Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Not a member yet
226 research outputs found
Sort by
Implementasi Budaya Religius Dalam Meningkatkan Akhlakul Karimah Peserta Didik
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi budaya religius dalam meningkatkan akhlakul karimah peserta didik di MTs Negeri 2 Kabupaten Gorontalo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang memfokuskan pada penggambaran secara menyeluruh tentang bentuk, fungsi, dan makna ungkapan dari informan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh bahwa implementasi budaya religius dalam meningkatkan akhlakul karimah peserta didik di MTs Negeri 2 Kabupaten Gorontalo dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan spontan, kegiatan rutin, dan pengondisian. Namun dalam implementasinya masih ditemukan kendala diantaranya yaitu sulitnya mengontrol perkembangan teknologi informasi yang pesat, adanya perilaku peserta didik yang berbeda, kurang adanya keseimbangan antara lingkungan sekolah, lingkungan keluarga, dan lingkungan masyarakat yang mengakibatkan nilai-nilai dari budaya tidak terimplementasikan secara maksimal dalam meningkatkan akhlakul peserta didik. Selain itu implementasinya membutuhkan proses yang panjang, sehingga tidak bisa langsung dirasakan hasilnya. Faktor pendukungnya yaitu adanya dukungan dari warga madrasah, adanya kedekatan antara guru dengan peserta didik dan sarana prasarana pendukung seperti tempelan atau slogan-slogan yang menunjang pembentukan akhlakul karimah peserta didik
Implikasi Kualitas Pelayanan Pendidikan, Profesionalisme Dosen Terhadap Kepuasan Masyarakat
Dengan berkembangnya dunia usaha menyebabkan kebutuhan sumber daya manusia di lebih kompetitif. Hal ini menyebabkan perkembangan pesat dari sektor pendidikan terutama dalam hal ini Universitas. Seiring dengan tingginya permintaan untuk pendidikan, jumlah penyedia layanan juga semakin bersaing dalam memperoleh konsumen. Komitmen untuk layanan berorientasi pelanggan berkualitas merupakan prasyarat kunci dalam keberhasilan bisnis, terutama dalam bisnis jasa. Kualitas pelayanan pendidikan di tingkat perguruan tinggi tidak terlepas dari profesionalisme guru, keberadaan dosen adalah pelaku utama sebagai fasilitator dalam mengorganisir kuliah. Oleh karena itu, layanan pendidikan yang berkualitas dan dukungan fakultas komunitas profesional dapat memberikan kepuasan bagi terciptanya pendidikan nasional
Pendidikan Karakter Dalam Tinjauan Islam
Pendidikan karakter dalam Islam sudah lama dikenal dengan penamaan yang berbeda, yaitu pendidikan akhlak. Pendidikan akhlak dalam Islam sangat ditekankan untuk dilakukan sejak dini. Sekiranya pendidikan karakter diabaikan, akan memberi dampak yang tidak baik bagi kehidupan suatu bangsa. Itulah kenapa, pendidikan karakter di Indonesia dewasa ini dikemas dalam program full day school. Lalu apa dan bagaimana sesungguhnya pendidikan karakter itu? Bagaimana relevansinya dengan pendidikan Islam? Tulisan ini akan mengulas pendidikan karakter secara konseptual dan tinjauannya dalam pendidikan Islam
Penerapan Metode Gallery Walk Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Pembelajaran Ipa
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode gallery walk dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran IPA. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan model dari Kemmis dan Taggart berupa suatu siklus spiral. Setting penelitian di Kelas VII MTs Negeri 2 Kabupaten Gorontalo dengan subjek penelitian berjumlah 17 peserta didik. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan memaknai data dari setiap tindakan dan disajikan secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode gallery walk dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran IPA yaitu dari pra siklus hanya 8 peserta didik atau 47% yang mampu setelah tindakan siklus 1 meningkat menjadi 11 orang peserta didik atau 53% dilanjutkan pada tindakan siklus II meningkat lagi menjadi 13 orang peserta didik atau 75%. Hasil tindakan ini menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik telah mencapai hasil belajar sesuai dengan KKM. Dengan pembelajaran seperti ini diharapkan akan lebih menghidupkan partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran serta menghasilkan hasil belajar peserta didik yang tinggi memenuhi standar kriteria ketuntasan minimal yang diharapkan
