Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN
Not a member yet
    344 research outputs found

    ANALISIS HUBUNGAN ANTARA USIA AKSEPTOR KONTRASEPSI ORAL DENGAN RISIKO KEJADIAN OBESITAS DI PUSKESMAS PERUMNAS II PONTIANAK

    Get PDF
    Kontrasepsi oral merupakan metode pencegahan konsepsi yang menggunakan hormon progesteron atau kombinasi progesteron dan estrogen. Penggunaan hormon tersebut dapat menimbulkan beberapa efek samping salah satunya kenaikan berat badan yang merupakan faktor utama risiko kejadian obesitas. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara usia akseptor kontrasepsi oral dengan risiko kejadian obesitas. Metode penelitian bersifat analitik observasional dengan rancangan studi potong lintang. Data dikumpulkan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel yang didapatkan sebanyak 68 akseptor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara usia kontrasepsi oral dengan risiko kejadian obesitas (p=0,29; OR=0,5; CI 95%=0,16-1,74). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa risiko kejadian obesitas tidak dipengaruhi oleh usia akseptor kontrasepsi oral

    PENGARUH LAMA PENGGUNAAN SUNTIK KB 3 BULAN (DMPA) TERHADAP KENAIKAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) PADA AKSEPTOR DI PUSKESMAS PERUMNAS II PONTIANAK

    Get PDF
    Kontrasepsi suntik adalah obat hormonal yang digunakan untuk mencegah kehamilan yang digunakan dengan jalan menyuntikkan obat tersebut pada wanita subur. Kontrasepsi hormonal dapat meningkatkan berat badan. Tujuan penelitian ini dilakukan ialah untuk menganalisis pengaruh penggunaan suntik KB 3 bulan (DMPA) terhadap kenaikan berat badan akseptor.Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan penelitian potong lintang(cross sectional) yang bersifat analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh akseptor baru suntik KB 3 bulan di Puskesmas Perumnas II Pontianakpada bulan Januari 2018 hingga Maret 2019. Variabel dari penelitian ialah usia, pekerjaan, paritas, dan lama penggunaan. Analisis dilakukan dengan menggunakan analisis paired t-test. Teknik pengambilan sampel yang digunakan ialah purposive sampling, dengan sampel sebanyak 81 akseptor. Hasil yang didapatkan ialah sebagian besar akseptor berusia 20-35 tahun, bekerja sebagai ibu rumah tangga dan mempunyai lebih dari 2 anak. Berdasarkan hasil analisis paired t-test penggunakan suntik KB 3 bulan (DMPA) memiliki pengaruh terhadap kenaikan berat badan akseptor dengan nilai p=0,001 (p<0,05). Kata kunci:Akseptor, Kenaikan Berat Badan, DMP

    PROFIL PERESEPAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN IBU HAMIL RAWAT INAP BERDASARKAN KARAKTERISTIK DAN DIAGNOSA DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK

    Get PDF
    Komplikasi kehamilan atau persalinan rentan terjadi pada ibu hamil, salah satunya adalah infeksi. Peresepan antibiotik diberikan pada pasien ibu hamil dengan tujuan untuk terapi infeksi maupun terapi profilaksis sebelum persalinan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui profil peresepan antibiotik pada pasien ibu hamil rawat inap berdasarkan karakteristik dan diagnosa di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura Pontianak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasional dengan rancangan penelitian studi potong lintang yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data yaitu dari rekam medis pasien ibu hamil rawat inap yang menerima peresepan antibiotik di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura Pontianak selama bulan November 2018-Oktober 2019 dengan teknik sampling menggunakan purposive sampling. Data subjek yang diperoleh berjumlah 88 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakterisitik pasien terbanyak yang menerima peresepan antibiotik berdasarkan usia yaitu usia 20-35 sebesar 83%, karakteristik pasien terbanyak berdasarkan gravida yaitu multigravida sebesar 66%, sedangkan karakteristik usia kehamilan terbanyak yaitu pada trimester 3 sebesar 84%. Karakteristik pasien berdasarkan diagnosa pada penelitian ini dikelompokan menjadi 3 yaitu indikasi gangguan hanya infeksi, gangguan infeksi dan penyulit kehamilan lainnya, dan hanya penyulit kehamilan lainnya. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penggunaan antibiotik diresepkan untuk pasien ibu hamil dengan tujuan untuk terapi penyembuhan infeksi ataupun sebagai terapi profilaksis sebelum dilakukan persalinan

