk dengan membawa dampak positif dan dampak negatif. Salah satu dampak negatif dari globalisasi adalah semakin melunturnya jiwa nasionalisme pada diri generasi muda. Banyak generasi muda yang lebih menyukai budaya kebarat-baratan dan membeli produk-produk luar dan bahkan tidak hafal dengan lagu-lagu wajib nasional. Generasi muda lebih banyak menghafal lagu-lagu popular atau lagu barat dibandingkan dengan lagu wajib nasional. Apalagi dengan adanya internet dan sosial media yang sering menayangkan lagu-lagu popular dibandingkan dengan lagu wajib nasional, membuat generasi muda terpengaruh dengan budaya asing dan lebih senang mendengarkan lagu-lagu popular dibandingkan dengan lagu wajib nasional.Sikap mencintai tanah air dan jiwa nasionalisme perlu untuk ditanamkan kepada generasi muda. Adanya jiwa nasionalisme yang kuat akan membuat persatuan dan kesatuan bangsa menjadi kukuh serta tidak mudah untuk dipecah belah oleh pihak asing. Jiwa nasionalisme yang tinggi sangat diperlukan oleh generasi muda untuk menjaga keutuhan NKRI, membangun negara dalam berbagai aspek kehidupan, dan mengangkat martabat bangsa di mata negara-negara lain di dunia ini. Nasionalisme diperlukan untuk kelangsungan suatu negara yang aman dari masuknya budaya asing yang dapat memunculkan masalah serta menghancurkan bangsa.Meningkatkan jiwa nasionalisme tidak harus dengan mendengarkan pidato tentang kebangsaan atau membaca buku yang berisi sejarah perjuangan dan biografi para pahlawan bangsa atau cara-cara yang lainnya. Mengetahui dan menyanyikan lagu wajib nasional serta menghayati dan memaknainya untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nasionalisme dalam rangka memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa. Syair dalam lagu wajib nasional yang mengobarkan semangat perjuangan akan melatih generasi muda untuk menghormati perjuangan para pahlawan bangsa dan mengenang jasa-jasanya di dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari kekuasaan penjajah, sehingga menumbuhkan semangat nasionalisme, mencintai produk lokal dan menghargai bangsanya sendiri. Generasi muda dapat mengaransemen ulang lagu wajib nasional disesuaikan dengan genre musik yang sedang disukai. Hal ini akan membuat lagu wajib nasional menjadi sering dinyanyikan, sehingga membuat keberadaan lagu-lagu wajib nasional tidak hilang dan menumbuhkan jiwa nasionalisme. BAHASANPada bagian ini dijelaskan secara spesifik mengenai pengertian-pengertian (1) lagu wajib nasional, (2) nasionalisme, (3) generasi muda. Lagu Wajib NasionalLagu wajib nasional dapat dikatakan atau disebut juga lagu perjuangan, dimana didalamnya terdapat makna yang berisikan peristiwa sejarah kemerdekaan di Indonesia. Lagu wajib nasional diajarkan mulai dari tingkat pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, bahkan wajib pula diketahui seluruh rakyat Indonesia. Salah satu lagu wajib nasional yang dikenal adalah lagu Bagimu Negeri ciptaan Kusbini. Lagu ini dapat dijadikan sebagai media pembelajaran karakter yang dapat diterapkan atau diajarkan disekolah khususnya siswa sekolah dasar. Adapun karakter yang dapat diterapkan pada lagu ini adalah;(1) Berjanji, berarti mengucapkan janji menyatakan bersedia dan sanggup untuk berbuat sesuatu ( memberi, menolong, datang, dan sebagainya),(2), Berbakti, memiliki arti tunduk dan hormat, suatu perbuatan yang menyatakan setia (kasih, hormat,tunduk),(3), Mengabdi, dapat diartikan menghambakan diri untuk kepentingan negeri,(4), Berkorban dengan jiwa raga, dapat diartikan semangat untuk mengorbankan jiwa dan raga (Hartini, Taufik : 2017).Lagu wajib nasional adalah lagu berbahasa Indonesia yang syairnya berisi aspek kehidupan bangsa Indonesia. Penciptaan lagu wajib nasional dilatarbelakangi masa perjuangan dan masa kemerdekaan