Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Not a member yet
226 research outputs found
Sort by
Efektivitas PKBM Dalam Pemberdayaan Masyarakat Pada Program Pengentasan Buta Aksara Oleh PKBM di Desa Gandasari Kecamatan Tolangohula Kabupaten Gorontalo Propinsi Gorontalo
PKBM adalah wadah kegiatan masyarakat yang diarahkan untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang tepat dan sesuai dengan tuntutan kesempatan yang terbuka berdasarkan kebutuhan pasar, serta tersedianya sumber dan faktor pendukung lainnya yang terdapat di dalam masyarakat. PKBM sebagai salah satu lembaga pendidikan non formal yang berlangsung dikelola oleh masyarakat dapat menggali, menumbuhkan, mengembangkan dan memanfaatkan seluruh potensi yang ada di masyarakat, untuk sebesar-besarnya dalam pemberdayaan masyarakat sendiri. Pengentasan Buta Aksara oleh PKBM desa Gandasari sudah maksimal dilihat dari beberapa kegiatan yang dilakukan PKBM pada desa tersebut
Implementasi Kebijakan Pembinaan dan Pengembangan Profesionalisme Guru Sekolah Dasar di Kota Gorontalo
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan pembinaan guru SDN di Kota Gorontalo, dan menganalisis Kompotensi Pedagogis Guru SDN di Kota Gorontalo, pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif, hal ini bertujuan untuk menggali informasi secara langsung melalui interaksi dengan narasumber, dan diharapkan dapat lebih mendalami realitas dari fenomena yang ada. Hasil penelitian menemukan bahwa kebijakan pembinaan guru oleh Pemerintah di kota Gorontalo dilakukan secara berjenjang mulai dari Kementrian Pendidikan Nasional, Dinas Pendidikan dan Olah Raga Provinsi, Dinas Pendidikan Kota Gorontalo, Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan, kepala Sekolah dan Lembaga Profesi Guru. Sementara pembinaan kompotensi pedagogik guru dilakukan dalam aspek (1) Kemampuan dalam Memahami peserta didik, (2) Kemampuan Merancang Pembelajaran, (3) Kemampuan melaksanakan Proses Pembelajaran, 4) Kemampuan menilai Proses dan Hasil, dan (5), Kemampuan mengembangkan potensi peserta didik. Kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa kebijakan pembinaan guru SD secara berjenjang dikota Gorontalo telah meningkatkan kompotensi guru, hal ini dapat dilihat dari meningkatnya hasil ujian Nasional selama 3 tahun terakhir untuk tingkat SD di Kota Gorontalo
Pengaruh Metode Bercerita dengan Menggunakan Kartu Gambar Terhadap Kemampuan Menyimak Anak TK Islam Al-Afiah
Pengaruh metode bercerita dengan menggunakan kartu bergambar terhadap kemampuan menyimak anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode bercerita dengan menggunakan media gambar terhadap kemampuan menyimak pada TK ISLAM AL AFIAH. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan eksperimen pre-eksperimental dengan jenis desain One Group pre test and post test Group Design. Subjek dalam penelitian adalah anak didik TK A di TK Islam AL Afiah, sebanyak 11. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling dengan cara porpovive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motode bercerita dengan menggunakan kartu gambar dinilai efektif dalam meningkatkan kemampuan menyimak anak pada TK Islam Al-Afiah. dengan skor rata-rata kemampuan anak pada sebelum diberi perlakuan 14,545 dan setelah diberi perlakuan 20,000 dan terjadi peningkatan dari hasil sebelum ke hasil sesudah perlakuan
