Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN
Not a member yet
    344 research outputs found

    POLA PENGGUNAAN ANTIBITIK PADA PASIEN SIROSIS HATI DENGAN HEMATEMESIS MELENA DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS TANJUNGPURA KOTA PONTIANAK

    Get PDF
    Antibiotika merupakan golongan obat yang paling banyak digunakan didunia. Tingginya prevalensi pengobatan sendiri dengan antibiotik ditemukan pada orang dewasa dan anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan antibiotik pada pasien sirosis hati dengan atau tanpa hematemesis melena. Penelitian ini adalah penelitian observasional menggunakan rancangan studi potong lintang (cross sectional) dengan menggunakan data rekam medik pasien sirosis hati dengan atau tanpa hematemesis melena. Hasil penelitian dari 25 pasien, antibiotik yang digunakan adalah sefotaksim i.v 2x1g dan 3x1g sebanyak 13 pasien (52%), seftriakson i.v 2x1 sebanyak 11 pasien (44%) dan siprofloksasin i.v 2x400mg sebanyak 1 pasien (4%). Kesimpulan jenis antibiotik yang di gunakan paling banyak adalah golongan sefalosporin

    Formulasi Granul Ekstrak Etanol Meniran (Phyllanthus niruri L.) dengan Kombinasi Bahan Pengisi Avicel PH 101 dan Laktosa

    Get PDF
    Meniran (Phyllanthus niruri L.) merupakan tumbuhan yang mengandung senyawa metabolit sekunder salah satunya senyawa flavonoid yang dapat memberikan aktivitas antidiabetes. Pengembangan sediaan dari ekstrak meniran dalam bentuk granul dipilih karena lebih stabil jika disimpan dalam jangka waktu yang lama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik fisik granul ekstrak meniran dengan kombinasi bahan pengisi avicel PH 101 dan laktosa. Granul ekstrak meniran dibuat dengan perbandingan konsentrasi bahan pengisi avicel PH 101 dan laktosa yaitu 8 : 2 menggunakan metode granulasi basah. Evaluasi sediaan yang dilakukan meliputi uji organoleptik, waktu alir, sudut diam, kadar air, indeks pengetapan. Hasil uji didapatkan formula granul ekstrak meniran memiliki bentuk granul yang seragam, berwarna hijau tua, tidak berbau dan memiliki rasa yang pahit. Waktu alir dan sudut diam yang dihasilkan sebesar (1,59 s, 26,57o), hasil uji kadar air 2,14% dan hasil indeks pengetapan 14%. Penelitian menunjukan kombinasi avicel PH 101 dan laktosa sebagai bahan pengisi dapat menghasilkan granul dengan karakteristik fisik yang baik. Kata kunci : Meniran (Phyllanthus niruri L.), Granul, Avicel PH 101, Laktosa. ABSTRACT Meniran (Phyllanthus niruri L.) is a plant that contains secondary metabolites, one of them is a flavonoid compound that can provide antidiabetic activity. The development of the meniran extract in the form of granules is chosen because it is more stable if it is stored for a long time. The aim of this study was to determine the physical characteristics of the meniran extract granules with a combination of avicel PH 101 and lactose as a filler. Meniran extract granules were prepared in 1 formula with comparing concentrations of fillers avicel PH 101 and lactose by 8 : 2 and using the wet granulation method. The evaluation of preparations carried out included organoleptic tests, flow time, angle of repose, moisture content, tapping index. It was found that granules formula had a uniform granule shape, dark green in color, odorless, and had a bitter taste. Flow time and angle of repose for formula is (1.59 s, 26.57°), moisture content test is (2.14%) and the results of the tapping index is (14%). The conclusion of this study showed that combination of avicel PH 101 and lactose as a filler material can produce granules with good physicial characteristics. Keyword : Meniran (Phyllanthus niruri L.), Granules, Avicel PH 101, Lactose

    Uji Penetrasi Sediaan Salep Kombinasi Fase Air Ekstrak Ikan Gabus (Channa striata) dan Madu Kelulut (Trigona Sp.) dengan Penetapan Kadar Protein Menggunakan Metode Biuret

