Tugas Akhir Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
221 research outputs found
Sort by
Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa pada Kompetensi Dasar Menyediakan Layanan Makanan dan Minuman di Restoran di SMK Negeri 1 Batu.
ABSTRAK Febriandini, Devi. 2013. Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa pada Kompetensi Dasar Menyediakan Layanan Makanan dan Minuman di Restoran di SMK Negeri 1 Batu. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Teti Setiawati, M.Pd., (II) Laili Hidayati, S.Pd., M.Si. Kata kunci: Pelaksanaan Pembelajaran, Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Peserta didik selain diharapkan mampu berkompeten juga diharapkan mampu memiliki karakter yang baik. Proses pembelajaran pada kompetensi dasar menyediakan layanan makanan dan minuman di SMK Negeri 1 Batu, guru hanya memaksimalkan pencapaian kompetensi sehingga mengesampingkan proses internalisasi karakter pada saat pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran pendidikan budaya dan karakter bangsa pada perangkat pembelajaran, proses pembelajaran dan faktor-faktor penghambat pelaksanaan pembelajaran. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran melayani makan dan minum serta peserta didik kelas XI program studi keahlian Tata Boga yang digunakan sebagai populasi pendukung dalam penelitian, sehingga jumlah populasi pada penelitian ini adalah 62 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan 53 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil analisis data diketahui pelaksanaan pembelajaran pendidikan budaya dan karakter bangsa pada perangkat pembelajaran kompetensi dasar menyediakan layanan makanan dan minuman di SMK Negeri 1 Batu termasuk dalam kategori kurang baik dalam mencantumkan nilai budaya dan karakter yang akan dikembangkan dengan jumlah skor penilaian 7. Pelaksanaan pembelajaran pendidikan budaya dan karakter bangsa pada proses pembelajaran kompetensi dasar menyediakan layanan makanan dan minuman di SMK Negeri 1 Batu termasuk dalam kategori baik dengan persentase 75,63%. Faktor-faktor penghambat guru dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah lingkungan sekolah dan peserta didik yang kurang memahami arti dan fungsi karakter yang akan dikembangkan karena tidak ada sosialisasi yang diberikan oleh pihak sekolah atau guru. Guru seharusnya tidak hanya melakukan pembiasaan kepada peserta didik, tetapi juga mampu memberikan contoh bagaimana cara bersikap dan berperilaku yang baik. Guru seharusnya merencanakan nilai budaya dan karakter yang akan dikembangkan dengan cara mengintegrasikan dan mencantumkan nilai karakter pada silabus dan RPP, serta melakukan penilaian karakter lebih spesifik, sehingga guru dapat mengetahui perkembangan karakter pada masing-masing peserta didik pada setiap jenjangnya. Pihak sekolah melakukan sosialisasi mengenai pentingnya penerapan pendidikan budaya dan karakter bangsa pada peserta didik
PEMBUATAN BUSANA PESTA ANAK BERBAHAN TENUN IKAT BANDAR KEDIRI
ABSTRAK Mustikaningtyas, Putri Rahayu . 2013. Pembuatan Busana Anak Berbahan TenunIkat Bandar Kediri. Tugas Akhir, Teknologi Industri, Fakultas Teknik,Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I ) Dra. Agus Hery SI, M.Pd ,(II) Nurul Hidayati, S. Pd, M. Sn. Kata Kunci : Busana Pesta Anak, Tenun Ikat Bandar Kediri Berkembangnya jaman didunia mode yang melaju pesat membuatkeberadaan pemakaian busana adat dan kain tradisional menjadi terkikis olehperkembangan jaman. Faktor ini disebabkan oleh kesan ketinggalan jaman yangdipersepsikan oleh anak muda sekarang. Agar kebudayaan tidak punah maka perlupembudayaan kain tradisional Indonesia seperti batik, jala, sutra, tenun ikat dll.Tenun ikat salah satu kain tradisional yang jarang dieksplor, terutama pada busanaanak apalagi pada busana pesta anak, karena anggapan warna tenun ikat hanyacocok untuk orang dewasa, namun sebaliknya pada tenun ikat Badar Kediri inimemiliki paduan warna dan motif yang cerah, sehingga cocok dikenakan anakanaksaat pesta. Penulis membuat busana pesta anak berbahan tenun ikat BandarKediri dengan model menarik sesuai usia anak-anak. Dalam Pembuatan Busana Pesta Anak Berbahan Tenun Ikat, langkah awalmembuat sketsa, desain produksi, pengukuran badan model, pembuatan pola,pembuatan draft busana, pengepasan draft, merancang bahan dan harga,pemotongan bahan (cutting), proses menjahit (sewing), pengepasan busana ( finalfitting), membuat hiasan, finishing. Pada pembuatan busana anak berbahan tenun ikat dapat disimpulkan dandisarankan bahwa saat proses pembuatan dibutuhkan kehati-hatian dan penuhketelitian pada saat proses penyusunan dan penyambungan badan dan volant sertapada saat meneci tepi yang menggunakan senar membuat volant kurang tersusunrapi dan pada saat pressing tenun ikat dibutuhkan kehati-hatian yang sangattinggi karena kain begitu mudah terbakar dan mudah kusut, maka disarankan saatproses pressing sebaiknya menggunakan suhu silk atau rata-rata 40’C. Selain padapembuatannya pada perawatannya pun juga perlu diperhatikan agar busana tetapterjaga keindahannya
Formulasi dan Uji Hedonik Pada Produk Nugget Ikan Patin (Pangasius sp.)
