Jurnal Pendidikan Fisika
Not a member yet
103 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENGGUNAAN MODUL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS MULTIPLE REPRESENTATIONS PADA MATERI FLUIDA STATIS TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA
AbstractThis study aims to determine the effect of using contextual learning module based on multiple representations on critical thinking ability. The sample of this research is the students of class X IPA 1 and X IPA 2 SMA Negeri 1 Bandar Surabaya. This research was conducted using Pretest-Posttest Control Group Design type. Data were tested with analysis N-gain, Normality Test, Homogeneity Test and Independent Sample T-test. Based on thetest N-gain, the average value of N-gain critical thinking ability in the experimental class is 0.77 with the high category, while the control class with the medium category is 0.65, so it can be stated that there is a difference of critical thinking ability of the experimental class and class control. Results from the Independent Sample T-test value of the value Sig. (2-Tailed) less than 0.05 is 0.007, then it can be stated there is a significant influence of the use of contextual learning module based on multiple repetitive ntations on students' critical thinking ability.Keywords: Contextual Learning Module, Multiple Represntations, Critical Thinking
Pengembangan Media Website Hybrid Learning berbasis Kemampuan Literasi Digital dalam Pembelajaran Fisika
This research was conducted to: (1) develop hybrid learning website media based on digital literacy skills in physics learning, (2) describe the characteristics of products developed, (3) describe students' responses to the developed media. The device developed in the form of hybrid learning website media based on digital literacy skills in physics learning with the development procedure used is the ADDIE model which consists of five stages: analysis, design, development, implementation and evaluation. Media characteristics of hybrid learning websites based on digital literacy capability, namely the website media developed has been based on the concept of hybrid learning and integrated with the dimensions of digital literacy capabilities. Student responses to hybrid learning website media based on digital literacy ability are still in good condition with a percentage of 79.85%
Modul STEM Berbasis Pemecahan Masalah dengan Tema Rumah dome
This study aims to describe in detail the results of the development of a problem-solving STEM module with the theme of the dome house, and explain the results of the improvement after the use of the module. STEM is an approach that combines science, technology, engineering, and mathematics into a single discipline that is able to realize learning by presenting real problems in everyday life. The STEM module based on the problem-solving ability developed raised the theme of the dome house, which has a function as an earthquake-resistant house which was used as a reconstruction of post-earthquake housing and is permanent, economical, and efficient. Solving problems is one part of high-level thinking, as well as a form of action in solving problems that utilize the knowledge they have. Indicator of achievement of problem solving is analyzing the problem, making a plan for its completion, carrying out planning, and checking again. The development method applied is Research and Development. This module is validated by 5 experts, the results show that the module is very feasible to use. The module was tested on research subjects totaling 20 eighth grade students. The results show that the highest increase in students' problem-solving ability after the implementation of the module is the indicator carrying out the plan with n-gain 0.40, while the lowest increase in the indicator understands the problem with n-gain 0.22. Overall, the STEM module that was developed was able to improve the problem solving ability of state Islamic junior high school students
KARAKTERISASI DAN SIFAT KEMAGNETAN PASIR BESI di WILAYAH LAMPUNG TENGAH
