Tugas Akhir Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    221 research outputs found

    Uji Tingkat Kesukaan Petis Limbah Ikan Barakuda

    No full text
    ABSTRAK   Pramudita,  Aditya. 2018. Uji Tingkat Kesukaan Petis Limbah Ikan Barakuda (Sphyreaena qenie).  Tugas Akhir, Jurusan Pendidikan Vokasi, Fakultas Teknik, Universitass Negeri malang. Pembimbing: (I) Dr. Dra. Titi Mutiara Kiranawati, M.P. (II)  Dra. Wiwik Wahyuni M. Pd.   Kata Kunci: Petis ikan, Ikan Barakuda, Limbah Petis merupakan salah satu olahan hasil perikanan yang menggunakan air sisa rebusan ikan yang dibuat pindang, lalu dimasak terus menerus dengan penambahan beberapa bahan hingga mengental. Ikan Barakuda (Sphyreaena qenie) adalah salah satu jenis ikan yang terdapat di perairan Indonesia yang pada penelitian ini menggunakan kepala dan tulang ikan barakuda. Pada umumnya, tulang ikan kaya akan kandungan zat besi dan kalsium. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formula yang tepat untuk pembuatan petis limbah ikan Barakuda dan mendapatkan tingkat kesukaan warna, rasa, aroma, serta konsistensi.. Uji coba penelitian ini dilakukan sebanyak tiga kali yaitu resep dasar yang mengubah bahan utama ppembuatan petis ikan, formula 1 dan  formula 2 dengan perbedaan pada waktu proses pengolahan perebusan. Hasil dari formula 2 yaitu, menghasilkan warna coklat tua, rasa asin manis yang seimbang, aroma khas ikan barakuda, dan konsistensi yang sedikit liquid. Jumlah panelis untuk uji tingkat kesukaan petis limbah ikan barakuda sebanyak 35,data dianalisis dengan presentase. Hasil tingkat kesukaan panelis pada warna petis limbah ikan Barakuda menunjukkan bahwa presentase tertinggi adalah 57,15 %. Tingkat kesukaan panelis terhadap rasa sebanyak 78,57%. Tingkat kesukaan panelis terhadap aroma sebanyak 41,43% . Tingkat kesukaan panelis terhadap konsistensi petis sebanyak 28,57% . Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini yaitu agar peneliti selanjutnya dapat  meneliti tentang kandungan gizi petis limbah ikan barakuda, serta dapat meningkatkan kualitas produk petis agar bisa lebih diterima oleh masyarakat

    Substitusi Terigu Dengan Tepung Ayam Kampung Pada Chicken Roll Cake

    No full text
    RINGKASAN   Roll cake merupakan jenis sponge cake yang terbuat dari telur, terigu, gula, dicetak di loyang tipis (ukuran 20cm x 20 cm x 3cm) sehingga menghasilkan lembaran cake tipis dioles bahan isian kemudian digulung. Banyak variasi cake yang menggunakan bahan baku selain terigu, hal tersebut menunjukkan bahwa kecenderungan terigu sebagai bahan pokok dalam pembuatan cake dapat disubstitusi dengan bahan lain, bahan lain yang sering digunakan sebagai subtitusi terigu yaitu tepung nabati diantaranya tepung beras hitam, tepung tempe, dan tepung kacang merah. Subtitusi terigu juga dapat menggunakan tepung hewani, tujuannya untuk menambah inovasi rasa gurih pada cake dan memperpanjang masa simpan daging. Selama ini sedikit yang memanfaatkan tepung hewani sebagai subtitusi terigu. Tepung hewani yang pernah diolah menjadi tepung adalah tepung ikan dan tepung ikan lebih sering dimanfaatkan sebagai pakan ternak, untuk menciptakan sesuatu yang baru maka tepung hewani yang digunakan adalah tepung ayam kampung. Ayam kampung merupakan jenis unggas yang disukai masyarakat Indonesia karena dagingnya kenyal, berisi, tidak lembek, dan tidak berlemak. Daging ayam kampung diolah menjadi tepung ayam kampung kemudian diaplikasikan kedalam hidangan dessert bernama chicken roll cake, karena ayam kampung selama ini hanya diolah menjadi hidangan lauk pauk Indonesia. Kriteria chicken roll cake adalah warna cake kuning keemasan, tekstur cake yang lembut dan berpori kecil, rasa cake yang manis dan gurih, serta memiliki aroma khas roll cake dan aroma khas tepung ayam kampung. Formulasi yang menghasilkan cake sesuai kriteria adalah formulasi III dengan berat 20 gr terigu, 20 gr tepung ayam kampung, 10 gr maizena, kuning telur 176 gr, putih telur 66 gr, gula kastor 60 gr, dan salted margarin 40 gr. Harga jual per porsi chicken roll cake adalah Rp 10.573 dimana satu porsi menghidangkan 3 potong cake