Pengaruh Kepemimpinan dan Motivasi Kerja Terhadap Disiplin Kerja Guru SMP Negeri 2 Pasarkemis Kabupaten Tangerang
Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis pengaruh kepemimpinan secara parsial terhadap disiplin kerja guru di SMPN 2 Pasarkemis 2) menganalisis pengaruh secara parsial, motivasi kerja terhadap disiplin kerja guru, 3) mengetahui pengaruh secara simultan antara kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap disiplin kerja guru, serta 4) menentukan variabel manakah yang berpengaruh secara dominan terhadap disiplin kerja guru di SMP Negeri 2 Pasarkemis Tangerang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode survey. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh Guru SMP Negeri 2 Pasarkemis baik yang bersetatus PNS maupun Non PNS sebanyak 42 Guru. Teknik analisis data menggunakan SPSS 17, dengan teknik analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kepemimpinan berpengaruh terhadap disiplin dan kinerja guru dengan koefisin regresi dan korelasi sebesarbesar 0,721, 2) Motivasi kerja berpengaruh terhadap disiplin dan kinerja guru dengan koefisin regresi dan korelasi sebesar 0,520, 3) kepemimpinan dan disiplin kerja secara simultan berpengaruh terhadap disiplin kerja guru di SMP Negeri 2 Pasarkemis Tangerang; serta 4) Variabel kepemimpinan mempunyai pengaruh paling dominan terhadap tingkat kedisiplinan guru di SMP Negeri 2 Pasarkemis Tangerang. Hal ini dapat dijelaskan bahwa disiplin kerja pegawai akan selalu meningkat pada saat pimpinan lebih tegas dalam melaksanakan kepemimpinannya guna meningkatkan etos kerja yang lebih baik
Efektivitas Kinerja Guru
Efektivitas adalah sesuatu yang menunjukkan taraf tercapainya suatu tujuan. Kinerja guru merupakan tindakan menampilkan atau melaksanakan suatu kegiatan dalam hal ini tugas utama guru adalah mengajar. Guru yang efektif harus memiliki pengetahuan yang luas, memiliki sikap yang mendukung proses belajar mengajar dan hubungan antar manusia yang tidak direkayasa, menguasai pengetahuan dalam mata pelajaran yang akan diajarkan, memiliki kemapuan keterampilan teknis tentang pembelajaran yang mempermudah siswa untuk belajar. Serta harus menjadi pemimpin, inovator, motivator dan sebagainya
“Pengaruh Jejaring Sosial Terhadap Pendidikan Karakter Peserta Didik†(Studi Kasus di SMKN 1 Bone Raya Kab. Bone Bolango Provinsi Gorontalo)
Jejaring Sosial adalah struktur sosial yang berasal dari individu-individu dan organisasi yang diikat oleh kesamaan penggunanya/anggotanya. jejaring sosial dibuat untuk memenuhi syarat manusia karena manusia diciptakan untuk bersosial (makhluk sosial), karena perkembangan zaman semakin maju, yang tujuan utamanya memfasilitasi user atau pengguna media Jejaring sosial tersebut agar dapat terhubung dengan seseorang dalam satu Negara atau bahkan antar Negara dan benua,dengan praktis dan tidak membuang banyak waktu atau memberikan kemudahan bagi penggunanya untuk tetap bersosialisasi. Namun pada era modern seperti sekarang, Jejaring sosial tidak berfungsi sebagaimana mestinya, ternyata jejaring sosial memberikan pengaruh-pengaruh terhadap pendidikan karakter siswa yang menggunakannya, entah itu pengaruh negatif seperti gemar pamer di jejaring sosial, dan juga pengaruh positifnya terhadap seseorang.