Karakterisasi dan pengujian sifat kemagnetan pasir besi ekstraksi di Wilayah Lampung Tengah telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan mineral dan sifat kemagnetan dari pasir besi di daerah Bekri Kabupaten Lampung Tengah dengan menggunakan metode presipitasi basa. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Fisika, Institut Teknologi Sumatera pada bulan Juni hingga September 2018. Kandungan mineral pasir dianalisis menggunakan X-Ray Diffractometer (XRD). Hasil analisis ekstraksi pasir besi dengan variasi suhu 80oC, 120oC, dan 160oC berturut-turut berukuran 33.76 nm, 11.84 nm dan 11.14 nm. Sedangkan hasil analisis ekstraksi pasir besi dengan lama pengadukan yaitu 2 jam, 4 jam, dan 6 jam berturut-turut memiliki ukuran partikel 43.12 nm, 11.14 nm, dan 11.32 nm. Hasil analisis kandungan mineral pasir besi di wilayah Lampung Tengah didominasi oleh Ilmenite dan Potassium Chloride. Kurva histerisis Vibrating Sample Magnetometer (VSM) menunjukkan bahwa pasir besi ekstraksi dari Lampung Tengah merupakan material antiferomagnetik dengan nilai magnetisasi saturasi maksimum (Ms) sebesar 5.78 memu (mili emu), magnetisasi remanen (Mr) 1.13 memu dan nilai medan koersivitas sebesar 851.68 Oe
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBANTUKAN BUKU SISWA BERBASIS PENDEKATAN TERPADU STEM TERHADAP HASIL BELAJAR
Pembelajaran monoton dapat mematikan daya berpikir kreatif siswa, karena siswa mengalami kebosanan dalam proses pembelajaran. Pembelajaran secara Student Centre Learning atau SCL, siswa mampu membangkitkan daya berpikir kreatif siswa dengan sebuah pendekatan antar ilmu dan pengaplikasiannya melalui pembelajaran aktif berbasis permasalahan yaitu menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan pendekatan STEM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantukan buku siswa berbasis pendekatan terpadu STEM terhadap hasil belajar siswa dan mendeskripsikan hasil belajar siswa setelah menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantukan buku siswa berbasis pendekatan terpadu STEM. Populasi pada penelitian ini seluruh siswa kelas X SMA IT Miftahul Jannah, dan sampel yang dipilih dengan teknik purposive sampling siswa kelas X1 sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas X2 sebagai kelas kontrol. Penelitian ini menggunakan pretest posttest control group design terhadap dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen siswa diberi perlakuan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantukan buku siswa berbasis STEM, dan kelas kontrol siswa menggunkan model pembelajaran langsung atau metode ceramah berbantukan buku konvensional. Kedua kelas tersebut diberikan pretest dan posttest, yang kemudian hasil N-gain dibandingkan. Pada penelitian ini, dua kelas tersebut dibandingkan sesuai dengan hasil belajarnya lalu dilakukan uji perbedaan kedua kelompok siswa menggunakan Independent Sample T-Test. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan perbedaan hasil belajar pada siswa dikelas eksperimen dan kelas kontrol dengan rata-rata N gain berturut-turut, yaitu 0,62 dan 0,30 dan hasil uji independent sample t test thitung > ttabel yaitu 5,485 > 2,069 pada taraf kepercayaan 95%, ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan terhadap pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantukan buku siswa berbasis pendekatan terpadu STEM terhadap hasil belajar.Kata kunci: Buku Siswa, Hasil Belajar, Inkuiri Terbimbing, dan STEM
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW DALAM PEMBELAJARAN IPA FISIKA PADA SISWA SMP NEGERI 28 BANDAR LAMPUNG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar IPA Fisika. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas IX B dan IX C di SMP N 28 Bandar Lampung. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Experiment Pretest-Posttest Control Group Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar siswa. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil uji Independent Sample T-Test, nilai Sig (2-Tailed) kurang dari 0,05, maka dapat dinyatakan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw mampu meningkatkan hasil belajar siswa dengan nilai rata-rata N-Gain pada kelas eksperimen sebesar 0,79 dengan kategori tinggi, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 0,61 dengan kategori sedang.Kata Kunci: Jigsaw, Hasil Belajar, Pengaru
Efektivitas Dan Efisiensi Sistem Inventaris Laboratoium Online
The era of disruptive innovation globalization is marked by the digitalization of all aspects of life, including education-based on big data. The laboratory is a minimum standard that must be held by education providers, and the goal is to support science learning activities. Laboratory systems that have been developed online need to be reviewed for their effectiveness and efficiency values. The research method was carried out by data triangulation and snowball techniques in the form of quantitative data and qualitative data. The results obtained that the effectiveness of the online laboratory system provides convenience in carrying out practical activities and ease of communication for laboratory users. As efficient as the online physics laboratory inventory system is, it takes six times faster to utilize an online laboratory inventory system when compared to a manual mode