    Penggunaan Kuning Telur Ayam Kampung Sebagai Emulsifier dalam Hidangan Pineapple Mousse Pie

    No full text
    ABSTRAK   Yudatama, Riko. 2018. Penggunaan Kuning Telur Ayam Kampung Sebagai Emulsifier Dalam Hidangan Pineapple Mousse Pie. Tugas Akhir, Pendidikan Vokasi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Ir. Soenar Soekopitojo, M.Si.   Kata Kunci: Kuning Telur Ayam Kampung, Lesitin, Emulsifier, Pineapple Mousse Telur ayam kampung dikonsumsi oleh masyarakat sebagai bahan makanan yang mempunyai nilai gizi cukup tinggi karena banyak mengandung zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Telur memiliki kandungan protein tinggi serta memiliki susunan protein yang lengkap. Setiap 100 g telur ayam kampung mengandung 74 g air, 12,8 g protein, 11,5 g lemak, 0,7 g karbohidrat dan juga terdapat vitamin dan mineral. Bagian telur ayam kampung terutama pada kuning telurnya juga terdapat phospholipid. Phospholipid merupakan ester asam lemak dan gliserol yang mengandung ion fosfat. Oleh karena itu phospholipid menunjukkan sifat emulsifier. Kuning telur merupakan emulsifier alami yang baik dan digunakan secara luas dalam industri pangan.Lesitin adalah komponen penstabil emulsi pada kuning telur. Di dalam lesitin terdapat bagian yang larut dalam minyak dan bagian yang larut dalam air. Menurut Winarno dalam (Almunifah, 2014) emulsi merupakan suatu dispersi atau suspensi suatu cairan dalam cairan yang lain dimana kedua molekul dari cairan tersebut memiliki sifat yang berbeda sehingga tidak dapat berbaur.   Pineapple mousse pie merupakan salah satu variasi dessert yang menggabungkan antara 2 jenis hidangan, yaitu pie dan mousse. Pie merupakan jenis pastry yang terdiri dari kulit kering yang memiliki tekstur crunchy. Bahan pembuatnya berupa terigu, mentega, telur, air dan gula halus. Dalam pembuatan pineapple mousse pie, bagian kulit pie ini berukuran kecil atau biasa disebut dengan tarlet yang berfungsi sebagai wadah untuk pineapple mousse. Mousse termasuk ke dalam kategori cold desert, yaitu dessert yang disajikan dalam keadaan dingin. Mousse merupakan dessert yang memiliki tekstur lembut dan halus seperti busa. Busa tersebut diperoleh dari putih telur atau whipped cream yang dikocok sampai kaku. Mousse membutuhkan zat pengemulsi untuk menyatukan antara whipped cream yang bersifat minyak dengan nanas yang mengandung air sehingga tidak terjadi sifat memisah

    Golden Egg Nugget Menu Appetizer Berbahan Dasar Telur Ayam Kampung

    No full text
    ABSTRAK   Permana, Bimo. 2018. Golden Egg Nugget Menu Appetizer Berbahan Dasar Telur Ayam Kampung Tugas Akhir, Pendidikan Vokasi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Ir. Budi Wibowotomo, M.Si., Ph.D.   Kata kunci: Telur Ayam Kampung, Appetizer, Nugget, Golden Egg Nugget. Telur Ayam Kampung (Gallus domesticus) memiliki ukuran yang lebih kecil dari telur ayam negeri, selain itu kuning telur ayam kampung lebih kuning dan harga nya lebih mahal dari ayam negeri, telur ayam kampung biasa dikonsumsi sebagai bahan makanan bernilai gizi tinggi karena dipercaya ayam kampung diberi makanan yang baik dan alami. Nugget adalah campuran daging ayam yang dihaluskan menjadi menjadi adonan yang ditambahkan tepung dan bumbu. Bahan utama Nugget biasanya daging ayam dan ikan. Golden Egg Nugget merupakan jenis hot Appetizer berupa Nugget berbahan dasar telur ayam kampung melalui proses memisahkan putih telur yang dicampurkan tumisan sayuran,jamur dan bumbu rempah. Tujuan pembuatan produk ini adalah untuk memberikan inspirasi pengaplikasian bahan telur ayam kampung yang diolah menjadi olahan yang lebih beragam dan menarik, mengembangkan produk dan memberikan informasi kepada masyarakat tentang olahan berbahan dasar telur ayam kampung yang lebih beragam dengan cara memposting video pengolahan pada media sosial. Uji coba dilakukan sebanyak 3 kali yaitu dengan mendapatkan perbandingan, pengurangan dan penambahan tepung terigu dan bumbu kari . Formulasi yang tepat dan digunakan yaitu resep uji coba ke III dengan perbandingan tepung terigu sebanyak 15 gram dan bumbu kari sebanyak ½ sdt. Hasil dari uji coba formula III yaitu tekstur yang mudah dipotong, rasa gurih kari, warna putih kekuningan dan aroma kari. Harga jual hidangan Golden Egg Nugget berbahan dasar telur ayam kampung per piece adalah Rp 3.500

