Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan
Not a member yet
    247 research outputs found

    PREVALENSI DIABETES MELLITUS TIPE 2 PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI KABUPATEN TEMANGGUNG JAWA TENGAH

    No full text
    Latar belakang: Diabetes mellitus tipe 2 (DM tipe 2) pada pasien tuberkulosis akan menghambat kesembuhan pengobatan. Tujuan: Mengetahui prevalensi DM tipe 2 pada pasien tuberkulosis di Kabupaten Temanggung. Metode: Ini merupakan penelitian cross-sectional dengan responden adalah pasien tuberkulosis baru yang berobat di puskesmas di wilayah Kabupaten Temanggung. Pemeriksaan kadar gula darah sewaktu dilakukan menggunakan rapid test dengan pembuluh darah kapiler. Responden dengan kadar gula darah sewaktu > 120 mg/dl akan dites kembali menggunakan metode enzimatik dengan pembuluh darah vena. Dikategorikan sebagai DM tipe 2 jika kadar gula darah sewaktu ≥ 200 mg/dl. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil: Sebanyak 33 pasien tuberkulosis diperiksa kadar gula darah sewaktu, rata-rata gula darah dengan rapid test 146.5 (SD ± 69.8) dan enzimatik 120.5 (SD ± 78.9). Prevalensi diabetes pada pasien tuberkulosis 6.3% (CI95%: 2.6-15.1). Simpulan dan saran: Prevalensi DM tipe II pada penderita tuberkulosis di Kabupaten Temanggung tahun 2014 adalah 6.3%. Penelitian selanjutnya sebaiknya perlu ada penjelasan keterkaitan antara penyakit menular dengan penyakit tidak menular seperti halnya diabetes mellitus dan tuberkulosis

    PERBEDAAN KEKASARAN PERMUKAAN RESIN KOMPOSIT NANO PADA PERENDAMAN TEH HITAM DAN KOPI

    No full text
    Latar belakang: Resin komposit nano adalah bahan restorasi yang memiliki filler berukuran sangat kecil, sehingga dapat memperbaiki sifat fisik, tahan  abrasi dan menurunkan kekasaran permukaan. Resin komposit nano bersifat porus dan menyerap cairan seperti kopi dan teh hitam. Kopi dan teh hitam adalah jenis minuman yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia dan memiliki kandungan asam. Tujuan: Menganalis perbedaan kekasaran permukaan resin komposit nano pada perendaman teh hitam dan kopi. Metode: Jenis penelitian yang dilakukan adalah experimental laboratoris dengan rancangan penelitian post test only control group design. Sampel penelitian berupa balok persegi berukuran 5 mm x 5 mm dan ketebalan 2 mm. Kelompok 1 adalah 5 sampel komposit nano direndam dalam seduhan teh hitam. Kelompok 2 adalah 5 sampel komposit nano direndam dalam seduhan kopi dan kelompok 3 adalah 5 sampel komposit nano direndam dalam aquades masing-masing dilakukan selama 24 jam/hari selama 7 hari. Kekasaran permukaan diukur surface roughness tester dan hasilnya dilakukan uji statistik one way anova. Hasil: Uji Anova menunjukkan nilai p=0,00 berarti terdapat perbedaan bermakna, hasil uji LSD terdapat perbedaan bermakna antar kelompok penelitian.Simpulan dan saran: Terdapat perbedaan kekasaran permukaan resin komposit pada perendaman teh hitam dan kopi. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat membandingkan dengan minuman bersod

    FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PETANI PENYEMPROT DI KECAMATAN NGANTRU, KABUPATEN TULUNGAGUNG

    No full text
    Latar belakang: Alat Pelindung Diri (APD) berfungsi untuk melindungi petani dari bahaya pestisida bagi kesehatan. Penggunaan APD pada petani dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, sikap, dan ketersediaan APD. Tujuan: Menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap, dan ketersediaan APD dengan penggunaan APD pada petani penyemprot. Metode: Pendekatan cross-sectional dilakukan di wilayah Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani penyemprot di Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung yang berjumlah 43 orang. Sampel penelitian sebanyak 30 orang diambil dengan teknik random sampling. Variabel independen yaitu pengetahuan, sikap, dan ketersediaan APD. Variabel dependen yaitu penggunaan APD yang dianalisis menggunakan Fisher’s Exact Test (α=0,05). Hasil: Hasil analisis Fisher’s Exact Test dengan nilai p=0,001 untuk hubungan pengetahuan dengan penggunaan APD, nilai p=0,000 untuk hubungan sikap dengan penggunaan APD dan p=0,009 untuk hubungan ketersediaan APD dengan penggunaan APD, nilai p<0,05 sehingga hipotesis diterima. Simpulan dan saran: Terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, dan ketersediaan APD dengan penggunaan APD pada petani penyemprot. Perlu dilakukan program edukasi kepada petani tentang pentingnya penggunaan APD serta pengawasan dalam upaya pencegahan bahaya pestisida bagi kesehatan

    FAKTOR DETERMINAN STATUS IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI DI PUSKESMAS KONANG DAN GEGER

    No full text
    Latar belakang: Imunisasi dasar merupakan jenis imunisasi pertama yang harus diberikan pada bayi sejak lahir untuk melindungi tubuhnya dari penyakit tertentu. Tujuan: Menganalisis faktor yang berpengaruh sangat signifikan terhadap status imunisasi dasar lengkap pada bayi. Metode: Pendekatan cross-sectional dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Konang dan Geger. Populasi adalah seluruh bayi di Kecamatan Konang dan Geger sebanyak 1831 bayi. Sampel adalah bayi yang terpilih dengan teknik simple random sampling sebanyak 275 bayi. Hasil: Berdasarkan hasil analisis multivariate ditemukan bahwa variabel sikap ibu (p=0,000) dan dukungan keluarga (p=0,000) memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap status imunisasi dasar lengkap pada bayi. Simpulan dan saran: Terdapat pengaruh yang sangat kuat antara sikap ibu dan dukungan keluarga terhadap status imunisasi dasar lengkap pada bayi. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait pengaruh program edukasi kepada masyarakat secara intensif tentang pentingnya pemberian imunisasi dasar pada bayi dalam upaya pencegahan dari penyakit tertentu

    FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEMATIAN IBU (STUDI KASUS DI KOTA SURABAYA)

    No full text
    Latar belakang:Angka kematian ibu di Indonesia masih cukup tinggi, yaitu sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup (SDKI 2012). Kota Surabaya merupakan salah satu kota di Provinsi Jawa Timur yang memiliki kasus kematian ibu cukup tinggi, sehingga diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor yang memengaruhi kematian ibu di Kota Surabaya. Tujuan: Penelitian dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kematian ibu. Metode: jenis penelitian adalah observasional dengan studi kasus kontrol. Jumlah sampel 38 kasus dan 76 kontrol. Analisis data menggunakan uji univariat, bivariat dengan regresi logistik sederhana dan multivariat dengan regresi logistik berganda. Hasil: hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang memengaruhi kematian ibu berdasarkan analisis multivariat adalah riwayat penyakit (OR = 8,9; 95% CI : 2,76-28,71; p = 0,001), riwayat KB (OR = 4,2; 95% CI : 1,18-14,62; p = 0,027), Status anemia (OR= 3,8; 95% CI : 1,33-10,98; p = 0,013), riwayat komplikasi (OR = 3,3; 95% CI : 0,78-14,32; p = 0,10). Simpulan dan saran: Terdapat pengaruh antara riwayat penyakit, riwayat KB, status anemia, dan riwayat komplikasi terhadap kematian ibu. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melibatkan faktor sosiodemografi dalam memprediksi faktor risiko kematian ibu

