Tugas Akhir Jurusan Tata Boga - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
221 research outputs found
Sort by
Burung Dara Garlic Mayo in Pitta Bread with Pineapple Sauce
RINGKASAN Ayuningtyas, Gayatri Dyah. 2018. Burung Dara Garlic Mayo in Pitta Bread with Pineapple Sauce. Tugas Akhir, Program Studi D3 Tata Boga. Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr.Dra. Titi Mutiara Kiranawati, M.P. Kata Kunci: Daging Burung Dara, Pitta Bread, Nanas Daging burung dara memiliki kekhasan daging yang berwarna merah, seta serat yang halus, kandungan protein yang cukup tinggi. Pitta bread merupakan salah satu jenis flat bread dengan bentuk pipih tipis dengan rongga yang ada di dalamnya. Bahan utama isian pitta bread yang digunakan adalah daging burung dara yang di marinade dengan yoghurt, mayonaise, bawang putih, dan bawang bombay. Bahan utama pitta bread yang digunakan adalah tepung terigu, telur ayam, yeast instant, margarin, garam dan air. Tujuan pembuatan produk ini adalah untuk memberikan inovasi dalam pengaplikasian daging burung dara yang dapat diolah menjadi Burung Dara Garlic Mayo in Pitta Bread with Pineapple Sauce. Memberikan informasi kepada masyarakat tentang isian pitta bread yang berbahan dasar daging burung dara dengan cara mempublikasikan memalui media sosial. Uji coba dilakukan sebanyak dua kali dengan penambahan dan penguranagan daging burung dara, yoghurt, mayonaise, dan daun selada. Formulasi yang digunakan yaitu resep uji coba ke dua dengan perbandingan daging burung dara 350 gram, yoghurt 150 ml, mayonaise 75 gram untuk proses pemasakan daging burung dara sebagai bahan isian pitta bread. Perbandingan tepung terigu 250 gram, yeast instant 15 gram, margarin 5 gram, garam 5 gram, dan air putih 100 ml untuk pembuatan adonan pitta bread, perbadingan buah nanas 150 gram dan saus sambal 50 gram sebagai bahan sauce. Hasil uji coba kedua Burung Dara Garlic Mayo in Pitta Bread with Pineapple Sauce dengan rasa gurih, tekstur pitta bread yang renyah dengan perpaduan isi daging burung dara memiliki rasa yang gurih dan agak asam karena di marinade dengan yoghurt dan sauce nanas sebagai pendamping
uji hedonik kecap ikan teri (stolephorus sp) dan kecap ikan lele dumbo (clarias gariepinus)
ASBTRAK Sarwendah, Wahyu Retno. 2018. Uji Hedonik Kecap Ikan Teri (Stolephorus sp) dan Kecap Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus). Tugas Akhir, Program Studi D3 Tata Boga Jurusan Pendidikan Vokasi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Rina Rifqie Mariana, M.P. (2) Dr. Teti Setiawati, M.Pd. Kata Kunci: kecap ikan, hidrolisis enzimatis, uji hedonik Kecap ikan merupakan produk awetan hasil fermentasi dengan bahan baku ikan. Kecap ikan berbentuk cairan berwarna kuning hingga kecoklatan, jernih, beraroma khas ikan, dengan rasa yang asin dan gurih. Produk kecap ikan digunakan sebagai bumbu penyedap pada masakan khusunya masakan oriental. Pembuatan kecap ikan tidak memerlukan jenis ikan tertentu, sehingga ikan air laut dan ikan air tawar dapat digunakan sebagai bahan baku. Kecap ikan pada penelitian ini dibuat dengan metode hidrolisis enzimatis menggunakan enzim papain, enzim papain yang digunakan addalah meat tenderizer dengan merk dagang paya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan formula kecap ikan teri dan kecap ikan lele dumbo, mendapatkan perbedaan tingkat kesukaan terhadap warna, aroma, rasa, dan harga jual. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dengan 2 kali uji coba resep untuk mendapatkan formulasi yang tepat. Formulasi yang tepat dan digunakan yaitu Resep uji coba ke II dengan formulasi ikan teri maupun ikan lele dumbo 1000 gram, garam 19% dari berat ikan, dan enzim papain 8% dari berat ikan. Formulasi ini menghasilkan kecap ikan teri yang memiliki warna coklat terang jernih, aroma amis tajam, dan rasa yang gurih, serta menghasilkan kecap ikan lele dumbo yang memiliki warna coklat jernih, aroma amis khas daging ikan, dan rasa yang gurih. Metode penghitungan hasil uji hedonik yaitu menggunakan persentase. Jumlah panels yang melakukan uji hedonk sebanyak 35 panelis agak terlatih dengan 2 kali pengulangan. Hasil uji hedonik terhadap warna kecap ikan teri dan kecap ikan lele dumbo menunjukkan bahwa panelis lebih menyukai warna kecap ikan teri dibanding kecap ikan lele dumbo dengan presentase 52,86% dibanding 50%. Hasil uji hedonik terhadap aroma kecap ikan teri dan kecap ikan lele dumbo menunjukkan bahwa panelis lebih menyukai aroma kecap ikan lele dumbo dibanding kecap ikan teri dengan presentase 44,29% dibanding 32,86%. Hasil uji hedonik terhadap rasa kecap ikan teri dan kecap ikan lele dumbo menunjukkan bahwa panelis lebih menyukai rasa kecap ikan teri dibanding kecap ikan lele dumbo dengan presentase 44,29% dibanding 37,14%. Harga jual kecap ikan teri per 250 ml adalah Rp79.500,00 harga jual kecap ikan lele dumbo adalah Rp42.750,00
UJI HEDONIK KERUPUK IKAN PARI DENGAN PENAMBAHAN DAUN JERUK PURUT
ABSTRAK Arifulbirri, Muhammad. 2018. Uji Hedonik Kerupuk Ikan Pari Dengan Penambahan Daun Jeruk Purut. Tugas Akhir. Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I). Dr. Dra. Titi Mutiara Kiranawati, M.P, (II). Ir. Issutarti, M.P. Kata Kunci: kerupuk, ikan pari, daun jeruk purut, uji hedonik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan formulasi yang tepat dan mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap warna, rasa, aroma, dan teksturpada kerupuk ikan pari dengan penambahan daun jeruk purut. Uji coba pembuatan kerupuk ikan pari dilakukan sebanyak 3 kali. Uji coba pertama kerupuk ikan pari diproses menggunakan resep standar mengacu pada pembuatan kerupuk ikan tengiri. Uji coba pertama menggunakan resep 225 gram tepung tapioka, 25 gram tepung terigu, dan 250 gram daging ikan pari. Hasil yang didapatkan adalah warna kerupuk kecoklatan, rasa yang kurang sedap, bau ikan pari yang amis, dan tekstur yang renyah.Uji coba kedua ditambahkan daun jeruk dengan resep 225 gram tepung tapioka, 25 gram tepung terigu, 250 gram daging ikan pari, dan 18,7 gram daun jeruk purut. Hasilnya adalah warna kerupuk mulai kehijauan, mempunyai rasa yang kurang sedap, bau ikan yang amis, dan tekstur kurang mengembang. Kemudian dilakukan uji coba ketiga menggunakan 225 gram tepung tapioka, 25 gram tepung terigu, 250 gram daging ikan pari, dan 25 gram daun jeruk purut. Formulasi ketiga ini menghasilkan kerupuk ikan pari yang memiliki warna kehijauan, rasa sedap dan gurih, tekstur yang renyah, dan memiliki aroma kerupuk yang tidak amis. Oleh karena itu, formulasi ketiga dipakai untuk penelitian ini. Metode perhitungan hasil uji hedonik yaitu dengan menggunakan