Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN
Not a member yet
    344 research outputs found

    PENGARUH KADAR ABU CANGKANG TELUR AYAM RAS PETELUR TERHADAP INDEKS ORGAN TIKUS PUTIH BETINA GALUR WISTAR

    Get PDF
    Serbuk cangkang telur merupakan limbah organik yang berkhasiat sebagai antiseptik, antibakteri, serta pengembangan mineral apatit pembentuk tulang dan gigi. Cangkang telur ayam mengandung kalsium karbonat CaCO3 (98%) dan kalsium (28%), sehingga berpotensi dijadikan sebagai bahan suplemen sumber kalsium bagi manusia. Namun, kandungan cangkang telur terdiri dari senyawa anorganik yang menghasilkan abu. Cangkang telur sebagai bahan suplemen harus memenuhi standar kualitas dan keamanannya, namun belum pernah dilakukan. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan uji toksisitas dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh kadar abu cangkang telur ayam yang diberikan secara oral dengan dosis tunggal terhadap indeks organ tikus. Tikus dikelompokkan menjadi kelompok 2000 mg/kgBB dan kelompok dosis 5000 mg/kgBB. Hasil uji menunjukkan bahwa kandungan kadar abu pada cangkang telur ayam ras petelur yaitu sebanyak 95,13 % ± 0,24. Analisis nilai indeks organ tidak memiliki perbedaan yang signifikan (p >0,05) antara kelompok 2000 mg/kgBB dengan kelompok 5000 mg/kgBB

    MEDICATION ERROR PADA RESEP PASIEN HIV/AIDS DITINJAU DARI FASE PRESCRIBING DI DEPO FARMASI RAWAT JALAN RSUD dr. SOEDARSO PONTIANAK PERIODE JANUARI – JUNI 2019

    Get PDF
    Medication error merupakan kesalahan tindakan medis atau pelayanan kefarmasian kepada pasien yang disebabkan pemakaian obat, tindakan, dan perawatan yang tidak sesuai dengan aturan yang sudah ditentukan. Medication error dapat terjadi didalam setiap pelayanan kefarmasian, salah satunya pada fase prescribing. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui persentase terjadinya medication error fase prescribing pada resep pasien HIV/AIDS rawat jalan yang meliputi kelalaian dalam peresepan, kesalahan dosis, kesalahan obat, kesalahan dalam jadwal, kesalahan dalam penulisan, dan kesalahan dalam duplikasi. Penelitian ini bersifat deskriptif yang dilakukan secara retrospektif terhadap resep pasien. Pengambilan sampel resep dilakukan dengan metode purposive sampling. dengan cara pengumpulan lembar resep pasien HIV/AIDS rawat jalan di Depo Farmasi RSUD dr. Soedarso Pontianak mulai bulan Januari- Juni 2019. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa terdapat kejadian medication error fase prescribing meliputi incorrect dose (kesalahan dosis) sebesar 9.836%, form error (kesalahan dalam penulisan resep) sebesar 100%, dan duplication error (kesalahan dalam duplikasi) sebesar 9.836%, serta persentase total kejadian medication error fase prescribing sebesar 19.945%. Kesimpulan pada penelitian ini bahwa terjadi medication error fase prescribing pada peresepan pasien HIV/AIDS rawat jalan di Depo Farmasi RSUD dr. Soedarso Pontianak mulai Januari-Juni 2019. Kata Kunci: Medication Error, Prescribing, Resep Pasien HIV/AIDS ABSTRACT Medication errors are errors in medical actions or pharmaceutical services to patients caused by drug use, actions, and treatments that are not in accordance with predetermined guidence.Medication errors can occur in every pharmaceutical service, one of which is in the prescribing phase. The purpose of this study was to determine the percentage of medication errors from the prescribing phase in HIV/AIDS patients prescriptions, including omission errors, incorrect dosage, incorrect drug, incorrect schedule , form errors, and duplication errors. This is a descriptive study conducted a retrospective review of patient prescriptions. The sampling method of the recipe was purposive sampling, by collecting outpatient HIV/AIDS patient prescription sheets at the Pharmacy Departement RSUD dr. Soedarso Pontianak was start at January to June 2019. The results of this study contained medication error in the prescribing phase, including incorrect dose of 9.836%, form error of 100%, duplication error of 9.836%, and the total percentage of medication error in the prescribing phase of 19.945%. The conclusion of this study was medication error in the prescribing phase in the prescription of outpatient HIV/AIDS patients at the Pharmacy Departement RSUD dr. Soedarso Pontianak was start at January-June 2019. Keywords: Medication Error, Prescribing, Prescription HIV/AIDS outpatien

    PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENGUNJUNG PUSKESMAS KOM YOS SOEDARSO KOTA PONTIANAK TENTANG PENGGUNAAN ANTIBIOTIK SECARA SWAMEDIKASI

    Get PDF
    Penggunaan antibiotik tanpa pengetahuan dan tidak rasional dapat menyebabkan resistensi. Salah satu contoh perilaku penggunaan antibiotik yang bersifat irasional adalah dengan swamedikasi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan perilaku penggunaan antibiotik secara swamedikasi dan mengetahui pola penggunaan antibiotik secara swamedikasi. Metode : Penelitian ini menggunakan desain yang bersifat survei deskriptif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pengunjung Puskesmas Kom Yos Soedarso Kota Pontianak. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Data yang didapatkan melalui lembar kuesioner diolah dalam beberapa tahap diantaranya editting, coding dan scoring, dianalisa secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil : Data hasil penelitian menunjukkan persentase responden yang pernah melakukan swamedikasi antibiotik sebesar 53% dan yang tidak pernah melakukan swamedikasi antibiotik sebesar 47%. Antibiotik yang sering digunakan adalah Amoksisilin (44%) diikuti Sefadroksil (5%); Kotrimoksazol (3%); Yusimok (3%) dan terakhir Klindamisin (2%). Kesimpulan : Pengetahuan dan perilaku pengunjung Puskesmas Kom Yos Soedarso Kota Pontianak tentang penggunaan antibiotik secara swamedikasi dalam kategori kurang baik (46,44%). Pola penggunaan antibiotik tanpa resep paling banyak menggunakan antibiotik golongan ?-laktam, yaitu amoksisilin Kata kunci : antibiotik, resisten, swamedikas

    Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Pola Penggunaan Obat Tradisional Terhadap Kualitas Kesehatan Masyarakat

    Get PDF
    Pandemi COVID-19 membuat penggunaan obat tradisional menjadi meningkat. Pengetahuan masyarakat akan mempengaruhi pola penggunaan obat tradisional sehingga hal tersebut akan mempengaruhi kualitas kesehatan masyarakat dimasa pandemi COVID-19. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat pengetahuan, terhadap pola penggunaan obat tradisional dan kualitas kesehatan masyarakat dimasa pandemi COVID-19 Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan penelitian potong lintang (cross sectional) yang bersifat analitik. Sampel pada penelitian ini yaitu masyarakat Kota Pontianak dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dan didapatkan sebanyak 136 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Hasil analisis menggunakan uji chi square didapatkan bahwa hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap pola penggunaan obat tradisional dan pola penggunaan obat tradisional terhadap kualitas kesehatan didapatkan memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai p-value masing masing (P = 0,035 dan P = 0,00). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pengetahuan masyarakat berhubungan terhadap pola penggunaan obat tradisional dan kualitas kesehatan masyarakat selama masa pandemi COVID-19

    PENGARUH PENAMBAHAN AEROSIL TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK SERBUK SUSPENSI KERING EKSTRAK ETANOL MENIRAN (Phyllanthus niruri L.) EFFECT OF AEROSIL ADDITION ON PHYSICAL CHARACTERISTICS OF DRY SUSPENSION POWDER OF MENIRAN (Phyllanthus niruri L.) ETHANOL EXTRACT

