Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Not a member yet
226 research outputs found
Sort by
Implementasi Program Literasi dalam Pembelajaran PAI di Sekolah
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program literasi pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMAN 1 Dayeuhkolot Kabupaten Bandung dan dampaknya terhadap mutu pembelajaran. Literasi berperan penting dalam membangun keterampilan membaca, berpikir kritis, dan menulis yang relevan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai agama dan pembentukan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program literasi berbasis tahapan pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran telah berhasil meningkatkan keterampilan literasi, motivasi belajar, dan pemahaman konsep-konsep agama siswa. Strategi seperti kegiatan membaca tambahan, ceramah berbasis literasi, dan evaluasi berbasis membaca mampu mendorong keterlibatan siswa secara aktif dalam pembelajaran. Temuan ini menegaskan pentingnya literasi sebagai landasan pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter dan nilai-nilai moral siswa. Penelitian ini merekomendasikan agar sekolah terus mengembangkan program literasi yang inovatif dan melibatkan berbagai pihak untuk mendukung keberlanjutan program.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi program literasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMAN 1 Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, serta memberikan dampaknya terhadap kualitas pembelajaran. Literasi berperan penting dalam membangun kemampuan membaca, berpikir kritis, dan menulis yang relevan dengan peningkatan pemahaman nilai-nilai keagamaan dan pembentukan karakter siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program literasi berdasarkan tahapan pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran berhasil meningkatkan kemampuan literasi siswa, motivasi belajar, serta pemahaman konsep keagamaan. Strategi seperti kegiatan membaca tambahan, ceramah berbasis literasi, dan evaluasi berbasis bacaan mampu mendorong keterlibatan peserta didik secara aktif dalam pembelajaran. Temuan ini menekankan pentingnya literasi sebagai fondasi pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter dan nilai-nilai moral peserta didik. Penelitian ini merekomendasikan bagi sekolah untuk terus mengembangkan program literasi yang inovatif dan melibatkan berbagai pihak untuk mendukung keberlangsungan program tersebut
IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN MERIT DALAM PENGEMBANGAN KARIR JABATAN PEMERINTAHAN DI KABUPATEN SINJAI
This study aims to analyze the effectiveness of the implementation of the merit system in the career development of State Civil Apparatus (ASN) in Sinjai Regency, identify structural and cultural barriers, and formulate strategic recommendations. Using a descriptive-interpretive qualitative approach, data were collected through semistructured interviews with echelon III-IV structural officials, participatory observation, and analysis of policy documents and performance reports. The results of the study show that the merit system in Sinjai has been implemented based on three pillars of qualifications, competence, and performance but is still partial. Only 2.3% of the 4,561 ASN (especially echelon II) have their competencies validated, while echelon IV and functional positions have not been touched by the assessment due to the absence of local assessment centers and the limited number of certified assessors. The main challenges include low budget allocation (5% for training), disparities in understanding of the merit system among employees, and lack of transparency in promotion decision-making. However, this system managed to reduce 40% of nepotism complaints (2021–2023) and increase the public health service satisfaction index by 15%. The discussion underlined the urgency of strengthening structural policies, such as the Sinjai Regent Regulation No. X/2023 for standardization of promotion criteria, collaboration with universities in the preparation of assessment instruments, and the use of realistic simulation-based assessment centers. Recommendations include budget increases, multilevel socialization, and the formation of an independent oversight team. These findings confirm that the success of the merit system at the district level requires integration between political leadership, supporting infrastructure, and merit-based work culture change. This research contributes to the literature on regional civil service governance by highlighting the unique dynamics of meritocracy implementation in the local context
THE PARADOX OF ARTIFICIAL INTELLIGENCE USAGE IN HIGHER EDUCATION: BETWEEN ENHANCING LEARNING EFFECTIVENESS AND THE DECLINE OF STUDENTS CRITICAL THINKING SKILLS