    UJI TINGKAT KESUKAAN SAUS BOLOGNAISE KEONG SAWAH

    No full text
    ABSTRAK   Yulianto, Andik. 2017. Uji Tingkat Kesukaan Saus Bolognaise Keong Sawah (Pilla Ampullacea.). Tugas Akhir,  Progaram  Studi D3 Tata Boga  Jurusan Pendidikan Vokasi, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Rina Rifqie Mariana, M.P. (2) Laili Hidayati, S.Pd, M.Si.   Kata Kunci: Saus Bolognaise, Keong Sawah, Uji Hedonik   Pemanfaatan keong sawah selama ini terbatas pada berbagai jenis olahan hidangan. Upaya yang dilakukan untuk menambah nilai ekonomis dari keong sawah segar supaya memiliki nilai jual salah satunya diolah menjadi saus bolognaise. Sebagai variasi produk dan juga untuk menambah kandungan protein, keong sawah dapat dipilih sebagai alternatif bahan saus bolognaise. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan formula saus bolognaise keong sawah yang tepat serta untuk mengetahui tingkat kesukaan terhadap warna, rasa, aroma dan tekstur. Uji coba resep dilakukan sebanyak 2 kali untuk menentukan formulasi yang tepat dan sesuai prosedur. Persentase penggantian keong sawah yang digunakan sebanyak 100 % dan 50 %.  Formulasi yang digunakan uji kesukaan adalah formulasi resep uji coba kedua dengan penggantian keong sawah sebanyak 50 % atau 250 gram dari berat daging keong sawah. Formulasi ini menghasilkan saus bolognaise yang memiliki warna merah kecoklatan dan terdapat bintik-bintik hitam dari daging keong sawah yang dicincang, rasa gurih, tekstur lunak, dan aroma yang tidak amis. Metode perhitungan hasil uji hedonik yaitu dengan menggunakan persentase. Jumlah panelis yang melakukan uji hedonik yaitu sebanyak 35 panelis agak terlatih dengan 2 kali pengulangan.             Hasil uji hedonik terhadap warna saus bolognaise keong sawah menunjukkan sebanyak 72.8% panelis menyatakan suka. Hasil uji hedonik terhadap rasa saus bolognaise keong sawah yaitu sebanyak 54.3% panelis menyatakan suka. Hasil uji hedonik terhadap aroma saus bolognaise keong sawah yaitu sebanyak 58.5% panelis menyatakan suka. Hasil uji hedonik terhadap tekstur saus bolognaise keong sawah yaitu sebanyak 54.3% panelis menyatakan suka.   ABSTRACT   Yulianto, Andik. 2017. Test of Hedonic Level of Sauce bolognaise from Freshwater Snail (Pila Ampullacea.). Final Project. D3 Culinary Study Program. Vocational Education. Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang. Advisors: (1) Dr. Rina Rifqie Mariana, M.P. (2) Laili Hidayati, S.Pd, M.Si.   Keywords: Bolognaise Sauce, Freshwater Snail, Hedonic Test   The use of freshwater snail, during this time, still limited to dishes products. While, the attempt conducted to add economic value of freshwater snail in order to have high value. One of the attempts is processed to be bolognaise sauce. As product variation as well as to add protein content, freshwater snail can be selected as alternative ingredient of bolognaise sauce. The aim of this research was to obtain appropriate formula for freshwater snail bolognaise sauce as well as to know preference level to its colour, taste, aroma, and texture. Recipe test in this research conducted for twice two in order to determine appropriate formula and suitable to the procedure. Percentage of freshwater snail replacement used in the recipe was 100% and 50%. Formulation used for preference test was second recipe test formulation with freshwater snail replacement of 50% or 250gr weight. This formulation resulted bolognaise sauce with red-brownish colour, contains black spots from chopped freshwater snail, tasteful, smooth texture, and not fishy aroma. Method used for hedonic test analysis was using percentage. Number of panelist conducted this hedonic test was 35 somewhat trained panelists with twice repetition. The result of hedonic test to colour of freshwater bolognaise sauce showed that 72.8% panelists stated like the sauce. The result of hedonic test to taste of freshwater bolognaise sauce showed that 54.3% panelists stated like the sauce. The result of hedonic test to aroma of freshwater bolognaise sauce showed that 58.5% panelists stated like the sauce. While, The result of hedonic test to texture of freshwater bolognaise sauce showed that 54.3% panelists stated like the sauce

