Jurnal Pendidikan Fisika
Not a member yet
103 research outputs found
Sort by
Pengembangan Buku Elektronik Interaktif pada Materi Fisika Kuantum Kelas XII SMA
Penggunaan perangkat TIK semakin populer. Tetapi penggunaan dalam pembelajaran masih sangat minim. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan buku elektronik interaktif yang efektif dalam pembelajaran fisika kuantum di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) yang mengacu prosedur Sugiyono (2008) yaitu, (1) potensi dan masalah; (2) pengumpulan informasi; (3) mendesain produk; (4) validasi desain; (5) revisi desain; (6) uji coba; (7) revisi produk; (8) uji coba pemakaian; (9) revisi produk; (10) produksi masal. Berdasarkan hasil penelitian ini telah dihasilkan buku elektronik interaktif fisika kuantum yang dapat digunakan sebagai sumber belajar di kelas maupun mandiri oleh peserta didik kelas XII SMAN 1 Pringsewu. Buku yang dihasilkan dinyatakan menarik, mudah dan bermanfaat berdasarkan hasil angket serta memiliki tingkat efektifitas sedang berdasarkan nilai N-gain yang diperoleh
EKSPLORASI KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA TERHADAP KEMAMPUAN MEMPREDIKSI, MENGOBSERVASI DAN MENJELASKAN DITINJAU DARI GENDER
The study aims to explore the students' cognitive abilities of predicting, observing and explaining skills in terms of student's gender. In this study used students as many as 24 students with 16 female students and 8 male students. The research instrument used is a matter of test and observation sheet. Based on the data obtained in the study concluded that the cognitive abilities of students on average are in the high category and dominated by female students. The results of analysis indicate that there are differences, the ability of female students is better than male students
KETERAMPILAN DASAR KINERJA ILMIAH PADA MAHASISWA CALON GURU FISIKA
Pendidikan IPA menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar peserta didik mampu menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keterampilan dasar kinerja ilmiah pada mahasiswa calin guru fisika. Metode yang digunakan adalah survey dengan sampel 36 mahasiswa calon guru fisika. Teknik pengumpulan data menggunakan angket respon mahasiswa terhadap keterlaksanaan kegiatan praktikum dan wawancara dengan dosen pengampu. Hasil menunjukkan bahwa 50% mahasiswa mengalami kesulitan dalam menganalisis data dan membuat kesimpulan
INTERPRETASI DATA ANOMALI MEDAN MAGNETIK UNTUK MENGIDENTIFIKASI PENINGGALAN KADIPATEN PASIR LUHUR DESA TAMANSARI KARANGLEWAS
Magnetic surveying have been done in the area around of the Carangandul site, District of Karang lewas, Regent of Banyumas. The research purpose is for identify Kadipaten Pasir Luhur’s remainder whom maybe buried at around that sites. The total magnetic intensity data obtained, then be processed, corrected, and reduced so thatbe obtained the local magnetic anomaly data. Modeling process to magnetic anomaly data with two dimensions (2D) have been done by utilize Mag2DC for windows software. Based on the modeling results, be obtained the subsurface lithology section with magnetic susceptibility values of 0.0141 – 0.0626 cgs units. The interpretation ofmodeling resultsshow thatin the depth of 0 – 10 meters be found the sand stone, then in the depth of 10 – 125 meters befound the breccia-andesite rocks, then in the depth of 125 – 250 meters be found the andesite rocks with insert of sand, and then in the depth of 250–500 meters be found two pieces of rocks i.e. breccia-andesite and andesite-basaltic from volcanic lava boulder of Slamet Volcano which be estimated as the basement inthe research area. Based on the interpretation resultis not found available distribution of pure andesite as sites that exist on the surface
PENGEMBANGAN PHYSICS COMPREHENSIVE CONTEXTUAL TEACHING MATERIALS BERBASIS KKNI UNTUK MENINGKATKAN HOTS DAN MENUMBUHKAN KECERDASAN EMOSIONAL
