Tugas Akhir Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
221 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN NILAI GIZI COOKIES DENGAN MEMANFAATKAN TULANG IKAN PARI SEBAGAI SUBSTITUSI
ABSTRAK Puspitasari, Ratih. 2013. Peningkatan Nilai Gizi Cookies dengan Memanfaatkan Tulang Ikan Pari sebagai Substitusi. Tugas Akhir, Program Studi D3 Tata Boga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Aisyah Larasati, S.T., M.T., MIM., Ph.D. (2) Dr. Dra. Rina Rifqie Mariana, M.P. Kata Kunci: Cookies, tulang ikan pari, uji kesukaan Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan formula yang tepat dalam pembuatan cookies ikan pari, serta untuk mengetahui tingkat kesukaan terhadap warna, rasa dan tekstur produk cookies ikan pari, mengetahui peningkatan gizi cookies ikan pari dan harga jual cookies ikan pari. Uji coba diawali dengan pembuatan tepung tulang ikan pari. Proses yang dilakukan dalam pembuatan tepung tulang ikan pari yaitu perendaman, pengukusan, pemisahan tulang dengan daging ikan pari, pengeringan, penghalusan dan pengayakan. Proses selanjutnya yaitu uji coba formulasi resep yang dilakukan sebanyak 3 kali dengan penambahan tepung tulang ikan pari 50%, 40%, 30%, sehingga dapat menghasilkan formulasi yang tepat. Formulasi yang digunakan dalam pembuatan cookies ikan pari yaitu formulasi resep yang ke 3 dengan subtitusi tepung tulang ikan pari sebanyak 45 gr dan tepung terigu sebanyak 105 gr. Formulasi ini menghasilkan warna kuning keemasan, rasa gurih dan tekstur renyah. Metode yang digunakan dalam perhitungan uji kesukaan yaitu menggunakan metode uji kesukaan menggunakan perhitungan persentase. Hasil uji kesukaan terhadap warna cookies ikan pari yaitu sebanyak 68% panelis menyatakan suka. Hasil kesukaan terhadap rasa cookies ikan pari yaitu sebanyak 44% panelis menyatakan cukup suka. Hasil kesukaan terhadap tekstur cookies ikan pari yaitu sebanyak 68% panelis menyatakan suka. Produk cookies dengan subtitusi tepung tulang ikan pari memiliki kandungan protein sebesar 221,36 kkal sedangkan cookies dengan resep asli hanya memiliki kandungan gizi pada protein sebesar 118,56 kkal sehingga terjadi peningkatan gizi sebesar 102,80 kkal. Harga jual cookies ikan pari per kemasan dengan berat 125 gr adalah Rp 16.350.
Penambahan Daging Ikan Tenggiri Pada Pembuatan Croissant
ABSTRAK Prisdiana, Emilia. 2013. Penambahan Daging Ikan Tenggiri Pada PembuatanCroissant. Tugas Akhir. Program Studi D3 Tata Boga. JurusanTeknologi Industri. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang.Pembimbing (I) Dr. Dra. Mazarina Devi, M.Si. (II) Laili Hidayati, S.Pd.,M.Si. Kata Kunci: penambahan, ikan tenggiri, croissant Croissant adalah roti gulung berbentuk bulan sabit, biasanya terbuat dariadonan puff pastry. Bahan pembuatan croissant hampir sama dengan pembuatanroti, namun yang membedakan yaitu dengan penambahan pastry margarine(korsvet) sehingga menghasilkan tekstur yang berbuku-buku dan terasa empuksaat dimakan. Ikan tenggiri yang digunakan yaitu ikan tenggiri segar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi resep croissantdengan penambahan daging ikan tenggiri yang tepat, selain itu untuk mengetahuitingkat kesukaan