Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Not a member yet
226 research outputs found
Sort by
Kepuasan Pelanggan Mahasiswa Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan mahasiswa terhadap layanan administrasi akademik di Program Studi Manajemen Pendidikan (Prodi MP) S1, dan aspek-aspek apa yang memiliki tanggapan paling baik dan aspek-aspek yang perlu ditingkatkan dari para pengelola.Metode penelitian ini adalah studi kasus dengan jenis penelitian kualitatif di Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (FIP UNG). Sumber data yang digunakan adalah mahasiswa MP S1, Tata Usaha, dan sumber dokumen berupa Pedoman Akademik FIP UNG Tahun 2016. Data diperoleh dari hasil wawancara dengan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode. Analisis data dilakukan dengan pemaknaan melalui tahapan: data collection, data reduction, data display, dan data verifikasi. Temuan penelitian pada aspek layananan administrasi akademik di Prodi MP S1 pada umumnya mahasiswa menyatakan cukup baik. Pada aspek pembelajaran oleh Dosen di kelas umumnya terkategori baik. Harapan terhadap layanan administratif dan akademik mengisyaratkan bahwa masih banyak aspek yang perlu diperbaiki dan perlu mendapatkan pengawasan yang jelas serta pemeliharaan yang terkontrol secara kontinu. Aspek yang memiliki tanggapan paling baik adalah aspek kepribadian, komunikasi, penguasaan terhadap materi perkuliahan, rencana perkuliahan dan strategi pembelajaran. Sedangkan Aspek yang masih perlu ditingkatkan adalah masalah wifi (hotspot) dan ketersediaan sarana pembelajaran di kelas maupun di Perpustakaan
Membangun Karakter Anak Lewat Permainan Tradisional Daerah Gorontalo
Karakter diartikan sebagai tabiat; watak; sifat-sifat kejiwaan; akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. Sebagai model pikiran, perasaan, sikap dan tindakan yang melekat kuat pada diri seseorang. Maka, karakter seseorang harus dibentuk sejak usia kanak-kanak agar tebiasa berperilaku positif. Karena kegagalan dalam membentuk karakter sejak kanak-kanak akan menimbulkan masalah perilaku di masa dewasa. Oleh sebab itu pembentukan karakter anak haruslah dilakukan sejak dini. Diantara sarana terbaik untuk mengokohkan karakter anak-anak adalah melalui permainan yang melibatkan fisik maupun pemikiran anak. Permainan tradisional dapat mendukung keterlibatan fisik dan pemikiran anak. Permainan tradisional anak-anak merupakan salah satu genre atau bentuk folklore yang berupa permainan anak-anak. Gorontalo memiliki beragam permainan tradisional seperti cur pal, bilu-bilulu dan sebagainya
Cara Mendiagnosa Penyakit Ujub dan Takabur
Setiap zaman memiliki penyakit dan masalah tersendiri, bahkan sepanjang zaman juga memiliki penyakit dan masalah tersendiri. seorang hamba Allah yang berhasil adalah yang bisa mengobati penyakit-penyakit yang bersarang didalam tubuhnya, seperti ujub dan takabur. baik penyakit-penyakit yang bersifat kontemporer ataupun penyakit-penyakit sepanjang zaman. Itulah tanda kesuksesan dalam penyucian jiwa. Menurut Al-Junjani ujub adalah anggapan seseorang terhadap ketinggian dirinya, padahal ia tidak berhak untuk anggapan itu. Ujub merupakan cela dan perasaan yang sangat buruk. Diantara perangai atau karakter yang dapat kita ketahui dari seseorang yang telah terserang virus ujub adalah karakter mereka yang selalu memandang diri dan usahanya dalam setiap ibadah yang dilaksanakan, sehingga matanya penuh dengan hiasan amalnya dan hatinya merasakan keunggulan dirinya. Aa’Gim (KH. Abdullah Gymnastiar) mengajak untuk bisa melakukan 5 S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) dengan dipadu 3 M (melalui diri sendiri, mulai dari hal yang kecil, dan mulai dari sekarang). Jika sifat-sifat baik diwujudkan dalam kebiasaan sikap dan kehidupan sehari-hari, niscaya yang muncul adalah tampilan kepribadian yang baik dan simpatik, yang akan menyenangkan siapa pun. Takabur adalah berbangga diri dan cenderung memandang diri berada diatas orang lain. Menurut al-Muhasibi takabur merupakan penyakit jiwa yang paling besar, dan dirinya akan menimbulkan berbagai petaka. Oleh karena itu, sifat takabur cepat mendatangkan kemarahan dan siksa dari Allah SWT. Semua penyakit hati berdampak pada langkah dan tindak perbuatan manusia. Semua itu penyebabnya adalah tidak adanya hati yang sehat dan bersih
Proyeksi Kebutuhan Dosen Prodi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sultan Amai Gorontalo (Tahun Akademik 2016/2017- 2020/2021)