Implementasi Teori Belajar Disiplin Mental Dalam Pembelajaran Al-Qur’an Hadits Di Mts
Pembelajaran Qur’an Hadits di MTs tidak terlepas dari penerapan pembelajaran yang berbasis teori disiplin mental, karena karakteristik pembelajaran Qur’an Hadits yang lebih dominan dalam penguasaan materi untuk memahami Al-Qur’an dan Al-Hadits, meyakini kebenarannya, dan mengamalkan ajaran-ajaran dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai petunjuk dan pedoman dalam seluruh aspek kehidupannya, menjadikan teori disiplin mental penting untuk diterapkan. Impelementasi teori belajar disiplin mental dalam pembelajaran Qur’an Hadits di MTs, seperti pembiasan secara tetap akan suatu pekerjaan, latihan tetap terhadap suatu keterampilan, disiplin diri dalam bertindak, disiplin mengendalikan diri, bekerja keras dalam menyelesaikan tugas secara mandiri sehingga timbul kesadaran diri bahwa disiplin dianggap penting bagi kebaikan dan keberhasilan dirinya. Selain itu, kesadaran diri menjadi motif sangat kuat terwujudnya perilaku disiplin dalam belajar. Semua itu jika dilakukan akan menghasilkan peserta didik memiliki kemampuan unggul dibidang yang dikerjakannya atau dilatihnya secara disiplin. Implementasi teori belajar disiplin mental dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits diharapkan peserta didik berperan sebagai pelaku utama (student center) yang memaknai proses pengalaman belajarnya sendiri dan diharapkan peserta didik memahami potensi diri, mengembangkan potensi dirinya secara positif dan meminimalkan potensi diri yang bersifat negatif. Peran guru dalam implementasi teori belajar disiplin mental dalam pembelajaran hanya sebagai fasilitator bagi para peserta didiknya, memberikan motivasi, kesadaran mengenai makna belajar dalam kehidupan peserta didik. Guru memfasilitasi pengalaman belajar kepada peserta didik dan mendampingi peserta didik untuk memperoleh tujuan pembelajaran
Revitalisasi Nilai-Nilai Karakter Dalam Meningkatkan Sikap Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadits
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui revitalisasi nilai-nilai karakter meningkatkan sikap belajar peserta didik pada Mata Pelajaran Qur’an Hadits khususnya di MTs Negeri 2 Kabupaten Gorontalo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi nilai-nilai karakter dalam meningkatkan sikap belajar peserta didik pada mata pelajaran Qur’an Hadits di MTs Negeri 2 Kabupaten Gorontalo yaitu nilai religius, jujur, mandiri, toleransi, tanggungjawab dan disiplin. Cara guru mengintegrasikan pada pembelajaran dengan memasukkan ke enam nilai/karakter tersebut kepada seluruh kompetensi dasar dalam RPP, tanpa ada pemilahan dari nilai/karakter bersangkutan. Pengintegrasian tersebut dilakukan dengan cara melakukan penekanan tertentu pada materi yang berhubungan dengan nilai karakter yang dibiasakan kepada peserta didik
Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar IPA melalui model Pembelajaran Berbasis Masalah. Model penelitian yang digunakan adalah model Kemmis dan Taggart dengan subjek penelitian berjumlah 41 siswa yang terdiri dari 21 siswa laki-laki dan 20 perempuan pada kelas IV SDN Telaga Kecamatan Telaga Hulawa, Kota Gorontalo. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas. Adapun yang menjadi subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas IV SDN Telaga Kecamatan Telaga Hulawa, Kota Gorontalo. Fokus penelitian adalah penerapan model Pembelajaran Berbasis Masalah dan hasil belajar IPA. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, dan dokumentasi dengan menggunakan analisis data kuantitatif dan kualitatif deskriptif. Tekhnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif dan kuantitatif . Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya peningkatan hasil belajar IPA melalui Pembelajaran Berbasis Masalah pada siswa kelas IV SDN Telaga Kecamatan Telaga Hulawa, Kota Gorontalo. Dimana siklus I berada pada kategori sedang sedangkan pada siklus II berada pada kategori tinggi. Selain itu aktivitas guru dan siswa juga mengalami peningkatan. Dengan demikian Pembelajaran Berbasis Masalah dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Telaga Kecamatan Telaga Hulawa, Kota Gorontalo
