SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
    859 research outputs found

    PROGRAM UNIT KEGIATAN MAHASISWA TEATER HAMPA INDONESIA UNIVERSITAS NEGERI MALANG DALAM MENANAMKAN NILAI NASIONALISME

    No full text
    ABSTRAK Teater mencerminkan nilai-nilai sosial masyarakat sekaligus berpengaruh terhadap masyarakat. Nasionalisme adalah paham kesadaran untuk hidup bersama sebagai suatu bangsa karena adanya rasa kebangsaan, kebersamaan kepentingan, kesamaan pandangan, harapan dan tujuan dalam merumuskan cita-cita masa depan bangsa. Dari hasil penelitian menyimpulkan, (1) pendirian UKM Teater Hampa Indonesia untuk mewadahi aktivitas serta kreativitas mahasiswa dalam bidang kesenian teater, (2) program kegiatan untuk menanamkan nilai nasionalisme yaitu pementasan serta pendidikan dan pelatihan, (3) program kegiatan pementasan dapat mengangkat isu permasalahan untuk dijadikan sebuah tontonan serta program pendidikan dan pelatihan dapat mengembangkan minat, bakat dan jiwa kepemimpinan, (4) kendala yang dihadapi yaitu kurangnya fasilitas, sulit menentukan jadwal berkegiatan dan mempromosikan kegiatan, dan (5) upaya mengatasi yaitu penambahan fasilitas, bersikap profesional memanajemen waktu, dan meningkatkan promosi kegiatan

    Pembentukan Karakter Santri di Pondok Pesantren Islam Salafiyah Darul Jalal Kecamatan Pakis Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRAKAmiro, Anna. 2019. Pembentukan Karakter Santri di Pondok Pesantren IslamSalafiyah Darul Jalal Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suparman A.W, M.Hum, (II) Dr. Siti Awaliyah, S.Pd, M.Hum.Kata kunci: pembentukan karakter, santri Masuknya era global ke Indonesia dapat menimbulkan adanya dampak positif dan negatif.Dilihat dengan adanya kemajuan tekhnologi yang semakin maju merupakan salah satu bentuk dari dampak positif. Selain adanya dampak positif, muncul juga dampak negatif dari budaya barat yang dapat mengkhawatirkan bagi bangsa Indonesia. Budaya asing yang masuk ke Indonesia dikhawatirkan dapat melemahkan bahkan melunturkan nilai dan moral bangsa Indonesia. Pembentukan karakter tidak cukup hanya mengandalkan suatu pendidikan dari pendidikan yang di selenggarakan di sekolah saja, diperlukan kerja sama dan dukungan dengan lembaga pendidikan diluar sekolah, diantaranya melalui pendidikan pondok pesantren. Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan dan pengajaran agama, umumnya dengan cara non klasikal, dimana seorang kyai mengajarkan ilmu agama Islam kepada santrisantri berdasarkan kitab-kitab yang ditulis dalam bahasa arab oleh para Alim Ulama pada abad pertengahan, dan para santri biasanya tinggal di pondok (asrama) dalam pesantren tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai (1) apa saja nilai karakter yang dibelajarkan di Pondok Pesantren Isam Salafiyah Darul Jalal Kecamatan Pakis Kabupaten Malang, (2) bagaimana pelaksanaan pembentukan karakter santri di Pondok Pesantren Islam Salafiyah Darul Jalal Kecamatan Pakis Kabupaten Malang,(3) kendala yang ada dalam pola pembentukan karakter santri di Pondok Pesantren Islam Salafiyah Darul Jalal Kecamatan Pakis Kabupaten Malang, (4) upaya yang dilakukan dalam menghadapi kendala yang ada di Pondok Pesantren Islam Salafiyah Darul Jalal Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Prosedur pengumpulan data pada penelitian yang dilakukan oleh peneliti menggunakan:(1) wawancara mendalam; (2) dokumentasi; (3) observasi. Analisis data yang digunakan mencari tentang pola pembentukan karakter santri di Pondok Pesantren Islam Salafiyah Darul Jalal Kecamatan Pakis Kabupaten Malang dengan menggunakan teori Miles dan Huberman: (1) tahap reduksi data; (2) tahap pemaparan, dan (3) tahap penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa (1) Nilai karakter yang diajarkan di pondok pesantren Islam Salafiyah Darul Jalal Kecamatan Pakis Kabupaten Malang ada delapan nilai karakter yaitu : kesopanan, kesederhanaan, keikhlasan, kemandirian, disiplin, religius, kejujuran, tanggung jawab, (2) pembentukan karakter santri diii pondok pesantren Islam Salafiyah Darul Jalal Kecamatan Pakis Kabupaten Malang dapat dilihat dengan adanya tahapan yang diterapkan untuk membentuk karakter pada santrinya. Adapun tahap yang diajarkan di pondok pesantren Islam Salafiyah Darul Jalal dalam membentuk karakter pada santrinya adalah dengan memberikan pengertian dan memberikan contoh, (3)kendala yang dihadapi dalam membentuk karakter santri di pondok pesantren Islam Salafiyah Darul Jalal Kecamatan Pakis Kabupaten Malang dapat dilihat kendala yang dihadapi yaitu latar belakang keluarga santri yang berbeda dan keberagaman latar belakang pendidikan setiap santri,(4) upaya mengatasi kendala dalam membentuk karakter pada santri di pondok pesantren Islam Salafiyah Darul Jalal Kecamatan Pakis Kabupaten Malang dapat dilihat melalui upaya yang dilakukan oleh pengasuh dan guru di pondok pesantren Islam Salafiyah Darul Jalal dan guru yaitu memahami setiap karakter individu para santri dan meningkatkan pendidikan umum dengan pendidikan kitab kuning yang juga merupakan landasan yang digunakan oleh pondok pesantren Islam Salafiyah Darul Jalal dalam membelajarkan berbagai macam ilmu pengetahuan kepada santrinya. Saran yang dapat disampaikan seyogyanya pengasuh pondok pesantren Islam Salafiyah Darul Jalal dapat memberikan sedikit perhatian mengenai adanya pendidikan umum di pondok pesantren tersebut agar terjadi keseimbangan antara pendidikan agama yang diperoleh dalam kegiatan sehari-hari para santri dan juga pendidikan umum. Serta santri di pondok pesantren Islam Salafiyah Darul Jalal seyogyanya diharapkan dapat lebih beradaptasi dengan lingkungan pondok agar tercipta suasana belajar mengajar yang menyenangkan

    Pelaksanaan Pembinaan Nilai-Nilai Budi Pekerti Di Panti Asuhan Baitun Ar Rahman Ar Rahim Desa Sugihwaras Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo

    No full text
    ABSTRAK Lizzani, Mei Hildah. 2019. Pelaksanaan Pembinaan Nilai-Nilai Budi Pekerti Di Panti Asuhan Baitun Ar Rahman Ar Rahim Desa Sugihwaras Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo. Skripsi, Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. Siti Awaliyah, S.Pd, M.Hum (II) Dr. Didik Sukriono, SH., M.Hum Kata Kunci : nilai-nilai budi pekerti, panti asuhan Era globalisasi saat ini dapat dilihat dari kemajuan teknologi yang dapat mempengaruhi perubahan kehidupan manusia terutama terhadap tingkah laku dan perbuatan setiap individu. Perubahan ini sudah banyak terlihat dengan banyak anak yang tingkah lakunya hampir menyimpang dengan moral yang ada di masyarakat saat ini, contohnya seperti tingkah laku sopan santun, tanggung jawab, disiplin dan sebagainya yang menyangkut moral atau dengan nilai budi pekerti. Seiring dengan perubahan tingkah laku dengan didasarkan pada perubahan zaman, hal ini yang menjadi daya tarik yang sangat besar dalam perubahan adalah lingkungan itu sendiri. Sebab pada dasarnya manusia bisa melakukan suatu perbuatan setelah ia memiliki pengetahuan dan belajar dari  orang lain. Dengan ini  banyak generasi muda yang ruang lingkup lingkungan nya menyimpang dengan moral yang ada di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui (1) nilai-nilai budi pekerti yang ditanamkan di Panti Asuhan Baitun Ar Rahman Ar Rahim, (2) pembinaan nilai-nilai budi pekerti di Panti Asuhan Baitun Ar Rahman Ar Rahim, (3) hambatan-hambatan dalam pembinaan nilai-nilai budi pekerti di Panti Asuhan Baitun Ar Rahman Ar Rahim, (4) upaya mengatasi hambatan-hambatan dalam pembinaan nilai-nilai budi pekerti di Panti Asuhan Baitun Ar Rahman Ar Rahim. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pada penelitian deskriptif kualitatif ini, peneliti berusaha untuk menggambarkan bagaimana Pelaksanaan Pembinaan Nilai-Nilai Budi Pekerti Di Panti Asuhan Baitun Ar Rahman Ar Rahim Desa Sugihwaras Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo. Melalui jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan data yang sudah terkumpul mulai dari kata-kata, wawancara, atau dokumentasi akan disusun secara terstruktur dan obyektif. Hal ini bertujuan agar penelitian ini terlihat kebenarannya berdasarkan fakta di lapangan. Hasil dari penelitian ini adalah (1) nilai-nilai budi pekerti yang ditanamkan di panti asuhan baitun ar rahman ar rahim antara lain antara lain nilai ketuhanan, nilai kemandirian, nilai kedisiplinan, nilai tolong menolong dan kebersamaan, nilai tata krama dan sopan santun, nilai saling menghormati. (2) penanaman pembinaan nilai-nilai budi pekerti di panti asuhan baitun ar rahman ar rahim antara lain melakukan sholat berjamaah dan mengaji, mandiri dalam memakai baju, makan, menyiapkan perlatan sekolah, mandi dan juga kegiatan individu lainnya., melakukan kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, melaksanakan jadwal piket harian dan kegiatan menghadiri undangan dari para donatur, bertutur kata, berbicara, berperilaku, bertindak, cara berpakaian dengan baik, anak yang lebih muda harus menghormati anak yang lebih tua. (3) hambatan-hambatan dalam pembinaan nilai-nilai budi pekerti di panti asuhan baitun ar rahman ar rahim antara lain tidak tersedianya sumber daya manusia dalam pembiasaan nilai-nilai budi pekerti, anak kurang disiplin dalam pembinaan nilai-nilai budi pekerti, kurangnya kerjasama antar pengurus dengan pengasuh dalam pelaksanaan pembinaan nilai-nilai budi pekerti, salah pergaulan di lingkungan luar. (4) upaya mengatasi hambatan-hambatan dalam melaksanakan pembinaan nilai-nilai budi pekerti di panti asuhan baitun ar rahman ar rahim antara lain pendekatan secara personal atau pendekatan secara langsung pada anak, pengurus dan pengasuh harus lebih sabar, pengasuh dan pengurus mempunyai permasalahan maka sebaiknya harus diselesaikan secara musyawarah. Berdasarkan hasil penelitian ini, diberikan saran kepada pengasuh harus memberikan manajemen yang terbaik supaya anak lebih semangat dan lebih mandiri. Bagi para pengurus harus bisa berkomunikasi dengan pengasuh dalam penanaman pembinaan nilai-nilai budi pekerti pada anak. Kedekatan dan keakraban yang sudah terjalin antara pihak panti dengan anak harus dijaga dengan baik untuk memudahkan pengasuh dalam mengatasi kendala-kendala yang terjadi saat pelaksanaan pembinaan nilai budi pekerti