ABSTRAK Nugroho, Rizky. 2013.Formulasi dan Uji Hedonik Pada Produk Nugget Ikan Patin(Pangasius sp.). Tugas Akhir, Program Studi D3 Tata Boga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Ir. Soenar Soekopitojo, M. Si. (2) Dra. Rini Sudjarwati, M.Pd. Kata Kunci: Nugget, Ikan Patin, Uji Hedonik Nugget ikan patin merupakan makanan cepat saji yang berbahan dasar daging ikan patin yang dihancurkan dan dicampur dengan garam,air es, tapioka, penyedap rasa, bawang putih dan merica, kemudian dikukus. Nugget yang telah matang lalu dipotong dan dibalur dengan tepung panir kemudian digoreng. Formulasi resep yang dilakukan dalam pembuatan nugget ikan patinsebanyak 3 kali dengan penambahan daging ikan patin sebanyak 10% dan 20%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi yang tepat pada nugget yang menggunakan bahan dasar ikan patin dan mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap rasa, tekstur, dan warna dan nugget ikan patin. Hasil uji kesukaan terhadap rasa produk nugget ikan patin yaitu sebanyak 52% panelis menyatakan suka. Hasil uji kesukaan terhadap tekstur produk nugget ikan patin yaitu 50% panelis menyatakan suka. Hasil kesukaan terhadap warnanugget ikan patin yaitu 56% panelis menyatakan suka. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas panelis memilih suka terhadap rasa, warna, dan tekstur pada nugget ikan patin. Formulasi resep yang kedua dengan penambahan daging ikan patin sebanyak 10% adalah formulasi yang tepat pada penelitian ini. ABSTRACT Nugroho, rizky. 2013. Formulations and Hedonic Test for catfish nuggets (Pangasius Sp.). Final Project, D3 culinary study program, Department of Industrial Technology, Faculty of Engineering, State University of Malang. Mentors (1). Ir. Soenar soekopitojo, M. Si. (2) Dra. Rini sudjarwati, M.Pd. Keywords: Nuggets, Catfish, Hedonic Test Catfish nuggetis a fast food made of fish meat fillet, chopped, and mixed with salt, cold water, tapioca, garlic, pepper, and then steamed. The nuggets that have cookedaresliced and overlaid with breadcrumbs and then fried. Three fomulation are used to make three catfish nuggets, in wich each formulation contains different precentage of catfish meat. First formulation uses a basic formula. Second formulation increases meat of catfish in basic formulation as much as 10% of the basic ingredients. Third formulation increases meat of catfish in basic formulation as much as 20% of the basic ingredients. The purpose of this research is to know the exact formulation of the nugget which uses catfish for basic ingredients and know the panelist’spreferenceson taste, textures, and colorssof catfish nuggets. The results of the product taste preferences test of catfish nuggets are as much as 52% of the panelists expressed that they like the taste of the produt. Hedonic test results against the texture of the catfish nuggets products show thatas much as50% of panelists explain that they likethe texture of the product. The result of color test of catfish nuggets are 56% panelists expressed that they like the color of the produk. Results of the analysis show that many panelists like this product including the taste, color, and texture of the catfish nuggets. The second recipe formulation with the addition of catfish as much as 10% is the best formulation
Pembuatan kerupuk rambak ikan bandeng