    Get PDF
    Luka merupakan terputusnya kontinuitas jaringan akibat substansi jaringan yang rusak atau hilang sehingga dapat menyebabkan kerusakan fungsi perlindungan kulit dan dapat disertai dengan kerusakan jaringan lain. Salah satu bahan alam yang memiliki potensi dalam mempercepat penyembuhan luka adalah ikan gabus (Channa striata). Perawatan luka diperlukan untuk meningkatkan penyembuhan, mencegah kerusakan kulit lebih lanjut dan mengurangi risiko infeksi. Bakteri yang resisten terhadap antibiotik menimbulkan ancaman serius, menyebabkan peningkatan kebutuhan untuk mencari alternatif pengobatannya seperti antibiotik yang berasal dari bahan alam. Madu merupakan salah satu bahan alam yang dipercaya memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Madu dapat dihasilkan salah satunya dari lebah Trigona spp., lebah yang dikenal dengan nama kelulut. Pemanfaatan ikan gabus dan madu kelulut dalam penyembuhan luka dapat di optimalkan dalam bentuk sediaan salep. Salep merupakan sediaan setengah padat untuk pemakaian luar atau topikal dan mudah diaplikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah madu kelulut dapat mempengaruhi daya penetrasi protein dan asam amino pada sediaan salep fase air ekstrak ikan gabus (Channa striata) dan madu Kelulut (Trigona Sp.). Penelitian menggunakan sel difusi Franz untuk mengetahui jumlah kadar protein yang terpenetrasi melewati kulit tikus putih ditetapkan nilai fluks dan dianalisis secara deskriptif dengan penentuan kadar menggunakan metode Biuret. Hasil yang diperoleh yaitu madu dapat meningkatkan daya penetrasi dimana salep kombinasi madu memiliki nilai fluks lebih besar (200,250 ?g cm-2 jam-1) pada jam ke-24 dan salep tunggal memiliki nilai fluks lebih kecil ( 188,269 ?g cm-2 jam-1) pada jam ke-24. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelompok memberikan hasil yang tidak berbeda signifikan. Kata kunci: Ikan gabus (Channa striata); Madu kelulut (Trigona Sp.); Daya penetrasi; Difusi fran

    POTENSI PENGGUNAAN BEESWAX DALAM LIPCARE

    Get PDF
    Beeswax atau sering disebut lilin lebah merupakan lilin yang didapatkan dari sarang lebah jenis Apis mallifera. Lilin ini paling banyak digunakan dalam kosmetik karena memiliki sifat emolien dan pengental yang baik. Beeswax menjadi salah satu komponen utama dalam lipcare yaitu sebagai basis. Lipcare merupakan produk kosmetik yang digunakan untuk melembabkan bibir dan melindungi bibir dari kerusakan. Produk lipcare dapat berupa lip balm, lip gloss, dan lip butter yang digunakan untuk merawat bibir. Konsentrasi beeswax yang digunakan dalam produk lipcare yaitu 3-20%. Jurnal review ini akan membahas tentang potensi penggunaan beeswax dalam lipcare

    Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Kekambuhan Pada Pasien Skizofrenia Rawat Jalan di Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai Bangkong Pontianak

    Get PDF
    Skizofrenia adalah gangguan psikotik yang sifatnya merusak gangguan berpikir, persepsi,pembicaraan, emosional, dan perilaku. Kekambuhan pasien skizofrenia masih tinggi danmemerlukan biaya tinggi, yang ditanggung oleh keluarga dan pemerintah. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kekambuhan pasienskizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Daerah Sungai Bangkong Pontianak. Metode penelitianyang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasional dengan rancanganpenelitian secara potong lintang (cross sectional) yang bersifat analitik. Pengambilan datadilakukan dengan menggunakan kuesioner sebanyak 50 responden yang merupakan keluargapasien skizofrenia, kemudian untuk mencari hubungan tiap variabel terhadap kekambuhanpasien skizofrenia dilakukan analisa dengan uji Chi-square. Hasil uji Chi-squaremenunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan peran petugaskesehatan (p= >0,453), pengetahuan keluarga (p= >0,193), peran keluarga (p= >0,633),keteraturan minum obat (p= >0,340), jenis pengobatan (p= >0,800), jenis skizofrenia denganperbandingan F20.0-F20.3 (p=0.066) dengan kekambuhan pasien skizofrenia. Namun padaperbandingan jenis skizofrenia F20.0-F20.5 ada hubungan dengan tingkat kekambuhan(p=0,017). Kesimpulan penelitian ini bahwa faktor yang mempengaruhi kekambuhan padapasien skizofrenia adalah jenis skizofrenia dengan perbandingan F20.0-F20.5 memiliki nilai(p=0,017)