persentase. Jumlah panelis sebanyak 35 orang agak terlatih, dengan 2 kali pengulangan. Hasil uji hedonik terhadap warna kerupuk ikan pari dengan penambahan daun jeruk yaitu sebanyak 54,3% panelis menyatakan suka. Hasil uji kesukaan rasa pada kerupuk ikan pari dengan penambahan daun jeruk purut, sebanyak 52,9% menyatakan suka. Hasil uji kesukaan aroma pada kerupuk ikan pari dengan penambahan daun jeruk purut, 38,6% menyatakan suka. Hasil uji kesukaan tekstur pada kerupuk ikan pari dengan penambahan daun jeruk purut, 81,4% menyatakan suka. Kesimpulan dari kerupuk ikan pari dengan penambahan daun jeruk purut sebanyak 25 gram disukai oleh panelis. Kesukaan panelis berdasarkan presentase tertinggi berada pada kategori suka. Saran dari penelitian ini adalah menambah potensi wirausaha dalam bidang kerupuk
Isnatiara, Debby Puspita Ade. 2018. Pembuatan Snack Rumput Laut Merah (Eucheuma cottonii). Tugas Akhir, Jurusan Pendidikan Vokasi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dra. Titi Mutiara Kiranawati, M. P. (II) Dr. Teti Setiawati,
ABSTRAK Kata Kunci: Pembuatan Snack Rumput Laut Merah, Snack Rumput Laut Merah, Uji Hedonik Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula yang sesuai dalam pembuatan snack rumput laut merah Eucheuma cottonii, sehingga menghasilkan produk sesuai dengan yang diharapkan. Rumput laut merah yang dihaluskan, disaring, dimasak, diberi bumbu, kemudian dicetak untuk dikeringkan dan digoreng serta dipadukan dengan sari daun brokoli sebagai pewarna alami agar terlihat lebih menarik. Formulasi resep yang digunakan intuk pembuatan snack rumput laut adalah rumput laut merah 100 gram, air 100 ml, daun brokoli 25 gram, minyak wijen 20 ml, garam 2 gram, cuka beras 10 ml, gula 3 gram, minyak goreng 250 ml dan penyaringan 70%. Analisis yang dilakukan untuk mengetahui tingkat kesukaan terhadap produk adalah uji hedonik dengan jumlah panelis yang menilai produk sebanyak 35 panelis dan melakukan pengulangan uji hedonik dengan panelis yang sama. Hasil uji hedonik terhadap warna snack rumput laut merah sebesar 48,57% panelis menyatakan suka, 42,86% menyatakan agak suka, 8,57% menyatakan biasa dan 0% menyatakan agak tidak suka dan tidak suka. Jumlah persentase panelis untuk rasa snack rumput laut merah adalah 55, 71% panelis menyatakan suka, 31,43% menyatakan agak suka, 12, 86% menyatakan biasa, 0% menyatakan agak tidak suka dan tidak suka. Jumlah persentase panelis untuk aroma snack rumput laut merah adalah 40% panelis menyatakan suka, 47,14% menyatakan agak suka, 12,86% menyatakan biasa, 0% menyatakan agak tidak suka dan tidak suka. Jumlah persentase panelis untuk tekstur snack rumput laut merah adalah 54,29% panelis menyatakan suka, 28,57% menyatakan agak suka, 11,43% menyatakan biasa, 5,71% menyatakan agak tidak suka dan 0% menyatakan tidak suka
Daging Ayam Kampung Dalam Pengaplikasian Gyoza and Curry Sauce