Penelitian ini bertujuan untuk memenuhi kriteria kelayakan perangkat pembelajaran dan mengukur mengukur keefektifan perangkat pembelajaran PhyCCPTM yang dikembangkan selanjutnya mengetahui peningkatan HOTS dan kecerdasan emosional siswa. Jenis penelitian adalah research & development (R&D) yang mengadaptasi pada model pengembangan Borg & Gall. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, angket dan tes. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA SMA N 1, SMA N 2, dan SMA N 5 kabupaten Sorong. Keefektifan perangkat pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan menumbuhkan kecerdasan emosional dianalisis dengan skor gain dan multivariate analysis of variance (MANOVA). Hasil pada penelitian ini adalah produk perangkat pembelajaran PhyCCPTM pada materi fluida statis yang terdiri dari RPP, buku guru, buku siswa, LKPD, dan instrumen penilaian. Hasil validasi menunjukan bahwa perangkat pembelajaran PhyCCPTM layak digunakan dan hasil tes menunjukan bahwa pembelajaran dengan menggunakan bahan ajar fisika PhyCCTM efektif dan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan menumbuhkan kecerdasan emosional siswa
EFFECTS OF SCIENTIFIC INQUIRY LEARNING MODEL AND LOGICAL THINKING ABILITY OF HIGH SCHOOL STUDENTS SCIENCE PROCESS SKILLS
This study aimed to analyze whether the results of science process skills of students. Who are taught by the teaching model scientific inquiry better than conventional learning, to analyze whether the results of science process skills of students? Who can think logically high is better than the students who have the potential to think logically low, analyze whether there is an interaction between scientific inquiry learning model with logical thinking skills to students' science process skills. This research is a quasi-experimental design with the two-group pretest-posttest design. The study population is all students of class X SMA Negeri 4 Padangsidimpuan semester II academic year 2016/2017. The The research instrument consists of two types: science process skills instrument consists of 10 questions in essay form which has been declared valid and reliable, and the instrument ability to think logically in the form of multiple choice is entirely groundless and complements (combination). The resulting data, analyzed by using two path Anava. The results showed that science process skills of students who are taught by the teaching model scientific inquiry better than conventional learning. Science process skills of students who can think logically high are better than the students who can think logically low, and there is an interaction between learning model scientific inquiry and conventional learning with the ability to think logically to improve students' science process skills.
PENINGKATAN KEMANDIRIAN MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA PADA MATA KULIAH MEKANIKA MELALUI METODE RECIPROCAL TEACHING
This research aims to describe thestudent independence after follow the Reciprocal Teaching of Learning. The subjects of this research are students in study program of physics education Ahmad Dahlan University who are studying Mechanics at school year of 2015/2016. Classroom Action Research consists of plan, do, and reflection. This activity repeated two cycles. The result is after follow the Reciprocal Teaching of Learning 80,3% students reached good individual and classical independence.This research aims to describe thestudent independence after follow the Reciprocal Teaching of Learning. The subjects of this research are students in study program of physics education Ahmad Dahlan University who are studying Mechanics at school year of 2015/2016. Classroom Action Research consists of plan, do, and reflection. This activity repeated two cycles. The result is after follow the Reciprocal Teaching of Learning 80,3% students reached good individual and classical independence
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-TALK-WRITE PADA SISWA KELAS VIII.5 TAHUN PELAJARAN 2014/2015
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar fisika serta aktivitas siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Batanghari. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Sampel penelitan siswa kelas VIII.5 dengan jumlah 30 siswa. Penelitian dilakukan dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi yang dilakukan dua kali pertemuan. Dari hasil penelitian, rata-rata menunjukan bahwa model pembelajaran Think-Talk-write dapat meningkatkan persentase aktivitas siswa dari siklus I sebesar 55% dan siklus II sebesar 69,41% sehingga berada pada rentang skor tinggi. Pembelajaran dengan strategi Think-Talk-write juga dapat meningkatkan hasil belajar dengan ketuntasan belajar pada siklus I sebesar 53,33% dan siklus II sebesar 90%. Dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Think-Talk-Write dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi tekanan.