    PERAN SANGGAR PATRIA LOKA DALAM MEMPERKUAT KETAHANAN BUDAYA MELALUI PELESTARIAN WAYANG WONG DI KOTA BLITAR

    No full text
      Abstrak Sanggar “Patria Loka” merupakan salah satu dari karya budaya yang tetap ada dan mengikuti perkembangan zaman, merupakan sanggar budaya yang berbentuk paguyuban berkecimpung di dunia seni Tari, Karawitan dan Pedalangan. Sanggar Patria Loka merupakan satu- satunya sanggar yang nguri- nguri kesenian wayang wong di Kota Blitar dan kerap ada pementasan di beberapa festival atau pagelaran budaya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Bagaimana kegiatan Sanggar Patria Loka dalam pelestarian wayang wong di kota Blitar; (2) Bagaimana kendala dan upaya mengatasi kendala yang dihadapi  Sanggar Patria Loka dalam melestarikan kesenian wayang wong di kota Blitar; (3) Bagaimana implikasi pelestarian wayang wong di Sanggar Patria Loka terhadap ketahan budaya di kota Blitar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang bertujuan memberikan penjelasan atau penjabaran terkait dengan data-data yang telah dikumpulkan. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menuturkan pemecahan masalah yang ada saat ini berdasarkan data-data. Penelitian yang dilakukan dengan teknik pengumpulan data secara langsung yakni menggunakan: (1) Wawancara; (2)  Observasi; (3) Dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif secara interaktif antara lain: (1) Conclu Data Reduction (Reduksi Data); (2) Data Display ( Penyajian Data); (3)  Conclusion Drawing/ Verification. Teknik pengecekan keabsahan data meliputi : (1) Meningkatkan Ketekunan; (2) Triangulasi. Adapun hasil penelitian ini antara lain: (1) Kegiatan Sanggar Patria Loka dalam Melestarikan Kesenian Wayang Wong di Kota Blitar. Memberikan informasi kepada anggota sanggar khususnya dan masyarakat akan pentingnya melestarikan kesenian wayang wong agar tidak hilang. Sedangkan memberikan informasi kepada masyarakat  saat  pengantar sebelum pentas, melaui sinopsis, sambutan sambutan sebelum pentas akan pentingnya melestarikan kesenian wayang wong, dan juga melalui selebaran atau pamflet; (2) Kendala dan Upaya Mengatasi Kendala yang Dihadapi Sanggar Patria Loka dalam Melestarikan Kesenian Wayang Wong.  Kendala yang dihadapi sanggar Patria Loka sebagai berikut: (a) Pengaruh dari globalisasi; (b) Keterbatasan Sumber Pendanaan; (c) Penonton; (d) Waktu; (e) Kesulitan dalam mempelajari wayang wong. (3) Implikasi Pelestarian Wayang Wong di Sanggar Patria Loka Terhadap Ketahanan Budaya di Kota Blitar. Kriteria ketahanan budaya yang telah diuraikan sebelumnya akan diuraikan lebih lanjut dalam bahasan berikut : (a) Kesenian wayang wong sebagai identitas budaya bangsa; (b) Kemampuan menjaga keaslian kesenian wayang wong di era globalisasi; (c) Eksistensi kesenian wayang wong dalam menghadapi era globalisasi. Dari temuan penelitian, pembahasan, dan kesimpulan tersebut peneliti memberikan saran tentang Peran Sanggar Patria Loka dalam Melestarikan Kesenian Wayang Wong dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Budaya di Kota Blitar yaitu: (1) Sanggar : Supaya kesenian wayang wong dapat terus lestari dan berkembang sebaiknya antara masyarakat, Sanggar Patria Loka dan Pemerintah terus meningkatkan kerjasama yang baik; (2) Pemerintah : Pemerintah sebaiknya lebih memperhatikan kesenian tradisional termasuk kesenian wayang wong agar nantinya kesenian tersebut tidak hilang seiring perkembangan zaman; (3) Masyarakat : Supaya kesenian wayang wong terus dilestarikan , masyarakat sebaiknya ikut serta dalam pelestarian, pihak sanggar ikut mengajak masyarakat untuk mempelajari kesenian wayang wong agar nantinya dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya. Kata Kunci: Kegiatan Sanggar Patria Loka, Kendala dan Upaya Mengatasi, Implikasi Wayang wong. 

    Pola Adaptasi Mahasiswa Pendatang Yang Menempuh Pendidikan di kota Malang

    No full text
    ABSTRAKZuhri, Muhammad Saifudin 2016. Pola Adaptasi Mahasiswa Pendatang yang Menempuh Pendidikan di Kota Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Suparlan Al Hakim, M.Si, (2) Drs. Margono, M.Pd, M.SiKata Kunci: Pola Adaptasi, Mahasiswa PendatangKota Malang disebut sebagai kota pendidikan. Kota pendidikan adalah kota yang mampu menerima proses pembauran budaya dari etnis pendatang. Kota  Malang menyediakan sarana pendidikan mulai dari tingkat dasar , menengah dan tinggi untuk mendukung animo masyarakat luar yang berkeinginan utuk mengikuti pendidikan di kota ini. Malang harus menyediakan tempat tinggal sementara bagi mahasiswa. Kebutuhan tempat tinggal sejenis kos dan asrama menjadi kebutuhan utama bagi pendatang.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 3 masalah yaitu: 1). kondisi yang di hadapi oleh mahasiswa pendatang yang menenmpuh pendidikan di kota malang; 2). pola adaptasi sosial yang dilakukan mahasiswa pendatang yang menempuh pendidikan di kota malang; dan 3). bentuk-bentuk kegagalan adaptasi sosial mahasiswa pendatang di kota malang.Penelitianini dilakukan pada mahasiswa jawa dan luar jawa di kota Malang. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif.Menurut Sugiarto( 2015:8-9)Penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya dan bertujuan mengungkapkan gejala secara holistik-kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrument kunci. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif, proses dan makna berdasarkan perspektif subyek lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif.Instrumen dalam penelitian kualitatif adalah peneliti itu sendiri (human instrument). Dalam hal ini penelitilah yang menjadi instrument kunci. Penelitilah yang menentukan fokus penelitian, memilih informan sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data, menilai kualitas data, menganalisis data, menafsirkan data, dan membuat kesimpulan atas temuannya.Berdasarkan penelitian tersebut dapat dijelaskan bahwa: Pertama, kondisi yang dihadapimahasiswapendatang yang menempuhpendidikan di kota Malang yaitu, perbedaanbahasa, gayaberpakaian, lingkunganbelajar, teknologi, dansistempendidikanperguruantinggiyang berbedadengansistempendidikanpadasaatmereka SMA. Kedua, polaadaptasisosial yang dilakukanolehmahasiswapendatang yang menempuhpendidikan di kotamalangadalah, adaptasidilingkunganmasyarakatdenganmemahamibudayayangada, sedangkanpolaadaptasi dilingkungankampusdenganmemahamibahasawalikankota Malang danpolaadaptasidilingkungankos-kosandengancaramengontroldiriagar tidakterpengaruhterhadaphal-halnegatifsepertipergaulanbebas. Ketiga, bentukkegagalanadaptasisosialmahasiswapendatang yang menempuhpendidikan di kota Malang adalahperilakupasifdalamlingkunganmasyarakatdikarenakanperbedaanbahasa, norma, danbuday

    Pondok Pesantren Sebagai Panti Rehabilitasi Bagi Tersangka Penyimpangan Moral Remaja yang Beragama Islam

    No full text
    Pada artikel ilmiah ini disajikan informasi mengenai solusi alternatif berupa program pondok pesantren sebagai panti rehabilitasi bagi tersangka penyimpangan moral remaja yang beragama Islam untuk mengurangi kasus penyimpangan moral remaja di Indonesia yang setiap tahun semakin meningkat. Program ini merupakan program untuk membantu pemerintah dalam menangani kasus penyimpangan moral pada remaja. Program ini disajikan dalam bentuk pendidikan formal yang dikolaborasikan dengan pendidikan tradisional yang dikemas dalam pembelajaran berasrama di pesantren. Program ini dapat dijadikan alternatif selain dengan sanksi berupa hukuman penjara bagi tersangka penyimpangan moral pada remaja

    Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Pariwisata Pulau Merah di Kabupaten Banyuwangi

    No full text
    Pada artikel ilmiah ini akan disajikan informasi mengenai partisipasi dari masyarakat sekitar wisata Pulau Merah Banyuwangi dalam mengembangkan wisata Pulau Merah. Keterlibatan masyarakat berupa partisipasi dapat memberikan efek yang positif  bagi perkembangan wilayah yang ditempatinya dengan menyalurkan tenaga, ide kreatif, dan lain-lain meskipun dalam skala kecil. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menjelaskan program pengembangan pariwisata Pulau Merah di Kabupaten Banyuwangi; (2) Menjelaskan bentuk partisipasi masyarakat dalam mengembangkan pariwisata Pulau Merah di Kabupaten Banyuwangi; (3) Menjelaskan hambatan dan dorongan partisipasi masyarakat dalam mengembangkan pariwisata di Pulau Merah di Kabupaten Banyuwangi; (4) Menjelaskan dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi dalam mengembangkan pariwisata Pulau Merah

    marxisme vs neoklasik

    No full text
    MARXISME VS NEOKLASIK Ika Rakhmah Wati Universitas Negeri Malang Jalan Semarang Nomor 5 [email protected]   Abstrak Pada artikel ilmiah ini disajikan informasi mengenai pandangan neoklasik dan marxisme. Hal itu dijelaskan  karena perbedaan antara marxisme dan neoklasik sangatlah nyata dalam pelaksanaannya. Sebab hal tersebut berdampak pada kehidupan ekonomi. Ekonomi politik merupakan disiplin intelektual yang mengkaji hubungan antara ekonomi dan politik. ekonomi politik marxisme merupakan suatu gagasan ekonomi politik yang didasarkan pada hasil pemikiran karl marxyakni pembagian kelas. ekonomi politik neoklasik merupakan sebuah teori tentang pertukaran sukarela dan alokasi sumber dayasecara efisien. Titik awal dari analisisnya adalah indivisu yang memntigkan dirinya sendiri dan bertindak di dalam lingkungan dimana ada bnyak objek yang berpotensi untuk memuaskan kebutuhannya dan objek-objek ini sudah berbentuk komoditas sehingga individu bertindak dengan tujuan memaksimalkan kegunaan atau kepuasan lewat persaingan.   Neo klasik Pendekatan neoklasik lahir pada decade 1870 bertepatan dengan bangkitnya aliran marginalis dalam ilmu ekonomi. Sebelum tahun 1870 ilmu ekonomi dimana merupakan sebuah sistem pemikiran yang didominasi oleh agenda klasik, seperti pertumbuhan, distribusi, dan teori nilai tenaga kerja yang dikemukakan oleh marx. Dalam decade 1870 pendekatan neoklasik lahir bertepatan dengan bangkitnya aliran marginalis dalam ilmu ekonomi. Aliran marginalis membawa dua perubahan besar pada ilmu ekonomi, yaitu (1) aliran ini mengajukan teori nilai yang didasarkan pada intensitas dari perasaan subjektif dan (2) aliran ini mengembangkan kalkulus marginal sebagai sarana konseptual dan metodologis. Sebagai akibatnya, selama tiga sampai empat tahun setelah perkembangan aliran ini, munculah sebuah aliran baru yang disebut dengan aliran neo klasik yang berhasil menggeser teori nilai tenaga kerja. Ide utama dalam pemikiran neo klasik ini adalah konsep “pilihan yang dibatasi”. Maksudnya konsep ini memandang individu sebagai pelaku yang membuat pilihan atau orang yang harus memilih dari beberapa alternative tindakan berdasarkan pendangan atau imaginasinya sendiri tentang apa dampak dari tiap-tiap alternative itu bagi dirinya. Asumsi ekonomi neo klasik menurut para ekonom neo klasik ialah semua orang akan selalu berusaha untuk mencapai level kepuasan yang tertinggi dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita, sehingga tingkat kebahagiaan yang tertinggi dapat dicapai sesuai dengan sumber daya yang sesuai dengan sumber daya yang tersedia bagi kita. Untuk membuat semua orang berusaha maka diperlukan motivasi. Ide tentang motivasi ini dibentuk menjadi teori tindakan manusia. Bunyi dari teori tersebut ialah bahwa individu akan menetukan apa yang akan ia lakukan berdasarkan bagaiman tindakan-tindakan itu bisa memengaruhi level kepuasannya. Untuk menentukan pilihan dari apa yang ia lakukan. Ia harus membandingkan kepuasan yang bisa didapatkan dari berbagai alternative. Perbandingan ini akan menghasilkanperingkat nilai dari pilihan yang ada. Dimana peringkat ini ditentukan oleh level kepuasan atau kebahagiaan yang bisa didapatkan dari tiap-tiap tindakan atau keputusan itu, lalu ia berusaha untuk mencapai pilihan yang terletak di peringkat paling tinggi. Jadi pilihan tersebut bisa dibilang sebagai pilihan yang rasional, artinya pilihan itu berdasrkan urutan pilihan yang konsisten secara internal dengan membuat pilihan yang rasional. Maka ia dengan sendirinya akan memaksimalkan kesejahteraan yang ia miliki.Masalah yang timbul adalah ketika ada pilihan yang bersifat memaksa. Konseppilihan rasional ini tergantung pada kemampuan tiap-tiap alternative untuk memuaskan satu  keinginan yang sama. Untuk memastikan bahwa syarat ini terpenuhi maka teori neo klasik mengansumsikan bahwa tindakan konsumsi terhadap berbagai barang yang berbeda semuanya sama menghasilkan satu dampak yaitu kepuasan dan kegunaan bagi konsumen. Tetapi perlu diingat bahwa kebutuhan konsumsi setiap orng berbeda, maka dari itu ukuran kepuasan tiap-tiap individu akan beda dari yang lain. Kepuasan juga mempunyai masalah pada kelangkaan, maksudnya kepuasan yang diberikan oleh tiap-tiap barang adalah berbeda antar barang satu dengan yang lain (dalam hal ketersediaan barang atau sumber daya alam itu sendiri). Pendekatan neo klasik bertolak dari ide tentang maksimalisasi kebutuhan dari individu seperti yang diasumsikan oleh para ekonom yang dididik dalam tradisi neo klasik. Langkah berikutnya adalah mendefinisikan kondisi maksimalisasi kesejahteraan untuk sebuah system yang terdiri dari beberapa individu yang saling terikat. Sebuah kelompok dikatakan sejahtera ketika semua anggota berhasil memaksimalkan kesejahteraannya masing-masing, asal kesejahteraan dari semua individu dalam kelompok itu saling terkait satu sama lain. Ada 2 syarat yang harus dipenuhi untuk mencapai kesejahteraan kelompok, yaitu (1) tindakan-tindakan konsumsi yang dilakukan individu yang satu dalam kelompok itu bisa berdampak terhadap individu lain dalam kelompok itu yang tidak melakukan tindakan yang sama, dan (2) individu yang satu menyediakan peluang-peluang bagi individu yang lain untuk melakukan peningkatan kesejahteraan kelompok atau bersama lewat pertukaran. Dalam praktiknya pendekatan neo klasik menghubungkan antara kesejahteraan dengan pilihan. Semakin besar kisaran pilihan yang tersedia maka semakin besar level kesejahteraan yang bisa dicapai jika keadaan lain tidak berubah. Keberadaan pasar akan memperbesar pilihan yang tersedia sementara. Alokasinon pasar akan menghambat jenis pilihan yang tersedia. Secara ringkasnya pendekatan neo klasik dalam ilmu ekonomi memandang pasar sebagai institusi yang memungkinkan terbentuknya peluang yang semaksimal mungkin bagi pertukaran secara bebas sehingga memungkinkan terwujudnya efisiensi yang seluas-luasnya. Pasar memungkinkan individu untuk mengganti sumber daya/komoditas yang hendak digunakan agar bisa memenuhi keinginanya. Jika dilihat dari sudut pandang konsumen, situasi semacam ini terbentuk jika ada banyak jenis barang konsumen di pasar yang bisa dipilih.Dari sudut pandang produsen, situasi ini terjadi ketika ada kesempatan untuk mengombinasikan factor-faktor produksi dengan banyak cara yang berbeda. Tanah,tenaga kerja dan capital yang semuanya memiliki banyak sub kategori di dalamnya bisa digabungkan dengan proporsi yang berbeda-beda untuk menghasilkan barang yang dapat dijual dipasar. Proses yang disebut proses substitusi ini akan terus berlangsung sampai semua sumber daya dalam masyarakat bisa menghasilkan