Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Not a member yet
    226 research outputs found

    Implementasi Manajemen Kurikulum Merdeka Pada PAI dan BP dalam Menanamkan Nilai Profil Pelajar Pancasila Di SMPN 1 Plumpang

    No full text
    Pemerintah senantiasa melakukan perubahan dalam dunia pendidikan, khususnya kurikulum. Sebelumnya sekolah menggunakan kurikulum 2013, namun saat ini telah berganti menjadi kurikulum merdeka, dan hampir semua sekolah menerapkannya. Salah satunya SMPN 1 Plumpang yang merupakan pendidikan formal yang menerapkan kurikulum merdeka selama 2 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen kurikulum merdeka mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti dalam menanamkan nilai-nilai profil siswa Pancasila di SMPN 1 Plumpang melalui tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Serta menganalisis dampak kurikulum merdeka terhadap akhlak siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi kualitatif, pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian dilakukan di SMPN 1 Plumpang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan kurikulum merdeka berjalan dengan baik. Begitu pula dengan keseluruhan pelaksanaan berjalan dengan baik, meskipun 5 persen mengalami sedikit kendala dalam menerapkan kegiatan pembelajaran yang nyata dengan modul ajar yang dibuat. Evaluasi akan dilakukan secara berkesinambungan dan holistik. Dampak kurikulum independen terhadap moral siswa di PAI memiliki dampak positif dan negatif. Kata Kunci: manajemen; kurikulum mandiri; pendidikan Islam; nilai-nilai Pancasila.Pemerintah selalu melakukan perubahan dalam bidang pendidikan, terutama kurikulum. Dulu sekolah yang memakai kurikulum 2013 sekarang sudah berganti menjadi kurikulum merdeka, dan hampir semua sekolah menerapkan kurikulum merdeka. Salah satunya, SMPN 1 Plumpang merupakan Pendidikan formal yang menerapkan kurikulum merdeka 2 tahun berjalan. Tujuan penelitian untuk menganalisis penerapan manajemen kurikulum merdeka pada PAI dan Budi Pekerti dalam menanamkan nilai profil pelajar pancasila di SMPN 1 Plumpang melalui tiga tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi. Serta menganalisis dampak kurikulum merdeka terhadap akhlak siswa. Penelitian ini menggunakan penelitian kuasi kualitatif, pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian dilaksanakan di SMPN 1 Plumpang. Hasil penelitian bahwa perencanaan kurikulum merdeka berjalan dengan baik. Begitu juga pelaksanaannya secara keseluruhan berjalan dengan baik, walaupun ada 5 persen mengalami sedikit kendala dalam menerapkan kegiatan pembelajaran secara nyata dengan modul terbuka yang dibuat. Kalau evaluasi akan dilakukan secara berkelanjutan dan holistik. Dampak kurikulum merdeka terhadap akhlak siswa pada PAI mempunyai dampak positif dan dampak negatif. Kata kunci : manajemen; kurikulum merdeka; Pendidikan Agama Islam; nilai pancasil

    MENENTUKAN DAN MENGUKUR STANDAR MUTU PENDIDIKAN (STUDI DI SEKOLAH DASAR NEGERI KOTA GORONTALO)

    Full text link
    Menentukan dan mengukur standar mutu adalah aspek penting dalam pendidikan karena akan menentukan tujuan dan kualitas dari suatu lembaga pendidikan. Penelitian ini membahas bagaimana cara menentukan dan mengukur standar mutu pendidikan di Sekolah Dasar Negeri 41 Kota Gorontalo. Sekolah tersebut dijadikan lokus penelitian, karena beberapa faktor. Pertama, sekolah tersebut telah terakreditasi (A) dari Badan Akreditasi Nasional Pendidikan. Kedua, sekolah tersebut adalah sekolah percontohan di kota Gorontalo dengan manajemen sekolah yang unggul. Ketiga, sekolah tersebut pernah dijadikan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) di kota Gorontalo.  Penelitian ini adalah studi kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan dua cara: wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan: Pertama, dalam menentukan dan mengukur standar mutu pendidikan di Sekolah Dasar Negeri 41 Kota Gorontalo mengacu pada delapan Standar Nasional Pendidikan, yakni: (1) standar isi, (2) standar proses, (3) standar kompetensi lulusan, (4) standar pendidik dan tenaga kependidikan, (5) standar sarana dan prasarana, (6) standar pengelolaan, (7) standar pembiayaan, (8) standar penilaian pendidikan. Kedua, melalui standar internal sekolah yaitu: input, proses, output, dan outcome. Kedua pendekatan tersebut digunakan untuk menyesuaikan dengan standar nasional pendidikan dan kebutuhan internal sekolah. Melalui dua pendekatan tersebut, Sekolah Dasar Negeri 41 Kota Gorontalo menjadi sekolah percontohan di kota Gorontalo dengan manajemen sekolah yang unggul

