Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Not a member yet
    226 research outputs found

    EVALUATION MANAGEMENT MODEL IN LEARNING

    Full text link
    This study aims to see the evaluation management model in learning. The method used in this research is literature because the data obtained comes from books. The results of the study found that learning evaluation is important because it becomes a benchmark for the success of a process. In addition, evaluation also serves to provide a recommendation so that each learning process carried out can be of high quality and qualit

    STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk melihat apa strategi yang digunakan kepala sekolah menanamkan nilai-nilai pendidikan multikultural, sehingga nilai positif yang ada proses pendidikan multikultural tidak hanya dirasakan dan dipahami secara teoritis saja namun lebih dari itu bisa teraktualisasikan dan bisa dirasakan manfaatnya secara nyata realitas sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka di mana data yang didapatkan dalam penelitian ini berasal dari berbagai literatur terkait, kemudian dianalisis dan diklasifikasi sesuai dengan kebutuhan peneliti yang kemudian diolah menggunakan pendekatan secara teoritis dan filosofis. Hasil penelitian menemukan bahwa ada dua strategi yang digunakan kepala sekolah dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan multikultural, yaitu: pertama menanamkan nilai-nilai multikultural dalam setiap proses pembelajaran. Kedua, menanamkan nilai-nilai multikultural disetiap kegiatan ekstra sekolah

    POLA PENDIDIKAN PESANTREN PONDOK IT YOGYAKARTA

    Full text link
    The rapid development of the times requires that every educational institution, including pesantren, is required to be able to compete and be competitive in addition to religious development but also the technology sector. This paper aims to analyze the pattern of education applied by Islamic boarding schools in IT Yogyakarta. The research method used is qualitative. Data collection techniques through observation, interviews and documentation studies. Meanwhile, the selection of informants used purposive sampling technique with the stages of data analysis including data reduction, data presentation and conclusions. The results of this study indicate that there are three patterns of education applied by Islamic boarding schools at Pondok IT Yogyakarta, namely: 1) integration of digital skills and religious understanding; 2) Foster Brothers of Pondok IT Yogyakarta Islamic Boarding School in the development of Islamic boarding schools; and 3) Oriented to poor students.Pesatnya perkembangan zaman mengharuskan setiap lembaga pendidikan tak terkecuali pesantren dituntut untuk mampu bersaing dan kompetitif selain dalam hal pengembangan keagamaan tetapi juga sektor tehnologi, untuk mencapai hal tersebut tentunya dibutuhkan pola pendidikan pesantren yang adaptif dan dapat dirasakan oleh semua kalangan masyarakat. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis pola pendidikan yang diterapkan pesantren pondok IT Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Sedangkan untuk pemilihan informan menggunakan teknik sampling purposive dengan tahapan analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada tiga pola pendidikan yang diterapkan pesantren Pondok IT Yogyakarta, yaitu: 1) integrasi kemampuan digital dan pemahaman agama; 2) Kakak Asuh Pesantren Pondok IT Yogyakarta dalam pengembangan pesantren; dan 3) Berorientasi pada Santri tidak mampu

    MANAJEMEN DALAM MENYAMPAIKAN GAGASAN DAN PENDAPAT DI HADAPAN PUBLIK TERHADAP PEMBENTUKKAN PERILAKU KOMUNIKASI MAHASISWA FITK IAIN SULTAN AMAI GORONTALO

    No full text
    Munculnya berbagai aksi demonstrasi yang ditunjukkan mahasiswa dari beragam aktivitas yang dilakukan mahasiswa baik di dalam maupun di luar kampus seringkali mempertontonkan peristiwa memiriskan yang dilakukan oknum mahasiswa. Menyampaikan pendapat dan gagasan, berinteraksi dengan Civitas Akademika maupun dengan masyarakat luas yang menyimpang dari moral seringkali dipertontonkan sebagian mahasiswa sehingga mencederai peran mahasiswa sebagai kaum terpelajar. Oleh karena itu pemahaman tentang pentingnya mengelola gagasan dan pendapat, perlu dilakukan setiap mahasiswa dan handaknya mendapat dukungan sepenuhunya dari pihak lembaga tempat mahasiswa menimba ilmu pengetahuan

