Tugas Akhir Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    221 research outputs found

    UJI ORGANOLEPTIK BUBBLE DRINK TELUR IKAN SEMBILANG (Plotosus canius)

    No full text
    RINGKASAN   Bagaskoro, Dading Bayu. 2018. Uji Organoleptik Bubble Drink  Telur Ikan Sembilang (Plotosus canius). Tugas Akhir, Program Studi D III Tata Boga, Jurusan Pendidikan Vokasi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. Soenar Soekopitojo, M.Si., (II) Laili Hidayati, S.Pd., M.Si.   Kata Kunci: Uji Organoleptik, Bubble Drink, Telur ikan Jika bubble drink pada umumnya tidak memiliki banyak manfaat, maka berbeda dengan bubble drink telur ikan sembilang karena mengandung telur ikan sembilang yang mempunyai banyak manfaat gizi. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan formula bubble drink telur ikan sembilang yang tepat, mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap warna, rasa, tekstur, dan aroma bubble drink telur ikan sembilang. Metode pembuatan bubble drink telur ikan sembilang dengan cara mencuci telur ikan sembilang ikan untuk menghilangkan kotoran yang menempel. Setelah pencucian, dilakukan perendaman dengan arang, proses perendaman dilakukan selama 15 menit. Telur ikan sembilang yang sudah direndam dengan arang direbus hingga matang. Pembuatan adonan bubble drink dilakukan dengan mencampurkan tepung tapioka, air, perasa, dan jelly bubuk. Setelah adonan kalis dilakukan pembentukan dengan cara memasukkan telur ikan sembilang kedalam adonan bubble drink. Bubble drink telur ikan sembilang yang sudah berbentuk bulatan-bulatan, direbus hingga matang. Bubble drink  yang akan dianalisis meliputi uji kesukaan warna, rasa, tekstur aroma, tekstu,, warna. Pengujian dilakukan oleh panelis agak terlatih yaitu mahasiswa D3 Tata Boga 2014 dan S1 Tata Boga 2014 sebanyak 35 panelis. Data yang sudah dianalisis dihitung dengan menggunakan uji persentase. Penghitungan harga jual dilakukan untuk mengetahui harga bubble drink telur ikan sembilang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula yang sesuai untuk  bubble drink telur ikan yaitu formula kedua, dengan komposisi telur ikan sembilang 100 gram, arang 50 gram, tepung tapioka 100 gram, jelly bubuk 10 gram, perasa makanan 7 gram. Formula tersebut menghasilkan bubble drink telur ikan sembilang dengan warna coklat bening, rasa yang tidak amis dan sedikit gurih, memiliki tekstur yang padat dan kenyal, dan memilik aroma mocca. Tingkat kesukaan panelis terhadap warna bubble drink telur ikan sembilang sebanyak 48,6% (agak suka), rasa sebanyak 45,7% (agak suka), tekstur sebanyak 35,7% (agak suka), dan aroma sebanyak 38,6% (agak suka). Diharapkan peneliti selanjutnya meneliti kandungan gizi bubble drink telur ikan sembilang. Apabila produk bubble drink  telur ikan sembilang ingin dijadikan sebagai peluang usaha sebaiknya memilih kemasan yang lebih ramah lingkungan dan tetap menarik minat konsumen