    BRIDGING CURRICULUM AND COMPETENCY: OBE-BASED TEACHING MATERIAL DEVELOPMENT FOR 21ST-CENTURY ISLAMIC TEACHER EDUCATION

    Full text link
    This study addresses the critical gap in the availability of teaching materials aligned with the Outcome-Based Education (OBE) framework within the Indonesian Language and Literature Learning Development course for Islamic Education Management. In the context of 21st-century educational demands, OBE emphasizes measurable learning outcomes, competency development, and the integration of relevant, future-oriented pedagogical practices. To bridge the disconnect between curriculum design and competency achievement, this research developed and validated OBE-based teaching materials using the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) model through a mixed-methods Research and Development (R&D) approach. Data were collected from lecturers and students of the Islamic Education Management at IAIN Gorontalo via curriculum document analysis, interviews, observations, expert validation sheets, user response questionnaires, and learning outcome assessments. Quantitative analysis employed eligibility percentages and N-Gain calculations to evaluate material validity, practicality, and effectiveness. Results indicate that the developed materials are valid (expert validation >80%), practical (>80% positive user feedback), and effective (significant improvement in student learning outcomes, as evidenced by N-Gain scores). This study demonstrates that systematically designed OBE-based teaching materials not only enhance curriculum relevance but also strengthen the professional competencies of prospective Islamic educators. The findings offer a replicable model for curriculum innovation in Islamic higher education, supporting the development of adaptive, competitive, and results-driven teacher education programs aligned with global educational standards

    PENANAMAN NILAI KEDISPLINAN DAN KEMANDIRIAN SANTRI MELALUI KEPEMIMPINAN PEMIMPIN DI PONDOK PESANTREN NURUL JADID PROBOLINGGO

    Full text link
    Pondok pesantren merupakan lembaga tradisional islam yang saat ini masih bertahan ditengah-tengah arus moderisasi. Dengan perkembangan zaman yang sangat cepat, dunia pesantren mulai dituntut untuk turut terlibat tidak hanya pada masalah agama saja tetapi juga masalah budaya dan tradisi yang saat ini berkembang di masyarakat,salah satunya kedisplinan dan kemandirian. Pondok pesantren al-hidayah jambi dalam pelaksanaanya dalam membimbing dan mengevaluasi para santri di ketuai oleh Kiai. Kedisplinan dan Kemandirian yang dapat dicontoh dari Kiai suatu pondok pesantren sangat berpengaruh besar bagi santri,dikarenakan Kepemimpinan Kiai dianggap mampu mempengaruhi, mendorong, serta menggerakkan perubahan terhadap prilaku santri. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepemimpinan kiai pesantren dalam meningkatkan kedisiplinan dan kemandirian para santri Pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo Jawa Timur

    STRATEGI PEMBELAJARAN MELALUI MEDIA YOUTUBE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH DI KUDUS

    Full text link
    Atikel ini mengkaji penggunaan media youtube dalam meningkatkan hasil belajar siswa di Kudus. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui penerapan media pembelajaran video berbasis Youtube mata pelajaran IPA materi Tata Surya, menganalisis efektifitas penggunaan video berbasis Youtube dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah mixed methods (metode campuran) yang menggambarkan praktik guru dalam kelas dengan teori. Artikel ini mempunyai temuan bahwa pada awal pembelajaran yang dilakukan oleh guru tanpa menggunakan video berbasis Youtube kurang efektif karena terdapat 71,4% siswa yang belum tuntas belajar, sedangkan guru yang menggunakan video berbasis Youtube dalam materi Tata Surya terdapat 78,6% yang tuntas belajar yaitu sebanyak 22 siswa yang memperoleh nilai mencapai KKM (70). Artikel ini berkontribusi dalam menggambarkan strategi efektif penggunaan media Youtube dalam pembelejaran siswa madrasah Ibtidaiyah&nbsp