Perencanaan sumber daya manusia merupakan awal dari pelaksanaan fungsi manajemen sumber daya manusia. Walaupun merupakan langkah awal yang harus dilaksanakan, perencanaan ini seringkali tidak diperhatikan seksama. Perencanaan dilakukan agar supaya fungsi sumber daya manusia dapat terlaksana secara efektif dan efisien. Oleh karena itu, untuk mengetahui permasalahan tersebut perlu melakukan peramalan kebutuhan (Proyeksi) dosen di Prodi Manajemen Pendidikan Islam untuk masa yang akan dating terutama tahun akademik 2016/2017 sampai dengan 2020/2021. Hasil penelitian diperoleh gambaran bahwa proyeksi mahasiswa Prodi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sultan Amai Gorontalo pada tahun 2016 s/d tahun 2020 yaitu terjadi kenaikan jumlah mahasiswa dengan jumlah persentase yang fluaktif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam pada tahun 2016 s/d 2020 membutuhkan dosen untuk melaksanakan pendidikan dan pengajaran sebanyak 76 orang dosen dengan kualifikasi lulusan S2 atau S3 dalam bidang ilmu keahlian sesuai dengan mata kuliah yang diajarkan di Program Studi Manajemen Pendidikan Islam
Model Pengembangan Kurikulum Hilda Taba dan Identifikasinya Dalam Kurikulum Pendidikan Islam
Identifikasi model Taba dalam metode pengembangan kurikulum pendidikan Islam sudah nampak dari adanya tujuan umum, klasifikasi tujuan-tujuan, dan tujuan khusus. Artinya, kurikulum pendidikan Islam telah memuat aspek-aspek tersebut sesuai dengan langkah-langkah pengembangan kurikulum Hilda Taba. Sementara itu, dalam merinci tujuan-tujuan berupa pengetahuan (fakta ide, konsep), berpikir, nilai-nilai, sikap, emosi dan perasaan, keterampilan belum begitu jelas dalam tujuan kurikulum pendidikan Islam. Dengan demikian, rinciannya dapat diperjelas sebagai berikut; dalam aspek pengetahuan, tujuan pendidikan Islam adalah memperoleh dan mengembangkan pengetahuan yang dapat mendekatkan diri (peserta didik) kepada Allah swt. Kedua, aspek berpikir. peserta didik perlu berpikir lebih kritis, baik dalam proses pembelajaran secara tekstual dan kontekstual. Ketiga, aspek nilai-nilai, sikap, emosi dan perasaan di dalam rincian tujuan pendidikan menurut Taba juga perlu dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum pendidikan Islam. Keempat, aspek ketrampilan. Ketrampilan peserta didik juga perlu untuk diasah sebagai bekal untuk menjalani kehidupannya
Penerapan Sistem Informasi Akademik (Siakad) Dalam Meningkatkan Layanan Akademik di Prodi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sultan Amai Gorontalo
Teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini sangat berkembang pesat disegala bidang. Konseptualisasi teknologi berimplikasi bahwa setiap kegiatan administrasi dan manajemen merupakan teknologi dan pasti memerlukan teknologi. Posisi teknologi tersebut semakin lebih penting ketika inovasi tersebut berhasil menggabungkan teknologi dan informasi. Sudah banyak pengguna yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari, yang mengalami eskalasi transformasi yang begitu dahsyat yang tidak mungkin terbayangkan sebelumnya, teknologi informasi telah merasuk begitu dalam hingga ke ranah-ranah terkecil dari kehidupan manusia, termasuk dalam penerapan sistem informasi akademik (SIAKAD) dalam meningkatkan kualitas layanan akademik di Prodi Manajemen Pendidikan Islam. Penerapan SIAKAD di Prodi MPI memiliki karakteristik yang unik karena menyediakan data yang dibutuhkan oleh pengguna yaitu dosen dan mahasiswa. SIAKAD yang komprehensif seharusnya dapat berhasil dalam penerapannya dan diterima oleh penggunanya. Salah satu faktor penentu keberhasilan dalam penerapan sebuah sistem yaitu ketika sistem dapat diterima oleh pengguna. SIAKAD yang dapat diterima oleh pengguna (mahasiswa dan dosen) dapat meningkatkan kualitas layanan akademik yang pada akhirnya berimplikasi pada peningkatan kualitas Prodi Manajemen Pendidikan Islam
Kecerdasan Emosional Pendidik
Kecerdasan emosional pendidik memerlukan latihan dan pelatihan, yakni melatih dan dilatih bagaimana membuka hati, dilatih untuk menahan emosi, dan cara mengambil tanggungjawab, dengan strategi pelatihan dengan memfokuskan pada: bagaimana mengetahui apa yang diinginkan dan dirasakan yakni bagaimana merasakan emosi-emosi dengan benar, serta bagaimana mengelola emosi dengan kreatif; kapan menahan dan kapan mengekspresikan perasaan, serta bagaimana mengaplikasikan pengetahuan tentang emosi ketika bekerja, ketika di rumah, di sekolah, di dalam kelompok-kelompok sosial, untuk meningkatkan hubungan dengan orang lain, dan membangun hubungan yang tulus dengan mereka terutama kepada peserta didik