    PENAMBAHAN TEPUNG MENTOK (Cairina Moschata) PADA KULIT PASTA RAVIOLI

    No full text
    RINGKASAN Anu, Stefani H.P. 2018. Penambahan Tepung Mentok (CairinaMoschata) Pada Kulit Pasta Ravioli.Tugas Akhir, Jurusan Pendidikan Vokasi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Ir. Issutarti, M.P.   Kata Kunci:Mentok, Pasta, Pasta Ravioli, Pasta Ravioli Mentok Mentok dikenal dengan nama itik manila. Pengolahan daging mentok masih terbatas pada hidangan tradisional. Hidangan tradisional kurang diminati oleh kalangan anak muda. Jenis hidangan yang saat ini banyak diminati oleh anak muda salah satunya adalah pasta. Penggunaan mentok pada pasta dapat menjadi inovasi hidangan untuk menarik minat masyarakat. Pasta merupakan salah satu makanan yang sedang menjadi tren di kalangan anak muda. Pasta dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu pasta kering dan pasta segar. Jenis  pasta kering adalah spaghetti, fettuccine, cannelloni, penne, macaroni, farfalle, dan fusilli sedangkan jenis pasta segar salah satunya adalah pasta ravioli. Pasta ravioli adalah pasta yang berbentuk mirip bantal kecil atau pastel, terdiri dari 2 lembaran pasta yang dalamnya bisa diisi. Pasta ravioli biasanya diisi dengan berbagai isian seperti daging, sayuran, seafood,dankeju. Pasta dengan kualitas yang baik memiliki tekstur yang kenyal, berwarna krem segar, memiliki aroma khas tepung mentok, dan rasa yang dihasilkan gurih daging mentok. Formulasi yang menghasilkan pasta ravioli sesuai kriteria adalah formulasi IV dengan terigu seberat 150 gr, tepung mentok seberat 90 gr, telur 50 gr, minyak goreng 4 ml, air 17 ml, garam 2 gr. Harga jual per porsi pasta ravioli mentok adalahRp 29.000

    Kreasi Olahan Ayam Kampung Dalam Hidangan Kontinental Bioatride Soup

    No full text
    ABSTRAK   Siama, Hanifa. 2018. Kreasi Olahan Ayam Kampung Dalam Hidangan Kontinental Bipatride Soup. Tugas Akhir, Jurusan Pendidikan Vokasi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing  Ir. Budi Wibowotomo, M.Si., Ph.D   Kata Kunci: bipatride soup, ayam kampung Cream soup merupakan salah satu olahan soup yang terbuat dari daging ayam, ikan atau sayur-sayuran. Karakteristik cream soup kental, gurih, creamy, tekstur halussemi liquid. Cream soup merupakan hidangan kontinental. Fungsi soup pada hidangan kontinental sebagai makanan pembuka. Pembuatan bipatride soup menggunakan ayam lokal sebagai bahan dasarnya bertujuan untuk kreasi hidangan kontinental berbahan dasar ayam lokal, serta meningkatkan nilai jual bahan pangan lokal. Daging ayam kampung juga berfungsi sebagai pemberi rasa gurih alami dalam olahan. Proses pengolahan yang dilakukan dalam pembuatan bipatride soup ada beberapa tahap. Proses pengolahannya dimulai dari pemilihan bahan, pencucian, pemotongan, blanching, pemasakan, penghalusan, penyaringan, pengentalan, dan penyajian. Uji coba yang dilakukan mendapatkan formulasi resep yang tepat untuk bipatride soup. Hasil dari formulasi resep menggunakan 200gr daging ayam kampung,  100gr  jagung manis, 100gr brokoli, 30gr kentang. Menghasilkan rasa gurih, creamy, tekstur halus semi liquid,soup memiliki dua warna yaitu kuning dan hijau. Harga bipatride soup dengan bahan  dasar ayam lokal Rp. 10.500/porsi. Berdasarkan hasil uji coba yang telah dilakukan, disarankan untuk mengembangkan lagi jenis olahan berbahan dasar ayam lokal. Dalam pembuatan bipatride soup ayam lokal berfungsi sebagai penambah nilai gizi, dan penambah rasa gurih alami

    Uji Tingkat Kesukaan Krengsengan Kerang Darah (Anadara granosa) Dengan Perendaman Asam Cuka 25% dan Perendaman Air Kapur Sirih dalam Waktu yang Berbeda

