Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Not a member yet
226 research outputs found
Sort by
Hubungan Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Media Pembelajaran Dengan Kinerja Guru SMA di Kabupaten Serang
Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan secara empiris tentang: hubungan gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru SMA; Hubungan media pembelajaran dengan kinerja guru SMA; dan Hubungan gaya kepemimpinan kepala sekolah dan media pembelajaran dengan kinerja guru SMA di Kabupaten Serang. Penelitian ini menggunakan pendekatan ex post facto (non eksperimen) dengan rancangan korelasional. Jadi dalam penelitian ini tidak mengadakan perlakuan dengan variabel penelitian melainkan mengkaji fakta-fakta yang telah terjadi dan pernah dilakukan oleh subjek penelitian. Kesimpulan penelitian ini adalah: Terdapat hubungan gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru SMA;Terdapat hubungan media pembelajaran dengan kinerja guru SMA; serta terdapat hubungan gaya kepemimpinan kepala sekolah dan media pembelajaran dengan kinerja guru SMA di Kabupaten Serang. Dua faktor penting, yaitu media pembelajaran dan gaya kepemimpinan kepala sekolah menunjukkan hubungan yang positif dan signifikan dalam meningkatkan kinerja guru SMA di Kabupaten Serang. Selain itupun, dilihat dari koefisien determinasi terlihat bahwa, ternyata tingkat keragaman sebesar 31,5%, Kinerja guru disebabkan oleh keragaman dari faktor Media pembelajaran dan gaya kepemimpinan kepala sekolah. Hal ini jelas menunjukkan, bahwa faktor media pembelajaran maupun gaya kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor dominan dalam meningkatkan kinerja guru, dimana hanya 68,5% Kinerja dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya yang dalam penelitian ini tidak dianalisis lebih lanjut
Kepemimpinan Manajerial Pimpinan Lembaga Pendidikan (Kepala Sekolah) Dalam Pengembangan Kualitas Produktivitas Kinerja Guru
Kepemimpinan kepala sekolah yang berhasil dilihat dari sekolah yang ia pimpin memiliki perkembangan dan kemajuan. Terutama kinerja guru-gurunya yang semakin baik dan solid. Tentu semua tidak mungkin terlepas dari campur tangan kreatifitas dan kemampuan kepemimpinan manajerial kepala sekolah yang sangat memperhatikan baik mengenai usaha atau upaya yang diterapkannya sehingga hasil yang diperoleh “berhasilâ€. Kinerja seseorang dapat ditingkatkan bila ada kesesuaian antara pekerjaan dengan keahliannya, begitu pula halnya dengan penempatan guru pada bidang tugasnya. Menempatkan guru sesuai dengan keahliannya secara mutlak harus dilakukan. Bila guru diberikan tugas tidak sesuai dengan keahliannya akan berakibat menurunnya cara kerja dan hasil pekerjaan mereka, juga akan menimbulkan rasa tidak puas pada diri mereka.
Hubungan yang baik antara kepala sekolah dan guru merupakan salah satu harmonisasi pembelajaran di sekolah tersebut. Terlaksana atau tidaknya suatu program dan tujuan pembelajaran, sangat tergantung kepada kecakapan kepala sekolah sebagai pemimpin. Karena kepala sekolah merupakan orang yang bertugas mengatur organisasi dan bekerjasama dengan guru dalam mendidik siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Kepala Sekolah harus memahami kebutuhan sekolah yang ia pimpin, sehingga kompetensi guru tidak hanya memandang pada kompetensi yang ia miliki sebelumnya, melainkan bertambah dan berkembang dengan baik sehingga sikap yang menyimpang dari fungsi guru sebagai pengajar dapat diatasi melalui kemampuan manajerial kepala sekolah
Interaksi Antara Strategi Pembelajaran Resource-Based-Learning (RBL) dan Think-Pair-Share serta Minat Belajar SiswaTerhadap Aktivitas Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA di Kelas VII SMP Untuk Materi Upaya Mengatasi Kerusakan dan Pencemaran Lingkungan