    No full text
    Pengembangan sediaan herba meniran (Phyllanthus niruri L.) sebagai salah satu tanaman obat yang berkhasiat immunomodulator dalam bentuk serbuk yang dapat memudahkan dalam penyajian dan memperpanjang umur simpan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan aerosil terhadap karakteristik fisik serbuk ekstrak etanol meniran. Serbuk dibuat dalam 3 formula dengan variasi konsentrasi aerosil 0,5; 1,5; dan 2,5%. Hasil pengujian menunjukkan serbuk memenuhi persyaratan uji karakteristik fisik yang baik pada uji kadar air, sudut diam, pH dan waktu rekonstitusi masing-masing sebesar F1 (2,59%; 27,38°; 6,44; 28,32 detik), F2 (2,56%; 26,51°; 6,49; 26,93 detik), dan F3 (2,43%; 26,32°; 6,09; 27 detik), tetapi tidak memenuhi syarat uji waktu alir yaitu F1 (8,64 detik), F2 (5,88 detik) dan F3 (13,92 detik). Peningkatan konsentrasi aerosil sebagai adsorben dalam formula tidak memberikan pengaruh yang bermakna pada taraf signifikasi 95% terhadap karakteristik fisik kadar air, sudut diam, pengetapan, dan waktu rekonstitusi, namun memberikan pengaruh yang bermakna terhadap karakteristik fisik waktu alir dan pH suspensi serbuk ekstrak etanol meniran. Kata kunci : Ekstrak meniran, aerosil, serbuk The development of herbal preparations of meniran (Phyllanthus niruri L.) as one of the medicinal plants with immunomodulatory properties in the formulation of a powder that can facilitate presentation and extend shelf life. This study aims to determine the effect of aerosil addition on the physical characteristics of meniran ethanol extract powder. The powders were made in 3 formulas with aerosil concentration variations of 0.5; 1.5; and 2.5%. The test results showed that the powder met the requirements of a good physical characteristic test in the moisture content test, angle of repose, pH and reconstitution time of F1 (2.59%; 27.38 °; 6.44; 28,32 second), F2 respectively. (2.56%; 26.51 °; 6.49; 26,93 second), and F3 (2.43%; 26.32 °; 6.09; 27 second), but did not meet the time test requirements flow rate namely F1 (8.64 seconds), F2 (5.88 seconds) and F3 (13.92 seconds). The increase in aerosil concentration as adsorbent in the formula did not have a significant effect at the 95% significance level on the physical characteristics of moisture content, angle of rest, tapping, and reconstitution time, but had a significant effect on the physical characteristics of the flow properties and pH suspension of the meniran ethanol extract powder. Keywords : Extract meniran, aerosi, powde

    GAMBARAN KEYAKINAN DIRI (SELF-EFFICACY) PADA PASIEN LANSIA YANG MENGGUNAKAN ANTIHIPERTENSI DI KOTA PONTIANAK TAHUN 2020

    Get PDF
    Penyakit hipertensi termasuk kedalam penyakit kronis yang membutuhkan perawatan diri untuk mencegah terjadinya komplikasi. Dalam perawatan diri terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi salah satunya adalah self-efficacy. Self-efficacy dibutuhkan bagi para penderita hipertensi untuk meningkatkan derajat kesehatan melalui keyakinan dalam menjalankan perawatan diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran self-efficacy pada lansia dan obat yang digunakan pada pasien lansia yang menderita hipertensi di Kota Pontianak Tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian observasional menggunakan metode studi potong lintang. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang. Pengumpulaan data menggunakan kuesioner SEMH (Self Efficacy to Manage Hypertension). Analisis data menggunakan uji corrected item total correlation. Hasil menunjukkan bahwa reponden memiliki tingkat self-efficacy yang baik (96 %), cukup (4 %). Self-efficacy (96 %) tergolong dalam kriteria yang memiliki self-efficacy tinggi dan untuk penggunaan antihipertensi yang banyak digunakan adalah golongan ACEI yaitu captopril (60 %) sedangkan untuk golongan CCB yaitu amlodipine (40 %)

    Skrining Fitokimia Fraksi Daun Buas-buas (Premna serratifolia L.) dan Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.)

    Get PDF
    Skrining fitokimia merupakan analisi kualitatif untuk mengetahui keberadaan senyawa dalam tanaman. Senyawa dalam tanaman berpengaruh terhadap aktivitas biologis tanaman, termasuk daun buas-buas dan kayu secang. Daun buas-buas dan kayu secang terlebih dahulu dibuat menjadi simplisia. Selanjutnya dilakukan proses maserasi bertingkat dengan pelarut n-heksan dan etanol. Ekstrak etanol masing-masing sampel difraksinasi kembali dengan pelarut n-heksan hingga diperoleh fraksi larut n-heksan dan fraksi tidak larut n-heksan. Fraksi daun buas-buas menunjukkan hasil positif senyawa polifenol, saponin dan steroid, sedangkan fraksi kayu secang menunjukkan hasil positif senyawa flavonoid, polifenol dan triterpenoid

    ANALISIS HUBUNGAN POLIFARMASI DAN BIAYA PENGGUNAAN OBAT RISIKO JATUH PADA PASIEN GERIATRI DI KLINIK SARAF RSUD DR SOEDARSO PONTIANAK