This study explores the impact of artificial intelligence (AI) utilization in learning among students from diverse backgrounds, involving two subject groups: 15 Indonesian students analyzed through their academic assignments and 70 international students from Indonesia, China, Malaysia, and Tunisia surveyed via questionnaire. Task analysis employed an AI checker to measure AI’s contribution, while the questionnaire assessed students’ perceptions of AI’s impact. Results indicate that students in both high AI use (>60%) and low AI use (<60%) groups consistently achieved high academic grades (A and A-). The average scores for learning effectiveness across all countries were in the high category (Indonesia 3.03, China 3.05, Malaysia 3.16, Tunisia 3.01). However, there were signs of declining critical thinking skills, with scores ranging from 2.3 to 2.68. These findings underscore the need for balanced policies in AI adoption to enhance both learning quality and students’ critical thinking competencies, ensuring that technological advancement supports, rather than diminishes, essential academic skills.Keywords: Artificial intelligence, learning effectiveness, critical thinking, cognitive offloading, higher educationStudi ini menyelidiki dampak penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan di antara siswa dari berbagai latar belakang. Studi ini melibatkan dua kelompok: 15 siswa Indonesia yang analisis tugas akademiknya dilakukan, dan 70 siswa internasional dari Indonesia, China, Malaysia, dan Tunisia yang disurvei menggunakan kuesioner. Sebuah alat pemeriksa AI digunakan untuk analisis tugas guna mengevaluasi kontribusi AI, sementara kuesioner mengukur persepsi siswa tentang pengaruh AI. Hasilnya menunjukkan bahwa siswa dalam kategori penggunaan AI tinggi (>60%) dan rendah (<60%) secara konsisten mencapai nilai akademik yang tinggi (A dan A-). Skor rata-rata untuk efektivitas pembelajaran di semua negara berada dalam kategori tinggi, dengan Indonesia mencetak 3,03, China 3,05, Malaysia 3,16, dan Tunisia 3,01. Namun, terdapat indikasi penurunan keterampilan berpikir kritis, dengan skor berkisar antara 2,3 hingga 2,68. Temuan ini menyoroti perlunya kebijakan yang seimbang terkait adopsi AI untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kemampuan berpikir kritis siswa, memastikan bahwa kemajuan teknologi mendukung, bukan mengurangi, keterampilan akademik yang esensial.
Kata kunci: Kecerdasan buatan, efektivitas pembelajaran, berpikir kritis, pengalihan kognitif, pendidikan tinggi
POSITIVISM AS A NEW ERA IN PHILOSOPHY AND ITS INFLUENCE ON ISLAMIC SOCIAL STUDIES
The influence of positivism is reflected in efforts to integrate empirical methods with normative religious values, creating a dialectical relationship between scientific rationality and the spirituality of revelation. This study employs a qualitative method with a library research approach by analyzing classical and contemporary works on positivist philosophy, sociology of religion, and Islamic social thought. Primary sources include philosophical texts from Comte, Durkheim, and Weber, while secondary data are drawn from modern Islamic academic literature discussing the epistemology of social science, such as works by Al-Attas, Arkoun, and Fazlur Rahman. The analysis uses a descriptive-analytical approach to explore the relationship between positivism and Islamic social science paradigms, particularly in terms of epistemology, methodology, and research ethics. The findings indicate that positivism has significantly contributed to the rationalization of social studies in Islam, particularly in the fields of economics, politics, and education, by emphasizing the importance of observation and empirical data. However, adopting positivism in its entirety risks neglecting the transcendental dimension that lies at the core of Islamic teachings. Therefore, an integrative approach is needed, one that combines scientific objectivity with theological values so that Islamic social science maintains its spiritual identity. Thus, this article argues that positivism can serve as a methodological inspiration for the development of Islamic social studies, provided it operates within a tawhidic epistemological framework that balances rationality and moral spirituality
PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI INTERNATIONAL ORGANIZATION FOR STANDARDIZATION (ISO) PADA PENDIDIKAN TINGGI
Tujuan Penelitian ini yakni untuk menganalisis trend penelitian tentang perencanaan dan implementasi ISO pada Pendidikan Tinggi. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur. Penelitian ini merupakan studi literatur metode Narrative Literature Review, teknik pengumpulan data penelitian dilakukan secara tidak langsung ke objek yang diselidiki berupa data sekunder berbentuk artikel jurnal. Data diambil dari jurnal internasional bereputasi dengan basis data Scopus melalui scopus.com mengenai Perencanaan dan Implementasi International Organization for Standardization (ISO) pada Pendidikan tinggi dengan kata kunci yang telah ditentukan dari studi awal yakni ISO, Pendidikan, Perguruan Tinggi, Program Studi. Dalam rentang waktu 4 tahun terakhir (2019-2023) dan diperoleh 4 artikel yang sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ditemukan 4 hal yang dapat dimplementasikan untuk meningkatkan standarisasi mutu pendidikan perguruan tinggi, (1) integrasi ISO 9001 dengan prinsip 5-S Kaizen untuk melihat program prioritas dari sebuah perguruan tinggi serta level mutu berada pada level apa (2) Mengembangkan sistem informasi Tracer Study yang terintegrasi dengan database Sistem Informasi Akademik (SIA) dan dengan database SIA menganalisis kinerjanya dengan menggunakan ISO/IEC 25010. (3) Implementasi Sistem Manajemen Lingkungan (EMS) ISO 14001 dan pengukuran kinerja GreenMetrcis perguruan tinggi tentang kinerja lingkungan (4) Mengembangkan model sistem penjaminan mutu terpadu untuk institusi pendidikan tinggi bersertifikasi ISO, dengan mengintegrasikan Akreditasi BAN-PT dan ISO 9001:200