    UJI KUALITATIF SENYAWA FLAVONOID EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN SENGGANI (Melastoma malabathricum L.)

    Get PDF
    Tanaman senggani (Melastoma malabathricum L.) secara empiris digunakan untuk pengobatan diare, penurunan kadar gula darah, tekanan darah tinggi, penurun demam, hingga sebagai pereda nyeri (analgesik).(1,2) Ekstrak etil asetat daun senggani mengandung senyawa kimia flavonoid seperti kuersitrin dan kuersetin.(3) Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji kualitatif senyawa kuersetin pada ekstrak etil asetat daun senggani. Metode yang digunakan adalah uji kromatografi lapis tipis (KLT), dengan fase gerak n-heksan : etil asetat : metanol : air (65 : 25 : 10 : 5), dan menggunakan plat silika gel GF254. Bercak pada plat KLT diamati secara visual serta diidentifikasi di bawah lampu UV 254 nm dan 366 nm, selanjutnya disemprot menggunakan pereaksi AlCl3 5% untuk mengamati perubahan warna pada bercak.(4) Hasil pengamatan menunjukkan bercak kuersetin dan ekstrak etil asetat memiliki nilai Rf yang sama, yaitu sebesar 0,309

    UJI EFEK PENYEMBUHAN LUKA GEL KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) DAN MINYAK CENGKEH (Syzygium aromaticum L.) KONSENTRASI 5% PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR METODE DRESSING NON-DEBRIDEMENT

    Get PDF
    Luka adalah kerusakan pada jaringan yang mengganggu proses selular normal tubuh khususnya pada kulit. Tubuh memiliki mekanisme untuk mengembalikan kompenen-komponen jaringan yang rusak dengan membentuk struktur baru dan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas penyembuhan luka sediaan gel kombinasi ekstrak etanol daun sirih hijau (Piper betle L.) dan minyak cengkeh (Syzgium aromaticum L.) konsentrasi 5% dalam mempercepat proses penyembuhan luka tikus stadium II metode dressing non-debridement. Sediaan gel dibuat dengan perbandingan ekstrak daun sirih hijau dan minyak cengkeh, yaitu F1(25:75), F2(50:50), F3(75:25) dan kontrol positif (gel Bioplasenton). Diukur luas area luka menggunakan program Macbiophotonic Image J untuk memperoleh nilai Area Under Curve (AUC) dan dianalisis statistik menggunakan One Way ANOVA. Hasil analisis nilai AUC dari kontrol positif memiliki perbedaan signifikan terhadap kelompok F1, F2, dan F3 (P4 detik)

    PENGUKURAN KUALITAS HIDUP PASIEN ULKUS KAKI DIABETES MELITUS BERDASARKAN LAMA PERAWATAN LUKA DI KLINIK KITAMURA KOTA PONTIANAK