    krengsengan kerang darah (anadara granosa) dengan perendaman asam cuka 25% dan perendaman air kapur sirih dalam waktu yang berbeda

    No full text
    ASBTRAK   Bestari, S.R. 2018. Krengsengan Kerang Darah (Anadara granosa.) Dengan Perendaman Asam Cuka 25% Dan Perendaman Air Kapur Sirih Dalam Waktu Yang Berbeda. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Nunung Nurjanah, M.Kes. (2) Ir. Issutarti, M.P.   Kata Kunci: kerang darah, krengsengan, asam cuka Penelitian ini bertujuan untuk mencari dan mengetahui formulasi yang tepat produk krengsengan kerang darah yang telah direndam menggunakan  asam cuka 25% dan perendaman air kapur sirih serta mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap warna, rasa, aroma, dan tekstur krengsengan kerang darah dengan perendaman asam cuka 25% dan air kapur sirih. Resep krengsengan kerang darah mengacu pada resep krengsengan daging kambing dengan mengganti daging, dan merubah komposisi bumbu. Uji coba formulasi krengsengan kerang darah dilakukan dengan merendam 50 g daging kerang darah menggunakan asam cuka 25% selama 1 jam dan direndam menggunakan air kapur sirih selama 1 jam sebanyak 100 mL dan 250 mL .  Formulasi krengsengan kerang darah yang dipilih  diujikan terhadap panelis untuk tingkat kesukaan terhadap warna, rasa, aroma dan tekstur. Data diolah dengan presentase.  Hasil penelitian menunjukkan formulasi krengsengan kerang darah yang direndam asam cuka 25% dan air kapur sirih 250 ml yang sesuai adalah daging kerang 50 gram, petis udang 3 gram, kecap manis 3 ml, tomat 5 gram, air 35 ml, cabai merah 7 gram, cabai rawit 0,6 gram, bawang merah 3,3 gram, bawang putih 1,3 gram, lada 0,3 gram, jahe, 0,5 gram, garam 0,3 gram, gula 0,3 gram, dan minyak 6 ml. Panelis yang menyatakaan suka terhadap warna  krengsengan kerang darah sebanyak 55,71%, yang suka terhadap rasa sebanyak 57, 14%, yang suka terhadap aroma sebanyak 48,57% dan yang suka terhadap tekstur sebanyak  55,71%. Kesimpulan dari penelitian adalah krengsengan kerang darah yang direndam menggunakan asam cuka 25% sebanyak 100 ml kemudian direndam dengan air kapur sirih sebanyak 250 ml selama 1 jam bisa diterima panelis. Saran dari penelitian ini adalah meneliti nilai gizi kerang darah dengan perendaman air kapur sirih

