Jurnal Pendidikan Fisika
Not a member yet
    103 research outputs found

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS MACROMEDIA FLASH PRO CS6 UNTUK KELAS X SMAN 115 JAKARTA

    No full text
    AbstrakPembelajaran fisika khususnya pokok bahasan kinematika merupakan materi yang membutuhkan animasi untuk menarik perhatian siswa dalam belajar. Penelitian ini didasari dari hasil observasi di SMAN 115 Jakarta, bahwa pembelajaran fisika di kelas masih menggunakan metode ceramah dan menggunakan buku ajar. Sehingga peneliti melakukan penelitian yang  bertujuan menghasilkan media pembelajaran interaktif dengan pokok bahasan kinematika berbasis Macromedia Flash Pro CS6. Metode penelitian ini menggunakan  metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development/ R&D). Langkah-langkah yang dilakukan adalah: 1.  identifiskasi masalah (observasi), 2. mengumpulkan informasi (interview), 3. merancang produk , 4. memvalidasi produk (ahli media dan ahli materi), 5. revisi produk, 6. uji produk. Hasil penilaian oleh ahli materi, ahli media, dan siswa SMAN 115 Jakarta sebanyak 97.22% ,95.24% dan 92.75%. Efektifitas media pembelajaran interaktif dengan pokok bahasan kinematika berbasis Macromedia Flash Pro CS6 ditandai dengan meningkatnya nilai fisika siswa. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa media yang dikembangkan layak digunakan sebagai sumber belajar yang inovatif.Kata kunci: pengembangan, media pembelajaran, Macromedia Flash Pro CS6, kinematika

    RESPON PESERTA DIDIK DALAM PRAKTIKUM FLUIDA STATIS MENGGUNAKAN ALAT ROBERVAL BALANCE

    No full text
    Dalam mata pelajaran Fisika terdapat banyak miskonsepsi salah satunya materi fluida statis. Materi ini umumnya disampaikan oleh guru dengan model pembelajaran DI (Direct Intruction). Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar fisika dengan melihat respon siswa terhadap pembelajaran materi massa jenis fluida yang menggunakan media praktikum alat Roberval balance  untuk mengetahui massa jenis suatu fluida. Penelitian dilaksanakan di MTs Miftahul Falah dengan subyek penelitian yaitu 35 siswa kelas VII. Data  setelah pembelajaran dan praktikum diperoleh dengan metode kuesioner yang dianalisis menggunakan skala Likert dan skala Guttman dan post test yang dianalisis menggunakan  taraf kesukaran dan daya beda.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktikum ini memberi manfaat dan membuka wawasan siswa mengenai konsep massa jenis. Selain itu dari hasil post test  terdapat 2 butir soal yang termasuk kategori mudah (butir soal no.1 dan no.3), 2 kategori sukar (butir soal no.2 dan no.5) dan butir soal no.4 masuk kategori sedang. Sedangkan daya beda paling tinggi terdapat pada butir soal no. empat. Dengan melihat kemampuan kelompok atas hampir semuanya mampu menjawab soal no. empat dibandingkan kelompok bawah sehingga dapat dikatakan soal no. empat ini merupakan soal yang baik dibanding soal lainnya

    Pembelajaran PBL Berbantuan Lab-Vir Melalui Lesson Study dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Fisika Umum Universitas Papua

    No full text
    Salah satu kendala utama pelaksanaan perkuliahan fisika umum di Universitas Papua adalah kurangnya sarana dan prasarana pelaksanan praktikum terutama pada materi fisika yang abstrak seperti materi fisika modern. Salah satu strategi yang dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah menerapkan pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media Laboratorium Virtual (Lab-Vir) melalui kegaiatan Lesson Study. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kualitas pembelajaran melalui penerapan PBL berbantuan media Lab-Vir melalui kegiatan Lesson Study pada mata kuliah fisika umum di Universitas Papua. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif melalui tahapan kegiatan Lesson Study. Data penelitian diperoleh melalui observasi langsung, wawancara, dan rekaman video selama open class berlangsung. Data dianalisis dengan menggunakan deskriptif kualitatif. Kegiatan Lesson Study meliputi tiga tahap rangkaian kegiatan siklus yaitu Perencanaan (Plan), Pelaksanaan (Do), dan Refleksi (See). Dalam tahap Plan dilakukan diskusi bersama dengan tim dosen untuk mengembangkan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), Chapter Disign, dan Lesson Plan. Pada tahapan Do dilakukan pembelajaran oleh dosen model berdasar RPS yang telah disusun. Dalam tahapan See dilakukan refleksi untuk mengkaji pelaksanaan pembelajaran yang telah dilakukan oleh dosen model guna mengungkap kelemahan dan kelebihan untuk ditindak lanjuti pada pembelajaran selanjutnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas, kerjasama, dan hasil belajar mahasiswa dalam pembelajaran meningkat serta suasana pembelajaran menjadi lebih hidup. Olehnya itu dapat disimpulkan bahwa melalui pembelajaran PBL berbantuan media Lab-Vir melalui kegiatan Lesson Study dapat meningkatkan kualitas pembelajaran mata kuliah fisika umum dibanding sebelumnya

    PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS KEUNGGULAN TEKNOLOGI DAN DIJIWAI NILAI ISLAM MATA PELAJARAN FISIKA SMA KELAS X

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan LKS Fisika kelas X yang memiliki nilai keIslaman dan keunggulan Teknologi untuk digunakan di Sekolah Muhammadiyah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode 4D (Difine, Design, Develop, Deseminate). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket penilaian ahli terhadap produk yang dikembangkan. Penelitian yang telah dilakukan memberikan hasil bahwa telah dapat dikembangkan sebuah LKS untuk siswa kelas X menggunakan teknologi terbaru dalam proses pembelajaran fisika dan memasukkan nilai-nilai Islam. LKS dianggap layak dengan hasil penilaian ahli materi dan media: materi berada pada kategori sangat baik (53.2), tujuan pada kategori sangat baik (17), Metode pada kategori baik (83.6), evaluasi pada kategori sangat baik (36.6), sistematika pada kategori sangat baik (21.6), kemenarikan pada kategori sangat baik (71.3), dan terperinci pada kategori sangat baik (25.6). Tahap selanjutnya adalah uji ke siswa di sekolah dan diseminasi. Tahap ini tidak dilakukan pada penelitian ini dan akan dilaksanakan pada penelitian selanjutnya

    PENGEMBANGAN KOMIK FISIKA KONTESKTUAL BERBASIS ANDROID POKOK BAHASAN TEKANAN UNTUK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

    No full text
    Tujuan Penelitian ini untuk menghasilkan komik fisika kontekstual pada materi tekanan untuk Sekolah Menengah Pertama yang dapat diakses pada perangkat mobile android sebagai bahan ajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dimana metode mengacu pada model 4-D, pembangan dimulai dari tahap pendefinisian materi, tahap perancangan media sampai diperoleh produk, tahap pengembangan produk yang telah jadi kemudian divalidasi oleh beberapa ahli dan hasil validasi sebagai bahan untuk revisi, kemudian ditahap penyebarluasan dilakukan uji coba terhadap siswa. Adapun software yang digunakan dalam mendesain dan menggambar komik adalah Photoshop CS4 digunakan untuk proses pewarnaan gambar, Corel Draw CS4 digunakan untuk mengubah resolusi gambar dan untuk mengisi balon kata komik, Panit digunakan untuk proses mengubah ukuran gambar dan bentuk gambar menjadi JPG. Komik yang didesain berisi cerita tentang dua orang anak kembar bernama Bilo dan Olo yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi tentang ilmu fisika, bersama kawan-kawannya. Komik ini mengangkat sisi kontekstal dengan menggunakan gaya bahasa daerah setempat dan lokasi disekitar wilayah Kota Palu, komik yang telah dikembangkan, diterbitkan melalui sistem operasi android dan di unggah ke dalam aplikasi webtoon. Subjek penelitian uji coba kelayakan komik adalah siswa kelas VIII Taufik Ismail SMP Negeri Terpadu Madani Palu. Skor rata-rata yang diperoleh sebesar 3,46 dan dikategorikan sangat setuju. Hasil penelitian menunjukan komik fisika kontekual yang dikembangkan dapat dijadikan bahan ajar dalam proses pembelajaran siswa

    Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Keterampilan Proses Sains Ditinjau Dari Self-Efficacy Siswa

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran problem based learning terhadap keterampilan proses sains ditinjau dari self-efficacy siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan desain faktorial 2x2. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X IPA SMA Kartikatama Metro. Sampel terdiri dari 66 siswa yang dibagi menjadi satu kelas PBL dan satu kelas DI dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala self-efficacy dan tes keterampilan proses sains. Analisis data dilakukan dengan two-way ANOVA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keterampilan proses sains siswa yang belajar dengan model problem based learning dan siswa yang belajar dengan model direct instruction (F=7,959;p0,05).Kata Kunci: problem based learning, keterampilan proses sains, self-efficacy