panelis terhadap warna, rasa dan tekstur croissant denganpenambahan daging ikan tenggiri. Panelis dalam penelitian ini adalah mahasiswaTata Boga angkatan 2010-2012 sejumlah 40 orang. Data dianalisis menggunakananalisis deskriptif. Hasil uji kesukaan menunjukkan bahwa 24 panelis (60%) menyukai warnacroissant dengan penambahan daging ikan tenggiri, 15 panelis (37,5%) menyukairasa croissant dengan penambahan daging ikan tenggiri dan 17 panelis (42,5%)menyukai tekstur croissant dengan penambahan daging ikan tenggiri.Formula yang tepat untuk produk croissant dengan penambahan ikantenggiri adalah formulasi ke 2 yaitu penambahan daging ikan tenggiri sebanyak150 gr dengan terigu protein tinggi 250 gram. Warna yang dihasilkan yaitu coklatkemasan, rasa gurih dan tekstur yang empuk dan berpori halus. Hasil analisismenunjukkan bahwa sebagian besar panelis memilih suka terhadap warnacroissant dengan penambahan daging ikan tenggiri, tetapi hanya beberapa panelisyang menyukai rasa dan tekstur croissant dengan penambahan daging ikantenggiri
pembuatan kue semprong dengan penambahan tepung kacang hijau
ABSTRAK Paranti, Ayu Cintya. 2013. Pembuatan Kue Semprong dengan Penambahan Tepung Kacang Hijau. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Teti Setiawati, M.Pd. (2) Laili Hidayati, S.Pd., M.Si. Kata Kunci: kue semprong, tepung kacang hijau Kue semprong merupakan salah satu jenis jajanan yang disukai sebagian masyarakat Indonesia. Kue semprong adalah makanan ringan berbentuk silinder, berwarna kuning kecoklatan, mempunyai rasa manis, gurih dan renyah. Kue semprong juga dikenal dengan nama opak gulung, karena dalam proses pembuatannya digulung dan penampilan akhir dari makanan ini berbentuk gulungan dan ada juga kue semprong yang berbentuk amplop segiempat, atau dilipat segitiga seperti kipas. Penambahan tepung kacang hijau dalam pembuatan kue semprong bertujuan untuk penganekaragaman pangan, serta untuk meningkatkan nilai gizi pada kue semprong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi yang tepat dalam pembuatan kue semprong dengan penambahan tepung kacang hijau serta untuk mengetahui tingkat kesukaan kue semprong yang terdiri rasa, warna, tekstur, dan aroma. Responden pada uji tingkat kesukaan berjumlah 60. Hasil pengumpulan data uji kesukaaan dihitung menggunakan persentase. Formulasi yang tepat untuk pembuatan kue semprong dengan penambahan tepung kacang hijau 100 gr tepung kacang hijau. Hasil dari uji kesukaan seluruh responden 43,3% responden menyatakan agak suka terhadap rasa kue semprong dengan penambahan kacang hijau, 50% responden menyatakan agak suka terhadap warna, 58,3% menyatakan agak suka terhadap tekstur, dan 51,7% responden menyatakan suka terhadap aroma. Kacang hijau memiliki kandungan gizi serat dan protein yang tinggi. Harga jual kue semprong dengan penambahan tepung kacang hijau Rp. 6500/50 gr. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, disarankan untuk penelitian lebih lanjut untuk memanfaatkan tepung kacang hijau sebagai bahan tambahan produk yang lain dan penambahan tepung kacang hijau dalam pembuatan kue semprong menggunakan kacang hijau kulit agar warna yang dihasilkan lebih menarik. .