The aims of this aticle is to know interaction between gift of different learning strategy (Resource-Based-Learning and Think-Pair-Share) and student learning interest and learning activity of student at effort matter overcomes damage and contamination of environment. This article explained about the result of study at class VII in SMP Negeri 10 Kota Gorontalo, with experiment method and applies data analysis ANAVA The result showing there are interaction between learning strategies and student learning interest with student learning activity, for student having high learning interest, usage of learning strategy RBL is higher than learning strategies TPS, for student having low learning interest, usage of learning strategy RBL and TPS doesn\u27t gived acquirement difference of the student learning activity
Konsep Pendidikan Anak Menurut Al-Qur’an Perspektif Muhammad Quraish Shihab
Dalam penelitian ini, penulis mencoba meneliti Konsep Pendidikan Anak Menurut Alquran Perspektif Muhammad Quraish Shihab. Latar belakang penulisan ini sebuah fenomena yang kontras terhadap keberhasilan mendidik anak dalam kehidupan masyarakat. Setiap anak adalah individu yang tidak dapat diibaratkan sebagai tanah liat yang bisa ”dibentuk” sesuka hati oleh orang tua. Namun harus disesuaikan dengan perkembangan jiwa dan potensi anak sebagai tanda kasih sayang dan tanggung jawab moral orang tua yang secara konsisten dilandasi oleh sikap dipercaya dan mempunyai suatu pola relasi hubungan antara kesadaran kewajiban dengan kepatuhan terhadap orang tua. Oleh karena itu sikap kesadaran orang tua dan pendidik dalam mendidik anak akan menghasilkan generasi bangsa yang berkarakter dan berakhlakul karimah sesuai tujuan pendidikan Islam. Rumusan masalah dalam penulisan ini adalah (1) Bagaimana paradigma pendidikan karakter dalam Islam? (2) bagaimana konsep pendidikan anak menurut Alquran perspektif M.Quraish Shihab? (3) Bagaimana Kisah Luqman dalam Alquran?. Penelitian ini bermanfaat bagi penulis untuk menambah wawasan pola pikir, sikap, dan pengalaman sebagai upaya peningkatan kualitas dalam pembelajaran, yakni dengan memahami konsep pendidikan anak menurut Alquran ditinjau dalam perspektif Muhammad Quraish. Serta mampu memberikan kritik terhadap apa yang sudah ada sebelumnya sehingga menambah wacana dalam kajian Pendidikan Anak di Indonesia. Dari hasil penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa perspektif Muhammad Quraish Shihab mengenai Konsep Pendidikan Anak Menurut Alquran mencakup beberapa hal, yaitu syukur kepada Allah, larangan syirik (menyekutukan Allah), berbakti kepada orang tua/birrul walidain, mempunyai akidah yang kuat dengan landasan iman dan takwa dimanapun keberadaan kita, perintah ibadah meliputi shalat, amar ma’ruf, dan sabar serta menanamkan budaya dan adat istiadat masyarakat yang tidak bertentangan dengan ajaran agama, akhlak terhadap diri sendiri dan orang lain, yakni dengan bersikap lemah lembut, sopan dalam berjalan dan berbicara
Manajemen Kelas Dalam Meningkatkan Efektifitas Proses Belajar Mengajar
Permasalahan yang dibahas dalam tulisan ini yakni Bagaimana implementasi manajemen kelas dalam meningkatkan efektifitas proses belajar mengajar. Apa saja faktor penghambat manajemen kelas dalam meningkatkan efektifitas proses belajar mengajar. Usaha-usaha apa yang ditempuh dalam manajemen kelas sehingga dapat meningkatkan efektifitas proses belajar mengajar. Implementasi Manajemen Kelas dalam meningkatkan efektifitas proses belajar mengajar yang meliputi: perencanaan pembelajaran, pengarahan, mengatur ruang kelas, komunikasi; dan kontrol. Hal ini diimplementasikan untuk meningkatkan efektifitas proses belajar mengajar sehingga dapat meraih prestasi yang murni.