    TOWARD RESEARCH UNIVERSITY IN ISLAMIC STUDIES: PUSAT STUDI SEBAGAI KATALISATOR UIN SUNAN KALIJAGA MENUJU PERGURUAN TINGGI RISET

    Full text link
    Currently, the world of higher education no longer only relies on the teaching aspect alone, but should also emphasize the research and publication aspects. Therefore, UIN Sunan Kalijaga continues to transform from a teaching university to a research university in order to achieve the vision of a world class university in Islamic Studies as a specialty of Islamic university. This vision stimulated the academic community at UIN Sunan Kalijaga to establish research centers as a catalyst for channeling research interest. This is a real step in accelerating research development and novelty which is expected to offer applicable solutions to problems in the disruptive era. This study uses a qualitative method with a descriptive approach and interactive data analysis model by Miles and Huberman. The results showed that: First, in terms of existence, there are three categories of research centers at UIN Sunan Kalijaga, namely active study centers, inactive study centers, and new study centers. Second, there are several factors that influence the existence of these various research centers such as the presence of experienced senior research figures, a consistent cadre of young researchers, success in entering research grant competitions, and the intensity of publications published.Saat ini dunia perguruan tinggi tidak lagi hanya bertumpu pada aspek pengajaran semata, namun semestinya juga menekankan pada aspek penelitian dan publikasi. Oleh karena itu UIN Sunan Kalijaga terus bertransformasi dari teaching university menuju research university dalam rangka menuju visi world class university in Islamic studies sebagai kekhasan perguruan tinggi keagamaan Islam. Visi itu pula yang kemudian menstimulasi civitas akademika UIN Sunan Kalijaga mendirikan pusat studi sebagai katalisator penyalur minat riset. Hal tersebut merupakan sebuah langkah nyata dalam memacu akselerasi perkembangan serta kebaruan riset yang diharapkan dapat menawarkan solusi aplikatif atas permasalahan di era disrupsi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan analisis data interaktif model Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, ditinjau dari eksistensinya, terdapat tiga kategori pusat studi di UIN Sunan Kalijaga yaitu pusat studi aktif, pusat studi vakum, dan pusat studi baru. Kedua, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi eksistensi dari berbagai pusat studi tersebut seperti keberadaan figur-figur peneliti senior yang memiliki jam terbang tinggi, pembibitan peneliti muda yang konsisten, keberhasilan menembus kompetisi hibah penelitian, dan intensitas publikasi yang diterbitkan

    EVALUASI PROGRAM PENJAMINAN MUTU STANDAR ISI PEMBELAJARAN PADA TAHAPAN MASUKAN (ANTECEDENTS) (Suatu Pendekatan Model Stake’s Countenance Evaluatif di Universitas Muhammadiyah Makassar)