Pembuatan nugget kerang kupang (corbula faba) dengan penambahan wortel dan jagung manis
ABSTRAK Taufik, Alfian Hamdan. 2013. Pembuatan Nugget Kerang Kupang (corbula faba) Dengan Penambahan Wortel dan Jagung Manis. Tugas Akhir. Program Studi D3 Tata Boga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. Soenar Soekopitojo, M.Si. , (II) Ir. Issutarti, M.P. Kata Kunci: Nugget, Kerang Kupang, Wortel, Jagung Manis Nugget adalah suatu bentuk produk olahan daging yang terbuat dari daging giling yang dicetak dalam bentuk potongan empat persegi dan dilapisi dengan tepung berbumbu. Nugget merupakan makanan beku siap saji yang banyak digemari oleh masyarakat luas. Produk beku siap saji ini hanya memerlukan waktu penggorengan selama 1 menit pada suhu 150° C. Ketika digoreng, nugget beku setengah matang akan berubah warna menjadi kekuning-kuningan dan mempunyai rasa gurih. Tekstur nugget tergantung dari bahan asalnya. Produk nugget, umumnya dibuat dari daging sapi, ayam dan ikan. Dalam uji coba pembuatan nugget ini yang semula dari daging ayam dicoba digantikan dengan kerang kupang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui formula yang tepat dalam pembuatan nugget kerang kupang dengan penambahan wortel dan jagung manis dan mengetahui tingkat kesukaan terhadap warna, rasa, aroma dan tekstur terhadap nugget kerang kupang. Formula resep uji coba untuk pembuatan nugget kerang kupang dengan penambahan wortel dan jagung manis sebanyak 3 kali, dengan penambahan terigu sebanyak 10% atau 50g dan penambahan adanya 1 butir telur. Hasil penelitian menunjukkan formula yang tepat merupakan formula yang ketiga yang digunakan sebagai pembuatan nugget kerang kupang. Metode yang digunakan dalam perhitungan uji kesukaan yaitu menggunakan metode dengan format deskriptif dan uji kesukaan menggunakan perhitungan persentase. Hasil uji kesukaan terhadap warna nugget kerang kupang yaitu sebanyak 35% dengan katerogi agak suka. Hasil uji kesukaan terhadap rasa nugget kerang kupang sebanyak 35% dengan kategori agak suka, sedangkan untuk hasil uji kesukaan terhadap tekstur nugget kerang kupang sebanyak 50% menyatakan dengan kategori agak suka.
Pengembangan Modul Standar Kompetensi Tata Hidang dan Dekorasi Hidangan untuk School Empowering Programe Bidang Keahlian Tata Boga di SMA Islam Kepanjen Malang.
ABSTRAK Laili, Ayu Febria. 2013. Pengembangan Modul Standar Kompetensi Tata Hidang dan Dekorasi Hidangan untuk School Empowering Programe Bidang Keahlian Tata Boga di SMA Islam Kepanjen Malang. Skripsi, Jurusan Teknologi Industri Program Studi Pendidikan Tata Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Teti Setiawati, M.Pd, (II) Dr. H. Dwi Agus Sudjimat, ST, M.Pd. Kata Kunci: school empowering programe, pengembangan, modul pembelajaran, tata hidang, dekorasi hidangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berbentuk modul pada Standar Kompetensi Tata Hidang dan Dekorasi Hidangan untuk siswa peserta School Empowering Programe kelas X Bidang Keahlian Tata Boga di SMA Islam Kepanjen Malang yang memiliki kelayakan isi, penyajian, dan bahasa. Penelitian ini menggunakan model penelitian pengembangan yang diadopsi dari Sugiyono meliputi tahap pendahuluan yaitu studi literatur, dan tahap studi pengembangan yaitu penyusunan draf dan desain modul, validasi isi oleh ahli (ahli media pembelajaran, ahli materi, ahli bahasa indonesia), revisi modul dengan mengacu pada hasil validasi, uji coba pada subyek coba sebanyak 30 sampel, revisi dan penyempurnaan modul, dan memperoleh Modul Tata Hidang dan Dekorasi Hidangan. Pengambilan sampel menggunakan metode sampling jenuh dengan jumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berbentuk angket untuk para validator ahli dan siswa. Analisis data yang digunakan dalam pengembangan ini adalah persentase. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa hasil validasi ahli pengembangan media pembelajaran memperoleh penilaian baik (skor 4) dan sangat baik (skor 5), dengan kualifikasi layak dan sangat layak. Hasil validasi ahli pengembangan materi memperoleh penilaian baik (skor 4) dan sangat baik (skor 5), dengan kualifikasi layak dan sangat layak. Hasil validasi guru bahasa Indonesia mendapatkan penilaian baik (skor 4), dengan kualifikasi layak, sedangkan untuk uji coba kelompok besar yaitu dari 8 aspek yang dinilai keseluruhan mendapatkan persentase nilai 85.5%, sehingga Modul Tata Hidang dan Dekorasi Hidangan masuk dalam kualifikasi layak. Kesimpulan hasil penelitian pengembangan Modul Tata Hidang dan Dekorasi Hidangan yaitu tindak lanjut modul pembelajaran ini dapat diimplementasikan dalam proses belajar mengajar. Modul Tata Hidang dan Dekorasi Hidangan telah memenuhi karakteristik dari sebuah modul dan memiliki komponen-komponen yang lengkap untuk menunjang pembelajaran. Modul Tata Hidang dan Dekorasi Hidangan ini memenuhi syarat karakteristik modul yaitu karakteristik self instructional, self contained, stand alone, adaptif, user friendly. Saran dari validator dan siswa untuk perbaikan pengembangan Modul Tata Hidang dan Dekorasi Hidangan perlu adanya perbaikan pada halaman sampul dan isi modul. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan pengembangan bahan ajar (modul) dalam standar kompetensi yang masih perlu dilakukan evaluasi dan revisi, karena Modul Tata Boga jilid 1 dan jilid 2 masih kurang sempurna. Hal ini terlihat tidak adanya bab pendahuluan, bab pembelajaran, bab evaluasi, dan glosarium
PEMANFAATAAN IKAN TENGGIRI (Scomberomorus sp.) SEBAGAI BAHAN DASAR FISH LOAF DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG TEMPE
ABSTRAK Favorita, Aprilia. 2013. Pemanfaatan Ikan Tenggiri (Scomberomorus sp.) Sebagai Bahan Dasar Fish Loaf Dengan Penambahan Tepung Tempe. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. Soenar Soekopitojo, M. Si, (II) Dra. Wiwik Wahyuni, M. Pd. Kata Kunci: Fish Loaf, Tenggiri, Tepung Tempe Fish loaf tenggiri adalah salah satu pengembangan produk meat loaf yang biasanya berbahan dasar daging sapi atau ayam digantikan dengan ikan tenggiri. Proses pembuatan fish loaf tenggiri dengan penambahan tepung tempe diselesaikan dengan cara dikukus terlebih dahulu kemudian dipanggang dalam oven (baking) pada suhu sekitar 150-2000C. Ikan tenggiri yang digunakan adalah ikan yang masih segar dan yang digunakan adalah bagian dagingnya. Penggunaan daging ikan tenggiri segar diharapkan menghasilkan kualitas warna, tekstur, serta rasa produk sesuai dengan kriteria yang diharapkan. Tujuan penambahan tepung tempe dalam pembuatan fish loaf yaitu untuk menambahkan protein nabati kedalam produk fish loaf, dan untuk mensiasati bagi masyarakat yang tidak suka tempe. Analisa data yang digunakan adalah dengan menghitung persentase kesukaan panelis mengenai warna, tekstur, rasa terhadap pembuatan produk fish loaf ikan tenggiri dengan penambahan tepung tempe. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan analisa data. Panelis yang dipilih untuk melakukan penilaian produk fish loaf adalah panelis agak terlatih sebanyak 40 orang yaitu dari mahasiswa D3 Tata Boga Angkatan 2010, 2011, 2012 Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Hasil penelitian menunjukan formula yang tepat adalah fomula resep yang menggunakan ikan tenggiri sebanyak 175 g dan tepung tempe 25 g. Hasil uji kesukaan menunjukan bahwa tingkat kesukaan warna putih agak cokelat pada fish loaf tenggiri dengan penambahan tepung tempe sebanyak 19 orang panelis (47,5%) menyatakan suka, tingkat kesukaan tekstur padat pada fish loaf tenggiri dengan penambahan tepung tempe sebanyak 17 orang panelis (42,5%) menyatakan suka, tingkat kesukaan rasa gurih pada fish loaf tenggiri dengan penambahan tepung tempe sebanyak 17 orang panelis (42,5%) menyatakan suka
PEMANFAATAN IKAN LELE (Clarias sp.) PADA PRODUK KROKET