    DETERMINAN EPIDEMIOLOGIS KEJADIAN ULKUS KAKI DIABETIK PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI RSUD Dr. CHASAN BOESOIRIE DAN DIABETES CENTER TERNATE

    No full text
    Latar belakang: Kaki diabetik merupakan salah satu komplikasi kronik Diabetes Mellitus (DM) yang paling sering ditemukan. Tujuan: Menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap kejadian ulkus kaki diabetik. Metode: Penelitian observasional-analitik dengan desain case control. Sampel adalah penderita DM yang mengalami ulkus kaki (35 orang) dan penderita DM yang tidak mengalami ulkus kaki sebagai kelompok kontrol (35 orang). Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Variabel independen yaitu lama menderita DM, obesitas, kadar gula darah, ketidakpatuhan diet dan latihan fisik (olahraga). Analisis data dilakukan dengan uji regresi logistik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan lama menderita DM OR = 5,06; 95% CI (1,79 <OR <14,31), obesitas OR = 6.30; 95% CI (1,60 <OR <24,78), kadar gula darah tidak terkontrol OR = 40,37; 95% CI (4,96 <OR <328,66), ketidakpatuhan diet OR = 11,76; 95% CI (1,40 <OR <98,85), latihan fisik (olahraga) OR = 10,33; 95% CI (2,99 <OR <35,63). Simpulan dan saran: Lama menderita DM, obesitas, kadar gula darah, ketidakpatuhan diet, dan latihan fisik (olahraga) berpengaruh terhadap kejadian ulkus kaki diabetik. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan upaya intervensi perbaikan faktor risiko dalam upaya menurunkan kejadian ulkus kaki diabetik

    PERBANDINGAN ANTARA BAHAN KONTROL KOMERSIAL MERK DIASYS-TRULAB N DENGAN SIEMENS-BIORAD LEVEL 1 TERHADAP AKURASI UNTUK PEMERIKSAAN GLUKOSA, KOLESTEROL DAN ASAM URAT

    No full text
    Latar belakang:. Mutu pemeriksaan di laboratorium dipengaruhi oleh penetapan mutu internal dengan penggunaan bahan kontrol. Tujuan: Mengetahui perbedaan akurasi pemeriksaan pengukuran glusosa, asam urat, dan kolesterol menggunakan bahan kontrol komersial merk Diasys-TruLab N dengan merk Siemens-BioRad. Metode: Penelitian ini merupakan studi komparatif dengan membandingkn akurasi bahan kontrol komersial merk Diasys-TruLab sebanyak 280 μL dan merk Siemens-BioRad Level 1 sebanyak 161 μL untuk pengukuran glukosa, asam urat, dan kolesterol. Hasil perhitungan akurasi yang selanjutnya dilanjukan uji T dan uji Man Whitney. Hasil: Perhitungan akurasi bahan kontrol Diasys-TruLab N nomor LOT 20270 memiliki rata-rata akurasi glukosa 97.67%, kolesterol 93.22%, asam urat 93.9% dan Siemens-BioRad Level 1 memiliki rata-rata akurasi glukosa 91.66%, kolesterol 84.43%, asam urat 87.29%. Simpulan dan saran: Pengukuran glukosa, asam urat, dan kolesterol menggunakan Diasys-TruLab memikili akurasi lebih tinggi dibandingkan dengan Siemens-BioRad. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut menggunakan bahan kontrol dengan level lain untuk mengetahui akurasi lebih lanjut selain bahan kontrol dengan level normal

    AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus (F.A.C Weber) Britton & Rose) HASIL MASERASI DAN DIPEKATKAN DENGAN KERING ANGIN