produk yang maksimal bagi produsen dan kegunaan yang maksimal bagi konsumen (dasgupta 1985:78-79) Menurut pndangan neo klasik, hubungan ekonomi dengan politik menghasilkan dua jenis agenda politik, yaitu (1) berusaha untuk mengamankan atau mempertahankan system hak kepemilikan agar transaksi bisa terjadi secara sukarela, (2) terikat dengan pihak-pihak yang tidak ikt mengagendakan kontrak tapi terpengaruh olek kontrak/transaksi itu, agenda yang terkait dengan situasi-situasi dimana transaksi-transaksi yag berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan tidak dapat dilakukan karena berbagai alasna yang bukan merupakan batasn-batasan yang harus dipatuhi  agar bisa menegakkan hak kepemilikan. Ekonomi politik neo kasik selanjutnya menerapkan logika ekonomi dasar dari pilihan terbatas terhadap situasi-situasi dimana transaksi pribadi tidak berhasil memaksimalkan kesejahteraan. Dalam hal ini ekonomi mempunyai dua artian yaitu penghematan yang dilakukan karena keterbatasan pilihan, dan menggunakan mekanisme pasar sebagai cara pemenuhan kebetuhun individu. Membangun sebuah ilmu ekonomi politik berdasarkan pendekatan neo klasik adalah sama dengan mempertimbangkan masalah kegagalan pasar. Ekopol neo kasik menelaah situasi dimana pasar tidak berhasil memberikan peluang kepada individu untuk mencapai level pemenuhan maksimal sesuai sumber daya yang tersedia. Adapun keggalan pasar bisa disebabkan 3 jenis, yaitu (1) eksternalitas, (2) kegagalan yang terkait dengan barang public, dan (3) kegagalan yang disebabkan terjadinya monopoli. ilmu ekonomi neo klasik adalah sebuah teori tentang pertukaran sukarela dan alokasi sumber dayasecara efisien. Titik awal dari analisisnya adalah indivisu yang memntigkan dirinya sendiri dan bertindak di dalam lingkungan dimana ada bnyak objek yang berpotensi untuk memuaskan kebutuhannya dan objek-objek ini sudah berbentuk komoditas sehingga individu bertindak dengan tujuan memaksimalkan kegunaan atau kepuasan lewat persaingan (macpherson 1973:5). Dalam situasi ini individu akan melakukan kontrak satu sama lain secara sukarela agar mendapatkan pemenuhan semaksimal mungkin. Dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa pertukaran pasar dan efisiensi adalah konsep utama dalam ekonomi neo klasik. Setelah dua konsep ini diterima maka terbentuk persepektif yang khas mengenai ekonomi politik neo klasik yang menekan pada kontrak yang dibuat oleh dan perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka masing-masing karena ekonomi politik neo klasik  berdasarkan pad aide kegagalan pasar. Maka kesejahteraan individu harus dijadikan sebagai focus perhatian dan kesejahteraan dianggap sama dalam pemenuhan terhadap pilihan yang dibuat individu dengan sendirinya. Politik menjadi salah satu instrument alternative untuk mencapai apa yang tidak dicapai secara efesien yang tidak bisa dicapai oleh pasar. Negara meiliki peran untuk mengatasi kegagaln pasar dengan proses keadilan dan hokum karena tindakan negara memiliki tujuan yang bukan sekedar efisiensi. Negara dalam pandangan neoklasik akan bertindak untuk menghaslkan barang-barang yang tidak dapat diproduksi dengan cara lain. Disisi lain negara bisa bertindak untuk menghasilkan keuntungan bagi kelompok tertentu dengan mengorbankan kelompok lain.   Marxisme Marxisme merupakan suatu gagasan ekonomi politik yang didasarkan pada hasil pemikiran karl marx. Teori karl marx tersebut merujuk pada ajaran-ajaran ekonomi politik klasik inggrid terutama dasar-dasar teori nilai kerja yang dikemukakan oleh adam smith yang kemudian disimpulkan menjadi teori nilai lebih oleh karl marx. Penganut marxisme memandang politik sebagai (1) pemisahan antara masyarakat sipil dari wilayah public, (2) politik sebagai proses kelas dimana nilai surplus dirampas lewat kapitalisme, (3) politik sebagai peran negara dalam mengelola kepentingan dan urusan kapital, (4) jaminan politik terhadap hak kepemilikan, (5) politik sebagai kegiatan revolusioner untuk mengubah institusi-institusi politik dari kapitalisme, dan (6) proses tawar menawar antara kaum pekerja dengan kaum kapitalis untuk mengendalikan surplus ekonomi. Enam pandangan politik itu disebut sebagai aspek politik dari ekonomi maxian, namun kadar politik dari sudut pandang politik marxian ini belum jelas. Istilah “ekopol” yang digunakan dalam teori marxisme tidak merujuk kepada pemikiran tentang hubungan ekonomi dengan politik, melainkan merujuk pada cara berfikir tentang perekonomian yang didasarkan pada metode dan teori dari pemikir-pemikir ekonomi klasik. Metode ini menekan pad aide bahwa perekonomian pasar bekerja menurut prinsip-prinsip yang reproduksi dan ekspansi system saling ketergantungan material antar orang atau dengan kata lain pembagian kerja sosial. Teori marxian ini lebih memfokuskan pada proses-proses reproduksi yang bersifat objektif dan tidak memfokuskan pada proses subyektif yaitu penentuan peringkat peluang atau pembuatan pilihan oleh individu. Pendekatan marxiandalam ekonomi politik mengajukan sebuah masalah yaitu bagaimana menghubungkan kepentingan individu dengan tatanan sosial. Konsep kelas adalah salah satu konsep dasar dalam teori marxian. Kelas ini terbentuk atas dasar kepentingan kelompok yang berasal dari kepentingan individu dalam perekonomian yang kapitalis. Penafsiran marx terhadap hubungan antara ekonomi dan politik dilandaskan pad aide kepentingan ekonomi danperanan dari kepentingan ekonomi itu di dalam mendefinisikan agenda politik. Marxisme mengajukan beberapa pendpat mengenai kepentingan, yakni (1) kepentingan muncul karena adanya struktur dari produksi, (2) kepentingan pribadi dari seorang individu dapat diketahui dengan melihat pada kels mana individu itu berada, (3) kepentingan kelas yang satu akan bertentangan dengan kepentingan kelas lain, dan (4) kepentingan kelas yang terbentuk dalam system produksi akan menjadi kepentingan politik yaitu pertarungan untuk memperebutkan kekuasaan negara. Keempat pokok pikiran ini menunjukkan aspek penting dari perubahan kepentingan materiil pribadi menjadi tindakan politik. Menurut marx pembagian kelas dalam masyarakat sepenuhnya terjadi akibat dari hubungan produksi (1985:19). Teori marxisme memfokuskan pada bagaimana kondisi yang dirasakan orang-orang dalam wilayah pribadi dapat membentuk dan mempengaruhi kesadaran mereka dan bagaimana perkembangan dari masyarakat dapat menentukan kondisi pribadi , cara serta gaya hidup. Sebagai sebuah teori marxisme menelaah pertentangan yang terjadi antara berbagai konsepsi yang berbeda tentang bagaimana seharusnya pola dari sebuah masyarakat yang tertata dengan baik. Maka pertarungan antara kelas kapitalis dengan kelas pekerja dipahaminya sebagai pertarungan antara dua pandangan yang bertolak belakang tentang aspirasi mana yang harus dianggap universal didalam menggunakan pendekatan marx ada penilaian dasar tertentu tengang dimana harus mencari kepentingan yang bersifat universal ini yaitu dalam masyarakat sipil dan bukan dalam politik maupun negara. Politik adalah ruang untuk konfrontasi dari kepentingan yang berasal dari tempat lain pertanyaan yang muncul dari sini adalah bagimana kepentingan yang berasal dari wilayah yang jelas-jelas bersifat pribadi bisa menghasilkan sesuatu pandangan yang bersifat universal. Salah satu cara yang digunakan marx untuk mengatasi masalah ini adalah menggunakan argument polarisasi. Dalam pendekatan marxis kegiatan politik akan membuat sifat universal yang terkandung dalam kondisi pribadi menjadi eksplisit dengan begitu ekonomi berperan secara aktif dalam kehidupan politik. Pandangan yang seperti ini merupakan dasar dari teori negara marxis akan tetapi