Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Not a member yet
    226 research outputs found

    INNOVATIONS IN STUDENT MANAGEMENT IN CHARACTER BUILDING FOR STUDENTS AT THE ASKHABUL KAHFI ISLAMIC BOARDING SCHOOL IN SEMARANG

    Full text link
    This study aims to describe the innovation of student management in character building at Pondok Pesantren Ashhabul Kahfi Semarang. This research employed a qualitative approach, with data collected through interviews, observations, and documentation. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that character formation is implemented through three main programs: Muhasabah wa Tarbiyah, Muhadharah, and the persuasive approach. The Muhasabah wa Tarbiyah program serves as a routine evaluation to foster discipline and responsibility. The Muhadharah program develops students’ courage, communication skills, and social competence. Meanwhile, the persuasive approach is applied in disciplinary guidance, where sanctions function as educational consequences and forms of responsibility rather than punitive measures. These findings emphasize that the integration of student management and Islamic educational values can produce effective character building that is relevant to modern educational challenges. Keywords: Student management, Character education, Pesantren, InnovationPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan inovasi manajemen kesiswaan dalam pembentukan karakter santri di Pondok Pesantren Ashhabul Kahfi Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter santri dilakukan melalui tiga program utama, yaitu Muhasabah wa Tarbiyah, Muhadharah, dan pendekatan persuasif. Program Muhasabah wa Tarbiyah berfungsi sebagai evaluasi rutin untuk menanamkan kedisiplinan dan tanggung jawab. Program Muhadharah mengembangkan keberanian, kemampuan komunikasi, dan keterampilan sosial santri. Adapun pendekatan persuasif diterapkan dalam pembinaan kedisiplinan, sehingga sanksi diberikan sebagai bentuk edukasi dan tanggung jawab, bukan hukuman yang bersifat represif. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi manajemen kesiswaan dan nilai pendidikan Islam mampu menghasilkan pembinaan karakter yang efektif dan relevan dengan tantangan pendidikan modern.. Kata Kunci: Manajemen kesiswaan, Pendidikan karakter, Pesantren, Inovas

    ANALISIS MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS TEKNOLOGI UNTUK MENDORONG MODERASI BERAGAMA DI MADRASAH TSANAWIYAH

    Full text link
    This study aims to analyse the technology-based Islamic Religious Education (PAI) teaching module encouraging religious moderation at Madrasah Tsanawiyah in North Gorontalo. This study uses a qualitative approach to collect data through observation, interviews, and analysis of teaching module documents used in several madrasah. The results show that technology-based teaching modules, which integrate multimedia applications, learning videos, and e-learning platforms, have great potential to increase student engagement and facilitate their understanding of religious moderation values, such as tolerance, inclusivity, and respect for differences.  However, the study also found several challenges, including limited technological infrastructure and a lack of teacher competence to optimise technology. Therefore, it is necessary to increase support through training for teachers and the development of technological infrastructure in madrasas to maximise the effectiveness of technology-based teaching modules. The conclusion of this study emphasises that with the proper support, technology-based teaching modules can be an effective tool in shaping moderate attitudes among Madrasah Tsanawiyah students, thereby encouraging more robust religious moderation in their daily lives.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis modul ajar Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis teknologi dalam mendorong moderasi beragama di Madrasah Tsanawiyah di Gorontalo Utara. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen modul ajar yang digunakan di beberapa madrasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar berbasis teknologi, yang mengintegrasikan aplikasi multimedia, video pembelajaran, dan platform e-learning, memiliki potensi besar untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan memfasilitasi pemahaman mereka terhadap nilai-nilai moderasi beragama, seperti toleransi, inklusivitas, dan penghargaan terhadap perbedaan.  Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan, termasuk keterbatasan infrastruktur teknologi dan kurangnya kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan dukungan berupa pelatihan bagi guru dan pengembangan infrastruktur teknologi di madrasah untuk memaksimalkan efektivitas modul ajar berbasis teknologi. Kesimpulan penelitian ini menekankan bahwa dengan dukungan yang tepat, modul ajar berbasis teknologi dapat menjadi alat yang efektif dalam membentuk sikap moderat di kalangan siswa Madrasah Tsanawiyah, sehingga mendorong moderasi beragama yang lebih kuat dalam kehidupan sehari-hari mereka