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK BERBASIS COLLABORATIVE TEAMWORK LEARNING PADA MATERI FLUIDA DINAMIS SMA KELAS XI
Model pembelajaran collaborative teamwork learning merupakan model pembelajaran yang menekankan kerjasama peserta didik dalam kelompok. Peserta didik diberikan tugas di dalam kelompoknya, sehingga setiap peserta didik memiliki tanggungjawab untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. Bertanggungjawab dan bekerjasama merupakan salah satu sikap sosial yang dapat melatih aspek afektif peserta didik. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan lembar kerja peserta didik berbasis collaborative teamwork learning pada materi fluida dinamis yang dapat digunakan oleh peserta didik jenjang pendidikan SMA kelas XI tervalidasi. Penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui kemenarikan, kemudahan, dan kemanfaatan produk yang dikembangkan. Penelitian pengembangan mengacu pada desain penelitian dan pengembangan (R & D) menurut Sugiyono, dengan prosedur pengembangan yang terdiri dari analisis kebutuhan, pengumpulan informasi, desain produk, validasi produk, revisi produk, dan uji coba produk. Produk akhir yang dihasilkan kemudian diberikan skor oleh ahli materi dan ahli desain yang telah dikonversi dalam pernyataan kualitatif. Uji ahli meteri dan uji ahli desain memperoleh kriteria sangat baik. Produk akhir juga memperoleh skor dari responden, dengan pernyataan kualitatif untuk uji kemenarikan adalah sangat menarik, uji kemudahan dengan kriteria sangat mudah, dan uji kemanfaatan dengan kriteria sangat bermanfaat
PENGARUH PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS ASESMEN KINERJA TERHADAP PENGUASAAN KONSEP FISIKA DITINJAU DARI KERJA ILMIAH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Problem Based Learning berbasis asesmen kinerja terhadap penguasaan konsep fisika ditinjau dari kerja ilmiah siswa. Rancangan penilitian menggunakan posttest control group design. Teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan instrumen penelitian adalah soal tes dan lembar observasi. Hasil anasilis menunjukkan pelaksanaan pembelajaran menggunakan Problem Based Learning berbasis asesmen kinerja berbeda dengan Problem Based Learning. Hal ini dibuktikan dari perhitungan uji anova dua jalur penguasaan konsep fisika menunjukkan sig 0,000 < 0,05. Perhitungan uji anova dua jalur penguasaan konsep fisika berdasarkan kemampuan kerja ilmiah juga menunjukkan sig 0,019 < 0,05, artinya penguasaan konsep fisika siswa yang memiliki kemampuan kerja ilmiah tinggi berbeda dengan siswa yang memiliki kemampuan kerja ilmiah rendah. Sehingga disimpulkan bahwa Problem Based Learning berbasis asesmen kinerja berpengaruh terhadap penguasaan konsep fisika yang ditinjau dari kerja ilmiah
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN KECAKAPAN BERPIKIR RASIONAL PESERTA DIDIK
Pendidik masih menggunakan model konvensional yang didominasi dengan metode ceramah sehingga peserta didik mengalami kebosanan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap pemahaman konsep dan kecakapan berpikir rasional peserta didik SMA pada materi alat-alat optik. Populasi pada penelitian ini adaalah seluruh kelas XI SMA N 1 Sendang Agung, Lampung, Tengah, dan sampel yang dipilih dengan teknik purposive sampling kelas XI MIPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIPA 3 sebagai kelas kontrol. Metode penelitian yang digunakan adalah quasy eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Desaign. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ujji multivariate (MANOVA). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan perbedaan hasil pemahaamaan konsep dan berpikir rasional pada kelas eksperimen dan kontroldengan rata-rata n-gain lebih besar kelas eksperimen dibandingkan kelas kontrol, dan hasil uji multivariate diperoleh tingkat signifikan 0,00 < α dengan α = 0,05. Sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap pemahaman konsep dan kecakapan berpikir rasional siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Sendang Agung Lampung Tengah