Strategi Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Minat dan Bakat Siswa di SMP Muhammadiyah 02 Medan
This study aims to explain the role of a principal of SMP Muhammadiyah 02 Medan in developing students\u27 interests and talents through various strategic initiatives and programs. Using a descriptive qualitative approach, this study analyzes the principal\u27s profile, the programs implemented, and the positive impacts achieved. The results show that the principal of SMP Muhammadiyah 02 Medan has successfully led the implementation of programs such as improving the quality of teaching, updating school infrastructure, and developing extracurricular activities that improve students\u27 academic achievement. In terms of interests and talents, the principal of SMP Muhammadiyah 02 Medan designed several strategies, namely adding literacy reading materials in the library, providing educational websites and applications as learning resources, providing adequate facilities and infrastructure, good school management, providing opportunities for students to explore interests and talents, and encouraging students\u27 individual motivation and awareness. This strategy will strengthen the character and skills of the students.Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan peran seorang Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 02 Medan dalam mengembangkan minat dan bakat siswa melalui berbagai inisiatif strategi dan programnya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, studi ini menganalisis profil kepala sekolah, program-program yang diimplementasikan, serta dampak positif yang tercapai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah SMP Muhammadiyah 02 Medan telah berhasil memimpin implementasi program-program seperti peningkatan kualitas pengajaran, pembaharuan infrastruktur sekolah, serta pengembangan kegiatan ekstrakurikuler yang meningkatkan prestasi akademik siswa. Dalam hal minat dan bakat, kepala sekolah SMP Muhammadiyah 02 Medan merancang beberapa strategi, yaitu penambahan bahan bacaan literasi di perpustakaan, penyediaan situs dan aplikasi edukatif sebagai sumber belajar, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, pengelolaan sekolah yang baik, pemberian kesempatan bagi siswa untuk mengeksplorasi minat dan bakat, dan mendorong motivasi dan kesadaran individu siswa. Strategi ini akan mempu memperkuat karakter dan keterampilan para siswanya
PENGEMBANGAN SOAL BERBASIS HOTS MODUL PEDAGOGIK PENDIDIKAN PROFESI GURU DALAM JABATAN LPTK IAIN GORONTALO
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan soal berbasis HOTS. Soal yang dikembangkan berupa soal-soal formatif dari kegiatan belajar pada modul pedagogik pendalaman materi yang disusun oleh dosen/instruktur/pengajar PPG Dalam Jabatan Kementerian Agama RI di LPTK IAIN Gorontalo. Jenis penelitian ini termasuk penelitian dan pengembangan Research and Development dengan model pengembangan tipe formative research yaitu: 1) tahap analyse, 2) tahap design, 3) tahap develop, 4) tahap formatively evaluate, dan 5) tahap summatevely evaluate. Teknik analisis data secara kuantitatif untuk menganalisis kecocokan model atau model fit dan penilaian terhadap karakteristik butir soal yang dikembangkan butir menggunakan Program BILOG. Untuk validitas isi ditelaah pakar dengan menggunakan formula Gregory. Hasil temuan diperoleh bahwa item soal tes berbasis HOTS untuk modul pedagogik dikembangkan dari dimensi proses menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), dan mencipta (C6) memiliki kriteria valid, memiliki indeks tingkat kesukaran sedang dan indeks daya beda yang baik. Sehingga telah memenuhi semua kriteria pengembangan instrumen soal yang baik. Artinya soal ini dapat digunakan untuk mengukur pemahaman mahasiswa PPG pada pendalaman materi modul pedagogik
TRANSFORMASI KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN ISLAM: TANTANGAN DAN PELUANG DI ERA DIGITAL
The digital era has brought significant changes in various aspects of life, including in the field of education. The leadership of Islamic education is no exception, which faces challenges as well as opportunities in carrying out its role in the midst of digitalization. The aim of this research is to describe the Transformation of Islamic Education Leadership, Challenges for Islamic Education Leadership and Opportunities for Islamic Education Leadership in the Digital Era. This research uses an approach literature review. The data source for this research comes from Google Scholar, ChatGPT, You.com, Copilot and Educational Management journal database. The data analysis technique uses thematic analysis to examine the relationships and implications of the findings. The results of the analysis are then synthesized and interpreted to draw conclusions. The results of this research explain that Islamic education leaders must be able to integrate digital technology with the curriculum, maintain Islamic values, handle the digital divide and overcome resistance to change. Apart from that, infrastructure development and continuous training for educators are important to ensure the success of the transformation. The digital era also offers great opportunities to expand the reach and improve the quality of Islamic education, through access to resources, distance learning, international collaboration, use of social media, e-learning platforms, data analysis and artificial intelligence. So visionary and adaptive Islamic education leadership is needed to take advantage of opportunities and create an Islamic education system that is inclusive, effective and relevant
