Tugas Akhir Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    221 research outputs found

    uji kesukaan pada pempek lidah buaya (Aloevera)

    No full text
    ABSTRAK    Cahyo, N.E.N. 2015.Uji Kesukaan Pada Pempek Lidah Buaya (Aloevera). Tugas Akhir.Program Studi D3 Tata Boga Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dra. Mazarina Devi, M.Si., (II) Aisyah Larasati, ST., MT., MIM. Ph.D .   Kata Kunci: Pempek Lidah Buaya, Pemanfaatan Lidah Buaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan formulasi yang tepat pada pembuatan pempek lidah buaya, serta mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap warna, rasa dan tekstur pempek lidah buaya. Uji coba pembuatan pempek lidah buaya dilakukan sebanyak 2 kali. Uji coba pertama menggunakan 100 gram tepung tapioka, 100 gram ikan tenggiri,40 gram telur, 8 gram garam untuk bumbu, 10 gram air es, 50 gram bubur lidah buayadengan hasiltekstur lembek. Uji coba kedua dilakukan dengan100 gram tapioka, 100 gram ikan tenggiri, 40 gram telur, 8 gram garam, 10 gram air es, 30 gram bubur lidah buaya, dengan dilakukan pengurangan bubur lidah buayatekstur pada pempek lidah buaya didapatkan hasil yang kalis dan kenyal. Uji hedonik dilakukan panelis yang terdiri dari 30 panelis tidak terlatih yaitu mahasiswa S1 Tata Boga 2012 dan D3 Tata Boga 2013 dengan 2 kali pengulangan.Formulasi yang tepat untuk adonan pempek lidah buaya adalah formula kedua.Formula ini menggunakan 100 gram tapioka, 100 gram ikan tenggiri, 40 gram telur, 8 gram garam, 10 gram air es, dan 30 gram bubur lidah buaya. Hasil dari uji tingkat kesukaan menunjukan sebanyak 49% panelis menyatakansuka dengan rasa pempek lidah buaya, 49% panelis menyatakan agak suka terhadap warna pempek lidah buaya, dan 42% panelis menyatakan suka terhadap tekstur pempek lidah buaya

    Dawet dengan Penambahan Sari Kunyit

    No full text
    Kunyit merupakan bumbu jenis rempah-rempah yang banyak digunakan sebagai obat maupun perwarna makanan. Pemberian sari kunyit pada dawet dikarenakan dapat memperbaiki penampilan dan memberi fungsi kesehatan pada dawet. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kesukaan panelis terhadap dawet dengan penambahan sari kunyit. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen. Ada dua tahap dalam penelitian ini yaitu, tahap pertama : pembuatan sari kunyit dan uji coba resep. Tahap kedua adalah uji hedonik. Uji hedonik dilakukan terhadap rasa, aroma, dan warna dawetdengan penambahan sari kunyit. Pengumpulan data dilakukan kepada 30 orang panelis yang terdiri dari mahasiswa D3 Tata Boga 2013-2014 dan mahasiswa D3 Tata Boga 2014-2015. Data yang terkumpul di analisis menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukan formulasi dawet dengan penambahan sari kunyit yang disukai penelis adalah formula kedua yang terdiri dari 150 gr tepung beras, 45 gr air, 2 gr garam, 5 gr air kapur sirih dan 25 gr sari kunyit. Panelis yang menyukai rasa dawet instant dengan penambahan sari kunyit sebanyak 53,3%, Panelis yang menyukai warna dawet dengan penambahan sari kunyit sebanyak 46,6%, Panelis yang menyukai aroma dawet dengan penambahan sari kunyit sebanyak 46,6%. Kesimpulan yang di dapat dari penelitian ini adalah peneli masih sedikit yang menyatakan suka pada aroma dan warna dawet dengan penambahan sari kunyit. saran yang dapat di kemukakan adalah penelitian lebih lanjut untuk memperbaiki aroma dan warna dawet instant dengan penambahan sari kunyit

    Uji Hedonik Meat Loaf dengan Penambahan Buah Salak Swaru (S. zalacca var. zalacca))