RINGKASAN Retta, Nidya. 2018. Daging Ayam Kampung Dalam Pengaplikasian Gyoza and Curry Sauce. Tugas Akhir, Program Studi Pendidikan Vokasi Tata Boga. Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Ir. Budi Wibowotomo,M.Si.,Ph.D. Kata Kunci: daging ayam kampung, appetizer, gyoza Daging ayam kampung (Gallus domesticus) memiliki tekstur daging yang sedikit berbeda dibandingkan ayam negeri, karena daging ayam kampung mempunyai serat yang padat dan tidak mudah hancur dalam pengolahan, selain itu daging ayam kampung juga lebih banyak mengandung protein dan sedikit lemak jenuh oleh karena itu harga ayam kampung lebih mahal dibandingkan ayam negeri. Gyoza adalah appetizer atau makanan pembuka, bahan utama yang digunakan adalah daging ayam kampung betina dengan umur muda dibawah 5 bulan yang diolah dengan penambahan bumbu rempah pilihan untuk bahan isian gyoza, yang kemudian dibungkus di dalam kulit yang menyerupai kulit pangsit. Tujuan pembuatan produk ini adalah untuk memberikan inspirasi pengaplikasian bahan yaitu daging ayam kampung yang diolah menjadi olahan Appetizer yaitu gyoza , mengembangkan produk dan memberikan informasi kepada masyarakat tentang olahan berbahan dasar daging ayam kampung yang lebih beragam dengan cara memposting atau mempublikasikan video pengolahan pada media sosial. Uji coba dilakukan sebanyak tiga kali yaitu dengan mendapatkan perbandingan, pengurangan, dan penambahan bubuk kari, dan santan. Formulasi yang tepat dan digunakan yaitu resep uji coba ketiga dengan perbandingan bubuk kari sebanyak 10 gram, dan santan sebanyak 30 ml untuk proses pemasakan daging ayam kampung sebagai isi, dan perbandingan bubuk kari sebanyak 15 gram, dan santan sebanyak 100 ml untuk pembuatan saus. Hasil uji coba formula ketiga yaitu penampilan pipih dengan lipatan pada kulit gyoza, rasa gurih cenderung dari bubuk kari, warna putih, bercorak kuning keemasan, dan aroma khas dari saus kari. Gyoza disajikan dengan tiga buah gyoza berukuran sedang, dengan berat 75-100 gram per porsi. ABSTRAK Retta, Nidya. 2018. Daging Ayam Kampung Dalam Pengaplikasian Gyoza and Curry Sauce. Tugas Akhir, Program Studi Pendidikan Vokasi Tata Boga. Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Ir. Budi Wibowotomo,M.Si.,Ph.D. Kata Kunci: daging ayam kampung, appetizer, gyoza Daging ayam kampung (Gallus domesticus) memiliki tekstur daging yang sedikit berbeda dibandingkan ayam negeri, karena daging ayam kampung mempunyai serat yang padat dan tidak mudah hancur dalam pengolahan, selain itu daging ayam kampung juga lebih banyak mengandung protein dan sedikit lemak jenuh oleh karena itu harga ayam kampung lebih mahal dibandingkan ayam negeri. Gyoza adalah appetizer atau makanan pembuka, bahan utama yang digunakan adalah daging ayam kampung betina dengan umur muda dibawah 5 bulan yang diolah dengan penambahan bumbu rempah pilihan untuk bahan isian gyoza, yang kemudian dibungkus di dalam kulit yang menyerupai kulit pangsit. Tujuan pembuatan produk ini adalah untuk memberikan inspirasi pengaplikasian bahan yaitu daging ayam kampung yang diolah menjadi olahan Appetizer yaitu gyoza , mengembangkan produk dan memberikan informasi kepada masyarakat tentang olahan berbahan dasar daging ayam kampung yang lebih beragam dengan cara memposting atau mempublikasikan video pengolahan pada media sosial. Uji coba dilakukan sebanyak tiga kali yaitu dengan mendapatkan perbandingan, pengurangan, dan penambahan bubuk kari, dan santan. Formulasi yang tepat dan digunakan yaitu resep uji coba ketiga dengan perbandingan bubuk kari sebanyak 10 gram, dan santan sebanyak 30 ml untuk proses pemasakan daging ayam kampung sebagai isi, dan perbandingan bubuk kari sebanyak 15 gram, dan santan sebanyak 100 ml untuk pembuatan saus. Hasil uji coba formula ketiga yaitu penampilan pipih dengan lipatan pada kulit gyoza, rasa gurih cenderung dari bubuk kari, warna putih, bercorak kuning keemasan, dan aroma khas dari saus kari. Gyoza disajikan dengan tiga buah gyoza berukuran sedang, dengan berat 75-100 gram per porsi