    Analisis Hubungan Karakteristik Pasien Pengguna Obat Psikoaktif dan Risiko Jatuh pada Pasien Lansia Di Klinik Saraf RSUD Dr. Soedarso Pontianak

    Get PDF
    Jatuh merupakan kejadian yang mengganggu kesehatan pada lansia dan dilaporkan 10-15% menyebabkan komplikasi serius. Penggunaan obat psikoaktif merupakan salah satu faktor penyebab meningkatnya risiko jatuh. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dari penelitian ini adalah pasien lansia bulan Januari sampai Desember 2019, dengan jumlah sampel 408 pasien. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Metode pengambilan data dengan mencatat umur, jenis kelamin, komorbid, dan penggunaan obat dari data elektronik pasien. Analisis data dilakukan dengan Microsoft excel dan Chi-square. Hasil: Hasil menunjukkan sebanyak 70,6% pasien berusia 60-69, 54,4% berjenis kelamin pria dan 62,3% tidak memiliki komorbid. Analisis Chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna kelompok umur (p=0,686; OR=2,55; CI95%=0,309-21,101) dan juga komorbid (p=0,860; OR=1,07; CI95%=0,676-1,700). Terdapat hubungan bermakna antara jenis kelamin dan risiko jatuh (p=0,001; RR= 2,31; CI95%= 1,439-3,708). Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna jenis kelamin terhadap peningkatan risiko jatuh pada pasien lansia di klinik saraf RSUD dr. Soedarso Pontianak

    OPTIMASI VOLUME DNA MARKER DAN VOLUME DNA HASIL AMPLIFIKASI GEN tetL RESISTENSI ANTIBIOTIK TETRASIKLIN DARI BAKTERI Bacillus cereus PADA PASIEN ULKUS DIABETIK

    Get PDF
    Masalah utama yang menyebabkan lamanya penyembuhan luka ulkus diabetik adalah terjadinya resistensi bakteri terhadap antibiotik. Bakteri Bacillus cereus dilaporkan telah resisten terhadap antibiotik tetrasiklin sebesar 64,10%. Gen tetL merupakan gen pengkode resistensi antibiotik tetrasiklin pada bakteri Bacillus cereus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah DNA bakteri B.cereus dari isolat pasien ulkus diabetik berhasil diekstraksi menggunakan metode ekstraksi kit dan untuk mengetahui apakah primer spesifik forward 5’-TCGTTAGCGTGCTGTCATTC-3’ dan reverse 5’-GTATCCCACCAATGTAGCCG-3’ berhasil mengidentifikasi gen tetL. Metode yang digunakan adalah secara in vitro dengan mengekstraksi DNA menggunakan DNA ekstraksi kit kemudian amplifikasi menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) serta dideteksi panjang basa dengan elektroforesis gel agarosa sebagai penentu spesifitas amplifikasi gen yang sesuai dengan target yang akan dideteksi. Hasil yang didapat yaitu Gen berhasil terdeteksi dengan memperlihatkan penampakan pita DNA yang berada sesuai dengan marker yang digunakan. Besar Gen tetL 267 bp dengan ukuran Gen tetL Bacillus cereus yang sesuai dengan NCBI (genBank: NC_001705.1). DNA Bakteri B.cereus berhasil diekstraksi menggunakan ekstraksi kit, dibuktikan dengan terjadinya amplifikasi pada proses PCR dan Gen tetL berhasil diidentifikasi menggunakan metode PCR konvensional, dengan primer spesifik menghasilkan amplifikasi pada ukuran 267 bp

    IDENTIFIKASI POTENSI INTERAKSI OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN GERIATRI HIPERTENSI RAWAT INAP DI RSUD DR SOEDARSO PONTIANAK PERIODE JANUARI - JUNI 2019