    No full text
    ASBTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mencari dan mengetahui formulasi yang tepat produk krengsengan kerang darah yang telah direndam menggunakan  asam cuka 25% dan perendaman air kapur sirih serta mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap warna, rasa, aroma, dan tekstur krengsengan kerang darah dengan perendaman asam cuka 25% dan air kapur sirih. Resep krengsengan kerang darah mengacu pada resep krengsengan daging kambing dengan mengganti daging, dan merubah komposisi bumbu. Uji coba formulasi krengsengan kerang darah dilakukan dengan merendam 50 g daging kerang darah menggunakan asam cuka 25% selama 1 jam dan direndam menggunakan air kapur sirih selama 1 jam sebanyak 100 mL dan 250 mL .  Formulasi krengsengan kerang darah yang dipilih  diujikan terhadap panelis untuk tingkat kesukaan terhadap warna, rasa, aroma dan tekstur. Data diolah dengan presentase.  Hasil penelitian menunjukkan formulasi krengsengan kerang darah yang direndam asam cuka 25% dan air kapur sirih 250 ml yang sesuai adalah daging kerang 50 gram, petis udang 3 gram, kecap manis 3 ml, tomat 5 gram, air 35 ml, cabai merah 7 gram, cabai rawit 0,6 gram, bawang merah 3,3 gram, bawang putih 1,3 gram, lada 0,3 gram, jahe, 0,5 gram, garam 0,3 gram, gula 0,3 gram, dan minyak 6 ml. Panelis yang menyatakaan suka terhadap warna  krengsengan kerang darah sebanyak 55,71%, yang suka terhadap rasa sebanyak 57, 14%, yang suka terhadap aroma sebanyak 48,57% dan yang suka terhadap tekstur sebanyak  55,71%. Kesimpulan dari penelitian adalah krengsengan kerang darah yang direndam menggunakan asam cuka 25% sebanyak 100 ml kemudian direndam dengan air kapur sirih sebanyak 250 ml selama 1 jam bisa diterima panelis. Saran dari penelitian ini adalah meneliti nilai gizi kerang darah dengan perendaman air kapur sirih

    Lestari, Yunia. 2018. Diversifikasi Produk Olahan Bakso Daging Bebek (Anas platyhyncos). TugasAkhir, Program Studi D3 Tata Boga, FakultasTeknik, Universitas Negeri Malang. Malang. Pembimbing:Dr. Dra Mazarina Devi, M. Si.

    No full text
    ABSTRAK   Bebek (Anas platyhyncos) adalah istilah yang populer di Indonesia untuk menyebut unggas air. Bebek merupakan ternak ungags penghasil daging yang sangat potensial selain ayam. Bakso adalah jenis makanan yang berupa bola-bola yang terbuat dari daging dan tepung. Bakso daging bebek dibentuk seperti bakso lilit, pada proses pembuatan ditambahkan lengkuas. Lengkuas atau laos adalah  rempah-rempah popular dalam tradisi boga dan pengobatan tradisional Indonesia maupun Asia Tenggara lainnya. Tujuan penggembangan produk ini adalah pemanfaatan daging bebek menjadi bahan dasar olahan bakso, menambah variasi bentuk bakso, mengetahui formulasi resep bakso daging bebek yang sesuai dengan kriteria, mengetahui harga jual bakso daging bebek dan mem-publish bakso daging bebek di sosial media. Pada proses pembuatan bakso daging bebek uji cobayang dilakukan sebanyak 3 kali. Formula resep yang sesuai untuk pembuatan bakso daging bebek adalah formulasi ketiga dengan perbandingan daging bebek 250 gram, lengkuas 15 gram, garam 12,5 gram, es batu 35 gram dan tepung tapioca 35 gram. Hasil dari formulasi ketiga adalah warna yang dihasilkan abu-abu kemerahan, rasa yang dihasilkan gurih dengan bumbu rempah, aroma khas pada daging bebek berkurang dan tekstur kenyal tanpa bahan tambahan yang dilarang. Harga jual bakso daging bebek adalah Rp 2.139/biji dan Rp 11.062/porsi. Memberikan informasi pembuatan bakso daging bebek dengan cara mem-publish di sosial media. Hal ini bertujuan agar masyarakat mengetahui cara membuat bakso daging bebek dengan memperhatikan karakteristik bahan yang digunakan agar tidak terjadi kegagalan dan memberikan informasi cara menghilangkan atau menutupi bau amis yang ada pada daging bebek dengan menambahkan lengkuas putih

    Pengaruh Strategi Sosio-Afektif terhadap Kemampuan Menyimak Teks Cerita Fantasi Siswa SMPN 12 Malang