PENGGUNAAN LABORATORIUM RIIL DAN VIRTUIL PADA PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN MODEL INKUIRI TERBIMBING DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIS DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS
This research aims at finding out the differences and interaction of the implementation of teaching media, mathematical capability, and critical thinking towards the students’ learning achievement. The method used in this research is experimental method. The population was all IV semester students of Physics Education Department of IKIP PGRI Pontianak in the academic year of 2015/2016. The writer used cluster random sampling to get the sample. Data analysis was done by using three ways anava varians analysis. Based on the data analysis, it can be concluded that: 1) there are differences of cognitive and affective learning achievement to the students who are taught by using guided inquiry model with real and virtual laboratory; 2) there are differences of students cognitive learning achievement with high and low mathematical capability; 3) there are differences to psychometric learning achievement to the students who have high and low critical thinking; 4) There is no interaction between Guided Inquiry Model using real and virual laboratory, high and low mathematical capability, and high and low critical thinking towards the students learning achievement
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR, AKTIVITAS DAN SIKAP PADA MATERI GETARAN, GELOMBANG DAN BUNYI, MELALUI METODE DISKUSI, OBSERVASI, DAN EKSPERIMEN
Penelitian dilakukan menggunakan metodePenelitian Tindaan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan di SMKN 3 Metro pada siswa Kelas XI-TKJa semester genapTahun Pelajaran 2012/2013 berjumlah 31 siswa.Sasaran perubahan dalam penelitian ini yaitu peningkatan hasil, aktivitas dan sikap siswa terhadap pelajaran Fisika. Peneliti dapat menyimpulkan bahwa peningkatan hasil belajargetaran, gelombang dan bunyi terjadi karena kerjasama siswa selama proses pembelajaran menumbuhkan suasana yang nyaman sekaligus kompetitif. Perubahan sikap siswa terhadap pelajaran Fisika semakin baik. Ketika pembelajaran fisika mampu memberikan apa yang diharapkan oleh siswa, yaitu siswa merasa nyaman, tidak terintimidasi oleh guru dan teman karena keterbatasan yang dimilikinya, terlibat dengan teman sejawat pada saat menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan dengan diskusi, melakukan observasi, dan bereksperimen, maka persepsi terhadap fisika sebagai objek menjadi berubah lebih baik. Adanya interaksi siswa dengan media pembelajaran karena kegiatan mendiskusikan, mengobservasi, dan melakukan eksperimen mendorong siswa menjadi aktif selama proses pembelajaran. Penelitian dilakukan menggunakan metodePenelitian Tindaan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan di SMKN 3 Metro pada siswa Kelas XI-TKJa semester genapTahun Pelajaran 2012/2013 berjumlah 31 siswa.Sasaran perubahan dalam penelitian ini yaitu peningkatan hasil, aktivitas dan sikap siswa terhadap pelajaran Fisika. Peneliti dapat menyimpulkan bahwa peningkatan hasil belajargetaran, gelombang dan bunyi terjadi karena kerjasama siswa selama proses pembelajaran menumbuhkan suasana yang nyaman sekaligus kompetitif. Perubahan sikap siswa terhadap pelajaran Fisika semakin baik. Ketika pembelajaran fisika mampu memberikan apa yang diharapkan oleh siswa, yaitu siswa merasa nyaman, tidak terintimidasi oleh guru dan teman karena keterbatasan yang dimilikinya, terlibat dengan teman sejawat pada saat menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan dengan diskusi, melakukan observasi, dan bereksperimen, maka persepsi terhadap fisika sebagai objek menjadi berubah lebih baik. Adanya interaksi siswa dengan media pembelajaran karena kegiatan mendiskusikan, mengobservasi, dan melakukan eksperimen mendorong siswa menjadi aktif selama proses pembelajaran.