    EFEKTIVITAS EVALUASI PEMBELAJARAN BERBASIS HOTS MENGGUNAKAN KAHOOT PADA MATA PELAJARAN PAI DAN BUDI PEKERTI DI SDN 343 KUBANGAN TOMPEK

    Full text link
    Learning evaluation is the most important part of learning, because it measures the level of understanding of students of the material that has been delivered. Learning evaluations are still manual using paper and have not used digital platforms, such as kahoot. And the questions presented during the learning evaluation are not HOTS-based so that students are not accustomed to high level thinking (Critical Thinking). This study aims to improve the high-level thinking ability of students in grade VI SD 343 Kubangan Tompek and innovation in learning evaluation. This type of research is a quasi experiment using control and experimental classes. Quasi experimental method (Quasi Eksperiment). to obtain an overview of the improvement of students\u27 learning outcomes. The results of this study are that HOTS-based learning evaluation using kahoot is effective enough to improve students\u27 higher order thinking skills based on the N-gain scores of the experimental and control classes. The control class with an average value of 0.26 with a low category, then interpreted with a value of 26.77% with a description of less effective. In the experimental class with an average value of 64 with moderate criteria and interpreted by obtaining an average value of 64% with a fairly effective category. Evaluation of Higher Order Thinking Skills (HOTS) based learning using kahoot is quite effective.Evaluasi pembelajaran merupakan bagian terpenting dalam pembelajaran, karena untuk mengukur tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi yang telah disampaikan. Evaluasi pembelajaran masih manual dengan menggunakan kertas dan belum menggunakan platfrom digital, seperti kahoot. Dan soal-soal yang disajikan pada saat evaluasi pembelajaran belum berbasis HOTS sehingga membuat peserta didik belum terbiasa dalam berpikir tingkat tinggi (Critical Thinking). Penelitian ini bertujuan untuk  meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik pada kelas VI SD 343 Kubangan Tompek dan adanya inovasi dalam evaluasi pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah adalah quasi eksperimen dengan menggunakan kelas kontrol dan eksperimen. Metode eksperimen kuasi (Quasi Eksperiment). untuk memperoleh gambaran peningkatan hasil belajar peserta didik.Kelompok eksperimen dan kelompok  kontrol tidak dipilih secara acak. Hasil penelitian ini adalah bahwa evaluasi pembelajaran berbasis HOTS menggunakan kahoot cukup efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik berdasarkan pada nilai N-gain kelas eksperimen dan kontrol. Kelas kontrol dengan nilai rata-rata 0,26 dengan kategori rendah, kemudian ditafsirkan dengan nilai 26,77% dengan keterangan kurang efektif. Pada kelas eksperimen dengan nilai rata-rata 64 dengan kriteria sedang dan ditafsirkan dengan memperoleh nilai rata-rata 64% dengan kategori cukup efektif. Evaluasi pembelajaran berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) dengan menggunakan kahoot cukup efektif

    THE URGENCY OF EVALUATION OF EDUCATION AND LEARNING A THEORETICAL REVIEW

    Full text link
    Evaluation of education and learning is a crucial element in the educational process that aims to ensure the achievement of predetermined educational goals. Evaluation not only serves to measure learners\u27 learning outcomes but also to identify strengths and weaknesses in the learning process and provide constructive feedback for continuous improvement. In this theoretical review, the author will review various perspectives and theories related to the importance of evaluation in education and learning. The review covers the definition, purpose, and types of evaluation, as well as methods and techniques that can be used to conduct effective evaluation. It also highlights the challenges and solutions in the implementation of educational evaluation across different levels and contexts of education. Through a comprehensive understanding of the urgency of evaluation, it is hoped that educators and policymakers can design and implement more effective evaluation strategies to improve the overall quality of education.Evaluasi pendidikan dan pembelajaran merupakan unsur krusial dalam proses pendidikan yang bertujuan untuk menjamin tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditentukan. Evaluasi tidak hanya berfungsi untuk mengukur hasil belajar peserta didik tetapi juga untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam proses pembelajaran serta memberikan umpan balik yang konstruktif untuk perbaikan berkelanjutan. Tinjauan ini mencakup definisi, tujuan, jenis-jenis evaluasi, serta metode dan teknik yang dapat digunakan untuk melaksanakan evaluasi yang efektif. Selain itu, tinjauan ini juga menyoroti tantangan dan solusi dalam implementasi evaluasi pendidikan di berbagai tingkat dan konteks pendidikan. Melalui pemahaman yang komprehensif mengenai urgensi evaluasi, diharapkan para pendidik dan pembuat kebijakan dapat merancang dan menerapkan strategi evaluasi yang lebih efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan

    HUMAN RESOURCE DEVELOPMENT ROADMAP IN ISLAMIC EDUCATIONAL INSTITUTIONS: A COMPREHENSIVE REVIEW OF THE HUMAN CAPITAL MODEL BASED ON PROPHETIC VALUES

    Full text link
    The development of human resources (HR) in Islamic educational institutions is an important issue in the midst of the challenges of globalization and rapid social change. This research aims to identify and formulate a strategic roadmap in human resource development that integrates prophetic values into contextual human capital models. The research method used is literature study and qualitative analysis of various relevant sources, including the latest scientific journals and articles. The results of the study show that the integration of prophetic values, such as honesty and trustworthiness, in the Islamic education curriculum can improve the character and spirituality of students. In addition, the proposed roadmap provides a comprehensive framework for human resource development that focuses not only on academic aspects, but also on character building. The impact of this research is expected to provide guidance for Islamic educational institutions in creating a generation that is intellectually superior and has noble character, so that they are able to contribute positively to society.Pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) di institusi pendidikan Islam menjadi isu yang sangat penting di tengah tantangan globalisasi dan perubahan sosial yang cepat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merumuskan sebuah rencana strategis dalam pengembangan SDM yang mengintegrasikan nilai-nilai kenabian ke dalam model modal manusia yang relevan. Dengan menggunakan metode studi literatur dan analisis kualitatif dari berbagai sumber, termasuk jurnal dan artikel ilmiah terbaru, penelitian ini menemukan bahwa penggabungan nilai-nilai seperti kejujuran dan amanah ke dalam kurikulum pendidikan Islam dapat secara signifikan memperkuat karakter dan spiritualitas siswa. Rencana yang diusulkan juga menyajikan kerangka kerja komprehensif untuk pengembangan SDM yang tidak hanya berfokus pada aspek akademis, tetapi juga pada pembentukan karakter. Diharapkan, penelitian ini dapat berfungsi sebagai panduan bagi lembaga pendidikan Islam dalam upaya menciptakan generasi yang unggul secara intelektual dan berakhlak mulia, sehingga mereka mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat

    KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM PENANAMAN NILAI-NILAI RELIGIUS SISWA DI MTSN 4 KARANGANYAR

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan kepala madrasah dalam penanaman nilai-nilai religius siswa di MTsN 4 Karanganyar. Penelitian menggunakan pendekatan fenomenologis dengan metode penelitian lapangan, melibatkan kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian divalidasi menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala madrasah tercermin melalui program pembiasaan ibadah, pembinaan karakter melalui keputrian, pidato, dan tahfidz, penanaman akhlak dan disiplin, inovasi moderasi beragama, serta sistem evaluasi dan partisipasi guru. Keberhasilan kepemimpinan ini didukung oleh budaya madrasah yang religius dan moderat, keterlibatan aktif kepala madrasah, kolaborasi internal dengan guru, dukungan orang tua, serta responsif terhadap tantangan teknologi dan sosial. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan kepala madrasah yang partisipatif, spiritual, dan adaptif berperan signifikan dalam internalisasi nilai-nilai religius serta pembentukan karakter Islami siswa