    No full text
    ABSTRAK   Wijayanti, Nita. 2017. Uji Hedonik Meat Loaf dengan Penambahan Buah Salak Swaru (S. Zalacca var zalacca). Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dra. Mazarina Devi, M.Si., (II) Dr. Titi Mutiara Kiranawati, M.P.   Kata Kunci : Buah Salak Swaru Penambahan, Meat Loaf.   Produk meat loaf yang banyak beredar di pasaran berbahan baku daging sapi. Pada penelitian ini meat loaf dengan penambahan buah salak Swaru. Pembuatan meat loaf dengan penambahan buah salak Swaru adalah upaya peningkatan untuk menjadi salah satu variasi olahan produk baru yang disukai masyarakat baik dari segi rasa, warna maupun tekstur dengan memanfaatkan bahan pangan lokal dan menambah nilai jual salak Swaru tersebut. Panelis dalam penelitian ini adalah panelis agak terlatih yang berjumlah 70 orang (S1 Pendidikan Tata Boga 2014 dan S1 Pendidikan tata Boga 2015). . Uji kesukaan terhadap panelis dilakukan dengan cara memberi sampel produk meat loaf dengan penambahan buah salak Swaru dan dilanjutkan mengisi angket uji kesukaan. Formulasi yang tepat dalam pembuatan meat loaf dengan penambahan buah salak Swaru adalah formulasi uji coba kedua dengan perbandingan 50% salak Swaru dengan 50% daging sapi. Hasil uji kesukaan sebanyak 37% panelis menyatakan suka rasa meat loaf dengan penambahan buah salak Swaru karena memiliki rasa gurih, 34% panelis menyatakan biasa saja warna meat loaf dengan penambahan buah salak Swaru karena kurang menarik, dan 44% panelis menyatakan suka tekstur meat loaf dengan penambahan buah salak Swaru karena tekstur yang lunak. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu panelis menyukai warna, tekstur  dan rasa dari meat loaf dengan penambahan buah salak Swaru. Adapun saran yang dapat disampaikan untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan inovasi olahan dari salak Swaru. Manfaat penelitian ini dapat menjadikan referensi baru tentang bahan pangan lokal menjadi olahan makanan khususnya meat loaf dengan penambahan buah salak Swaru dapat dijadikan peluang usaha

    PEMANFAATAN PARE (MomordicaCharantiaL.) SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN KIMCHI

    No full text
    ABSTRAK Tanaman pare (Momordica Charantia L.) merupakan salah satu sayuran yang terkenal dengan rasa pahitnya dan memiliki bau yang langu.Tanaman pare mengandung senyawa kimia yang memiliki aktifitas biologi, antara lain adanya senyawa flavonoid, vitamin A, vitamin B, vitamin C, asam amino kalsium, fosfor, dan beta karoten.Selain dari kandungan gizi pada buah pare yang tinggi, buah pare juga mempunyai khasiat sebagai obat.Pare  perlu di olah menjadi olahan makanan lain agar masyarakat  menyukai pare, yaitu mengolah menjadi makanan yang tidak pahitKimchi adalah makanan tradisional Korea berbahan dasar sayuran yang diberi garam dan difermentasikan. Kimchi ini memiliki rasa khas yang disukai semua kalangan di seluruh dunia. Kimchi memiliki bau khas, rasa asam dan asin serta biasanya disajikan dingin. Pare diolah menjadi kimchi diharapkan dapat mengurangi rasa pahit pada pare. Pada proses pembuatan kimchi dilakukan penggaraman seperti halnya  penggaraman untuk mengurangi rasa pahit pada pare di  Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi yang tepat dan  tingkat kesukaan panelis terhadap warna, rasa dan tekstur kimchi pare. Panelis terdiri dari 70 orang panelis agak terlatih, yaituS1 Tata Boga 2014, S1 Tata Boga 2015. Analisis data menggunakan persentase.Berdasarkan hasil analisa data tersebut, didapatkan formulasi pembuatan kedua yaitu menggunakan pare segar dan tanpa proses pelumuran garam pada pare. Hasil uji kesukaan panelismenunjukkan bahwa tingkat kesukaan panelis sebanyak 18 panelis (25.7%) menyatakan agak suka terhadap rasa kimchi pare, 28 panelis (40%) menyatakan suka terhadap warna kimchi pare dan 24 panelis (34.4%) menyatakan suka terhadap tekstur kimchi pare. Berdasarkan hasil uji coba keseluruhan dapat disimpulkan bahwa dari segi warna dan tekstur panelis menyatakan suka sedangkan dari segi rasa panelis menyatakan agak suka dan dari formulasi sendiri panelis menyatakan suka terhadap formulasi uji coba pembuatan kedua dengan pare yang masih segar tanpa pemanasan