teori tersebut juga menimbulkan masalah. Negara dipandang tidak memiliki peran aktif dalam masyarakat dan tidak ikut menentukan struktur social yang menimbulkan kepentingan pribadi tapi negara dianggap sebagai proses yang dapat membuat aspek universal dari kepentingan pribadi menjadi eksplisit. Ada 3 cara memandang ekonomi politik lewat tradisi marxis yaitu politik sebagai revolusi aatau politik revolusioner, politik sebagai kompromi kelas atau politiksosial demokratis , dan yang tetrakhir adalah teori negara marxis. Yang pertama adalah marxisme dan politik revolusioner . Landasan teoritis dalam teori ini telah dipaparkan marx dalam tulisannya yang berjudul the communist manifesto (1848) dan capital pada tahun 1867. Dalam tulisan ini marx menyebutkan kondisi apa saja yang ada dalam kapitalisme yang bisa menimbulkan kesadaran revolusioner dikalangan pekerja dan menetapkan tindakan revolusioner yang perlu diambil yaitu merebut dan menghancurkan kekuasaan negara. Dalam mengembangkan teori ini marxmenjelaskan revolusi menggunakan prinsip perkembangan kapitalisme saja tanpa harus merujuk pada peristiwa sejarah tertentu, situasi kelas tertentu atau institusi politik dinegara tertentu. Menurut marx, perkembangan kapitalisme dilakukan dengan cara memproduksi komoditas , dimana nilai atau harga dari komoditas ini memadai untuk mendapatkan tenaga kerja dan capital yang sama seperti semula  , sekaligus bias menghasilkan sejumlah tenaga kerja baru dan capital yang lebih. Jadi analisis dari teori ini didasarkan pada prinsip internal dari kapitalisme itu sendiri , yaitu prinsip yang berlaku berdasarkan sifat-sifat dasar dari perkeonomian kapitalis itu sendiri. Selanjutnya ialah politik social demokratis, teori ini berusaha untuk mencapai tujuannya dengan cara yang tidak kasar dan berusaha melakukannya dari dalam. Teori ini dapat terhindar dari kesulitan yang timbul karena strategi redistribusi radikal terutama krisis infestasi yang ada didalamnya. Ide utama dari politik social dmokrasi adalah meningkatkan kepentingan materil dari pekerja dengan tetap menggunakan kerangka kapitalisme dan demokrasi liberal. Tujuannya ialah membuat kapitalisme menjadi menggantungkan bagi lebih banyak orang dan bukan cuma segelintir kapitalis saja. Yang terakhir adalah teori negara marxis. Penafsiran teori marxis terhadap negara terdiri dari beberapa variasi yang semuanya berasal dari satu tema yang sama yaitu kebutuhan untuk mempertahankan tatanan social dimana kondisi dari orang-orang dalam tatanan itu mengalami pertentangan secara fundamental atara yang satu dengan yang lain. Dengan melindungi sebuah jenis tatanan tertentu, maka negara akan melindungi kelas yang satu dengan mengabaikan kelas yang lain. Teori negara marxis mengarah pada kondisi dimana kepentingan objektif yang ada dalam masyarakat akan menjdi alasan bagi terbentuknya negara dan sekaligus mentukan apa yang menjadi agenda dari negara. Menurut marx negara adalah bagian dari superstruktur yaitu wadah politik darai kapitalisme yang merespon perubahan perubahan dalam factor ekonomi. Dimasa sekarang aliran marxisme memandang hubungan antara negara dengan kelas kapitalis dalam kerangka yang lebih rumit lagi. Teori negara marxis semacam ini membedakan pandangan tentang negara sebagai alat kekuasaan dengan kepentingan kapitalis atau kapitalisme itu sendiri.   CONTOH KASUS Berikut ini akan dijelaskan contoh permasalahan yang ada diindonesia dari sudut ekopol neoklasik dan ekopol marxisme   NEOKLASIK Setiap pemerintahan tidak akan mungkin bisa lepas dari jeratan masalah bbm ( bahan bakar minyak). BBM yang dipakai oleh sebagian besar aspek- aspek kehidupan rakyat,menjadikannya sebagai sesuatu yang sangat vital keberadaannya karena akan selalu dibutuhkan, dan jika terjadi kelangkaan, maka sudah pasti harganya akan naik dengan jumlah permintaan yang tetap.semakin banyaknya populasi kendaraan bermotor (roda dua dan roda empat), tingkat kemacetan dijalan raya yang semakin meningkat menyebabkan konsumsi bahan bakar minyak semakin tinggi, sehingga pemerintah harus memberikan subsidi untuk menekan harga bahan bakar minyak agar harga bahan bakar minyak stabil dan terjangkau oleh masyarakat luas. Namun  pemerintah tidak dapat terus menerus memberikan subsidi mengenai potensi ekposur kenaikan harga bbm bersubsidi terhadap sektor riel, banyak hal yang menyebabkan itu semua, diantaranya harga minyak dunia yang berubah, pendapatan perkapita yang meningkat dan kebijakan-kebijakan lain yang diambil pemerintah. Jika  harga bbm naik, sudah jelas ha ini akan menuai berbagai reaksi dari berbagai pihak, ada yang menerima dan mendudukung dan adapula yang menolak, bahkan menentang dengan keras. Kenaikan harga bbm juga sangat berpengaruh terhadap kebutuhan pokok. Seperti harga sembako yang naik karena ongkos transportasi juga ikut naik, dan harga-harga kebutuhan lainnya juga naik. Fenomena kenaikan harga bbm pada tahun 2012 yang sedang membelit negara dapat dijelaskan dengan menggunakan pendekatan ekonomi politik neo klasik. Pendekatan ekonomi politik neo klasik, yang dipelopori oleh alfred marshal dan joseph schumpeter berasumsi bahwa dari titik lequilibium  menjadi full employment, akan tercapai dengan sendirinya. Pendekatan ini sebagai kritik atas pendekatan ekonomi politk klasik yang berasumsi bahwa peran pemerintah tidak diperlukan karena full employment akan selalu tercapai dengan sendirinya. Ide awal dari pendekatan ekonomi politik neo klasik adalah pencapaian atau memaksimalkan kepuasan dan kesejahteraan individu. Pakar-pakar ekonomi politik neoklasik melihat bahwa perekonomian memang tidak berjalan mulus menurut aturan alami dan tidak selalu menuju pada keseimbangan, saebagaimana yang dipersepsikan oleh kaum klasik. Akan tetapi, mereka lebih tidak setuju lagi jika mekanisme pasar ini diabaikan dan segala sesuatunya serba diatur oleh pemerintah, sebagaimana dianjurkan oleh kaum sosialis. Sehingga, untuk mengatasi kelemahan dan ketidak sempurnaan pasar, boleh ada dan seharusnya memang ada campur tangan pemerintah. Akan tetapi, campur tangan pemerintah hanya diperlukan untuk memperbaiki distorsi yang terjadi di pasar, bukan untuk menggantikan fungsi mekanisme pasar itu sendiri. Fokus pemikiran dalam pendekatan ekonomi politik neo klasik adalah efisiensi pertukaran. Yaitu meminimalisir distorsi yang ada di pasar, karena adanya perusahaan- perusahaan besar yang memonopoli pasar atau hanya ada satu produsen besar yang menguasai satu  produk di pasaran. Peran pemerintah harus ada, ketika terjadi kegagalan pasar, yaitu ketika pasar tidak bisa mendelivery kesejahteraan masyarakat/ individu.pendekatan terpusat ke masyarakat yakni penggunaan pasar- pasar politik yang dilakukan oleh agen- agen ekonomi, sedangkanpendekatan terpusat negara lebih menitik beratkan pada penggunaan sumber- sumber ekonomi untuk tujuan politik.jadi, secara teoritis dapat dijelaskan bahwa pendekatan ekonomi politik neo klasik adalah pendekatan yang tidak sepenuhnya berorientasi pada pasar bebas, tanpa ada intervensi pemerintah sedikitpun, tapi tetap harus ada peran pemerintah terutama ketika terjadi kegagalan pasar, karena menurut pendekatan ini, sangat tidak mungkin jika perdagangan itu berjalan dengan bebas, mengabaikan peran pemerintah seperti pada pendekatan ekonomi politik klasik. Hasil sidang paripurna yang digelar oleh dpr ri pada 30 maret 2012 lalu, memutuskan bahwa harga bbm tidak akan dinaikkan dalam waktu dekat ini. Hal tersebut merupakan konsekuensi dari penambahan ayat 6a dalam pasal 7 uu apbn-p 2012. Ayat ini mengindikasikan bahwa pengaturan harga bbm akan diserahkan pada mekanisme pasar, atau, dengan kata la