8ABSTRAK Nurhayati, Mela. 2013. Pembuatan Kerupuk Rambak Ikan Bandeng. Tugas Akhir. Program Studi D3 Tata Boga. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Titi Mutiara Kiranawati, M.P (II) Aisyah Larasati, S.T., M.T., MIM., Ph.D Kata Kunci: kerupuk rambak, ikan bandeng, uji hedonik Kerupuk rambak ikan yaitu kerupuk rambak yang dibuat dari kulit ikan yang sudah bersih dari bagian-bagian ikan yang lain, dan melalui beberapa tahap sampai menjadi kerupuk rambak ikan siap makan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi resep yang tepat untuk pembuatan kerupuk rambak ikan bandeng, selain itu untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap warna, rasa dan tekstur kerupuk rambak ikan bandeng dan mengetahui perkiraan harga jual. Panelis yang dijadikan pengambilan data yaitu mahasiswa Tata Boga angakatan 2010-2012. Kulit ikan bandeng yang digunakan adalah kulit ikan bandeng dari ikan bandeng berukuran 85 g yang telah dipisahkan dari daging, duri dan sisiknya. Cara pembuatannya yaitu kulit ikan bandeng yang sudah bersih, direndam dengan air kapur sirih kemudian direndam dengan bumbu, dikeringkan kemudian dan digoreng. Hasil penelitian menunjukkan formula yang tepat untuk produk kerupuk rambak ikan bandeng adalah formulasi ke 2 yaitu penambahan kapur sirih sebanyak 15 g. Warna yang dihasilkan yaitu putih keabu-abuan, rasa gurih dan tekstur renyah. Hasil uji kesukaan menunjukkan bahwa 23 panelis (57,5%) menyukai warna, rasa dan tekstur rambak ikan bandeng. Hasil perhitungan menunjukkan perkiraan harga jual rambak ikan bandeng adalah Rp 11.500/25
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPETENSI PADA MATA PELAJARAN PENGELOLAAN USAHA JASA BOGA (PUJB) DI SMK KARTIKA IV-I MALANG
ABSTRAK Putri, Dieka Arumeng. 2013. Implementasi Pembelajaran Berbasis Kompetensi pada Mata Pelajaran Pengelolaan Usaha Jasa Boga di SMK Kartika IV-I Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Teti Setiawati, M.Pd., (II) Dr.H. Dwi Agus Sudjimat, S.T., M.Pd. Kata kunci: implementasi, pembelajaran, kompetensi, SMK Pendidikan merupakan sarana penting dalam rangka menciptakan generasi anak bangsa yang potensial dan bermutu. Salah satu upaya peningkatan mutu pendidikan adalah dengan cara menyempurnakan kurikulum, yaitu dengan menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Implementasi pembelajaran berbasis kompetensi menuntut adanya perubahan pembelajaran dari yang berpusat pada guru menjadi yang berpusat pada siswa, serta penilaian yang semula berorientasi diskriminasi siswa kepada yang berorientasi diferensiasi siswa. Berbeda dengan kurikulum sebelumnya, pembelajaran berbasis kompetensi merupakan pembelajaran yang memadukan antara pengetahuan, kemampuan, dan sikap serta penerapan ketiga hal tersebut dalam melaksanakan tugas di lapangan kerja. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yaitu kelengkapan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis kompetensi, kelengkapan pelaksanaan pembelajaran berbasis kompetensi, dan kelengkapan pelaksanaan evaluasi pembelajaran berbasis kompetensi dalam mata pelajaran Pengelolaan Usaha jasa Boga (PUJB) di SMK Kartika IV-I Malang. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Langkah-langkah yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan data kemudian menyusunnya, mendeskripsikan, menganalisis dan menginterprestasikan sesuai dengan jenis data yang dibutuhkan dan tujuan yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa kelengkapan Rencana Pelaksananaan Pembelajaran (RPP) termasuk dalam kategori baik dengan skor rata-rata 20,7, kelengkapan pelaksanaan pembelajaran berbasis kompetensi termasuk ke dalam kategori cukup baik dengan persentase sebesar 64% dan kelengkapan evaluasi pembelajaran termasuk dalam kategori baik dengan nilai rata-rata sebesar 12,3
Tepung Ketan Hitam sebagai Bahan Dasar dalam Pembuatan Cookies