    Get PDF
    Ulkus kaki diabetes mempengaruhi kualitas hidup pasien karena rasa cemas yang berujung pada depresi akibat rasa putus asa pasien dalam menjalani terapi. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui tingkat kualitas hidup dan perbedaan kualitas hidup pasien Ulkus Kaki Diabetes Militus menggunakan EQ5D dan VAS berdasarkan Usia, Jenis Kelamin dan lama perawatan luka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasional menggunakan kuisioner EQ5D dan VAS. Hasil pada penelitian ini pada jenis kelamin menggunakan EQ5D pada laki-laki yang memiliki kualitas hidup baik 52,17% dan perempuan 31,11%, VAS pada laki-laki kualitas hidup sangat baik 17,39% dan perempuan 4,44%, dengan p value EQ5D 0,18 dan VAS 0,19. Usia menggunakan EQ5D didapatkan hasil pada usia lansia awal sebanyak 52%. Kelompok pada lansia akhir sebanyak 40%, dewasa akhir sebanyak 17%, VAS usia yang memiliki kualitas hidup sangat baik pada lansia akhir sebanyak 12%, lansia awal sebanyak 8,70%, manula sebanyak 8,33%, dengan P Value yang didapatkan EQ5D 0,324 dan VAS 0,534. Kualitas hidup yang baik berdasarkan lama perawatan luka menggunakan EQ5D pasien dengan perawatan sebanyak 26-50 kali sebesar 50% dan 1-25 kali sebesar 37%, VAS kualitas hidup sangat baik yang paling tinggi yaitu pada perawatan luka 26-50 kali sebanyak 16,67%, dan Kelompok terapi 1-25 kali yaitu sebesar 7,41%, dengan pValue EQ5D 0,171 dan VAS 0,160. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pasien ulkus kaki diabetes melitus di klinik kitamura kota Pontianak memiliki kualitas hidup yang baik diukur menggunakan VAS

    UJI AKTIVITAS LARVASIDA EKSTRAK ETANOL DAUN SOKA (IXORA JAVANICA (BLUME) DC) TERHADAP LARVA AEDES AEGYPTI

    Get PDF
    Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Denguedari genus Flavivirus, famili Flaviviridae. DBD ditularkan ke manusia melalui gigitannyamuk Aedes yang terinfeksi virus Dengue. Tanaman soka (Ixora javanica (Blume)DC) merupakan tanaman yang berfamili Rubiaceae diketahui memiliki senyawaalkaloid, flavonoid, tanin, fenol, saponin, dan steroid/triterpenoid. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui bahwa ekstrak etanol daun soka memiliki aktivitaslarvasida terhadap larva Aedes aegypti instar III/IV. Hasil ekstrak dibuat serikonsentrasi 0,1% ; 0,2% ; 0,3% ; 0,4% ; 0,5% dan 0,6%. Larva instar III/IV diberilarutan seri konsentrasi dan diamati selama 24 jam. Jumlah mortalitas setelah 24 jamdianalisis secara probit. Hasil menunjukkan konsentrasi 0,6% memiliki aktivitaslarvasida yang menyebabkan kematian sebesar 100% dan nilai probit LC50 1,05g/mLdalam perhitungan manual dan 2,57 g/mL dalam perhitungan Excel

    KEPATUHAN OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU FASE INTENSIF PADA PUSKESMAS DI WILAYAH SUNGAI RAYA

    Get PDF
    Latar Belakang: Kepatuhan pengobatan merupakan ketaatan responden dalam mengkonsumsiobat sesuai dengan yang telah ditentukan. Kepatuhan dalam mengkonsumsi obat tuberkulosismerupakan hal yang penting karena obat tuberkulosis merupakan golongan antibiotik, dimanajika tidak dikonsumsi secara teratur dapat menimbulkan resistensi. Tujuan: Penelitian inibertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan pengobatan pasien tuberkulosis paru faseintensif pada Puskesmas di wilayah Sungai Raya Metode: Penelitian ini adalah penelitianobservasional dengan pendekatan cross sectional (potong lintang) yang bersifat analitik. Datakepatuhan minum OAT didapatkan dari kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8(MMAS-8) yang diisi oleh responden tuberkulosis. Hasil: Hasil penelitian didapatkan 45responden yang memenuhi kriteria inklusi. Tingkat kepatuhan dari 45 responden 26 responden(57,8%) memiliki kepatuhan yang tinggi, 11 responden (24,4%) memiliki kepatuhan sedangdan 8 responden memiliki kepatuhan rendah (17,8%). Responden dengan tingkat kepatuhanyang tinggi paling banyak diusia 26-35 (masa dewasa awal) yaitu sebanyak 11 responden(24%). Responden yang memiliki kepatuhan rendah paling banyak diusia 17-25 tahun (Masaremaja akhir) yaitu sebanyak 4 responden (9%). Kesimpulan: Pasien Tuberkulosis Paru Fase Intensif pada Pukesmas di wilayah Sungai Raya memiliki kepatuhan yang tinggi yaitu sebesar57,8 % paling banyak diusia 26-35 (masa dewasa awal) sebanyak 11 responden. Kata kunci: Tuberkulosis, Kepatuhan, Sungai Raya, fase intensi