    No full text
    RINGKASAN   Salas, Muhammad. 2018. Pengaruh Strategi Sosio-Afektif terhadap Kemampuan Menyimak Teks Cerita Fantasi Siswa SMPN 12 Malang.Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd.   Kata Kunci: strategi Sosio-Afektif, kemampuan menyimak, teks cerita fantasi Teks cerpen merupakan teks yang bertujuan memaparkan atau melukiskan cerita tentang kehidupan manusia melalui tulisan pendek. Menulis teks cerpen bukanlah hal mudah bagi siswa karena menulis merupakan kegiatan yang menggambarkan pikiran atau ide-ide melalui lambang dan perasaan dalam bentuk tulisan yang diorganisasikan sistematik dan dapat dipahami. Oleh karena itu, diperlukan adanya media yang dapat memberikan stimulus untuk menulis teks cerpen. Salah satu media yang sesuai, yaitu media film pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan media film pendek terhadap kemampuan menulis teks cerpen secara keseluruhan dan dari aspek alur, tokoh dan penokohan, tema, serta gaya bahasa. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksperimen semu. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XI MA Mambaul Ulum Tumpang dan sebagai sampelnya, yaitu kelas XI IPA dan XI IPS. Kelas XI IPA sebagai kelompok eksperimen dan kelas XI IPS sebagai kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah tes berupa perintah dan petunjuk menulis teks cerpen beserta rubrik penilaian. Data penelitian berupa skor kemampuan menulis teks cerpen siswa dari aspek alur, tokoh dan penokohan, tema, dan gaya bahasa. Data tersebut diperoleh melalui pengumpulan data dari pelaksanaan pretes dan postes. Analisis data penelitian ini menggunakan uji statistik dengan bantuan program SPSS 17 for Windows dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh penggunaan media film pendek terhadap kemampuan menulis cerpen. Secara keseluruhan rata-rata yang diperoleh dari kelompok eksperimen 70,23 dan kelompok kontrol 54,09. Pada aspek alur diperoleh rata-rata kelompok eksperimen 17,50 dan kelompok kontrol 15,68, aspek tokoh dan penokohan sebesar 16,36 dan 11,82, aspek tema sebesar 18,18 dan 12,95, aspek gaya bahasa sebesar 17,73 dan 13,64. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diperoleh tiga saran bagi guru Bahasa Indonesia, peneliti selanjutnya dan siswa. Pertama, bagi guru Bahasa Indonesia diharapkan dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai bahan pertimbangan untuk menggunakan media film pendek dalam pembelajaran menulis cerpen. Kedua, bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menjadikan penelitian ini sebagai acuan atau referensi untuk mengadakan penelitian sejenis pada kemampuan berbahasa yang lain. Ketiga, bagi siswa diharapkan dapat menjadi alternatif menghadapi kesulitan dalam pelaksanaan pembelajaran menulis teks cerpen. Melalui media film yang diberikan, siswa lebih mudah dalam memahami materi yang diberikan

    UJI HEDONIK KORNET IKAN PARI

    No full text
    ASBTRAK   Fakrie, Ivan Iskandar. 2018. Uji Hedonik Kornet Ikan Pari. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dra. Wiwik Wahyuni M.Pd (2) Ir. Issutarti, M.P.   Kata Kunci: Ikan Pari, Kornet, Persentase Ikan pari merupakan salah satu ikan yang terdapat di perairan Indonesia yang kaya akan protein dan omega 3. Kornet adalah olahan daging sapi yang dibuat melalui proses curing. Kornet diawetkan dengan garam (dicuring) dan dimasak dengan cara simmer. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui formula yang tepat untuk pembuatan kornet ikan pari, mendapatkan tingkat kesukaan warna, rasa, aroma, dan tekstur. Uji coba dilakukan sebanyak 3 kali. Formulasi resep yang tepat dan digunakan yaitu resep uji coba ke III dengan jumlah bumbu yang lebih banyak dibandingkan dengan formulasi I dan II. Hasil uji coba formula III yaitu menghasilkan warna krem muda, rasa gurih, aroma segar khas ikan pari, dan tekstur lembut. Jumlah panelis untuk uji hedonik sebanyak 35 dengan pengulangan 2 kali. Data dianalisis dengan persentase. Hasil tingkat kesukaan panelis terhadap warna kornet ikan pari, persentase tertinggi adalah 35 panelis (50%) menyatakan agak suka. Tingkat kesukaan panelis terhadap rasa yaitu 36 panelis (51,4%) menyatakan agak suka. Tingkat kesukaan panelis terhadap aroma yaitu 26 panelis (37,2%) menyatakan agak suka. Tingkat kesukaan panelis terhadap tekstur yaitu 28 panelis (40%) menyatakan agak suka