ORGANIZATIONAL COMMITMENT AS A DETERMINING FACTOR OF TEACHERS\u27 ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR IN ISLAMIC EDUCATIONAL INSTITUTIONS; META-ANALYSIS
This research aims to draw comprehensive conclusions from the results of relevant previous research. Seeing the strength of the correlation between organizational commitment and organizational citizenship behavior of teachers in Islamic educational institutions. Using Meta-Analysis research and systematic reviews using JASP 0.18.1.0 software. The data found were 25 articles through searches on Google Scholar and Mendeley search with the keywords Organizational commitment, organization citizenship behavior teacher. 10 articles were selected based on predetermined researcher characteristics and criteria. The data taken from the selected articles is the number of samples (N) and the r value for each article, then the effect size is analyzed. Includes; Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madarasah Aliyah Data from research on organizational commitment to organizational citizenship behavior of teachers at Islamic educational institutions were analyzed in depth to find out how big the correlation between organizational commitment is to organizational citizenship behavior of teachers at Islamic educational institutions. This research begins with formulating the research topic, tracing research results that are relevant for analysis. This can be seen from the research results which show that the results of analysis using the random effect model show that there is a significant positive correlation between organizational commitment and teacher organizational citizenship behavior. The strength of the correlation between organizational commitment and teacher organizational citizenship behavior is included in the low significance category1 (re: 0.790)
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PROSES PEMBELAJARAN PAI DI SMP MUAMMADIYAH GORONTALO UTARA
This study examines the leadership role of the principal in improving the quality of the PAI learning process at SMP Muammadiyah North Gorontalo. This study aims to find out about the functions and duties of school principals in improving the quality of the learning process of Islamic religious education at SMP Muhammadiyah North Gorontalo. The type of research used in this study is qualitative research, which is a type of research that provides a picture or phenomenon or symptom of a particular situation, both in the form of attitudes, conditions, ways that are being researched, so that the data obtained in the form of words and behaviors that are not expressed in the form of numbers and statistical numbers but remain in a qualitative state oriented to the leadership of the principal in improving the quality of the process PAI learning at SMP Muhammadiyah Kwandang North Gorontalo. The results of this study show that school principals play an essential role as educational leaders that influence the quality of PAI learning. The leadership strategies implemented include providing facilities and infrastructure, teacher training, and creating a conducive learning environment. Effective leadership of the headmaster was identified as a critical factor in improving the quality of Islamic religious education in the school. The implication of this research is the need for greater attention to the leadership development of school principals to support the improvement of the quality of the PAI learning process in Islamic educational institutions.Penelitian ini mengkaji tentang peranan kepemimpinan Kepala Sekolah dalam meningktakan kualitas proses pembelajaran PAI di SMP Muammadiyah Gorontalo Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang fungsih dan tugas kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran pendidikan agama islam di SMP Muhammadiyah Gorontalo Utara. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yaitu suatu jenis penelitian yang memberikan gambaran atau fenomena atau gejala dari suatu keadaan tertentu, baik berupa sikap, situasi, cara yang sedang diteliti, sehingga data yang diperoleh berupa kata-kata dan perilaku yang tidak dituangkan dalam bentuk bilangan dan angka statistik, melainkan tetap dalam keadaan kualitatif yang berorientasi pada kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran PAI di SMP Muhammadiyah Kwandang Gorontalo Utara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, kepala sekolah memainkan peran penting sebagai pemimpin pendidikan yang mempengaruhi kualitas pembelajaran PAI. Strategi kepemimpinan yang diterapkan termasuk penyediaan sarana dan prasarana, pelatihan guru, serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Kepemimpinan yang efektif dari kepala sekolah diidentifikasi sebagai faktor kunci dalam meningkatkan mutu pendidikan agama Islam di sekolah tersebut. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya perhatian yang lebih besar terhadap pengembangan kepemimpinan kepala sekolah untuk mendukung peningkatan kualitas proses pembelajaran PAI di institusi pendidikan Islam