    Uji Tingkat Kesukaan Snack Rumput Laut Eucheuma spinosum dengan Penambahan Sari Sawi Hijau sebagai Pewarna Alami

    No full text
    ABSTRAK Malitasari, Nur. 2017. Uji Tingkat Kesukaan Snack Rumput Laut      Eucheuma spinosum dengan Penambahan Sari Sawi                 Hijau sebagai Pewarna Alami. Tugas Akhir. Jurusan                 Teknologi Industri, Fakultas Teknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dra. Titi Mutiara       Kiranawati, M.P. (II) Dra. Nunung Nurjanah, M.Kes. Kata Kunci: Snack rumput laut, sawi hijau, uji tingkat kesukaanRumput laut merupakan salah satu tanaman jenis alga yang tergolong divisi Thallophyta dan merupakan tanaman yang tidak memiliki akar, batang, maupun daun. Salah satu jenis rumput laut yang dibudidayakan di Indonesia dan paling banyak komoditasnya, khususnya di Jawa Timur adalah rumput laut jenis Eucheuma spinosum. Melimpahnya rumput laut sedangkan pemberdayaannya terbatas, maka upaya untuk pemanfaatan rumput laut perlu lebih ditingkatkan. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan menganekaragamkan jenis produk olahan rumput laut. Salah satu penanganannya adalah dibuat sebagai makanan ringan.Makanan ringan atau snack rumput laut ini merupakan makanan yang berbahan dasar dari rumput laut jenis Eucheuma sp. yang telah dihaluskan dan diberi bumbu, kemudian dicetak untuk dikeringkan dan digoreng. Snack rumput laut ini juga dipadukan dengan air dari sawi hijau yang diperas sebagai pewarna alami agar snack terlihat lebih menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi yang disukai dalam pembuatan snack rumput laut Eucheuma sp. dengan penambahan sari sawi hijau sebagai pewarna alami, sehingga menghasilkan produk yang sesuai dengan hasil yang dapat diterima oleh konsumen. Penelitian yang dilakukan menggunakan uji hedonik/uji tingkat kesukaan dengan jumlah panelis yang menilai produk snack rumput laut sebanyak 35 panelis dan melakukan pengulangan uji tingkat kesukaan sebanyak 2 (dua) kali dengan panelis yang sama. Hasil uji tingkat kesukaan terhadap warna snack rumput laut sebesar 70% panelis menyatakan suka, 67,14% panelis menyatakan suka terhadap rasa snack rumput laut, dan 68,57% panelis menyatakan suka terhadap tekstur snack rumput laut. Pada hasil uji tingkat kesukaan tersebut panelis menyatakan suka dari kriteria-kriteria tersebut. Hal ini dapat disimpulkan bahwa produk snack rumput laut disukai oleh panelis. 

    Uji Hedonik Donat Kentang dengan Penambahan Tepung Bayam Merah

    No full text
    ABSTRAK Hanugroho, Ollaf. A. 2017. Uji Hedonik Donat Kentang dengan Penambahan Tepung Bayam Merah. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. Soenar Soekopitojo, M.Si. (II) Dra. Nunung Nurjanah, M.Kes. Kata kunci: Donat Kentang, Bayam Merah, dan Tepung Bayam MerahBayam merah sering disebut bayam gelatik. Daun bayam merah terdapat senyawa karoten, saponin, dan antosianin. Donat kentang adalah jenis roti berbentuk cincin yang proses pematangannya dengan cara digoreng.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formula donat kentang bayam merah yang disukai oleh panelis, mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap rasa, tekstur, dan warna donat kentang bayam merah.Ujicoba dilakukan sebanyak 2 kali yaitu dengan mendapatkan perbandingan tepung bayam merah dan terigu. Formulasi yang tepat dan digunakan yaitu resep uji coba ke 2 dengan perbandingan tepung bayam merah 15% dari berat terigu dan terigu protein tinggi 250 g. hasil dari uji coba formula 2 yaitu menghasilkan rasa manis dan sedikit langu khas daun bayam merah, tekstur berongga, tidak bantat, tidak keras, dan warna cokelat tua. Jumlah panelis untuk uji hedonik sebanyak 35 panelis dengan 2 kali pengulangan. Data dianalisis menggunakan persentase. Hasil tingkat kesukaan panelis terhadap rasa donat kentang bayam merah, persentase tertinggi adalah 46% menyatakan suka, tingkat kesukaan panelis terhadap tekstur yaitu 51% menyatakan suka dan tingkat kesukaan panelis terhadap warna yaitu 36% menyatakan suk

