Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Not a member yet
226 research outputs found
Sort by
ANALISIS PENURUNAN NILAI KEJUJURAN DAN AMANAH DALAM BISNIS ERA DIGITAL: URGENSI PENDIDIKAN ETIKA DIGITAL BERBASIS KETELADANAN RASULULLAH SAW
This study aims to analyze the decline in honesty and trustworthiness in digital business practices and emphasize the relevance of the Prophet Muhammad\u27s (PBUH) exemplary conduct as a foundation for business ethics. The research method used is a Systematic Literature Review (SLR) with a library research approach, through the collection and analysis of secondary data from journals, books, research reports, and trusted academic sources relevant to Islamic business ethics. The results of the study indicate that the digital era presents a shift in business orientation towards instant profits, thereby eroding the values of honesty and trustworthiness, which are reflected in advertising practices, review manipulation, exploitation and commodification of personal data, non-transparent algorithms, and unethical competition based on attention competition. Weak direct interaction, minimal digital literacy, and algorithmic systems that prioritize engagement. This study also found that digital trustworthiness has undergone a transformation in meaning from merely fulfilling promises to systemic responsibility, the use of technology, algorithm transparency, and business model integrity. The conclusion of the study emphasizes that strengthening ethics is not only moral-individual, but also systemic by using the Prophet Muhammad\u27s (PBUH) exemplary conduct as a business operational framework that emphasizes proactive transparency, ethical consent, digital ethics education, and sharia-based regulations. The structural integration of sidq and amanah values in digital is considered capable of creating businesses that are not only economically profitable, but also fair, sustainable, and blessed.
Keywords: Amanah; Digital Business Ethics; SidqPenelitian ini bertujuan menganalisis penurunan kejujuran dan amanah dalam praktik bisnis digital serta menegaskan relevansi keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai landasan etika bisnis. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan library research, melalui pengumpulan dan analisis data sekunder dari jurnal, buku, laporan penelitian, serta sumber akademik terpercaya yang relevan dengan etika bisnis Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa era digital menghadirkan pergeseran orientasi bisnis ke arah keuntungan instan sehingga mengikis nilai kejujuran dan amanah, yang tercermin dalam praktik iklan, manipulasi ulasan, eksploitasi dan komodifikasi data pribadi, algoritma yang tidak transparan, serta persaingan tidak etis berbasis attention competition. Lemahnya interaksi langsung, minimnya literasi digital, dan sistem algoritmik yang lebih mengutamakan engagement. Penelitian ini juga menemukan bahwa amanah digital mengalami transformasi makna dari sekadar pemenuhan janji menjadi tanggung jawab sistemik, penggunaan teknologi, transparansi algoritma, dan integritas model bisnis. Simpulan penelitian menegaskan bahwa penguatan etika tidak hanya bersifat moral-individual, tetapi juga sistemik dengan menjadikan teladan Rasulullah SAW sebagai kerangka operasional bisnis yang menekankan proactive transparency, ethical consent, edukasi etika digital, dan regulasi berbasis syariah. Integrasi nilai sidq dan amanah secara struktural dalam digital dinilai mampu menciptakan bisnis yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga adil, berkelanjutan, dan bernilai keberkahan.
Kata Kunci: Amanah; Etika Bisnis Digital; Sid
PENGELOLAAN KEGIATAN PENGEMBANGAN SOFT SKILLS MELALUI PROGRAM MADRASAH DIGITAL DI LINGKUNGAN SEKOLAH
Abstract
The main objective of this study is to analyze the management of the Digital Madrasah program in improving students\u27 soft skills. The program is targeted to develop students\u27 communication, collaboration, problem-solving and leadership skills through a technology-based approach. The focus on this objective is grounded in the fact that in the digital era, soft skills play a key role in one\u27s academic and professional success. This research used a qualitative approach with a case study method to analyze the management of the Digital Madrasah Program. Data were collected through observation, in-depth interviews with the madrasah principal, teachers, and students, and curriculum documentation. Descriptive analysis was used to describe the main elements of the program, including objectives, implementation, and outcomes. The findings are expected to provide insights into the effectiveness of digital-based soft skills development and practical recommendations for other madrasahs. The results of this study show meaningful outcomes in the development of students\u27 soft skills, especially communication, teamwork, and problem-solving skills through technology. The program increased students\u27 confidence in online communication and digital presentation, and strengthened collaboration through technology-based projects. The development of critical thinking skills is also encouraged through the utilization of digital tools to solve complex challenges. The findings are in line with constructivism and self-efficacy theories that emphasize learning through experience and social interaction. This research contributes to the literature of technology integration in education for 21st century skills.