ABSTRAK Dimitra, Frinentiya Dea. 2013. Tepung Ketan Hitam sebagai Bahan Dasar dalam Pembuatan Cookies. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Dra Mazarina Devi, M.Si (II) Dra. Nunung Nurjanah, M.Kes. Kata Kunci: cookies, ketan hitam, bahan dasar. Cookies adalah salah satu jenis snack berukuran kecil yang digemari dan sering dikonsumsi oleh masyarakat. Cookies pada umumnya berbahan dasar terigu. Tujuan subtitusi terigu dengan ketan hitam dalam pembuatan cookies adalah sebagai sumber antioksidan karena kandungan antosianin dalam ketan hitam. Cookies ketan hitam adalah makanan ringan dengan kualitas rasa yang baik dengan kandungan antioksidan yang baik pula. Uji coba pembuatan cookies ketan hitam dilakukan untuk mengetahui formulasi yang tepat dan tingkat kesukaan panelis terhadap warna, rasa dan tekstur cookies ketan hitam. Panelis yang digunakan dalam uji kesukaan ini sebanyak 60 orang terdiri dari anak-anak, remaja dan dewasa. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif. Hasil uji kesukaan warna cookies ketan hitam (23,33%) panelis menyatakan agak suka, hasil uji kesukaan rasa cookies ketan hitam (61,70%) panelis menyatakan suka, dan hasil uji kesukaan tekstur cookies ketan hitam (50%) panelis menyatakan suka. Saran yang dapat disampaikan, menggunakan tepung ketan hitam sangrai agar rasa cookies lebih matang, santan diganti dengan kelapa parut kering atau kelapa parut sangrai, terigu diganti tepung sagu sangrai agar cookies ketan hitam yang dihasilkan tidak keras dan mudah dipatahkan. ABSTRACT Dimitra, Frinentiya Dea. 2013. Black Glutinous Rice Flour as Basic Materials in Making Cookies. Final, Department of Industrial Technology, Faculty of Engineering, University of Malang. Advisors (I) Dr. Dra Mazarina Devi, M.Si (II) Dra. Nunung Nurjanah, M.Kes. Keywords: cookies, black glutinous rice, basic materials. Cookies are one kind of small sized snack popular and frequently consumed by the public. Cookies are generally made from wheat flour. Intended substitution black glutinous rice in making cookies is as a source of antioxidants for the content of anthochyanins in black glutinous rice. Black Glutinous cookies is a snack with a good taste quality of the antioxidants. Tests performed in this study is to test the hedonic or preference test. Hedonic test take place to determine the level of preference of panelist to cookies with black glutinous rice flour substitution which include color, taste and texture. Panelists used in the hedonic test as many as 60 people consisting of children, adolescents and adults. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics. The results of the test hedonic substitution of black glutinous rice as raw material in the manufacture of cookies which is (23,33%) panelists stated like the color of cookies, (61,70%) panelists stated like the taste of cookies by substitution of black glutinous rice flour and (50%) panelists stated like the texture of the cookies with black glutinous rice flour substitution. Advice can add , using black glutinous flour roasted for cookies that taste more better, coconut milk subtitued with dried shredded coconut, wheat flour replaced with corn starch that black glutinous cookies produced is not hard and easily broken
SIFAT ORGANOLEPTIK MENDOL DENGAN MENGGUNAKAN TEMPE SEGAR DAN TEMPE SEMANGIT DALAM JUMLAH YANG BERBEDA
ABSTRAK Tantowi, Redo. B. 2012. Sifat Organoleptik Mendol dengan Menggunakan Tempe Segar dan Tempe Semangit dalam Jumlah yang Berbeda. Tugas Akhir. Program Studi D3 Tata Boga. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Teti Setiawati, M. Pd (II) Dra. Wiwik Wahyuni, M. Pd. Kata Kunci: mendol, tempe segar, tempe semangit, organoleptik. Mendol adalah produk olahan tempe yang dihaluskan, dicampur dengan bumbu-bumbu yaitu cabai merah, bawang putih, lengkuas, kencur, daun jeruk, dan garam dengan bentuk lonjong dan digoreng. Mendol terbuat dari tempe semangit pada jaman dahulu, tetapi saat ini mendol banyak terbuat dari tempe segar. Tempe segar dicirikan oleh warna putih bersih dan merata pada permukaannya, struktur homogen dan kompak, serta rasa, aroma, dan bau khas tempe. Tempe semangit mempunyai ciri permukaannya yang basah, struktur tidak kompak, adanya bercak-bercak hitam, dan adanya bau amoniak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat organoleptik yang meliputi flavor, warna, dan tekstur melalui uji mutu hedonik dan uji hedonik. Panelis pada penelitian ini adalah mahasiswa Tata Boga angkatan 2009, 2011, dan masyarakat luar Malang. Data dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam dan Duncam’s Multiple Range Test (DMRT). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen pembuatan mendol dengan formulasi tempe segar dan tempe semangit dalam jumlah yang berbeda yaitu 60% : 40%, 50% : 50%, 40% : 60%. Hasil uji mutu hedonik mendol dengan formulasi tempe segar dan tempe semangit dalam jumlah yang berbeda yaitu 60% : 40%, 50% : 50%, 40%: 60% menunjukkan perbedaan yang berbeda sangat nyata terhadap flavor, warna, dan tekstur. Mendol dengan formulasi tempe segar dan tempe semangit dalam jumlah sebesar 60% : 40% menghasilkan flavor kurang kecing dengan skor 2, warna coklat dengan skor 2, dan tekstur cukup rapuh dengan skor 4. Mendol dengan formulasi tempe segar dan tempe semangit dalam jumlah sebesar 50% : 50% menghasilkan flavor agak kecing dengan skor 3, warna coklat agak tua dengan skor 3, dan tekstur cukup agak rapuh dengan skor 3. Mendol dengan formulasi tempe segar dan tempe semangit dalam jumlah sebesar 40% : 60% menghasilkan flavor cukup kecing dengan skor 4, warna coklat cukup tua dengan skor 4, dan tekstur kurang rapuh dengan skor 2. Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa flavor dan tekstur yang disukai panelis adalah mendol dengan formulasi tempe segar dan tempe semangit sebesar 60% : 40%, warna yang disukai panelis adalah mendol dengan formulasi tempe segar dan tempe semangit sebesar 50% : 50%. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah semakin banyak menggunakan tempe segar tekstur mendol semakin rapuh. Semakin banyak tempe semangit yang digunakan flavor mendol semakin kecing dan berwarna semakin coklat
PEMBUATAN LEDRE DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG KACANG HIJAU SEBAGAI MAKANAN TRADISIONAL YANG TINGGI PROTEIN
ABSTRAK Hanik, Umi. 2012. Pembuatan Ledre dengan Penambahan Tepung Kacang Hijau (Phaseolus radiatus L) sebagai Makanan Tradisional yang Tinggi Protein. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Ir. Soenar Soekopitijo, M.Si (2) Dra. Teti Setiawati, M.Pd. Kata Kunci: ledre, kacang hijau, uji kesukaan Kacang hijau (Phaseolus radiates L) memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi. Kandungan gizi yang dimiliki kacang hijau antara lain protein (22,2 g/100 g), lemak (1,2 g/100 g), karbohidrat (62,9 g/100 g), kalsium (125 mg/100 g), fosfor (320 mg/100 g), zat besi (6,7 mg/100 g), vitamin A (10 mg/100 g), vitamin C (6,0 mg/100 g), vitamin B1 (0,64 mg/100 g), air (10 mg/100 g). kacang hijau dapat dijadikan bahan pangan karena kandungan karbohidrat dan protein yang cukup tinggi Uji coba pembuatan ledre dengan penambahan tepung kacang hijau telah dilakukan, masalah yang terjadi selama uji coba adalah tekstur ledre cepat layu. Hal tersebut disebabkan adonan terlalu encer serta formulasi resep kurang tepat. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui formulasi yang tepat dalam pembuatan ledre dengan penambahan tepung kacang hijau, serta untuk mengetahui uji kesukaan konsumen terhadap warna, rasa, tekstur, dan aroma, serta menghitung jumlah protein dan harga jual ledre dengan penambahan tepung kacang hijau Uji coba diawali dengan pembuatan tepung kacang hijau, proses yang dilakukan pencucian, pengeringan, penggilingan, dan pengayakan. Proses selanjutnya uji coba formulasi resep yang dilakukan 2 kali hingga didapatkan hasil formulasi yang tepat. Formulasi ke 2 dengan penambahan tepung kacang hijau sebanyak 100 g menghasilkan warna kuning kecokelatan, rasa manis dan gurih, tekstur renyah, dan aroma kacang hijau. Hasil dari uji kesukaan terhadap ledre dengan penambahan kacang hijau yaitu lebih dari setengah responden (56%) menyatakan agak suka dengan warna ledre kacang hijau, kurang dari setengah responden (42%) menyatakan suka dengan rasa ledre kacang hijau, lebih dari setengah responden (54%) menyatakan agak suka dengan tekstur ledre kacang hijau, sedangkan kurang dari setengah responden (48%) menyatakan agak suka dengan aroma ledre kacang hijau. Kandungan protein ledre kacang hijau sebanyak 36,085 g, sedangkan harga jual ledre kacang hijau Rp 4.300,- per kemasan dengan berat 100 g
