At-Taqaddum
Not a member yet
    185 research outputs found

    KEMAMPUAN MEMAHAMI PERCAKAPAN MENGGUNAKAN BAHASA INDONESIA BAGI MAHASISWA ASING DI UIN WALISONGO SEMARANG

    Full text link
    This article discusses the understanding of conversation skills using Bahasa. Respondents of this article were foreign students from South Thailand. They registered in UIN Walisongo Semarang in various departments and academic years. The ability to listen Bahasa was an indicator in this research. The 37 respondents were students from 2012 till 2016, who aged between 20 to 28 years old. The 25 students were female while the 12 others were male students. Data were collected using questionnaires. The article result shows that the average of students’ ability to listen Bahasa is in score 20. This score is 19 to 20, it occupied in the medium category. The category used five standard intervals, namely very high, high, medium, low, and very low. The summary of this research is the understanding the skill of conversation of foreign students using Bahasa is in a medium category

    IMPLEMENTASI DISCOVERY LEARNING DENGAN BANTUAN PROGRAM CABRI 3D PADA MATERI POKOK DIMENSI TIGA KELAS X-A

    Full text link
     Artikel ini membahas tentang penerapan model pembelajaran discovery learning  berbantuan program Cabri 3D untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik materi pokok dimensi tiga. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil belajar peserta didik kelas X materi dimensi tiga tahun pelajaran 2013/ 2014 yang kurang dari KKM yaitu 75, dimana dari 54 peserta didik kelas X, hanya ada lima peserta didik yang tuntas, sedangkan rata-rata secara keseluruhan adalah 63,06 dengan persentase ketuntasan sebesar 9,26%. Hal ini disebabkan oleh peserta didik yang belum menguasai konsep-konsep dimensi tiga dan kesulitan dalam mengabstraksi model atau permasalahan pada dimensi tiga.Penelitian ini bertujuan untuk menjawab rumusan masalah: apakah penerapan model pembelajaran discovery learning berbantuan program Cabri 3D dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik materi pokok dimensi tiga kelas X-A MA Al Bidayah Candi Bandungan Tahun Pelajaran 2014/2015. keberhasilan penelitian ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan hasil belajar di atas KKM yaitu 75 dan persentase ketuntasan peserta didik pada setiap siklusnya.Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas. Subjek penelitiannya adalah peserta didik kelas X-A MA Al Bidayah Candi Bandungan Kabupaten Semarang tahun pelajaran 2014/ 2015 sebanyak 20 peserta didik. Data dikumpulkan dengan metode dokumentasi, observasi, dan tes. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis deskriptif serta menentukan rata-rata hasil belajar dan persentase ketuntasan belajar.Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata hasil belajar dari siklus I ke siklus II meningkat dari 63,89 ke 83,13 atau sebesar 19,24 poin dan ketuntasan belajarnya meningkat dari 38,89% ke 80% atau sebesar 41,11%. Penerapan model pembelajaran discovery learning berbantuan program Cabri 3D dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Namun tidak serta merta dapat meningkatkan hasil belajar, karena hal ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pengelolaan kelas, kemampuan peserta didik, konsentrasi peserta didik, ketelitian, dan sebagainya. Sehingga disarankan kepada guru agar melakukan pembelajaran inovatif, bervariasi, dan memanfaatkan media dalam menunjang proses pembelajaran

    Identifikasi Spatial Pattern dan Spatial Autocorrelation pada Indeks Pembangunan Manusia Provinsi Papua Barat Tahun 2012

