Jurnal Pendidikan Fisika
Not a member yet
    103 research outputs found

    PEMAHAMAN KONSEP SUHU DAN KALOR MAHASISWA CALON GURU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konsep mahasiswa pendidikan fisika dalam memahami konsep kalor. Penelitian dilakukan pada mahasiswa S1 pendidikan fisika (37 mahasiswa semester 2, 21 mahasiswa semester 4, dan 14 mahasiswa semester 6) dan 24 mahasiswa S2 pendidikan fisika. Data yang diungkap difokuskan pada pemahaman konsep kalor jenis dan kapasitas kalor. Hasil analisis menunjukkan bahwa mahasiswa masih mengalami kekeliruan dalam memahami beberapa konsep, diantaranya (1) menyatakan bahwa kalor jenis dipengaruhi oleh massa, kalor dan perubahan suhu, (2) memaknai kalor jenis besar sebagai benda yang mudah mengalami kenaikan suhu, dan (3)  menyatakan bahwa kapasitas kalor dipengaruhi oleh kalor dan kenaikan suhu

    SINTESIS KOMPOSIT Fe3O4/SiO2/TiO2 BERBASIS LIMBAH AMPAS TEBU DI WILAYAH BANDAR LAMPUNG DENGAN KOMBINASI METODE KOPRESIPITASI & SOL GEL UNTUK APLIKASI FOTOKATALIS

    No full text
    Telah dilakukan sintesis komposit Fe3O4/SiO2/TiO2 berbasis limbah ampas dengan kombinasi metode kopresipitasi dan sol gel. Proses sintesis terdiri dari 3 tahap, yaitu (1) preparasi nanopartikel Fe3O4 dengan metode kopresipitasi, (2) sintesis SiO2 dari limbah ampas tebu dengan metode sol gel, dan tahap akhir sintesis komposit Fe3O4/SiO2/TiO2. Karakterisasi X-ray Diffraction (XRD) menunjukkan struktur kristal dari komposit dan analisis gugus fungsi ditunjukkan dengan  Fourier Transform Infrared (FTIR) yang menunjukkan bahwa komposit telah berhasil disintesis. Aktivitas fotokatalis dari komposit diujikan  dengan pendegradasian zat warna Methylene Blue (MB) di bawah sinar matahari (visible light) selama 5 jam. Hasilnya menunjukkan bahwa komposit mempunyai aktivitas fotokatalis dan kemampuan degradasi MB yang lebih efektif dibandingkan dengan TiO2 murni.

    Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing dan Skill Multirepresentasi terhadap Penguasaan Konsep Fisika Siswa

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan skill multirepresentasi terhadap penguasaan konsep fisika siswa, serta interaksi penggunaan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan skill multirepresentasi terhadap penguasaan konsep fisika siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol, di SMAN 13 Bandarlampung pada semester ganjil tahun ajaran 2017/2018 menggunakan desain control group pretest-posttest. Model pembelajaran inkuiri terbimbing diterapkan pada kelas eksperimen, sedangkan kelas kontrol diterapkan model direct instruction. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran dan skill multirepresentasi terhadap penguasaan konsep fisika siswa. Rata-rata n-gain penguasaan konsep pada kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol, yaitu 0,522 dan 0,254. Rata-rata nilai skill multirepresentasi siswa pada kelas eksperimen yaitu 59,03 lebih besar dibandingkan pada kelas kontrol yaitu  44,38. Model pembelajaran inkuiri terbimbing berinteraksi dengan skill multirepresentasi terhadap penguasaan konsep pada kategori tingkat skill multirepresentasi sedang-tinggi.Kata kunci:    inkuiri terbimbing, skill multirepresentasi, penguasaan konsep fisik

    MEDIA ANALISIS OSILATOR HARMONIK PADA PEGAS BERBASIS GRAPHIC USER INTERFACE (GUI)

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah membuat Graphic User Interface (GUI) sebagai media analisis data eksperimen (perhitungan konstanta pegas) dan analisis konsep osilator harmonik pada pegas. Metode yang digunakan, yaitu regresi linear, Runge-Kutta orde 4 (RK4), dan ode45 berbantukan bahasa pemrograman Matlab. Penggunaan GUI dalam perhitungan konstanta pegas maupun analisis konsep osilator harmonik pada pegas akan lebih akurat dan menghemat waktu. Dalam analisis konsep osilator harmonik pada pegas, metode numerik ode45 untuk rentang waktu yang lebar lebih mendekati nilai sebenarnya dibanding metode RK4

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA DITINJAU DARI KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI

    No full text
    Penelitian bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran think pair share ditinjau dari keterampilan berkomunikasi dan pengaruh penggunaan model pembelajaran think pair share terhadap hasil belajar ditinjau dari keterampilan berkomunikasi. Penelitian dilaksanakan di kelas X MIPA1 dan X MIPA3 SMAN 13 Bandar Lampung pada tahun ajaran 2017/2018 menggunakan desain control group pretest-posttest. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat peningkatan rata-rata hasil belajar pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Peningkatan rata-rata hasil belajar pada kelas eksperimen sebesar 0,60 dan pada kelas kontrol sebesar 0,38.  Peningkatan pada kedua kelas memiliki kategori sedang. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran think pair share terhadap hasil belajar dengan nilai sig. pada uji two way anova sebesar 0,00<0,05. Rata-rata nilai keterampilan berkomunikasi siswa pada kelas eksperimen  yaitu 69,71 lebih besar dibandingkan dengan pada kelas kontrol yaitu 61,42. Secara keseluruhan dapat diketahui bahwa semakin tinggi keterampilan berkomunikasi siswa maka hasil belajar yang dicapainya akan semakin tinggi pula.Kata Kunci: Think Pair Share, Hasil Belajar, Keterampilan Berkomunikas

    PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN KINERJA (PERFORMANCE ASSESSMENT) PRAKTIKUM PADA MATA PELAJARAN FISIKA DI SMA

    No full text
    AbstrakBelum semua guru menggunakan instrumen asesmen kinerja (performance assessment) dalam kegiatan praktikum siswa. Guru masih menggunakan asesmen secara tertulis atau tes diakhir kegiatan pembelajaran, sehingga hasil belajar siswa hanya diperoleh dari aspek kognitif tanpa melihat proses belajar yang dilakukan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen asesmen kinerja (performance assessment) praktikum mata pelajaran fisika di SMA serta mendeskripsikan kelayakan instrumen dari segi konstruksi, substansi, dan bahasa/budaya. Desain pengembangan menggunakan metode Research and Devolepment  dengan langkah-langkah: (1) analisis potensi dan masalah, (2) pengumpulan informasi dan data, (3) desain produk awal, (4) validasi desain produk, (5) revisi desain produk. Hasil analisis data menunjukan skor penilaian kelayakan instrumen menurut validator. Skor kelayakan aspek konstruksi sebesar 3,63 yang berarti secara kualitas sangat layak, kelayakan aspek substansi sebesar 3,38 yang berarti sangat layak, dan kelayakan aspek bahasa/budaya sebesar 3,89 yang berarti sangat layak. Apabila dirata-ratakan menjadi 3,63 atau secara kualitas sangat layak sehingga intrumen dapat digunakan.Kata kunci: instrumen asesmen kinerja, performance assessment,       praktikum. AbstractNot all teachers use performance assessment instruments in the activity of students’ practical. Teachers are still using a written assessment or test at the end of learning activities, so that student learning outcomes are only retrieved from the cognitive aspect without seeing the learning process that is done by the students. This research aims to develop instrument for performance assessment practical subjects of physics in senior high school as well as describing the appropriateness of instruments in terms of construction, substance, and language / culture. Developing design using the method of Research and Devolepment method with the steps: (1) analysis of the potential and problems, (2) collecting information and data, (3) the initial product design, (4) validation of design products, (5) revision of product design. The results of the data analysis showed the feasibility assessment instrument score according to the validator. Eligibility score of 3.63 construction aspects of meaning in a very decent quality, feasibility aspects of the substance of 3.38 which means very decent, and feasibility aspecs of the language/culture of 3.89 meaning very feasible. When averaged into 3.63 or is qualitatively decent thus the instrument can be used.Keywords: instruments of practical assessment, performance    assessment, practical

    Pengaruh Keterampilan berpikir kritis melalui pembelajaran berbasis aneka sumber belajar terhadap hasil belajar fisika siswa

    No full text
    AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterampilan berpikir kritis melalui pembelajaran berbasis aneka sumber belajar terhadap hasil belajar fisika siswa. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 1 SMAN 1 Bangunrejo. Desain penelitian menggunakan One - shoot case study. Analisis data dilakukan dengan uji linearitas dan uji regresi linear sederhana. Berdasarkan analisis data, kemampuan siswa dalam menjawab permasalahan pada setiap indikator kemampuan berpikir kritis mempengaruhi hasil tes kemampuan keterampilan berpikir kritis. Hasil tersebut didukung dengan hasil uji yang telah dilakukan dan menunjukan bahwa terdapat pengaruh keterampilan berpikir kritis siswa melalui pembelajaran berbasis aneka sumber belajar (kompilasi buku, power point dan  video pembelajaran) terhadap hasil belajar fisika siswa, yang ditunjukan oleh nilai r2 ( R Square ) sebesar 0,157 artinya keterampilan berpikir kritis memiliki pengaruh sebesar 15,7% terhadap hasil belajar. Sementara koefisien korelasi sebesar 0,396 dan persamaan regresi Y = 62, 961+ 0, 205X1 menunjukan bahwa koefisien regresi bernilai positif sehingga peningkatan satu skor keterampilan berpikir kritis siswa akan dapat meningkatkan skor hasil belajar siswa sebesar 63,166.Kata Kunci: pembelajaran berbasis aneka sumber belajar, keterampilan berpikir kritis , hasil belajar

    PENERAPAN LABORATORIUM VIRTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA PADA MATERI RANGKAIAN ARUS BOLAK-BALIK SISWA KELAS XII SMA NEGERI ABULYATAMA