Prospek Kelanjutan Pendidikan Formal Anak Jalanan di Kota Gorontalo
Tulisan ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan penulis terhadap gambaran masa depan kelanjutan pendidikan formal anak jalanan di Kota Gorontalo Tahun 2015. Eksistensi penelitian ini, menggali secara dalam kondisi pendidikan formal bagi anak bangsa yang pada dasarnya merupakan bekal sebagai pelanjut kelangsungan perputaran generasi. Urgensi pendidikan terhadap anak bangsa saat ini sangat terasa pengaruhnya baik dalam keluarga maupun masyarakat luas pada umumnya. Oleh karena itu pendidikan harus hadir pada setiap individu, karena tidak ada satupun alat yang dipergunakan manusia untuk dapat mengangkat kualitas sumber daya manusia kecuali dengan pendidikan, keutamaan dari tujuan utama pendidikan Islam ialah pembentukan akhlak dan budi pekerti (karakter) yang sanggup menghasilkan orang orang yang bermoral, laki-laki maupun wanita, memiliki jiwa yang bersih, kamauan keras, cita-cita yang benar dan akhlak yang tinggi, mengetahui arti kewajian dan pelaksanaannya, menghormati hak-hak manusia, mengetahui perbedaan buruk dengan baik, memilih satu fadhilah karena cinta pada fadhilah, menghindari suatu perbuatan yang tercela, dan mengingat Tuhan dalam setiap pekerjaan yang mereka lakukan. Semua hal ini dapat terjadi jika pendidikan sudah tertanam dalam sanubari setiap generasi sebagai pelanjut kelangsungan bangsa yang kita cintai bersama saat ini.Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak jalanan yang tersebar di Kota Gorontalo terbagi tiga kategori yakni, kategori anak jalanan, anak jalanan lintas Provinsi dan anak jalanan lintas Kabupaten. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa anak jalanan di Kota Gorontalo (asli penduduk kota Gorontalo) masih tergolong kategori anak jalanan, karena hanya kondisi dan situasi tertentu melakukan meminta minta. Selanjutnya anak jalanan lintas Provinsi dan Kabupaten merupakan mata pencahariannya sehari-hari yang kondisi anak jalanan ini yang sibuk menghiasi Kota Gorontalo yang dengan sendirinya jika tidak dicermati dan dikonfirmasi maka anak jalanan ini terlihat seperti penduduk asli Kota Gorontalo
Eksistensi Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Pendidikan Multikultural
Inti dari sebuah multikultural atau keberagaman budaya adalah suatu kemauan atau kehendak untuk menerima kelompok lain sebagaimana menyamakan dan mempersatukan kelompok yang lain. Multikultural pada kebudayaan, kesukuan, jenis kelamin, bahasa dan daerah yang berhubungan dengan agama menjadi sebuah pokok pikiran yang kontekstual yang menghubungkan pada masyarakat zaman sekarang. Prinsip yang paling mendasar dari kesetaraan, keadilan sosial, keterbukaan dan pengakuan terhadap perbedaan adalah sebuah prinsipnilai yang dibutuhkan manusia di tengah himpitan budaya dunia/ budaya global. Demikian pula, pendidikan yang sudah menjadi sarana yang tepat untuk mendirikan atau membangun kesadaran multikultural tersebut. itu adalah kebutuhan yang sangat mendesak untuk membentuk sebuah kurikulum dari pendidikan multikultural yang berisi beberapa bahan-bahan yang dengan itu mampu untuk memberikan beraneka ragam pandangan dari beberapa fenomena budaya
Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah, Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru MTs.N Batudaa Kabupaten
Penelitian ini bertujuan untuk; 1) menganalisis pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru 2) menganalisis pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru 3) menganalisis pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru 4) menganalisis pengaruh bersama-sama kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru di MTsN Batudaa Kabupaten Gorontalo.Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survey dengan pendekatan kuantitatif melalui analisis korelasi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sensus yaitu berjumlah 54 orang guru sebagai responden. Instrumen penelitian dalam pengumpulan data menggunakan kuesioner (Angket). Teknik analisis data yaitu menggunakan analisis deskriptif dan uji persyaratan.Hasil penelitian menunjukan bahwa; 1) terdapat pengaruh positif dan signifikan kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru 2) terdapat pengaruh positif dan signifikan motivasi kerja terhadap kinerja guru 3) terdapat pengaruh positif dan signifikan disiplin kerja terhadap kinerja guru 4) terdapat pengaruh positif dan signifikan kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru di MTsN Batudaa Kabupaten Gorontalo