Robot Forklift Line Follower Untuk Optimasi Pengambilan Barang Pada Gudang
RINGKASAN Sakti, Iqbal Maulana. 2018. Robot Forklift Line Follower Untuk Optimasi Pengambilan Barang Pada Gudang. Skripsi. Program Studi S1 Teknik Elektro. Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Ilham Ari Elbaith Zaeni, S.T., M.T., Ph.D., (2) Dyah Lestari, S.T., M.Eng. Kata kunci: Prototype Robot Forklift Line Follower, Line Follower, Forklift. ESP8266, Iot. Gudang adalah fasilitas khusus yang bersifat tetap, yang dirancang untuk mencapai target tingkat pelayanan dengan total biaya yang paling rendah. Gudang dibutuhkan dalam proses koordinasi penyaluran barang, yang muncul sebagai akibat kurang seimbangnya proses penawaran dan permintaan. Besarnya gudang tempat menyimpan barang akan memerlukan bantuan mesin untuk pengambilan barang. Dalam pengambilan barang di gudang salah satu caranya adalah menggunakan bantuan mesin forklift. Mesin forklift yang dikendalikan oleh manusia memiliki keterbatasan waktu operasional. Hal tersebut menjadikan kinerja forklift dalam pengambilan barang menjadi kurang efisien. Atas dasar pemikiran tersebut maka dalam skripsi ini dibuat Robot Forklift Line Follower Untuk Optimasi Pengambilan Barang Pada Gudang. Cara kerja robot forklift line follower adalah sebagai Robot Mobile pengambil barang bedasarkan kode untuk mengenali barang yang dikirim melalui jaringan lokal. Robot ini menggunakan mikrokontroler Arduino sebagai kontrol utama. Robot ini akan menerima perintah kode rak yang dikirimkan dari Personal Computer (PC) dan akan berjalan sesuai jalurgaris yang berwarna hitam dengan menggunakan kontrol PID, selanjutnya robot akan mencocokan kode yang ada pada rak-rak barang.Dengan menggunakan mikrokontroler Arduino sebagai pemrosesan data, ESP8266 sebagai kontrol jaringan, sehingga robot ini diharapkan dapat membantu dalam pengambilan barang pada gudang dan bekerja secara efisien dan efektif. Hasil perancangan yang dicapai adalah sebuah robotforklift line follower yang dikendalikan menggunakan Personal Computer (PC)melalui jaringan wireless dengan sistem kendali otomatis. Total keberhasilan yang dicapai sebesar 60% untuk pengambilan barang secara acak pada 9 rak, dimana kegagalan terjadi pada saatdriver motor robot mulai panas sehingga mengurangi pergerakan motor pada bagian penggerak utama robot
uji hedonik abon keluwih substitusi daging keong sawah
RINGKASAN Ikhroma, Happy Ainur. 2018. Uji Hedonik Abon Keong Sawah. Tugas Akhir, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Aisyah Larasati, S.T., M.T., MIM., Ph.D. (2) Ir. Budi Wibowotomo, M.Si., Ph.D. Kata Kunci: Abon, Keong Sawah, Uji Hedonik Pemanfaatan daging keong sawah selama ini terbatas pada berbagai jenis olahan hidangan. Dengan melimpahnya populasi daging keong sawah maka dilakukan upaya untuk menambah nilai ekonomis dari daging keong sawahdengan cara menganekaragamkan jenis olahan makanan yang berbahan dasar keong sawah, salah satunya diolah menjadi abon.