    Full text link
    One of the support aspect the country development is human resource quality. When we talking about human resource quality, it’s not separated with human development. The international standard of human development is Human Development Index (HDI). HDI becomes important indicator in West Papua province which is one of the youngest provinces in Papua. There is spatial effect of human development condition among districts in West Papua. Spatial Pattern and Spatial Autocorrelation as statistical methods can be used to identify HDI dependency among districts in West Papua. The statistical tests on Spatial Autocorrelation has found that there was no spatial independency of HDI on 2017 among districts in West Papua province.================================================== Salah satu aspek yang mendukung pembangunan suatu negara adalah kualitas sumber daya manusia. Berbicara mengenai kualitas sumber daya manusia maka tidak lepas dengan pembangunan manusia. Ukuran standar pembangunan manusia yang dapat digunakan secara internasional yaitu Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI). IPM menjadi hal yang penting bagi Provinsi Papua Barat mengingat Papua Barat menjadi salah satu provinsi termuda hasil pemekaran wilayah Provinsi Papua. Sangat dimungkinkan adanya pengaruh spasial pada kondisi pembangunan manusia antar kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat. Spatial Pattern dan Spatial Autocorrelation menjadi metode statistika yang dapat mengidentifikasi adanya dependensi IPM antar kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat. Dengan beberapa pengujian statistik Spatial Autocorrelation menghasilkan bahwa tidak terdapat dependensi spasial terhadap angka IPM pada tahun 2012 antar kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat. 

    ESENSI PROGRAM BIMBEL MANASIK HAJI UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

    Full text link
    Hajj is the perfect worship of the pillars of Islam that became the goal of all Muslims in the world. So many hajj pilgrims who register to go to the Holy Land every year. Hajj implementation annually put aside various problems. One of them is not the optimal of the hajj manasik given by Ministry of Religion  and the long departure time of hajj, while the candidate is dominated by the elderly (elderly). The ministry has a great desire to form an independent hajj, so becomes an important issue to be observed. Writing scientific paper aims to provide a good view to the Ministry of Religious Affairs or the guidance of pilgrimage to provide hajj manasik not just a manasik in general, but really oriented to empowering prospective pilgrims to form an independent hajj. Some of things that must be done is first to use the right methods such as Affirmation and Repetition and PAIKEM, both utilizing long waiting times with useful activities.Such as training in making signs of haj pilgrimage (such as marking ribbons, masks, or slendang neck), training planting of live pharmacies, and making some goods to prepare for the departure of pilgrimage (eg small bags for storage of goods and others). Third is to grow independent congregations in a way more opportunities to meet with other congregations in order to grow optimism in prospective pilgrims. ==================================================Haji merupakan ibadah penyempurna rukun Islam yang menjadi tujuan seluruh muslim di dunia. Sehingga setiap tahun banyak jama’ah haji yang mendaftarkan diri untuk berangkat ke Tanah Suci. Pelaksanaan Haji setiap tahunnya menyisihkan problematika bermacam-macam, salah satunya ialah belum optimalnya manasik haji yang diberikan oleh Kemenag dan waktu tunggu keberangkatan haji yang lama, sedangkan calon jamaah di dominasi oleh lansia (orang lanjut usia). Kementrian sendiri memiliki keinginan besar untuk membentuk haji mandiri, maka demikian itu menjadi permsalahan yang penting untuk di teliti. Penulisan karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk memberikan pandangan baik kepada Kemenag atau bimbel haji agar memberikan mansik haji tidak hanya sekedar manasik pada umumnya, tetapi betul-betul berorientasi pada pemberdayaan calon jamaah agar membentuk haji mandiri. Beberapa hal yang harus dilakukan ialah pertama menggunakan metode yang tepat seperti Affirmation and repetition dan PAIKEM, kedua memanfaatkan waktu tunggu yang begitu lama dengan kegiatan-kegiatan bermanfaat seperti Bersama-sama dalam pembuatan tanda-tanda perbekalan haji, seperti pembuatan tanda pita, masker, atau slendang leher, melatih penanaman tanaman apotik hidup, dan pembuatan beberapa barang untuk memepersiapkan keberangkatan haji, misalnya tas-tas kecil untuk penyimpanan barang dan lainnya. Ketiga ialah dengan menumbuhkan jamaah mandiri dengan cara lebih banyak memberikan peluang temu dengan jamaah lain agar tumbuh optimisme dalam diri calon jamaah

    PERLINDUNGAN TERHADAP HARGA KOMODITAS PASAR (Telaah Pemikiran Ibn Taimiyyah)