    No full text
    Latar belakang: Buah naga merah memiliki aktivitas antioksidan tinggi dan stabil. Tujuan: Untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak buah naga merah hasil maserasi yang dipekatkan dengan metode keringangin. Metode: Sampel diinkubasi selama selama 3x24 jam menggunakan pelarut metanol p.a tanpa remaserasi kemudian dipekatkan dengan keringangin selama ±7 jam. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH 0,1 mM. Sampel dikelompokkan dalam 6 konsentrasi yang berbeda masing-masing dengan 3 ulangan. Hasil: Sampel ekstrak memiliki nilai IC50 sebesar 67,45 ppm. Simpulan dan saran: Ekstrak buah naga merah memiliki aktivitas antioksidan tinggi yaitu kurang dari 200 ppm

    PERUBAHAN pH SALIVA SETELAH MENGUNYAH APEL ROME BEAUTY DAN MANALAGI

    No full text
    Karies adalah suatu penyakit jaringan keras gigi. Salah satu cara  untuk mencegah terjadinya karies gigi yaitu dengan menjaga derajat keasaman (pH) saliva. Mengkonsumi buah terutama buah yang mengandung banyak serat, seperti apel dapat menjaga  kesehatan rongga mulut karena dapat menjaga derajat keasaman (pH) saliva. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui  pengaruh setelah mengunyah apel Rome Beauty dan apel Manalagi terhadap pH saliva. Jenis penelitian ini adalah eksperimental klinis.Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 30 orang yang seluruhnya diinstruksikan untuk mengunyah apel Rome Beauty dan apel Manalagi kemudian diintruksikan untuk meludah pH saliva diukur sebelum dan sesudah perlakuan pada  menit ke-15, menit ke-30 dan menit ke-60. Analisa data menggunakan uji Anova dan Manova.Hasil uji Anova, pH Saliva pada kelompok apel Rome Beauty pada menit ke-15, menit ke-30 dan menit ke-60 memiliki nilai signifikan dan  pH saliva pada kelompok sampel apel Manalagi pada menit ke-15, menit ke-30 dan menit ke-60 memiliki nilai  tidak signifikan. Hasil uji Manova perbandingan  pH saliva kelompok apel Rome Beauty dan apel Manalagi pada menit ke-15, menit ke-30 dan menit ke-60 memiliki nilai signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat perbedaan pengaruh mengunyah apel Rome Beauty dan apel Manalagi terhadap pH saliva

    PERBEDAAN EFEK PERAWATAN LUKA MENGGUNAKAN GERUSAN DAUN PETAI CINA (Leucaena glauca, Benth) DAN POVIDON IODINE 10 % DALAM MEMPERCEPAT PENYEMBUHAN LUKA BERSIH PADA MARMUT (Cavia porcellus)

    No full text
    Latar belakang: Daun petai cina mengandung bahan kimia untuk menyembuhkan luka tanpa menimbulkan efek samping iritasi. Tujuan: Menganalisis perbedaan efek perawatan luka menggunakan gerusan daun petai cina dibandingkan dengan povidon iodine 10%. Metode: Desain penelitian ini adalah true experiment dengan post test group only dengan sampel terdiri dari 20 ekor marmut yang dibagi dalam 4 kelompok perlakuan masing-masing 5 ekor. Variabel pada rata-rata kesembuhan luka dengan menggunakan gerusan daun petai cina 10 gram, 20 gram, 30 gram dan povidon iodine 10% dengan uji statistik one way anova. Hasil: Kelompok gerusan daun petai cina 30 gram p = 0,002. Tetapi perawatan luka menggunakan gerusan daun petai cina 10 gram dan 20 gram dibandingkan dengan Povidon iodine 10% hasil analisa menunjukkan p = 0,077 dan p = 0,008 dimana tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Simpulan dan Saran: Gerusan daun petai cina 30 gram memberikan hasil penyembuhan yang signifikan. Penelitian selanjutnya hendaknya dilakukan dengan menggunakan penilaian kesembuhan luka yang lebih komplek untuk menutupi keterbatasan dalam penelitian ini

    0

    full texts

    247

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Wiyata Penelitian Sains dan Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