Faktor penghambat manajemen kelas dalam meningkatkan efektifitas proses belajar mengajar adalah Faktor guru, faktor penghambat yang datang dari berupa hal-hal, seperti: tipe kepemimpinan guru yang otoriter, format belajar mengajar yang tidak bervariasi (monoton), kepribadian guru yang tidak baik, pengetahuan guru yang kurang, serta pemahaman guru tentang peserta didik yang kurang. Faktor peserta didik. Faktor keluarga. Faktor fasilitas. Usaha-usaha yang ditempuh dalam manajemen kelas sehingga dapat meningkatkan efektifitas proses belajar mengajar yaitu: a) mempersiapkan tugas administratif, b) penggunaan metode pembelajaran dan media pembelajaran yang bervariasi; dan c) menggunakan pendekatan pluralistik
Konsep Pendidikan Pembebasan Dalam Perspektif Islam (Studi Pemikiran Paulo Freire)
Perubahan paradigma pendidikan Islam dari otoriter ke paradigma demokratis, tertutup ke keterbukaan, doktriner ke partisipatoris. Perombakan paradigmatik tidak bisa ditawar lagi, mengingat kompleksitas problem umat semakin meningkat. Adanya sinkrionisasi antara lembaga-lembaga pendidikan Islam dengan lingkungan masyarakat dimana pendidikan yang berorientasi pembebasan dapat tercapai. Masyarakat perlu membudayakan tradisi kritis, dialog, keterbukaan, semangat pluralisme dan praktek-praktek yang menyentuh problem-problem kaum tertindas(mustadhafin). Baik secara politik, ekonomi, sosial maupun budaya. Tentu dengan pendekatan kultural akan sangat berarti dalam mencerahkan rakyat dalam program penyadaran dan pemberdayaan bukan pemaksaan. Setidaknya kegelisahan akan model pendidikan dewasa ini yang hanya berorientasi knowledge ansich dan kurang memepertimbangkan pada nilai (value) dapat teratasi. Mengingat kebutuhan manusia yang berpihak pada nilai, tidak sekedar kepentingan sesaat sangat diharapkan dalam melakukan tugas-tugas liberatif atau pemberdayaan masyarakat
Wanita dan Kepemimpinan Dalam Pendidikan Islam di Era Kehidupan Modern
Pembahasan tentang wanita sangatlah penting terkait eksistensinya dalam membangun bangsa . Wanita sangatlah memiliki pengaruh yang sangat dominan bagi keberlangsungan sebuah bangsa, sebab pada wanitalah yang akan melahirkan dan mendidik para generasi yang akan datang sekaligus memberi pengaruh besar terhadap generasi dan pemimpin bangsa. Dalam Islam, setiap manusia pada hakikatnya adalah pemimpin baik bagi dirinya sendiri maupun apa yang dipimpinnya, sehingga seorang pemimpin suatu saat akan dimintai pertanggungjawabannya. Hal ini sebagaimana hadits yang berasal dari Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar r.a :
Saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda : setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannnya. Seorang kepala negara akan diminta pertanggung jawaban perihal rakyat yang dipimpinnya. Seorang suami akan ditanya perihal keluarga yang dipimpinnya. Seorang isteri yang memelihara rumah tangga suaminya akan ditanya perihal tanggungjawab dan tugasnya. Bahkan seorang pembantu/ pekerja rumah tangga yang bertugas memelihara barang milik majikannya juga akan ditanya dari hal yang dipimpinnya. Dan kamu sekalian pemimpin dan akan ditanya (diminta pertanggungan jawab) dari hal hal yang dipimpinnya.
Dari hadits tersebut pada dasarnya, manusia baik itu laki-laki maupun perempuan adalah seorang pemimpin, dan pokok dari suatu kepemimpinan dalam Islam adalah tanggunjawab, dan tanggung jawab terkecil yang dipikul seseorang dalam hidupnya sekurang-kurangnya adalah dirinya sendiri. Akan tetapi, tanggung jawab di sini bukan semata-mata bermakna melaksanakan tugas-tugas pokoknya lalu tidak menyisakan dampak (atsar) bagi yang dipimpin. Melainkan lebih dari itu, yang dimaksud tanggung jawab di sini lebih kepada mewujudkan kesejahteraan dan kebaikan bagi apa yang dipimpinnya atau sebuah kebijakan dan tindakan seorang pemimpin haruslah terkait langsung kepada kesejahteraan apa yang dipimpinnya (tasharruf al-imâm ‘alâ al-ra’iyyah manûthun bi almashlahah)â€. Sebagai contoh, jika orang tua hanya sekedar memberi makan anak-anaknya tetapi tidak memenuhi standar gizi serta kebutuhan pendidikannya, maka hal itu masih jauh dari makna tanggung jawab yang sebenarnya, yang dalam hal ini orang tua tidak hanya memberikan makan, namun ia juga hendaknya mampu mengarahkan anaknya kepada kehidupan yang lebih baik sesuai dengan ajaran agama.