    Full text link
     ABSTRACTThe Name of Ibn Taimiyyah often identified to Wahabi’s movement. The thought of Taimiyyah often blamed for the influence to Jihadist movement. So the research about Ibn Taimiyah’s thougt very important to do. In the exploration in Taimiyyah’s concept,  the writer found some pieces of Taimiyya’s teachigs relevant to  the current theories. One of them is the Price Formation in the Market and the role of Government in making the Price Regulation. And Taimiyyah’s Statements corespondent to Adam Smith’s Classical Economic Theory. Furthermore, islam have managed about price market protection. This Paper will discuss about the mechanism of price formation in market, the inhabiting factors in Price Formation in Market, the dangers caused by monopoly, and How islam have managed the economic behaviour. This Paper will discuss these themes according to Ibn Taimiyyah thoughts. ==================================================ABSTRAK Nama Ibn Taimiyyah sering diidentikkan dengan gerakan Wahabiah. Pemikiran Ibn Taimiyyah sering dijadikan kambing hitam karena pengaruhnya terhadap gerakan jihadis. Sehingga, penelitian terhadap pemikiran Ibn Tamiyyah penting dilakukan. Dalam melakukan eksplorasi terhadap pemikiran Ibn Tamiyyah, penulis menemukan beberapa bagian dari tulisan Ibn Taimiyyah yang sebenarnya relevan terhadap teori masa kini. Salah satu nya tentang Pembentukan Harga di Pasar dan Peran pemerintah dalam melakukan regulasi harga. Dan pernyataan-pernyataan Ibn Taimiyyah ternyata banyak yang sesuai dengan teori ekonomi, bahkan menyerupai teori ekonomi klasik yang dicetuskan oleh Adam Smith. Padahal Ibn Taimiyyah hidup sekitar 5 abad sebelum teori ekonomi klasik muncul.  Dan sebenarnya dalam islam sendiri terdapat kaedah perlindungan terhadap harga pasar.Tulisan ini mengupas tentang bagaimana mekanisme pembentukan harga di pasar? Faktor apa saja yang menghambat pembentukan harga di pasar? Dan apa peran pemerintah untuk mencegah distorsi terhadap harga di pasar? Apa bahaya monopoli terhadap keseimbangan di pasar? Dan bagaimana etika islam dalam mengatur perilaku ekonomi? Tulisan ini akan membahas tema-tema tersebut dengan menggunakan kerangka pemikiran Ibn Taimiyyah

    THE EFFECT OF COMPETENCIES, COMMITMENT ORGANIZATIONS, AND SUPERVISION ON THE PERFORMANCE OF BOARDING SCHOOL AL-AMIN MOJOKERTO

    Full text link
    The objective of this study was to Assess the effect of competence, organizational commitment, and supervision simultaneously and partially on the performance of employees at the boarding school Al-Amin Mojokerto, and Revealing the factors which most influence on employee performance Pondok Pesantren Al-Amin Mojokerto. This research uses a descriptive quantitative approach with multiple linear regression methods. The sample used in this study is a sample of the population, meaning that all the population of research subjects. The technique of collecting data using questionnaires. From the results, if the data found that competence, organizational commitment, and monitoring the significant effect on the performance of employees at boarding school Al-Amin. This is evidenced by the results of the F test shows that F count larger than F table. Partially each independent variable namely competence, organizational commitment, and supervision significantly influence the dependent variable employee performance as evidenced by t where t is greater than t table

    PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI ANTENA MIKROSTRIP TIGA ARRAY DENGAN STRIPLINE

    No full text
    Telah difabrikasi  antena mikrostrip tiga array dengan stripline yang di cetak  pada substrat  FR4 Double layer  dan dikarakterisasi bekerja pada frekuensi 2,4 GHz. Antena terdiri dari Tiga Array  yang dihubungkan dengan  Stripline. Struktur Antena ini  memiliki ukuran panjang masing-masing array yaitu 30 mm, 25 mm dan 21 mm dengan lebar 3 mm dan jarak antar array adalah 26 mm dan 21.5 mm serta lebar stripline sebesar  1 mm. Hasil karakterisasi pada Frekuensi 2, 4 GHz menunjukkan nilai   return loss  -19.265 dB, VSWR 1.244 dan koefisien refleksi sebesar 0.108. Hal ini  berarti 10,8% sinyal dipantulkan dan 99,02%  sinyal ditransmisikan. Parameter – parameter karakterisasi tersebut mengindikasikan bahwa antena tersebut dapat bekerja sangat baik pada 2,4 GHz