Keywords: Soft Skills, Digital Madrasah, school environmentAbstrak
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengelolaan program Madrasah Digital dalam meningkatkan soft skills siswa. Program ini ditargetkan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kolaborasi, pemecahan masalah, dan kepemimpinan siswa melalui pendekatan berbasis teknologi. Fokus pada tujuan ini berlandaskan pada kenyataan bahwa di era digital, soft skills memainkan peran kunci dalam kesuksesan akademik dan profesional seseorang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk menganalisis pengelolaan Program Madrasah Digital. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala madrasah, guru, dan siswa, serta dokumentasi kurikulum. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan elemen-elemen utama program, termasuk tujuan, pelaksanaan, dan hasil. Temuan diharapkan memberikan wawasan tentang efektivitas pengembangan soft skills berbasis digital dan rekomendasi praktis bagi madrasah lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil yang bermakna dalam pengembangan soft skills siswa, terutama keterampilan komunikasi, kerja tim, dan pemecahan masalah melalui teknologi. Program ini meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam komunikasi daring dan presentasi digital, serta memperkuat kerja sama melalui proyek berbasis teknologi. Pengembangan kemampuan berpikir kritis juga didorong melalui pemanfaatan alat digital untuk menyelesaikan tantangan kompleks. Temuan ini sejalan dengan teori konstruktivisme dan self-efficacy yang menekankan pembelajaran melalui pengalaman dan interaksi sosial. Penelitian ini berkontribusi pada literatur integrasi teknologi dalam pendidikan untuk keterampilan abad ke-21.
Kata Kunci : Soft Skill, Madrasah Digital, lingkungan sekola
ANALISIS KISAH NABI MUSA AS DAN NABI KHIDIR AS PADA SURAH AL-KAHFI AYAT 60-82 DALAM MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pendidikan islam berdasarkan Kisah Nabi MusaAS dan Nabi KhidirAS dalam Surat Al-Kahfi Ayat 60-82. Metode penelitian kualitatif dengan library research dimana utamanya sumber penelitian berasal dari buku, skripsi atau thesis terdahulu dan artikel laporan terdahulu. Nantinya, dalam penfasirkan menggunakan metode deskriptif-analitik menggunakan tematik Maudhu’I yang berfokus pada pengkajian masalah secara runtut dari ayat 60 hingga ke 82 secara urut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dalam proses pendidikan, pemilihan metode yang tepat oleh pendidik sangat penting. Nabi Khidir mencontohkan metode pembelajaran melalui pembiasaan untuk tidak tergesa-gesa dalam mengambil kesimpulan, dengan berpedoman pada ilmu yang dimilikinya.
Kata kunci : Al-Kahfi; Analisis Kisah; Pendidikan Isla
PERAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA SEKOLAH DI SMPN 2 KEPAHIANG
This study aims to analyze the role of decision-making in improving school performance, focusing on a case study at SMP Negeri 2 Kepahiang. In the context of educational management, participatory decision-making processes are considered capable of creating a conducive school climate and encouraging student achievement. This research employs a qualitative approach with a case study method. The research subjects include the principal, teachers, administrative staff, and the school committee. Data were collected through in-depth interviews, direct observations in the school environment, and documentation studies of policies and programs implemented. The findings indicate that the involvement of all school elements in decision-making has a positive impact on school performance, particularly in academic achievement, student discipline, and parental satisfaction. Various programs such as teacher training, strengthened counseling services, and improved learning facilities have proven to enhance the quality of education. Additionally, support from the school committee and parents has increased significantly when they are actively involved in strategic decision-making processes. These findings highlight the importance of collaboration and transparency in school management to achieve educational goals more effectively.