Kesiapan Anak Usia Dini Memasuki Sekolah Dasar
Kesiapan sekolah anak usia dini dapat diukur melalui matangnya aspek perkembangannya yang secara langsung akan membantu anak dalam proses pembelajaran dan penyesuaian dirinya di lingkungan sekolahnya. Adapun aspek perkembangan anak usia dini yang harus dipersiapakan dalam memasuki sekolah dasar adalah : aspek fisik-motorik, aspek kognitif, aspek social-emosional. Dalam mempersiapkan anak usia dini memasuki sekolah dasar. Ada beberapa faktoryang mempengaruhi dalam menyiapkan anak usia dini memasuki sekolah dasar yaitu (1) kesehatan fisik, (2) usia, (3) tingkat kecerdasan/intelegensi, (4) stimulus, (5) motivasi anak
Penerapan Supervisi Klinis Oleh Pengawas Dalam Meningkatkan Keterampilan Mengajar Guru
Penerapan supervisi klinis oleh pengawas kiranya dapat memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan keterampilan mengajar guru yang mengacu pada fungsi, prinsip, tujuan serta prosedur penerapan supervisi yang optimal. Para pengawas perlu memiliki kompetensi profesional yang merupakan kemampuan melaksanakan supervisi secara efektif, efisien dan mencakup segala aktivitas yang berhubungan dengan peningkatan proses belajar mengajar sebagai layanan kepada guru. Sebaiknya supervisi klinis ini harus dirubah dengan cara sistem interaktif artinya supervisor membuka online SMS atau telpon kepada semua guru yang ingin berkonsultasi dengannya sehingga tercipta suasana yang lebih harmonis antara guru dan pengawas. Perlu dilakukan perbaikan secara menyeluruh terhadap berbagai aspek yang menyebabkan kurang maksimalnya penerapan supervisi klinis seperti yaitu adanya keengganan untuk disupervisi dan tidak sepenuhnya bersikap terbuka kepada pengawas atas kekurangan dan kendala yang dihadapi dalam pembelajaran pada saat melakukan pertemuan awal atau pra observasi, dipengaruhi adanya rasa takut, kurang percaya diri, sehingga menimbulkan kesan dan persepsi dari guru, bahwa pengawas tersebut hanya sebagai kegiatan yang bersifat penilaian belaka dengan mencari-cari kekurangan atau kelemahan-kelemahan yang dimiliki guru dalam pembelajaran
Strategi Modeling Partisipan Dalam Meminimalkan Sikap Pemalu Anak: Studi Single Case Research
Studi ini bertujuan untuk melihat perubahan perilaku belajar dalam hal meminimalkan sikap pemalu anak bercerita di depan kelas sebagai akibat dari perlakuan penggunaan strategi modeling partisipan. Subjek yang diteliti adalah salah seorang anak bernama “X” yang bersekolah disalah satu Taman Kanak-Kanak di Kota Gorontalo. Metode penelitian menggunakan single case research untuk menguji secara langsung pengaruh strategi modeling partisipan dalam meminimalkan sikap pemalu anak bernama “X” bercerita di depan kelas. Desain yang diambil dalam penelitian ini adalah desain A-B-A yaitu mengumpulkan data perilaku sasaran (target behavior) pada kondisi garis dasar (baseline) awal (A) sampai data stabil dan belum mendapat intervensi apapun. Setelah data stabil pada kondisi garis dasar (baseline) awal (A), lalu intervensi (B) diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi modeling partisipan efektif dalam meminimalkan sikap pemalu anak. Melalui strategi ini anak dapat lebih mudah belajar, berlatih, dan mengembangkan diri karena aktivitas utamanya difokuskan pada hal-hal yang menarik minatnya. Kemudian, menempatkannya pada lingkungan yang mendukung dan dapat menerima kondisinya yang berbeda dari rata-rata anak, karena hal tersebut akan dapat meningkatkan rasa percaya dirinya serta memudahkannya untuk lebih cepat belajar menyesuaikan diri. Mengingat untuk meningkatkan kepercayaan diri adalah sebuah proses yang butuh waktu, bukan hal yang sekali jadi