    ANALISIS TERHADAP MANAJEMEN DANA MUDHARABAH DALAM PERBANKAN SYARI’AH

    Full text link
    This study tried to the analyze practices mudharabah fund management in Islamic banking from the perspective of normative and philosophical. Mudharabah is interesting to examine, because the beginning of a substitute interest (riba) is the contract of profit sharing, one of which is based on mudharabah. Mudharabah is also rated as the contract representing equity in the transaction. However, in reality, the application of this mudharabah  is not so simple, there are some problems inside it. The research found some results, among other things: First, the contract of mudharabah is one of contracts that is used by the Islamic bank to manage the funding and financing in order to avoid the practice of interest (riba). Second, ideally, mudharabah  becone  the mainstay products of Islamic banking, both in terms of funding or financing. Because, with the principle of partnership, the two parties are equally benefited. Thirdly, in fact, the bank and the customer will not want for various losses. While the mudharabah practice allows for this. Therefore, it requires tactical steps to minimize the impact of such losses. One of these steps is to conduct the training to prospective mudharib intensively for in terms of professionalism and confidence (trust) it. Further, it requires accompaniment for the candidate of capital manager (mudharib)

    REKONSTRUKSI FILSAFAT ILMU DALAM PERSPEKTIF PEREKONOMIAN YANG BERKEADILAN (Kajian terhadap Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi Ilmu Ekonomi yang Islami)

    No full text
    Indonesia adalah negeri jamrud di khatulistiwa yang kaya raya dengan sumber daya alam, namun demikian kekayaan alam tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan rakyat. Letak kesalahan pengelolaan negeri ini tidak ada yang dapat memberikan penjelasan dengan memuaskan. Tulisan ini hanya sekedar pemikiran untuk memperkaya panduan perilaku Pengelola dan Rakyat Indonesia dalam berekonomi. Negara Indonesia ini telah dihuni oleh Pengelola dan Rakyat yang banyak belajar tentang ilmu pengetahuan yang rasionalis namun kurang memperhatikan rasa. Ilmu pengetahuan yang dilahirkan dari jaman renaissance lebih sekuler. Sekulerisme ilmu pengetahuan sesungguhnya menjadikan manusia berkepribadiaan terbelah (split personality), yakni manusia yang terpisah antara akal dan jiwanya; antara kepintaran dan kesalehan; antara ilmu dan perilaku; antara badan dan ruh. Manusia terdiri dari jiwa atau rasa dan badan. Pemisahan jiwa atau rasa dan badan menjadikan pandangan manusia tidak sebagai manusia yang utuh. Sekularisasi ilmu pengetahuan sebenarnya tidak sesuai dengan cita-cita luhur pendiri Bangsa Indonesia yang menghendaki pembangunan jiwa dan raga. Ilmu barat modern menjadikan alam semakin cepat mengalami krisis multi dimensi. Tulisan ini mengajak kita semua untuk kembali menyatukan antara Ilmu Ekonomi dan Agama, karena Agama adalah sumber ilmu

    The New Waqf Institution in Indonesia

    No full text
    Waqf as religious institution has applicative functions for all moeslems. Since its coming in Indonesia, Waqf had been already performed by ummat for supporting its spread. Even, until now, we can find that many Islamic religious building were constructed on the Waqf assets. For Moeslems, performing waqf as charity action, on the side, become a evidence the high awareness of their adherence to Allah SWT. Therefore, this religious donations practice often was stated that it is not only function as the reflection of personal loyalty to Allah but also function as completion to the social necessities. In Indonesia, its existence is paid serious attention by government. The shape of attention has already come up with the series of some positive regulations. In sociology perspective, this condition brings out new social institution in society, particularly religious institution. So, the institution with its regulative function is expected to be able to complete the less of available religious regulation and to protect the amazing potency of waqf assets. Of course, to carry out this mission needs long period and also strong efforts, mainly everyone who care with this goal and moreover, Government.Because of that, this article will elaborate this problem, including how to institutionalize and internalize the new institution. Because, the new institution will work effectively while has already passed the process. It means the strategic to do that becomes the essential step to encourage the new institution, namely Waqf as religious institution

    124

    full texts

    185

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    At-Taqaddum
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