    Get PDF
    Jatuh merupakan salah satu masalah kesehatan serius pada pasien geriatri. Salah satu faktor risiko terjadinya jatuh adalah jumlah penggunaan obat risiko jatuh atau Fall Risk Medicine (FRM). Disisi lain, berdampak pada beban biaya kesehatan yang harus ditanggung oleh rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan rata-rata biaya penggunaan obat risiko jatuh berdasarkan polifarmasi obat dan karakteristik pasien geriatri di klinik saraf RSUD dr. Soedarso Pontianak. Penelitian merupakan jenis penelitian observasional menggunakan rancangan penelitian potong lintang (cross sectional) yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data bersifat retrospektif yaitu menggunakan basis data elektronik. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien geriatri di Klinik Saraf RSUD dr.Soedarso Pontianak selama periode Januari–Desember 2019. Jumlah sampel yang memenuhi kriteri inklusi sebanyak 2.109 pasien. Analisis data dilakukan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien geriatri yang berkunjung ke klinik saraf cenderung pasien wanita sebanyak 51,26%, lansia muda dengan usia 60-69 tahun sebanyak 71,22%, dan penggunaan <5 obat (non polifarmasi) sebanyak 94,12%. Analisis independent sample t-test menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara usia kelompok non polifarmasi (sig 2-tailed = 0,000) dan jumlah obat (sig 2-tailed = 0,000) terhadap rata-rata biaya penggunaan obat risiko jatuh dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara jenis kelamin (sig 2-tailed = 0,124 dan 0,697) dan usia kelompok polifarmasi (sig 2-tailed = 0,618 dan 0,786) terhadap rata-rata biaya penggunaan obat risiko jatuh pasien geriatri. Kesimpulan dari penelitian ini adalah usia pada kelompok non polifarmasi dan jumlah obat memiliki hubungan bermakna dengan besarnya biaya penggunaan obat jatuh pada geriatri

    UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN B-IPQ VERSI INDONESIA PADA PASIEN ISPA DI WILAYAH KOTA PONTIANAK

    Get PDF
    B-IPQ (Brief Illness Perception Questionnaire) merupakan instrumen yang digunakan untuk studi tentang persepsi penyakit pada pasien yang menggambarkan proses bagaimana pasien menanggapi ancaman (rasa sakit) kesehatan yang dirasakan pasien. Instrumen ini belum pernah digunakan pada pasien ISPA di Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas instrumen B-IPQ versi Indonesia pada pasien ISPA diwilayah Kota Pontianak. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan cara survei analitik dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Jumlah sampel 40 orang pasien ISPA dengan teknik purposive sampling. Uji validitas dilakukan dengan metode Pearson correlation (nilai korelasi ? 0,3) dan uji reliabilitas menggunakan teknik Internal consistency (Cronbach alpha coefficient ? 0,7). Hasil: Hasil uji validitas menunjukkan nilai korelasi masing-masing item > 0.3 (0.05) dan hasil uji reliabilitas menunjukkan Cronbach alpha coefficient ialah 0.862 > 0.7 (0.05). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini ialah Instrumen B-IPQ versi Indonesia valid dan reliabel untuk mengukur persepsi penyakit pada pasien ISPA di wilayah Kota Pontianak

    Faktor Usia, Dosis, Dan Risiko Efek Samping Metformin pada Penderita DM 2

    Get PDF
    Faktor usia mempengaruhi risko efek samping obat, seiring bertambahnya usia maka kemampuuan ginjal menurun. Faktor dosis merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan efek samping obat metformin. Efek samping metformin yang sering terjadi diawal penggunaan menyebabkan penederita berhenti mengkonsumsinya sehingga tujuan terapi tidak tercapai. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor usia, dosis, dan risiko efek samping metformin pada penderita DM 2. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan penelitian potong lintang (cross sectional). Sampel pada penelitian ini yaitu penderita DM 2 di Kota Pontianak dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dan didapatkan sebanyak 54 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil: Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa sebagian besar responden berusia 40-49 tahun sebesar 48,2%, dosis yang banyak digunakan adalah 3x500mg sebesar 33,4%, dan efek samping yang paling sering adalah mual sebesar 31%. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yaitu semakin bertambahnya usia dan dosis maka risiko efek samping obat metformin pada penderita DM 2 di Kota Pontianak tingg

    333

    full texts

    344

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