Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Not a member yet
226 research outputs found
Sort by
Manajemen Peserta Didik Berbasis Kecerdasan Spiritual Pendidikan Islam
Selain nilai moral dan kecerdasan, ada nilai kecerdasan satu lagi yang memang harus diterapkan dan memang harus ditanamkan kepada generasi penerus yakni kecerdasan spiritual pendidikan agama islam.Manajemen peserta didik berbasis kecerdasan spiritual pendidikan islam merupakan upaya yang dilakukan oleh suatu lembaga pendidikan dalam mengatur suatu kegiatan agar peserta didiknya memiliki kecerdasan baik emosional, intelegency bahkan diharapkan mampu memiliki kecerdasan spiritual. Manajemen peserta didik berbasis kecerdasan spiritual pendidikan islam dilakukan dengan dua cara yakni kecerdasan spiritual dilingkungan sekolah dan di luar sekolah
Studi Tentang Kebijakan Guru Honorer Sekolah Dasar di Yogyakarta
Penelitian ini mengkaji tentang kebijakan guru honorer Sekolah Dasar Negeri di Kota Yogyakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya beberapa kesenjangan kebijakan dan praktek dilapangan. Dimana terkait pengalihan status dari guru honorer ke PNS belum sepenuhnya dapat direalisasikan dengan baik, karena penyesuaian berbagai kebijakan dari pemerintah pusat dan juga pemerintah daerah. Sebetulnya, untuk tingkatan Sekolah Dasar sendiri di pusat pemerintahan Kota Yogyakarta sangat membutuhkan tenaga pengajar yang seharusnya berstatus PNS. Dari jumlah keseluruhan Sekolah Dasar di wilayah kota Yogyakarta yakni terdapat sebanyak 90 Sekolah Dasar dengan banyaknya kelas atau rombongan belajar yakni 865 kelas atau rombongan belajar dengan tenaga guru yang berstatus PNS sebanyak 745 orang. Maka, hitungan matematisnya masih terdapat kekurangan guru yang berstatus PNS berkisar 120 orang. Demikian halnya dengan perbandingan upah yang diterima oleh guru honorer Sekolah Dasar dengan tenaga honorer misalnya pada dinas yang lain seperti tenaga honorer keperawatan, terdapat perbedaan yang cukup signifikan. Padahal, keduanya sama-sama memiliki beban kerja yang besar. Oleh karena itu, perlu adanya evaluasi kembali terkait kebijakan guru honorer Sekolah Dasar di Yogyakarta untuk menopang terwujudnya kualitas dan visi kedaerahan Yogyakarta sebagai kota pendidikan di Indonesia
Konsep Teknologi Informasi Dalam Bimbingan Konseling
Bimbingan dan Konseling adalah proses pemberian bantuan kepada individu atau sekelompok individu dalam setiap tahapan usia agar konseli dapat memahami dan mengarahkan dirinya sesuai dengan tuntutan dan norma yang belaku di masyarakat sehingga individu tersebut merasa bahagia dan efektif perilakunya serta tercapai kesejahteraan hidupnya. Bimbingan dan Konseling merupakan usaha pemberian bantuan kepada individu telah mengalami perubahan-perubahan. Perubahan tersebut dapat ditemukan pada pemanfaatan teknologi informasi dalam layanan konseling. Adapun media yang digunakan dalam konseling yaitu komputer dan perangkat audio visual. Penggunaan komputer yang dilengkapi dengan jaringan internet khususnya web site dapat dipergunakan untuk membantu siswa dalam proses pilihan karir sampai pada tahap pengambilan keputusan pilihan karir. Selain itu, keuntungan penggunaan web site dalam layanan konseling yaitu, membuka peluang untuk pemberian layanan konseling tanpa batas waktu, karena dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja dibutuhkan, serta pelaksanaan proses konseling sesuai dengan perjanjian antara konseli dan konselo
Implementasi Budaya Kompetisi Melalui Pemberian Reward And Punishment Dalam Pembelajaran
Fenomena masih terdapat guru yang kurang memberikan reward kepada peserta didik selain dengan memberikan nilai dan lebih banyak pusnishment yang tidak bersifat edukatif kepada peserta didik yang melakukan pelanggaran atau kesalahan sehingga kurangnya implementasi budaya kompetisi di kalangan peserta didik. Implementasi budaya kompetisi melalui pemberian reward and punishment dalam proses pembelajaran terdapat dua hal yang berperan yaitu sumber daya manusia yang berkualitas terutama guru, dan budaya sekolah, nilai-nilai, sikap dan perilaku positif yang dikembangkan di lingkungan sekolah yang mengacu pada 4 aspek yaitu semangat kerja keras semangat berkompetisi dipadukan dengan semangat kooperasi, kebiasaan berpikiran positif atau positive mind set dan sikap sportif atau sportifitas.