    PEMAHAMAN EPISTIMOLOGI GURU TERHADAP INTERGRASI SAINS DAN AGAMA DI MTSN 1 SERANG

    Full text link
    This study aims to explore the epistemological understanding of science and PAI teachers at MTsN 1 Serang in integrating science and religion. Using a qualitative approach of phenomenological design, data were collected through in-depth interviews, observations, and questionnaires. The results revealed that PAI teachers tend to use a deductive approach, with revelation as the main foundation in building learning, while science teachers adopt an inductive approach to connect scientific facts with religious values. Both approaches have advantages, but the integration of science and religion in madrasah still faces various challenges, especially related to curriculum support, limited facilities, and low training for teachers in the application of integrative methods. This research provides theoretical contributions in enriching the literature related to the integration of science and religion, as well as practical contributions in the form of recommendations for the development of integration-based education policies. The findings emphasise the importance of curriculum development that supports the integrative approach as well as the provision of adequate facilities and training. With these implications, the research is expected to contribute to the creation of a young generation that not only has broad scientific insights, but also a solid religious character, so as to be able to answer increasingly complex global challenges.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman epistemologi guru mata pelajaran IPA dan PAI di MTsN 1 Serang dalam mengintegrasikan sains dan agama. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif desain fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan penyebaran angket. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa guru PAI cenderung menggunakan pendekatan deduktif, dengan wahyu sebagai landasan utama dalam membangun pembelajaran, sementara guru IPA mengadopsi pendekatan induktif untuk menghubungkan fakta-fakta ilmiah dengan nilai-nilai agama. Kedua pendekatan tersebut memiliki keunggulan, namun integrasi sains dan agama di madrasah masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait dukungan kurikulum, keterbatasan fasilitas, dan rendahnya pelatihan bagi guru dalam penerapan metode integratif. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam memperkaya literatur terkait integrasi sains dan agama, serta kontribusi praktis berupa rekomendasi bagi pengembangan kebijakan pendidikan berbasis integrasi. Temuan ini menekankan pentingnya pengembangan kurikulum yang mendukung pendekatan integratif serta penyediaan fasilitas dan pelatihan yang memadai. Dengan implikasi ini, penelitian diharapkan dapat berkontribusi pada terciptanya generasi muda yang tidak hanya memiliki wawasan ilmiah yang luas, tetapi juga karakter religius yang kokoh, sehingga mampu menjawab tantangan global yang semakin kompleks

    Penerapan Prinsip Manajemen Kurikulum Islam: Kajian Sosial Budaya Berdasarkan Hadits Nabi

    No full text
    Manajemen kurikulum Islam memegang peranan penting dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan beramal dengan ilmu yang bermanfaat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana prinsip-prinsip manajemen kurikulum Islam yang berlandaskan Hadits Nabi diterapkan dari perspektif sosial budaya. Penelitian ini menganalisis pentingnya nilai-nilai Islam dalam konteks manajemen kurikulum di lembaga pendidikan, khususnya dalam membangun keselarasan antara ajaran Islam dengan dinamika sosial. Pendekatan sosial budaya digunakan untuk memahami bagaimana interaksi antara nilai-nilai Islam dengan konteks sosial mempengaruhi implementasi kurikulum yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertumpu pada pendekatan kualitatif dengan menganalisis literatur Hadits dan jurnal-jurnal yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip seperti keadilan, keseimbangan, koherensi dan integrasi nilai-nilai spiritual dalam pembelajaran memberikan kontribusi yang signifikan untuk membangun sistem pendidikan yang komprehensif. Di samping itu, pendekatan sosial budaya menekankan pentingnya penyesuaian kurikulum Islam dengan kondisi, tradisi, dan tantangan masyarakat setempat, sehingga tercipta sinergi antara pendidikan berbasis Islam dengan perubahan sosial yang dinamis dan memberikan kontribusi positif untuk membangun masyarakat yang harmonis dan adil.Manajemen kurikulum Islam memegang peranan penting dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan berakhlak mulia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana prinsip-prinsip manajemen kurikulum Islam yang berlandaskan hadis Nabi diterapkan dari perspektif sosial budaya. Penelitian ini betapa pentingnya nilai-nilai Islam dalam konteks manajemen kurikulum di lembaga pendidikan, khususnya dalam membangun keselarasan antara ajaran Islam dengan dinamika sosial. Pendekatan sosial budaya digunakan untuk memahami bagaimana interaksi antara nilai-nilai Islam dengan konteks sosial yang mempengaruhi implementasi kurikulum yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertumpu pada pendekatan kualitatif dengan menganalisis literatur hadis dan jurnal-jurnal yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip seperti keadilan, keseimbangan, koherensi dan integrasi nilai-nilai spiritual dalam pembelajaran memberikan kontribusi yang signifikan untuk membangun sistem pendidikan yang komprehensif. Selain itu, pendekatan sosial budaya menyoroti pentingnya mengadaptasi kurikulum Islam dengan kondisi lokal, tradisi dan tantangan masyarakat, sehingga tercipta sinergi antara pendidikan berbasis Islam dengan perubahan sosial yang dinamis dan memberikan kontribusi positif untuk membangun masyarakat yang harmonis dan adil

    KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DALAM MENGEMBANGKAN LINGKUNGAN BELAJAR YANG POSITIF DI SD NEGERI 7 TALANG UBI