Uji Kesukaan Pasta Fettucine Subtitusi Tepung Cumi-Cumi
ABSTRAK Putri, Youlanda Nova Novita Rudya. 2013. Uji Kesukaan Pasta FettucineSubtitusi Tepung Cumi-Cumi. Tugas Akhir, Program Studi D3 Tata Boga,Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.Pembimbing (1) Dr. Dra. Mazarina Devi, M.Si (2) Dra. Wiwik Wahyuni,M.Pd. Kata Kunci: pasta fettucine, cumi-cumi, uji kesukaan Pasta adalah jenis olahan pangan yang sudah dikenal masyarakat umum,yang terbuat dari campuran terigu, air, telur dan garam yang membentuk adonanhingga menghasilkan adonan elastis dan mudah dibentuk. Penelitian inimemanfaatkan cumi-cumi sebagai subtitusi dalam pembuatan pasta fettucine. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan formulasi yang tepat pada pastafettucine substitusi tepung cumi-cumi dan mengetahui tingkat kesukaan terhadapwarna, rasa, aroma, dan tekstur terhadap pasta fettucine subtitusi tepung cumicumi.Panelis dalam penelitian ini adalah mahasiswa D3 Tata Boga 2010 sejumlah20 panelis dan S1 Pendidikan Tata Boga 2011 sejumlah 20 panelis. Datadianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil uji kesukaan panelis terhadap warna produk pasta fettucine subtitusitepung cumi-cumi yaitu sebanyak 45% panelis menyatakan suka. Hasil ujikesukaan terhadap rasa pasta fettucine subtitusi tepung cumi-cumi yaitu 45%menyatakan suka. Hasil uji kesukaan terhadap aroma pasta fettucine subtitusitepung cumi-cumi yaitu 37,5% panelis menyatakan agak suka, dan hasil ujikesukaan terhadap tekstur pasta fettucine subtitusi tepung cumi-cumi yaitu 45%panelis menyatakan suka. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakancumi-cumi segar, berukuran 10 cm, dibersihkan terlebih dahulu dan kantung tintacumi-cumi juga digunakan dalam proses pembuatan
Pembuatan Kerupuk Rambak Ikan Bandeng
ABSTRAK Nurhayati, Mela. 2013. Pembuatan Kerupuk Rambak Ikan Bandeng. Tugas Akhir. Program Studi D3 Tata Boga. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Titi Mutiara Kiranawati, M.P (II) Aisyah Larasati, S.T., M.T., MIM., Ph.D Kata Kunci: kerupuk rambak, ikan bandeng, uji hedonik Kerupuk rambak ikan yaitu kerupuk rambak yang dibuat dari kulit ikan yang sudah bersih dari bagian-bagian ikan yang lain, dan melalui beberapa tahap sampai menjadi kerupuk rambak ikan siap makan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi resep yang tepat untuk pembuatan kerupuk rambak ikan bandeng, selain itu untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap warna, rasa dan tekstur kerupuk rambak ikan bandeng dan mengetahui perkiraan harga jual. Panelis yang dijadikan pengambilan data yaitu mahasiswa Tata Boga angakatan 2010-2012. Kulit ikan bandeng yang digunakan adalah kulit ikan bandeng dari ikan bandeng berukuran 85 g yang telah dipisahkan dari daging, duri dan sisiknya. Cara pembuatannya yaitu kulit ikan bandeng yang sudah bersih, direndam dengan air kapur sirih kemudian direndam dengan bumbu, dikeringkan kemudian dan digoreng. Hasil penelitian menunjukkan formula yang tepat untuk produk kerupuk rambak ikan bandeng adalah formulasi ke 2 yaitu penambahan kapur sirih sebanyak 15 g. Warna yang dihasilkan yaitu putih keabu-abuan, rasa gurih dan tekstur renyah. Hasil uji kesukaan menunjukkan bahwa 23 panelis (57,5%) menyukai warna, rasa dan tekstur rambak ikan bandeng. Hasil perhitungan menunjukkan perkiraan harga jual rambak ikan bandeng adalah Rp 11.500/25