ABSTRAK Zahroh, Y. F. 2013. Pemanfaatan Ikan Lele (Clarias sp.) pada Produk Kroket. Tugas Akhir, Program Studi D3 Tata Boga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Ir. Soenar Soekopitojo, M.Si (2) Dr. Titi Mutiara Kiranawati, M.P. Kata Kunci: Kroket, Ikan Lele, Uji Hedonik Kroket merupakan makanan yang berukuran kecil dengan bentuk bulat lonjong, terbuat dari kentang dengan isian daging cincang dan sayuran yang dilumuri tepung roti dan digoreng dengan minyak banyak (deep frying). Ikan Lele merupakan ikan yang mudah dijumpai di pasaran dan memiliki kandungan protein yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan formulasi resep tepat dan diuji serta untuk mengetahui kesukaan panelis terhadap rasa, tekstur dan warna kroket ikan lele. Penelitian ini menggunakan format penilaian dan data dianalisis menggunakan persentase. Pengamatan dilakukan terhadap kroket ikan lele yang meliputi rasa, tekstur dan warna. Panelis terdiri dari 40 orang panelis agak terlatih dari mahasiswa D3 Tata Boga angkatan 2010-2012. Uji coba yang dilakukan sebanyak 2 kali, dengan formulasi yang berbeda. Formulasi resep yang digunakan sebagai uji hedonik yaitu formulasi resep kedua yang menghasilkan rasa kroket gurih, tekstur kering di luar dan lembut di dalam, warna yang kuning kecoklatan di luar dan abu-abu di dalam kroket. Hasil dari uji hedonik menunjukkan bahwa 50 % panelis menyatakan suka terhadap rasa kroket ikan lele, 50 % panelis menyatakan suka terhadap tekstur kroket ikan lele dan 67,5 % panelis menyatakan suka terhadap warna kroket ikan lele. Kesimpulan penelitian ini adalah secara keseluruhan panelis dapat suka terhadap rasa, tekstur dan warna kroket ikan lele. Saran pada penelitian ini dalam pemilihan ikan lele perlu diperhatikan agar daging ikan lele yang dihasilkan lebih banyak dan tempat atau wadah yang digunakan menyimpan kroket sebaiknya kedap udara agar lebih tahan lama
Pembuatan Bakpia dengan Substitusi Bekatul
ABSTRAK Sagita, Daniel. 2012. Pembuatan Bakpia dengan Substitusi Bekatul. Tugas Akhir,Program Studi D3 Tata Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.Pembimbing (I) Dra. Rini Sudjarwati, M.Pd (II) Laili Hidayati, S.Pd., M.Si. Kata Kunci: Bekatul, bakpia. Bekatul merupakan hasil sampingan penggilingan atau penumbukan gabahyang berasal dari berbagai varietas. Bekatul banyak dimanfaatkan sebagai pakanternak terutama unggas. Bekatul memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi,sehingga berpotensi untuk dijadikan bahan pangan fungsional. Tujuanpenggunaan bekatul pada pembuatan bakpia adalah menambah variasipenggunaan bekatul sebagai bahan pangan kaya gizi dan menambah variasipembuatan bakpia. Bakpia merupakan jajanan tradisional yang berasal dari daerahJawa Tengah khususnya Jogjakarta. Bakpia sebenarnya berasal dari negeri Cina,aslinya bernama Tou Luk Pia, yang artinya adalah kue dengan isi kacang hijau.Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui formulasi resep yang tepat dalampembuatan bakpia bekatul, kesukaan masyarakat atau responden terhadap warna,rasa dan tekstur bakpia bekatul. Formulasi resep yang tepat untuk bakpia bekatul adalah denganmensubstitusi bekatul sebanyak 5% dan menghasilkan bakpia yang berteksturrenyah, kulit berlapis dan rasa manis. Penelitian ini menggunakan uji hedonik. Uji hedonik dilakukan denganmenggunakan 30 responden. Hasil uji kesukaan warna bakpia bekatul menyatakanbahwa sebanyak 66,67% responden agak suka dengan warna cokelat tua keabuabuan.Hasil uji kesukaan rasa bakpia bekatul menyatakan bahwa sebanyak36,67% responden agak suka dengan rasa manis. Hasil uji kesukaan teksturmenyatakan sebanyak 70% responden agak suka dengan tekstur renyah bakpiabekatul. Produk bakpia bekatul sebagai produk yang berasal dari bekatul dapatdijadikan salah satu alternatif wirausaha di bidang bog
SUBSTITUSI TEPUNG BERAS MERAH DALAM PEMBUATAN SUS KERING