    Get PDF
    Hipertensi dapat menyebabkan gagal ginjal, jantung koroner, stroke hingga gangguan penglihatan. Penderita hipertensi biasanya memerlukan kombinasi beberapa antihipertensi dalam terapinya, sehingga pasti mengalami polifarmasi. Penurunan efektifitas obat dapat terjadi karena tingginya potensi interaksi obat yang diakibatkan karena polifarmasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi interaksi obat antihipertensi berdasarkan mekanisme kerja obat serta tingkat keparahannya pada pasien geriatri hipertensi rawat inap di RSUD dr. Soedarso Pontianak periode Januari-Juni 2019. Pengambilan data secara retrospketif dengan teknik total sampling. Data sampel yang didapat sebanyak 30 pasien. Analisis data secara deskriptif dengan literatur E-book Stockleys Drug Interaction serta Drug Interaction Checker di medscape.com dan drugs.com. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi obat yang banyak terjadi adalah pada tingkat moderat (75%) dan mekanisme secara farmakodinamik (99%). Manajemen yang dapat dilakukan untuk interaksi tingkat moderat yaitu dengan pengobatan tambahan atau selalu monitoring konsumsi obat serta organ yang berpotensi terganggu

    OPTIMASI SUHU ANNEALING PROSES PCR AMPLIFIKASI GEN shv BAKTERI Escherichia coli PASIEN ULKUS DIABETIK

    Get PDF
    Escherichia coli bacteria produce Extended Spectrum Beta Lactamase (ESBLs) tohydrolyze beta lactam ring from beta-lactam antibiotics. One of the ESBLs coding genesresponsible for resistance is the shv or sulphydryl variable. Annealing temperature optimizationin the Polymerase Chain Reaction (PCR) process was carried out aimed at the success inamplifying shv genes from E. coli bacteria. The method used in in vitro-based molecular testinguses DNA Extraction Kit, PCR amplification and electrophoresis. The annealing temperature usedfor pasting primer shv 5 'GGTTATGCGTTATATTCGCC 3' and reverse shv 5 primer'TTAGCGTTGCCAGTGCTC 3' are 50 ° C, 54 ° C, 56 ° C, 57 ° C, 60 ° C and 62 ° C.Visualization of the results of the amplification using a UV lamp at a wavelength of 254 nm didnot produce an amplicon with a size of 867 bp. The conclusion of this study shows that theannealing temperature used is not yet optimum to identify shv genes from E. coli bacterial isolatesin diabetic ulcer patients who are resistant to antibiotics

    PROFIL PENGGUNAAN OBAT ONDANSETRON PADA PASIEN ANAK DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE PONTIANAK PADA TAHUN 2018

    Get PDF
    Latar Belakang: Di Indonesia, ondansetron telah disetujui beredar sejak tahun 1992. Indikasinya digunakan untuk mengatasi mual dan muntah yang diinduksi oleh kemoterapi sitotoksik dan radioterapi. Obat ondansetron di beberapa penelitian ditemukan pemberiannya pada anak-anak dalam kondisi bukan menjalani kemoterapi. Penggunaan ondansetron yang tidak tepat pada anak-anak dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pengobatan (dosis obat) anak yang menerima obat ondansetron di instalasi rawat inap RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie dan mengetahui indikasi utama dari penggunaan obat ondansetron pada pasien anak di instalasi rawat inap di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasional. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan jenis penelitian potong lintang (Cross Sectional). Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif dengan menggunakan data rekam medis pada pasien anak yang menggunakan ondansentron di instalasi rawat inap RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak pada tahun 2018. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified random sampling. Jumlah subjek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi adalah 99 pasien anak. Hasil: Hasil dari penelitian ini yaitu diagnosa penyakit yang banyak dialami pasien anak yaitu dengue fever (33,33%) dan diare cair akut (31,31%). Dosis ondansetron yang banyak digunakan pada pasien anak yaitu 2mg dan 4mg yang memiliki presentase (31,31%).Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ondansetron masih digunakan pada pasien anak yang bukan menjalani kemoterapi. Kata kunci : anak, dosis, ondansetron, mual dan munta

    333

    full texts

    344

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