    Full text link
    This research is motivated by the essential role of the school principal as a transformational leader in creating a conducive, collaborative, and character-oriented learning environment. The purpose of this study is to analyze how the principal’s transformational leadership contributes to developing a positive learning environment at SD Negeri 7 Talang Ubi, Penukal Abab Lematang Ilir Regency. This research employs a qualitative approach with a case study method. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving the principal, teachers, and school staff. The findings reveal that transformational leadership is implemented through four key dimensions: idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, and individualized consideration. The principal successfully fosters a culture of mutual respect, encourages teacher innovation, and nurtures a collective spirit in learning. The impact of this leadership is evident in increased discipline, motivation, and a more positive school climate. These findings are expected to contribute theoretically to educational leadership development and serve as a practical reference for principals to create a harmonious and productive learning environment. Keywords: Transformational leadership; Learning environment; Teacher motivation.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran kepala sekolah sebagai pemimpin transformasional dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, kolaboratif, dan berorientasi pada pengembangan karakter siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana kepemimpinan transformasional kepala sekolah berkontribusi terhadap pengembangan lingkungan belajar yang positif di SD Negeri 7 Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, serta tenaga kependidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional diterapkan melalui empat dimensi utama, yaitu pengaruh ideal, motivasi inspiratif, stimulasi intelektual, dan perhatian individual. Kepala sekolah mampu membangun budaya kerja yang saling menghargai, mendorong inovasi guru, serta menumbuhkan semangat kolektif dalam pembelajaran. Dampak dari kepemimpinan ini terlihat dari meningkatnya disiplin, motivasi, serta iklim belajar yang positif di sekolah. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan kepemimpinan pendidikan serta menjadi acuan praktis bagi kepala sekolah dalam mewujudkan lingkungan belajar yang harmonis dan produktif. Kata kunci : kepemimpinan transformasional; lingkungan belajar; motivasi guru

    PERAN PERGURUAN TINGGI ISLAM DI INDONESIA DALAM DISEMINASI NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA UNTUK MASYARAKAT GLOBAL

    Full text link
    This study examines the role of Islamic universities in Indonesia in addressing global issues. This study describes the implementation of the Religious Moderation program at three Islamic universities, namely UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, and Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). The three universities have special programs related to Religious Moderation in responding to global socio-religious issues. This study employs a qualitative approach, namely literature review, sources from university and government websites. The results of this study indicate that: First, Islamic universities play an important role in disseminating the values of Religious Moderation because they are supported by constitutional, contextual, and institutional factors. Second, the strategies implemented by Islamic universities include integrating the values of Religious Moderation into the learning process, research, community service, institutionalization of Religious Moderation, international scholarship programs, and international cooperation. Third, the challenges faced by Islamic universities, namely ideological, political, social, and economic contestation, locally, nationally, and globally. The results of this study can serve as a reference for government agencies and educational institutions in formulating policies and work programs related to the implementation of Religious Moderation in responding to global socio-religious challenges.Penelitian ini menjelaskan bagaimana peran perguruan tinggi Islam di Indonesia dalam merespon isu-isu global. Penelitian ini memotret implementasi program Moderasi Beragama di tiga perguruan tinggi Islam di Indonesia, yakni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Ketiga kampus tersebut mempunyai program khusus terkait dengan Moderasi Beragama dalam merespon isu-isu sosial keagamaan secara global. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif melalui kajian pustaka, sumber-sumber dari website kampus dan pemerintah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, perguruan tinggi Islam di Indonesia berperan penting dalam mendiseminasikan nilai-nilai Moderasi Beragama karena didukung oleh faktor konstitusi, konteks, dan institusi. Kedua, strategi yang dilakukan di perguruan tinggi Islam di Indonesia terkait dengan diseminasi nilai-nilai Moderasi Beragama yakni: pengintegrasian nilai-nilai Moderasi Beragama dalam proses pembelajaran, penelitian, pengabdian pada masyarakat, pelembagaan Moderasi Beragama, program beasiswa internasional, dan kerja sama internasional. Ketiga, tantangan perguruan tinggi Islam di Indonesia dalam mendiseminasikan nilai-nilai Moderasi Beragama yakni, kontestasi ideologi, politik, sosial, dan ekonomi, secara lokal, nasional, dan global. Hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi di lembaga pemerintahan dan lembaga pendidikan dalam pembuatan kebijakan dan program kerja terkait dengan implementasi nilai-nilai Moderasi Beragama dalam menjawab tantangan sosial keagamaan secara global

    204

    full texts

    226

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