    Full text link
    ABSTRACT Improving the quality of education can be realized properly when the process runs continuously and continuously. The process of improving the quality of education gradually becomes a necessity following an improvement in quality that is better than before. This research is categorized as an evaluation research using mixed methods. This research uses a case study approach and the location of this research is the University of Muhammadiyah Makassar which is located at Jalan Sultan Alauddin No. 259 Makassar City. based on the objective standards of curriculum implementation determined from 8 sub-aspects showed that it was categorized as high or all evaluated had been achieved with an average value of 3.72 or high category. The results of the achievement of the quality of graduates at the University of Muhammadiyah Makassar at the results stage (output and outcomes) show that: a) most students can complete their studies on time, namely 4 years with a presentation of 65.58% with a satisfactory category, b) the GPA ranking of graduates shows that more who get a GPA > 3.50-4.00 with a percentage of 60.34% compared to a GPA below 3.50 with a percentage of 34.82%, c) the average waiting period for alumni to get a job is under 6 months with a percentage the achievement of 68.10%, d) the relevance of education and work of alumni shows that more work relevant to their education with an achievement of 76.14% than those who are not relevant to their education. Keywords: Quality Assurance, Content Standards and Evaluative Stake CountenanceABSTRAK Peningkatan mutu pendidikan bisa terealisasi dengan baik ketika proses berjalan secara terus-menerus dan berkesinambungan. Proses peningkatan mutu pendidikan secara bertahap menjadi suatu keniscayaan menyusul adanya perbaikan mutu yang lebih baik dari sebelumnya. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian evaluasi dengan menggunakan jenis penelitian kombinasi (mixed methods). Adapun Peneltian ini menggunakan pendekatan studi kasus dan Lokasi penelitian ini yaitu Universitas Muhammadiyah Makassar yang terletak di Jalan Sultan Alauddin No. 259 Kota Makassar. berdasarkan standar objektif pelaksanaan kurikulum yang ditentukan dari 8 subaspek menunjukkan berkategori tinggi atau semuanya yang dievaluasi sudah tercapai dengan nilai rata-rata 3,72 atau kategori tinggi. Hasil capaian mutu lulusan di Universitas Muhammadiyah Makassar pada tahapan hasil (output dan outcomes) menunjukkan bahwa: a) sebagian besar mahasiswa dapat menyelesaikan studinya tepat waktu yaitu 4 tahun dengan presentasi 65,58% dengan kategori cukup memuaskan, b) peringkat IPK lulusan menunjukkan bahwa lebih banyak yang mendapatkan IPK >3,50-4,00 dengan persentasi 60,34% dibandingkan dengan IPK di bawah 3,50 dengan persentasi  34,82%, c) rata-rata masa tunggu alumni  mendapatkan pekerjaan di bawah 6 bulan dengan persentasi ketercapaian sebesar 68,10%, d) relevansi pendidikan dan pekerjaan alumni menunjukkan lebih banyak yang bekerja relevan pendidikannya dengan ketercapaian 76,14% dibanding yang tidak relevan pendidikannya.  Kata Kunci: Penjaminan Mutu, Standar Isi dan Stake Countenance Evaluati

    INOVASI PENDIDIKAN DI ERA DIGITAL (STUDI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI JENJANG SD-SMP KABUPATEN TULUNGAGUNG)

    Full text link
    The development of education in the modern era must be a concern for all education actors, in the context of this study, which is related to educational innovation in the digital era. Tulungagung Regency is one of the areas that is also affected or also intersects with the digital era, in which the level of education at the elementary-junior high school level should also follow the times. The research objective is to analyze the concept of innovation in education which is closely related to aspects of social change, but broadly speaking, in implementing educational innovation there are main aspects that are of concern, namely: principals, teachers, students, curriculum, and facilities. This study uses descriptive qualitative research, with informants of education actors in Tulunggaung Regency. The results of this study indicate the main aspects of concern, namely: principals, teachers, students, curriculum, and facilities. Of the five aspects, it is important to carry out an adaptation effort and adjust it according to the conditions and developments of the times. One thing that must be the main concern is on the facility side, of course every change or development of the times also makes a learning model or learning implementation system change. The implementation of adaptation is what makes it important and imperative, especially in the adjustment of learning facilities.Perkembangan pendidikan di era modern harus menjadi perhatian bagi seluruh pelaku pendidikan, dalam konteks kajian ini yaitu berkaitan dengan inovasi pendidikan di era digital. Kabupaten Tulungagung merupakan salah satu wilayah yang juga terdampak atau turut bersinggungan dengan era digital, yang mana jenjang pendidikan di tingkat SD-SMP selayaknya juga harus mengikuti perkembangan zaman. Tujuan penelitian yaitu menganalisis konsep mengenai inovasi pada bidang pendidikan erat kaitannya dengan aspek perubahan sosial, namun secara garis besar dalam menerapkan inovasi pendidikan terdapat aspek utama yang menjadi perhatian, yaitu: kepala sekolah, guru, siswa, kurikulum, dan fasilitas. Penelitian ini menggunakan peneitian kualitatif deskriptif, dengan informan pelaku pendidikan di Kabupaten Tulunggaung. Hasil penelitian ini menujukkan aspek utama yang menjadi perhatian, yaitu: kepala sekolah, guru, siswa, kurikulum, dan fasilitas. Dari lima aspek tersebut penting untuk dilaksanakan sebuah upaya adaptasi serta dengan menyesuaikan sesuai dengan kondisi dan perkembangan zaman. Salah satu hal yang harus menjadi perhatian utama yaitu pada sisi fasilitas, tentunya setiap perubahan atau perkembangan zaman juga menjadikan sebuah model pembalajaran atau tata pelaksanaan pembelajaran akan mengalami perubahan. Pelaksanaan adaptasi inilah yang menjadikan sebuah hal penting dan keharusan, khususnya pada penyesuaian fasilitas pembelajaran