    pelaksanaan nilai gotong royong pada kegiatan himpunan mahasiswa jurusan hukum dan kewarganegaraan tahun 2017

    No full text
    PELAKSANAAN NILAI GOTONG ROYONG PADA KEGIATAN HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN HUKUM DAN KEWARGANEGARAAN TAHUN 2017Galuh Sekar Putri Universitas Negeri Malang, Jalan Semarang No. 5Surel : [email protected] Abstrak Pada artikel ini disajikan informasi mengenai pelaksanaan nilai gotong royong pada kegiatan Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan tahun 2017. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui(1) program kerja Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan tahun 2017,(2) nilai gotong royong dalam kegiatan Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan tahun 2017,(3) pelaksanaan nilai gotong royong pada kegiatan Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan tahun 2017,(4) kendala yang terjadi dalam pelaksanaan nilai gotong royong, serta(5) solusi dalam mengatasi kendala yang terjadi pada pelasanaan nilai gotong royong pada kegiatan Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan tahun 2017. Diharapkan dengan adanya artikel ini kepengurusan di periode selanjutnya dapat diperbaiki dari kesalahan yang dilakukan pada periode sebelumnya. Semua anggota diharapkan dapat bekerja sama untuk bergotong royong melaksanakan program kerja. Kata Kunci : gotong royong, organisasi, Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum dan KewarganegaraanManusia merupakan makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain, artinya pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan atau berinteraksi dengan manusia lain. Manusia tidak bisa menyiapkan segala kebutuhannya sendiri, dari segi makanan, pakaian, kendaraan, tempat tinggal, dan sebagainya. Manusia dituntut untuk bisa berkomunikasi dan bertingkah laku dengan baik apabila ingin hidup ditengah-tengah manusia lainya. Setiap diri manusia pasti memiliki kemampuan yang berbeda-beda, perbedaan inilah yang membuat manusia harus saling membantu, bertukar fikiran, bahkan saling belajar dari ilmu yang dimiliki masing-masing individu. Berinteraksi dengan baik akan memudahkan manusia untuk saling bekerjasama, menurut Sanjaya (2012:26) interaksi sosial merupakan hubungan timbal balik, saling mempengaruhi dalam pikiran dan tindakan, serta tidak lepas dari suatu hubungan yang terjadi antar individu, sosial, dan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.Istilah gotong royong sering digunakan masyarakat Indonesia pada saat masyarakat berbondong-bondong untuk menyelesaikan pekerjaan yang berat dan membutuhkan waktu yang singkat dalam penyelesaiannya. Menurut Bintarto (1980:9) gotong royong adalah kerjasama sukarela yang bisa dilakukan oleh penduduk desa sejak nenek moyang kita. Istilah gotong royong ini bisa disebut berasal dari penduduk pedesaan yang sering melakukan pekerjaan berat secara bersama-sama. Dari pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa gotong royong adalah salah satu bentuk kegiatan positif yang berlaku sejak lama di daerah Indonesia.Gotong royong sebagai bentuk solidaritas sosial, terbentuk karena adanya bantuan dari pihak lain, untuk kepentingan pribadi maupun kepentingan kelompok, sehingga di dalamnya terdapat sikap royal dari setiap warga sebagai kesatuan. Gotong royong merupakan istilah asli Indonesia yang berarti bekerja-sama untuk mencapai suatu hasil yang didambakan. Gotong royong menjadikan kehidupan berkelompok manusia Indonesia lebih berdaya dan sejahtera. Bergotong-royong berbagai permasalahan kehidupan bersama bisa dipecahkan secara mudah dan murah. Gotong royong merupakan suatu kegiatan sosial yang menjadi ciri khas Bangsa Indonesia dari jaman dahulu kala hingga saat ini. Rasa kebersamaan ini muncul, karena adanya sikap sosial tanpa pamrih dari masing-masing individu untuk meringankan beban yang sedang dipikul.Gotong royong memiliki pengertian bahwa setiap individu dalam kondisi seperti apapun harus ada kemampuan untuk ikut berpartisipasi aktif dalam memberikan nilai tambah atau positif kepada setiap obyek, permasalahan atau kebutuhan orang banyak disekeliling hidupnya. Partisipasi aktif tersebut bisa berupa bantuan yang berwujud materi, keuangan, tenaga fisik, mental spiritual, ketrampilan atau skill, sumbangan pikiran atau nasihat yang konstruktif, sampai hanya berdoa kepada Tuhan ( Abdillah, 2011).Gotong royong juga sering ditemukan dalam sebuah organisasi yang aktif. Peran dan posisi mahasiswa dalam prespektif kehidupan berbangsa dan bernegara, merupakan hal yang menarik sepanjang dinamika kehidupan mahasiswa. Hampir menjadi kenyataan yang lazim bahwa gerakan mahasiswa terutama didunia ketiga memainkan peran yang sangat aktif pada posisi sentral di dalam perubahan sosial-politik dan hampir tak satupun penguasa di negara-negara berkembang yang mengabaikan posisi sosial dan pentingnya representasi politik serta dampak aspirasi dari golongan muda berpendidikan tinggi ini. Sehingga pemerhati sosial tidak mengabaikan fungsi mereka dalam sistem sosial politik baik di negeri maju maupun berkembang, termasuk di Negara Indonesia. Sikap gotong royong dilakukan masyarakat Indonesia dalam kehidupannya memiliki peranan dan manfaat yang sangat penting. Adanya gotong royong pekerjaan yang rumit akan segera terselesaikan, pembangunan fisik maupun non fisik akan cepat terlaksana apabila semua masyarakat berpartisipasi didalamnya. Bidang ekonomi pun diharapkan adanya peran serta masyarakat dalam bergotong royong, memajukan perekonomian keluarga, bangsa, dan juga dalam hal perekonomian kelompok. Hal ini tertuang dalam Pasal 33 Ayat 1 Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 BAB XIV.Mahasiswa yang aktif berorganisasi secara konsisten semata-mata memiliki pemahaman bahwa organisasi kemahasiswaaan merupakan sebuah sarana yang efektif dalam mengkader dirinya sendiri untuk kedepan. Sebagian diantaranya masih mempunyai keyakinan pandangan bahwa, kampus merupakan tempat menimba ilmu yang tidak terbatas hanya kepada pelajaran semata. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, sistematis, terorganisasi, terpimpin, dan terkendali. Memanfaatkan sumberdaya, sarana-prasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi, sedangkan organisasi mahasiswa yang berisikan mahasiswa. Kemudian organisasi mahasiswa dibedakan menjadi 2, yaitu internal dan eksternal kampus.Mahasiswa mempunyai peran yang double, pertama sebagai kaum terpelajar yang kedua sebagai anggota dari masyarakat. Peran mahasiswa dengan sendirinya juga menjadi lebih besar karena memainkan dua peran sekaligus. Mahasiswa mempunyai kekuatan dalam daya nalar dan keilmuannya menyelesaikan permasalahan sosial. Unsur penting dari ilmu dan daya pikir itu adalah identitas nilai moral yang harus di junjung tinggi. Perguruan tinggi adalah institusi yang tidak sekedar untuk kuliah, mencatat pelajaran, pulang dan tidur. Perguruan tinggi adalah tempat penggemblengan mahasiswa dalam melakukan kontempelasi dan penggambaran intelektual agar mempunyai idealisme dan komitmen perjuangan sekaligus tuntutan perubahan.Organisasi kemahasiswaan intra perguruan tinggi adalah wahana dan sarana pengembangan diri mahasiswa ke arah perluasan wawasan dan peningkatan kecendekiawanan serta integritas kepribadian untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan/atau menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian, mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan tarap kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.Berdasarkan pengertian dan jabaran diatas, peneliti tertarik dengan nilai gotong royong yang dilakukan antar anggota dalam program kerja atau kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh salah satu Organisasi Mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial, yaitu Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan tahun 2016-2017. Adanya penelitian ini akan memberikan dan juga mengungkap fakta pelaksanaan nilai gotong royong dalam kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan, tentunya pada organisasi mahasiswa yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila. BAHASANA. Program Kerja Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Tahun 2017.Setelah struktur organisasi Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Periode 2017 telah tersusun berdasarkan karakter masing-masing anggota dan melanjutkan program kerja yang akan dilaksanakan selama satu tahun.  Mahasiswa merupakan bagian dari civitas akademika, yaitu kelompok intelektual dalam bidang pendidikan atau keilmuan masing-masing. Kelompok Intelektual, mahasiswa diharapkan memiliki penguasaaan yang baik atas ilmu dan pengetahuan yang dimiliki untuk selanjutnya agar memanfaatkan ilmu tersebut  dipergunakan dengan baik dalam perkembangan kehidupan dirinya sendiri maupun kehidupan masyarakat pada umumnya. Mahasiswa yang memiliki potensi yang sangat besar dalam perkembangan kehidupan bangsa diperlukan adanya institusi kemahasiswaan untuk mengembangkan bakat, minat, ide, kreasi, inovasi yang dimiliki melalui Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). Himpunan Mahasiswa Jurusan berperan sebagai fasilitator bagi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuanya sebagai kaum intektual.Berdasarkan Buku Tahunan Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan (2017:20), bahwa HMJ ini mempunyai peran yang sangat penting untuk membentuk karakter keorganisasian, kepribadian, dan melatih kemampuan berorganisasi sebagai bekal untuk terjun di masyarakat nantinya. Ada delapan program kerja yang dilaksanakan oleh HMJ hkn selama satu tahun, tetapi dibagi menjadi dua kuartal yang masing-masing kuartal dilaksanakan selama 6 bulan.Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan berhasil mewujudkan suatu acara yang tidak hanya dari sisi akademiknya saja tetapi juga mendukung moral para anggota, peserta, dan juga mahasiswa jurusan Hukum dan Kewarganegaraan untuk memiliki rasa kekeluargaan, kreatif, berfikir kritis, inovatif seperti yang terdapat pada visi misinya. Terdapat 8 program kerja yang sudah dilaksanakan oleh HMJ HKn adalah sebagai berikut;(1) English Dialogue Competition;(2) dialog lintas agama;(3) bedah buku “Jalan Demokrasi Kita”;(4) HKn berbakti 2017;(5) olimpiade PPKn nasional;(6) latihan kepemimpinan Pancasila;(7) pekan seni ke-54 jurusan hukum dan kewarganegaraan 2017; dan(8) seminar nasional dan call for paper. B. Nilai Gotong Royong yang Terkandung pada Program Kerja HMJ HKn Tahun 2017Nilai Gotong Royong yang Terkandung dalam Program Kerja HMJ HKn. Gotong royong yang dilakukan tidak hanya berupa fisik, tetapi juga berupa non fisik. Kegiatan gotong royong yang berupa fisik misalnya saling membantu mendekorasi panggung, memasang banner, memasang baliho, menyiapakan meja presensi dan konsumsi, dan juga persiapan yang membutuhkan tenaga lainnya. Sedangkan gotong royong non fisik diperlihatkan dengan adanya masukan sebagai saran atau sebagai kritikan, ide-ide, dan juga bisa membantu pemecahan masalah yang dihadapi. Seperti halnya dalam mencari sponsor acara, dan apabila pemateri tiba-tiba membatalkan tidak bisa hadir, bisa membantu mencarikan lewat link yang dimiliki. Nilai gotong royong yang terkandung dalam program kerja Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan 2017, nilai nilai yang tekandung, yaitu:(1) kebersamaan;(2) persatuan;(3) rela berkorban; dan(4) tolong menolong. Keempat nilai tersebut yang terkandung dalam kegiatan oleh Himpunana Mahasiswa Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Tahun 2017. C. Pelaksanaan Nilai Gotong Royong dalam Program Kerja HMJ HKn 2017Pelaksanaan Nilai Gotong Royong dalam Program Kerja HMJ HKn Tahun 2017. Berbagai nilai yang terkandung dalam program kerja dan berikut pelaksanaan nilai gotong royong dalam program kerja HMJ HKn tahun 2017;(1) pelaksanaan nilai kebersamaan, yang tercermin dalam bersatunya pada saat pelaksanaan program kerja yang dilaksanakan oleh semua anggota tanpa memandang dari berbagai offering maupun kelompok lainnya;(2) pelaksanaan nilai persatuan, yang tercermin pada persiapan pra acara yang dilakukan dengan bersama dengan tujuan yang sama;(3) pelaksanaan  rela berkorban, yang tercermin pada dengan membagi waktu jadwal kuliah dan melaksanakan tugas atau mengikuti rapat di HMJ dengan merelakan waktu berjalan-jalan, bermain dengan teman-teman satu geng; dan(4) pelaksanaan tolong menolong, yang tercermin pada semua anggota yang dalam sie ini bisa bekerja atau melakukan tugasnya saat tugas dari sie lainnya sudah selesai pasti ada yang membantu untuk menyelesaikan tugas dari sie lainnya. Keempat pelaksanaan nilai gotong royong yang sudah dilakukan sudah terlihat dengan baik. D. Kendala dalam Pelaksanaan Nilai Gotong Royong dalam Program Kerja HMJ HKn Tahun 2017Beberapa kendala yang terjadi dalam Pelaksanaan Nilai Gotong Royong dalam Program Kerja HMJ HKn Tahun 2017. Ada dua faktor yang menjadi kendala, yaitu faktor Internal dan faktor eksternal. Faktor internal di sebabkan oleh lingkup anggota sendiri karena terdapat perbedaan pendapat yang terjadi, kurangnya kepekaan sosial yang dimiliki anggota HMJ, dan juga kurangnya kesadaran akan tanggung jawab yang dimiliki. Selanjutnya kendala yang disebabkan dari luar atau eksternal yaitu perbedaan jadwal kuliah dan juga keikutsertaan anggota HMJ yang mengikuti kegiatan lain. E. Solusi untuk Mengatasi Kendala dalam Pelaksanaan Nilai Gotong Royong dalam Program Kerja HMJ HKn Tahun 2017Beberapa solusi yang pernah digunakan dalam menangani kendala yang ada. Solusi tersebut yaitu pertama evaluasi panitia, hal ini dilakukan untuk mengingatkan anggota yang tidak melaksanakan tugas sesuai dengan yang sudah direncanakan dan yang terpenting mengevaluasi kesalahan yang terjadi agar tidak terjadi pada kegiatan selanjutnya. Kedua, adanya teguran dari ketua umum atau pun antar anggota sendiri, teguran ini bermaksud untuk mengingatkan kembali tanggung jawab agar menyelesaikan tugas yang diberikan. Dan yang ketiga membentuk panitia lapangan pada saat kegiatan berlangsung, panitia lapangan ini bertujuan dilakukan untuk menjaga agar keadaan bisa disiplin dan juga aman. SIMPULAN DAN SARANBerdasarkan uraian informasi pada bagian bahasan, berikut ini disajikan simpulan dan saran yang linier dengan informasi tersebut. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang sudah diuraikan mengenai pelaksanaan nilai gotong royong pada kegiatan Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Tahun 2017 pada bagian ini dapat dikemukakan kesimpulan peneliti adalah terdapat delapan program kerja yang dilakukan selama satu tahun dan dibagi menjadi dua kuartal yang masing-masing dilaksanakan selama enam bulan. Program kerja yang diselenggarakan meliputi English Dialogue Competition, dialog lintas agama, bedah buku “Jalan Demokrasi Kita”, HKn berbakti 2017, olimpiade PPKn nasional, latihan kepemimpinan Pancasila, pekan seni ke-54 jurusan hukum dan kewarganegaraan 2017, dan seminar nasional dan call for paper. Nilai gotong royong yang tercermin pada kegiatan yaitu kebersamaan, persatuan, rela berkorban, dan tolong menolong. Dalam pelaksanaan nilai gotong royong sudah terlaksana dengan baik dan dilakukan pada setiap program kerja yang berjalan. Kendala yang ditimbulkan dalam pelaksanaan nilai gotong royong yaitu dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal  di sebabkan oleh lingkup anggota sendiri karena terdapat perbedaan pendapat yang terjadi, kurangnya kepekaan sosial yang dimiliki anggota HMJ, dan juga kurangnya kesadaran akan tanggung jawab yang dimiliki. Selanjutnya kendala yang disebabkan dari luar atau eksternal yaitu perbedaan jadwal kuliah dan juga keikutsertaan anggota HMJ yang mengikuti kegiatan lain. Solusi untuk mengatasi kendala yang ada yaitu dengan evaluasi panitia yang dilakukan pada saat selesainya acara, dengan teguran bertujuan untuk menyadarkan tanggung jawab dan juga mengingatkan kembali tugas yang belum diselesaikan, dan terakhir pembentukan panitia lapangan yang bertujuan untuk mendisiplinkan peserta dan panitia agar tidak molor waktunya. Saran 1. Bagi Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan seharusnya memberikan kegiatan yang mencerminkan gotong royong setiap semesternnya, untuk melatih dan membiasakan mahasiswa mahasiswi untuk membudayakan budaya gotong royong.2. Bagi Mahasiswa Jurusan Hukum dan kewargganegaraan seharusnya selalu mengaktualisasikan budaya gotong royong pada lingkungan kampus ataupun tempat tinggal dan juga mengaktualisasikan nilai-nilai pancasila disetiap kehidupan sehari-hari.3. Bagi Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan agar setiap tahunnya selalu memberikan inovasi dan kreatifitas di setiap kegiatan dalam program kerja yang akan diselenggarakan. Dan untuk program kerja HKn Berbakti ataupun bakti sosial bisa menanyakan kepada LP2M untuk daerah-daerah terpencil ataupun desa yang membutuhkan bantuan  dan binaan dari orang luar. Karena setiap tahunnya pasti mengadakan KKN untuk mahasiswa di UM, jadi pihak LP2M pasti mempunyai rekapan ataupun pandangan untuk daerah yang cocok digunakan untuk Bakti Sosial.4. Bagi anggota Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan yang sedang berjalan ataupun mahasiswa yang berniat untuk menjadi bagian dari HMJ HKn agar selalu menjaga komitmen dan tanggung jawab pada setiap keputusan yang diambil.5. Bagi peneliti lain atau calon peneliti perlu adanya penelitian lebih lanjut sehingga dalam penulisan dapat berkembang dari penelitian ini lebih besar cakupannya.6. Bagi seluruh mahasiswa dan pembaca, penelitian ini diharapkan bisa memberikan tambahan pengetahuan, informasi, dan referensi. DAFTAR RUJUKANAbdillah, Baiquni, 2011, Gotong-Royong Cermin Budaya Bangsa dalam Arus Globalisasi, STMIK Amikom, Yogyakarta Adisaputro, Gunawan. 2010. Manajemen Pemasaran (Analisis Untuk Perencanaan Strategi Pemasaran). Yogyakarta: Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN.Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT.Rineka Cipta.Bertens, K. 2007. Etika. Jakarta: PT. Gramedia Pusaka Umum. Bintarto, S. 1980. Gotong Royong Suatu Karateristik Bangsa Indonesia. Surabaya: Bina Ilmu. Buku Tahunan Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Dan Kewarganegaran Tahun 2017.Bungin, Burhan.2007. Metodologi Penelitian Kualitatif (Aktualisasi Metodologis Kearah Ragam Varian Kontemporer. Jakarta : Rajawali Press. Bungin, M. Burhan, 2008. Penelitian kualitatif; Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya, Jakarta: KencanaBodgan, Robert C. dan Sari Knopp Biklen, Qualitative Research for Education: an Introduction to Theories and Methods, Fifth Edition, USA: Pearson. 2006.Creswell, John W 2002.  Research Design: Qualitative and Quantitative Approaches. London: Sage  Publications.Gottschalk, Louis. 1986. Understanding History; A Primer of Historical Method (terjemahan Nugroho Notosusanto). Jakarta: UI Press. Hasibuan, Malayu S.P. 2011. MANAJEMEN: Dasar, Pengertian, dan Masalah. Jakarta: PT Aksara. Herimanto dan winarno. 2010. Ilmu Sosial & Budaya Dasar. Jakarta. PT. Bumi Aksara. Kaelan. 2004. Pendidikan Pancasila.Yogyakarta:Paradigma. Koentjaraningrat. 1974, Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan, Gramedia, JakartaMelis.2016. Analisis Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan. Kendari : Universitas Halu Oleo press. Mulyana, Deddy. 2008. Ilmu Komunikasi: suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.Moleong, Lexy J.2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.Silalahi, Uber. 2011. Asas-asas Manajemen. Bandung: Refika Aditama.Subagyo. 2012.Gotong Royong dalam Kehidupan Bermasyarakat. Jakarta: Rineka Cipta.Sugiyono, 2008. Metode Penelitian kuantitatife, Kualitatife, dan R & D. Bandung: ALFABETA.Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : AlfabetaSugiyono. 2011. Metode Penelitian Pendidikan : Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta. Sugiyono. 2012. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: CV Alfabeta. Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan R&D). Bandung: CV Alfabeta. Sukardi. 2013. Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya, Jakarta: Penerbit Bumi Aksara