    No full text
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui penerapan laboratorium virtual terhadap hasil belajar fisika pada materi rangkaian arus bolak balik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan populasi yaitu seluruh siswa kelas XIII SMA Negeri Abulyatama. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Purpose Sampling dengan desain yang digunakan nonrandommized control group pre-test post-test. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui pemberian tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil pengolahan data yang telah dilakukan dengan menggunakan statistic uji t, pada taraf signifikan α = 0,05 diperoleh t hitung = 4,30 dan t tabel  dengan taraf signifikan α = 0,05 dan dk = 51 = 1,69 sehingga t hitung >t tabel. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima.Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan  yang signifikan antara belajar dengan  Laboratorium Virtual terhadap hasil belajar siswa kelas XII di SMAN 1 Abulyatama

    PENGEMBANGAN PERANGKAT FLIPPED CLASSROOM PADA MATA PELAJARAN FISIKA SMA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat flipped learning pada mata pelajaran fisika materi pokok Getaran Harmonis dan Impuls dan Momentum. Perangkat pembelajaran yang dihasilkan terdiri atas silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), video pembelajaran dan lembar kegiatan peserta didik (LKPD). Adapun prosedur pengembangan pada penelitian ini menggunakan model ADDIE (analysis, design, develop, implement, dan evaluate). Subjek pada uji ahli terdiri atas tiga orang pakar dalam bidang pendidikan fisika dan tiga orang guru fisika SMA dari beberapa SMA di Lampung. Instrumen yang digunakan meliputi pedoman wawancara, angket validasi ahli, angket validasi praktisi/guru, soal tes hasil belajar, dan angket tanggapan siswa. Data dari tahapan pengembangan analysis dan develop dianalisis secara deskriptif kualitatif sedangkan data dari tahapan implement (uji coba lapangan) dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Berdasarkan uraian pembahasan yang telah dipaparkan mengenai perangkat pembelajaran flipped classroom pada materi getaran harmonis dan impuls dan momentum, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran yang dihasilkan dinyatakan valid, praktis, menarik, mudah dan bermanfaat diterapkan dalam pembelajaran fisika di SMA, akan tetapi memiliki tingkat efektivitas rendah dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci : ADDIE, Flipped Classroom This study aims to produce a flipped learning product on the subject of fundamental physics Harmonic Vibration and Impulse and Momentum. The resulting learning tools consist of syllabus, learning implementation plan (RPP), video learning sheet and student activity (LKPD). The development procedure in this research was using ADDIE model (analysis, design, development, implementation, and evaluation). Subjects in expert tests consisted of three experts in physics education and three high school physics teachers from several high schools in Lampung. The instruments used include interview guides, expert validation questionnaires, practitioner / teacher validation questionnaires, learning test questions, and student response questionnaires. Data from the analysis and development stage were analyzed descriptively qualitatively while the data from the implementation stage (field trial) were analyzed descriptively quantitative. Based on the description of the discussion that has been presented about the learning device reversing class on the harmonic vibration and impulse and momentum’ matter, it can be concluded that the resulting instructional tool is valid, practical, interesting, easy and useful to be made. Applied in physics learning in high school, but has a low effectiveness improve student learning outcomes. Key Words: ADDIE, Flipped Classroom

    Perbandingan Keterampilan Proses Sains Antara Kelompok Siswa yang Diajar Dengan Model POE (Predict-Observe-Explain) dan Model Discovery Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Sindue Tombusabora

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan keterampilan proses sains siswa yang diberi perlakuan menggunakan model pembelajaran POE (Predict-Observe-Explain) dan model pembelajaran Discovery pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Sindue Tombusabora. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan equivalent pretest-posttest design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Sindue Tombusabora. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Kelas XA yang berjumlah 24 orang terpilih sebagai kelas POE dan kelas XB yang berjumlah 24 orang terpilih sebagai kelas Discovery. Instrumen yang digunakan berupa tes keterampilan proses sains berbentuk essay berjumlah 10 soal yang telah divalidasi, setiap soal mengukur satu indikator keterampilan proses sains yaitu keterampilan mengajukan pertanyaan, keterampilan berhipotesis, keterampilan merencanakan percobaan, keterampilan mengamati (observasi), keterampilan menafsirkan (interpretasi), keterampilan berkomunikasi dan keterampilan memprediksi. Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh rerata skor pre-test kelas POE 16,38 dan kelas Discovery 14,25 sedangkan rerata skor post-test kelas POE sebesar 26,88 dan kelas Discovery sebesar 24,22. Analisis data dilakukan dengan teknik statistik uji-t dua pihak untuk menguji perbedaan rerata skor keterampilan proses sains siswa. Hasil perhitungan diperoleh nilai thitung = 2,06. Nilai ttabel  = t(1-1/2α)  pada taraf nyata α = 0,05 dan dk = 46, adalah t0,975(46) = 2,01. Hal ini berarti, nilai thitung berada diluar daerah penerimaan H0. Berdasarkan hasil analisis data penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan keterampilan proses sains antara kelas  yang diajar dengan model pembelajaran POE dengan model pembelajaran Discovery pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Sindue Tombusabora

    0

    full texts

    103

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pendidikan Fisika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