    UJi Tingkat Kesukaan nugget substitusi Terong Gelatik (solanum Melongena)

    No full text
    ABSTRACT Jaya, Angga, Dwi. 2016. Uji Tingkat Kesukaan Nugget Substitusi Terong Gelatik (Solanum Melongena). Tugas Akhir, Program Studi D3 Tata Boga Fakultas            Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nunung Nurjanah,      M.Kes., (II) Laili Hidayati, S.Pd, M.Si.Kata Kunci:  Terong Gelatik, Substitusi, Nugget, Produk nugget yang banyak beredar di pasaran berbahan baku daging ayam. Pada penelitian ini nugget disubstitusi dengan terong gelatik. Pembuatan nugget dengan subtitusi terong gelatik adalah upaya peningkatan nilai tambah terong gelatik, sekaligus menjadi alternatif produk nugget dengan harga yang lebih murah juga bisa menjangkau kalangan masyarakat menengah ke bawah. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan formulasi adonan yang tepat pada pembuatan nugget ayam substitusi terong gelatik, serta mengetahui tingkat kesukaan  panelis terhadap  warna, tekstur dan rasa dan mengetahui harga jual produk nugget substitusi terong gelatik. Panelis terdiri dari 70 orang panelis agak terlatih, yaitu D3 Tata Boga 2012 dan D3 Tata boga 2013. Uji kesukaan terhadap panelis dilakukan dengan cara memberi sampel produk nugget substitusi terong gelatik dan dilanjutkan mengisi angket uji kesukaan. Formulasi yang tepat dalam pembuatan nugget substitusi terong gelatik adalah formulasi uji coba kedua dengan perbandingan 50% terong gelatik dengan 50% daging ayam. Harga jual nugget substitusi terong gelatik lebih murah dibandingkan harga nugget pada umumnya. Hasil uji kesukaan sebanyak 54% panelis menyatakan suka warna nugget substitusi terong gelatik karena berwarna golden brown/kuning keemasan, 63% panelis menyatakan suka tekstur nugget substitusi terong gelatik karena padat, dan 43% panelis menyatakan suka rasa nugget substitusi terong gelatik karena rasa gurih.  Kesimpulan dari penelitian ini yaitu panelis menyukai warna, tekstur  dan rasa dari nugget substitusi terong gelatik. Adapun saran yang dapat disampaikan untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan inovasi olahan dari terong gelatik. Manfaat penelitian ini  dapat menjadi referensi tentang bahan pangan lokal  menjadi olahan makanan khususnya nugget substitusi terong gelatik selain itu dapat dijadikan peluang usaha

    Inovasi dan Uji Hedonik Susu Kedelai dengan Penambahan Sari Kayu Manis dan Sari Kapulaga