    ANALISIS FAKTOR RISIKO LAMA PEMAKAIAN DAN UMUR PENGUNAAN KONTRASEPSI ORAL TERHADAP KEJADIAN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS PERMUNAS II PONTIANAK

    Get PDF
    LATAR BELAKANG: Penggunaan kontrasepsi oral diketahui dapatmenimbulkan efek samping. Efek samping yang kerap kali terjadi padaakseptor pil KB salah satunya ialah kenaikan gula darah. TUJUAN: Tujuanpenelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan usia, berat badan, lamapemakaian dan jenis kontrasepsi terhadap peningkatan kadar gula darahpada akseptor kontrasepsi oral di Puskesmas Perumnas II Pontianak.METODE: Penelitian ini merupakan penelitian observasional denganrancangan penelitian potong lintang (cross sectional) bersifat analitik. Teknikpengambilan sampel yaitu dengan teknik consecutive sampling. Metodepengambilan data yaitu dengan mencatat data berat badan, tinggi badan, lamapemakaian, usia akseptor pada rekam medik akseptor periode januari 2018Maret2019danmengambildataguladarahsecaralangsungdenganakseptor.Analisisdata dilakukan dengan menggunakan Microsoft excel dan Chisquare.HASIL: Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 20% akseptor pilKB yang berumur ≥ 40 tahun berisiko mengalami kejadian diabetes melitus.Akseptor yang menggunakan pil KB >1 tahun memiliki risiko kejadiandiabetes melitus sebanyak 60%. KESIMPULAN: Tidak terdapat hubunganyang bermakna antara umur dan lama pemakaian terhadap peningkatan kadargula darah pada akseptor kontrasepsi oral di Puskesmas Perumnas IIPontianak.Kata Kunci: Kontrasepsi pil KB, lama pemakaian, umur, diabetes melitu

    KETEPATAN SWAMEDIKASI BATUK PADA PELAJAR SEKOLAH MENENGAH ATAS NON KESEHATAN DI KECAMATAN PONTIANAK SELATAN PERIODE 2018/2019

    Get PDF
    Swamedikasi atau pengobatan sendiri adalah menyembuhkan sebuah penyakit sendiri yang dilakukan di seluruh dunia, tetapi penggunaan obat yang tidak tepat menjadi hal yang harus diperhatikan. Batuk merupakan salah satu penyakit ringan yang bisa diatasi dengan swamedikasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui ketepatan swamedikasi batuk pada pelajar sekolah menengah atas non kesehatan di Kecamatan Pontianak Selatan yang meliputi tepat obat, tepat indikasi, tepat dosis, dan tepat pasien. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan rancangan penelitiannya adalah potong lintang (cross sectional) yang bersifat deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kepada 344 responden. Obat yang paling banyak digunakan untuk swamedikasi batuk adalah golongan ekspektoran. Persentase ketepatan swamedikasi batuk pada pelajar sekolah menengah atas non kesehatan di Kecamatan Pontianak Selatan periode 2018/2019 adalah 86,5% tepat obat; 71,75% tepat indikasi; 83,25% tepat pasien; dan 33,25% tepat dosis. Kesimpulannya adalah tidak semua responden yang melakukan swamedikasi batuk tepat berdasarkan tepat obat, tepat indikasi, tepat dosis, dan tepat pasien

    333

    full texts

    344

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