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan formulasi yang sesuai dan mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap warna, rasa, aroma, dan tekstur pada pembuatan abon keong sawah. Uji coba pembuatan abon keluwih dengan subtitusi keong sawah dilakukan sebanyak 3 kali untuk menentukan formulasi yang tepat dan sesuai prosedur. Presentase penggunaan daging keong sawah yang digunakan sebanyak 50% daging keong sawah 50% keluwih, 60% daging keong sawah 40% keluwih dan 70% daging keong sawah 30% keluwih. Uji coba pertama menggunakan 100 gr keluwih dan 100 gr daging keong sawah. Uji coba kedua menggunakan 80 gr keluwih dengan penambahan daging keong sawah sebanyak 120 gr. Uji coba ketiga menggunakan 60 gr keluwih dengan penambahan daging keong sawah sebanyak 140 gr.Formulasi yang digunakan untuk uji kesukaan adalah formulasi resep uji coba kedua dengan penggunaan daging keong sawah sebanyak 60% dan penambahan keluwih sebanyak 40%. Formulasi ini menghasilkan abon keong sawah yang memiliki warna coklat kehitaman, rasa yang dihasilkan gurih, aroma daging keong sawah yang tidak menyengat, dan tekstur serat yang dihasilkan sudah bagus. Metode perhitungan hasil uji hedonik yaitu dengan menggunakan persentase. Jumlah panelis yang melakukan uji hedonik yaitu sebanyak 35 panelis agak terlatih dengan 2 kali pengulangan.Hasil uji hedonik terhadap warna abon keong sawah yaitu sebanyak 44,3 % panelis menyatakan suka. Hasil uji hedonik terhadap rasa abon keong sawah yaitu sebanyak 57,1% panelis menyatakan suka. Hasil uji hedonik terhadap aroma abon keong sawah yaitu sebanyak 54,3% panelis menyatakan suka. Hasil uji hedonik terhadap tekstur abon keong sawah yaitu sebanyak 51,4 % panelis menyatakan suka
lava cake telur angsa
ABSTRAK Oktaviani, Irma Amsa. 2018. Lava Cake Telur Angsa. Tugas Akhir, Jurusan Pendidikan Vokasi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Ir. Soenar Soekopitojo, M.Si Kata Kunci: telur angsa, lava cake, lava cake telur angsa Telur Angsa merupakan telur yang memiliki ukuran lebih besar dari telur ayam dan telur bebek, bewarna putih bersih dengan kandungan yang lebih kaya dari telur ayam. Dalam satu butir telur angsa memiliki berat rata rata 125 gram. Sama halnya dengan telur ayam dan telur bebek, telur angsa sering digunakan untuk membuat kue karena proteinnya yang tinggi di dalam putih telur. Lava cake adalah salah satu jenis cake yang berbahan dasar cokelat, dimana ketika dihidangkan, bagian tengah atau dalam dari cake masih meleleh atau cair. Lava cake disajikan dan dinikmati ketika masih hangat, hal ini dimaksudkan agar cokelat yang berada pada bagian tengah cake meleleh. Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk memanfaatkan telur angsa sebagai lava cake, karena telur angsa pada umumnya ini digunakan untuk kesahatan, kecantikan dan hiasan dari cangkang telur angsa, selain itu telur angsa memiliki yaitu, telur angsa mempunyai daya buih/daya busa yang tinggi sehingga adonan lava cake ketika di kukus cepat mengembang. Proses pembuatanlava cake sesuaidengan yang diharapkan adalahformulasi 3 yang menggunakan telurangsa sebanyak 125 g dan perasanjeruknipis sebanyak 7 ml dan lama pengukusanselama 5 menit menghasilakn lava cake sesuai yang diharapkan yaitu, yaitu kering dibagian luar tetapi lembut dan meleleh pada bagian dalamnya tetapi tidak terlalu cair dan tidak amis.