    PERILAKU KOGNITIF PESERTA DIDIK (STUDI KASUS DALAM MANAJEMEN PEMBELAJARAN)

    No full text
    This case study aims as a basis or reference for solving students\u27 cognitive-behavioral problems, can have more data to be carried out in the next stage of management, analyze students\u27 cognitive-behavioral problems and align each related element.             The case study method used is a qualitative method, with a phenomenon and psychology approach because it involves the cognitive behavior of students in learning management. The method of data collection was done by interview and observation. This case study was carried out by taking 2 students as samples, as well as several teachers at SMP Negeri 3 Limboto. In the data analysis technique, the writer divides the problem identification, analysis, synthesis, diagnosis, prognosis, treatment and follow -up continued. The results of the case study, from the identification of problems these students experienced cognitive-behavioral problems in the form of learning difficulties in learning management. Analysis, students\u27 cognitive problems, namely the difficulty of understanding mathematics, science, and English, lack of willingness to learn, language difficulties, having a shy character, sibling conflict, and verbal bullying experienced students. In synthesis, students lack the motivation to learn, feel lazy to learn, and have a sense of hatred towards a particular subject and conflict. Diagnosis, Internal factors within students and external to their environment. Prognosis, if the problem is not immediately addressed, then what can happen is that no knowledge is transferred and learning achievement will decrease. Treatment, homeroom teachers, and teachers must always cooperate, provide advice to students, and teach slowly until they find comfort in learning. As a follow-up, students can be included in competitions, for example in Sports and the Arts, which are their favorite subjects. Inform parents about problems and treatments that must be carried out as well as those carried out at school.Studi kasus ini bertujuan sebagai dasar atau acuan dalam pemecahan masalah perilaku kognitif peserta didik, dapat memiliki data yang lebih untuk dilakukan pengelolaan tahap selanjutnya, menganalisis permasalahan perilaku kognitif peserta didik dan menyelaraskan setiap elemen yang terkait.             Metode studi kasus yang diambil adalah metode kualitatif, dengan pendekatan fenomena dan psikologi karena meyangkut perilaku kognitif peserta didik dalam manajemen pembelajaran. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Studi kasus ini dilaksanakan dengan mengambil 2 peserta didik sebagai sampel, serta beberapa guru di SMP Negeri 3 Limboto. Pada teknik analisis data penulis membagi atas identifikasi masalah, analisis, sintesis, diagnosis, prognosis, treatment dan tindak lanjut. Hasil studi kasus, dari identifikasi masalah peserta didik ini mengalami permasalahan perilaku kognitif berupa kesulitan belajar dalam manajemen pembelajarannya. Analisis, permasalahan kognitif peserta didik yakni dengan adanya kesulitan memahami  mata pelajaran matematika, IPA dan Bahasa inggris, kurangnya kemauan untuk belajar, kesulitan berbahasa, memiliki karakter pemalu, adanya konflik sibling dan tindakan bullying verbal yang dialami peserta didik. Sintesis, peserta didik kurang motivasi belajar, rasa malas belajar dan adanya rasa benci terhadap suatu mata pelajaran tertentu serta adanya konflik. Diagnosis, Faktor Internal dalam diri peserta didik dan eksternal dari lingkungannya. Prognosis, jika masalah tidak segera diatasi, maka yang dapat terjadi tidak ada ilmu yang tertransfer dan prestasi belajar semakin menurun. Treatment, Wali kelas dan guru harus selalu membersamai, memberikan nasihat kepada peserta didik, mengajarkan secara pelan-pelan hingga menemukan kenyamanan belajar. Tindak lanjut, peserta didik dapat diikutsertakan dalam perlombaan contohnya dalam Olahraga dan Seni yang mana itu pelajaran yang dia sukai. Memberi tahu orangtua tentang masalah dan treatment yang harus dilakukan sam dengan yang dilakukan di sekolah