    PUMPKIN SOUPDENGAN ISIAN BAKSO DAGING BURUNG PUYUH

    No full text
    RINGKASAN   Dewani, Andrea. 2018. Pumpkin Soup dengan Bahan Isi Bakso Daging Burung Puyuh.Tugas Akhir, Program Studi D3 Tata Boga. Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr Nunung Nurjanah, M.Kes.   Kata kunci: Burung Puyuh, Pumpkin, Soup,BaksoDagingBurungPuyuh. Makanan pembuka (Appetizer) adalah hidangan pembuka, yang berfungsi sebagai pembangkit selera makan, karena mempunyai penampilan yang menarik, porsi, dan rasa yang seimbang. Hidangan appetizer khususnya hidangan pembuka panas (hot appetizer) yaitu soup. Pumpkin soup termasuk jenis sup kental (thick soup), soup ini sangat mudah dan tidak membutuhkan waktu lama untuk proses pembuatannya. Hidangan pumpkin soup memiliki isian bakso, bakso yang dipakai adalah bakso daging burung puyuh. Tujuan dari pengembangan produk ini adalah memanfaatkan daging burung puyuh sebagai isian pumpkin soup, mengetahui formulasi resep bakso daging burung puyuh, mengetahui harga jual, dan mem-publish pembuatanpumpkin soup dengan bahan isi bakso daging burung puyuh pada media sosial.Uji coba resep dilakukan sebanyak dua kali dan menghasilkan formulasi resep ke II, Uji coba resep formulasi II menunjukan hasil kekentalan soup yang pas yaitu tidak terlalu kental dan sedikit cair, untuk bakso daging burung puyuh memiliki tekstur yang kenyal, padat dan kokoh tidak gampang rapuh. Harga jual perporsi pumpkin soupdengan isian bakso daging burung puyuh yaitu Rp. 23.500

    With Pineapple Sauce and Cucumber Pickle Sebagai Hidangan Appetizer.

    No full text
    RINGKASAN Astuti, Tita. 2018. Duck (Anas platyhyncos) With Pineapple Sauce and Cucumber Pickle Sebagai Hidangan Appetizer. Tugas Akhir, Program Studi D3 Tata Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Malang. Pembimbing: Laili Hidayati, S.Pd, M.Si.   Kata Kunci: Salad, Bebek, Nanas, Bawang Bombay Salad merupakan salah satu hidangan pembuka (Appetizer) yang berfungsi untuk menambah selera makan. Isi (body) pada pembuatan salad bisa menggunakan bahan hewani misalnya bebek. Daging bebek memiliki bau yang amis dan daging yang liat, untuk menghilangkan bau amis dan daging yang liat menggunakan nanas dan bawang bombay pada proses marinade. Nanas memiliki kandungan enzim protease dan bromelin. Bawang bombay memiliki kandungan minyak esensial yang memberikan aroma yang khas. Tujuan pengembangan produk ini adalah menemukan formula yang tepat pada proses pengempukan dan menghilangkan bau amis pada daging bebek sebagai hidangan appetizer, menentukan harga jual dan mempublikasikan pembuatan duck with pineapple sauce and cucumber pickle di media social yaitu youtube. Pada proses pembuatan duck with pineapple sauce and cucumber pickle uji coba yang dilakukan sebanyak 3 kali. Formula yang sesuai adalah formulasi ketiga dengan perbandingan daging bebek sebanyak 100 gram, nanas sebanyak 60 gram dan bawang bombay sebanyak 50 gram yang di-marinade selama 30 menit.  Hasil dari formula ketiga adalah daging bebek tidak bau amis dan tidak liat. Harga adalah Rp 9.061 dengan berat 55 gram per porsi. Mem-publish cara pembuatan duck with pineapple sauce and cucumber pickle di social media yaitu youtube https://www.youtube.com/watch?v=8YSneJzUngY&t=20s

    PEMBUATAN QUICHE LORRAINE TELUR PUYUH ASAP

    No full text
    ABSTRAK   Wahyudiyanto, Ipong 2018.Pembuatan Quiche Lorraine Telur Puyuh Asap,Program Studi D3 Tata Boga. Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:Laili Hidayati, SPd, M.Si   Kata kunci :Quiche Lorraine, TelurPuyuh , Asap Cair Dunia kuliner saat ini sangat berkembang pesat,khususnya hidangan pastry. Quiche lorraine hidangan pastry yang cukup digemari. Quiche lorraine merupakan pie dengan rasa gurihdan memiliki isian daging asap. Proses pengasapan dapat dilakukan pada beberapa bahan makanan, salah satunyatelur puyuh. Telur puyuh memiliki potensi sebagai pengganti daging asap karena kandungan gizi cukup tinggi dan harga yang lebih murah. Tujuan dari pengembangan produk ini adalah memanfaatkan telur puyuh asap sebagai isian quiche lorraine, mengetahui formulasi resep telur puyuh asap, mengetahui harga jual, dan mem-publish pembuatan quiche lorraine telur puyuh asap pada sosial media. Pengembangan produk diawali dengan melakukan formulasi resep telur puyuh asap menggunakan asap cair. Formulasi resep dilakukan sebanyak tiga kali dan menghasilkan formulasi resep yang sesuai pada formula III, yakni merendam telur puyuh yang sudah diwarnai dan digoreng kedalam larutan asap dengan perbandingan air 500 cc dan 50cc asap cair, waktu perendaman 15 menit. Telur puyuh asap yang dihasilkan memiliki warna menyerupai daging asap, aroma asap tidak terlalu tajam, dan rasa tidak asam. Hasil telur puyuh asap selanjutnya diolah menjadi isian quiche lorraine, sehingga didapatkan produk quiche lorraine telur puyuh asap. Analisis biaya menggunakan metode harga pokok standar dan menghasilkan harga jual Rp. 12.667/ porsi. Proses pembuatan produk telah di-publish pada chanel youtube dengan kata kunci pembuatan quiche lorraine telur puyuh asap by Ipong