Dengan demikian, sebagai pendidik pertama sebuah generasi, wanita harus mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan dan hambatan, apapun peran wanita baik sebagai anak, isteri, ibu dan sebagainya. Meskipun kita menyebutkan wanita muslimah, isu yang ada sebenarnya berkaitan dengan umat Islam secara umum. Kita tidak akan menemukan pria yang baik tanpa adanya wanita yang baik, demikian juga sebaliknya. Sebagai muslimah,wanita harus mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan dan hambatan dalam melaksanakan multi tugas, baik sebagai individu, anggota keluarga dan anggota masyaraka
Standar Pengelolaan Pendidikan Dalam Perspektif Pengelolaaan Madrasah Aliyah Swasta
Secara formal madrasah di Indonesia hanya terdiri dari Madrasah Negeri dan Swasta. Namun pada awalnya, seluruh madrasah di lingkungan Kementerian Agama adalah Madrasah swasta yang diprakarsai pendiriannya oleh masyarakat Islam setempat. Kelahiran madrasah di Indonesia diawali ketika Kementerian Agama didirikan, dimana salah satu bagian pendidikan adalah mengadakan suatu pilot project madrasah yang akan menjadi contoh bagi orang atau organisasi yang ingin mendirikan madrasah secara partikelir (swasta).Standar Pengelolaan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan, kabupaten/kota, provinsi, atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. Standar nasional pendidikan PP Nomor 13 Tahun 2015 meliputi; standar isi, standar proses, standar kompotensi lususun, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana prasarana, standar pegelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian. Adapun bidang garapan pengelolaan madrasah adalah pengelolaan kurikulum dan pembelajaran, pengelolaan peserta didik, pengelolaan tenaga pendidik dan kependidikan, pengelolaan sarana dan prasarana, pengelolaan keuangan/pembiayaan, pengelolaan hubungan madrasah dengan madrasah. Pengelolaan pendidikan di madrasah diartikan sebagai proses pendayagunaan sumber daya madrasah melalui kegiatan fungsi perancangan (planning), pengorganisasian (organiting), penggerakan (actuating) dan pengendalian (controlling) secara efektif dan efisien dengan segala aspeknya dengan menggunakan semua potensi yang tersedia agar tercapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien serta produktivitas madrasah yang bermutu. Upaya untuk mencapai tujuan tersebut ditempuh melalui pendekatan â€sistem†yang terdiri dari: konteks, input, proses, output, dan outcome yang menjadi kewenangan dan tanggungjawab dalam pengelolaannya
Konstruksi Penilaian Berbasis Kinerja ( Performance Based Assessment ) Dalam Meningkatkan Kemampuan Penalaran Mahasiswa Pada Mata Kuliah Statistika
Penilaian berbasis kinerja dapat menilai proses atau hasil, ataupun keduanya serta memiliki potensi untuk meningkatkan pengajaran dan pembelajaran. Ada beberapa pertimbangan yang penting dalam merencanakan dan membuat sebuah penilaian kinerja yaitu menentukan apa yang akan diujikan, membuat konteks penilaian, menentukan rubrik penilaian, dan merincikan batasan pengujian yang akan dilakukan. Kemampuan penalaran pada mahasiswa pada mata kuliah Statistika dapat dilakukan melalui penilaian berbasis kinerja dengan menggunakan rubrik penilaian yang sesuai baik itu dalam bentuk checklist (daftar cek), rating scale (skala penilaian), rubrik deskriptif maupun holistik sehingga terbentuknya komunikasi ide-ide statistik seperti: pemusatan, sebaran, keterkaitan, kemungkinan, keacakan, dan sampling, merupakan bagian dari bentuk penalaran statistis tersebut. Tugas-tugas kinerja tersebut digunakan untuk memperlihatkan kemampuan mahasiswa dalam melakukan suatu keterampilan tentang sesuatu dalam bentuk nyata sehingga mendorong mahasiswa untuk berpikir dan ada kemungkinan mempunyai solusi yang banyak dalam memecahkan persoalan yang dihadapinya dalam belajar Statistika
Sumber Daya Manusia Dalam Persfektif Pendidikan Islam
Diturunkannya agama Islam merupakan suatu babak baru dalam perbaikan sumber daya manusia, yang selama ini diketahui bahwa pada zaman jahiliyah semua kondisi masyarakat sangat terbelakang, baik dari aspek hubungannya dengan penciptanya maupun hubungannya dengan sesama manusia lainnya. Pemahaman kita kepada Islam adalah pemahaman yang terbuka, yang ka- rena keterbukaannya itu ia bersikap inklusif dan mampu menjadi rakhmat bagi alam semesta. Kondisi ini merupakan suatu kemenangan Islam yang merupakan kebahagiaan setiap manusia dan juga semua makhluk-Nya. Dengan berpegang dan menjadikan acuan pendidikan Islam dalam berakti- fitas, maka dapat dipastikan bahwa kualitas sumber daya manusia sebagaimana yang telah digambarkan di dalam Al-Qur’an dan Hadis, terlihat dengan jelas jika di implementasikan sebagaimana petunjuk-Ny