uji tingkat kesukaan bakpao dengan penambahan kupang putih (corbula faba)
ASBTRAK Nursakila, R. 2017. Uji Tingkat Kesukaan Bakpao dengan Penambahan Kupang Putih (Corbula faba). Tugas Akhir, Jurusan Pendidikan Vokasi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Nunung Nurjanah, M.Kes. (2) Laili Hidayati, S.Pd, M.Si. Kata Kunci: bakpao, kupang putih, uji hedonik Kupang putih merupakan hasil tangkapan laut yang pengolahannya masih olahan bercitarasa gurih, sehingga bakpao dengan penambahan kupang putih merupakan produk inovasi jajanan yang dapat meningkatkan nilai ekonomis kupang putih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi yang tepat produk bakpao dengan penambahan kupang putih dan untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap warna, rasa dan tekstur pada bakpao dengan penambahan kupang putih. Bakpao dengan penambahan kupang putih melalui dua kali uji coba. Uji coba pertama pembuatan kulit bakpao menggunakan 16%kupang putih dariberat terigu yang digunakan yang menghasilkan banyak bintik kecoklatan, rasa gurih kupangdan tekstur padat. Uji coba kedua menggunakan 12% kupang putih dari berat terigu yang digunakan menghasilkan sedikit bintik kecoklatan, rasa manis dan tekstur lembut. Evaluasi dari uji coba kedua adalah mengurangi kupang putih dari 16% (20 gram) menjadi 12% (15 gram). Berdasarkan hasil uji coba formulasi bakpao dengan penambahan kupang putih, formula kedua dipilih sebagai formulasi yang digunakan untuk uji hedonik panelis terdiri 50 panelis. Uji hedonik terhadap bakpao dengan penambahan kupang putih dilakukan dengan cara memberi sampel produk dan dilanjutkan mengisi angket kesukaan. Hasil uji hedonik warna produk bakpao dengan penambahan kupang putih menunjukkan bahwa 66% panelis menyatakan suka. Hasil uji hedonik rasa produk bakpao dengan penambahan kupang putih menunjukkan bahwa 58% panelis menyatakan suka. Hasil uji hedonik tekstur produk bakpao dengan penambahan kupang putih menunjukkan bahwa 46% panelis menyatakan suka
PEMANFAATAN KUNING TELUR ASIN BEBEK SEBAGAI BAHANPADA SALTED EGG CARBONARA SAUCE
RINGKASAN Puspitasari, Kartika. 2018. Pemanfaatan Kuning Telur Asin Bebek Sebagai bahan Pada SaltedEggCarbonaraSauce. Tugas Akhir, Program studi D3 Tata Boga. Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Dra Mazarina Devi, M.Si. Kata Kunci: Telur Asin Bebek, Carbonara Sauce, Serai, Daun Jeruk. Carbonarasaucemerupakan salah satu jenis turunan saus, dikenal juga sebagai mother sauce,yaitu saus dasar putih (bechamel sauce). Bechamel sauce dibuat dari bahan dasar utama susu sebagai cairannya dan ditambahkan bahan margarin dan tepung fungsi pengental yang disebut “roux”. Biasanya bahan tambahan carbonara sauce adalahkeju. telur asin adalah salah satu sumber protein hewani yang banyak didapat dari jenis unggas itik, selain itu memiliki rasa yang lezat, bergizi tinggi, di Indonesiatelur asin mudah di dapat dan harganya murah. Serai (cymbopogoncitratus) adalah tumbuhan yang sering ditemukan tumbuh alami di negara-negara tropis. Daun jeruk yang memiliki banyak sebutan ini mampu mengurangi aroma amis dan memberi aroma segar. karena mengandung minyak atsiri (aroma yang kuat dan wangi) serai dan daun jeruk digunakan sebagai sebagai bahan tambahan aroma pada bumbu dapur. Tujuan pembuatan produk ini adalahmemanfaatkan kuning telur asin menjadi olahan yang beragam, sebagai pengganti bahan keju karena dari segi harga lebih terjangkau. Mengembangkan produk pada saus dan memberi informasi kepada masyarakat tentang olahan carbonara sauce yang beragam dengan cara mengakses pembuatan video ke media sosial.Uji coba dilakukan sebanyak 3 kali yaitu dengan mendapatkan perbandingan kuning telur asin,serai, dan daun jeruk. Formulasi yang sesuai dan digunakan yaitu pada resep uji coba ke tiga dengan perbandingan kuning telur asin 20 gram, serai 10 gram dan daun jeruk 2 lembar. Hasil dari uji coba III yaitu aroma amis hilang dan tekstur Creamy