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pengambilan keputusan dalam meningkatkan kinerja sekolah, dengan fokus pada studi kasus di SMP Negeri 2 Kepahiang. Dalam konteks manajemen pendidikan, proses pengambilan keputusan yang partisipatif dinilai mampu menciptakan iklim sekolah yang kondusif dan mendorong pencapaian prestasi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, staf administrasi, dan komite sekolah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung di lingkungan sekolah, serta studi dokumentasi terhadap kebijakan dan program yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelibatan seluruh elemen sekolah dalam proses pengambilan keputusan berdampak positif terhadap peningkatan kinerja sekolah, khususnya dalam aspek akademik, kedisiplinan siswa, dan kepuasan orang tua. Berbagai program seperti pelatihan guru, penguatan layanan bimbingan dan konseling, serta peningkatan sarana dan prasarana belajar, terbukti memperkuat mutu pembelajaran. Selain itu, dukungan dari komite sekolah dan orang tua semakin meningkat ketika mereka dilibatkan secara aktif dalam proses pengambilan keputusan strategis. Temuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi dan transparansi dalam manajemen sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan secara lebih optimal
KARAKTER KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS DENGAN KONSEP-KONSEP ISLAM DILEMBAGA PENDIDIKAN, BESERTA PELUANG DAN TANTANGANNYA
Democratic leadership in Islamic educational institutions is a crucial concept rooted in Islamic principles of deliberation, justice, and trustworthiness, aiming to foster inclusive, participatory environments and develop critical, responsible individuals. This study aims to analyze the foundational concepts, implementation mechanisms, opportunities, and challenges of Islamic-based democratic leadership in educational institutions. The research employs a qualitative descriptive method using a literature review approach, analyzing data from relevant academic sources. Findings indicate that democratic leadership is implemented through the active involvement of teachers and staff in deliberation processes, granting freedom of opinion, and upholding justice, which subsequently enhances teacher professionalism and establishes a healthy, harmonious organizational culture. Nevertheless, key challenges persist, including dominant authoritarian cultural aspects, rigid policies, and limitations in funding for staff training and necessary facilities. Comprehensive and sustainable strategies are essential to optimize these democratic Islamic values to achieve high-quality and competitive Islamic education.
Keywords: Democratic Leadership, Islamic Education, Deliberation, Challenges
Strategi STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MEMOTIVASI PERILAKU ORGANISASI PENDIDIKAN UNTUK MEWUJUDKAN LINGKUNGAN YANG MENGINSPIRASI DI SMA PGRI 2 KAYEN
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran kepala sekolah dalam memotivasi perilaku organisasi pendidikan guna menciptakan lingkungan sekolah yang inspiratif. Lingkungan ini tidak hanya mendukung pengembangan siswa secara holistik tetapi juga mendorong inovasi dan kolaborasi antara guru, staf, dan siswa. Tujuan penelitian adalah mengeksplorasi strategi kepala sekolah SMA PGRI 2 Kayen dalam memotivasi perilaku organisasi pendidikan dan memahami dampaknya terhadap pencapaian lingkungan sekolah yang inspiratif. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif fenomenologi digunakan dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis dilakukan berdasarkan metode fenomenologi Creswell, melibatkan pengorganisasian data, identifikasi tema utama, deskripsi pengalaman, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah SMA PGRI 2 Kayen menerapkan strategi seperti komunikasi efektif, penghargaan terhadap prestasi, dan peningkatan kesejahteraan karyawan. Lingkungan yang inspiratif ini meningkatkan disiplin, prestasi siswa, dan kebahagiaan kerja guru. Strategi ini berkontribusi pada pencapaian prestasi siswa di tingkat nasional hingga internasional, serta penguatan budaya organisasi berbasis nilai-nilai Islami. Penelitian ini berdampak pada pemahaman manajemen pendidikan dan kepemimpinan sekolah, terutama dalam menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pengembangan potensi individu dan organisasi qualitative phenomenological approach method used with data collection techniques in the form of in-depth interviews, participatory observations, and documentation. The analysis was carried out based on Creswell\u27s phenomenological method, involving data organization, identification of key themes, description of experiences, and triangulation. The results of the study show that the principal of SMA PGRI 2 Kayen implements strategies such as effective communication, appreciation for achievement, and improvement of employee welfare. This inspiring environment improves discipline, student achievement, and teacher work happiness. This strategy contributes to the achievement of student achievement at the national and international levels, as well as the strengthening of organizational culture based on Islamic values. This research has an impact on the understanding of education management and school leadership, especially in creating an environment conducive to the development of individual and organizational potential.