    . Identifikasi Kuliner Etnis Tengger dan Komposisi Gizi Kuliner di Desa GubugklakahKecamatan PoncokusumoKabupaten Malang

    No full text
    RINGKASAN   Cahayani, Alfa Zakiya. 2018. Identifikasi Kuliner Etnis Tengger dan Komposisi Gizi Kuliner di Desa GubugklakahKecamatan PoncokusumoKabupaten Malang.Skripsi.JurusanTeknologiIndustri, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (I) Dr.Ir.Soenar Soekopitojo, M.Si (II) Dr. Dra. TitiMutiaraKiranawati, M.P.   Kata Kunci: kuliner etnis, komposisi gizi, etnistenggerdesagubugklakah   EtnisTenggersebagianbesarmenghuniwilayahdesaPenyangga yang berbatasandengankawasanpelestarianalam Taman NasionalBromoTenggerSemeru (TNBTS).TNBTS secaraadministratifterletak di wilayahKabupatenProbolinggo, KabupatenPasuruan, KabupatenLumajangdanKabupaten Malang.PenyebaranmasyarakatEtnisTenggersalahsatunyaberada di desaGubugklakah kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang.DesaGubugklakahatau yang biasa dikenal Desa Wisata Gubugklakah (DWG) menyajikan panorama alamindahdankesejukankhaspegunungan serta menjadi destinasi wisata alam diDesaGubugklakah.Kulinerkhas yang beradapadasuatudestinasiwisatadapatdipercayasebagaialatpromosidanpembentukpencitraan yang afektif.Penelitianinibertujuanuntukmengetahuikeanekaragamanmakanansehari-hari, bahanbaku lokal,teknikpengolahan, alat pengolahan, penyajian dan nilai gizimakanantradisionalsehari-hariEtnisTenggerDesaGubugklakah. Penelitian yang digunakanadalahpenelitiandeskriptifdenganpendekatankualitatif.Pengumpulan data padapenelitianmenggunakanteknikobservasi, wawancaradandokumentasi.InformanpadapenelitianiniadalahKepalaDesaGubugklakah, Pemuka Adat DesaGubugklakah, danmasyarakatEtnisTenggerDesaGubugklakah. Hasil Penelitian ini menunjukkan(1)keanekaragamanmakanantradisionalsehari-hariEtnisTenggerDesaGubugklakahdiantaranyamakananpokok (nasi empok/ sego empok, nasi putih), Hidangan laukpauk (ikan asin goreng/ iwak gereh goreng, mendol tempe, tahu goreng, sambal kothokan, sambal orek), Hidangan sayuran (sayursemen rebus/kulub semen, ranti rebus/ kulub ranti, daun singkong rebus/ kulub godong puhung ), sepinggan (oyek), jajanan (pisang rebus/ gedang godok, pisanggoreng/gedanggoreng, singkong rebus/ puhung godok, singkong goreng/ puhung goreng, jemblem, kentang krawu), danminuman (kopi jawa, teh).; (2) bahanbakulokal yang digunakanuntukmembuatmakanantradisionalsehari-hariyaitubawangtropong/bawangprei, kentangtengger,jagung, sayursemen,ranti, kuningan, umbi- umbian,pisang, kopi; (3) teknikpengolahanmakanantradisionalsehari-hari yang digunakanyaitumerebus, menumis, mengukus, menggoreng, membakar; (4)Alat pengolahan yang digunakan  berupa lumpang, nyiru, langseng, wajan, serok, panci, teko, anglo, tungku, kompor alat penyajian berupa piring, sendok, wakul, gelas; (5) komposisi gizi kuliner Etnis Gubugklakah sesuai dengan daftar komposisi bahan makanan               

    0

    full texts

    221

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