    No full text
    ABSTRACT Sari, Lidya PuspaWulan. 2016. Inovasi dan Uji Hedonik Susu Kedelai dengan Penambahan Sari Kayu Manis dan Sari Kapulaga. Tugas Akhir, Program Studi D3 Tata Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Ir. Soenar Soekopitojo, M.Si. (II) Dra. Wiwik Wahyuni, M.Pd.Kata Kunci: Susu kedelai, Kayu Manis, KapulagaSusu kedelai banyak diminati dan dikonsumsi oleh masyarakat, tetapi susu kedelai yang banyak beredar di masyarakat sering berbau langu dan rasanya kurang disukai. Aroma langu bisa dihilangkan dengan penambahan esens sintetis seperti strawberry, coklat, melon, namun banyak penelitian menyatakan bahwa esens sintetis tidak baik untuk kesehatan. Esens sintetis mengandung zat-zat berbahaya dan bersifat karsinogenik yang dapat merangsang terjadinya kanker pada manusia. Esens sintetis bisa digantikan dengan bahan pemberi aroma alami, pada penelitian ini digunakan rempah yang belum pernah digunakan dan dikombinasikan sebagai campuran dari susu kedelai yaitu kayu manis dan kapulaga yang diekstrak menggunakan air untuk mendapatkan sari. Tujuan penambahan dua rempah tersebut yaitu menghilangkan aroma langu serta menambah variasi dalam pengembangan produk susu kedelai yang sudah ada.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan formula yang tepat dalam pembuatan susu kedelai dengan penambahan sari kayu manis dan sari kapulaga, mendapatkan tingkat kesukaan terhadap warna, aroma, konsistensi dan rasa produk susu kedelai kayu manis kapulaga, dan mendapatkan harga jual. Susu kedelai kayu manis kapulaga merupakan minuman yang berbahan dasar kedelai dengan penambahan rempah kayu manis dan rempah kapulaga yang diekstrak dengan menggunakan air. Ketiga bahan tersebut dicampur sesuai dengan perbandingan volume, kemudian ditambah garam dan gula, direbus, disaring, dan dikemas dengan botol kaca. Uji coba resep dilakukan sebanyak 4 kali yaitu dengan mendapatkan perbandingan cairan dari tiga bahan tersebut, serta mendapatkan ukuran gula yang tepat. Formulasi yang tepat dan digunakan yaitu resep uji coba formula III dengan penambahan sari kayu manis sebanyak 150 ml, sari kapulaga sebanyak 350 ml, dan sari kedelai sebanyak 1000 ml. Hasil dari resep uji coba  formula III yaitu menghasilkan warna coklat muda, aroma tidak langu dengan aroma khas kayu manis dan aroma khas kapulaga, konsistensi cukup kental, rasa cukup manis dengan sensasi sedikit pedas dan  sensasi hangat saat diminum. Jumlah panelis untuk uji hedonik sebanyak 35 dengan pengulangan dua kali.  Hasil tingkat kesukaan panelis terhadap warna susu kedelai kayu manis kapulaga persentase tertinggi sebanyak 65,71% panelis menyatakan suka, tingkat kesukaan aroma yaitu 55,7143% panelis menyatakan suka, tingkat kesukaan konsistensi yaitu 61,43% panelis menyatakan suka, tingkat kesukaan rasa yaitu 60% panelis menyatakan suka. Harga jual susu kedelai kayu manis kapulaga adalah Rp. 23.876