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran kepala sekolah dalam memotivasi perilaku organisasi pendidikan guna menciptakan lingkungan sekolah yang inspiratif. Lingkungan ini tidak hanya mendukung pengembangan siswa secara holistik tetapi juga mendorong inovasi dan kolaborasi antara guru, staf, dan siswa. Tujuan penelitian adalah mengeksplorasi strategi kepala sekolah SMA PGRI 2 Kayen dalam memotivasi perilaku organisasi pendidikan dan memahami dampaknya terhadap pencapaian lingkungan sekolah yang inspiratif. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif fenomenologi digunakan dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis dilakukan berdasarkan metode fenomenologi Creswell, melibatkan pengorganisasian data, identifikasi tema utama, deskripsi pengalaman, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah SMA PGRI 2 Kayen menerapkan strategi seperti komunikasi efektif, penghargaan terhadap prestasi, dan peningkatan kesejahteraan karyawan. Lingkungan yang inspiratif ini meningkatkan disiplin, prestasi siswa, dan kebahagiaan kerja guru. Strategi ini berkontribusi pada pencapaian prestasi siswa di tingkat nasional hingga internasional, serta penguatan budaya organisasi berbasis nilai-nilai Islami. Penelitian ini berdampak pada pemahaman manajemen pendidikan dan kepemimpinan sekolah, terutama dalam menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pengembangan potensi individu dan organisas
TRANSFORMASI PENDIDIKAN ISLAM DALAM LINGKUP DIMENSI SOSIO-KULTURAL DI PONDOK PESANTREN DAARUL HUDA CIAMIS
This study examines the transformation of Islamic education within the socio-cultural dimension at Daarul Huda Islamic Boarding School in Ciamis. The transformation includes curriculum changes, teaching methods, and the integration of socio-cultural and multicultural values into education. Using a qualitative approach and case study design, the study finds that Daarul Huda Islamic Boarding School successfully integrates religious knowledge with general science and technology without neglecting traditional values and local culture. The kyai plays a pivotal role in leading this transformation, balancing tradition and modernity. However, resistance to change among certain pesantren circles poses significant challenges. The findings demonstrate that Daarul Huda Islamic Boarding School has created an inclusive education system, relevant to contemporary developments while maintaining strong local and religious values. These results contribute to the development of Islamic education that adapts to socio-cultural changes.Penelitian ini mengkaji transformasi pendidikan Islam dalam dimensi sosio-kultural di Pondok Pesantren Daarul Huda Ciamis. Transformasi tersebut mencakup perubahan kurikulum, metode pembelajaran, serta integrasi nilai-nilai sosio-kultural dan multikulturalisme dalam pendidikan. Dengan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus, penelitian ini menemukan bahwa Pondok Pesantren Daarul Huda berhasil mengintegrasikan ilmu agama dengan pengetahuan umum dan teknologi tanpa mengabaikan nilai-nilai tradisional serta budaya lokal. Peran kyai sangat penting dalam memimpin perubahan ini, menjaga keseimbangan antara tradisi dan modernitas. Namun, resistensi terhadap perubahan dari sebagian kalangan pesantren menjadi tantangan utama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Daarul Huda berhasil menciptakan pendidikan yang inklusif, relevan dengan perkembangan zaman, dan tetap mempertahankan nilai-nilai lokal serta keagamaan yang kuat. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan pendidikan Islam yang adaptif terhadap perubahan sosio-kultural
IMPLEMENTASI PROGRAM QAILULAH DALAM MEMBENTUK AKHLAK SISWA DI MIM BALEHARJO PACITAN
Di tengah tantangan degradasi moral pada anak dan remaja, pendidikan agama Islam berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai etika. Melalui praktik Qailulah, yang merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW, siswa tidak hanya mendapatkan manfaat fisik tetapi juga spiritual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa Qailulah berkontribusi positif terhadap kualitas belajar siswa, meningkatkan disiplin, dan membantu pembentukan karakter yang baik.