    Fauzia, Inash. 2018. “Uji Hedonik Petis Ikan Uceng dan Petis Ikan Wader”.Tugas Akhir, Program Studi D III Tata Boga, Jurusan Pendidikan Vokasi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr.Teti Setiawati, M.Pd. (II) Ir. Issutarti. M.P.

    No full text
    ABSTRAK   Petis adalah  produk olahan yang termasuk dalam  kelompok saus yang berbahan dasar ikan. Petis digunakan masyarakat sebagai bumbu beberapa masakan khas Indonesia diantaranya tahu bumbu, kupang lontong, dan rujak. Penelitian ini bertujuan untuk mendifersifikasi (penganekaragaman pengolahan) ikan uceng dan ikan wader menjadi produk petis. Metode pembuatan petis dengan cara merebus 1000 gram ikan uceng/wader yang bertujuan untuk mendapatkan sari ikan. Sari ikan yang sudah direbus kemudian disaring dan diberi campuran bumbu lalu dilakukan perebusan kembali selama 120 menit dengan suhu 50-55o C. Proses perebusan tersebut menghasilkan cairan sebanyak 180 gram yang kemudian dikemas didalam wadah. Petis yang sudah jadi di analisis dengan menggunakan uji hedonik (tekstur, aroma, rasa).  Pengujian dilakukan oleh panelis agak terlatih yaitu mahasiswa D3 Tata Boga 2014 dan S1 Pendidikan Tata Boga 2014 sebanyak 35 panelis. Data yang sudah dianalisis kemudian dihitung dengan menggunakan persen. Penghitungan harga jual dilakukan untuk mengetahui harga petis ikan uceng dan ikan wader. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi yang sesuai untuk petis uceng dan petis wader yaitu formulasi dua, dengan komposisi ikan uceng/wader 1000 gram, gula kelapa sebanyak 350 gram, garam 15 gram, dan bawang putih 12 gram. Formulasi tersebut menghasilkan petis ikan uceng/ikan wader dengan warna coklat dengan rasa gurih, manis dan terasa rasa ikannya, aroma khas ikan yang cukup kuat. Tekstur petis ikan uceng agak liat dan sedikit berlemak seperti jelly, sedangkan petis wader menghasilkan  tekstur agak liat.Tingkat kesukaan panelis terhadap tekstur petis ikan uceng sebanyak 84,29%, sedangkan tingkat kesukaan panelis terhadap petis ikan wader sebanyak 92,85%. Tingkat kesukaan panelis terhadap aroma petis ikan uceng sebanyak 70%, sedangkan tingkat kesukaan panelis terhadap aroma petis ikan wader sebanyak 82,86%. Tingkat kesukaan panelis terhadap rasa petis ikan uceng sebanyak 75,72%, sedangkan tingkat kesukaan panelis terhadap petis ikan wader sebanyak 91,42%. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini yaitu agar peneliti selanjutnya dapat  meneliti tentang kandungan gizi petis ikan uceng dan ikan wader, serta dapat meningkatkan kualitas produk petis agar bisa lebih diterima oleh masyarakat dan dapat menjadi peluang usaha di bidang boga