    KEBIJAKAN PENDIDIKAN DASAR (WAJIB BELAJAR SEMBILAN TAHUN)

    No full text
    The basic education policy, especially the 9-year compulsory education program, is a government effort to improve the accessibility and quality of education for the entire society. The effort to make it compulsory for children to complete a minimum education for nine years has the primary objective of providing equal opportunities for all children to obtain an adequate basic education, improving access to education, reducing school dropouts, and improving the quality of education. Implementation of this policy is expected to have a good impact on reducing school dropout rates and increasing education participation at the elementary level. However, there are many challenges in ensuring the sustainability of the program, such as adequate infrastructure, the availability of quality educational resources, and meeting the needs of students with diverse educational backgrounds. The method used in this research is library studies, which involves collecting literature, gathering relevant data or information, and studying topics or issues related to the development of the Basic Education Policy, Compulsory Learning 9 Years. Therefore, there is a need for efforts in the evaluation and adaptation of this policy in order to achieve the primary objective of equal and quality basic education.Kebijakan Pendidikan Dasar, khususnya Program Wajib Belajar 9 Tahun, merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan akasesibilitas dan kualitas pendidikan bagi seluruh masyarakat. Upaya mewajibkan anak-anak untuk mengenyam pendidikan minimal selama 9 Tahun, memiliki tujuan utama yaitu memberikan kesempatan yang setara bagi semua anak untuk mendapatkan pendidikan dasar yang layak, meningkatkan akses pendidikan, mengurangi angka putus sekolah, dan memperbaiki kualitas pendidikan. Implementasi kebijakan ini diharapkan memberikan dampak yang baik dalam mengurangi tingkat putus sekolah dan meningkatkan partisipasi pendidikan pada tingkat dasar. Akan tetapi, banyak tantangan dalam memastikan keberlanjutan program ini, seperti infrastruktur yang memadai, ketersediaan tenaga pendidikan berkualitas, serta pemenuhan kebutuhan siswa dengan beragam latar pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Studi Pustaka, dengan cara mengumpulkan literatur, menghimpun data atau informasi yang relevan, dan mengkaji topik atau masalah terkait perkembangan Kebijakan Pendidikan Dasar, Program Wajib Belajar 9 Tahun. Oleh karena itu, perlu adanya upaya dalam evaluasi dan penyesuaian kebijakan ini agar dapat mencapai tujuan utama pendidikan dasar yang merata dan berkualitas

    MENELAAH KEPUASAAN GURU TERHADAP LAYANAN PENILAIAN ANGKA KREDIT DALAM PENDIDIKAN ISLAM: SEBUAH SURVEI DI KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI GORONTALO

    Full text link
    Studi ini bertujuan untuk menilai tingkat kepuasaan terhadap layanan penilaian angka kredit guru pendidikan agama Islam di provinsi Gorontalo. Penelitian ini merujuk pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2014 sebagai indicator untuk mengukur ekspektasi dan persepsi dari penerimaan layanan, serta selisih antara keduanya dengan Analisis Important Analysis (IPA). Hasil menunjukkan bahwa tingkat kerja 2.42 (cukup penting) dan harapan 2.49 (cukup puas). Dalam artian, kinerja yang dirasakan oleh guru pendidikan agama Islam di provinsi Gorontalo sudah sesuai dengan harapan pelayanan guru. Meskipun begitu, masih perlu dilakukan perbaikan terus-menerus pada atribut ang memiliki tingkat kesesuaian rendah agar dapat meningkatkan sesuai dengan harapan guru, yang mencerminkan adanya kekurangan dalam penyediaan layanan saat ini. Penelitian lebih lanjut dapat mengkaji cakupan yang luas dengan menggunakan metodologi yang berbeda untuk analisis yang lebih mendalam. Temuan ini diharapkan dapat menjadi panduan dalam penyusunan kebijakan oleh Kementerian Agama provinsi Gorontalu untuk memperbaiki kualitas penillaian layanan bagi guru pendidikan agama Islam