Kata kunci : qailulah, pendidikan karakter, akhlak
PENGEMBANGAN MODEL APE BONEKA JARI SARONDE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA DI TAMAN KANAK-KANAK DI KECAMATAN KWANDANG
This study aims to develop a model of Educational Play Tools (APE) in the form of Saronde Finger Dolls based on local culture to improve early childhood language skills in Kindergarten of Kwandang District, North Gorontalo Regency. The method used is research and development with a mix-method approach, which combines qualitative and quantitative data. Model development is carried out through several stages, ranging from identification of potentials and problems, product design, expert validation, design revision, to trials limited to 30 kindergarten children. The validation results from material and media experts show that the developed APE is included in the category of very valid. The limited trial showed a significant improvement in children\u27s language skills, with an average pre-test score of 62.3 and a post-test of 83.5. The results of the paired sample t-test analysis showed a calculated t value of 20.27, greater than the t table of 2.045 (α = 0.05), which means that there was a significant difference before and after the use of the model. These findings are supported by observational and interview data that show an increase in children\u27s interest, participation, and courage in communicating. This model is considered effective, contextual, and has the potential to strengthen the preservation of local culture in learningPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model Alat Permainan Edukatif (APE) berupa Boneka Jari Saronde yang berbasis budaya lokal guna meningkatkan kemampuan bahasa anak usia dini di Taman Kanak-Kanak Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan (Research and Development) dengan pendekatan campuran (mix-method), yang menggabungkan data kualitatif dan kuantitatif. Pengembangan model dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari identifikasi potensi dan masalah, perancangan produk, validasi ahli, revisi desain, hingga uji coba terbatas pada 30 anak TK. Hasil validasi dari ahli materi dan media menunjukkan bahwa APE yang dikembangkan termasuk dalam kategori sangat valid. Uji coba terbatas menunjukkan peningkatan kemampuan bahasa anak secara signifikan, dengan skor rata-rata pre-test sebesar 62,3 dan post-test sebesar 83,5. Hasil analisis paired sample t-test menunjukkan nilai t hitung sebesar 20,27, lebih besar dari t tabel 2,045 (α = 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah penggunaan model. Temuan ini didukung oleh data observasi dan wawancara yang menunjukkan peningkatan minat, partisipasi, dan keberanian anak dalam berkomunikasi. Model ini dinilai efektif, kontekstual, serta berpotensi memperkuat pelestarian budaya lokal dalam pembelajaran
PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN AWAL DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BERDIFERENSIASI ANAK USIA DINI
This research aims to develop an early assessment instrument that can be used to improve differentiated learning outcomes in early childhood, especially the age group of 5-6 years old in PAUD Dengilo District. The method used is research and development (R&D) with a mix-method approach, which combines qualitative and quantitative approaches. The research procedure includes needs analysis, product development, expert validation, limited trials, revisions, and extensive trials. Qualitative data was obtained through observation and interviews, while quantitative data was obtained from the results of pretest and posttest children\u27s learning outcomes. The results of the study showed that the initial assessment instruments developed were valid (validity score of 92%), practical, and effective in identifying children\u27s early abilities. After the application of the instrument in differentiated learning, there was a significant improvement in children\u27s learning outcomes, which was shown by an increase in the average score from 67.8 to 83.2. The t-test showed a significance value of p < 0.05, which indicates a statistically significant difference. Thus, this initial assessment instrument can be used as a strategic tool for PAUD teachers in designing learning that suits the needs and potential of each child.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen asesmen awal yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar berdiferensiasi pada anak usia dini, khususnya kelompok usia 5–6 tahun di PAUD Kecamatan Dengilo. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) dengan pendekatan mix-method, yaitu menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Prosedur penelitian meliputi analisis kebutuhan, pengembangan produk, validasi ahli, uji coba terbatas, revisi, dan uji coba luas. Data kualitatif diperoleh melalui observasi dan wawancara, sedangkan data kuantitatif diperoleh dari hasil pretest dan posttest hasil belajar anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen asesmen awal yang dikembangkan valid (skor validitas 92%), praktis, dan efektif digunakan dalam mengidentifikasi kemampuan awal anak. Setelah penerapan instrumen dalam pembelajaran berdiferensiasi, terjadi peningkatan signifikan pada hasil belajar anak, yang ditunjukkan oleh peningkatan skor rata-rata dari 67,8 menjadi 83,2. Uji-t menunjukkan nilai signifikansi p < 0,05, yang mengindikasikan adanya perbedaan yang bermakna secara statistik. Dengan demikian, instrumen asesmen awal ini dapat digunakan sebagai alat bantu yang strategis bagi guru PAUD dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing anak