    uji tingkat kesukaan tortilla substitusi abon ikan ayam-ayam

    No full text
    RINGKASAN Paramitha, Devi Syahra. 2018. Uji Tingkat Kesukaan Tortilla Subsitusi Abon Ikan Ayam-ayam. Tugas Akhir, Program Studi DIII Tata Boga, JurusanPendidikanVokasi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I). Dr. Mazarina Devi, M.Si, (II) Dr.Ir. Soenar Soekopitojo, M.Si.   Kata Kunci : Tortilla, Ikan Ayam-ayam, Uji Tingkat Kesukaan Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan formulasi yang sesuai dan mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap warna, rasa, aroma, dan tekstur pada pembuatan tortilla subsitusi  abon ikan ayam-ayam. Uji coba pembuatan tortilla dengan  penambahan  abon ikan ayam-ayam, dilakukan sebanyak 3 kali. Uji coba pertama dengan subsitusiabon ikan ayam-ayam sebanyak 15% dengan total berat jagung 100 gram. Uji coba kedua dengansubsitusi abon ikan ayam-ayam sebanyak 25% dengan total berat jagung 100 gram. Uji coba ketiga menggunakan subsitusi abon ikan ayam-ayam sebanyak 35% dengan total berat jagung 100 gram. Formulasi yang digunakan untuk uji tingkat kesukaan adalah formulasi kedua dengan subsitusi abon ikan ayam-ayam sebanyak 25% dengan total berat jagung 100 gram. Formulasi ini menghasilkan tortilla yang memiliki warna kuning kecoklatan, aroma dan rasa yang dihasilakan lebih terasa daging dari ikan ayam-ayam, serta tekstur yang dihasilkan renyah. Metode perhitungan hasil uji hedonik yaitu dengan menggunakan persentase. Jumlah panelis yang melakukan uji hedonik yaitu sebanyak 35 panelis agak terlatih dengan dua kali pengulangan. Hasil uji hedonik warna tortilla subsitusiabon ikan ayam-ayam 54,3% panelis menyatakan suka. Hasil uji hedonik rasa tortilla subsitusiabon ikan ayam-ayam yaitu sebanyak 51,5% panelis menyatakan suka. Hasil uji hedonik aroma tortilla subsitusiabon ikan ayam-ayam yaitu sebanyak 44,3% panelis menyatakan suka. Hasil uji hedonik tekstur tortilla subtitusi abon ikan ayam-ayam yaitu 47,1% panelis menyatakan suka

    Nahdea, Zaidun. 2018. Pemanfaatan Hati dan Daging Entok Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Pâté. Tugas akhir,Pendidikan Vokasi. Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Dra Mazarina Devi, M.Si.

    No full text
    ABSTRAK   Nahdea, Zaidun. 2018. Pemanfaatan Hati dan Daging Entok Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Pâté. Tugas akhir,Pendidikan Vokasi. Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Dra Mazarina Devi, M.Si.   Kata kunci: Entok, Hati Entok, Pâté, Nanas, Enzim Bromelin Entok (Cairina moschata) dikenal juga sebagai mentok atau di Inggris (muscovy duck) memiliki daging gelap (dark meat) dengan tekstur yang liat (alot), selain daging yang dapat dimanfaatkan, hati entok juga dapat dimanfaatkan. Pâtéadalah campuran daging yang dicincang atau dihaluskan menjadi pasta yang biasanya ditambahkan sayuran, rempah-rempah dan wine atau brendy. Bahan utama pâté biasanya daging sapi, babi, ayam dan hati.Nanas(Ananas comosus (L) Merr) adalah buah yang memiliki mata yang banyak dan memiliki warna kuning keemasan. Ditinjau dari komposisi kimiawinya, buah nanas mengandung bromelin (enzim protease yang dapat menghodrolisa protein), sehingga dapat digunakan untuk melunakkan daging. Tujuan pembuatan produk ini adalah untuk memanfaatkan hati dan daging entok yang diolah menjadi olahan yang lebih beragam, mengembangkan produk pâtédanmemberikan informasi kepada masyarakat tentang olahan daging dan hati entok yang lebih beragam dengan cara memposting video pembuatan ke media sosial Uji coba dilakukan sebanyak 3 kali yaitu dengan mendapatkan perbandingan daging entok dan sari buah nanas. Formulasi yang tepat dan digunakan yaitu formulasi ke III dengan perbandingan daging entok sebanyak 250 gram dan sari buah nanas sebanyak 40 gram. Hasil dari uji coba formula III yaitu tekstur yang empuk dan aroma amis hilang

    0

    full texts

    221

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