    SEMINAR MOTIVASI PRODUKTIF SEBAGAI LANGKAH UNTUK MENGURANGI PERILAKU KONSUMTIF

    No full text
    SEMINAR MOTIVASI PRODUKTIF SEBAGAI LANGKAH UNTUK MENGURANGI PERILAKU KONSUMTIF Apriliawati Universitas Negeri Malang Jalan Semarang Nomor 5 Surel : [email protected]   Abstrak Pada artikel ini disajikan informasi mengenai solusi penanganan masalah konsumerisme yang terjadi di Indonesia. Solusi ini berupa pengadaan seminar motivasi produktif untuk meminilasisasi perilaku konsumtif masyarakat Indonesia. Hasil akhir dari pemanfaatan solusi ini adalah workshop yang lebih gercar dilakukan untuk mengenali peluang usaha yang ada.   Kata Kunci : Konsumerisme, perilaku konsumtif, seminar, peluang. Pembangunan di Indonesia, khususnya sejak era Orde Baru yang memanfaatkan teknologi Barat dan modal asing telah melahirkan nilai-nilai baru dalam masyarakat yang menggeser kebudayaan tradisional. Seiring dengan pergeseran nilai, konsumerisme juga menyebar luas, baik di perkotaan maupun di pedesaan di Indonesia. Ini membuktikan bahwa dengan modernisasi yang menggunakan teknologi Barat serta masuknya modal asing, bangsa Indonesia tidak dapat mencegah masuknya kebudayaan asing yang perlahan-lahan menyisihkan kebudayaan asing yang secara perlahan-lahan menyisihkan kebudayaan tradisional serta dilengkapi dengan tumbuhnya konsumerisme. Konsumerisme adalah suatu pandangan atau cara melindungi publik dengan memberitahukan tentang barang-barang yang berkualitas buruk dan tidak aman dipakai (Sembiring, 2005) Indonesia sebagai Negara berkembang menjadi negara yang dilirik bagi para kapitalis dalam mengembangkan teori modernism yang berujung pada konsumerisme. Indonesia memang belum mampu bersaing dari segi ekonomi jika dibandingkan dengan negara-negara maju atau kapitalis. Maka disinilah negara-negara maju atau kapitalis. Maka disinilah negara-negara maju mengeruk keuntungan sebesar-besarnya. Menurut data statistic keuangan yang dilansir dari detik.com disebutkan bahwa rakyat Indonesia yang membuang atau mengganti computer sebanyak 315 juta dan seratus juta telepon genggam pertahun (2011). Banyak gedung sebagai pusat belanja, mall atau pusat perbelanjaan, kartu kredit dan kemudahan tersebut membuat masyarakat Indonesia sebagai masyarakat yang konsumerisme dan lupa akan jati diri sesungguhnya sebagai negara yang juga memiliki ragam kebudayaan tradisional. Masyarakat Indonesia lupa bahwa semua itu hanya rekayasa yang dibuat oleh para kapitalis untuk mencapai cita-cita mereka yaitu untuk menakhlukan denia dengan system modernisasi seperti sekarang ini melalui proses globalisasi. Arus konsumerisme yang melanda negara-negara berkembang seperti Indonesia mengondisikan masyarakat untuk hidup boros. Oleh karena itu, sudah saatnya memerangi budaya konsumerisme. Dengan pembelajaran kewirausahaan, seminar motivasi produktif, aksi cinta produk dalam negeri, dan pembekalan ilmu kepada anak mengenai perilaku konsumsi sejak dini. Diharapkan dengan beberapa solusi tersebut dapat mengurangi budaya konsumerisme di Indonesia.   BAHASAN Pada bagian ini dijelaskan secara spesifik mengenai (1) konsep dasar, (2) langkah realisasi, (3) kelebihan dan kekurangan seminar motivasi produktif. Konsep Dasar Seminar Motivasi Produktif Seminar merupakan suatu pertemuan atau persidangan untuk membahas suatu maslah dibawah pimpinan ketua siding (guru besar atau seorang ahli). Masalah yang dibahas dalam suatu seminar dapat mencakup masalah sehari-hari atau kegiatan di dalam kehidupan masyarakat. Masalah yang diusung dapat masalah yang sedang marak diperbincangkan di masyarakat maupun masalah yang sekedar ingin dicari solusinya. Menurut Maidar G Arsyad seminar adalah suatu pertemuan yang bersifat ilmiah untuk membahas produktivitas dalam berwirausaha agar mendapatkan keputusan bersama mengenai masalah yang sedang diperbincangkan. Seminar dapat dilakukan oleh lembaga formal maupun non formal. Seminar merupakan forum diskusi guna memecahkan permasalahan yang dapat dilaksanakan digedung pertemuan. Seminar motivasi produktif dihadiri oleh beberapa ahli dibidang masing-masing seperti magister ekonomi dan wirausahawan muda. Peserta diskusi yang ditargetkan berasal dari kalangan mahasiswa dan juga masyarakat umum. Adapun tujuan dari seminar motivasi produktif adalah memberikan motivasi sehingga mampu membuka wawasan para peserta seminaryang semakin luas. Selain itu juga diberikan pembekalan berwirausaha untuk mencetak jiwa seseorang wirausahawan. Perlunya seminar motivasi produktif untuk membentuk jiwa yang paham membuka peluang usaha yang ada serta mengurangi jumlah konsumerisme dikalangan masyarakat. Langkah-Langkah Pelaksanaan Seminar Motivasi Produktif Dalam pelaksanaan atas realisasi seminar motivasi produktif diperlukan tiga langkah pokok yakni,   Tahap Persiapan Pada langkah persiapan meliputi (a) menentukan tema sebagai bahasan diskusi dalam hal ini telah dipilih konsumerisme dengan solusi berupa pelaksanaan seminar motivasi produktif, (b) menghadirkan pemateri sesuai dengan keahlian dan bidang yang sesuai dengan tema, (c) penyewaan gedung untuk pelaksanaan seminar, (d) pembuatan pamflet semenarik mungkin agar khalayak umum yang melihat menjadi tertarik mengikuti seminar motivasi produktif, (e) penyebaran pamflet dan publikasi, baik melalui media cetak seperti pengedaran pamflet maupun jejaring online, (f) registrasi peserta seminar bisa menghubungi nomor yang telah dicantumkan dalam pamflet.   Tahap Pelaksanaan Pada tahap pelaksanaan terdapat beberapa langkah yakni (a) perangkat seminar seperti moderator, pemateri dan notulis sesuai dengan fungsinya masing-masing, (b) penyampaian materi dari ahli ekonomi, (c) pemberian motivasi dari wirausahawan, (d) sesi tanya jawab antara peserta seminar dengan pemateri atas pertanyaan atau argumen yang kurang jelas maupun pertanyaan mengenai bahasan, (e) peserta diminta berkelompok untuk menerima games berupa penyelesaian masalah yang harus didiskusikan dengan solusi sekreatif mungkin.   Tahap Evaluasi Pada tahap evaluasi terdapat beberapa langkah, meliputi (a) pemberian kuisioner kepada peserta seminar untuk mengetahui output dari pelaksanaan seminar, (b) pemberian kritik dan saran apabila ada, (c) dilihat dari jumlah pendaftar jika melebihi target peserta maka bisa dikatakan bahwa seminar motivasi produktif yang dilaksanakan sukses karena antusias masyarakat yang baik.   Kelebihan dan Kekurangan Pelaksanaan seminar motivasi produktif memiliki kelebihan yakni (1) member motivasi berwirausaha, melalui pemaparan pemateri sekaligus pengalaman pribadi yang dilalui pemateri sehingga mampu membangkitkan semangat peserta seminar untuk berwirausaha, (2) membangkitkan pikiran yang logis dari peserta, argument-argumen yang dikemukakan dalam seminar diharapkan mampu mengajak peserta berpikir dan juga melihat permasalahan dari berbagai sudut pandang yang berbeda, (3) meningkatkan keterampilan berwirausaha, di seminar ini selain memberikan penjelasan mengenai wirausaha juga diberikan tips-tips agar seseorang tersebut terampil dalam berwirausaha. Kekurangan dari pelaksanaan seminar motivasi produktif yakni (1) membutuhkan banyak waktu baik untuk pemaparan materi dari pemateri maupun dari sesi tanya jawab, (2) perlu menghadirkan pemateri yang ahli dalam bidang ekonomi dan wirausaha, (3) partisipasi dari peserta yang kurang karena keaktifan hanya dari beberapa peserta saja sedangkan peserta lain hanya menjadi pendengar.   SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan uraian informasi pada bagian bahasa, berikut disajikan simpulan dan saran yang linier dengan informasi tersebut.   Simpulan Seminar motivasi produktif pada umumnya dilaksanakan digedung pertemuan dengan dihadirkan pemateri yang ahli dibidang ekonomi. Seminar ini ditujukan kepada khalayak umum baik mahasiswa maupun masyarakat yang ingin mengetahui secara lebih mendalam mengenai berwirausaha. Masalah yang dibahas pada seminar disesuaikan dengan tema yang diusung pada seminar. Seminar ini memberikan motivasi serta pembekalan untuk membangun suatu usaha atau menjadi seorang wirausahawan untuk membentuk pemikiran yang kreatif. Persiapan untuk melakukan seminar motivasi produktif seperti penyewaan gedung dan undangan untuk pemateri dilakukan pada 2 minggu sebelum diadakan seminar. Seminar ini diadakan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peseta didik untuk menanyakan pemaparan yang belum dapat dipahami maupun masalah lain yang perlu didiskusikan dalam seminar tersebut. Ciri khas yang membedakan seminar ini dengan seminar lain yaitu adanya kuisioner yang diberikan kepada peserta sekaligus untuk memberikan kritik maupun saran mengenai berlangsungnya seminar tersebut. Seminar ini memberikan motivasi berwirausaha agar para peserta seminar mampu membuka lapangan pekerjaan berdasarkan peluang yang ada. Seminar ini juga memberikan pembekalan berupa tips-tips serta cerita pengalaman pribadi dari pemateri seminar. Namun kurangnya partisipasi serta keaktifan dari peserta yang hadir dalam seminar menyebabkan kurang berjalan dengan lancar acara seminat ini. Jadi pemateri maupun moderator harus sering-sering memberikan ice breaking.   Saran Berdasarkan informasi yang telah dibahas dalam bahasan, pelaksanaan seminar motivasi produktif sudah cukup bagus dijadikan sebagai salah satu cara atau pilihan alternatif untuk meminimalisasi konsumerisme dikalangan masyarakat. Namun banyaknya waktu yang dapat menyebabkan peserta kurang tertarik menghadiri acara seminar. Oleh karena itu, pada pembuatan pamflet semenarik mungkin serta gencar melakukan publikasi agar mampu meningkatkan keingin peserta untuk hadir. mengenai tata cara pelaksanaan seminar motivasi produktif sudah sangat bagus apabila setiap perangkat sesuai dengan fungsinya amsing-masing. Untuk itu demi seminar motivasi produktif dapat terlaksana dengan baik diperlukan dukungan semua pihak terkait dan harus lebih ditingkatkan lagi.   DAFTAR RUJUKAN Akbar, Aidil. 2011. Mewaspadai Konsumerisme di Indonesia, (online) https://m.detik.com/finance/perencanaan-keuangan/d-1719933/mewaspadai-konsumerisme-di-indonesia Diakses pada 16 Oktober 2016 Arsjad, Maidar G dan Mukti U.S. 2005. Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga Sembiring. 2005. Karakterteristik Perusahaan dan Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial: Studi Empiris pada Perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Jakarta. Paper Presented at the Seminar Nasional Akutansi, Sol

    0

    full texts

    859

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