Implementasi budaya kompetisi melalui pemberian reward and punishment dalam pembelajaran tersebut harus didukung oleh para pengampu (stakeholder) pendidikan, terutama di sekolah. Hal tersebut dapat menjadi dasar bagi seorang guru dalam menghadapi peserta didik dalam situasi dan kondisi apapun khususnya dalam mengembangkan budaya kompetisi di kalangan peserta didik dalam proses pembelajaran. Karena secara kejiwaan pada dasarnya kenakalan peserta didik merupakan bentuk ekspresi dari keinginan mereka untuk menunjukkan eksistensi diri kepada lingkungan sekitar sehingga menimbulkan kemauan untuk berkompetisi menjadi terhambat apalagi melakukan kolaborasi dalam pembelajaran
Transmisi Ilmu Dalam Tradisi Islam
Transmisi ilmu pengetahuan dalam peradaban Islam bermula sejak Islam muncul, tumbuh dan berkembang hingga saat ini. Di awal kehadiran Islam, di masa Rasulullah SAW dan khulafaur rasyidun, belum terlihat perkembangan yang pesat pada bidang ilmu pengetahuan. Transmisi yang ada bersifat pengembangan aspek keyakinan terhadap Allah SWT (tauhid). Hal ini disebabkan belum terjadi persentuhan yang kuat dengan peradaban besar lain yang sudah berkembang sebelum Islam hadir di Mekkah. Perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman kejayaan Islam masa lampau tak lepas dari peran lembaga pendidikan yang ada. Lembaga-lembaga itu menjadi sarana bagi berlangsungnya transmisi ilmu pengetahuan . Banyak sekali lembaga pendidikan yang berperan menjadi saranan pengembangan ilmu kala itu. Antara lain maktabah, kuttab, halaqah, observatorium, dan klinik, dar al-hikmah, dan dar-al-ilmu serta madrasah
Manajemen Pembelajaran Dalam Kaitannya Dengan Peningkatan Kualitas Guru
Proses pembelajaran memerlukan pemecahan yang baik. Pengertian pengelolaan pembelajaran adalah suatu upaya untuk mengatur (menejemen, mengendalikan) aktivitas pembelajaran berdasarkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip pembelajaran untuk menyukseskan tujuan pembelajaran agar tercapai secara lebih efektif, efisien, dan produktif yang diawali dengan penentuan strategi dan perencanaan, dan diakhiri dengan penilaian.Sekarang ini,mutu menjadi satu-satunya hal yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Dilihat dari kedua pola di atas jelaslah bahwa untuk menjadi seorang guru bukanlah pekerjaan yang gampang, seperti yang dibayangkan oleh sebagian orang,dengan bermodal penguasaan materi dan menyampaikannya kepada siswa sudah cukup, hal ini belumlah dapat dikategorikan sebagai guru yang memiliki pekerjaan profesional, karena guru yang profesional, mereka harus memiliki berbagai keterampilan, kemampuan khusus, mencintai pekerjaannya, menjaga kode etik guru, dan lain sebagainya.
Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kuantitas dan kualitas pembelajaran yang dilakasanakan. Guru harus memikirkan dan membuat perencanaan pembelajaran secara seksama dalam meningkatkan kesempatan belajar bagi peserta didiknya dan memperbaiki kualitas mengajarnya. Karena guru berperan sebagai pengelola pembelajaran, bertindak sebagai fasilitator yang berusaha menciptakan kondisi belajar mengajar yang efektif, mengembangkan bahan pembelajaran dengan baik, dan meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dan menguasai tujuan pembelajaran demi peningkatan mutu pendidikan
Peningkatan Kualitas Mahasiswa Sebagai Calon Guru Melalui Praktik Pengalaman Lapangan Terpadu
Considering on the Indonesian Teacher and Lecturer Act, every Indonesian teacher needs to have a teacher certification. Indeed, it is a good opportunity as well as a challenge for every institute, which is conducting student for teacher training program, to have qualified graduates. As a prospective to be a qualified teacher, they must have four competencies concerning paedagogy, attitude, personal, and social. The question that may arise is “How to have such competencies?†Of course, many ways can be done. However, improving the quality of teaching practicum is one of the many possibilities that can be considered. Integrated Student Community Service-Teaching Experience Practicum (PPLT) which is combining community service programme and teaching experience practicum itself that has been developed by Faculty of Science and Teaching Study at Institute of Islamic State (IAIN) Sultan Amai Gorontalo to have a better model of such teaching practicum. Being a new model, PPLT must be analized regularly and continuously to get a better quality of it. Infact, it has been evaluated annually by involving some principals or headmasters, students, lecturers, and the developer team of PPLT. There are many comments, suggestions, criticism, and questions of them that need to be analyzed. However, the three points such as the main reason for having PPLT, the long time periode needed, and the way how to developing it are really good points that need to be clarified. This paper is presented for giving information and answering such questions
Tinjauan Terhadap Sanad Hadits Kebolehan Memukul Dalam Pendidikan
Metode pendidikan memiliki peranan yang signifikan dalam menentukan sampai dan tidaknya materi pembelajaran. Lebih jauh lagi, metode pendidikan turut menentukan output dari sebuah pendidikan. Salah satu metode yang dibolehkan Islam adalah dengan memberikan hukuman berupa pukulan. Metode ini seakan melegalkan kekerasan dalam pendidikan. Penggunaan hadis sebagai sumber hukum, umumnya di dasarkan pada segi kualitasnya. Apakah termasuk kategori shahih, hasan, atau bahkan dhaif. Untuk itu sangat dibutuhkan kritik (naqdu al-hadis) atas sanad sebelum kemudian masuk pada kritik atas matan hadis. Hasil penelitian terhadap sanad hadis kekerasan dalam pendidikan, melalui jalur Sunan Abu Dawud adalah masuk kategori hasan. Namun jika semua hadis dalam berbagai kitab dikumpulkan menjadi satu secara keseluruhan, maka kualitasnya menjadi shahih li ghairihi
Hubungan Lingkungan Kerja Dan Kompensasi Dengan Kepuasan Kerja Guru Di Sekolah Menengah Pertama Negeri Se Kota Gorontalo
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Lingkungan Kerja dan Kompensasi Dengan Kepuasan Kerja Guru Di Sekolah Menengah Pertama Negeri Se Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian korelasional dengan pendekatan penelitian kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan : (1) terdapat hubungan positif lingkungan kerja dengan kepuasan kerja guru, (2) terdapat hubungan positif kompensasi dengan kepuasan kerja guru, (3) terdapat hubungan positif antara lingkungan kerja dan kompensasi secara bersama-sama dengan kepuasan kerja guru
Teori Kepemimpinan Dalam Lembaga Pendidikan Islam
Kepemimpinan merupakan salah satu faktor yang menentukan pencapaian visi, misi dan tujuan dari suatu lembaga atau organisasi. Dalam konteks lembaga pendidikan Islam, komponen yang menjadi motor penggerak kepemimpinan tersebut adalah kepala sekolah/madrasah, guru, staf dan seluruh elemen pendidikan. Dalam tulisan ini, penulis menemukan ada sembilan teori kepemimpinan yang ada relevansinya dengan tipe kepemimpinan dalam lembaga pendidikan Islam yaitu; teori otokratis dan kepemimpinan otokratis, teori psikologis, teori sosiologis, teori suportif, teori laissez faire, teori kelakuan pribadi, teori sifat orang-orang besar (traits of great man), teori situasi dan teori humanistik/populistik. Teori tersebut dapat dijadikan tolak ukur untuk mengetahui, mengidentifikasi dan mengevaluasi sikap, perilaku, kebijakan, hingga gaya kepemimpinan seseorang. Biasanya, kebijakan seorang pemimpin dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti perilaku, pengetahuan, situasi dan kepentingan. Maka, menjadi menarik jika keberadaan teori kepemimpian tersebut dijadikan nilai-nilai dasar pengetahuan untuk mempelajari lebih dalam model dan karakteristik kepemimpinan dalam lembaga pendidikan Islam