    DEVELOPMENT OF FORMATIVE ASSESSMENT MODES BY QUIDED-INQUIRY BASED TO FOSTER SELF-REGULATION OF STUDENT’ HIGH SCHOOL

    No full text
    The purpose of this research to produce a product of formative assessment model by guided-inquiry based to foster self-regulation of student in physics learning of high school, produce special are: characteristic formative assessment model, practically, benefit, and effectiveness formative assessment model guided-inquiry based to foster self-regulation student’ learning high school in development. The research is a research and development (R&D). Design development use a one-shot case study design. Subject trials is a physics teacher and student in high school. Data collection techniques such as questionnaires and assessment instruments. The results of the formative assessment model guided-inquiry based developement have characteristics of a set of assessments consisting of assessment scenarios, pretest-posttest, self-assessment & peer-assessment sheets and scoring guidelines. The results of the practicality and benefit test show that the formative assessment model is a very practical with amount 91% and very effective with amount 95% for use during physics learning. Furthermore, the results its effectiveness test show that are implementation of a formative assessment model guided-inquiry based is highly effective (n-gain = 0.75) used during physics learning.Keywords: Formative Assessment Model, Guided-Inquiry, Self-Regulation

    PENGUATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA POLITEKNIK MELALUI PENDEKATAN “CONCEPT TEACHING” PADA TOPIK FLUIDA DINAMIS

    No full text
    There is rationality to the importance of developing students' critical thinking skills. It is possible to integrate direct presentation, concept formation, and concept attainment in a single learning approach. There is essence, functionality, and urgency of dynamic fluid concept for polytechnic students. The objective of the research is to produce a conceptual learning teaching model of dynamic fluid topic and to know its impact on strengthening students' critical thinking skill. Research subjects were 28 students, IB Class, Mechanical Engineering Study Program, DIII, Bandung State Polytechnic.. The study used quasi-experimental methods, and one group pre-test post-test design. Research instruments include lesson plans, LKM, PG questions, and questionnaires. Data analysis used statistical test, gain normalization, and descriptive analysis. The results show that the concept teaching approach on the topic of dynamic fluid has strengthened students' critical thinking skills significantly. The student's response to the overall concept teaching approach is quite good. The steps of concept teaching approach and the development of critical thinking skills are felt by the students quite easily, whereas the dynamic fluid material is considered difficult

    LKM BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan dan menghasilkan Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) yang berkarakteristik proses, dan produk ilmiah (2) memperoleh informasi akurat yang dibutuhkan dalam mengembangkan LKM (3) mengetahui kelayakan LKM berbasis inkuiri terbimbing. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengembangkan LKM materi Bilangan Kompleks (fisika matematika) semester IV. Penelitian pengembangan ini, mengacu pada model 4-D (four-D Models) oleh Thiagarajan termodifikasi. Subjek dari evaluasi ini adalah mahasiswa, ahli bidang materi, ahli bahan ajar, serta ahli aspek pembelajaran. Subjek analisis kebutuhan adalah mahasiswa. Hasil dari penelitian ini adalah: LKM berbasis inkuiri terbimbing layak dan dapat digunakan dalam pembelajaran berdasarkan analisis hasil uji validasi yang telah dilakukan oleh 3 ahli (uji ahli materi/isi didapatkan nilai sebesar 3,25 dalam skala lima, dan nilai ini termasuk dalam kategori “baik”, pada uji validasi ahli tampilan LKM didapatkan nilai sebesar 3,94, dan nilai ini termasuk dalam kategori “baik”, sedangkan pada uji validasi ahli aspek pembelajaran didapatkan nilai sebesar 4,2, nilai ini termasuk dalam kategori “baik”) dan nilai keterampilan proses sains melalui tes meningkat dari nilai 58,8 menjadi 82,8, sehingga gain yang didapatkan sebesar 0,58 dan berkategori sedang

    HUBUNGAN READINESS (KESIAPAN) BELAJAR SISWA DENGAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X SMK MUHAMMADIYAH 03 SUKARAJA

    No full text
    Keberhasilan siswa dalam pembelajaran ditentukan oleh banyak faktor, salah satunya kesiapan dalam belajar. Kesiapan belajar terdiri atas perhatian, motivasi, dan perkembangan kesiapan. Untuk dapat menjamin hasil belajar yang baik, maka peserta didik  harus mempunyai perhatian terhadap bahan yang dipelajarinya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Hubungan  kesiapan Belajar Siswa dengan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas X SMK Muhammadiyah 03 Sukaraja. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK Muhammadiyah 03 Sukaraja. Teknik pengumpulan data untuk mencari kesiapan belajar menggunakan angket, sedangkan pengumpulan data hasil belajar fisika siswa menggunakan tes.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kesiapan peserta didik terhadap hasil belajar mata pelajaran pada mata pelajaran fisika. sesuai hasil pengujian hipotesis diperoleh nilai thitung  6,62, serta memperoleh nilai ttabel 0,81. Dengan besar sumbangan (kontribusi) dari tingkat kesiapan peserta didik dengan hasil belajar Fisika peserta didik adalah sebesar 65,61% dan sisanya 34,39% disebabkan oleh faktor lain.HUBUNGAN  READINESS (KESIAPAN) BELAJAR SISWA DENGAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X SMK MUHAMMADIYAH 03 SUKARAJA

    0

    full texts

    103

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pendidikan Fisika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