    KEARIFAN LOKAL HUYULA MASYARAKAT GORONTALO SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN ANTI KORUPSI

    Full text link
    Prevention of corruption through strengthening local wisdom has not been done much. Departing from this, the purpose of this study is to reveal efforts to develop an anti-corruption education culture in the community through the implementation of the Huyula culture of the Gorontalo community. This research uses a qualitative approach with a literature study method. The results of the study indicate that the implementation of Huyula can be a community effort in cultivating anti-corruption values. The typical behavior of the Gorontalo people, which is starting to be difficult to find, is considered to be a medium for educating anti-corruption values, including honesty, discipline, responsibility, hard work, simple, independent, fair, brave, and caring. The suggestions that the author can give through this research are: 1) Indonesia is a storehouse of local wisdom which of course contains positive values, including the huyula tradition of the Gorontalo community, so it must be preserved; 2) cultivating anti-corruption values ​​through the implementation of the huyula tradition which is included in non-formal education is expected to be a reference in learning in formal education in schools and universities so that it has sustainable benefits.Pencegahan korupsi melalui penguatan kembali kearifan lokal belum banyak dilakukan. Berangkat dari hal tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap upaya pembangunan budaya pendidikan anti korupsi pada masyarakat melalui pelaksanaan budaya Huyula masyarakat Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Huyula dapat menjadi upaya masyarakat dalam membudayakan nilai-nilai anti korupsi. Perilaku khas masyarakat Gorontalo yang mulai sulit dijumpai tersebut dianggap dapat menjadi media pendidikan nilai-nilai anti korupsi, antara lain jujur, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, mandiri, adil, berani, dan peduli. Saran-saran yang dapat penulis berikan melalui penelitian ini, yaitu: 1) Indonesia adalah gudang kearifan lokal yang tentunya mengandung nilai-nilai positif, diantaranya tradisi huyula masyarakat Gorontalo, sehingga harus dilestarikan; 2) pembudayaan nilai anti korupsi melalui pelaksanaan tradisi huyula yang termasuk dalam pendidikan non formal diharapkan dapat menjadi referensi dalam pembelajaran pada pendidikan formal di sekolah maupun di perguruan tinggi sehingga memiliki manfaat yang berkelanjutan

    PENGELOLAAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI) PADA SMA NEGERI 2 SINJAI DI KABUPATEN SINJAI

    Full text link
    SPMI adalah system penjaminan mutu yang dijalankan oleh seluruh komponen didalam Lembaga pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan Tim Penjamin Mutu Pendidikan Sekolah pada sistem penjaminan mutu internal di SMA Negeri 2 Sinjai. Penelitian ini diharapkan dapat memsberikan manfaat dalam pengembangan teori tentang SPMI dan pengelolaannya pada satuan pendidikan menengah dalam meningkatkan mutu pendidikan khususnya pada kinerja TPMPS. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat analisis deskriptif dengan menggunakan kata-kata tertulis dari perilaku yang diamati. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan pendekatan naturalistik untuk mencari dan menemukan pengertian atau pemahaman tentang fenomena dalam suatu latar yang berkonteks khusus. Berdasarkan analisis data dan pembahasan hasil penelitian tentang pengelolaan sistem penjaminan mutu internal di SMA Negeri 2 Sinjai, maka dapat disimpulkan bahwa pengelolaan sistem penjaminan mutu di SMA Negeri 2 Sinjai sesuai dengan standar penjaminan mutu yang dapat dilihat dari kriteria perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Bagi pihak sekolah SMA Negeri 2 Sinjai, diharapakan dapat meningkatkan kerjasama dengan tim penjaminan mutu demi kelancaran pengelolaan sistem penjaminan mutu internal di SMA Negeri 2 Sinjai, dan memposisikan guru mata pelajaran sesuai dengan kualifikasi akademiknya atau latar belakang pendidikannya. Kata kunci : Pengelolaan; Penjaminan Mutu; SPMI; TPMPS

    204

    full texts

    226

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