Berbicara tentang penguatan pendidikan karakter terutama pada peserta didik dalam konteks sekarang sangat relevan untuk mengatasi krisis moral yang sedang terjadi di sekolah-sekolah. Diakui atau tidak diakui saat ini terjadi krisis yang nyata dan menghawatirkan dalam lingkungan sekolah yang melibatkan pada peserta didik
Model Penerapan Ict Untuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran
Tulisan ini mencoba mendeskripsikan model pemanfaatan/penerapan ICT serta beberapa hambatannya. ICT telah secara sistematis diterapkan melalui desain, pengembangan, pemanfaatan, manajemen, dan evaluasi. Hambatan dalam melaksanakan ICT umumnya berasal dari kurangnya personil, infrastruktur, hardware, dan software
Pembaruan Pendidikan Islam di Indonesia Perspektif Azyumardi Azra
Pembaruan Pendidikan Islam di Indonesia Perspektif Azyumardi Azra. Ketertarikan Azyumardi Azra dalam menganalisa pendidikan Islam di Indonesia adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri, menjaga eksistesi dan memelihara identitas ditengah ekspansi modernisasi pendidikan yang dialami bangsa Indonesia. Kemampuan survive ini hanya dimiliki oleh pendidikan Islam di Indonesia dan tidak dimiliki oleh lembaga pendidikan Islam bahkan di negara Islam sekalipun. Wujud perhatian lebih Azra terhadap pendidikan Islam di Indonesia adalah dengan menganalisa serta memberikan kritik sekaligus solusi yang mungkin ditempuh untuk dapat memajukan dan mengembangkan pendidikan Islam di Indonesia. Diantara kritik yang disampaikan adalah tentang memperjelas orientasi pendidikan Islam, meningkatkan perhatian terhadap ilmu-ilmu eksakta, serta memperbaiki manajemen pengelolaan. Kritik ini Azra sampaikan melalui dua lembaga yang menjadi icon pendidikan Islam di Indonesia; Madrasah dan Pesantren
Teknik Konseling Assertive Training Untuk Meningkatkan Tanggung Jawab Pribadi Siswa
Faktor yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masih kurangnya tanggung jawab pribadi remaja awal sekolah menengah pertama. Masalah tersebut disebabkan masih kurangnya pemahaman tentang tanggung jawab pribadi, kurangnya sikap kontrol diri, kepedulian terhadap orang lain, keberanian, berperilaku jujur dan mempertahankan harga diri. Selain itu, belum adanya program khusus layanan bimbingan dan konseling yang dapat memfasilitasi siswa untuk dapat meningkatkan tanggung jawab pribadi. Penelitian bertujuan menguji keefektifan program layanan bimbingan dan konseling menggunakan teknik konseling Assertive Training, untuk meningkatkan tanggung jawab pribadi siswa di SMP Negeri 1 Batujajar. Prosedur penelitian melalui tiga tahap kegiatan, yaitu mengumpulkan data awal, penyusunan program dan uji coba program menggunakan teknik konseling Assertive Training dengan sampel penelitian berjumlah 15 orang siswa kelas VIII yang memiliki tanggung skor terendah dari hasil penyebaran angket.Hasil penelitian menunjukkan program menggunakan teknik konseling Assertive Training terbukti efektif untuk meningkatkan tanggung jawab pribadi siswa di SMP Negeri 1 Batujajar. Dengan bersikap asertif siswa dapat lebih bertanggung jawab. Rekomendasinya adalah pertama, guru BK seyogianya memahami kebutuhan serta permasalahan terkini yang dialami siswa terkait dengan tanggung jawab pribadi. Kedua, hasil penelitian dapat dijadikan bahan diskusi dan rujukan studi terkait dengan tanggung jawab pribadi bagi jurusan psikologi pendidikan dan bimbingan. Terakhir, berkenaan dengan penerapan program bimbingan dan konseling menggunakan teknik konseling assertive training perlu disebarluaskan dengan cakupan sekolah yang beragam
Pengelolaan Pembelajaran Sebagai Salah Satu Teknologi Dalam Pembelajaran
Definisi teknologi dibagi atas dua yakni secara sempit, teknologi adalah mesin atau peralatan elektronik. Secara luas teknologi bukan hanya mesin atau peralatan elektronik tetapi termasuk proses, sistem, mekanisme pantauan, manajemen, ide/gagasan. Teknologi pembelajaran adalah kajian dan praktik untuk membantu proses belajar dan meningkatkan kinerja dengan membuat, menggunakan, dan mengelola proses dan sumber teknologi yang memadai. Istilah teknologi pendidikan sering dihubungkan dengan teori belajar dan pembelajaran. Bila teori belajar dan pembelajaran mencakup proses dan sistem dalam belajar dan pembelajaran, teknologi pembelajaran mencakup sistem lain yang digunakan dalam proses mengembangkan kemampuan manusia. Dari definisi di atas dapat dihubungkan bahwa pengelolaan pembelajaran termasuk pada salah satu bagian dalam teknologi pembelajaran. Pengelolaan pembelajaran adalah cara seorang pengajar mengatur kelasnya dan mengembangkan tingkah laku siswa yang diinginkan serta mengurangi atau meniadakan tingkah laku yang tidak diinginkan, mengembangkan hubungan interpersonal dan iklim sosio-emosional yang positif, serta mengembangkan dan mempertahankan organisasi kelas yang efektif