    MANAJEMEN PEMASARAN JASA PENDIDIKAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN CITRA PESANTREN

    Full text link
    Fokus pada penelitian ini adalah manajemen pemasaran yang ada di Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 untuk meningkatkan citra pesantren tersebut. Penelitian ini melakukan analisis dan evaluasi keabsahan data dengan triangulasi sumber dan metode, setelah memilih beberapa responden berdasarkan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14. Dari hasil penelitian diketahui bahwa: 1). Perencanaan Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 merencanakan dengan baik. Pesantren belajar dari pesantren yang lebih baik dan maju. 2). Pengorganisasian dengan cara membentuk Departemen Penerimaan Santri Baru (PSB). terdiri dari beberapa bagian, tugas tim PSB antara lain merencanakan berbagai strategi promosi untuk menarik minat masyarakat, seperti menata beberapa tempat untuk dijadikan sasaran pemasaran pesantren, 3). Pelaksanaan : Pesantren melakukan pemasaran dengan berbagai kegiatan promosi dengan mengunjungi sekolah-sekolah dan melalui media cetak dan online, 4). Pimpinan Pesantren melakukan evaluasi secara keseluruhan. Karakteristik masing-masing pesantren menjadi daya tarik sendiri bagi masyarakat untuk memilih pesantren. Selanjutnya citra pesantren dapat dibentuk dengan strategi pemasaran yang memanfaatkan konsep bauran pemasaran, Bisnis Model Canvas dan komunikasi yang baik dalam setiap koordinasi

    ANALISIS MANAJEMEN PEMBELAJARAN BERBASIS PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DAN RAHMATAN LIL ALAMIN DALAM MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK

    Full text link
    Artikel ini menganalisis manajemen pembelajaran berbasis projek dalam konteks penguatan profil pelajar Pancasila dan nilai Rahmatan lil Alamin untuk membentuk karakter peserta didik. Metode penelitian yang digunakan ialah kajian Pustaka yang dianalisis secara teoretis dan filosofis. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis projek dianggap efektif dalam menanamkan nilai-nilai tersebut karena memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam dan relevan. Penelitian ini menyoroti strategi, tantangan, dan dampak dari implementasi metode ini dalam konteks pendidikan di Indonesi

    REALISASI MANAJEMEN POAC KURIKULUM PONDOK PESANTREN MODERN AL-MUROZZA DEPOK DALAM MEMBENTUK SANTRI BERJIWA RELIGIUS

    Full text link
    Nowadays there are still many people who consider Islamic boarding schools to be unorganized education. In fact, curriculum management to this day is still classified as implementing an "impromptu" management system. Al-Murozza Modern Islamic Boarding School answers these challenges by implementing curriculum management based on POAC theory on an ongoing basis. The aim of this research is to reveal curriculum management at the Al-Murozza Modern Islamic Boarding School to form students with a religious spirit. This research applies a case study type of research. Data collection techniques are based on interviews, observation and documentation. This research data analysis applies three activity processes, namely data condensation, data exposure, and drawing conclusions. The results of the research prove that the stages of curriculum management include: (1) Planning: developing goals and programs, preparing activity schedules, (2) Organizing: dividing the Islamic boarding school organizational structure, dividing the organizational structure of the curriculum, (3) Implementation: formal education, early education, teaching Al-Qur\u27an, (4) Supervision: directly (observing the learning process in the classroom, observing the performance of the ustadz/ustadzah) and indirectly (observing statistics on the learning outcomes of the students through the SIPond application).Sekarang ini masih banyak orang-orang yang menganggap pesantren sebagai pendidikan yang tidak tertata. Faktanya, menajemen kurikulum sampai pada hari ini masih tergolong menerapkan sistem manajemen “dadakan”. Pondok Pesantren Modern Al-Murozza menjawab tantangan tersebut dengan menerapkan manajemen kurikulum berlandaskan pada teori POAC secara berkesinambungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap manajemen kurikulum di Pondok Pesantren Modern Al-Murozza untuk membentuk santri berjiwa religius. Penelitian ini mengaplikasikan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data berdasarkan kegiatan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data penelitian ini menerapkan tiga proses kegiatan yaitu kondensasi data, pemaparan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian membuktikan bahwa tahapan manajemen kurikulum diantaranya: (1) Perencanaan: menyusun tujuan dan program, menyusun jadwal kegiatan, (2) Pengorganisasian: membagi struktur organisasi pesantren, membagi struktur organisasi kurikulum, (3) Pelaksanaan: pendidikan formal, pendidikan diniyah, pengajaran al-Qur’an, (4) Pengawasan: secara langsung (mengamati proses pembelajaran didalam kelas, mengamati kinerja para ustadz/ustadzah) dan tidak langsung (mengamati statistik hasil belajar para santri melalui aplikasi SIPond)

    204

    full texts

    226

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