ABSTRAK Supriaty, Dwiningtyas Agustina. 2012. Substitusi Tepung Beras Merah Dalam Pembuatan Sus Kering. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nunung Nurjanah, M.Kes, (II) Laili Hidayati, S.Pd, M.Si. Kata Kunci: Sus Kering, Tepung Beras Merah Sus kering adalah jenis produk pastry yang terbuat dari adonan choux paste, dengan karakteristik berwarna kecoklatan, berukuran kecil, berongga dan tekstur kering, serta rasa gurih dan renyah. Substitusi tepung beras merah dalam pembuatan sus kering bertujuan untuk menambah nilai gizi pada sus kering. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis dan mengetahui harga jual sus kering substitusi tepung beras merah. Uji coba untuk mendapatkan formulasi sus kering substitusi tepung beras merah yang tepat dilakukan dua kali. Uji coba yang pertama dengan Substitusi tepung beras merah sebanyak 44,45% atau 80 gr dan yang kedua sebanyak 23,33% atau 40 gr. Uji kesukaan dilakukan untuk mengetahui tingkat kesukaan terhadap warna, rasa dan tekstur sus kering dengan 60 panelis dari kategori anak-anak, remaja dan dewasa yang masing-masing berjumlah 20 orang. Kandungan gizi dihitung berdasarkan berat bahan yang dapat dimakan (Bdd). Hasil penelitian menunjukkan formula yang tepat adalah formulasi yang kedua, dengan substitusi sebesar 23,33% atau 40 gr tepung beras merah. Hasil uji kesukaan seluruh panelis terhadap warna sus kering substitusi tepung beras merah, yaitu sebanyak 26,67%, yang menyatakan suka terhadap rasanya sebanyak 63,34% kemudian yang menyatakan suka terhadap tekstur sebanyak 53,34%. Substitusi tepung beras merah dalam sus kering menambah nilai gizi berupa vitamin B1, B2 dan serat. Harga jual sus kering substitusi tepung beras merah Rp. 8.500,00/80 gr
sifat organoleptik cookies berbahan dasar tepung singkong ABSTRAK Safitry, Eka. 2012. Sifat Organoleptik Produk Cookies dengan Bahan Dasar Tepung Singkong.
ABSTRAKSafitry, Eka. 2012. The Organoleptic Characteristic of cookiess with Cassava flour subsitute. Final Assigment. Program Study D3 Tata Boga. Faculty of Tecnic. State University of Malang. Advisor (I) Dr. Dra. Mazarina Devi, M. Si (II) Dra. Nunung Nurjanah.M. kes.Keyword : Cassava , cookies Cassava (Manihot esculenta Crantz) is another type of tuber that have potency becomes an alternative source of food. Cassava also kind of tuber that can be a substitution of flour in process of making cookies, noodle, and bread, if it already change becomes flour . cookies is a kind of little tidbits that made from flour, whereas flour is imported products, that’s why for decrease consumption of flour and utilizing potential of cassava the research of making cookies from cassava needs to be done. This research is experiment of making cookies that are made from cassava flour with ratio 70%,60%,50% from 100% cassava flour. the purpose of this research is to knowing characteristic of organoleptic which includes the color of taste and texture through differentiated test and hedonic test. Data acquisition is from expert panelis, they are students of culinary college, period 2009-2010.Analyze system use a analyze of variant and Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). The result of this analyze shows that there is difference in taste, texture, color of cookies which cookies made from cassava flour and cookies made from wheat flour with composition 50%:50%, 60%:40% and 70%:30%. Hedonic test indicates that the sense of color and texture of the cookies with composition of raw cassava flour and wheat flour by 50% : 50% are favored among other compositions. The result of differentiated test with raw cassava flour as much as 50% created expected color, taste and texture. as for the hedonic test results showed the lower cookies cassava flour, cassava amount used in minimal limits , the panelists are favored for the color, taste and texture of cassava cookies. Cassava cookies with cassava flour as much as 50%, produces a taste sweet, the color is yellow and for texture is crunchy, that tends to favored panelist. Conclusion of this research is the color, taste and texture of cassava cookies is different, depending on treatment. The best composition for color, taste and texture of cassava cookies is composition between cassava flour and wheat flour as much as 50%:50%. Suggestions for further research is doing research on utilization of cassava flour for other products