    EvaluasiHedonik dan Uji Konsumen Cookies Dengan Penambahan Tepung Daun Kenikir

    No full text
    ABSTRACT Kholilulloh, Thubagus. 2016. Evaluasi Hedonik dan Uji Konsumen Cookies Dengan Penambahan Tepung Daun Kenikir. Tugas Akhir, Program Studi D III Tata Boga,  Jurusan Teknologi Industri,  Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang,  Pembimbing : (I) Dr. Dra. Rina Rifqie Mariana, M.P. (II) Ir. Issutarti. M.P.Kata Kunci: Kenikir, Cookies, Uji Organoleptik, Uji Kesukaan Konsumen.Kenikir (Cosmos caudatus kunt) merupakan tumbuhan yang memliki manfaat antara lain dapat menghambat bakteri yang menyebabkan diare, menambah nafsu makan, dan mencegah kanker. Sementara itu masih banyak orang yang tidak menyukai kenikir. Salah satu yang membuat tidak suka kenikir adalah tidak terbiasa makan sayur. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti cookies dengan penambahan tepung daun kenikir.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen cookies dengan penambahan tepung daun kenikir sebanyak 5%. Uji yang dilakukan adalah uji organoleptik dan uji kesukaan konsumen untuk mengetahui tingkat kesukaan terhadap cookies daun kenikir. Uji hedonik dilakukan untuk menanggapi mengenai tingkat kesukaan terhadap warna, rasa, aroma, tekstur cookies daun kenikir pada panelis. Uji kesukaan konsumen dilakukan untuk menanggapi tingkat kesukaan terhadap warna, rasa, tekstur, bentuk, dan kemasan cookies daun kenikir pada konsumen yang meliputi anak-anak 50 panelis, remaja 50 panelis, dan dewasa 50 panelis. Hasil uji kesukaan terhadap rasa cookies daun kenikir sebesar 83,3% panelis menyatakan suka, 86,6% panelis menyatakan suka terhadap warna cookies daun kenikir, 85% panelis menyatakan suka terhadap aroma cookies daun kenikir, dan 90% panelis menyatakan suka terhadap cookies daun kenikir. Hasil uji kesukaan  konsumen rasa cookies daun kenikir terhadap golongan dewasa sebesar 82%, golongan remaja 78%, dan golongan anak-anak 54% menyatakan suka, 90% golongan dewasa, 88 golongan remaja, dan 86% golongan anak-anak menyatakan suka terhadap warna cookies daun kenikir, 90% golongan dewasa, 92% golongan remaja, dan 86% golongan anak-anak menyatakan suka terhadap tekstur cookies daun kenikir, 64% golongan dewasa, 66% golongan remaja dan 76% golongan anak-anak menyatakan suka terhadap bentuk A cookies daun kenikir, dan 80% golongan dewasa, 76% golongan remaja, dan 60% golongan anak-anak menyatakan suka terhadap kemasan A cookies daun kenikir. Pada hasil uji kesukaan dan uji kesukaan konsumen di atas menunjukkan bahwa produk cookies daun kenikir disukai oleh panelis dan konsumen yang meliputi anak-anak, remaja, dan dewasa

    Pemanfaatan Terong Gelatik (Solanum Melongena L) Sebagai Bahan Tambahan Dalam Pembuatan Otak-Otak Terung

    No full text
    ABSTRACT Henryanto, WidyaBudhy. 2016. Pemanfaatan Terong Gelatik (Solanum Melongena L) Sebagai Bahan Tambahan Dalam Pembuatan Otak-Otak Terung. Tugas Akhir.Program Studi D3 Tata Boga Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I). Dr.Ir. Soenar Soekopitojo, M.Si, (II) Lismi Animatul Chisbiyah, S.Pd, M.Pd.Kata kunci: TerungGelatik, Otak-Otak Terung, Uji Kesukaan.Terung gelatik (SolanummelongenaL.) merupakan tanaman asli daerah  tropis yang diduga berasal dari Asia, terung gelatik selain kaya akan air juga mengandung provitamin A yang bagus untuk kesehatan matadan vitamin C untuk mengobati sariawan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Mineral penting seperti potasium, fosfor dan magnesium mampu menjaga dan memelihara kesehatan tubuh. Umumnya terung dikonsumsi dengan cara dimasak hingga menjadi sayur misalnya sayur lodeh, dan balado terung. Namun beberapa jenis terung lainnya seperti terung gelatik dapat dimakan sebagai lalap segar.Otak-otak terung merupakan merupakan salah satu produk makanan yang berbahan dasar terung gelatik dan ikan tuna. Pembuatan otak-otak dengan penambahan terung gelatik adalah upaya untuk pelengkapnutrisiotak-otak karena terung banyak mengandung zat-zat gizi. Otak-otak yang ditambahkan terung diharapkan mengandung antioksidan dan mengandung serat cukup tinggi. Antioksi dan berfungsi untuk melindungi tubuh dari efek destruktif yang ditimbulkan radikal bebas, selain itu serat bermanfaat untuk mencegah kanker dan sembelit atau konstipasi. Dalam penelitian ini dibuat otak-otak terung dengan tujuan ingin mendapatkan formula yang tepat, sehingga dapat disukai panelis,serta untuk mengetahui uji organoleptik terhadap tekstur, warna, rasa, dan aroma otak-otak terung.  Hasil uji kesukaan menunjukan bahwa 48% panelis menyatakan suka tehadaptekstur, 40%  panelis menyatakan agak suka terhadap warna, 57% menyatakan suka terhadap rasa, dan 57% menyatakan suka terhadap aroma. Dari hasil uji kesukaan diatas dapat disimpulkan bahwa otak-otak terung disukai oleh panelis

    0

    full texts

    221

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