bangsa Indonesia. Syair lagu wajib nasional mencerminkan masa sebelum dan sesudah perang kemerdekaan, jiwa patriot dan kebangsaan yang terungkap lewat syair- syair lagunya terasa sangat menonjol sehingga memberi pengaruh positif bagi semangat rakyat dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan. Lagu wajib nasional merupakan bagian dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang harus dihormati dan dihargai (Desternelli,dkk : 2017) NasionalismeAsal kata Nasionalisme adalah nation yang berarti bangsa. Dalam, pengertian antropologis dan sosiologis, Bangsa adalah suatu persekutuan hidup yang berdiri sendiri dan masing-masing anggota persekutuan hidup merasa satu kesatuan ras, bahasa, agama, sejarah dan adat-istiadat. Sedangkan dalam pengertian politik adalah masyarakat dalam suatu daerah yang sama, dan mereka tunduk pada kedaulatan negaranya sebagai suatu kekuasaan tertinggi keluar dan kedalam (Badri, 1999 : 58). Nasionalisme dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia dikenal sebagai sebuah kata sakti yang mampu membangkitkan kekuatan berjuang melawan penindasan yang dilakukan kaum kolonialis selama beratus-ratus tahun lamanya (Anggreni,dkk : 2004). Nasionalisme adalah suatu paham yang berpendapat bahwa kesetiaan tertinggi individu harus diserahkan kepada Negara kebangsaan (Hans,1984 : 11). Nasionalisme pada mulanya terkait dengan rasa cinta sekelompok orang pada bangsa, bahasa dan daerah asal usul semula. Rasa cinta seperti itu dewasa ini disebut semangat patriotisme. Jadi pada mulanya nasionalisme dan patriotisme itu sama maknanya (Sutarjo : 2011). Generasi MudaGenerasi muda sendiri pada hakikatnya adalah kelompok masyarakat yang menginginkan penghargaan dan peran dalam masyarakat, serta kejelasan akan masa depannya (Murthahhari, 1996 : 6-7). Generasi muda sebagai generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa akan mengambil alih tanggung jawab kepemimpinan, mulai dari kepemimpinan keluarga sampai dengan kepemimpinan bangsa dan negara. Generasi muda dengan kepribadian yang belum stabil, gemar meniru, dan mencari-cari pengalaman baru sangat mudah terpengaruh dan mengadopsi nilai-nilai yang mereka anggap modern dan trend untuk dijadikan anutan dalam menjalani kehidupan mereka (Muzzakir : 2015). SIMPULAN DAN SARANBerdasarkan uraian informasi pada bagian bahasan, berikut ibi disampaikan simpulan dan saran yang linier dengan informasi tersebut. SimpulanLagu wajib nasional adalah salah satu upaya meningkatkan jiwa nasionalisme generasi muda karena di dalam syair lagu wajib nasional mengandung makna tentang prjuangan bangsa Indonesia. Nasionalisme yang berarti cinta tanah air harus dimiliki para generasi muda. Generasi muda sebagai generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa akan mengambil alih tanggung jawab kepemimpinan, mulai dari kepemimpinan keluarga sampai dengan kepemimpinan bangsa dan negara. SaranGenari muda seharusnya mempunyai jiwa nasionalisme yang tinggi agar tidak terpengaruh dengan budaya-budaya atau produk luar. Generasi muda diharapkan dapat menyanyikan lagu wajib nasional setiap hari untuk meningkatkan jiwa nasionalisme. Menyanyikan lagu wajib nasional yang berbeda-beda setiap hari tidak akan membuat generasi muda lebih mengingat lagi-lagu wajib nasional dibandingkan dengan lagu-lagu popular atau lagu barat. Selain itu dapat dilakukan dengan cara mengaransemen lagu wajib nasional agar susai genre para generasi muda supaya lebih menarik dan sering didengarkan dan tidak mudah bosan. DAFTAR RUJUKANAdisusilo, Sutarjo. 2011. Nasionalisme Demokrasi, Civil Society. Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.Anggreni,dkk. 2004. Nasionalisme.ISNN 0854-7108. Desternelli, dkk. 2017. Meningkatkan Kemampuan Menyanyikan Lagu Wajib Nasional Dengan Metode Solfegio Di Sekolah Dasar. ISBN 978-602-704 71-2-9.Hartini, dkk. 2017. Peran Lagu Wajib Nasional “Bagimu Negeri” Dalam Implementasi Pembelajaran Karakter Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Edukasi, (online). http://journal.um-surabaya.ac.id/index.php/pgsd/article/view/1040. Diakses 9 Februaru 2019.Kohn, Hans. 1984. Nasionalisme, Arti Dan Sejarahnya. Jakarta: PT. Pembangunan Murtadha,Muthahhari.1996. Menjangkau Masa Depan; Bimbingan Untuk Generasi Muda. Bandung: Mizan.Muzzakir. 2015. Generasi Muda Dan Tantangan Abad Modern Serta Tanggung JawabPembinaannya. Jurnal Al-Ta’dib, (online). ejournal.iainkendari.ac.id. Diakses 9 Februari 2019. Yatim, Badri. 1999. Sejarah Peradaban Islam. Dirasah Islamiyah II. Jakarta : P.T. Raja Grafindo Persada
PENDIDIKAN MORAL DAN AKHLAK GUNA MEMBANGUN KARAKTER
ABSTRACTKeywords: Human, Educational, Moral, And MoralsHumans are social beings who can not live alone in this world. Over time humans will search for other humans, may seek help, find friends and find a partner. Man one will be interconnected with other human beings. When interacting with one or perhaps all human beings will look at morals and morals of each other human beings. Humans living in the world as social beings also need education in performing their day-to-day activities. Education is an effort pursued by human beings in order to acquire knowledge which then serve as a basis for attitude and behavior. With the education of human character can be formed and education can be regarded as the process of human healing. Education is also a community effort in preparing young people useful for a good nation. A good nation is not far from moral and good morals anyway. Moral is often associated with human activities that are based on good or bad values. Morals are the restrictions used to determine the will, opinion, or deed that can be said to be right, wrong, good or bad. In addition to morals, good morality is also necessary in interacting with someone. Morals can be likened to manners or manners. According to Ibnu Maskawaih, morality is a state of the soul of a person who encourages him to do the deeds without thinking of the mind. ABSTRAKKata kunci: Manusia, Pendidikan, Moral, Dan Akhlak Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri di dunia ini. Seiring berjalannya waktu manusia akan mencari manusia yang lainnya, mungkin mencari pertolongan, mencari teman dan mencari pasangan. Manusia satu akan saling keterkaitan dengan manusia yang lainnya. Saat saling berinteraksi salah satu atau mungkin semua manusia akan memandang moral dan akhlak masing-masing manusia yang lainnya. Manusia hidup di dunia sebagai makhluk sosial juga membutuhkan pendidikan dalam melakukan kegiatan sehari-harinya mereka. Pendidikan adalah sebuah usaha yang ditempuh oleh manusia dalam rangka memperoleh ilmu yang kemudian dijadikan sebagai dasar untuk bersikap dan berperilaku. Dengan pendidikan karakter manusia dapat terbentuk dan pendidikan dapat dikatakan sebagai proses pemanusian manusia. Pendidikan juga merupakan usaha masyarakat dalam mempersiapkan generasi muda yang berguna bagi bangsa yang baik. Bangsa yang baik tidak jauh dari moral dan akhlak yang baik pula. Moral sering dikaitkan dengan aktivitas manusia yang didasari nilai baik atau buruk. Moral merupakan batasan-batasan yang digunakan untuk menentukan kehendak, pendapat, atau perbuatan yang dapat dikatakan benar, salah, baik maupun buruk. Selain moral, akhlak yang baik juga perlu dalam berinteraksi dengan seseorang. Akhlak dapat disamakan dengan budi pekerti atau sopan santun. Menurut Ibnu Maskawaih, akhlak adalah keadaan jiwa seseorang yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan-perbuatan tanpa melalui pertimbangan pikiran